Anda di halaman 1dari 45

CRITICAL BOOK REPORT

STUDI KELAYAKAN BISNIS


Dosen pengampu :

Ramdansyah , SE,M. Acc


Tuti Sriwedari, SE,M.Si

Disusun oleh

1. AKHFINI (NIM: 7183142037)


2. AULIA NURUL ATIKA (NIM: 7183142034)
3. CHINDY ASIH BARUS (NIM: 7181142001)
4. INDAH YULIA PUTRI (NIM: 7183142036)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020

i
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan kasih sayangNya penulis dapat menyelesaikan tugas critical book report mata
kuliah studi kelayakan bisnis.Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada
bapak/ibu dosen yang membimbing mata kuliah ini dan memberi kesempatan untuk
memaparkan hasil pemahaman penulis mengenai isi suatu buku.

Sebagai manusia biasa tentu tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan
tugas ini.Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga tugas ini dapan
bermanfaat guna menambah pengetahuan bagi pembaca

Medan, April 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................ i


DAFTAR ISI ....................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Tujuan............................................................................................. 1
1.3 Manfaat........................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................... 3
2.1 IDENTITAS BUKU....................................................................... 3
2.2 RINGKASAN BUKU..................................................................... 3
2.3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU.............................. 40
BAB III PENUTUP ............................................................................ 41
3.1 Kesimpulan .................................................................................... 41
3.2 Saran............................................................................................... 41
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................... 42

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Bisnis merupakan aktivitas yang selalu ada di sekitar kita dan dikenal oleh kaum muda
hingga kaum tua. Pada era globalisasi saat ini, masyarakat indonesia khususnya para
mahasiswa masih bingung dengan manfaat dan tujuan dari bisnis tersebut. Padahal, kalau kita
memahami apa bisnis tersebut, kita akan mendapatkan keuntungan yang kita inginkan dalam
aktivitas bisnis tersebut. Bangsa Indonesia, merupakan bangsa yang memiliki kekayaan alam
yang melimpah jika kita tidak pandai mengatur itu semua, maka bangsa kita akan jatuh ke
dalam keterpurukan dalam hal perekonomian, kemiskinan dan menjadikan negeri kita gagal
atau miskin. Pasti sebagai rakyat indonesia kita mau jika hal tersebut terjadi di negara yang
kita cintai.
Dilihat dari pertumbuhan ekonomi kita saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia
menduduki angka yang sangat fantastis. Namun, pemerintah belum bisa mengatasi problema
tersebut. Jika adanya pasar kerja yang dibuka, masyarakat berbondong-bondong untuk
menjadi pegawai negeri yang impikan, tetapi pekerjaan kita tidak hanya pegawai negeri saja
masih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan misalnya pewirausaha atau pengusaha. Untuk
itulah para mahaiswa dan harus mempelajari studi kelayakan bisnis untuk mengetahui hal hal
yang dibutuhkan ketika membangun/berinvestasi.
Penulis berusaha untuk menyusun critical book report ini semenarik mungkin agar para
masyarakat khusunya mahasiswa dan pelajar lainnya dapat memahami ini.Sehingga,
mahasiswa dapat mengenal dan mengerti serta dapat menambah wawasan dalam berbisnis
tentunya.

1.2 TUJUAN
1. Tujuan dari pembuatan Critical Book Report ini adalah untuk lebih mengetahui apa
itu bisnis dan bagaimana menggunakannya sesuai dengan studi kelayakan bisnis yang
dipelajari dalam matakuliah ini.
2. Mengetahui point-point penting dalam sebuah bisnis
3. Menilai kelebihan dan kekurangan bab buku dan cara penyajian materi dalam bab
buku ini

1
1.3 MANFAAT
Manfaat dari Critical Book Report ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah studi
kelayakan bisnis Selain itu juga bisa memberi referensi buku yang berbobot mengenai
bukustudi kelayakan bisnis baik dari segi isi,penulisan,penggunaan bahasa,dan cara penyajian
materi di dalam buku.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Identitas Buku

Buku Utama
 Judul Buku : Studi Kelayakan Bisnis Edisi Revisi
 ISBN : 978-602-9413-09-0
 Penulis : DR.KASMIR, S.E., M.M & JAKFAR, S.E., M.M
 Penerbit : KENCANA PRENADA MEDIA GROUP
 Tahun Terbit : 2003-2012
 Jumlah Halaman : xiv, 262 hlm
 Tebal buku : 23 cm
 Kota Terbit : Jakarta

