Anda di halaman 1dari 7

AKU SEORANG SANITARIAN

A. Sejarah Profesi Sanitarian

Tenaga kesehatan harus membentuk organisasi profesi sebagai wadah untuk

meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, martabat dan

etika profesi tenaga kesehatan. Setiap jenis tenaga kesehatan hanya dapat membentuk 1

(satu) Organisasi profesi. Pembentukan organisasi profesi dilaksanakan sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan. Organisasi Profesi dilengkapi dengan AD ART,

Akte Notaris Pendirian Organisasi, Pengesahan oleh Menkumham, dan Tercatat di

Kemendagri. Semula ada 2 organisasi profesi yang bergerak dalam bidang kesehatan

lingkungan, yaitu ISI (Ikatan Sanitarian Indoesia) dan IKKI (Ikatan Kontrolir Kesehatan

Indonesia. Pada tahun 1990an pada kongres bersama ke-2 Organisasi Profesi tersebut di

Bandung, disepakati penggabungan keduanya dan menggunakan nama kesepakatan

HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) sampai sekarang.

B. Definisi Sanitarian

Apa itu sanitarian ? Sanitarian adalah tenaga profesional di bidang Kesehatan

Lingkungan yang memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan lingkungan air, udara,

tanah, makanan dan vector penyakit pada kawasan perumahan, tempat-tempat umum,

tempat kerja, industri, transportasi dan matra.

Sanitarian adalah tenaga sanitasi. Tenaga sanitasi adalah meliputi tenaga kesehatan

yang didik secara khusus pada :

1. Sekolah Penjenan Kesehatan (SPK) A/B

2. Sekolah Menengah Kesehatan Atas (SMKA),

3. Sekolah Pembantu Penilik Hygiene (SPPH)

4. Kursus Pendidikan Kontrolir Kesehatan


5. Akademi Kontrolir Kesehatan

6. Akademi Penilik Kesehatan

7. Akademi Penilik Kesehatan Teknologi Sanitasi

8. Pendidikan Ahli Madya Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan

9. Akademi Kesehatan Lingkungan

10. Jurusan/ Program Studi/ Diploma Sanitasi dan Kesehatanlingkungan

11. Master / Megister Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan

Kualifikasi tenaga sanitarian terdiri dari :

1. Sanitarian yang memiliki ijazah profesi kesehatan lingkungan

2. Teknisi Sanitarian Utama merupakan tenaga sanitarian yang memiliki ijazah Diploma

Tiga Penilik Kesehatan Atau Diploma Empat/ Sarjana Terapan / Sarjana Kesehatan

Lingkungan / Ilmu Lingkungan / Teknologi Lingkungan / Teknik Lingkungan / Teknik

Sanitasi.

3. Teknisi Sanitarian Madya merupakan tenaga sanitarian yang memiliki ijazah Diploma

Tiga Ahli Madya Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan/Teknologi Sanitasi.

4. Teknisi Sanitasi Pratama merupakan tenaga sanitarian yang memiliki ijazah Diploma

Satu Kesehatan Lingkungan / Pembantu Penilik Hygiene.

5. Asisten Tenaga Sanitarian merupakan orang yang memilki ijazah SMK Kesehatan

Lingkungan / Sanitasi / Plumbing.

C. Peran dan Fungsi Sanitarian

1. Sebagai Pelaksana Kegiatan Kesehatan Lingkungan

a. Fungsi 1: Menentukan komponen lingkungan yang mempengaruhi kesehatan

manusia.

Kompetensi yang harus dimiliki adalah :


 Mampu mengidentifikasi komponen-komponen yang berpengaruh terhadap

kesehatan manusia.

 Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan prosedur

b. Fungsi 2 : Melaksanakan pemeriksaan dan pengukuran komponen lingkungan

secara tepat berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan. Kompetensi yang harus

dimiliki :

1) Memilih alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan.

2) Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan prosedur

c. Fungsi 3) : Menginformasikan hasil pemeriksaan /pengukuran

Kompetensi yang harus dimiliki :

1) Memahami bentuk-bentuk penyajian hasil pemeriksaan

2) Menyajikan hasi pemeriksaan/pengukuran

d. Fungsi 4) : Menetapkan penyimpangan hasil pemeriksaan terhadap standar baku

mutu sanitasi.

