Anda di halaman 1dari 11

CONTOH SOAL 1

PT. Alam Raya memproduksi 3 tiga macam produk : Jenis R, jenis W dan jenis T masing-masing
produk tersebut mempunyai nilai-nilai yang signifikan (penting) yang diproduksi secara serentak.
Masing-masing produk dapat dijual pada titik pisah atau dapat juga diproses lebih lanjut sebelum
dijual. Biaya produksi bersama untuk tahun tersebut adalah Rp. 132.000.000,-.

Berikut ini informasi yang dibutuhkan untuk pengalokasian biaya bersama :

Produk Unit Yang Nilai Pasar Pada Tambahan Biaya dan Nilai Pasar Bobot
Diproduksi Titik Pisah Jika Diproses Lebih Lanjut
Nilai Pasar Biaya Tambahan

R 30.000 Rp. 3.000 Rp. 4.500 Rp. 5.000.000 3,0


W 32.000 Rp. 2.500 Rp. 4.000 Rp. 10.000.000 2,5
T 20.000 Rp. 3.500 Rp. 4.000 Rp . 2.500.000 4,0

Hitunglah alokasi biaya produk bersama dan harga pokok per unit dengan menggunakan :
a) Metode nilai pasar relatif ; nilai pasar diketahui pada titik pisah.
b) Metode nilai pasar relatif ; nilai pasar diketahui setelah titik pisah.
c) Metode biaya rata-rata tertimbang per unit.

PENYELESAIAN :

a) Metode Nilai Pasar Relatif (nilai pasar diketahui pada titik pisah)

Produk Unit Yang Nilai Total Nilai Nilai Alokasi Biaya Harga
Diproduksi Pasar per Pasar Pasar Bersama Produk per
Unit Relatif Unit

R 30.000 Rp 3.000 Rp 90.000.000 37,5 % Rp 49.500.000 Rp 1.650,00


W 32.000 Rp 2.500 Rp 80.000.000 33,3 % Rp 43.956.000 Rp 1.373,63
T 20.000 Rp 3.500 Rp 70.000.000 29,2 % Rp 38.544.000 Rp 1.927,20

Rp 240.000.000 100 % Rp 132.000.000

b) Metode Nilai Pasar Relatif (nilai pasar diketahui setelah titik pisah)

Produk Unit Yang Nilai Biaya Total Nilai Pasar Nilai Alokasi Biaya Harga
Diproduksi Pasar per Pemrosesan Hipotesis Pasar Bersama Pokok per
Unit Lebih Lanjut Relatif Unit
R 30.000 Rp 4.500 Rp 5.000.000 Rp 130.000.000 39,94 % Rp 52.720.800 Rp 1.757,36
W 32.000 Rp 4.000 Rp 10.000.000 Rp 118.000.000 36,25 % Rp 47.850.000 Rp 1.495,31
T 20.000 Rp 4.000 Rp 2.500.000 Rp 77.500.000 23,81 % Rp 31.429.200 Rp 1.571,46

Rp 325.500.000 100 % Rp 132.000.000


c) Metode Biaya Rata-rata Tertimbang per Unit

Produk Unit Yang Bobot Total Unit Alokasi Biaya Harga Pokok per
Diproduksi Rata-rata % Bersama Unit
Tertimbang

R 30.000 3,0 90.000 36 % Rp 47.520.000 Rp 1.584


W 32.000 2,5 80.000 32 % Rp 42.240.000 Rp 1.320
T 20.000 4,0 80.000 32 % Rp 42.240.000 Rp 2.112

250.000 100 % Rp 132.000.000


CONTOH SOAL 2

PT. Dollarsih mempunyai informasi sebagai berikut :

Total Biaya Produksi Rp. 6.000.000,-


Produk Utama 4.000 unit dengan harga jual @ Rp. 2.250,- terjual 3.800 unit
Produk Sampingan 800 unit dengan harga jual @ Rp. 550,- tiap satuan
Biaya Penjualan Rp. 1.250.000,-
Biaya Umum & Administrasi Rp. 750.000,-

