Anda di halaman 1dari 21

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK KOGNITIF DAN

PSIKOMOTORIK BERBASIS KINERJA MATA PELAJARAN KEARSIPAN


PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
DI SMK CENDIKA BANGSA MALANG

Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd, M.M


Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang
wening.patmi.fe@um.ac.id
Eka Novita Sari
Email: ekanovitasari106@gmail.com
Dr. Djoko Dwi Kusumodjanto, M.Si
djoko.dwi.fe@um.ac.id
Dr. Aniek Indrawati, S.Si,M.M
aniekindrawati.fe@um.ac.id

ABSTRAK
Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan
instrumen penilaian autentik kognitif dan psikomotorik berbasis kinerja dan
mendeskripsikan kelayakan instrumen yang telah dikembangkan memalui validasi
dan uji coba terbatas. Pengembangan instrumen penilaian menggunakan langkah-
langkah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data; (a) studi literatur, (b)
perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi produk, (5) uji coba terbatas,
(6) revisi produk dan produk akhir. Subjek uji coba penelitian ini adalah guru
kearsipan dan siswa kelas X jurusan OTKP. Hasil validasi oleh validator ahli
penilaian memiliki persentase sebesar 91% untuk aspek kognitif dan 92% untuk
aspek psikomotorik yang dinyatakan “sangat layak”, hasil validasi oleh ahli materi
diperoleh hasil sebesar 93% untuk aspek kognitif dan 94% untuk aspek
psikomotorik. Hasil uji coba terbatas oleh guru memperoleh hasil sebesar 94% yang
dinyatakan “sangat sesuai” dan respon siswa memperoleh hasil persentase sebesar
90% yang dinyatakan “sangat sesuai”.
Kata Kunci : Penilaian autentik, penilaian kognitif, penilaian psikomotorik,
penilaian kinerja

ABSTRACT
The purpose of this research and development is to produce performance-
based authentic cognitive and psychomotor assessment instruments and to describe
the feasibility of instruments that have been developed through limited validation
and trials. Developing assessing instruments uses steps: (1) potential and problems,
(2) transferring data; (a) literature study, (b) planning, (3) product development, (4)
product validation, (5) limited trials, (6) product and final product revisions. The
subjects of this research trial were archival teachers and grade X students majoring
in OTKP. The validation results by validators, experts, had a proportion of 91% for
cognitive aspects, and 92% for psychomotor aspects that were declared "very
feasible," the results of validation by material experts obtained results of 93% for
cognitive aspects and 94% for psychomotor aspects. The results of limited trials by
the teacher obtained results of 94% which stated "very appropriate" and the
response of students who received a result of 90% which was declared "very
appropriate".
Keywords: Authentic assessment, cognitive evaluation, psychomotor evaluation,
performance assessment

PENDAHULUAN

Saat ini kurikulum yang diterapkan di Indonesia adalah kurikulum 2013.


