Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ageing process dalam perjalanan hidup manusia merupakan suatu hal
yang wajar akan dialami semua orang yang dikaruniai umur panjang, hanya
lambat cepatnya proses tersebut bergantung pada masing-masing
individu.Secara individu, pada usia di atas 60 tahun tejadi proses
penuaan secara alamiah. Hal ini akan menimbulkan masalah fisik, mental,
sosial, ekonomi danpsikologis.Dengan bergesernya pola perekonomian dari
pertanian ke industry maka pola penyakit juga bergeser dari penyakit menular
menjadi penyakit tidak menular atau akibat penuaan (degeneratif).
Penyebab kematian karena penyakit jantung, pembuluh darah dan
tuberkulosa pada saat ini menduduki urutan pertama pada kelompok lanjut
usia, selanjutnya kanker dan stroke (CVA). Oleh karena peran serta
masyarakat dalam pembinaan kesehatan lanjut usia perlu dikembangkan
secara optimal.Sebagai seorang perawat professional dalam memberikan
bantuan kepada lanjut usia melalui pendekatan proses keperawatan perlu
memperhatikan aspek pendekatan fisik, psikis, sosial dan spiritual.
Dalam hal ini memberikan bantuan, bimbingan, pengawasan dan
perlindungan untuk pertolongan lanjut usia secara individu maupun kelompok
seperti di rumah / lingkungan keluarga,panti sosial Tresna Werdha maupun
puskesmas yang diberikan oleh perawat.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka didapatkanlah rumusan
masalah sebagai berikut:
a. Apa defenisi manusia?
b. Apa itu apa itu model pendidikan kesehatan lansia?
c. Apa aspek Pembina kesehatan?
C. Tujuan penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
a. Mengetahui apa itu defenisi manusia.
b. Mengetahui model pendidikan kesehatan lansia.
c. Mengetahui aspek Pembina kesehatan.

D. Manfaat penulisan
Makalah ini hendaknya dapat bermanfaat guna menambah
pengetahuan mengenai konsep unsur-unsur dan bentuk-bentuk
Pemberdayaan Masyarakat sehingga dapat hendaknya diaplikasikan dalam
pemberian asuhan keperawatan dan pendidikan kesehatan pada lansia
BAB II
PEMBAHASAN
Model Pendidikan Kesehatan pada Lansia

1. Definisi Manusia
Manusia adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan
kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti diri dan
mempertahankan setruktur dan fungsi normalnya sehimgga tidak dapat
bertahan terhadap infeksi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap
infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.
(constantinildes,1994).Dengan begitu manusia secara progresif akan
kehilangan daya tahan terhadap infeksi dan akan menumpuk makin banyak
distorsi metabolic dan strukyural yang disebut sebagai penyakit
degeneratif(seperti hipertensi,aterosklerosis, diabetes militus,dan kangker).
Adanya yang menganalogikan menuanya manusia seperti ausnya suku
cadangan suatu mesin yang bekerja sangat kompleks yang bagian-
bagiannya sangat komplek dan saling mempengaruhi. Analisis tidak setuju
dengan hal ini karena manusia mempunyai jiwa dsan budaya yang
banyak mempengaruhi fisiknya.
Aspek Pembina Kesehatan
2. Pedoman Pembina Kesehatan
Tujuan pembinaan kesehatan bagi kaum lanjut usia adalah meningkatkan
derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia
dan berguna dalam kehidupan keluarga dan masyrakat. Mereka yang berusia
40-45 tahun (menjelang usia lanjut/masa virilitas) memerlukan informasi
pengetahuan sebagai berikut :
a. Mengetahui sedini mungkin adanya akibat proses penuaan,misalnya
adanya keluhan-keluhan :
 mudah jatuh atu jatuh berulang kali,
 mudah lelah,
 nyeri dada,
 berdebar-debar,
 sesak nafas waktu melakukan kerja fisik dan lain-lain.
b. mengetahui pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
c. melakukan latihan kesegaran jasmani.
d. melakukan diet dengan menu yang seimbang.
e. Meningkstksn kegiatan sosial di masyarakat.
f. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mereka yang berusia 55-64 tahun (masa presenium) memerlukan


