Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Pertama, dengan mengucap puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
praktikum yang berjudul “Karbohidrat” pada mata kuliah Biokimia Tanaman
tepat pada waktunya.
Dalam penulisan laporan ini  tentunya tidak lepas dari kekurangan, dan
berbagai hambatan yang dialami oleh penulis. Semua ini didasarkan dari
keterbatasan yang dimiliki penulis. Laporan ini selesai tidak lepas dari bantuan
dan bimbingan serta dukungan dari pihak-pihak terkait. Untuk itu penulis
berterimakasih kepada pihak-pihak terkait, diantaranya :
1. Ibu Vega Yoesepa Pamela, ST.,M.Si dan Ibu Sulastri Isminingsih, S.P.,M.Si.
selaku dosen mata kuliah Biokimia Tanaman.
2.Saudari Mila Srihardianti dan saudari Encik Hayati selaku asisten laboratorium
Biokimia Tanaman.
3. Serta pihak-pihak yang telah memberi dukungan dan bimbingan pada proses
penyusunan laporan praktikum ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kata
sempurna. Hal ini karena adanya keterbatasan waktu dan tenaga yang penulis
miliki. Penulis sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun guna
mencapai kesempurnaan penulisan laporan ini. Semoga laporan yang masih
sederhana ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak.

Serang, Februari 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
DAFTAR TABEL........................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan.................................................................................... 1
1.2 Tujuan............................................................................................. 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Karbohidrat .................................................................................... 2
2.2 Kelompok-Kelompok Karbohidrat................................................. 2
2.3 Uji Karbohidrat............................................................................... 3
2.4 Sumber karbohidrat......................................................................... 4
2.5 Fungsi Karbohidrat......................................................................... 4
BAB III METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat.......................................................................... 6
3.2 Alat dan Bahan................................................................................ 6
3.3 Cara Kerja....................................................................................... 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil................................................................................................ 8
4.2 Pembahasan..................................................................................... 8
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan......................................................................................... 9
5.2 Saran............................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................10
LAMPIRAN

ii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Uji Molish................................................................................. 8


Tabel 2. Hasil Uji Barfoed................................................................................ 8

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kelompok Karbohidrat................................................................... 3


Gambar 2. Sumber Karbohidrat........................................................................ 4

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan aktivitas, baik yang telah
merupakan kebiasaan maupun yang hanya kadang-kadang kita lakukan. Untuk
melakukan aktivitas itu kita memerlukan energy. Energi yang diperlukan untuk
melakukan aktivitas tersebit di peroleh dari bahan makana yang kita makan. Pada
umumnya bahan makanan itu mengndung tiga kelompok utama senyawa kimia
yaitu karbohidrat, protein, dan lemak.
Karbohidrat merupakan suatu unsur yang sangat dibutuhkan oleh makhluk
hidup yang ada di muka bumi ini. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali
makanan yang kita konsumsi adalah sumber karbohidrat, Namun apakah kita tahu
apakah bahan tersebut benar-benar mengandung karbohidrat. Banyak cara untuk
mengetahui adanya karbohidrat dalam suatu bahan. Salah satunya adalah dengan
cara uji molish dan uji barfoed.
Untuk itu, pada praktikum ini akan dilakukan percobaan untuk
mengindentifikasi ada tidaknya karbohidrat pada suatu sampel melalui metode
pengujian yang akan dilakukan.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum Karbohodrat ini adalah agar mahasiswa dapat
mengidentifikasi karbohidrat dan juga jenis-jenisnya melalui reagen uji.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karbohidrat
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh manusia
yang befungsi untuk menghasilkan energi bagi tubuh manusia. Karbohidrat
sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai
struktur molekul yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan dari
sudut kimia dan fungsinya. Semua karbohidrat terdiri atas unsur Carbon (C),
hidrogen (H), dan oksigen (O) (Nurhamida,2014).
Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia selain protein dan
lemak. Karbohidrat yang mempunyai rumus empiris (CH2O)n ini juga
mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan,
misalnya rasa, warna, tekstur, dan lain-lain. Sedangkan dalam tubuh, karbohidrat
berguna untuk mencegah timbulnya pemecahan-pemecahan protein tubuh yang
berlebihan, kehilangan mineral dan berguna untuk embantu metabolism lemak
dan protein (Risnoyatiningsih, 2011).
Dalam tubuh manusia karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino
dan sebagian lemak. Tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan
makanan yang dimakan sehari-hari, terutama bahan makanan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan. Pada tanaman karbohidrat dibentuk dari reaksi CO2 dan H2O
dengan bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis dalam sel tanaman yang
berklorofil (Winarno, 2004).