Penilaian pada kurikulum 2013 memiliki kriteria yang berbeda dari kurikulum
sebelumnya, penilaian yang sesuai dengan kurikulum 2013 antara lain penilaian
autentik karena mencakup seluruh aspek yaitu kompetensi sikap, ketrampilan, dan
pengetahuan. Kunandar (2015:10-11) mengungkapkan bahwa penilaian bertujuan
untuk mengukur keberhasilan guru dalam menyampaikan pembelajaran sekaligus
mengukur keberhasilan siswa dalam penguasaan kompetensi yang ditentukan. Guru
yang baik harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang penilaian karena dalam
proses pembelajaran, penilaian merupakan tugas yang dilakukan oleh seorang guru
untuk mengukur kemampuan siswa. Berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2014 yang berbunyi
“Penilaian autentik merupakan pendekatan utama dalam penilaian hasil belajar oleh
pendidik”. Menurut Permendikbud 81a Tahun 2013 menyebutkan bahwa di dalam
penilaian autentik terdapat tiga komponen penting dalam proses pembelajaran, yaitu
keterampilan, pengetahuan, dan perilaku. Pengukurannya meliputi masukan (input),
proses dan keseluruhan (output) dalam pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa
penilaian autentik merupakan penilaian yang menghendaki siswa menampilkan sikap,
menggunakan pengetahuan, dan keterampilannya pada saat pembelajaran dalam
melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya. Menurut Majid (2017:35),
penilaian merupakan suatu proses integral dari pembelajaran, sebagai upaya untuk
mengumpulkan berbagai informasi mengenai tingkat keberhasilan proses dan hasil
dari suatu pembelajaran yang dilakukan dengan cermat.
Pada hakikatnya penilaian autentik merupakan kegiatan penilaian yang
dilakukan tidak semata-mata untuk menilai hasil belajar siswa, melainkan juga
berbagai faktor yang lain, yaitu kegiatan pembelajaran itu sendiri (Nurgiyantoro,
2008:251). Begitu pula dengan apa yang diungkapkan oleh Johnson dalam Abidin
(2016:73), bahwa penilaian autentik merupakan penilaian yang berfokus pada
penilaian performa, yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengetahui aspek kognitif
dan psikomotorik peserta didik, selama proses pembelajaran dalam mencapai hasil
tertentu. Abidin (2016:73) menjelaskan jika penilaian autentik tidak hanya
mementingkan penilaian hasil, tetapi juga pada proses sehingga seluruh performa
siswa dalam rangkaian kegiatan belajar mengajar dapat dinilai secara objektif oleh
pendidik. Cara penilaian yang dapat digunakan sangat beragam dan dapat dilakukan
kapan saja bersamaan dengan kegiatan pembelajaran. Penilaian yang dilakukan dapat
melalui berbagai cara atau model, yang menyangkut berbagai ranah, serta meliputi
proses dan produk atau hasil. Autentik juga dapat memiliki arti dan sekaligus
menjamin objektif, nyata, konkret, benar-benar hasil tampilan siswa, serta akurat dan
bermakna. Sani (2016:35-36) menyatakan bahwa dalam pengembangan instrumen
penilaian autentik memiliki beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut adalah: (1)
identifikasi standar, (2) pengembangan tugas autentik, (3) pengembangan
kriteria/indikator kinerja, dan (4) mengembangkan rubrik.
Salah satu penilaian yang ditekankan pada kurikulum 2013 yaitu penilaian
kinerja. Kusaeri (2014:142) mengungkapkan bahwa penilaian kinerja merupakan
suatu penilaian yang meminta siswa mendemonstrasikan tugas yang telah diberikan
guna mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Dalam
penilaian kinerja juga menekankan pada siswa untuk mengetahui apa yang
seharusnya mereka lakukan dan mereka persiapkan sesuai dengan paduan penilaian.
Kunandar (2015:263) berpendapat bahwa penilaian kinerja merupakan peneliaian
tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat digunakan untuk kepentingan
pengumpulan berbagai informasi mengenai perilaku atau keterampilan siswa dengan
memberikan penilaian kinerja yang dilakukan secara nyata oleh siswa. Majid
(2017:200) penilaian kinerja merupakan suatu penialaian yang meminta siswa untuk
melakukan tugas pada kondisi dan situasi yang sesungguhnya dengan
mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Putra (2012:287-
288) menjelaskan bahwa penilaian berbasis kinerja merupakan tes yang digunakan
untuk mengukur domain psikomotorik. Tes yang digunakan bisa berupa tes paper
and pencil, tes identifikasi, tes simulasi, dan tes unjuk kerja.
Popham dalam Tomoliyus (2011:161) menyatakan bahwa ada beberapa kriteria
yang harus dipenuhi agar suatu penilaian berbasis kinerja dianggap berkualitas.
Adapun kriteria tersebut adalah (1) generalization, (2) authenticity, (3) multiple, (4)
teachability, (5) fairness, (6) feasibility, serta (7) scorability. Sedangkan menurut
Kunandar (2015:264) mengungkapkan jika aspek-aspek yang dapat dinilai dan diukur
dalam penilaian kinerja adalah 1) kualitas menyelesaikan pekerjaan, 2) keterampilan
menggunakan alat-alat yang digunakan dalam praktek kinerja, 3) kemampuan
menganalisis dan merencanakan prosedur kerja sampai selesai, 4) kemampuan
mengambil keputusan berdasarkan informasi yang telah diperoleh, dan 5)
kemampuan membaca, menggunakan diagram, gambar-gambar, dan simbol-simbol.
Menurut Hutabarat dalam Nizron (2017:46), ada beberapa langkah yang perlu
dilakukan dalam menyusun performance assessment. Berikut 5 langkah dalam
penyusunan penilaian berbasis kinerja: (1) mengidentifikasi seluruh langkah-langkah
penting/aspek yang akan memengaruhi hasil belajar, (2) menuliskan kemampuan-
kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan lembar kerja, (3)
kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak, (4) mengurutkan kemampuan yang
akan diukur sesuai dengan urutan kinerja yang akan diamati, dan (5) jika
menggunakan skala rentang, maka susun kriteria pada setiap pilihan. Untuk
memberikan penilaian kinerja atas praktek yang telah dilakukan siswa menurut
Kunandar (2015:266) dapat menggunakan alat instrumen berupa lembar pengamatan
atau dengan melakukan observasi dengan daftar cek (check list) dan skala penilaian
(rating scale).
Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru Mata Pelajaran Kearsipan yaitu
ibu Irma Suryandari, S.Pd. didapatkan bahwa penilaian keterampilan diperoleh dari
hasil praktikum bukan dari hasil kinerja siswa secara nyata dalam kegiatan
pembelajaran berlangsung. Jadi, penilaian tersebut tidak mengukur aktivitas siswa
selama kegiatan praktik, tetapi hanya melihat dari hasil praktik yang telah dikerjakan
atau dibuat. Dengan demikian, perlu adanya upaya pengembangan penilaian kinerja
yang layak digunakan untuk mengukur kinerja siswa secara autentik.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kustitik dan Hadi (2016)
memperlihatkan jika penilaian perangkat autentik mata pelajaran prakarya dan
kewirausahaan yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan reliabel secara
empiris serta memenuhi kriteria praktis berdasarkan kriteria ahli dan praktisi. Sejalan
dengan itu, penelitian dari Hidayanti, dkk (2014) menyajikan hasil validasi oleh
dosen ahli, guru mata pelajaran, dan teman sejawat dapat dikategorikan baik dan
respon siswa dapat dikatakan layak digunakan. Sementara penelitian dari Cartono,
dkk (2015) menunjukkan jika instrumen penilaian autentik yang dikembangkan
memiliki konstruk yang cukup memadai secara logis dan empiris untuk menilai
keterampilan siswa dalam kegiatan praktik lapangan yang terintegrasi.
Sundari (2015) melakukan penelitian yang menunjukkan jika produk yang
dihasilkan memiliki persentase total sebesar 85,7% yang artinya valid atau layak
untuk digunakan. Penelitian Sauma, dkk (2017) menunjukkan jika instrumen
penilaian dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai reliabilitas pertama 0,983,
reliabilitas kedua 0,701, dan reliabilitas ketiga 0,855. Pada penelitian milik Mulianti,
dkk (2016) menunjukkan hasil jika instrumen penilaian sangat valid dengan nilai 3,78
untuk sikap, 3,64 untuk keterampilan, dan 3,58 untuk kognitif.
Instrumen penilaian kinerja dikembangkan pada Kompetensi Dasar
Menerapkan Prosedur Penggunaan Arsip Mata Pelajaran Kearsipan bagi siswa kelas
X SMK Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, dan diharapkan penilaian
tersebut tidak hanya mencangkup penilaian saja tetapi menjelaskan materi dan bisa
menerapkan materi tersebut dalam bentuk praktik untuk individu maupun kelompok,
sehingga hal tersebut akan lebih baik jika menggunakan penilaian kinerja, karena
penilaian kinerja sangat cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi
yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu, dengan menjabarkan setiap
kompetensi yang seharusnya dilakukan siswa agar siswa mengetahui apa saja yang
harus mereka lakukan selama kegiatan tes kinerja (praktik). Penilaian harus sesuai
dengan standar maupun kriteria penilaian yang baik, dan penilaian yang dibuat harus
bersifat objektif, jujur, dan adil.
Kompetensi Dasar Prosedur Penggunaan Arsip merupakan kompetensi dasar
yang harus dicapai oleh siswa kelas X program keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran. Pada Kompetensi Dasar ini akan membahas materi pokok mengenai
kegiatan-kegiatan kearsipan.

METODE

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research


and Development) yang dirancang untuk menghasilkan produk berupa penilaian
autentik berbasis kinerja, untuk mata pelajaran kearsipan. Sugiono (2015:297)
mengungkapkan bahwa penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian
yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk
tersebut sehingga produk tersebut dapat berfungsi dimasyarakat luas. Adapun
langkah-langkah penelitian yang dilakukan yaitu (1) potensi dan masalah, (2)
pengumpulan data, (3) pengembangan produk, (4) validasi produk, (4) uji coba
terbatas, (5) revisi produk, serta (7) produk akhir. Tahap penelitian dan
pengembangan ini dapat dilihat dalam gambar berikut.

