Anda di halaman 1dari 2

KLIPING SENI BUDAYA “REPRODUKSI KARYA SENI LUKIS”

Nama :Nasaruddin Imam Ramadhon

Kelas :XI Mipa 5

Mapel :Seni Budaya

Pertanyaan :

1. Cari dan buatlah kliping reproduksi(gambar/foto) karya seni lukis, yang dipiih berdasarkan lukisan yang
kamu senangi.
2. Tulis biografi ringkas tokoh pelukis yang karya-karyanya kamu kliping.

Jawaban :

Karya lukis yang disenangi adalah karya pelukis terkenal Indonesia Affandi

Judul Lukisan : “Ibu”

Pelukis : Affandi Koesoema

Aliran Lukisan : Ekspresionisme

Keterangan Lukisan :

Lukisan berjudul “Ibuku” belum menggunakan ciri khas Affandi yang membuatnya terkenal. Namun lukisan
ini menjadi catatan yang penting, bahwa meskipun Affandi mengabaikan teknik pada karya ekspresionisnya,
ia dapat melakukan teknik lukis realistik (naturalis tepatnya). Sosok ibunya sendiri yang sudah tua
digambarkan mengenakan pakaian sehari-harinya. Namun ibunya berpose anggun seperti pada lukisan-luksan
era renaisans – romantisisme. Tangannya ditaruh di pundaknya, menunjukkan bahwa Affandi mengerti
mengenai pose potret yang dianggap indah untuk menunjukkan sosok potret perempuan berdasarkan teknik
lukis Barat.

Sapuan kuasnya sudah tampak sangat berani dan menunjukkan bahwa ia sudah terbiasa untuk melukis lukisan
yang tampak natural dan mirip aslinya. Ekspresi wajahnya menimbulkan enigma yang selalu mempertanyakan
perasaan apa yang sedang dirasakan oleh sang Ibu. Sedih? Marah? atau memang raut wajahnya saja yang
sudah menggambarkan manis-pahitnya kehidupan yang telah dijalaninya.

Ibuku(1941)
Biografi Affandi Koesoema

Affandi Koesoema lahir di Cirebon pada 1907 sebagai putra dari Raden Koesoema yang bekerja sebagai mantri ukur
di pabrik gula Ciledug. Pada saat itu Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda sehingga keturunan
pribumi biasa akan sulit mendapatkan pendidikan tinggi, dan ia hanya bisa bersekolah sampai AMS (Algemene
Middelbare School) atau setara SMA. Sejak kecil Affandi gemar menggambar dan telah memperlihatkan bakat seni
sejak sekolah dasar, namun dunia seni lukis baru benar – benar digeluti pada era 1940an. Pada saat itu sulit untuk
mendapatkan pekerjaan seni karena Belanda masih menguasai Indonesia. Ia mengawali karir sebagai seorang guru
dan juru sobek karcis, menggambar reklame bioskop di Bandung.

Pada tahun 1930an dalam biografi Affandi bergabung dengan kelompok Lima di Bandung, yang beranggotakan lima
orang pelukis Bandung dan semuanya kelak memiliki andil besar terhadap perkembangan seni rupa Indonesia.
Mereka adalah Barli, Sudarso, Hendra Gunawan, Wahdi dan Affandi sendiri yang memimpin kelompok tersebut.
Kelompok ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa Indonesia, tetapi berbeda dengan
kelompok serupa lainnya, kelompok ini lebih fokus kepada kegiatan melukis dan belajar bersama untuk kalangan
pelukis sehingga tidak formal seperti Persagi (Persatuan Ahli Gambar Indonesia). Di tahun 1933, Affandi menikah
dengan Maryati yang merupakan seorang gadis kelahiran Bogor dan memiliki seorang putri yang kelak meneruskan
jejaknya sebagai pelukis, yaitu Kartika Affandi. Ketahui juga mengenai biografi R.A. Kartini sebagai salah
satu pahlawan nasional wanita Indonesia.
Sumber : https://sejarahlengkap.com/tokoh/biografi-affandi