Anda di halaman 1dari 8

Desy Wahyuningrum Mujiati, Suyitno Muslim, Rina Febriana

JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI,


MANAJEMEN DAN KEUANGAN
JPEKA Vol. .. No. .. Bulan 20..
Hal. 1 - …

Pengembangan Media Pembelajaran:


Pemasaran Online Berbasis Digital Imaging

1 UNJ (Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FT, UNJ), d.mujiati@gmail.com


2 UNJ (Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FT, UNJ), suyitno@unj.ac.id
3 UNJ (Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FT, UNJ), rinafebriana@unj.ac.id

Abstrak
Teknologi distrupsi pada revolusi 4.0 mulai menggerogoti perusahaan-perusahaan besar, namun
kehadiran teknologi juga memberi harapan baru menumbuhkan kewirausahaan. Hadirnya aplikasi
online gofood dan grabfood yang membantu pengusaha pemula untuk memulai usaha Food and
Beverage (F&B) dari rumah. Serta keuntungan penjualan F&B dengan sistem open PO dimana
modal didapat dari pembeli. Walaupun teknologi sudah mempermudah usaha namun ada syarat
yang harus dipenuhi yaitu pengusaha mampu membuat gambar produk yang menarik untuk menarik
perhatian calon konsumen. Atas dasar tersebut peneliti mengembangkan materi pemasaran iklan
online yang akan dikembangkan menjadi sebuah media pembelajaran pada mata pelajaran
kewirausahaan di SMK prodi tata boga. Penelitian ini menggunakan metode Research and
Development dengan model Borg & Gall dimana dari sepuluh tahap yang dilakukan, pada saat ini
penelitian berada di posisi tahap ketiga design produk dan sudah siap menjadi dummy untuk dinilai
oleh validator.
Kata Kunci: Pendidikan, Iklan, Gambar, Pemasaran dan Kewirausahaan.

Abstract
Disruption technology in the 4.0 revolution has began to undermine large companies, but the
presence of technology also gives new hope to foster entrepreneurship. The presence of
online applications such as gofood and grabfood that help novice entrepreneurs to start a
Food and Beverage (F&B) business from home. And the benefits of selling F&B with the
open PO system is the capital are obtained from buyers. Although technology has made it
easier for businesses, there are requirements that must be prepared, the entrepreneurs must
being able to create attractive product images to invite the attention of potential consumers.
Education material of online marketing advertising, will be developed into a learning media
on entrepreneurship subjects in vocational high school study programs. This research uses
the Research and Development method with the Borg & Gall model in which of the ten
stages carried out, the research is currently in the third stage of product design and is ready
as a dummy product to be assessed by the validator.
Keywords: Education, Advertising, Image, Marketing and Entrepreneurship.

Hal. 1 Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol.. No.. Mei 20...
Desy Wahyuningrum Mujiati, SuyitnoMuslim, Rina Febriana

PENDAHULUAN
Sekolah Menengah Kejuruan sebagai sekolah yang mengusung tujuan Bekerja, Melanjutkan sekolah dan
Wirausaha (BMW) sebagai pilihan bagi para alumninya tentu sangat memahami betapa pentingnya pelajaran
kewirausahaan. Terutama di era revolusi industri 4.0 yang disebut sebagai era teknologi distrupsi, hal tersebut
sangat beralasan melihat fakta banyaknya perusahaan swasta yang tumbang dengan cara menutup usahanya.
Beberapa contoh usaha yang terkena efeknya yaitu tutupnya enam gerai Giant supermarket (Rumi, 2019) juga
beberapa perusahaan multinasional yang berada di Indonesia pun satu persatu menarik usahanya seperti Panasonic
yang menutup usahanya di Cikarang pada tahun 2015 ; Toshiba di akhir 2015 menutup pabriknya di Pasuruan; Sony
Chemical Indonesia (SCI) di pertengahan tahun 2019 juga menutup pabriknya di Batam (Sukandar, 2019). Hal ini
akan mempengaruhi ketersediaan tempat bekerja yang menyempit dan menimbulkan penggangguran (Gorry, 2019).
Pelajaran kewirausahaan di SMKN diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa dalam pembukaan lahan usaha
baru (Awlaqi, 2018) sebagai penyeimbang dalam penyediaan lapangan kerja baru.

