Anda di halaman 1dari 6

Nama : Alifia Herwinda Irawan

NIM : 4442190010
Jurusan : Agroekoteknologi
Kelas : IIA
Alamat : Link. Kependilan. No.12 RT 02/ RW 01. Kecamatan Jombang, Kota
Cilegon

Keterangan
1. Terlihat keadaan jalan raya disekitar rumah saya cukup sepi karna adanya
COVID-19 ini.
2. Saya menerapkan hidup bersih dengan cara selalu mencuci tangan jika habis
berpergian dari luar.
3. Melakukan kuliah online karna universitas membatasi kontak fisik dengan cara
kuliah secara daring.
Covid-19 Mengubah Aktivitas atau Pola Hidup Masyarakat Indonesia

Alifia Herwinda Irawan


Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
alifiaherwinda@gmail.com

Dunia digemparkan oleh penemuan virus baru yaitu coronavirus jenis baru
(SARS-COV-2). Virus corona adalah virus baru yang ditemukan pertama kali di
Wuhan, China. Menurut (World Health Organization, 2019) Virus korona adalah
virus yang menyebabkan flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti
sindrom pernapasan timur tengah (MERS-CoV) dan Sindrom penafasan akut
parah (SARS-CoV) virus ini berawal dari kota Wuhan Negara China yang
akhirnya menyebar ke Negara lain salah satunya Indonesia. Virus corona ini
sangat berpengaruh besar terhadap perindustrian pariwisata karena saat ini banyak
Negara yang melakukan lockdown terhadap turis turis mancanegara untuk
mencegah terjadinya penularan virus tersebut hingga meluas ke berbagai Negara
(WHO 2019).
Setiap hari penyebaran virus corona semakin meningkat diberbagai
belahan dunia, tak terkecuali Negara Indonesia. Karena angka positif semakin
tinggi akhirnya WHO menetapkan virus ini sebagai virus yang berbahaya dan
mematikan. Menurut WHO (2020) saat ini ada 65 negara yang terinfeksi virus
corona. Tanggal 20 Maret 2020 jumlah penderita 90.308 terinfeksi Covid-19.
Angka mortalitas diseluruh dunia mencapai 2,3%.
Indonesia juga terkena dampaknya, saat ini menurut Kamil (2020) jumlah
kasus positif corona di Indonesia sudah mencapai 134 kasus. Ini membuat
Indonesia menjadi salah satu Negara yang ikut terkena dampak virus corona.
Presiden Jokowi sudah mulai memberikan peringatan kepada masyarakat
Indonesia untuk melakukan social distancing yang artinya masyarakat harus
mengurangi aktivitas atau kontak fisik terhadap sesama karena dikhawatirkan
akan terjadi peningkatan kasus positif corona yang tinggi.
Kasus virus corona di Indonesia terungkap usai ada laporan warga negara
Jepang yang berkunjung ke Indonesia dinyatakan positif. Pada hari Senin 2 Maret
2020 dinyatakan terdapat 2 pasien yang positif corona. Namun dikarenakan
semakin hari semakin meningkat kasus positif corona, pemerintah dengan cepat
memberi himbauan kepada masyarakat terkait social distancing. Adanya virus ini
juga berdampak kepada kegiatan masyarakat seperti sekolah atau perkuliahan
diadakan secara daring/online, pegawai kantor menerapkan Work From Home
Presiden Jokowi berusaha untuk mengajak masyarakat Indonesia agar
kompak melawan virus ini hingga tuntas sehingga perekonomian dapat berjalan
seperti biasa dan kegiatan atau aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti sedia
kala. Presiden Jokowi berharap, kasus Virus Corona ini cepat tuntas dan tidak
memakan banyak korban kedepannya.
Indonesia cukup cepat dan tanggap dalam menanggapi kasus coronavirus ini
mengingat yang dikatakan oleh WHO bahwa virus ini merupakan virus yang
cukup mematikan dan bisa menelan banyak korban jiwa. Di Indonesia sendiri
mulai menerapkan berbagai hal yang dianjurkan oleh WHO seperti social
distancing atau menjaga jarak dengan orang lain, Pembatasan Sosial Berskala
Besar (PSBB), selalu menjaga kebersihan seperti cuci tangan , memakai masker
dan hand sanitizer. Tentunya kita sebagai masyarakat bisa merasakan dampak
yang berbeda setelah adanya COVID-19 ini. Contohnya masyarakat lebih
waspada dalam menjaga kebersihan. Masyarakat lebih sering mencuci tangan dan
menggunakan masker jika berpergian, tak lupa juga menggunakan hand sanitizer
jika tidak ada tempat untuk cuci tangan.
Namun tak selamanya hal ini menguntungkan bagi masyarakat Indonesia.