Buku Pembanding

 Judul Buku : STUDI KELAYAKAN BISNIS UNTUK WIRAUSAHA


 Pengarang : Lilis Sulastri, Dr., MM.
 Penerbit : LGM - LaGood’s Publishing
 Tahun Terbit : Februari 2016
 ISBN : LGM - LaGood’s Publishing
 Cetakan :1

2.2 Ringkasan Buku


Ringkasan Buku Utama
BAB 1
Diulas mengenai latar belakang perlunya diadakan studi kelayakan bisnis( selanjutnya
disebut SKB ) pada saat penanaman modal ataupun pendirian sutu bisnis baru yang bertujuan
untuk menghindari kegagalan dalam bisnis itu sendiri. Selain itu, di bab 1 penulis juga
memaparkan materi investasi seperti pengertian, jenis-jenis, dan kegiatan dalam investasi
serta pengertian proyek dan bisnis. Berikut adalah pengertian investasi yang dikutip penulis
menurut willian F.S adalah pengorbanan dollar sekarang untuk dollar di masa yang akan
datang. Nah dari kutipan tersebut penulis menjabarkan lebih rinci lagi mengenai investasi
dalam buku ini.

3
Untuk bisnis dan SKB sendiri penulis memiliki pengertian bahwa bisnis adalah kegiatan
atau usaha yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan sesuai dengan tujuan dan target
yang diinginkan dalam berbagai bidang, baik jumlah maupun waktunya. Dan SKB adalah
suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan
dijalankan, dalam rangka memnentukan layak atau tidaknya usaha tersebut dijalankan. Lebih
lanjut mengenai aspek kelayakan bisnis penulis berpendapat bahwa ada 7 aspek yang harus di
teliti yang lebih lanjut di bahas pada bab selanjutnya.

Pada faktor yang menyebabkan kegagalan usaha, penulis menemukan ada 6 faktor yang
menentukan yaitu data dan informasi yang tidak lengkap, tidak teliti, slaah perhitungan,
pelaksanaan pekerja salah, kondisi lingkungan dan unsur kesengajaan.

Manfaat dari bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan, membuka peluang pekerjaan
dan manfat ekonomi yang terdiri dari menambah jumlah barang dan jasa meningkatan mutu
produk, meningkatkan devisa dan menghemat devisa, tersedianya sarana prasarana, membuka
isolasi wilayah dan meningkatkan persatuan dan membantu oemerataan pembangunan.

Pada buku ini dipaparkan mengenai tujuan SKB yaitu untuk menghindari risiko
kerugian, memudahkan perencanaan, memudahkan pelaksanaan pekerjaan dan memudahkan
pengawasan dan pengendalian. Sedangkan untuk pihak yang memerlukan SKB adalah
pemilik usaha , kreditur, pemerintah, masyarakat luas dan pihak manajemen.
Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam menganilis SKB yakni
 Pengumpulan data dan informasi
 Melakukan pengolahan data
 Analisis data mengambil keputusan
 Memberikan rekomendasi
Sumber data yang dapat digunakan dalam SKB haruslah dari sumber yang dapat
dipercaya , dalam hal ini dapat berupa data dari publikasi ekonomi koran/majalah, publikasi
Bank Indonesia, BKPM, BPS, Asosiasi industri dan dagang dan lain sebagainya.

BAB 2
Penulis membahas Aspek Hukum sebagai aspek yang meneliti keabsahan,
kesempurnaan, keaslian dari dokumen-dokumen yang dimiliki. Di indonesia ada beberapa
badan hukum yang memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yaitu perseroan, firma(Fa),
perseroan komanditer (CV), perseroan terbatas, perusahaan negara, perusahaan daerah ,

4
yayasan , koperasi. Disini saya tidak lagi menjelaskan pegertian, kelebihan dan keurangan
dari badan hukum tersebut karena sudah dibahas tuntas di matakuliah pengantar bisnis, disini
saya berfokus pada jenis jenis surat izin usaha, karean surat izin usaha merupakan dokumen
penunjang suatu usaha beserta izin-izin yang diperlukan sebelum menjalankan usaha.
Ada banyak surat izin yang dibutuhkan tergantung dengan jenis usaha yang dijalankan.
Pada saat melakukan penelitian penting dipahami dokumen yang diteliti apa saja, dalam hal
ini peneliti dalam melakukan penelitian untuk
1. Tanda daftar perusahaan (TDP)
2. Nomor pokok wajib pajak (NPWP)
3. Izin-izin usaha
4. Sertifikat tanahatau surat-surat berharga yang dimiliki.
Izin lainnya yang harus dimiliki lainnya adalah.
a. Surat izin usaha perdagangan ()
b. Surat izin usaha industri
c. Surat izin tambang
d. Izin usaha pariwisata dan perhotelan
e. Izin usaha farmasi dan rumah sakit
f. Izin usaha peternakan dan pertanian
g. Izin domisili
h. Izin gangguan
i. Izin mendirikan bangunan
j. Izin tenaga kerja asing