informasi pengetahuan mengenai hal-hal sebagai berikut :

a. Pemeriksaan kesehatan secara berkala


b. Perawatan gizi/diet seimbang.
c. Kegiatan olahraga/kesegaran jasmani.
d. Perlunya berbagai alat bantu untuk tetap berdayaguna.
e. Pengembangan hubungan sosial di masyarakat.
f. Peningkatan hubungan sosial di masyarakat.
g. Peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mereka yang berusia 65 tahun ke atas dan kelompok risiko tinggi


memerlukan informasi pengetahuan sebagai berikut:

a. Pembinaan diri sendiri dalam hal pemenuhan kebutuhan


pribadi,aktuvitas di dalam maupun di luar rumah.
b. Pemakaian alat bantu sesuai dengan kebuthan gan kemampuan yang
ada pada mereka.
c. Pemeriksaan secara berkala.
d. Pearwatan Fisioterapi di rumah sakit terdekat.
e. Latihan kesegaran jasmani.
f. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Secara umum, tindakan-tindakan pencegahan praktis yang kiranya dapat


dijalankan adalah sebagai berikut:
a. Hindari berat badan yang telalu berat (obesitas atau overweight).
b. Kurangi makanan dan pilihan makanan yang sesuai.
c. Olahraga yang ringan dan teratur harus dilakukan.
d. Faktor-faktor risiko penyakit jantung iskemik perlu dihindari. Ada tiga
macam faktor:
 faktor resiko yang tak dapat dihindari :umur, jenis
kelamin,factor keturunan.
 faktor resiko yang sukar dihindari :kepribadian.
 faktor resiko yang dapat dihindari/ diabatasi: merokok,
hipertensi, diabetes melitus, kelebihan berat
badan,hiperkolesterolemia.
e. Menghindari timbulnya kecelakaan-kecelakaan
f. Tindakan-tindakan mengisi kehidupan
g. Persiapan menghadapi pensiun.
h. Pemeriksaan kesehatan secara periodik.