Susunlah Laporan Laba / Rugi apabila perlakuan terhadap produk sampingan adalah sebagai
berikut :
a) Hasil penjualan sampingan mengurangi Harga Pokok Penjualan
b) Nilai jual produk sampingan dikurangkan ke Total Biaya Produksi :
Dalam hal ini produk sampingan nilai jualnya ditaksir Rp. 640.000,- dengan laba kotor ditaksir
10 %, Biaya Penjualan 5 %, sedangkan Biaya Pengolahan produk sampingan setelah titik pisah
ditaksir berjumlah Rp. 60.000,-

PENYELESAIAN :

a) Hasil penjualan sampingan mengurangi Harga Pokok Penjualan

Penjualan Produk Utama ( 3.800 x Rp. 2.250 ) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 8.550.000


Harga Pokok Penjualan :
Biaya Produksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 6.000.000
Rp. 6.000.000
Pers. Akhir Produk Utama( 200 x —––———– ) . . Rp. 300.000
4.000
Rp. 5.700.000
Penjualan Produk Sampingan ( 800 x Rp. 550 ) . . . . . Rp. 440.000
—————–—–
Harga Pokok Penjualan . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 5.260.000

Laba Kotor . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 3.290.000


Biaya-biaya Usaha :
Biaya Penjualan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 1.250.000
Biaya Umum & Administrasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Laba Bersih Sebelum Pajak . . . . . . . . . . . . . Rp. 1.290.000


b) Nilai jual produk sampingan dikurangkan ke Total Biaya Produksi

Penjualan Produk Utama ( 3.800 x Rp. 2.250 ) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 8. 550.000


Harga Pokok Penjualan :
Biaya Produksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 6.000.000

Taks. Nilai Jual Produk Sampingan . . . . . . . . . Rp. 640.000


Taks. Laba (10% x Rp 640.000) . . . . . Rp. 64.000
Taks. By. Penjualan (5% x Rp 640.000) Rp. 32.000
—–————
Rp. 96.000
—–————–
Rp. 544.000
Taks. By. Pengolahan Produk Sampingan
Setelah Titik Pisah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 60.000
——————
Rp. 484.000
—————––—
Biaya Produksi Bersih Produk Utama . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 5.516.000
Rp. 5.516.000
Pers. Akhir Produk Utama( 200 x —––———– ) . . . . . . . . Rp. 275.800
4.000 —–—–————
Harga Pokok Penjualan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 5.240.200
—–—————–
Laba Kotor . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 3.309.800
Biaya-biaya Usaha :
Biaya Penjualan (Rp 1.250.000 – Rp 32.000) . . . . . . . . . . . . . Rp. 1.218.000
Biaya Umum & Administrasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 750.000
—–—————–
Rp. 1.968.000
—–—————–
Laba Bersih Sebelum Pajak . . . . . . . . . . . . . Rp. 1.341.800
SOAL – SOAL PRAKTIKUM

KASUS 1

Perusahaam kimia PT. JUTEX menghasilkan 750.000 liter yang terdiri dari 3 macam produk
bersama dalam bulan Juli ; Bahan kimia-1, bahan kimia-2, bahankimia-3 diproduksi dengan ratio 5 :
4 : 3. Biaya produksi sebelum titik pemisahan produksi terdiri dari :
Biaya Bahan Baku Rp. 137.000.000,-
Biaya Tenaga Kerja Rp. 105.000.000,-
Biaya Overhead Pabrik Rp. 56.000.000,-
Sedangkan informasi yang diperoleh management sebagai berikut :