BAB 3
materi yang dibahas adalah aspek pesar dan pemasaran, dimana seorang pemasara harus
mengetahui ada tidaknya pasar, seberapa besarnya pasar yang ada, potensi pasar, tingkat
persaingan yang ada dalam hal ini besarnya market share yang akan direbut dan market share
pesaing. Pasar merupakan kumpulan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu produk.
Sedangkan pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana indivisu dan
kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan
seta mempertukarkan produk dan nilai pihak lain.
Segmentasi pasar (market segmentation) adalah memmbagi pasar terdiri dari bebrapa
variabel yang harus di perhatikan dan bertujuan agar tepat sasaran. Terdiri dari segmentasi
geografis, demografis,psikografis, perilaku. Pasar sasaran (market targeting) adalah

5
mengevaluasi setiap segmen , kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih
untuk dilayani. Kegiatan segmen pasar meliputi,
1. Evaluasi segmen pasar :
a. Ukuran dan pertumbuhan segmen seperti penjualan terakhir, proyeksi laju
pertumbuhan dan laba setiap segmen maupun hal lainnya.
b. Struktur segmen yang dilihat dari segi probabilitas
c. Sasaran dan sumber daya perusahaan.
2. Memilih segmen :
a. Pemasaran serbasama, melayani semua pasar dan tawaran pasar dalam arti tidak
ada perbedaan.
b. Pemasaran serba aneka, meranvang tawaran untuk semua pendapatan, tujuan atau
kepribadian.
c. Pememasaran terbaru, kusus untuk SDM yang terbatas.
Posisi pasar (market position), menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau
suatu pasar. Strategi bauran pemesaran antara lain, strategi produk, harga, lokasi dan
distribusi dan promosi.strategi produk yang dilakukan oleh perusahaan dalam
mengembangkan suatu produk antara lain.
1. Penentuan logo dan moto
2. Menciptakan merek
3. Menciptakan kemasan
4. Keputusan label
Ada tiga strategi pasar dalam menentukan harga, yakitu skimming pricing, penetration
pricing, status quo pricing.
Penentuan lokasi dan distribusi baik untuk kantor pusat, kantor cabang , gudang dan
pabrik. Hal ini dilakukan untuk memudaha=kan konsumen dalam menjangkau setiap lokasi
pendistribusian barang dan jasa. Strategi promosi digunakan untuk pengenalan barang/ jas
kepada pelanggan.
Peramalan dimasa yang akan datang memiliki jenis yang dilihat dari sudut mana kita
memangnya. Jenis-jenis peramalan dimaksud anatara lain:
a. Dilihat dari segi penyusunannya: peramalan subjektif(berdasarkan feeling) dan
peramalan objektif (berdasarkan fakta yang ada).
b. Dilihat dari segi sifat ramalan : peramalan kualilitatif (berdasarkan hasil penelitian )
dan peramalan kuantitatif (data kuantitatif masala lalu).

6
c. Dilihat dari jangka waktu : peramalan jangka pendek (kurang dari satu tahun ) dan
jangka panjang (lebih dari setahun).
Langkah langkah peramalan : mengumpulan data, pengolahan data, penentuan metode
peramalan, memproyeksikan data, mengambil keputusan.
BAB 4
Secara keseluruhan penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal berikut ini, sumber
sumber dana yang akan diperoleh, kebutuhan biaya investasi, estimasi pendapatan dan biaya
investasi selama beberapa periode termasuk jenis jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan
selama umur nvestasi, proyeksi neraca dan laporan labarugi untuk beberapa periode kedepan,
penilaian investasi, rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.
BAB 5
Aspek teknis atau operasi juga dikenal sebagai aspek produksi. Penilaian kelayakan
terhadap aspek ini sangat penting dilakukan sebelum perusahaan dijalankan. Hal-hal yang
perlu diperhartikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, tata letak (lay out),
penyusunan peralatan pabrik, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Jadi,
analisis dari aspek operasi adalah untuk menilai kesiapan perusahaan dalam menjalankan
usahanya dengan menilai ketepatan lokasi, luas produksi, dan lay out serta kesiagaan mesin-
mesin yang akan digunakan.
Tujuan Aspek Teknis dan Operasi
Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknis/operasi,
yaitu:
1. Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat.
2. Agar perusahaan dapat menentukan lay out yang sesuai dengan proses produksi yang
dipilih.
3. Agar perusahaan bisa menentukan teknologi yang tepat dalam menjalankan
produksinya.
4. Agar perusahaan bisa menentukan metode persediaan yang paling baik untuk
dijalankan.
5. Agar perusahaan dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini dan
masa yang akan datang.