Kompetensi yang harus dimiliki :

1) Memahami standar baku mutu sanitasi

2) Mampu menggunakan standar sanitasi lingkungan yang tepat.

3) Mampu menegakkan diagnosa lingkungan.

2. Peran sebagai pengelola kesehatan lingkungan

Fungsinya seorang sanitarian mampu menganalisis hasil pengukuran komponen

lingkungan yang mempengaruhi kesehatan lingkungan ; menginterpretasikan hasil

pengukuran komponen lingkungan yang mempengaruhi kesehatan manusia, melakukan

rancangan dan rekayasa penanggulangan masalah Lingkungan yang mempengaruhi

kesehatan manusia; mengorganisir penanggulangan masalah kesehatan lingkungan dan


mengevaluasi hasil. Kompetensi yang dimiliki harus mampu mengidentifikasi

komponen-komponen yang mempengaruhi kesehatan manusia.

3. Peran sebagai Pengajar, Pelatih dan Pemberdayaan Masyarakat,

Fungsinya adalah mengidentifikasi, menentukan, merencanakan, melaksanakan

dan mengevaluasi pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang kesehatan

lingkungan. Kompetensi yang harus dimiliki adalah :

a. Menyusun instrumen , mengumpulkan, memilih bentuk dan metode intervensi,

b. memahami tata laksana, menggali dan menggerakkan sumber daya, menjalin

c. kemitraan, memberikan alternatif pemecahan masalah.

d. Menentukan instrumen evaluasi, menilai kriteria keberhasilan intervensi.

4. Peran sebagai Asisten Peneliti Kesehatan Lingkungan

Fungsi : Menentukan masalah dan melakukan kegiatan penelitian teknologi tepat guna

bidang kesehatan lingkungan. Kompetensi yang harus dimiliki :

a. Mengumpulkan data, merumuskan masalah kesehatan lingkungan

b. Mampu membuat usulan penelitian, menggerakan sumber daya dan menyusun

laporan penelitian.

3) Ku Lanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi Prodi Diploma III Sanitasi

Bagaimana akhirnya aku memutuskan melanjutkan pendidikan dengan mengambil

prodi sanitasi ? Awalnya aku tidak pernah menyangka jika akan mengambil prodi sanitasi

walaupun aku berlatar belakang lulus dari SMK kesehatan. Tahun 2018 aku menginjak

bangku kelas 12 SMK aku mulai mencari perguruan tinggi mana yang akan aku pilih untuk

melanjutkan pendidikan. Setelah mendapatkan beberapa pilihan kampus dan jurusan.

Akhirnya aku memantapkan memilih Poltekkes Kemenkes Semarang sebagai tempat aku

menimba ilmu. Saat pendaftaran aku memilih 2 prodi di Poltekkes Kemenkes Semarang

yaitu pilihan pertama Diploma III Kesehatan Lingkungan dan Diploma III Perawat Gigi.
Saat itu aku sangat berharap sekali masuk dipilihan pertama karena setelah aku mencari

informasi mata kuliah yang dipelajari sangat menarik dan salah satu rekomendasi dari

psikolog setelah aku mengikuti tes minat bakat.

Ku ikuti rangakain tes seleksi masuk perguruan tinggi tersebut yang terdiri dari tes

tertulis, kesehatan dan wawancara. Hari itu tiba pengumuman aku buka website sipenmaru

Poltekkes Kemenkes Semarang dan kubaca namaku tertulis di tabel mahasiswa yang

diterima dengan jurusan Diploma III Keehatan Lingkungan. Hatiku gembira sekali tapi ada

yang membuat ku sedih karena letak kampus di Purwokerto artinya aku harus merantau ke

luar kota. Dipikiran ku pertama kali jurusan kesehatan lingkungan akan bertolak belakang

dengan jurusan yang aku ambil waktu SMK yaitu Analis Kesehatan ternyata tidak banyak

kesamaan yang mirip misalnya mempelajari mikrobiologi, parasitologi dan praktikum

laborat lainnya.

