Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOKIMIA TANAMAN
“PROTEIN”
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Biokimia Tanaman

Disusun oleh :
Nama : Alifia Herwinda Irawan
NIM : 4442190010
Kelas : IA
Kelompok : 4 (Empat)

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020
KATA PENGANTAR

Pertama, dengan mengucap puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
praktikum yang berjudul “Protein” pada mata kuliah Biokimia Tanaman tepat
pada waktunya.
Dalam penulisan laporan ini  tentunya tidak lepas dari kekurangan, dan
berbagai hambatan yang dialami oleh penulis. Semua ini didasarkan dari
keterbatasan yang dimiliki penulis. Laporan ini selesai tidak lepas dari bantuan
dan bimbingan serta dukungan dari pihak-pihak terkait. Untuk itu penulis
berterimakasih kepada pihak-pihak terkait, diantaranya :
1. Ibu Vega Yoesepa Pamela, ST.,M.Si dan Ibu Sulastri Isminingsih, S.P.,M.Si.
selaku dosen mata kuliah Biokimia Tanaman.
2.Saudari Mila Srihardianti dan saudari Encik Hayati selaku asisten laboratorium
Biokimia Tanaman.
3. Serta pihak-pihak yang telah memberi dukungan dan bimbingan pada proses
penyusunan laporan praktikum ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kata
sempurna. Hal ini karena adanya keterbatasan waktu dan tenaga yang penulis
miliki. Penulis sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun guna
mencapai kesempurnaan penulisan laporan ini. Semoga laporan yang masih
sederhana ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak.

Serang, April 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
DAFTAR TABEL........................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan.................................................................................... 1
1.2 Tujuan............................................................................................. 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Protein ............................................................................................ 2
2.2 Uji Protein....................................................................................... 3
2.3 Fungsi Protein................................................................................. 4
2.4 Struktur Protein............................................................................... 5
BAB III METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat.......................................................................... 6
3.2 Alat dan Bahan................................................................................ 6
3.3 Cara Kerja....................................................................................... 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil................................................................................................ 8
4.2 Pembahasan..................................................................................... 8
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan.........................................................................................11
5.2 Saran...............................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................12
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Pengendapan Dengan Logam.................................................... 8