Banyak mahasiswa dan murid yang terpaksa belajar dirumah melalui metode
daring dikarenakan sekolah dan universitas banyak yang diliburkan. Para pekerja
kantoran pun terpaksa menerapkan Work From Home (WFH) dikarenakan kantor
membatasi aktivitas di tempat kerjanya.
Jelas terasa perbedaan antara belajar dengan tatap muka dan belajar
menggunakan metode daring atau online. Dalam aktivitas belajar secara tatap
muka para murid atau mahasiswa bisa lebih leluasa dan mudah untuk mengerti
materi-materi yang disampaikan oleh guru maupun dosen. Namun saat melakukan
aktivitas melalui metode daring murid dan mahasiswa merasa akses pembelajaran
sangat terbatas dikarenakan beberapa kendala seperti sinyal ataupun kuota
internet. Namun kita tidak boleh kehilangan semangat belajar walaupun COVID-
19 ini cukup membuat pembelajaran tidak efektif, para murid atau mahasiswa
masih bisa belajar melalui aplikasi pembelajaran seperti Zoom, Google Meet,
Google Classroom, Ruang Guru ataupun bisa bertanya kepada guru maupun
dosen melalui aplikasi Whatsapp.
Pemerintah juga melarang masyarakat untuk melakukan mudik lebaran
dikarenakan khawatir jika masyarakat atau perantau melakukan mudik akan
memperluas penyebaran virus COVID-19 ini. Toko atau pusat perbelanjaan
seperti mall juga banyak yang ditutup sementara dan dibatasi jam kerjanya. Para
polisi setiap malam juga mengadakan patroli agar disekitar jalan tidak banyak
yang berkumpul. Jika ditemukan masyarakat yang melakukan kumpul dalam
jumlah banyak, polisi tidak segan untuk menegur masyarakat yang melanggar
peraturan pemerintah yaitu social distancing dan PSBB.
Semua peraturan yang dibuat pemerintah akan terasa sia-sia jika dalam diri
kita tidak menerapkan kesadaran akan bahaya nya virus corona ini. Sudah banyak
masyarakat disekitar lingkungan peduli dan sadar tentang bahaya corona virus
dan mengikuti anjuran pemerintah. Masyarakat sudah mulai menerapkan hidup
bersih. Tiap komplek atau perkampungan pun sudah disediakan air dan sabun
untuk cuci tangan bagi warga disekitar lingkungannya. Para warga juga
membatasi keluar masuknya pendatang yang bukan warga dari lingkungan
tersebut. karena virus ini bisa menular melalui kontak fisik seperti berjabat tangan,
melalui bersin ataupun batuk.
Terlihat juga dijalan raya sudah lumayan sepi karena pemerintah membatasi
akses untuk kendaraan besar seperti bus, dan truk. Kapal dan pesawat juga
dilakukan pengawasan yang ketat terhadap orang-orang yang ingin pergi
menggunakan kapal ataupun pesawat. Biasanya para petugas yang bekerja
melakukan pengecekan suhu terhadap para penumpang dan memberi hand
sanitizer, petugas juga memperingatkan penumpang agar selalu memakai masker
ketika akan menaiki kendaraan atau akan berpergian.
Disaat pandemic ini jelas sangat terasa perbedaan antara tahun lalu dan
sekarang. Semua serba dibatasi, akses kemana pun juga terasa sulit. Pemerintah
sangat gencar untuk mengingatkan agar masyarakat tetap dirumah jika tidak ada
kepentingan yang mendadak atau darurat. Sosisaliasi juga sudah banyak dilakukan
oleh pemerintah agar masyarakat Indonesia lebih paham dan waspada bahaya dari
COVID-19 ini. Hal ini semua dilakukan agar virus corona tidak menyebar terlalu
luas sehingga virus corona ini bisa cepat hilang. Virus corona ini hanya bisa
hilang jika dihadapi secara bersama-sama bukan secara individu. Perlu adanya
kesadaran dalam diri sendiri agar kita semua bisa menghadapi virus corona ini dan
semoga virus ini cepat hilang dari Indonesia maupun dunia.
DAFTAR PUSTAKA

Kamil, F. (2020, Maret 17). Detik News. Diakses Maret 17, 2020. dari Data
Terbaru Virus Corona Terkait Indonesia https://m.detik.com/news/berita/d
4942267/data-terbaru-virus-coorona-terkait-indonesia-per-17-maret.
WHO. (2019). Diakses Maret 17, 2020. dari Corona Virus:
http://www.who.int/health-topics/coronavirus
WHO. (2020). WHO Director-General’s remarks at the media briefing on 2019-
nCoV on 11 February 2020 : https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-
director-generals