Gambar 1 Prosedur Penelitian dan Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik


Berbasis Kinerja
Sumber: dimodifikasi dari Sugiono, 2016:409

Penelitian dan pengembangan yang digunakan untuk menghasilkan suatu


produk berupa penilaian autentik berbasis kinerja pada mata pelajaran Kearsipan
siswa kelas X Kompetensi Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di
SMK Cendika Bangsa Kepanjen, penilaian yang dikembangkan diharapkan mampu
membantu guru dalam proses penilaian yang mudah dan sistematis. Selama proses
pengambilan data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui angket
yang diberikan untuk validator dan subjek uji coba guna mengetahui kelayakan dari
produk yang dikembangkan, wawancara dengan guru pengajar kearsipan, observasi
dengan melihat secara langsung penilaian yang digunakan disekolah, tes penilaian
untuk produk yang dikembangkan berupa penilaian pada aspek kognitif dan
psikomotorik.
Teknik analisis data kuantitatif hasil penilaian validasi dan subjek uji coba
terhadap hasil pengembangan produk menggunakan rumus sebagai berikut.
x
P=Σ x 100 %
x1
Keterangan :
P = Persentase
Σ𝑥 = Jumlah skor subjek uji coba
Σ𝑥𝑖 = Jumlah skor maksismum
100% = Konstanta
Tingkat kelayakan produk hasil penelitian dan pengembangan diidentifikasi
dengan menggunakan persentase skor. Semakin besar skor hasil yang diperoleh,
maka semakin baik tingkat kelayakan produk. Adapun kriteria kelayakan persentase
produk disajikan dalam tabel 1 sebagai berikut.

Tabel 1 Kriteria Kelayakan Instrumen Penilaian


No Persentase Keterangan
1 81,00% - 100,00% Sangat valid, atau dapat digunakan tanpa revisi
2 61,00% - 80,00% Valid. Atau dapat digunakan namun perlu revisi
3 41,00% - 60,00% Kurang valid, disarankan tidak digunakan
4 21,00% - 40,00% Tidak valid atau tidak boleh digunakan
5 00,00% - 20,00% Sangat tidak valid, tidak boleh digunakan
Sumber: Akbar, 2013:42

Perhitungan data analisis butir soal menggunakan tingkat kesukaran soal dan
daya pembeda. Tingkat kesukaran soal dihitung dengan cara mengukur seberapa
besar derajat kesukaran suatu butir soal yang telah dibuat. Soal yang baik memiliki
taraf kesukaran sedang, yaitu tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Untuk
menghitung tingkat kesukaran soal bentuk objektif dapat menggunakan rumus
sebagai berikut.
(WL +WH )
TK= x 100 %
( nL+nH )
Keterangan:
TK : Tingkat kesukaran
WL : Jumlah siswa yang menjawab salah dari kelompok bawah
WH : Jumlah siswa yang menjawab salah dari kelompok atas
nL : Jumlah kelompok bawah
nH : Jumlah kelompok atas

Adapun kriteria penafsiran tingkat kesukaran soal bentuk objektif disajikan


pada tabel 2 sebagai berikut.
Tabel 2 Kriteria Penafsiran Tingkat Kesukaran Soal
Rentang Taraf Kesukaran
≥ 73% Sukar
28% – 72% Sedang
≤ 27% Mudah
Sumber: Arifin, 2014:273

Perhitungan daya pembeda merupakan pengukuran sejauh mana suatu butir


soal yang telah dibuat mempu membedakan siswa yang menguasai kompetensi
dengan siswa yang kurang menguasai kompetensi. Untuk menghitung daya pembeda
setiap butir soal dapat menggunakan rumus sebagai berikut.
(WL−WH )
DP=
n
Keterangan:
DP = daya pembeda
WL = jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok bawah
WH = jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok atas
n = 27% x N

Tabel 3 Kriteria Daya Pembeda


Index of Discrimination Item Evaluation
0,40 An Up Very Good Items
0,30 – 0,39 Reasonably Good
00,20 – 0,29 Marginal Items
Below – 0,19 Poor Items
Sumber: Ebel dalam Arifin, 2014:274

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
a. Hasil Validasi Isi
1) Hasil Validasi isi Instrumen Penilaian Kognitif
Kelayakan instrumen penilaian kognitif yang telah divalidasi oleh ahli materi
dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut.
Tabel 4 Hasil Validasi Isi Aspek Kognitif oleh Validator Ahli Materi
No Aspek Penilaian ∑x P Keterangan
1 Kesesuaian soal dengan KD 5 100% Sangat Valid
2 Materi sesuai tujuan pembelajaran 5 100% Sangat Valid
3 Isi materi yang digunakan lengkap 4 80% Valid
4 Kejelasan petunjuk penggunaan 4 80% Valid
5 Rumusan soal dan kalimat mudah dipahami 5 100% Sangat Valid
6 Pedoman penskoran yang jelas 4 80% Valid
7 Kalimat jelas dan mudah dimenegerti 5 100% Sangat Valid
8 Kesesuaian gambar dengan bagan 5 100% Sangat Valid
Skor Rata-rata 93% Sangat Valid
Sumber: Data Lapangan Diolah Peneliti, 2019

Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa hasil validasi terhadap instrumen


penilaian kognitif (pengetahuan) pada 8 item komponen, guru memberikan penilaian
dengan skor maksimal 5. Berdasarkan perhitungan persentase dapat disimpulkan
bahwa instrumen penilaian keterampilan dinyatakan “sangat valid” dengan persentase
93%. Data yang diperoleh dari hasil validasi isi selain data kuantitatif adalah data
kualitatif berupa komentar dan saran terhadap instrumen penilaian psikomotorik yang
digunakan untuk perbaikan instrumen.