Penentuan lokasi sangat penting karena apabila perusahaan salah dalam menentukan
lokasi yang dipilih akan mengakibatkan terjadinya peningkatan biaya yang harus dikeluarkan.
Harga produk yang akan dipasarkan nantinya juga sangat tergantung pada lokasi pabrik yang

7
dipilih, karena harga pasar akan terpengaruh dengan jarak lokasi pabrik dengan pasar.
Selanjutnya akan sangat terkait dengan kemampuan bersaing barang yang diproduksi yang
nantinya akan berpengaruh terhadap laba perusahaan.
Penentuan lokasi yang tepat akan memberikan keuntungan bagi perusahaan, baik dari sisi
finansial maupun nonfinansial, misalnya: dapat memberikan pelayanan kepada konsumen
dengan lebih memuaskan, kemudahan untuk memperoleh tenaga kerja yang diinginkan baik
secara kuantitas maupun kualifikasinya, memudahkan dalam memperoleh bahan baku atau
bahan lainnya dalam jumlah yang diinginkan dalam jangka waktu yang sudah
diperhitungkan, kemudahan dalam memperluas lokasi usaha, karena sejak awal sudah
dipertimbangkan kebutuhan lahan yang dibutuhkan, mempunyai prospek nilai ekonomis yang
tinggi di masa yang akan datang, meminimalisasi konflik terutama dengan masyarakat
setempat, serta adanya dukungan pemerintah terhadap usaha yang akan dijalankan.
Untuk memilih lokasi tergantung dari jenis usaha yang dijalankan. Untuk
mempertimbangkan lokasi yang dipilih harus disesuaikan dengan keperluan usaha, misalnya
untuk lokasi pabrik, lokasi kantor pusat, lokasi kantor pemasaran, lokasi gudang, dan lainnya.
Sebenarnya terdapat beberapa pertimbangan yang harus diketahui dalam penentuan lokasi,
namun pada garis besarnya terdapat dua pendekatan sebagai berikut:
1. Pendekatan berdasarkan kedekatan dengan bahan baku (raw material approximity
approach)
Pendekatan penentuan lokasi ini didasarkan pada bahwa sebaiknya lokasi perusahaan
ditentukan di daerah bahan baku. Dengan demikian biaya angkut dari bahan baku dari
sumbernya ke pabrik seefisien mungkin. Jadi, pertimbangannya adalah biaya angkut bahan
baku yang semurah mungkin. Contoh:
 Perusahaan semen sebaiknya ditempatkan di daerah gunung kapur/bahan semen.
Itulah sebabnya mengapa pabrik semen didirikan di daerah Gresik dan Tuban karena
daerah tersebut merupakan daerah gunung kapur.
 Perusahaan pengolahan minyak harus terletak di kawasan yang terdapat tambang
minyak, misalnya daerah Cepu, Jawa Tengah.
 Perusahaan air minum kemasan sebaiknya ditempatkan pada daerah yang banyak
terdapat sumber air yang memadai, misalnya di daerah Tretes, Pandaan, Pasuruan.
 Perusahaan tambang batu bara harus ditempatkan di daerah yang banyak terdapat
deposit batu bara. Demikian juga dengan perusahaan tambang yang lain seperti
aluminium, emas, tembaga, dan lainnya.

8
2. Pendekatan berdasarkan kedekatan dengan daerah pemasaran (Market Approximity
Approach)
Berdasarkan pendekatan ini, maka perusahaan harus ditempatkan di daerah pemasaran.
Pertimbangannya adalah efisiensi pengangkutan hasil produksi dari pabrik ke daerah
pemasaran.
Beberapa contoh pendekatan ini adalah:
 Perusahaan atau pabrik televise/radio/video dan kaset recorder hendaknya
ditempatkan di daerah pemasaran. Misalnya, beberapa perusahaan perakitan TV,
radio, komputer, umumnya berada di kota-kota besar bukan di daerah pedalaman.
 Perusahaan obat-obatan banyak terletak di daerah perkotaan.
 Perusahaan konveksi banyak di daerah pemasaran, dll.