Dua tahun sudah aku kuliah di Jurusan Sanitasi semester satu, dua, tiga dan empat

telah kulalui ternyata menyenangkan karena materi dan dosen pengajarnya tidak

membosankan. Pembelajaranpun tidak hanya di kelas tetapi di laboratorium maupun

langsung terjut di masyarakat.

4) Matakuliah yang dipelajari Diploma III Sanitasi

Apa saja matakuliah yang dipelajari saat menempuh pendidikan diploma tiga

sanitasi ? untuk semester satu yang dipelajari sebagian masih umum seperti pendidikan

agama, pendidikan, bahasa inggris, bahasa indonesia, dasar-dasar kesehatan lingkungan,

teknik pengambilan sampel, dasar teknik, mikrobiologi lingkungan dan ekologi. Semester

dua matakuliah yang dipelajari yaitu kewarganegaraan, fisika lingkungan, kimia

lingkungan, entomologi, toksikologi lingkungan, pencemaran lingkungan, ilmu sosial

budaya dasar, parasitologi dan pendidikan budaya anti korupsi.


Semester tiga matakuliah yang dipelajari yaitu statistik, penyediaan air, pengelolaan

limbah cair, penyehatan udara, penyehatan tanah, penyehatan makanan minuman,

patofisioanatomi. English for sanitarian dan epidemiologi. Semester empat matakuliah

yang dipelajari yaitu surveylance epidemiologi, sanitasi tempat-tempat umum, sanitasi

rumah sakit, pengendalian vektor dan tikus, pengelolaan sampah, sanitasi industri dan

kesehatan keselamatan kerja, kewirausahaan, metodologi penelitian, keselamatan dan

kesehatan kerja dam pemasaran sosial kesehatan.

Semester lima matakuliah yang dipelajari yaitu peraturan perundang-undangan

kesehatan, sanitasi traansportasi pariwisata dan matra, penyehatan pemukiman, etika

profesi, promosi kesehatan, ESP, ergonomi, pencegahan kecelakaan dan PAK dan pest

control. Semester enam praktik kerja puskesmas, praktik kerja industri, tugas akhir, smk3,

dan penyuluhan kesehatan masyarakat. jadi yang dipelajari di sanitasi mencakup air, tanah,

udara, makanan minuman, vektor dan binatang pengganggu dan kontruksi bangunan.

Unsur-unsur yang dipelajari meliputi fisika, kimia, biologi dan radioaktif.

Sangat menarik sekali bukan mata kuliah yang dipelajari Diploma III Sanitasi dari

semester satu sampai enam.

5) Pengalaman Terjun Langsung ke Masyarakat

Bagaimana rasanya terjun langsung ke masyarakat? menurut aku menyenangkan

sekali. Ada beberapa kegiatan yang pernah aku lakuin terjun langsung ke masyarakat.

Inpeksi rumah sehat adalah kegiatan pertama ku terjun langsung ke desa dengan

mendatangi satu persatu rumah warga. Penilaian dilakukan membandingan bagian-bagian

rumah dengan instrumen cheklist rumah sehat sehingga diperoleh nilai rumah tersebut

sehat atau tidak. Dibutuhkan banyak komunikasi untuk lebih dekat dengan warga dan

mudah saat meminta informasi. Kegiatan tersebut membuat aku mengenal orang-orang

baru dan melatih komunikasi dengan orang-orang yang lebih tua. Kegiatan kedua aku
menjadi volunteer Kesling Blusukan yang dilaksanakan disebuah SD. Isi kegiatan tersebut

mengedukasi siswa-siswa SD dalam mencuci tangan dengan sabun yang benar, membuat

ecobrick dan mensosialisasikan mengenai hidup sehat. Siswa-siswa SD identik dengan

tingkah yang aktif tidak bisa diam sehingga memang butuh kesabaran khusus.

Menyenangkan sekali bisa berbagi ilmu dengan mereka. Kegiataan ketiga pembuatan

septictank di suatu desa di Purwokerto saya dan teman teman melakukan pembuatan dari

awal sampai akhir pengecoran mengunakan semen. Senang sekali rasanya mengitu

pengabdian masyarakat. itulah beberapa pengalaman aku sebagai sanitarian terjun

langsung di masyarakat mengasyikan bukan.