Di era revolusi industry 4.0, Prodi Tata Boga menjadi prodi yang memiliki keunggulan untuk berwirausaha,
hal ini disebabkan teknologi membantu penjualan makanan dan minuman secara online melalui Gofood dan
Grabfood juga melalui penjualan di sosial media yang sangat mudah diadopsi konsumen (Lestari, 2019). Sistem
penjualan online di Gofood dan Grabfood membantu pengusaha bisa memulai usaha dari rumah, sehingga modal
untuk sewa tempat usaha yang relatif mahal bisa ditiadakan. Keunggulan lainnya yaitu pengusaha bisa memulai
usaha dengan modal dari pembelinya melalui sistem penjualan Open PO (Open Purchase Order) yang biasanya
informasi dilakukan melalui sosial media seperti Facebook, Whatsapp dan Instagram. Open PO merupakan sistem
penjualan makanan atau minuman dimana penjual menginformasikan terlebih dahulu melalui account sosial media
bahwa di tanggal tertentu penjual makanan akan menjual makanan jenis tertentu dan akan dikirimkan di tanggal
yang ditetapkan oleh penjual, tentunya konsumen yang berminat akan mentransfer uang terlebih dahulu kepada
penjual, sehingga permasalahan modal usaha bisa diatasi karena penjual sudah mendapakan modal dari pembelinya.

Tipe penjualan diatas disebut Online-to-Offline Service Platform (O2OSP) yaitu penjualan secara online
dimana pembelian dilakukan melalui mobile devices (online) namun pengiriman menggunakan jasa offline (Zhang,
2019:115) yang memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan pemasaran Offline pada umumnya
(spanduk, plang,brosur) yaitu :

Tabel 1
Kelebihan Penjualan Online
Keterangan Tipe Penjualan
O2OSP Offline
Jangkauan area 5 Km 3Km
Efisiensi pelayanan Tinggi Rendah
Pemasaran Cepat Lama
Biaya pemasaran Murah Mahal
Sumber : Zhang, 2019:120

Walaupun teknologi penjualan online bisa membantu penjualan produk, namun terdapat kendala yang dihadapi
bagi pengusaha yang baru memulai usahanya yaitu proses pemasaran sebagai sebuah proses memperkenalkan
produk kepada konsumen yang erat kaitannya dengan promosi melalui iklan. Sebuah iklan biasanya berkaitan
dengan visual yang menarik baik kata-kata maupun gambar (Espigares, 2019). Pemikiran mengenai pemasaran
produk haruslah diperluas karena kita harus mencari segmentasi pasar yang tepat dan akan didapat ketika iklan
tersebar luas. Tentunya biaya iklan menjadi budget yang harus diperhitungkan sehingga iklan pada media online
bisa menjadi pilihan karena murah, tidak perlu dicetak. Desain iklan yang menarik akan meningkatkan keinginan
konsumen untuk membeli produk (Alalwan, 2018:73). Hal ini menjadikan masalah dalam bauran pemasaran
mengerucut dan lebih nyata, bagaimana membuat iklan yang menarik di media online?

Kunci dari iklan online adalah kekuatan gambar produk yang menarik secara visual dan mampu membangkitkan
keinginan untuk membeli produk (Shaouf, 2016) dan semakin diperkuat dengan survey yang dilakukan oleh
Gofood bahwa 80% pembeli dipengaruhi oleh tampilan foto pada etalase penjual. Sedangkan survey Grabfood
menyatakan gambar yang menarik akan meningkatkan penjualan sebanyak 30%, sehingga disarankan kepada
partner merchant yang berjualan di Gofood untuk menampilkan produk dengan gambar yang menarik dengan
beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

Hal. 2 Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol.. No.. Mei 20...
Desy Wahyuningrum Mujiati, Suyitno Muslim, Rina Febriana

Gambar 1: Saran Gofood Gambar 2: Saran Grabfood


Sumber : Merchant Gofood Sumber: Merchant Grabfood

Suatu perubahan dan penggantian gambar dengan cara combining gambar dan proses retouching menurut Carlo
Tuazon Sardez disebut digital imaging (Reihan, 2010). Combining juga bisa dimaknai dengan memadukan gambar
dengan gambar lain, efek ataupun kata-kata yang menarik. Penggabungan gambar, kata-kata yang mengundang
pembeli serta penambahan efek-efek pada gambar sehingga pesan yang ditimbulkan kepada konsumen semakin
jelas untuk membeli produk yang dijual, akan semakin dipermudah dengan bantuan software Photoshop yang masih
populer digunakan di bidang desain.