Meskipun secara umum penentuan lokasi bisnis berdasarkan kedua pendekatan tersebut,
namun terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi yang
nantinya akan dianalisis untuk mencapai keputusan akhir dimana lokasi akan dipilih. Faktor-
faktor tersebut antara lain:
1) Faktor primer
Pertimbangan utama faktor primer dalam menentukan lokasi pabrik antara lain:
a. Kedekatan dengan pasar sasaran atau konsumen potensial dimana tempat produk akan
dijual
b. Kedekatan dengan sumber (ketersediaan) bahan baku utama
c. Ketersediaan tenaga kerja, baik dari sisi kuantitas maupub kualifikasi yang
dibutuhkan
d. Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai yang dapat
memperlancar pengadaan bahan baku dan memasarkan hasil produksi, misalnya jalan
raya, jembatan, pelabuhan laut, bandar udara, kereta api, dll.
e. Ketersediaan sarana listrik, sumber air, telekomunikasi untuk memperlancar kegiatan
produksi agar tidak terganggu
f. Sikap masyarakat setempat yang dapat memengaruhi aktivitas usaha baik positif
maupun negatif.

2) Faktor sekunder
Beberapa faktor sekunder yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi pabrik
adalah:

9
1. biaya untuk investasi dilokasi seperti biaya pembelian tanah atau pembanggunan
gedung.
2. prospek perkembangan harga atau kemajuan dilokasi tersebut di masa yang akan
datang
3. kemungkinan untuk memperluas lokasi
4. terdapat fasilitas penunjang lain seperti pusat perbenlanjaan atau perumahan
5. iklin dan tanah
6. masalah pajak dan peraturan perburuhan di daerah setempat.

Kemudian pertimbangan untuk menentukan lokasi kantor pusatyang umum dilakukan


adalah sbb:
1. Dekat pemerintahan
2. Dekat lembaga keuangan
3. Dekat dengan pasar
4. Tersedia sarana dan prasarana

Sedangkan pertimbangan untuk lokasi gudang yang umum dilakukan adalah sebagai
berikut:
1. Di kawasan industri
2. Dekat dengan pasar
3. Dekat dengan bahan baku
4. Tersedia sarana dan prasarana

Penilaian lokasi yang tepat akan memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan, baik
dari segi finansial maupun non finansial. Keuntungan yang diperoleh dengan mendapatkan
lokasi yang tepat antara lain adalah :
1. Pelayanan yang diberikan kepada konsumen dapat lebih memuaskan.
2. Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan baik jumlah maupun
kualifikasi.
3. Kemudahan dalam memperoleh bahan baku atau bahan penolong dalam jumlh yang
diinginkan secara terus – menerus
4. Kemudahn untuk memperluas lokasi usaha, karena biasanya sudah di perhitungkan
untuk usaha perluasan lokasi sewaktu – waktu.
5. Memiliki nilai atau harga ekonomis yang lebih tinggi dimasa yang akan datang.

10
6. Meminimalkan terjadinya konflik terutama dengan masyarakat dan pemerintah
setempat
A. Metode Penilaian Lokasi
Paling tidak ada 3 metode yang dapat digunakan dalam menilai sesuatu lokasi sebelum
diputuskan, yakni :
1) Metode penilaian hasil value
 Pasar
 Bahan baku
 Transportasi
 Tenaga kerja
 Perimbangan lainnya
2) Metode perbandingan biaya (cost comparison method)
 Bahan baku
 Bahan bakar dan listrik
 Biaya operasi
 Biaya umum
 Biaya lainya
3) Metode analisis ekonomi (economic analysis method)
 Biaya sewaa
 Biaya tenaga kerja
 Biaya pengangkutan
 Biaya bahan bakar dan listrik
 Pajak
 Perumahan
 Sikap masyarakat

Penentuan Luas Produksi/Skala Operasi


Skala operasi/luas produksi adalah kuantitas unit produksi yang seharusnya dihasilkan
pada satu periode tertentu dalam rangka mencapai optimalisasi profit. Penentuan skala
produksi berkaitan dengan berapa jumlah produksi yang dihasilkan dalam waktu tertentu
dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dan peralatan yang dimiliki serta biaya yang
paling efisien. Skala operasi dapat dilihat dari segi ekonomis, yaitu yang dilihat adalah berapa
jumlah produk yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan biaya yang paling efisien dan

