Anda di halaman 1dari 2

Pentahapan PPM

PPM pada dasarnya adalah suatu proses pengorganisasian kegiatan masyarakat yang bersifat setempat,
yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian pengalaman belajar,
maka secara bertahap dikembangkan pendekatan yang bersifat partisipatif dalam bentuk pendelegasian
wewenang dan pemberian peran yang semakin besar kepada masyarakat.

Secara keseluruhan terdapat enam tahapan pokok PPM, yaitu:

1. Tahap persiapan,

Pada tahap persiapan, maka dilakukan persiapan yang bersifat intern petugas dan persiapan sosial untuk
masyarakat. Persiapan petugas berupa hal-hal yang bersifat tehnis administratif dan yang bersifat
pilihan strategis pendekatan. Pada tahap persiapan sosial, perlu mulai dilakukan pengenalan
masyarakat, pengenalan masalah dan selanjutnya diikuti dengan upaya penyadaran.

2. Tahap perencanaan,

Pada tahap perencanaan, secara bersama disusun rencana untuk mengatasi masalah yang dihadapi dan
cara-cara penerapan rencana tersebut dalam tahap pelaksanaan.

3. Tahap pelaksanaan,

Dalam upaya pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat peran masyarakat sebagai kader
diharapkan dapat menjaga keberlangsungan program yang telah dikembangkan. Kerja sama antar
petugas dan masyarakat merupakan hal penting dalam tahapan ini karena terkadang sesuatu yang
sudah direncanakan dengan baik melenceng saat di lapangan. 

4. Tahap pemantauan,

Selama pelaksanaan dilakukan pemantauan secara berkala dan kemudian dilakukan evaluasi untuk
melihat pencapaian tujuan.

5. Tahap evaluasi

Evaluasi sebagai proses pengawasan dari warga dan petugas program pemberdayaan masyarakat yang
sedang berjalan sebaiknya dilakukan dengan melibatkan warga. Dengan keterlibatan warga tersebut
diharapkan dalam jangka waktu pendek biasanya membentuk suatu sistem komunitas untuk
pengawasan secara internal dan untuk jangka panjang dapat membangun komunikasi masyarakat yang
lebih mendirikan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. 

6. Tahap perluasan

Dari hasil pelaksanaan dan evaluasi tahap berikutnya adalah perluasan kegiatan, baik yang bersifat
kuantitatif maupun kualitatif.
Dalam keseluruhan tahapan maka terdapat pembagian peran yang berbeda-beda antara petugas dan
masyarakat. Pada tahap awal, petugas mempunyai peranan yang lebih dominan tetapi secara bertahap
dilakukan pendelegasian wewenang dan pengembangan peran yang lebih besar kepada masyarakat,
sehingga akhirnya peran utama selanjutnya dipegang oleh masyarakat dan peran petugas lebih bersifat
konsultatif.

SUMBER :

Kurniati, Desak Putu Yuli. Bahan Ajar Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat. Denpasar:
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. 2015. 22-23

Soekanto, Soerjono. Sosial Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali press. 1987. 63.

Anda mungkin juga menyukai