Anda di halaman 1dari 7

Nama : Ika Kusumadewi

Kelas : XII IPS 2

HUJAN

Resensi Novel “Hujan”

1. Identitas Buku

Judul Buku : Hujan

Tebal : 320 halaman

Sampul buku: Biru terdapat gambar hujan desain oleh Orkha Creative

Terbit : Januari 2016

Ukuran : 13.5 x 20 cm

ISBN : 978-602-03-2478-4

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Alamat penerbit : Gedung Gramedia Blok I, Lt.5

Jl. Palmerah Barat 29-33 Jakarta 10270


Tere Liye dikenal sebagai penulis novel. Beberapa karyanya yang pernah diangkat
ke layar kaca yaitu Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda Disayang Allah. Meskipun dia
bisa meraih keberhasilan dalam dunia literasi Indonesia, kegiatan menulis cerita sekedar
menjadi hobi karena sehari-hari ia masih bekerja kantoran sebagai akuntan. Akhir-akhir ini
Tere liye lebih sering menggunakan judul novel yang singkat seperti Pukat, Amalia, Bumi,
Rindu dan lainnya.

2. Sinopsis Novel

Buku ini menceritakan kehidupan di masa depan yang memiliki Ilmu Pengatahuan
dan Tekhnologi yang canggih dan berkembang pesat, di samping itu terjadi bencana alam
yang melanda dunia pada tahun 2042 yang menyisakan umat manusia 10% dari penduduk
bumi kala itu. Kisah ini berawal saat tokoh utama, Lail, mendatangi Elijah seorang
paramedis terapi saraf yang bijaksana dalam mendengarkan kisah-kisah yang diceritakan
Lail untuk menghilangkan semua ingatannya mengenai hujan.

Lail adalah seorang gadis muda yang berumur 13 tahun yang selamat dari bencana
alam itu yang ditolong seorang laki-laki bernama Esok umurnya lebih tua 2 tahun darinya,
saat dirinya hampir terjatuh di lorong tangga darurat. Ia adalah laki-laki cerdas, peduli, dan
juga penyayang sedangkan Lail adalah seorang gadis sabar, baik, pemberani namun kurang
percaya diri. Bencana alam yang besar itu membuat kedua orang tua Lail tewas, begitu juga
ke-4 saudara laki-laki Esok.

Mereka harus tinggal di pengungsian hingga keadaan berangsur membaik, tapi


keadaan itu tidak berangsur lama karena kota yang didiami mereka sudah maju. Kian hari
Esok dan Lail semakin akrab, keakraban yang dulu terjalin kini berubah menjadi rasa yang
tak biasa. Susah senang ia lakukan bersama hujanlah yang menjadi saksi perjalanan mereka.
Namun, rasa itu pupus karena Esok diangkat anak oleh Walikota, yang bersedia
menyekolahkan dirinya setinggi-tingginya.

Dan Lail pun indah di Panti sosial yang membuat hubungan Lail dan Esok semakin
menjauh saat Esok melanjutkan sekolahnya di Ibu Kota. Pertemuan Esok dan lail semakin
jarang. Bahkan ketika libur panjang, Esok tidak bisa pulang ke kotanya karena terlibat
sebuah proyek penting yang dirahasiakannya dari keluarganya, termasuk Lail. Di Panti ia
bertemu dengan Maryam gadis kribo yang ceria percaya diri, cekatan, tetapi usil, yang
terkadang membuat Lail sedikit melupakan kerinduannya kepada Esok. Persahabatan ini
semakin kental dengan kegiatan kegiatan yang diikutinya seperti bersekolah bersama,
mengikuti OR(Organisasi Relawan), dan persiapan ujian masuk keperawatan.

Bencana alam mengguncang dunia itu membuat menghilangkan separuh bumi itu,
membuat iklim berubah menjadi dingin. Kekacauan ini memunculkan konflik baru dimulai
ketika beberapa Negara di daerah sub-tropis mengirimkan pesawat ulang alik untuk
mengintervensi lapisan stratosfer dengan mengirimkan gas anti sulfur dioksida, yang
bertujuan menormalkan iklim. Tetapi hal ini menimbulkan pertentangan dari berbagai pihak,
khususnya negara bagian tropis.