11
segi teknis yang dilihat adalah jumlah produk yang dihasilkan atas dasar kemampuan mesin
dan peralatan serta persyaratan teknis lainnya.
Dalam industri manufaktur, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam
merencanakan skala operasi, yaitu:
a. Kemungkinan perkembangan pangsa pasar yang dapat diraih.
b. Kapasitas mesin serta peralatan yang dimiliki.
c. Kualitas-kualitas SDM dalam proses produksi.
d. Kemampuan keuangan perusahaan.
e. Kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi dimasa yang akan datang.
f. Peraturan pemerintah dan ketentuan teknis lainnya juga berperan dalam perencanaan
skala operasi.

Luas produksi ekonomis ditentukan oleh :


a. Kecenderungan permintaan yang akan dating
b. Kemungkinan pengadaan bahan baku, bahan pembantu, tenaga kerja, dll.
c. Tersedianya teknologi dan peralatan dipasar
d. Daur hidup produk dan produk substitusi
Penentuan Tata Letak (Layout)
Tata letak (lay-out) adalah suatu proses dalam menentukan bentuk dan penempatan
fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi atau operasi. Lay-out dirancang berkenaan
dengan produk, proses, sumber daya manusia dan lokasi sehingga efisiensi operasi dapat
tercapai. Tujuan penentuan lay-out adalah optimalisasi pengaturan fasilitas-fasilitas operasi
sehingga nilai yang diciptakan oleh sistem produksi menjadi optimal.
Keuntungan yang diperoleh dengan adanya penentuan lay-out:
 Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktivitas dan pemeliharaan
 Efisiensi pemakaian ruangan
 Biaya investasi dan produksi bisa dikurangi
 Kelancaran aliran material
 Efisiensi biaya pengangkutan material dan barang jadi
 Kebutuhan persediaan yang rendah
 Adanya kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja yang lebih baik

Macam-macam Lay-Out Pabrik (Subagyo, 2000)


1) Lay-Out Garis

12
Lay-out garis juga disebut sebagai lay-out produk. Artinya pengaturan letak mesin-mesin
atau fasilitas produksi dalam suatu pabrik yang berdasarkan atas urut-urutan proses produksi
dalam membuat suatu barang. Barang yang dikerjakan setiap hari selalu sama dan arus
barang yang dikerjakan setiap hari juga selalu sama seolah-olah menyerupai garis sehingga
dikatakan sebagai lay-out produk.

Mesin 1 Mesin 2 Mesin 3

Mesin 6 Mesin 5 Mesin 4

2) Lay-out Fungsional
Lay-out fungsional ini sering disebut dengan lay-out proses, yaitu pengaturan letak
fasilitas produksi di dalam pabrik berdasarkan atas fungsi bekerjanya setiap mesin atau
fasilitas produksi yang ada. Mesin atau fasilitas yang mempunyai kegunaan yang sama
dikelompokkan dan diletakkan pada ruangan atau tempat yang sama. Lay-out ini biasanya
digunakan untuk membuat barang yang bermacam-macam. Contoh dari lay-out fungsional ini
adalah pabrik yang mengerjakan berbagai macam barang-barang dari besi.

Mesin
Bubut
Gerinda Bor

Cor Poles

Potong Vercroom

3) Lay-out Kelompok
Lay-out kelompok adalah suatu pengaturan letak fasilitas suatu pabrik berdasarkan atas
kelompok barang yang dikerjakan. Biasanya pabrik yang menggunakan lay-out kelompok
memiliki produk yang bermacam-macam, tetapi garis besar urutan prosesnya dapat dibagi
13
dalam beberapa kelompok yang sama. Untuk setiap kelompok produk dibuatkan lay-out
tersendiri.
Contoh penggunaan lay-out ini adalah pada perusahaan pemroses kulit. Perusahaan ini
menghasilkan sepatu, sandal, sepatu sandal, baik untuk pria maupun wanita, berbagai
dompet, tas, dan berbagai macam ikat pinggang. Proses untuk mengerjakan setiap barang
tidak sama, tetapi pada dasarnya produk dapat dikelompokkan dalam beberapa marga atau
kelompok produk yang garis besar urutan proses pembuatannya hampir sama. Semua produk
dalam setiap kelompok memiliki garis produksi yang sama, meskipun cara pengerjaan setiap
barang secara rinci berbeda-beda. Misalnya pembuatan kelompok sepatu mesti melalui
bagian sol, bagian atas, bagian perakitan, dan finishing atau penyelesaian. Hanya cara
pembuatan sol setiap macam dan model sepatu agak lain, meskipun garis besarnya sama.
Demikian juga pembuatan bagian atas dan perakitannya.