Bahan Bahan Bahan


Keterangan Kimia-1 Kimia-2 Kimia-3

– Nilai pasar pada tititk pemisah Rp. 1.330 / ltr Rp. 780 / ltr Rp. 560 / ltr
– Bobot 4 10 7,5
– Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut Rp. 150.300.000 Rp. 52.021.000 Rp. 6.300.000
– Nilai pasar jika diproses lebih lanjut Rp. 2.450 / ltr Rp. 990 / ltr Rp. 600 / ltr

Diminta :
1. Hitung total biaya alokasi tiap produk dan harga pokok / liter dengan menggunakan metode :
a) Metode Nilai Pasar Relatif ; nilai pasar diketahui pada titik pisah
b) Metode Nilai Rata-rata Tertimbang Tiap Liter.
2. Dengan melihat pertambahan pendapatan dan pertambahan biaya, apakah anda akan memproses
lebih lanjut ? Tunjukkan perhitungan anda untuk setiap bahan kimia.

JAWABAN :
KASUS 1
PT. JUTEX

1. a ) Metode Nilai Pasar Relatif ; nilai pasar diketahui pada titik pisah.

Produk Liter Yang Nilai Total Nilai Alokasi Biaya Harga


Diproduksi Pasar per Nilai Pasar Pasar Bersama Produk per
Liter Relatif Liter

Kimia-1 312.500 Rp 1.330 Rp 415.625.000 58,08 % Rp 173.500.000 Rp 553,85


Kimia-2 250.000 Rp 780 Rp 195.000.000 27,25 % Rp 81.205.000 Rp 324,82
Kimia-3 187.500 Rp 560 Rp 105.000.000 14,67 % Rp 43.716.600 Rp 233,16

Rp 715.625.000 100 % Rp 298.000.000


b) Metode Biaya Rata-rata Tertimbang per Liter

Produk Liter Yang Bobot Total Liter Alokasi Biaya Harga Pokok
Diproduksi Rata-rata % Bersama per Liter
Tertimbang

Kimia-1 312.500 4 1.250.000 24,24 % Rp 72.235.200 Rp 231,15


Kimia-2 250.000 10 2.500.000 48,49 % Rp 144.500.200 Rp 578,00
Kimia-3 187.500 7,5 1.406.250 27,27 % Rp 81.264.600 Rp 433,41

5.156.250 100 % Rp 298.000.000

2. Perhitungan dengan Metode Nilai Pasar Relatif ; nilai pasar diketahui setelah titik pisah

Produk Liter Yang Nilai Biaya Total Nilai Pasar Nilai Alokasi Biaya Harga
Diproduksi Pasar per Pemrosesan Hipotesis Pasar Bersama Pokok per
Liter Lebih Lanjut Relatif Liter
Kimia-1 312.500 Rp 2.450 Rp 150.300.000 Rp 615.325.000 67,10 % Rp 199.958.800 Rp 639,86
Kimia-2 250.000 Rp 990 Rp 52.021.000 Rp 195.479.000 21,32 % Rp 63.533.600 Rp 254,13
Kimia-3 187.500 Rp 600 Rp 6.300.000 Rp 106.200.000 11,58 % Rp 34.508.400 Rp 184,04

Rp 917.004.000 100 % Rp 298.000.000

Keterangan Kimia-1 Kimia-2 Kimia-3

Penjualan . . . . . . . . . . . . . Rp 615.325.000 Rp 195.479.000 Rp 106.200.000


Harga Pokok Penjualan
(alokasi biaya bersama) . . . . Rp 199.958.000 Rp 63.533.600 Rp 34.508.400
——————– ——————– –——————
Laba Kotor . . . . . . . . . . . . Rp 415.367.000 Rp 131.945.400 Rp 71.691.600

Kesimpulan :
Tetap akan melanjutkan proses lebih lanjut karena setelah diproses lebih lanjut dan dijual tetap
menghasilkan laba.
KASUS 2

PT. HANGAT SEDAP memproduksi daging kaleng, menjual berbagai macam daging, kulit dan
potongan-potongan kecil lainnya dengan jumlah total produksi 20.000 unit. Empat macam produk
bersama memiliki berbagai tingkat kompleksitas sendiri-sendiri.