2.2 Kelompok-Kelompok Karbohidrat


Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi menjadi dua golongan yaitu
karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri
atas monosakarida yang merupakan molekul dasar dari karbohidrat, disakarida
yang terbentuk dari dua monosa yang dapat saling terikat, dan oligosakarida yaitu
gula rantai pendek yang dibentuk olh galaktosa, glukosa dan fruktosa. Karbohidrat
kompleks terdiri atas polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan

2
monosakarida dan serat yang dinamakan juga polisakarida nonpati
(Nurhamida,2014).
Menurut Poedjiadi (1994), berdasarkan sifat-sifatnya terhadap zat-zat
penghidrolisis karbohidrat dibagi dalam 4 kelompok utama yaitu:
1. Monosakarida yaitu karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisa menjadi senyawa
yang lebih sederhana terdiri dari satu gugus cincin. Contoh dari monosakarida
yang terdapat di dalam tubuh ialah glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
2. Disakarida senyawa yang terbentuk dari gabungan dua molekul atau lebih
monosakarida. Contoh disakarida ialah sukrosa, maltosa dan laktosa.
3. Glikosida yaitu senyawa yang terdiri dari gabungan molekul gula & molekul
non gula.
4. Polisakarida yaitu polimer yang tersusun oleh lebih dari lima belas monomer
gula. Dibedakan menjadi dua yaitu homopolisakarida dan heteropolisakarida.

Gambar 1. Kelompok Karbohidrat

2.3 Uji Karbohidrat


Menurut Poedjiadi (1994) pemisahan dan identifikasi karbohidrat dapat
dilakukan dengan teknik kromatografi, akan tetapi terdapat sejumlah test-test
kualitatif yang dapat dilakukan diantaranya :
1. Uji Molish
Uji ini merupakan uji yang paling umum untuk pengetesan adanya karbohidrat
dan senyawa organik lainnya. Pada uji ini asam sulfat pekat berfungsi untuk
menghidrolisis ikatan glikosidik, menghasilkan monosakarida yang akan
didehidrasi menjadi furfural dan turunanya. Furfural mengalami sulfonasi dengan

3
alpha naftol yang akan menghasilkan cincin warna ungu kompleks (merah-ungu),
yang menunjukan adanya karbohidrat.
2. Uji Barfoed
Uji ini digunakan untuk membedakan monosakarida, disakarida, dan
polisakarida. Barfoed merupakan pereaksi yang bersifat asam lemah dan hanya
direduksi oleh monosakarida. Disakarida akan dapat dihidrolisis sehingga
bereaksi positif dengan pemanasan yang lebih lama. Dengan kata lain untuk
membedakan monosakarida, disakarida, polisakarida tergantung berapa lama
pemanasan sampai terbentuk endapan tembaga oksida yang berwarna merah bata.

2.4 Sumber Karbohidrat


Sumber karbohidrat lain yang dapat ditemui dengan mudah adalah dari jenis
umbi-umbian seperti garut, ganyong, gembili, dan lain sebagainya. Umbi-umbi
tersebut memiliki berbagai nutrisi cukup sehingga memungkinkan untuk
digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri. Berdasarkan uraian diatas, maka
peneliti bermaksud mengkaji berbagai macam media alternatif untuk pertumbuhan
bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus maupun bakteri gram negatif
yaitu Escherichia coli menggunakan berbagai sumber karbohidrat yang berbeda
yaitu umbi ganyong, umbi gembili, dan umbi garut (Anisah, 2015).

Gambar 2. Sumber Karbohidrat

2.5 Fungsi Karbohidrat


Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi sel-sel terutama
sel-sel otak dan sistem saraf pusat yang membutuhkan asupan glukosa darah.
Selain itu karbohidrat juga berperan dalam fungsi jaringan tubuh, membantu
regulasi metabolisme protein, mempengaruhi metabolisme lemak. (Idral, 2009).