Tabel 2. Hasil Pengendapan Dengan Alkohol.................................................. 8
Tabel 3. Haasil Pengendapan Denaturasi Protein............................................. 8
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Protein............................................................................................. 3
Gambar 2. Struktur Protein............................................................................... 5
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan aktivitas, baik yang telah
merupakan kebiasaan maupun yang hanya kadang-kadang kita lakukan. Untuk
melakukan aktivitas itu kita memerlukan energy. Energi yang diperlukan untuk
melakukan aktivitas tersebit di peroleh dari bahan makana yang kita makan. Pada
umumnya bahan makanan itu mengndung tiga kelompok utama senyawa kimia
yaitu karbohidrat, protein, dan lemak.
Protein ialah polimer alami yang terdiri dari sejumlah unit asam amino
(amino acid) yang berikatan satu dengan lainnya lewat ikatan amina (atau
peptida). Jaring laba-laba, bulu hewan dan otot, putih telur, dan hemoglobin
(molekul yang mengangkut oksigen dalam tubuh ke tempat yang memerlukan)
ialah protein. Peptida ialah oligomer dari asam amino yang memainkan peran
penting dalam banyak proses biologis. Contohnya, peptide hormone insulin
mengatur kadar gula darah, bradikinin mengatur tekanan darah, dan okitosin
meregulasi kontraksi uterus dan laktasi. Jadi, protein peptida, dan asam amino
merupakan bahan yang penting bagi struktur, fungsi dan reproduksi makhluk
hidup (Haryanto, 2004).
Untuk itu, pada praktikum ini akan dilakukan percobaan untuk
mengindentifikasi protein, jenis-jenis protein, dan pereaksi apa saja yang dapat
menguji protein.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum protein ini adalah :
1. Mempelajari beberapa reaksi uji terhadap protein.
2. Mengetahui pengaruh logam berat dan alkohol terhadap sifat protein.
3. Mengetahui sifat kelarutan dan denaturasi pada uji protein.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Protein
Kata protein berasal dari protos atau proteos yang pertama atau utama.
Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau
manusia. oleh karena sel itu  merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein yang
terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan dan
pertumbuhan tubuh (Poedjiadi, 1994).
Menurut Soedarmo et al., (1988) protein dapat diklasifikasikan berdasarkan
komposisinya, antara lain :
A. Protein Sederhana
1. Albumin, protein larut dalam air dan larutan garam encer.
2. Globulin, tidak larut dalam air tetapi larut dalam larutan encer garam.
3. Histon, protein basa karena banyak mengandung asam amino
bermuatan positif.
4. Globin, mengandung arginin dan triptofan dalam jumlah sama,
mengandung histidin juga tetapi tidak mengandung isoleusin.
5. Glutelin, tidak larut dalam larutan netral tapi larut dalam basa dan
asam encer.
6. Prolamin, banyak terdapat pada sayuran. Tidak larut dalam alkohol
absolut.
B. Protein Kompleks
1. Fosfoprotein, hidrolisisnya menghasilkan asam amino dan asam
fosfat.
2. Glikoprotein, merupakan turunan karbohidrat.
3. Khromoprotein, protein dengan gugus prostetik yang berpigmen.
4. Nukleoprotein
5. Lipoprotein
6. Flavoprotein
7. Metaloprotein.
Menurut Lehninger (1982) berdasarkan struktur molekulnya, protein dapat
dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu :
1. Protein globuler; yaitu protein berbentuk bulat atau elips dengan rantai
polipeptida yang berlipat. Umumnya, protein globuler larut dalam air,
asam, basa, atau etanol. Contoh: albumin, globulin, protamin, semua
enzim dan antibody.
2. Protein fiber; yaitu protein berbentuk serat atau serabut dengan rantai
polipeptida memanjang pada satu sumbu. Hamper semua protein fiber
memberikan peran structural atau pelindung. Protein fiber tidak larut
dalam air, asam, basa, maupun etanol. Contoh: keratin pada rambut,
kolagen pad tulang rawan, dan fibroin pada sutera.
Molekul protein mempunyai gugus amino (-NH2) dan gugus karboksilat (-
COOH) pada ujung-ujung rantainya. Hal ini menyebabkan protein mempunyai
banyak muatan (polielektrolit) dan bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan
asam dan basa. Dengan larutan asam atau pH rendah, gugus amino pada protein
akan bereaksi dengan ion H+ , sehingga protein bermuatan positif. Sebaliknya,
dalam larutan basa guguskarboksilat bereaksi dengan ion OH-. Sehingga protein
bermuatan negative. Adanya muatan pada molekul preotein menyebabkan protein
bergerak dibawah pengaruh medan listrik (Lehninger 1982).

Gambar 1. Protein

2.2 Uji Protein


Penentuan protein metode pengendapan alcohol adalah kompetisi
pembentukan antara protein-air dengan alcohol-air. Alcohol dapat mengendapkan
protein karena gugus fungsional dari alcohol lebih kuat mengikat air sehingga
kelarutan protein dalam ar berkurang. Alcohol juga mampu merusak ikatan
hidrogen di antara gugus amida yang terdapat dalam struktur sekunder protein
sehingga protein kehilangan air dan akhirnya mengendap. Penambahan alcohol
yang merupakan pelarut organik akan menurunkan kelarutan protein, karena
kelarutaan suatu protein tergantung dari kedudukan dan distribusi dari gugus
hidrofil polar dan hidrofob polar pada molekul. Endapan tersebut menunjukan
adanya kandungan protein dalam suatu bahan (Katili, 2009).
Denaturasi protein denaturasi adalah proses yang mengubah struktur
molekul tanpa memutuskan ikatan kovalen. Proses ini bersifat khusus untuk
protein dan mempengaruhi protein yang berlainan dan sampai yang tingkat
berbeda pula. Denaturasi dapat terjadi oleh berbagai penyebab yang paling
penting adalah bahan, pH, garam, dan pengaruh permukaan.Denaturasi biasanya
dibarengi oleh hilangnya aktivitas biologi dan perubahan yang berarti pada
beberapa sifat fisika dan fungsi seperti kelarutan.anas dapat mengacaukan ikatan
hidrogen dari protein namun tidak akan mengganggu ikatan kovalennya. Hal ini
dikarenakan dengan meningkatnya suhu akan membuat energi kinetik molekul
bertambah. Bertambahnya energi kinetik molekul akan mengacaukan ikatan-
ikatan hidrogen. Dengan naiknya suhu, akan membuat perubahan entalpi sistem
naik. Selain itu bentuk protein yang terdenaturasi dan tidak teratur juga sebagai
tanda bahwa entropi bertambah. Entropi sendiri merupakan derajat
ketidakteraturan, semakin tidak teratur maka entropi akan bertambah. Pemanasan
juga dapat mengakibatkan kemampuan protein untuk mengikat air menurun dan
menyebabkan terjadinya koagulasi (Samadi, 2012).