Point-point Kompleksitas
Produk % Produksi Nilai Pasar
Dari Total per Unit Kesukaran Waktu Yang Tenaga Kerja
Dalam Dibutuhkan Yang Dibutuhkan
Produksi
A1 10 % Rp. 4.000 3 5 2
A2 40 % Rp. 1.000 2 0 2
A3 30 % Rp. 2.000 1 3 4
A4 20 % Rp. 3.000 0 3 3

Titik pisah untuk produk-produk ni terjadi di departemen 21 dan biaya sampai dengan titik ini adalah
: Biaya Bahan Baku Rp. 15.000.000,-
Biaya Tenaga Kerja Rp. 10.000.000,-
Biaya Overhead Pabrik Rp. 5.000.000,-

Diminta :
1. Hitung alokasi biaya bersama dan harga pokok per unit untuk masing-masing produk
menggunakan metode biaya rata-rata tertimbang per unit.
2. Hitung alokasi biaya bersama dan harga pokok per unit untuk masing-masing produk
menggunakan metode nilai pasar relatif dan apakah persentase laba kotor untuk masing-masing
produk selalu sama, tunjukkan perhitungannya !

JAWABAN :
KASUS 2
PT. HANGAT SEDAP

1. Menggunakan Biaya Rata-rata Tertimbang per Unit

Produk Unit Yang Bobot Total Unit Alokasi Biaya Harga Pokok
Diproduksi Rata-rata % Bersama per Unit
Tertimbang

A1 2.000 10 20.000 16,13 % Rp 4.839.000 Rp 2.419,50


A2 8.000 4 32.000 25,81 % Rp 7.743.000 Rp 967,87
A3 6.000 8 48.000 38,71 % Rp 11.613.000 Rp 1.935,50
A4 4.000 6 24.000 19,35 % Rp 5.805.000 Rp 1.451,25

124.000 100 % Rp 30.000.000


2. Menggunakan Metode Nilai Pasar

Produk Unit Yang Nilai Total Nilai Nilai Alokasi Biaya Harga
Diproduksi Pasar per Pasar Pasar Bersama Produk per
Unit Relatif Unit

A1 2.000 Rp 4.000 Rp 8.000.000 20 % Rp 6.000.000 Rp 3.000


A2 8.000 Rp 1.000 Rp 8.000.000 20 % Rp 6.000.000 Rp 750
A3 6.000 Rp 2.000 Rp 12.000.000 30 % Rp 9.000.000 Rp 1.500
A4 4.000 Rp 3.500 Rp 12.000.000 30 % Rp 9.000.000 Rp 2.250

Rp 40.000.000 100 % Rp 30.000.000

A1 A2 A3 A4
Penjualan Rp 8.000.000 Rp 8.000.000 Rp 12.000.000 Rp 12.000.000
Harga Pokok Penjualan
(alokasi biaya bersama) Rp 6.000.000 Rp 6.000.000 Rp 9.000.000 Rp 9.000.000
Laba Kotor Rp 2.000.000 Rp 2.000.000 Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
% Laba Kotor 25 % 25 % 25 % 25 %
KASUS 3

Perusahaan perminyakan PETROLEUM NASIONAL mempunyai 3 macam produk bersama (P,


Q, R) dan 1 produk sampingan (S). Titik pisah terjadi pada akhir proses di Departemen 1. Produk
bersama P dan Q tidak dapat dijual pada titik pisah karena sebelumnya harus diproses lagi. Alokasi
atas biaya produk bersama dilakukan dengan nilai pasar atau penjualan, sementara produk
sampingan dinilai dengan metode terbalik (Reversal Cost Method). Berikut ini adalah informasi
biaya untuk bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 1997.