Kemampuan photoshop bukanlah dominasi pelajaran siswa desain komunikasi visual (DKV) saja, karena pada
kenyataannya mudah dipelajari. Bahkan penulis pernah mewawancarai beberapa orang yang berkerja di bidang
desain dan mereka mempelajarinya secara otodidak. Seorang wirausaha harus meningkatkan kemampuan Practical
knowledge yaitu memiliki kemampuan yang bersifat praktik termasuk di dalamnya desain produk (Soegoto,
2014:32). Kemampuan ini menjadi penting karena harga membuat iklan produk tergolong mahal, sedangkan iklan
harus sering dilakukan dan konsisten agar konsumen terus mengingat produk yang dijual. Bagi pengusaha pemula
yang memiliki keterbatasan modal harus belajar desain iklan yang dibantu dengan software photoshop agar
menghemat pengeluaran dan mampu memasarkan produk secara maksimal.

Pembuaatan iklan online yang menggunakan software photoshop inilah yang akan dikembangkan pada materi
pemasaran sebagai bagian dari mata pelajaran kewirausahaan di SMKN 1 Tambun selatan. Belum adanya produk
yang membantu guru dalam mengajarkan pemasaran online sehingga dalam penelitian ini dilakukan untuk
mengembangkan media pembelajaran yang akan membantu siswa praktik materi pemasaran yang relevan dengan
dunia nyata sehingga mampu membantu siswa dalam memasarkan produk secara online jika mereka memilih jalur
kewirausahaan selepas SMK.

METODE
Penulis menggunakan metode penelitian research & development (R&D) dengan model Borg and Gall dimana
dari sepuluh langkah yang harus dilakukan, posisi penelitian berada di tahap ketiga, dengan keterangan pada gambar
3.

Hal. 3 Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol.. No.. Mei 20...
Desy Wahyuningrum Mujiati, Suyitno Muslim, Rina Febriana

1. Potensi dan Masalah 1.1 Identifikasi Metode


(Penelitian Pendahuluan) Pembelajaran Kewirausahan

1.2 Identifkasi karakter peserta


2. Pengumpulan Data Sebagai
didik
Materi Produk

1.3 Pengembangan materi


3. Desain dan Pengembangan
Produk
Gambar 3: Rancangan Desain Penelitian Borg&Gall
Sumber : Modifikasi Model Borg & Gall (Sugiyono, 2012:409)

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Potensi dan Masalah (Penelitian Pendahuluan)
Analisis kebutuhan merupakan langkah pertama dari penelitian Research dan development. Penelitian
pendahuluan menggunakan data dari alumni SMK Tata Boga karena alumni sudah mengalami fase belajar secara
lengkap yang diberikan sekolah sehingga mereka bisa memberikan pendapat tentang manfaat belajar kewirausahaan
terhadap karir mereka selepas lulus sekolah. Survey menggunakan google form yang dilakukan terhadap 45
responden alumni dari tiga SMK Tata Boga yang berbeda. Responden pertama yaitu alumni SMKN 1 Tambun
Selatan. SMK ini menjadi responden pilihan karena penulis memiliki tujuan untuk meneliti di SMK ini. Responden
kedua adalah alumni SMKN 2 Depok yang memiliki teaching factory dengan produksi roti sebanyak 300-1500 roti
per hari sehingga SMKN 2 Depok bisa dijadikan role model sekolah yang bagus dalam melatih kewirausahaan
dengan teaching factory. Dari kedua sekolah tersebut, jumlah responden sedikit sehingga penulis mencari alumni
sekolah lain. Responden ketiga adalah alumni SMKN 1 Pekalongan yang bersedia menjadi responden. Mencari
responden dari alumni sangatlah susah hal ini mungkin disebabkan tidak adanya reward dan punishment seperti
yang diungkapkan E.L. Thorndike pada teori law of effect, karena tidak ada reinforcement maka melemahkan respon
alumni untuk mengisi kuisioner yang diberikan (Kubanek, 2015). Dalam hal ini penting bagi peneliti untuk
memiliki kemampuan mendekati secara personal

Dari hasil survey responden menyatakan 95,8% setuju bahwa gambar produk yang menarik bisa menarik minat
konsumen; 95,8% setuju agar sekolah mengajarkan pembuatan gambar B; 91,7% setuju membuat gambar produk
menarik adalah bagian dari pelajaran kewirausahaan. Dengan nilai persentase yang tinggi sehingga pengembangan
materi ini menjadi layak untuk dilanjutkan.