2.3 Fungsi Protein


Protein merupakan suatu zat yang penting dalam tubuh. Protein berfungsi
sebagai katalisator,sebagai pengangkut dan penyimpan molekul lain seperti
oksigen,  mendukung secara mekanis sistem kekebalann (imunitas) tubuh
menghasilkan pergerakan tubuh, sebagai transmitor gerakan syaraf dan
mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan. analisa elementer  protein
menghasilkan unsur-unsur C, H, N dan O dan sering juga S.Disamping
itu beberapa protein  juga mengandung unsur-unsur lain , terutama P , Fe , Zi dan
Cu (Soedrodikoesomo, 1989).
2.4 Struktur Protein
Menurut Wirahadikusumah (1989) dengan meperhatikan ikatan-ikatan yang
terjadi pada protein, maka struktur protein merupakan struktur yang kompleks.
Struktur protein terdiri atas beberapa macam struktur, yaitu :
1. Struktur primer, struktur primer protein merupakan ikatan-ikatan
peptida dari asam amino-asam amino pembentuk protein tersebut.
2. Struktur sekunder, struktur sekunder protein terbentuk dari ikatan
hidrogen yang terjadi antara gugus-gugus amina dengan atom
hidrogen pada rantai samping asam amino sehingga membentuk
lipatan-lipatan, misalnya membentuk α- heliks.
3. Struktur tersier, interaksi struktur sekunder yang satu dengan
struktur sekunder yang lain melalui ikatan hidrogen, ikatan ion, atau
ikatan disulfida (-S-S-) misalnya terbentuk rantai dobell-heliks.
4. Struktur kuartener, struktur yang melibatkan beberapa peptida
sehingga membentuk suatu protein.Pada peristiwa ini, kadang-
kadang terselip molekul atau ion lain yang bukan merupakan asam
amino, misalnya pada hemoglobin, yang pada proteinnya terselip

ion Fe3+.

Gambar 2. Struktur Protein


BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum “Protein” dilaksanakan pada hari Jumat 13 maret 2020 pukul
10.50-16.20 WIB dilaboratorium Bioteknologi Agroekoteknologi Jurusan
Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

3.2 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan saat praktikum “Protein” antara lain tabung reaksi, rak
rabung reaksi, pipet tetes, hot plate, stirrer dan erlenmyer. Sedangkan bahan yang
digunakan dalam praktikum kali ini yaitu: Putih telur, HgCl 2%, Pb Asetat 5%,
AgNO3 5%, Asam Asetat, HCl, dan NaOH.

3.3 Cara Kerja


A. Pengendapan oleh logan
1. Satu tabung reaksi diisi sampel putih telur sebanyak 3 ml.
2. Kedalam tabung reaksi tersebut ditambahkan 5 tetes larutan HgCl2 2%, Pb
Asetat 5% dan AgNO3 5%.
3. Tabung reaksi didiamkan hingga terlihat ada atau tidaknya endapan dalam
sampe pada tabung reaksi.
4. Hasil dicantumkan pada tabel.