2) Hasil Validasi Isi Instrumen Penilaian Psikomotorik


Hasil Kelayakan instrumen penilaian keterampilan dapat dilihat pada Tabel 5
sebagai berikut.
Tabel 5 Hasil Validasi Isi Aspek Psikomotorik oleh Validator Ahli Materi
No Aspek Penilaian ∑x P Keterangan
Kesesuaian waktu yang digunakan dalam instrumen
1 4 80% Valid
penilaian
2 Keruntutan langkah-langkah kerja pada lembar kerja siswa 5 100% Sangat Valid
3 Tugas kinerja sesuai dengan taraf perkembangan siswa 5 100% Sangat Valid
4 Rubik dapat digunakan dalam menilai kemampuan siswa 5 100% Sangat Valid
5 Kelengkapan dan Ketepatan aspek yang akan dinilai 5 100% Sangat Valid
6 Kualitas instrument penilaian kinerja 4 80% Valid
7 Kejelasan dalam penggunaan instrumen penilaian 4 80% Valid
8 Kemenarikan format nstrument penilaian kinerja 5 100% Sangat Valid
9 Ketepatan kriteria dalam menilai 5 100% Sangat Valid
Kesesuaiaan penggunaan Bahasa yang sesuai dengan
10 5 100% Sangat Valid
kaidah Bahasa Indonesia
11 Kejelasan indikator penilaian pada instrumen penilaian 4 80% Valid
kinerja
12 Kesesuaian aspek yang diukur dengan tujuan pembelajaran 5 100% Sangat Valid
13 Kesesuaian instrumen penilaian dengan Kompetensi Dasar 5 100% Sangat Valid
Instrumen penilaian dapat membantu gurudalam menilai
14 5 100% Sangat Valid
aspek keterampilan
15 Kemampuan yang akan dinilai dapat diamati 5 100% Sangat Valid
16 Kejelasan penskoran dalam instrumen penilaian kinerja 4 80% Valid
Skor Rata-rata 94% Sangat Valid
Sumber: Data Lapangan Diolah Peneliti, 2019

Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui hasil validasi isi terhadap instrumen


penilaian keterampilan pada 16 item, guru memberikan penilaian dengan skor
maksimal 5. Berdasarkan perhitungan persentase dapat disimpulkan bahwa instrumen
penilaian keterampilan dinyatakan “sangat valid” dengan persentase 94%. Data yang
diperoleh dari hasil validasi isi selain data kuantitatif adalah data kualitatif berupa
komentar dan saran terhadap instrumen penilaian keterampilan yang digunakan untuk
perbaikan instrumen.

b. Hasil Validasi Konstruk


1) Hasil Validasi Konstruk Instrumen Penilaian Kognitif
Hasil Kelayakan instrumen penilaian kognitif yang telah divalidasi oleh ahli
penilaian dapat dilihat pada Tabel 6 sebagai berikut.
Tabel 6 Hasil Validasi Pada Aspek Kognitif Oleh Validator Ahli Penilaian
No Aspek Penilaian ∑x P Keterangan
1 soal memuat satu rumusan masalah 5 100% Sangat Valid
2 soal berupa pernyataan 4 80% Valid
3 soal menggunakan kalimat yang jelas 5 100% Sangat Valid
4 option jawaban dibuat konsisten 4 80% Valid
5 pilihan jawaban homogen 4 80% Valid
6 menggunakan tiga atau lebih pilihan jawaban 5 100% Sangat Valid
7 tidak menampakkan jawaban pada pilihan jawaban 4 80% Valid
tidak menggunakan pilihan jawaban yang berbunyi "semua
8 5 100% Sangat Valid
jawaban benar" atau "semua jawaban salah"
9 soal dan jawaban tidak bermakna ganda 5 100% Sangat Valid
Skor Rata-Rata 91% Sangat Valid
Sumber: Data Lapangan Diolah Peneliti, 2019

Berdasarkan Tabel 6, dapat diketahui bahwa hasil validasi terhadap instrumen


penilaian kognitif (pengetahuan) pada 9 item komponen, dosen memberikan penilaian
dengan skor maksimal 5. Berdasarkan perhitungan persentase dapat disimpulkan
bahwa instrumen penilaian kognitif dinyatakan “sangat valid” dengan persentase
91%.
Data yang diperoleh dari hasil validasi selain data kuantitatif ada juga data
kualitatif berupa komentar dan saran yang digunakan untuk perbaikan instrumen
penilaian psikomotorik.

2) Hasil Validasi Konstruk Instrumen Penilaian Psikomotorik


Kelayakan instrumen penilaian keterampilan dapat dilihat pada Tabel 7 sebagai
berikut.

Tabel 7 : Hasil Validasi Pada Aspek Psikomotorik Oleh Validator Ahli Penilaian
No Aspek Penilaian ∑x P Keterangan
1 Tugas kinerja menunjukan capaian hasil belajar siswa 5 100% Sangat Valid
2 Kesesuaian instrumen dengan tujuan pembelajaran 5 100% Sangat Valid
3 Kejelasan petunjuk untuk menjawab dan mengisi instrument 4 80% Valid
4 Tugas yang disajikan memiliki tujuan yang jelas 5 100% Sangat Valid
Kesesuaian dengan penggunaan Bahasa yang sesuai dengan
5 5 100% Sangat Valid
kaidah Bahasa Indonesia
Kemampuan instrumen penilaian sebagai alat bantu guru
6 4 80% Valid
dalam menilai keterampilan siswa
Kemampuan yang dinilai tidak terlalu banyak dan dapat
7 4 80% Valid
diamati
8 Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai 4 80% Valid
9 Instrumen disajikan secara sistematis 5 100% Sangat Valid
10 Kemudahan dalam penggunaan instrumen penilaian 5 100% Sangat Valid
11 Efisiensi waktu dalam penerapan instrumen penilaian 4 80% Valid
12 Kualitas instrumen penilaian 5 100% Sangat Valid
13 Kejelasan dan kemudahan kalimat untuk dipahami 5 100% Sangat Valid
Skor Rata-rata 92% Sangat Valid
Sumber: Data Lapangan Diolah Peneliti, 2019

Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui hasil validasi konstruk terhadap


instrumen penilaian psikomotorik pada 13 item, dosen memberikan penilaian dengan
skor maksimal 5. Berdasarkan perhitungan persentase dapat disimpulkan bahwa
instrumen penilaian pengetahuan dinyatakan “sangat valid” dengan persentase 92%.

Hasil Uji Coba Terbatas

Hasil Uji coba terbatas meliputi ujicoba terhadap instrumen penilaian aspek
kognitif dan uji kesesuaian LKS terhadap instrumen penilaian aspek psikomotor.
Instrumen penilaian kognitif yang diujicobakan berupa soal pilihan ganda. Dan Data
ujicoba terbatas pada penelian pengembangan ini bersumber dari subjek coba
(pengguna). Uji coba terbatas istrumen penilaian aspek kognitif digunakan untuk
mengetahui tingkat kesukaran soal serta daya pembeda soal dan uji keterbacaan
pengguna terhadap instrumen penilaian aspek psikomotor bertujuan untuk mengetahui
kelayakan isi dan bahasa yang digunakan dari sisi pengguna.

a) Hasil Uji Coba Terbatas Instrumen Penilaian Aspek Kognitif


Data yang diperoleh dari ujicoba terbatas instrument penilaian aspek kognitif
yaitu analisis (1) tingkat kesukaran soal dan (2) daya pembeda soal.