3. Program Pemeliharaan Kesehatan


Tentunya kita semua sependapat bahwa tujuam pembinaan Lanjut Usia
adalah agar mereka mandiri, berguna dan sejahtera. Oleh karena itu tentunya
kemandirian, kegunaan dan kesejahteraan dapat dijadikan kriteria akan
kualitas hidupnya. Untuk dapat menjalani hidup yang berkualitas diperlukan
bekal. Bagi seorang lanjut usia bekal ini dapat berupa pengalaman
,pengetahuan dan keahlian,kearifan dan kesehatannya.Seseorang yang
menjalani hidup secara normal dapat diasumsikan bahwa semakin tua,
pengalaman juga semakin banyak,pengetahuannya akan luas,keahlianya
semakin mendalam dan kearifanya semakin mantap.Namun
demikian,kebugaran dan kesehatannya biasanya semaikn menurun. Bersamaan
dengan itu, menjelang memasuki saatnya memasuki lanjut usia bagi sebagian
orang akan menimbulkan masalah-masalah yang berkaitan dengan hilangnya
kedudikan formal dengan segala konsekwensinya serta perubahan-
perubahan yang terjadi yang dirasakan sebagian hilangnya teman-
teman dalam arti kata yang sesungguhnya.
Kesehatan yang dimaksud disini adalah keadaan sejahtera secara
fisik,mental, sosial dan tidak sekedar bebas penyakit atau cacat. Kondisi
kesehatan inilah yang pada hakikatnya menjadi penompang untuk
mengamalkan pengalaman, ilmu, keahlian dan kearifan secara optimal.
Kesehatan pada dasarnya dipengaruhi oleh empat faktor utama yaitu faktor
keturunan, lingkungan upaya kesehatan dan perilaku. Terhadap faktor
keturunan tuntunya kita tidak bisa bebuat apa-apa, dalam arti bahwa sesuatu
yang diturunkan akan melekat pada diri kita untuk selama-lamanya.dalam hal
yang berkaitan dengan lingkungan, dalam banyak hal kita sering tidak
mempunyai pilihan kecuali kita bisa memperbaikinya sendiri-sendiri maupun
secara kolektif.Upaya kesehatan terutama menjadi tanggung jawab
instintusi kesehatan.Tetapi menyangkut masalah perilaku sepenuhnya
terletak di tangan orang masing-masing.
Dengan perilaku yang sehat, interaksi orang dengan lingkungannya
maupun upaya kesehatan dapat menghasilkan kualitas hidup yang memadai
dan mungkin juga umur panjang. Program tiga sehat pada hakikatnya adalah
sebuah program perilaku. Disebut tiga sehat oleh karena mempunyai tiga
komponen, yaitu mental, olahraga dan gizi, ketiganya merupakan
tritunggal. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal ketigannya harus
dijalankan tanpa mengabaikan salah satu. Sebagai program perilaku,
keberhasilan program ini akan sangat tergantung pada niat dan ketentuan yang
menjalaninya.Pokok-pokok kegiatannya sebagai berikut:
1) Olahraga secara teratur minimal 3 kali dalam seminggu yakni berjalan
kaki, kalau bisa dengan kecepatan 6 km/jam selama 45 menit sampai 1 jam
setiap kalinya. Kecepatan ini disesuaikan dengan kemampuan,
yang terpenting adalah teraturnya olahraga tersebut dijalankan.
2) Diet dengan pedoman sebagai berikut :
a. Susunan makanan yabg beraneka ragam,
b. Mengurangi konsumsi gula,
c. Mengurangi konsumsi garam,
d. Membatasi konsumsi lemak,
e. Meningkatkan serat dan pati sebagai sumber kalori
f. Untuk menjaga disiplin, kiat yang dapat dijalankan adalah 3 kali
seminggu pada hari senin, Rabu, Jumat tidak mengkonsumsi sama
sekali makanan hewani. Sedangkan pada hari-hari lainnya berpedoman
kepada apa ang disebutkan di atas.
Dalam kaitannya dengan mental, diusahakan:
a. Tetap aktif secara mental
b. Tetap aktif dalam kehidupan sosial,
c. Menerima proses menjadi tua dengan ikhlas dan
menyesuaikan diri dengan realitas,
d. Menjahui polusi mental,
e. Meningkatkan kehidupan spiritual.

Dalam konteksnya dengan program tiga sehat ini, kegiatan olahraga


dilakukan di luar tempat yang rutin,untuk lebih meningkaykan kegairahan
fisik maupun mental.selanjutnya, sekali dalam sebulan, yaitu setiap hari rabu
pertama pada sore hari, dilaksanakan pertemuan sosial yang diisi ceramah-
ceramah dengan yang bervariasi.

Semua kegiatan diatas dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan


berkala yang dilakukan sekali dsalam setahun. Evaluasi sementara
memberikan kesehatan berikut:

a. Program tiga sehat yang diterapkan kepada purnawirawan dan warakawuri


dirasakan dengan mengairahkan kehidupannya serta menjdi cara untuk
menghilangkan stres.
b. Dirasakan meningkatnya kebugaran serta menurunnya frekwensi keluhan
sakit yang tidak jelas (masuk angin).
c. Menurunya kebutuhan akan obat-obatan bagi mereka yang
menderita penyakit tertentu.
4. Pengobatan Bagi Kaum Lansia
Sudah barang tertentu kelainan di atas sebaiknya dicegah agar sampai
berkeanjutan. Sering kali kelainan ini dirasakan sebagai suatu pukulan
hebat.Berat ringannya penderitaan yang dialami ini ditentukan oleh
kepribadian ,factor lingkungan seperti faktor sosio-budaya setempat
serta faktor kewajiban dan orang-orang yang brada di sekitarnya.WHO
menekankan perlunya pelatuhan dan informasi bagi keluarga, teman dan
tetangga yang memberi perawatan dan bantuan bagi kaum lanjut Usia secara
nformal. Ada beberapa bidang tindakan pencegahan penyakit bagi kaum lanjut
Usia. Mulai dari imunisasi flu dan radang paru-paru serta penghentian rokok
dapat dikurangi risikon terserang kangker paru-paru maupun penyakit
jantung, walaupun usia mereka sudah 70-an, Bentuk pencegahan
yang lain adalah screening untuk penglihatan, pendengaran, kangker,
kolesterol darah dan lain-lain.
Kaum lanjut usia perlu terus melakukan kegiatan sehari-
hari,mencegah terjadinya peristiwa yang kurang baik atau berbahaya,juga
meningkatkan dan mempertahankan aktivitas mental serta fisik
semaksimal mungkin. Anggapan bahwa usia 70 tahun sekaramg ini belum
terlalu tua jika dibanding 40 tahun lalu, karena sekarang banyak orang merasa
bahwa lanjut Usia bukanlah sesuatu yang harus disesali tetapi disyukuri
dan dinikmati.Yang menyesali usia tua adalah oerang-orang yang tidak
bahagia,tidak dinamis dan tidak kreatif-produktif. Sebalinya, ada orang
tua yang merasa ”tidak pernah tua”tapi terus ” berjiwa muda”.
Golongan ini adalah mereka yang karena kecintaanya kepada profesi
tetap aktie dan tetap mengetahui apa yang terjadi.
Orang yang semasa mudanya aktif tentuakan merasa sangat tertekan jika
diusia lanjutnya tidak mepunyai aktivitas lagi. Oleh karena itu perlu ada
aktivitas ringan umtuk kesehatan jiwa dan fisiknya. Yang terpenting bagi para
lanjut Usia adalah mengenal dirinya sendiri, sehingga hal yang
dianggapsebagai gejala awal dari”ketegangan yang berlebihan” dapat
dideteksi secara awal. Ternyata kebiasaan hidup merupakan cara yang
paling tepat untuk menghindari penyakit jantung koroner, dan kegiatanya
mencakup mengurangi perilaku buruk yang sudah terlanjur menjadi
kebiasaaan, misalnya : kebiasaan merokok, kebiasaan makan/jajan yang
berlebihan. Dianjurkan berolahraga secarateratur, mengurangi berat badan,
cara makan dan diet perluh diubah, dan pengecekan medik secara
teratur(laboratorium dan X ray dan sebagainya).
Masih ada lagi cara relaksasi yang mudah yang dapat dilaksanakn oleh
mereka yang mau melatih diri, antara lain meditasi atau latihan untuk relaks
dengan membayangkan tempat yang paling indah dan paling aman di dunia ini
.ungsi alat-alat tertentu pada Lanjut Usia sangat berbeda, misalnya proses
enzim, fungsi pencernaan, ginjal dan lain-lain, sehingga mengunakan obat
juga sangat berbeda dibandingkan orang muda. kita perlu berhati-hati
mengunakan obat. misalnya dengan menghindarkan obat dosis tinggi.
Namun,bukan berarti kita tidak boleh menggunakan dosis tinggi. Infeksi yang
serius tepat dan biasanya berdosis lebih tinggi. Jadi, yang perlu diperhatikan
adalah :