B. Pengendapan oleh alkohol


1. 3 buah tabung reaksi disiapkan, kemudian dibuat campuran sesuai tabel
dibawah.
2. Amati tabung warna yang menunjukkan protein tidak larut.
3. Ketika tabung reaksi trsebut ditempatkan dalam air mendidih selama 15 menit
dan didinginkan. Pada Temperatur kamar.
4. Untuk tabung 1 dan 2 ditambahkan 10 ml buffer asetat pH 7,4 1 M dan tulis
hasilnya sebelum dipanaskan, setelah dipanaskan dan diberi buffer asetat.
5. Hasil dicantumkan pada tabel.
C. Denaturasi protein
1. 3 buah tabung reaksi disiapkan , kemudian dibuat campuran sesuai tabel
dibawah.
2. Ketiga tabung tersebut ditempatkan dalam air mendidih selama 15 menit dan
didinginkan pada temperature kamar
3. Untuk tabung 1 dan 2 ditambahkan 10 ml buffer asetat Ph 7,4 1 M dan ditulis
hasilnya sebelum dipanaskan, setelah dipanaskan, dan setelah diberi buffer
asetat.
4. Hasil dicantumkan pada tabel.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 1. Hasil pengendapan dengan logam
No Bahan AgCl 2% AgNO3 5% Pb Asetat
1 Putih telur Endapan putih Endapan putih Endapan putih dan
dan dindingnya dan dindingnya dindingnya kotor
kotor kotor

Tabel 2. Hasil pengendapan dengan alkohol


No Bahan Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
1. Putih Bening Keruh Bening Endapan Bening Keruh
telur putih putih

Tabel 3. Hasil pengendapan denaturasi protein


No Bahan Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
1. Putih Bening Putih Bening Keruh Bening Keruh
telur putih

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini kita melakukan pengujian terhadap protein. Protein
adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida. Diperkuat oleh literature Poedjiadi (1994) yaitu protein
merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau manusia.
Pada pengujian protein ini menggunakan satu bahan yaitu Albumin. Namun,
untuk praktikum ini albumin diganti dengan putih telur. Albumin dapat diganti
dengan putih telur karena keduanya memiliki sifat yang sama, yaitu dapat larut
dalam air dan larutan garam encer. Uji yang dilakukan terdapat tiga uji yaitu
pengendapan dengan logam, pengendapan dengan alkohol, dan denaturasi protein.
Uji pertama adalah pengendapan dengan logam, diuji ini menggunakan tiga
pereaksi yaitu AgCl 2%, AgNO3 5%, dan Pb Asetat. Penggunaan pereaksi pada
uji protein dengan logam ini dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya
endapan yang terbentuk setelah direaksikan dengan sampel. Hasil yang di dapat
adalah terbentuk endapan putih dan dindingnya kotor pada pereaksi AgCl 2%,
AgNO3 5%, dan Pb Asetat.
Uji kedua adalah pengendapan dengan alkohol. Dibuat sampel putih telur
dalam tiga tabung reaksi. Menggunakan pereaksi HCL 0,1 M, NaOH 0,1 M, dan
buffer asetat pH 7,4 1M. Uji ini dilakukan dengan dua uji yaitu sebelum di
panaskan yang kedua sesudah dipanaskan. Pada tabung 1,2, dan 3 putih telur
sebelum dipanaskan tetap berwarna bening.
Setelah di beri pereaksi, ketiga tabung tersebut dipanaskan pada air yang
mendidih 15 menit setelah itu didinginkan pada temperatur kamar. Untuk tabung
1 hasil pada tabung satu adalah terdapat endapan keruh putih, sedangkan pada
tabung dua endapan putih., dan pada tabung 3 terdapat endapan keruh.
Sebagaimana menurut Katili (2009) alkohol dapat mengendapkan protein karena
gugus fungsional dari alkohol lebih kuat mengikat air sehingga kelarutan protein
dalam ar berkurang. Alcohol juga mampu merusak ikatan hidrogen di antara
gugus amida yang terdapat dalam struktur sekunder protein sehingga protein
kehilangan air dan akhirnya mengendap.
Uji yang ketiga adalah denaturasi protein, denaturasi protein adalah hilangnya
sifat-sifat struktur karena berubahnya ikatan hidrogen. Hal yang dapat
memengaruhi denaturasi ini adalah suhu. Saat suhu dinaikkan akan terjadi
pengendapan. Pereaksi yang digunakan adalah jenis larutan HCL 0,1 M, NaOH
0,1, buffer asetat, dan etanol 95%. Etanol digunakan sebagai pelarut. Pada tabung
pertama tabung di tambah dengan HCL 0,1 M tetap berwarna bening, ketika
setelah dipanaskan terjadi endapan putih. Tabung kedua putih telur ditambah
NaOH 0,1 dan tetap berwarna bening, namun setelah di panaskan terjadi
pengendapan keruh putih. Hal ini terjadi karena sifat denaturasi yang telah di
bahas sebelumnya. Sebagaimana menurut literature Samadi (2012) yaitu
denaturasi biasanya dibarengi oleh hilangnya aktivitas biologi dan perubahan yang
berarti pada beberapa sifat fisika dan fungsi seperti kelarutan. Panas dapat
mengacaukan ikatan hidrogen dari protein namun tidak akan mengganggu ikatan
kovalennya. Hal ini dikarenakan dengan meningkatnya suhu akan membuat energi
kinetik molekul bertambah.
Didalam percobaan pada praktikum ini terdapat kesalahan yang
mempengaruhi hasil percobaan, yaitu saat meneteskan putih telur kedalam tabung
reaksi, tetesannya tidak langsung ke tengah tabung reaksi melainkan menempel
pada pinggiran tabungnya sehinga pada saat tabung reaksi yang berisi putih telur
ketika dipanaskan telurnya menjadi tidak matang.
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum diatas yaitu protein adalah
senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari
monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan
peptida. Dalam pengujian protein dapat menggunakan albumin, jika tidak ada
albumin dapat digantikan dengan putih telur. Karena albumin dan putih telur
memiliki sifat yang sama.
Pengujian protein dapat dilakukan dengan beberapa uji. Diantaranya, uji
pengendapan dengan logam, uji pengendapan dengan alkohol, dan denaturasi
protein. Pada praktikum ini bahan yang diujikan yaitu putih telur dan direaksikan
dengan beberapa pereaksi diantaranya HgCl, Pb Asetat, AgNO3, asam asetat,
HCl, NaOH serta etanol.