Biaya Dept. 1 : – Bahan baku . . . . . . . . . . . Rp. 50.000.000,-


– Upah tenaga kerja . . . . . . Rp. 20.000.000,-
– Overhead pabrik . . . . . . . Rp. 10.000.000,-
———————
Rp. 80.000.000,-

Produksi Periode Berjalan : – Produk P ............ 20.000 unit


– Produk Q ............ 20.000 unit
– Produk R ............ 15.000 unit
– Produk sampingan S . . . 11.250 unit

Biaya Setelah Titik Pisah : – Produk P . . . . . . . . . . . . Rp. 3.000.000,-


– Produk Q . . . . . . . . . . . . Rp. 2.000.000,-
– Produk sampingan S . . . Rp. 1.000.000,-

Harga Jual Produk Bersama : – Produk P . . . . . . Rp. 1.750,- / unit (setelah titik pisah)
– Produk Q . . . . . . Rp. 2.500,- / unit (setelah titik pisah)
– Produk R . . . . . . Rp. 3.000,- / unit (pada titik pisah)

Taksiran pendapatan dari produk sampingan . . . . . Rp. 12.000.000,-


Taksiran laba kotor dari produk sampingan . . . . . . 15 % dari taksiran pendapatan
Biaya administrasi dan pemasaran sampingan . . . . Rp. 1.200.000,-

Diminta :

1. Hitung nilai produk sampingan yang harus dikurangkan dari biaya produksi produk bersama.
2. Mengalokasikan total biaya bersama diantara ketiga produk.
3. Menghitung total biaya dan biaya per unit produk bersama dan produk sampingan.
JAWABAN :
KASUS 3
PETROLEUM NASIONAL
1.

Produk Produk
Sampingan Bersama

Biaya proses sebelum pemisahan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp 80.000.000


Taksiran pendapatan dari produk sampingan . . . . . . . . Rp 12.000.000

Taksiran laba kotor produk sampingan


(15 % x Rp. 12.000.000) . . . . . . . Rp 1.800.000
Biaya administrasi dan pemasaran . . . . Rp 1.200.000
Biaya proses produksi sampingan
setelah pemisahan . . . . . . . . . . . . Rp 1.000.000
——————
Rp 4.000.000
————–—–
Jumlah yang harus dikurangkan dari biaya produksi
produk bersama . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Rp 8.000.000
——————
Biaya bersih untuk memproduksi produk bersama pada titik pisah . . . . . Rp 72.000.000

2. Alokasi Biaya Bersama ; nilai pasar hipotesis

Produk Unit Yang Nilai Pasar Biaya Total Nilai Pasar Nilai Pasar Alokasi Biaya
Diproduksi per Unit Pemrosesan Hipotesis Relatif Bersama
Lebih Lanjut

P 20.000 Rp 1.750 Rp 300.000 Rp 32.000.000 25,60 % Rp 18.432.800


Q 20.000 Rp 2.500 Rp 200.000 Rp 48.000.000 38,40 % Rp 27.648.000
R 15.000 Rp 3.000 — Rp 45.000.000 36,00 % Rp 25.920.000

Rp 125.000.000 100 % Rp 72.000.000

3.

Produk P Produk Q Produk R Produk S


Biaya Sebelum — — — Rp 8.000.000
Pemisahan
Biaya Setelah Pemisahan Rp 3.000.000 Rp 2.000.000 — Rp 1.000.000
Alokasi Biaya Bersama Rp 18.432.000 Rp 27.648.000 Rp 25.920.000 —

Total Biaya Rp 21.432.000 Rp 29.648.000 Rp 25.920.000 Rp 9.000.000


Unit Yang Diproduksi 20.000 20.000 15.000 11.250
Biaya per Unit Rp 1.071,6 Rp 1.482,4 Rp 1.728 Rp 800

KEMBALI KE SLIDE

Anda mungkin juga menyukai