1) Hasil Tingkat Kesukaran Soal


Data yang diperoleh dari analisis tingkat kesukaran soal yaitu soal pilihan
ganda. Data analisis butir soal digunakan untuk menentukan tingkat kesukaran soal
pada instrumen penilaian kognitif. Tingkat kesukaran soal dianalisis dengan
mengambil masing-masing 27% lembar jawaban siswa kelompok atas dan kelompok
bawah dari total siswa yang mengerjakan. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel 8
Hasil Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal sebagai berikut.
Tabel 8 Klasifikasi Soal-Soal Berdasarkan Proporsi Tingkat Kesukaran
Rentang
Taraf Kesukaran Nomor Soal Jumlah
Kesukaran Soal
≥ 73% Sukar - 0
1, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 16, 19, 20,
28% – 72% Sedang 17
25, 26, 28, 29, 30
2, 4, 5, 13, 14, 15, 17, 18, 21, 22, 23,
≤ 27% Mudah 13
24, 27,
Sumber: Data Lapangan Diolah Peneliti, 2019

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan tingkat


kesukaran soal pilihan ganda dari 30 soal diperoleh hasil bahwa 13 soal dinyatakan
mudah dan 17 soal dinyatakan sedang. Dari analisis yang diperoleh maka total
keseluruhan soal yang dibuat oleh peneliti dikategorikan soal yang mudah dan sedang
sehingga masih dapat dijadikan sebagai acuan untuk dijadikan pedoman penilaian
oleh guru.

2) Hasil Daya Pembeda Soal


Data yang diperoleh dari analisis daya pembeda soal yaitu dari soal-soal
pilihan ganda. Data analisis butir soal digunakan untuk mengetahui tingkat daya
pembeda soal pada instrument penilaian kognitif. Tingkat daya pembeda soal dianalisis
dengan mengambil 27% lembar jawaban siswa yang mengerjakan. Hasil perhitungan
dapat dilihat pada Tabel 9 Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal sebagai berikut.

Tabel 9 Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal


No Daya Pembeda Kriteria
1 0,41 Very good items
2 0,31 Reasonably good
3 0,21 Marginal items
4 0,41 Very good items
5 0,41 Very good items
6 0,21 Marginal items
7 0,41 Very good items
8 0,10 Poor items
9 0,21 Marginal items
10 0 Poor items
11 0,21 Marginal items
12 0 Poor items
13 0,21 Marginal items
14 0,21 Marginal items
15 0,21 Marginal items
16 0,21 Marginal items
17 0,31 Reasonably good
18 0,51 Very good items
19 0 Poor items
20 0,51 Very good items
21 0,51 Very good items
22 0,31 Reasonably good
23 0,21 Marginal items
24 0,21 Marginal items
25 0,31 Reasonably good
26 0,41 Very good items
27 0,10 Poor items
28 0,72 Very good items
29 0,62 Very good items
30 0,62 Very good items
Sumber: Data Lapangan Diolah Peneliti, 2019

Kriteria Daya Pembeda yang Dikembangkan oleh Ebel


0,40 An Up : Very good items
0,30-0,39 : Reasonably good
0,20-0,29 : Marginal items
Below- 0,19 : Poor items

Berdasarkan data kriteria daya pembeda diatas dapat disimpulkan bahwa hasil
perhitungan daya pembeda pada soal pilihan ganda yang terdiri dari 30 soal,
doperoleh hasil bahwa 11 soal dinyatakan very good items, 4 soal dinyatakan
reasonably good, 10 soal dinyatakan marginal items, dan 5 soal dinyatakan poor
items. Dengan demikian soal yang dibuat oleh peneliti dapat dijadikan sebagai acuan
untuk dijadikan pedoman penilaian oleh guru kecuali soal yang memiliki kriteria
poor item (jelek).
b) Hasil Uji Coba Terbatas Instrumen Penilaian Aspek Psikomotorik
Data respon guru pengajar berupa persentase kelayakan instrumen penilaian
autentik berbasis kinerja berdasarkan hasil uji coba terbatas produk melalui pembelajaran
di kelas. Instrumen penilaian autentik berbasis kinerja yang dinilai berupa Lembar Kerja
Siswa beserta lembar penilaian psikomotorik.

1) Hasil Respon Guru Terhadap Produk Hasil Pengembangan


Hasil angket dari respon guru terhadap produk hasil pengembangan dapat dilihat
pada tabel 10 Data Kuantitatif Respon Guru Terhadap Produk hasil Pengembangan,
sebagai berikut.
Tabel 10 Data Kuantitatif Respon Guru Terhadap Produk hasil Pengembangan
NO ASPEK PENILAIAN ΣP P KETERANGAN
1 Disajikan secara urut dan sistematis 5 100% Sangat Valid
2 Tujuan kegiatan yang jelas 5 100% Sangat Valid
3 Petujuk yang jelas 5 100% Sangat Valid
4 Kesesuaian masalah dengan perkembangan siswa 5 100% Sangat Valid
5 Kegiatan menstimulus keefektifan siswa 5 100% Sangat Valid
6 Gambar dan Ilustrasi 4 80% Valid
7 Komunikatif 5 100% Sangat Valid
8 Kesesuaian EYD 5 100% Sangat Valid
9 Kesesuaian dengan perkembangan siswa 5 100% Sangat Valid
10 Jelas dan tidak ambigu 5 100% Sangat Valid
11 Mudah dimengerti 5 100% Sangat Valid
12 Kemudahan dalam penggunaan 4 80% Valid
13 Mempermudah pembelajaran 4 80% Valid
14 Alokasi waktu yang memadai 4 80% Valid
SKOR RATA-RATA 94% Sangat Valid
Sumber: Data Lapangan Diolah Peneliti, 2019

Berdasarkan Tabel 10 dapat diketahui hasil respon guru terhadap produk


penilaian pada 14 item, guru memberikan penilaian dengan skor maksimal 5.
Berdasarkan perhitungan dapat disumpulkan bahwa produk hasil pengembangan
penilaian autentik yang didalamnya terdapat LKS dan lembar penilaian keterampilan
dinyatakan “sangat valid” dengan persentase 94%. Data yang diperoleh selain data
kuantitatif adalah data kualitatif berupa komentar dan saran.