Iklim di Negara sub-tropis mulai membaik, tetapi muncul kekacauan lagi yaitu salju
muncul di Negara Tropis. Bahan pangan mulai menipis, tetapi negara sub-tropis tidak
memberikan bantuan seperti halnya negara tropis memberi bantuan dulu ketika negara sub-
tropis terkena musibah. Tanpa dipikir panjang dan memikirkan dampaknya Negara tropis
juga mengirimkan pesawat ulang alik

Kini iklim di negara tropis mulai membaik. Namun hal yang tidak diduga awan
mulai tidak terlihat, yang diprediksi hujan tidak turun lagi. Di saat itu pula Esok
menjelaskan fenomena itu, bahwa musim panas panjang itu adalah awal kepunahan
manusia. Bahkan diprediksikan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan manusia satu generasi
akan punah. Saat itu juga Esok mengaku bahwa dirinya sedang dalam proyek pembuatan
pesawat antariksa yang akan membawa manusia hidup di luar angkasa. Mereka dipilih
secara acak oleh mesin yang mendeteksi penyebaran genetik manusia. Tapi, Lail tidak
terpilih sebagai penumpang pesawat tersebut. Sedangkan Esok memiliki dua tiket.

Masalah muncul lagi ketika Walikota meminta jika Esok memberinya tiket, supaya
diberikan kepada Claudia, putri semata wayang Walikota. Tetapi sebelum Esok memberinya
tiket itu, Lail sudah merasa putus asa karena ia merasa bahwa Esok tidak akan memberinya
tiket dan pasti akan langsung diberikan kepada Claudia tanpa Walikota meminta. Hal ini
membuat Lail putus asa dan patah hati, lalu ia memutuskan untuk menghilangkan
ingatannya tentang hujan, tentang Esok.

Namun yang terjadi Lail memilih memeluk erat-erat kenangan itu sehingga mesin
penghilang ingatan itu pun tidak dapat menghapusnya, tanpa diduga Esok datang saat
penerbangan pesawat antariksa. Ternyata ia lebih memilih menghabiskan waktu hidupnya
bersama Lail, dan memberikan tiketnya kepada Claudia dan ibunya.
3. Kelebihan dan Kelemahan buku

Kelebihan

Novel ini sangat menarik untuk dibaca dari sampulnya saja membuat mata tertarik
untuk membacanya, Sinopsis yang tertera pada halaman belakang Novel Hujan ini pun
ditulis singkat seperti yang dikutip diatas Tentang Persahabatan, Tentang Cinta, Tentang-
Perpisahan, Tentang Melupakan, Tentang Hujan. Singkat namun membuat penasaran untuk
membacanya.

Ide-ide yang dituangkan dalam novel ini sangat menarik dan kadang tidak dapat
ditebak. Novel ini disajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, meskipun
menceritakan tentang hal-hal ilmiah. Tere Liye menceritakan dan menggambarkan suasana
serta tokoh dengan terang-terangan dan jelas sehingga imajinasi pembaca benar-benar
terbentuk.

Alur cerita yang mengalir dan konflik batin yang ditonjolkan dalam novel ini mampu
membuat terhanyut dan ikut merasakan kejadian demi kejadian yang terasa nyata. Dengan
latar waktu tahun 2050-an, mampu membuat kita berimajinasi. Membayangkan kondisi
dunia masa depan, dengan berbagai teknologi-teknologi canggih yang di dapat bayangkan.

Kelemahan

Alur cerita yang maju mundur kadang membuat kita yang membaca tidak akan
mengerti ceritanya jika kita tidak fokus dalam membaca. Tokoh utama, Lail, karakternya
kurang kuat, dia hanya gadis lemah,dan tidak berinisiatif apa-apa. Lail hanya mengikuti
semua keinginan Maryam. Menurut saya seharusnya Lail harus menjadi seorang inisiator
yang membawa perubahan bagi dirinya dan orang lain.

