Anda di halaman 1dari 1

ANALISIS KURIKULUM

Analisis dilakukan di awal tahun pelajaran, bukan pada saat proses tahun pelajaran berjalan. Tanpa
melakukan analisis terhadap SKL dan KI dikhawatirkan proses pembelajaran yang dilaksanakan tidak
jelas arah tujuannya.

Analisis Standar Kelulusan (SKL) dan Kompetensi Inti (KI) merupakan hal penting yang harus dilakukan
oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Berdasarkan Lampiran Permendikbud Nomor 20
Tahun 2016 yang dimaksud dengan Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Kompetensi
Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah
menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Berdasarkan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016,  Kompetensi Inti (KI) merupakan tingkat kemampuan
untuk mencapai Standar Kompetensi  Lulusan yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi Inti
dirancang untuk setiap kelas. Melalui kompetensi inti, sinkronisasi horizontal berbagai kompetensi dasar
antar mata pelajaran pada kelas yang sama dapat dijaga. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai
kompetensi dasar pada mata pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.  

Kompetensi  inti  mencakup:  sikap spiritual,  sikap  sosial,  pengetahuan,  dan  keterampilan.
Kompetensi  ini  merupakan landasan  pengembangan kompetensi  dasar. Dalam  setiap  rumusan
kompetensi  dasar terdapat  unsur  kemampuan  berpikir  atau  bertindak  dan  materi.  Kompetensi
dasar diuraikan ke dalam beberapa indikator pencapaian kompetensi (IPK). Indikator adalah perilaku
yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD)
tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran, (Mulyasa, 2007:139). 

Ketentuan IPK :

1. Indikator dirumuskan dari KD

2. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur

3. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.

4. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda

5. Hanya mengandung satu tindakan.

6. .Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi & kebutuhan peserta didik, sekolah,
masyarakat dan lingkungan/daerah;

Selanjutnya berdasarkan  IPK  ditentukan  butir-butir  materi,  kegiatan  pembelajaran,  dan  teknik
penilaian yang sesuai.