2) Hasil Respon Siswa Terhadap LKS


Hasil respon siswa terhadap Lembar Kerja Siswa bertujuan untuk mengetahui
kemudahan siswa dalam memahami Lembar Kerja Siswa yang dilakukan melalui
pembelajaran di kelas. Jumlah siswa yang menjadi subjek ujicoba sebanyak 12 anak.
Data hasil respon siswa meliputi data kuantitatif dan data kualitatif terhadap LKS
pada 13 item, siswa memberikan respon dengan skor maksimal 5. Berdasarkan
perhitungan persentase dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian psikomotorik
dinyatakan “sangat valid” dengan persentase 90%. Data yang diperoleh dari hasil
respon siswa terhadap LKS selain data kuantitatif adalah data kualitatif berupa
komentar dan saran terhadap LKS, komentar dan saran yang diberikan siswa
digunakan untuk perbaikan instrumen.

Kajian Produk Hasil Validasi


Berdasarkan analisis data hasil validasi dan hasil uji ciba terbatas, keseluruhan
produk pengembangan penilaian yang meliputi pengetahuan dan keterampilan
dinyatakan sangat layak. Meskipun demikian, tetap diperlukan revisi dari hasil kritik
dan saran agar produk yang dihasilkan menjadi lebih baik. Revisi dilakukan sebanyak
dus kali mengacu pada saran dan komentar validator. Berikut merupakan hasil dari
revisi instrumen penilaian terdapat pada Tabel 12.

Tabel 12 Revisi Instrumen Penilaian Aspek Kognitif dan Psikomotor


No Aspek/Hal Komentar dan Saran Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

1 Soal kognitif Option pilihan yang Terdapat beberapa Item pilihan jawaban
terlalu mudah diganti item pilihan yang diganti lebih mengecoh.
terlalu mudah
2 Penggunaan Gunakan Bahasa yang Tulisan Diganti menjadi
Bahasa baik sesuai (EYD) “PENSKORAN” yang “PENYEKORAN”
Perbaiki kesalahan tidak sesuai dengan Pembetulan kata-kata
penulisan (EYD) yang salah ketik

Terdapat kata yang


salah ketik
3 Tampilan Gambar Cover terlalu Gambar siswa Gambar Buku-buku
seperti anak-anak memegang buku

Sumber: Data Olahan Peneliti, 2019

Pembahasan
Produk Instrumen Penilaian Autentik Berbasis Kinerja
Produk yang dihasilkan pada penelitian ini berupa instrumen asesmen berbasis
kinerja pada mata pelajaran Kearsipan kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran KD 3.8 dan 4.8. Pengembangan instrumen merupakan penilaian yang
dibuat dengan tujuan untuk memberikan kemudahan guru dalam melakukan penilaian
pada saat melakukan pembelajaran. Penilaian autentik yang dikembangkan berbasis
kinerja, dengan menggunakan instrumen penilaian praktik melakukan kegiatan
kearsipan sesuai dengan Kompetensi Dasar yang dicapai. Instrumen penilaian
pengetahuan berupa instrumen cetak meliputi penilaian tes yaitu soal pilihan ganda
dan uraian yang dilengkapi dengan kunci jawaban untuk menilai pengetahuan siswa.
Sedangkan instrumen penilaian keterampilan yang dikembangkan merupakan
instrumen penilaian praktik yang dilengkapi dengan kriteria penskoran, lembar
observasi kinerja yang digunakan untuk menilai keterampilan siswa pada saat
melakukan praktik kinerja. Instrumen penilaian pengetahuan yang dikembangkan
berbentuk instrumen cetak. Bagian-bagian instrumen yang dikembangkan meliputi:
(a) petunjuk penggunaan instrumen penilaian pengetahuan; (b) petunjuk penilaian
pengetahuan; (c) ringkasan materi; (d) kisi-kisi instrumen penilaian pengetahuan; (e)
soal pengetahuan; dan (f) kunci jawaban. Instrumen asesmen ini dikembangkan
dengan mengacu pada Kurikulum 2013 Edisi Revisi.
Instrumen penilaian keterampilan yang dikembangkan akan dijadikan sebagai
panduan bagi guru dalam melakukan penilaian autentik dari aspek kognitif dan
psikomotorik. Berbagai bagian instrumen yang dikembangkan dilengkapi sedemikian
rupa karena akan bisa dijadikan pedoman dan guru bisa mengembangkan panduan
tersebut untuk Kompetensi Dasar lain dalam satu matakuliah atau untuk matakuliah
yang lainnya. Sehingga instrument yang dikembangkan menjadi berstandar, karena
acuannya pada kurikulum dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang evaluasi
hasil belajar.
Produk instrumen penilaian autentik berbasis kinerja memenuhi kriteria yang
disyaratkan oleh Popham dalam Tomoliyus (2011:161) agar instrument menjadi
berkualitas, adalah (1) generalization, (2) authenticity, (3) multiple, (4) teachability,
(5) fairness, (6) feasibility, serta (7) scorability. Produk yang dihasilkan mendukung
penelitiannya dari Cartono, dkk (2015) menunjukkan jika instrumen penilaian
autentik yang dikembangkan memiliki konstruk yang cukup memadai secara logis
dan empiris untuk menilai keterampilan siswa dalam kegiatan praktik lapangan yang
terintegrasi.