5.1 Saran
Pada saat praktikum protein, sebaiknya kita memperhatikan semua yang
dijelaskan Asisten Laboratorium agar kita semua sebagai praktikan dapat
memahami praktikum ini dengan jelas dan selalu menjaga kondusifitas agar
praktikum dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman.
DAFTAR PUSTAKA

Haryanto. 2004. Penuntun Praktikum Biokimia. Samarinda: Universitas Jurnal


Kimia Mulawarman. Vol. 14 No. 2 Hal. 91-99. Jurnal Sains Farmasi &
Klinis. Vol. 1 No.1 Hal. 27-37. Mulawarman.
Katili, A.S. 2009. Struktur Dan Fungsi Protein Kolagen. Jurnal Pelangi Ilmu. Vol
2. No.5.
Lehninger, A. L. 1990. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : Erlangga.
Poedjiadi, A. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.
Press.
Samadi. 2012. Konsep Ideal Protein (Asam amino) Fokus Pada Ternak Ayam
Pedaging. Jurnal Biokimia. Vol 12. No 2.
Soedarmo, M. G., Abdul, M. 1988. Biokimia. Bogor: Pusat Antar IPB.
Soerodikoesoemo dan Hari. 1989. Struktur Dan Fungsi Protein Kolagen. Jurnal
pelangi Ilmu. Vol: 2. No:5.
LAMPIRAN

Gambar 1. Larutan Gambar 2. Larutan Gambar 3. Pb Asetat 5%


AgNO3 HgCl 2%

Gambar 4. Telur Gambar 5. Rak Tabung Gambar 6. Pipet Tetes


Reaksi

Gambar 7. Uji Gambar 8. Uji Gambar 9. Uji Denaturasi


Pengendapan Logam Pengendapan Alkohol Protein