1.1 Identifikasi Metode Pembelajaran Kewirausahan


Dari hasil wawancara dengan guru kewirausahaan SMKN 1 Tambun Selatan mengungkapkan tidak ada alat
bantu dalam mengajarkan pemasaran kewirausahan menjadi masalah karena metode ceramah yang berjalan satu
arah akan membosankan bagi siswa. Dari hasil observasi metode pengajaran sang guru berinisiatif menggunakan
laboratorium kitchen sebagai metode pengajarkan pemasaran dimana selesai praktek, maka produk yang dibuat
dijajakan dan dijual keliling sekolah. Bisa disimpulkan guru menggunakan metode pemasaran offline. Di dunia
nyata metode pemasaran offline dengan menjajakan keliling barang dagangan tidak efisien waktu dan tenaga, karena
menimbulkan keterbatasan pembeli yang hanya berada disekitar penjual saja padahal pangsa pasar sangatlah luas
sehingga perlu pengembangan materi pemasaran secara online.

1.2 Identifikasi Karakter Peserta Didik


Hasil observasi peserta didik, terlihat tidak mengeluh dengan metode penjualan yang diajarkan oleh guru untuk
berkeliling sekolah menjajakan produk yang dijual. Metode ini memiliki sisi positif melatih sifat berani peserta didik
yang memiliki karatkter introvert bisa terlatih dengan metode pengajaran seperti ini. Namun, di dunia
kewirausahaan penjualan offline saja tidak cukup, harus dibantu dengan penjualan online yang bisa dilakukan
dengan menyebar iklan di media sosial dengan biaya yang jauh lebih murah.

1.3 Pengembangkan Materi


Hasil studi literatur buku wajib kewirausahaan mengajarkan pemasaran dengan konsep AIDA (Attention,

Hal. 4 Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol… No… Mei 20...
Desy Wahyuningrum Mujiati, Suyitno Muslim, Rina Febriana

Interest, Desire, Action) namun belum adanya alat bantu secara spesifik mengajarkan peserta didik untuk praktek
belajar konsep tersebut. Materi pada buku kecenderunganya bersifat hapalan teori sehingga perlu dilakukan
pengembangan media pembelajaran dalam hal ini peneliti menggunakan booklet sebagai media pembelajaran.
Definisi booklet menurut Roymond S. Simamora (2008:71) adalah media cetak sebuah buku kecil, diperkirakan
setengah kuarto yang berisi gambar dan tulisan dengan struktur isi seperti buku memiliki pendahuluan, isi, dan
penutup. Tulisan yang sedikit sehingga bisa dibaca dengan cepat dan dibantu dengan gambar yang menarik agar
pembaca tidak bosan dan mampu menarik minat peserta didik untuk belajar.

2. Pengumpulan Data Sebagai Materi Produk


Pengembangan materi pemasaran dengan konsep AIDA yang akan dikembangkan mengarah ke iklan online
dengan bantuan software Photoshop sehingga materi yang akan dikembangkan menjadi tiga hal yaitu:
A. Desain Grafis Pada Iklan
Desain grafis merupakan proses penyampaian elemen-elemen visual yang dikombinasikan untuk
menyampaikan pesan (Laing, 2016; Li, 2019) , dengan unsur-unsur desain grafis sebagai berikut :
1. Layout
Merupakan rancangan awal dari tata letak gambar dan kata-kata yang diletakan sedemikian rupa untuk
menarik perhatian konsumen (Tiadi, 2010). Prinsip komposisi layout yaitu memiliki : Proporsi,
Keseimbangan, Irama, Kesatuan, Pusat Perhatian, dan Kontras agar mampu menonjolkan pesan yang
ingin disampaikan.
2. Tipografi
Berasal dari kata Typos yang berarti bentuk dan Graphein yang berarti menulis. Tipografi memiliki
definisi ilmu memilih dan menata huruf dan symbol agar pesan mudah terbaca (Kusnadi, 2018).
3. Warna
Merupakan pancaran cahaya yang secara psikologis mempengaruhi indra penglihatan. Penggunaan
warna yang akan mempengaruhi pembeli untuk tertarik dengan iklan dan berpotensi membeli produk (
Clarke, 2000; Kareklas, 2014).