sol bagian atas assembling finishing

Ikat pinggang Sepatu

potong jahit finishing bungkus

Tas dan Koper

jahit pasang perlengkapan finishing

14
4) Lay-out dengan Posisi Tetap
Lay-out dengan posisi tetap adalah pengaturan fasilitas produksi dalam membuat barang
dengan letak barang yang tetap atau tidak pindah-pindah. Contoh, lay-out pembuatan
jembatan, lay-out pembangunan gedung, lay-out pembuatan jalan, dan lay-out penghijauan.
Kriteria untuk menilai lay-out pabrik:
a. Adanya konsistensi dengan teknologi
b. Adanya arus produk dalam proses yang lancar dari suatu proses ke proses yang lain
c. Penggunaan ruangan optimal
d. Terdapat kemungkinan untuk dengan mudah melakukan penyesuaian maupun
ekspansi
e. Meminimasi biaya produksi dan memberikan dan memberika jaminan yang cukup
untuk keselamatan tenaga kerja.

Untuk memperoleh lay-out yang baik maka perusahaan perlu menentukan hal-hal sebagai
berikut:
1) Perusahaan manufaktur
a. Sifat produk yang dibuat
Sifat produk yang dibuat dapat menentukan lay-out yang akan dibuat. Misalnya jika
produk yang dibuat padat akan berbeda dengan produk yang bersifat cair atau gas.
b. Jenis proses produksi yang digunakan
Lay-out garis biasanya digunakan pada pabrik yang memiliki proses produksi
continous atau memiliki line flow, sedangkan lay-out fungsional biasanya digunakan
pada proses produksi intermitten.
c. Jenis barang serta volume produksi barang yang dihasilkan
Apabila perusahaan menghasilkan bermacam-macam barang produk yang jumlah
setiap jenis hanya sedikit, biasanya menggunakan lay-out fungsional. Akan tetapi jika
produknya selalu sama serta setiap jenisnya banyak, sebaiknya menggunakan lay-out
garis.
d. Nilai investasi
Penentuan lay-out disesuaikan dengan modal yang tersedia, karena untuk membuat
lay-out diperlukan investasi yang cukup besar.
e. Keluwesan atau fleksibilitas
Fleksibel adalah jika terjadi perubahan macam barang yang dihasilkan atau terjadi
penambahan kapasitas pabrik/penambahan mesin, maka letak mesin dan berbagai
fasilitas mudah disesuaikan.

15
f. Pengangkutan barang
Untuk lay-out agar dapat diusahakan dengan menggunakan conveyor karena jalan
yang dilalui barang selalu sama sehingga biaya pengangkutannya murah
g. Aliran barang
Mesin-mesin sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga aliran barang yang
dikerjakan tidak saling mengganggu.
h. Efektivitas penggunaan ruangan
Penempatan mesin-mesin sebaiknya sedemikian rupa sehingga ruangan dapat
dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menghindari pemborosan ruangan.
i. Lingkungan dan keselamatan kerja
Lay-out harus mempertimbangkan keselamatan kerja dan lingkungan kerja, jangan
sampai keselamatan mesin dapat membahayakan karyawan.
j. Pemeliharaan
Peletakan mesin-mesin harus memungkinkan pelaksanaan pemeliharaan dengan
mudah.
k. Letak kamar kecil
Letak kamar kecil jangan terlalu jauh dari ruang kerja, sehingga tidak banyak waktu
yang terbuang untuk perjalanan ke kamar kecil.
l. Pengawasan
Sebaiknya mesin atau fasilitas produksi lain diletakkan sedemikian rupa sehingga
memudahkan pengawasan.
2) Kantor
a) Nilai investasi
Penentuan lay-out harus disesuaikan dengan modal yang tersedia, karena untuk
membuat lay-out memerlukan investasi yang cukup besar.
b) Komunikasi
Peletakan fasilitas-fasilitas kantor hendaknya memudahkan untuk melakukan
komunikasi.
c) Fleksibilitas
Fleksibilitas lay-out kantor terkadang diperlukan untuk kemudahan penggunaan dan
menghindari kejenuhan.
d) Struktur organisasi
Struktur organisasi juga menentukan lay-out kantor karena dalam organisasi yang
berbeda terdapat perbedaan jumlah macam dan jumlah bagian.
16
e) Jenis lembaga
Lay-out pada bank dengan di pemda berbeda. Pada bank antara karyawan satu dengan
lainnya biasanya dipisahkan dengan pembatas kaca karena bank memerlukan
ketelitian, pengawasan, serta keamanan lebih ketat dibandingkan pemda. Sedangkan
di pemda biasanya satu dengan lainnya terpisah.