1) Efek dari obat yang diberikan.
2) Selalu memakai dosis terendah namun efektif.
3) Memakai obat-obat dengan sedikit mungkin variasi, karena daya kaum
lanjut usia mulai berkurang terutama hal-hal yang baru terjadi,
sehingga tidak jarang salah makn obat, luoa, atau keliru dosisnya.
4) Jangan sekali –kali mengunakan obat untuk menghilangkan gejala
sakit tanpa mengetahui terlebih dulu penyakitnya, sebab sering sekali
seorang penderita yang sudah terbiasa meminum suatu obat, walaupun
sebenarnya tidak berguna, merasa tergantung bila pemakaian obat ini
dihentikan.
5) jangan sekali makan obat tertentu untuk mengairahkan hidup secara
terus- menerus,sebab hal ini justru akan bertentangan dengan prinsip
pengobatan.
6) bila setelah memakan suatu obat tambahan ternyata gejala
bertambah buruk, sebainya dihentikan. kita harus selalu waspada akan
efek samping yang mungkin masih belum diketahui dari suatu obat.
7) Semua obat harus segera dihentikan pemakaianya bila sudah tidak
perlu.sebab itu sebaiknya dianjurkan untuk sering mengadakan review
pada pemakain obat.
5. Pengobatan Tradisional
Para lanjut usia cenderung memiliki kondisi yang kurang baik disbanding
ketika muda, sehngga mud terserang berbagai penyakit seperti jantung
koroner, pengerasan pembulu darah, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan
persendian, alat gerak, pikun, depresi dan sebagaianya. untuk mengatasi
berbagai penyakit itu dapat dipakai bahan-bahan alamiah yang berkhasiat.
misalnya, penderita tekanan darah tinggi dapat menggodok daun
sambiloto dan seledri atau boleh juga mengkonsumsi acang cuka,
rumput laut, jamur hioko, kucai atau seledri. Penderita kencing manis
(diabetes) dapat mengkonsumsi labu parang,pare, kangkung, cuka hitamdan
sambiloto untuk untuk meningkatkan fungsi pangkreas untuk
memproduksi insulin. sedangkan untuk meningkatkan gairah hidup atau
para lanjut usia yang kurang tenaga dapat mengunakan biji kucai dan biji pare.
Jika ingin meningkatkan stamina agar kelihatan segar dan berseri sebaiknya
lebih banyak mengkonsumsi cuka hitam dan cuka hitam dalam makanan
sehari-hari,karena cuka hitam sangat bekhasiat terutama untuk para lanjut Usia
yang sering mengalami pengerasan pembuluh darah, rematik,jantung
koroner , stroke dansebagainya.
Teh hijau pun sangat cocok bagi para Lanjut Usia.Selain memilih
makanana yang berkasiat, diperlukan juga strategi pencegahan dan
pengobatan, yakni menghindari stres, istirahatnya yang cukup dan bersyukur
akan nikmat yang telah diberikan Tuhan. Cara ini sangat efisien, aman, efektif
dan tentu saja ekonomis. Strategi pencegahan dan pengobatan yang dapat
dilakukan adalah akupuntut, akupteser, pijat, pijat refleksi, kop,
kerikakupuntur stamina yang letih, lesu , lemah , kurang bergairah hingga
hidup penuh keseimbangan ! Olahraga juga perlu diiringi dengan makanan
bergizi tetapi tidak perlu mahal, jamur, asparagus, royal jeli dan tumbuhan lain
yang berkasiat sebagai obat (food therapy).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebagai seorang perawat professional dalam memberikan
bantuan kepada lanjut usia melalui pendekatan proses keperawatan
perlu memperhatikan aspek pendekatan fisik, psikis, sosial dan spiritual.
Dalam hal ini memberikan bantuan, bimbingan, pengawasan dan
perlindungan untuk pertolongan lanjut usia secara individu maupun
kelompok seperti di rumah / ingkungan keluarga, panti sosial Tresna
Werdha maupun puskesmas yang diberikan oleh perawat.
DAFTAR PUSTAKA