B. Pengenalan Tools Photoshop


Adobe Photoshop CS6 merupakan software yang bisa membantu pengerjaan pengembangan ide-ide dengan
imajinasi dan kreatifitas dalam pembuatan iklan. Area kerja pada photoshop meliputi Title Bar, Document
window, Menu Bar, Tool Bar, Tool box, Pallete, dan Expand Panels. Dari tujuh area tersebut, penulis akan
memperjelas menu dan fungsi pada tool box yang memiliki banyak alat dan fungsi yang beragam.

C. Konsep AIDA pada Iklan


1. Attention (perhatian)
Berusaha mendapat perhatian dari customer dengan promosi yang tepat. Attention bisa diberikan
dengan kata “PROMOSI Buy 1 Get 1”; “DISKON 70%”; “BANTING HARGA”
2. Interest (minat)
Bangun minat konsumen dengan keingintahuan produk. Interest bisa dibangun dengan gambar produk
yang menarik.
3. Desire (hasrat)
Bangun hasrat konsumen untuk membeli produk dengan manfaat yang diperoleh dengan tagline
(slogan ) yang menarik.
4. Action (tindakan)
Beritahu konsumen untuk bertidak membeli produk dengan cara klik disini atau telepon ke nomer ini
atau dibangun dengan menginformasikan akun Instagram atau website, jika mereka tertarik dengan
produk maka akan mengunjungi akun tersebut.

Hal. 5 Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol.. No.. Mei 20...
Desy Wahyuningrum Mujiati, Suyitno Muslim, Rina Febriana

Brand

Attention

Interest

Action
Desire

Gambar 4: Materi Iklan Online Konsep AIDA

3. Desain dan Pengembangan Produk


Dalam tahap ini peneliti mulai mendesain booklet yang akan dibuat dengan spesifikasi:
Program : Adobe Indesain 2018 CC (Creative Cloud).
Ukuran : A5 dengan ukuran 148 x 210 mm.
Cover : Art Paper Glossy 120gr.
Isi dan penutup : Art Paper Matte 100gr.

Gambar 4. Desain Cover Booklet


Gambar 4. Desain Cover Booklet

Gambar 4. Desain Cover Booklet

Hal. 6 Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol… No… Mei 20...
Desy Wahyuningrum Mujiati, Suyitno Muslim, Rina Febriana

Gambar 5: Rancangan Desain Penyusunan Media Booklet

PENUTUP
Simpulan
Setelah dilakukan analisis kebutuhan, studi literatur maupun observasi metode pembelajaran
kewirausahaan di SMKN 1 Tambun Selatan ditemukan masalah bahwa konsep AIDA yang diajarkan pada materi
pemasaran lebih mengarah pada hapalan teori dan metode penjualan secara offline dengan cara menjajakan makanan
yang dijual berkeliling sekolah, sedangkan pendidikan pemasaran online saat ini sangat dibutuhkan karena
membuka kesempatan siswa prodi tata boga untuk menjadi pengusaha F&B. Persentase kesempatan yang begitu
besar bisa menurun jika tidak dibarengi pendidikan yang mampu mengajarkan pemasaran online maka peneliti
melakukan penelitian R&D dengan model Borg & Gall untuk mengembangkan konsep AIDA dalam pembuatan
materi iklan menjadi sebuah media booklet karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan penulis
dalam mengajarkan materi menggunakan perpaduan gambar dan kata dengan harapan mampu membuat siswa lebih
mudah mengerti dengan materi yang diberikan.
Pengembangan materi pemasaran dengan iklan online ini dikembangkan dengan tiga cakupan materi yaitu
(1) Unsur-unsur desain grafis pada iklan; (2) Pengenalan tool photoshop; (3) Konsep AIDA pada iklan. Dari sepuluh
tahapan, saat ini posisi dari penelitian berada di posisi tiga yaitu desain produk dan sudah siap menjadi produk
dummy.
Saran
Disarankan kepada penulis untuk segera meneruskan langkah selanjutnya yaitu meminta validasi dari Ahli
Materi, Ahli Media dan Ahli Bahasa dengan menyiapkan instrumen penilaian untuk menilai kelayakan produk
dummy agar bisa diuji coba sebanyak tiga kali yaitu sampel one-on-one sebanyak tiga orang, sampel kecil sebanyak
20 orang dan sampel besar sebanyak 40 orang.

DAFTAR PUSTAKA
.

Hal. 7 Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol.. No.. Mei 20...
Desy Wahyuningrum Mujiati, Suyitno Muslim, Rina Febriana

Hal. 8 Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol… No… Mei 20...