4
Karbohidrat selain berfungsi untuk menghasilkan energi, juga mempunyai
fungsi yang lain bagi tubuh. Fungsi lain karbohidrat yaitu pemberi rasa manis
pada makanan, penghemat protein, pengatur metabolisme lemak, membantu
pengeluaran feses (Nurhamida,2014)

5
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum “Karbohidrat” dilaksanakan pada hari Kamis 24 Februari 2020
pukul 10.50-16.20 WIB dilaboratorium Bioteknologi Agroekoteknologi Jurusan
Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

3.2 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan saat praktikum “Karbohidrat” antara lain tabung reaksi,
rak tabung reaksi, pipet tetes, hot plate, stirrer, dan erlenmeyer. Sedangkan bahan
yang digunakan saat praktikum antara lain pereaksi molish, pereaksi barfoed,
HCL, Fosfomolibdat, susu, santan, air gula, dan aquadest.

3.3 Cara Kerja


A. Uji Molish
1. 5 larutan sampel (susu, santan, air gula) yang akan diperiksa dimasukkan
kedalam tabung reaksi
2. 3 tetes pereaksi molish ditambahkan kedalam larutan yang akan diuji. Lalu
campur hingga merata.
3. Perlahan-lahan 3 ml asam klorida ditambahkan kedalam larutan melalui
dinding tabung.
4. Kemudian larutan diamati, jika larutan berwarna violet kemerah merahan
maka menunjukan reaksi positif, sedangkan jika larutan berwarna hijau maka
menunjukan reaksi negative

B. Uji Barfoed
1. 1 ml (20 tetes) pereaksi barfoed dan sampel dimasukkan kedalam tabung
reaksi.
2. Tabung tersebut dipanaskan dalam air mendidih selama 3 menit, kemudian
didinginkan.
3. 1 ml fosfomolibdat dimasukkan kedalam larutan lalu dikocok perlahan.

6
4. Perubahan yang terjadi diamati. Jika larutan berwarna biru pekat, maka
menunjukan reaksi negative, jika larutan berwarna biru maka menunjukan
reaksi positif.

7
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 1. Hasil Uji Molish
No Larutan Warna +/_ Keterangan
1. Air gula Merah bata + Mengandung karbohidrat
2. Santan Merah bata + Mengandung karbohidrat
Susu Merah bata + Mengandung karbohidrat

Tabel 2. Hasil Uji Barfoed


No Larutan Warna +/_ Keterangan
Air gula Biru pekat + Monosakarida
Santan Biru pucat _ Monosakarida
Susu Biru pekat + Monosakarida

4.2 Pembahasan
Berdasarkan tabel hasil pengamatan diatas , pada praktikum kali ini yang
berjudul karbohidrat pada susu, santan, air gula. Metode pengujian ini
menggunakan dua cara yaitu uji molish dan uji barfoed.
Uji molish adalah suatu uji kimia kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui
adanya karbohidrat dengan menggunakan pereaksi molish. Diperkuat oleh
literature Poedjiaji (1994) yaitu pada uji ini asam sulfat pekat berfungsi untuk
menghidrolisis ikatan glikosidik, menghasilkan monosakarida yang akan
didehidrasi menjadi furfural dan turunanya. Furfural mengalami sulfonasi dengan
alpha naftol yang akan menghasilkan cincin warna ungu kompleks (merah-ungu),
yang menunjukan adanya karbohidrat.
Uji barfoed adalah suatu pengujian untuk mengetahui adanya gula
monosakarida pereduksi pada bahan pangan. Diperkuat oleh literature Poedjiaji
(1994) yaitu uji ini digunakan untuk membedakan monosakarida, disakarida, dan
polisakarida. Dengan kata lain untuk membedakan monosakarida, disakarida,
polisakarida tergantung berapa lama pemanasan sampai terbentuk endapan
tembaga oksida yang berwarna merah bata.
Dari hasil praktikum, pertama dilakukan pengujian karbohidrat dengan metode
uji molish menggunakan susu, santan, air gula dan masing-masing larutan