1. Hardywinoto,dkk.Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai


Aspek (Menjaga Keseinbangan Kualitas Hidup Para Lanjut
Usia).Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.
2. Wahyudi Nugroho ( 2000), Keperawatan Gerontik Edisi 2 , EGC Jakarta
3. Maryam, R.Siti, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya.
Jakarta: Salemba Medika
4. http://www.infokeperawatan.com/artikel/ (14 September 2013)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Corona virus


Sub Pokok Bahasan : Pencegahan Corona virus
Sasaran : Ny. N dan keluarga
Hari/tanggal : 10 April 2020
Waktu : 10 menit
Tempat : kediaman Ny. N
A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan penyuluhan selama 10 menit klien/keluarga
diharapkan   dapat  mengerti  tentang penyakit Corona virus
B. Tujuan Instruksional Khusus
1. Menjelaskan pengertian Corona virus
2. Menjelaskan tentang penyebab Corona virus
3. Menjelaskan tentang bagaimana penularan Corona virus
4. Menjelaskan tentang tanda dan gejala Corona virus
5. Menjelaskan tentang komplikasi Corona virus
6. Menjelaskan tentang pengobatan Corona virus
7. Menjelaskan tentang pencegahan Corona virus
C. MATERI PENYULUHAN ( terlampir )
1. Pengertian Corona virus
2. Penyebab Corona virus
3. Penularan Corona virus
4. Tanda dan gejala Corona virus
5. Komplikasi Corona virus
6. Pengobatan Corona virus
7. Pencegahan Corona virus
D. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
E. MEDIA
Leaflet Corona virus
F. KEGIATAN PENYULUHAN

No Waktu Langkah Kegiatan penyuluh Kegiatan peserta


1. 2 menit Pembukaan  Mengucapkan salam  Menjawab
salam
 Menyampaikan  Memperhatikan
tujuan
2. 6 menit Penyampaian  Menjelaskan  Mendengarkan
pengertian Corona dan
virus memperhatikan
 Menjelaskan  Bertanya
penyebab Corona
virus
 Menjelaskan tentang
bagaimana
penularan Corona
virus
 Menjelaskan tanda
dan gejala Corona
virus
 Menjelaskan
komplikasi Corona
virus
 Menjelaskan tentang
pengobatan Corona
virus
 Menjelaskan tentang
pencegahan Corona
virus
 Memberikan
kesempatan bertanya
3. 2 menit Penutup.  Menyimpulkan  Membuat 
bersama kesimpulan
 Memberikan umpan tentang materi 
balik yang telah
 Menyampaikan disampaikan
terima kasih atas  Mendengarkan
perhatian dan waktu  Memperhatikan
yang telah di  Menjawab
berikan pertanyaan dari
 Mengucapkan penyuluh
salam  Menjawab
salam

G. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan media : Leaflet
d. Ny. N dan keluarga memperhatikan penyuluhan
2. Evaluasi Proses
a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
b. Ny. Ndan Keluarga antusias terhadap materi penyuluhan
c. Ny. Ndan Keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
secarabenar
3. Evaluasi Hasil
Ny. N dan keluarga dapat :
a. Menjelaskan pengertian Corona virus
b. Menyebutkan penyebab Corona virus
c. Menjelaskan bagaimana penularan Corona virus
d. Menyebutkan 3 dari 5 tanda dan gejala Corona virus
e. Menyebutkan minimal 3 komplikasi Corona virus
f. Menjelaskan pengobatan Corona virus
g. Menjelaskan pencegahan Corona virus

MATERI PENYULUHAN
CORONA VIRUS
A. Pengertian
Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menyebabkan yang bisa
menginfeksi sistem pernafasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya dapat
menyebabkan infeksi pernafasan ringan seperti flu. Namun, virus ini juga bisa
menyebabkan infeksi pernafasan berat, seperti infeksi paru-peru (pneumonia),
middle-East Respiratory Syndrom (SARS).
B. Penyebab
Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri.
Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti:
1. Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
2. Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
3. Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang
terkena percikan air liur pengidap virus corona.
Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti.
Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama
masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, metode transmisi COVID-19 juga
belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis COVID-19 diduga
bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang
beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.
Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia
dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi
bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan,
kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.