Ketidak jelasan tempat dan agama dalam novel ini. Ketika saya membaca novel, saat
kejadian bencana alam tidak ada satupun yang menyinggung tentang beribadah, dari awal
hingga akhir novel ini lebih banyak menceritakan tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
yang canggih. Tempatnya pun hanya diberikan gambaran bahwa negara yang didiami Lail
adalah negara tropis.
4. Unsur Intrinsik

a. Tema

Tema yang diangkat dari novel ini adalah tentang pengorbanan cinta dan persahabatan.

b. Alur

Alur novel ini yaitu alur maju mundur. Karena dimulai dengan keinginan Lail untuk
menghapus memorinya tentang seseorang. Kemudian kembali  kepada kisah Lail saat
berusia 13 tahun.

c. Tokoh

Novel Hujan ini terdapat beberapa tokoh yang di ceritakan yaitu Lail, Esok, Maryam,
Ibu suri, Walikota, Istri Walikota, Claudia, Ibu Esok, Elijah, ibu Lail, Bapak Lail,
petugas pengungsian, supir bus, petugas Organisasi Relawan, relawan senior, Komandan
Organisasi Relawan, Profesor yang menjadi narasumber di TV dan beberapa penduduk
di kota tersebut.

d. Alur

Alur novel ini yaitu alur maju mundur. Karena dimulai dengan keinginan Lail untuk
menghapus memorinya tentang seseorang. Kemudian kembali  kepada kisah Lail saat
berusia 13 tahun.

e. Sudut pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga.
Contohnya ; dia, ia, dan nama orang.

5. Unsur Ektrinsik

Latar belakang pengarang

Darwis Tere Liye adalah seorang penulis yang belakangan ini memberi judul novelnya
cukup dengan satu kata saja yang membuat para penggemarnya menjadi penasaran dan
karyanya terjual dan harus mengalami cetakan ulang untuk memenuhi permintaan pembaca.
Tere Liye juga selalu menyelipkan tokoh lucu yang dapat membuat pembaca tersenyum
sendiri bahkan tertawa melihat tingkah tokoh dalam cerita tersebut.
Nilai sosial

Dalam novel ini mengajarkan kita untuk saling bahu-membahu dalam setiap keadaan.
Dalam keadaan terpuruk seperti Lail yang kehilangan orang tanya harus segera bangkit dan
menerima dengan ikhlas atas semua takdir. Berusaha menjadikan kita berguna bagi orang
lain misalnya dengan mengikuti kegiatan amal, relawan dll. Novel ini juga mengajarkan kita
mengenai kesetiaan yang dialami oleh tokoh utama.

6. Penutup

Kesimpulan

Novel ini menceritakan seorang gadis yang kehilangan orang tuanya karena bencana alam.
Ia ditolong oleh Esok saat dirinya hampir terjatuh, mereka semakin erat hubungannya.
Namun Esok harus berpisah dengan Lail, karena ia diangkat anak oleh walikota dan bersedia
menyekolahkan setinggi-tingginya. Kecerdasan Esok membawanya mengikuti
proyekrahasia. Akibat bencana alam itu, dunia mengalami perubahan iklim yang drastis.
Masalah-masalah baru muncul yang membuat semakin merenggangkan hubungan Lail dan
Esok.

Saran

Sebaiknya pada novel ini dicantumkan daftar isi yang mempermudah dalam pembacaan
novel. Biografi pengarang juga sebaiknya dicantumkan untuk memudahkan mengetahui
penulis buku.

Pesan

Terlepas dari kekurangan yang saya tulis, namun setelah saya membacanya perasaan
excited menyeruak di hati saya. Saya puas dengan cerita yang dibawakan Tere Liye terasa
begitu alami. Kejadian-kejadian yang digambarkan begitu terasa nyata dan membawa saya
ikut di dalamnya.

Dalam novel ini ada juga terdapat pesan-pesan yang dapat kita ambil pelajarannya
seperti mengajarkan pada kita bahwa semua kenangan itu indah. Kenangan yang baikatau
pun kenangan yang buruk, semuanya memberikan warna dalam hidup kita. Untuk
melupakan kenangan buruk, kita harus merangkul kenangan itu, dan menerimanya.
Saya menyarankan bahwa buku ini pantas dibaca dengan alur maju-mundur menjadi
tantangan sendiri. Dengan kisah cinta mereka yang begitu penuh perjuangan dan
pengorbanan dan juga perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang digambarkan
dengan gamblang sehingga kita dapat berimajinasi mengenai teknologi canggih saat itu.