8
mengalami perubahan warna. Perubahan warna yang terjadi pada susu, santan, air
gula adalah sama yaitu berwarna merah bata yang artinya masing-masing larutan
mengandung karbohidrat. Dan ketiga larutan tersebut menunjukan reaksi positif.
Yang kedua adalah pengujian karbohidrat dengan metode uji barfoed dengan
menggunakan larutan yang sama yaitu susu, santan, air gula. Untuk mengetahui
jenis karbohidrat dari masing-masing larutan, harus melalui beberapa tahap. Dari
ketiga sampel tersebut dimasukan kedalam tabung reaksi dan dimasukan 1 ml
pereaksi barfoed. Berbeda dengan uji molish, uji barfoed ini harus menggunakan
hotplate untuk memanaskan larutan yang ada didalam tabung reaksi yang sudah
berisi pereaksi barfoed didalam air mendidih selama 3 menit lalu didinginkan.
Setelah itu tambahkan 1 fosfomolibdat kedalam masing-masing tabung reaksi
yang sudah dipanaskan tadi lalu homogenkan. Lalu setelah itu amati hasil
perubahan warna pada masing-masing larutan dimana warna tersebut menunjukan
bahwa larutan tersebut termasuk positif dan termasuk monosakarida. Pada air gula
dan susu berwarna biru pekat dan termasuk reaksi positif sedangkan pada larutan
santan berwarna biru pucat dan termasuk reaksi negative. Ketiga larutan tersebut
termasuk kedalam monosakarida.
Namun dalam uji barfoed, larutan santan termasuk reaksi negative dan terjadi
perubahan warna biru pucat berbeda dengan larutan air gula dan susu yang
berwarna biru pekat, hal ini dikarenakan terjadi kesalahan dalam penambahan
pereaksi barfoed yang kurang atau terlalu berlebihan. Sementara santan juga
mengandung senyawa nonbmethyl keton yang bersifat volatile sehingga saat
santan dipanaskan pada suhu yang tinggi, santan akan pecah dan membentuk
gumpalan-gumpalan putih. Sehingga pada saat praktikum, reaksi pada larutan
santan tidak berlangsung secara sempurta dan menyebabkan santan dalam uji
barfoed ini mengalami perubahan warna menjadi biru pucat berbeda dibandingkan
dengan larutan susu dan air gula yang berwarna biru pekat.

9
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum diatas yaitu pada uji
karbohidrat menggunakan dua macam pengujian yaitu uji molish dan uji barfoed.
Uji molish ditandai dengan terjadi nya perubahan warna menjadi merah bata dan
reaksinya positif yang artinya mengandung karbohidrat. Sedangkan pada uji
barfoed ini agak berbeda cara nya dengan uji molish. Uji molish ditandai dengan
terjadinya perubahan warna menjadi biru pekat yang artinya larutan tersebut
mengandung monosakarida.
Pada praktikum ini menggunakan tiga cairan yaitu susu, air gula, dan santan.
Ketiganya pada saat uji molish semuanya berwarna merah bata dan mengandung
karbohidrat. Sedangkan pada uji barfoed hanya susu dan air gula yang berubah
warna menjadi biru pekat dan reaksinya positif, sedangkan pada santan terjadi
perubahan warna menjadi biru pucat dan reaksinya negatif. Hal ini mungkin
dikarenakan pada saat penambahan pereaksi barfoed mungkin terlalu sedikit atau
terlalu banyak sehingga terjadi kesalahan yaitu perubahan warna pada santan
berbeda dengan susu dan air gula. Namun ketiga larutan tersebut pada uji barfoed
semua larutannya mengandung monosakarida.

5.1 Saran
Pada saat praktikum karbohidrat, sebaiknya kita memperhatikan semua yang
dijelaskan Asisten Laboratorium agar kita semua sebagai praktikan dapat
memahami praktikum ini dengan jelas dan selalu menjaga kondusifitas agar
praktikum dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman.

10
DAFTAR PUSTAKA

Anisah. 2015. Media Alternatif Untuk Pertumbuhan Bakteri Menggunakan


Sumber Karbohidrat Yang Berbeda. Jurnal Artikel Publikasi Ilmiah. Vol 1
(2): 3-13.
Idral. 2009. Peran Zat Gizi Makro Terhadap Kejadian Demensia Pada Lansia.
Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol. 03 (2): 89-92.
Nurhamida. 2014. Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 13 : 38 – 44.
Poedjiadi. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Risnoyatiningsih. 2011. Jurnal Teknik Kimia Vol.5, No.2. Surabaya : UPN.
Winarno, F. O. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

11