C. Cara Penularan corona virus


Pada awal kemunculannya, kasus ini diyakini menular dari melakukan
kontak langsung dengan hewan pembawa coronavirus. Meski begitu, jumlah
infeksi yang kian meluas bahkan di luar Tiongkok diyakini bahwa Covid-19
menular dari manusia ke manusia melalui cairan yang dikeluarkan oleh
sistem pernapasan (droplets). Air liur yang keluar saat bicara atau bersin
adalah droplets.
Beberapa kemungkinan yang dapat menularkan virus corona baru
(SARS-CoV-2) ini, antara lain:
1. Melalui droplets (cairan/liur yang keluar saat batuk dan bersin tanpa
menutup mulut, bahkan berbicara).
2. Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi.
3. Menyentuh permukaan atau benda yang terdapat virus, kemudian
menyentuh hidung, mata, atau mulut. SARS-CoV-2, virus corona
penyebab Covid-19 memiliki masa hidup yang berbeda-beda ketika berada
di luar tubuh (permukaan benda), misalnya:
a. Permukaan tembaga, mampu hidup hingga 4 jam
b. Karton/kardus, hingga 24 jam
c. Plastik dan stainless steel, hingga 2-3 jam
Pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona (SARS-
CoV-2) pun masih bisa menularkan Covid-19 ke orang lain. Hal ini
dinyatakan dalam sebuah studi terbaru berjudul Positive RT-PCR Test
Results in Patients Recovered From COVID-19 sebagaimana dilansir dari
Jurnal JAMA.

D. Tanda gejala corona virus


Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya.
Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang,
dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona
yang terbilang ringan:
1. Hidung beringus.
2. Sakit kepala.
3. Batuk.
4. Sakit tenggorokan.
5. Demam.
6. Merasa tidak enak badan.

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan


gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan
pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala seperti:
1. Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
2. Batuk dengan lendir.
3. Sesak napas.
4. Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
5. Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu.
Contohnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan
sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.
E. Komplikasi corona virus
1. Gagal ginjal
2. Kematian
3. Pneumonia (infeksi paru-paru)
4. Acute cardiac injury
5. Acute respiratory distress syndrom
F. Pengobatan corona virus
Infeksi corona virus ataucovid’19 belum bisa di obati, tetapi ada
beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya
dan mecegah penyebaran virus yaitu :
1. Merujuk penderita covid-19 untuk menjalani perawatan dan karantina
dirumah sakit yang ditunjuk.
2. Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi
penderita
3. Menganjurkan penderita covid-19 untuk banyak minum air putih untuk
menjaga kadar cairan tubuh
4. Menganjurkan penderita covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan
istirahat yang cukup
G. Pencegahan corona virus
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk mencegah virus corona
penyebab Covid-19. Penelitian masih terus dilakukan untuk segera
menemukan penangkalnya. Meski begitu, Anda masih bisa melakukan
sesuatu untuk mencegah Covid-19, di antaranya:
1. Cuci tangan lebih sering dengan sabun dan air, setidaknya 20 detik
2. Apabila tidak tersedia sabun dan air, gunakan hand sanitizer berbasis
alkohol.
3. Hindari menyentuh permukaan benda di tempat/transportasi umum.
4. Hindari berjabat tangan dengan orang lain untuk sementara waktu
5. Hindari menyentuh hidung, mulut, atau bagian wajah lainnya dengan
tangan yang belum dicuci.
6. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
7. Bersihkan barang/permukaan benda yang sering Anda sentuh dengan
disinfektan atau alkohol.
8. Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci
tangan.
9. Tetaplah di rumah jika sakit alias lakukan isolasi diri.
10. Lakukan social distancing atau memberi jarak setidaknya 1 meter
dari orang lain, khususnya yang sedang batuk atau bersin.
11. Menghindari tempat keramaian.
12. Konsumsi makanan sehat dan bergizi untuk membantu menjaga
daya tahan tubuh.