Kelayakan Instrumen Penilaian Autentik Berbasis Kinerja


Pengembangan instrumen penilaian autentik kognitif dan psikomotorik
berbasis kinerja telah melalui uji validasi dan ujicoba terbatas yang digunakan untuk
menentukan kelayakan produk penilaian. Uji validasi yang dilakukan peneliti dengan
melakukan validasi oleh ahli penilaian dan validasi oleh ahli materi, validasi oleh ahli
penilaian bertujuan untuk mengetahui kelayakan instrumen penilaian yang telah
dibuat. Hasil dari validasi ahli penilaian yaitu “sangat valid” dengan kriteria penilaian
kognitif sebesar 91% dan aspek psikomotorik sebesar 92%. Ini memiliki arti bahwa
instrumen yang telah dikembangkan memiliki kriteria yang sangat baik dalam segi
konstruk. Uji validasi oleh ahli materi digunakan untuk mengetahui kesesuaian dari
materi yang digunakan peneliti dengan Kompetensi Dasar yang digunakan. Validasi
ahli materi dilakukan oleh guru Kearsipan di SMK Cendika Bangsa Kepanjen, hasil
validasi oleh ahli materi memperoleh hasil “sangat layak” pada aspek kognitif sebesar
93% dan aspek psikomotorik sebesar 94%, yang mana berarti instrumen yang
dikembangkan sangat baik dari segi isinya. Dari hasil validasi tersebut, maka dapat
disimpulkan bahwa instrumen penilaian berbasis kinerja ini mudah digunakan.
Uji yang dilakukan selanjutnya yaitu uji coba terbatas yang dilakukan oleh
siswa kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, uji coba aspek kognitif
dengan melakukan uji kesukaran dan uji beda terhadap soal-soal yang telah dibuat
oleh peneliti. Dari hasil uji kesukaran soal pilihan ganda yang diperoleh dari siswa
untuk aspek kognitif, sebanyak 30 soal diperoleh hasil 13 soal dinyatakan mudah dan
17 soal dinyatakan sedang. Sementara hasil perhitungan daya pembeda pada soal
pilihan ganda yang terdiri dari 30 soal, doperoleh hasil bahwa 11 soal dinyatakan
very good items, 4 soal dinyatakan reasonably good, 10 soal dinyatakan marginal
items, dan 5 soal dinyatakan poor items.
Uji pada aspek psikomotorik dilakukan dengan respon oleh 12 siswa dan
respon guru, uji aspek psikomotorik digunakan untuk mengetahui kemudahan
Lembar Kerja Siswa yang telah diterapkan pada saat pembelajaran berlangsung. Hasil
respon guru terhadap produk hasil pengembangan memperoleh hasil sebesar 94%
yang dinyatakan “sangat sesuai” dan hasil respon siswa terhadap Lembar Kerja
Siswa diperoleh hasil sebesar 90% yang juga dinyatakan “sangat sesuai”.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Suryawan
dkk (2015) menghasilkan instrumen performance assessment dan penerapan
praktikum berevisi SETS yang memenuhi kriteria praktis dengan judul penelitian
Pengembangan Instrumen Performance Assessment Praktikum Revisi SETS untuk
Mengukur Keterampilan Proses Sains. Sumaryatun dkk. (2016) dalam tulisannya
menghasilkan penelitian pengembangan dengan judul Pengembangan Instrumen
Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Berbasis Literasi Sains pada Materi Bioteknologi
dengan kepraktisan penggunaan oleh peserta didik mendapatkan kriteria sangat
praktis dan respon guru menghasilkan kriteria praktis. Nurjananto & Kusumo (2015)
dalam penelitian pengembangan Instrumen Penilaian Autentik untuk Mengukur
Kompetensi Peserta Didik Materi Senyawa Hidrokarbon menghasilkan validasi pakar
dengan kriteria sangat baik, hasil uji coba skala kecil dan besar juga menghasilkan
kriteria sangat baik, serta tingkat keefektifan melalui tahap uji coba mendapatkan
hasil sangat efektif. Irsyad & Sukaesih (2015) dalam judul penelitian dan
pengembangannya yaitu Pengembangan Asesmen Autentik pada Materi Interaksi
Makhluk Hidup dengan Lingkungan untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis
Siswa dengan hasil validasi asesmen dan bahasa mendapatkan kriteria sangat valid,
serta siswa mampu membaca instrumen dengan sangat mudah. Ini menunjukkan
bahwa instrumen ini sangat layak digunakan. Penelitian lainnya dengan judul
Pengembangan Asesmen Autentik Berbasis Inkuiri pada Materi Klasifikasi Benda
menghasilkan validasi asesmen dan bahasa dengan kriteria sangat layak. Hasil angket
tanggapan siswa dan guru memberikan hasil bahwa asesmen sudah sangat baik
(Triamijaya & Haryani, 2015).

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Instrumen autentik berbasis kinerja yang dikembangkan menghasilkan: (1)
penelitian dan pengembangan ini menghasilkan instrumen penilaian autentik berbasis
kinerja pada Mata Pelajaran Kearsipan Kompentensi Dasar Prosedur Penggunaan
Arsip untuk siswa SMK kelas X semester genap Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran, (2) instrumen yang dikembangkan terdiri dari instrumen penilaian
kognitif berupa soal objektif pilihan ganda dan uraian dan instrumen penilaian
psikomotorik berupa Lembar Penilaian Kinerja yang disertai dengan rubrik penilaian,
(3) tingkat kelayakan instrumen penilaian kognitif dan psikomotorik setelah
dilakukan validasi oleh ahli penilaian dan validasi oleh ahli materi menujukan kriteria
sangat valid, serta (4) respon guru dan siswa sebagi pengguna dari Lembar Kerja
Siswa setelah dilakukan ujicoba terbatas menunjukan kriteria sangat sesuai.

Saran Pemanfaatan
Saran pemanfaatan produk pengembangan instrumen penilaian agar dapat
digunakan secara maksimal dengan efektif dan efisien maka perlu dilakukan (1)
produk yang dihasilkan perlu digunakan untuk latihan persiapan Ujian Kompetensi
Kejuruan kelas XII tidak hanya dilakukan pada matapelajaran kearsipan kelas X saja,
karena produk ini sangat tepat digunakan untuk mengasah kemampuan siswa SMK
Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, (2) produk yang dihasilkan perlu
disesuaikan jika ingin digunakan uktuk sekolah lain, karena pemilihan tugas paraktik
pada aspek psikomotorik disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah terkait
kegiatan praktik dilakukan, (30 banyaknya aspek yang dinilai dan proses penilaian
yang memerlukan waktu yang cukup lama sehingga diharapkan peneliti selanjutnya
dapat menentukan aspek apasaja yang benar-benar perlu dilakukan agar tidak terlalu
banyak aspek sihngga fokus dalam melakukan penilaian keterampilan siswa, dan (4)
perlu tenggang waktu pada saat melakukan penilaian, karena banyaknya produk
instrumen penilaian yang diberikan kepada siswa menyebabkan siswa terlalu sering
diberikan penugasan sehingga dikhawatirkan hasil penilaian yang diberikan kepada
siswa menghasilkan data penilaian yang kurang maksimal.

Saran Diseminasi
Produk berupa instrumen penilaian psikomotorik (keterampilan) dan kognitif
(pengetahuan) yang dihasilkan masih perlu didiskusikan dengan pihak yang
berkepentingan lainnya, yaitu guru produktif Kearsipan dan Wakil Kepala Sekolah
Bagian Kurikulum untuk menyempuranakan produk akhir yaitu instrumen penilaian
autentik psikomotorik (keterampilan) dan kognitif (pengetahuan). Langkah terakhir
yang harus dilakukan adalah menginformasikan produk akhir dalam pertemuan
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kearsipan. Hal tersebut bertujuan untuk
membahas apakah produk penilaian yang telah dikembangkan oleh peneliti layak
untuk digunakan bersama-sama oleh sesama guru Otomatisasi dan Tata Kelola
Perkantoran. Selanjutnya bisa dilakukan kerjasama dengan penerbit untuk penerbitan
dan memonitor penyebaran dan pengontrolan kualitas. Dengan demikian, penelitian
ini dapat dimanfaatkan secara luas bagi kelangsungan kegiatan pembelajaran.

Saran Pengembangan Lebih Lanjut


Untuk peneliti lain yang akan melakukan pengembangan produk selanjutnya
diharapkan untuk memperhatikan hal sebagai berikut, yaitu (1) perlu dilakukan uji
coba dengan melihat keefektifan produk yang akan dikembangkan dengan cara
membandingkan hasil penilaian dengan menggunaan produk dan hasil penilaian yang
tidak menggunakan produk, (2) perlu dilakukan penelitian sampai pada tahap
diseminasi kepada siswa dan tahap implementasi produk, karena Lembar Kerja Siswa
sangat mambantu siswa dalam memahami tugas kinerja dan pencapaian kompetensi
Prosedur Penggunaan Arsip dan guru sangat terbantu dengan instrumen penilaian
autentik berbasis kinerja yang memberikan kemudahan dalam memberikan tugas
praktik Prosedur Penggunaan Arsip pada kelas X, dan (3) perlu dilakukan
pengembangan instrumen penilaian sikap yang memuat aspek penilaian yang termuat
pada Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar secara lengkap. Hal itu dikarenakan
pada penelitian ini hanya terbatas pada penilaian aspek kognitif (pengetahuan) dan
kognitif (keterampilan)

DAFTAR RUJUKAN

Abidin, Y. 2016. Revitalisasi Penilaian Pembelajaran dalam Konteks Pendidikan


Multiliterasi Abad Ke-21. Bandung: Refika Aditama.

Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja


Rosdakarya Offset

Arifin, Z. 2014. Evaluasi Pembelajaran (Prinsip, Teknik, Prosedur). Bandung : PT


Remaja Rosdakarya Offset

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendektan Praktik. Jakarta: Rineka


Cipta.
Cartono, dkk. 2015. The Development Of Authentic Assessment Model For
Assessing Problem-Solving Skill In Field Practice Activities Of Preservice
Biology Teacher. Jurnal Pengajaran Matematika Dan Ilmu Pengetahuan
Alam, 20 (1) : 82-87. Dari http://dx.doi.org/10.18269/jpmipa.v20i1.567

Irsyad, M. & Sukaesih, S. 2015. Pengembangan Asesmen Autentik pada Materi


Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan untuk Meningkatkan
Kemampuan Berfikir Kritis Siswa. Unnes Science Educational Journal, 4(2),
898¯904. Dari http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej/article/view/7940

Kunandar. 2015. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik


Berdasarkan Kurikulum 2013. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Kusaeri. 2014. Acuan dan Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar dalam
Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-ruzz Media

Kustitik & Hadi, S. 2016. Pengembangan Perangkat Penilaian Autentik Mata


Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi,
6 (2): 184-197. Dari http://journal.uny.ac.id/index/php/jpv

Majid, A. 2017. Penilaian Autentik Proses Dan Hasil Belajar. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya

Mulianti, M., Hala, Y. & Taiyeb, M. 2016. Pengembangan Instrumen Penilaian


Autentik Pada Materi Sistem Ekskresi Dikelas XI SMA Negeri 1
Tellusiattinge. Jurnal nalar pendidikan, 4 (2): 97-107. Dari
http://ojs.unm.ac.id/nalar/article/view/2408

Nizron. 2017. Pengaruh Performance Assessment Terhadap Hasil Belajar Kognitif


Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 19 Bandar Lampung pada Praktikum
Mengamati Preparat Jadi dengan Menggunakan Mikroskop. (Online),
(http://repository.radenintan.ac.id/1415/)

Nurgiyantoro, B. 2008. Penilaian Otentik. Cakrawala Pendidikan 27(3), 250¯261.


Dari http://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/320.

Nurjananto, N. & Kusumo, E. 2015. Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik


untuk Mengukur Kompetensi Peserta Didik Materi Senyawa Hidrokarbon.
National Scientific Journal of Unnes, 9(2), 1575¯1584. Dari
http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JIPK/article/view/4825.

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No.104 Tahun


2014 Tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan
Dasar Dan Pendidikan Menengah. Universitas Gajah Mada.(Online),
(https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/bsnp/Permendikbud104-
2014PenilaianHasilBelajar.pdf), diakses pada 20 September 2018.

Peraturan Pemerintah Rapublik Indonesia No. 81a Tahun 2013 Tentang


Implementasi Kurikulum. (online), (https//:www.slideshare.net), diakses
pada 21 September 2018

Putra, S. R. 2012. Desain Evaluasi Belajar Berbasis Kinerja. Yogyakarta: Diva


Press.

Sani, R. A. 2016. Penilaian Autentik. Jakarta: Bumi Aksara

Sauma, R.S., Dkk. 2017. Pengembangan Instrumen Penilaian Unjuk Kerja Pada
Presentasi Tugas Dengan Teknik Peer Assessment. Journal Chemistry in
Education,6(2):22-28. Dari
http://journal.unes.ac.id/sju/index.php/article/view/6549/5729

Sugiono. 2015. Metode Penelitian (Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D). Bandung:


Alfabeta

Sugiono. 2016. Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sukmadinata. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sumaryatun, Rusilowati, A., & Nugroho, S. E. 2016. Pengembangan Instrumen


Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Berbasis Literasi Sains pada Materi
Bioteknologi. Journal of Primary Education, 5(1), 66¯73. Dari
http://journal.unnes.ac.id/sju/index. php/jpe/article/view/12894.

Sundari, S. 2014. Model Pengembangan Asesmen Kinerja (Performance Assessment)


Mata Pelajaran IPA Berbasis Nilai Karakter Di SMP Kota Ternate Maluku
Utara. Jurnal Edubio Tropika, 2 (1) : 121-186. Dari
www.jurnal.unsyiah.ac.id/JET/article/view/5242

Suryawan, A., Binadya, A., & Sulistyorini, S. 2015. Pengembangan Instrumen


Performance Assessment Praktikum Revisi SETS untuk Mengukur
Keterampilan Proses Sains. Journal of Primary Education, 4(1), 1¯9. Dari
http://journal.unnes.ac.id/ sju/indek.php/jpe/article/view/6915.

Tomoliyus. 2011. Mengembangkan Penilaian Berbasis Kinerja dalam Pembelajaran


Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan. Jurnal Pendidikan Jasmani
Indonesia, 8(2), 162. Dari
http://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/view/3496/2974.
Triamijaya, S. & Haryani, S. 2015. Pengembangan Asesmen Autentik Berbasis
Inkuiri pada Materi Klasifikasi Benda. Unnes Science Educational Journal,
4(2), 927¯935.
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej/article/view/7944.