3) Gudang
a. Nilai investasi
Penentuan lay-out disesuaikan dengan modal yang tersedia, karena untuk membuat
lay-out memerlukan investasi cukup besar.
b. Bongkar muat barang
Penempatan barang di dalam gudang harus membantu kegiatan bongkar muat barang.
Jangan meletakkan barang di sembarang tempat agar tidak mengganggu kegiatan
bongkar muat barang yang lain.
c. Fleksibilitas
Penempatan barang di gudang harus diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan
pengaturan kembali jika jumlah barang yang disimpan ditambah atau berubah
macamnya.
d. Lingkungan kerja
Agar tidak mengganggu lingkungan kerja, penempatan barang dalam gudang harus
terencana dengan baik.
e. Keselamatan barang yang disimpan
Barang-barang yang mudah kabur sebaiknya ditaruh di tempat yang aman dari tiupan
angin. Barang-barang yang jika berdekatan dapat menimbulkan reaksi kimia,
sebaiknya dijauhkan.

4) Toko
a. Nilai investasi
Lay-out yang baik harus didukung dengan dana yang banyak karena untuk tambahan
rak, dekorasi, dan sarana-sarana pengaman.
b. Daya tarik untuk pembeli
Toko harus menarik bagi para pembeli sehingga lay-out diusahakan sedemikian rupa
agar pembeli merasa senang dan nyaman.

5) Tata letak (lay-out) bagi industri jasa


a. Pertimbangan spasial

17
Aspek seperti warna, tekstur proporsi, simetri, dan lainnya hendaknya
dipertimbangkan, dikombinasikan, dan dikembangkan untuk memancing respons dari
para konsumen atau orang yang melihatnya.
b. Perencanaan ruangan
Unsur ini mencakup perencanaan interior dan arsitektur, seperti penempatan
perabotan dan perlengkapannya dalam ruangan, desain aliran sirkulasi, dll.
c. Perlengkapan/perabotan
Memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai sesuatu yang menunjukkan status pemilik
atau penggunanya.
d. Tata cahaya
Selain berfungsi sebagai penerang ruangan, hendakya juga diperhatikan aktivitas-
aktivitas apa saja yang dilakukan di ruangan tersebut agar sesuai dengan persepsi
penyedia jasa dan pelanggan mereka.
e. Warna
Pemilihan warna dalam ruangan menjadi penting karena dapat membangkitkan
perasaan dan emosi bagi yang melihatnya.
f. Pesan-pesan yang disampaikan secara grafis
Aspek terpenting dan terkait dalam unsur ini adalah penampilan visual, penempatan,
pemilihan bentuk fisik, pemilihan warna, pencahayaan, dan pemilihan bentuk
perwajahan lambang yang digunakan untuk maksud tertentu.
Untuk memperoleh layout yang baik maka perusahaan perlu menentukan hal-hal berikut :
1. Kapasitas dan tempat yang dibutuhkan
2. Peralatan untuk menangani material atau bahan
3. Lingkungan dan estetika
4. Arus informasi
5. Biaya perpindahan antara tempat kerja yang berbeda

Pemilihan Teknologi
Pemilihan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi baik untuk barang atau
jasa hendaknya disesuaikan dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang. Dengan
demikian kemajuan teknologi diharapkan dapat menjadikan proses produksi lebih efisien
yang sekaligus dapat menghasilkan produktiitas yang tinggi. Teknologi yang digunakan
hendaknya disesuaikan dengan lingkungan internal dan eksternal perusahaan.

18
Beberapa hal yang harus diperhatikan agar teknologi yang digunakan sesuai dengan
derajat mekanisasi yang diinginkan dan manfaat ekonomi yang diharapkan, antara lain:
a) Kesesuaian teknologi dengan bahan mentah yang digunakan
b) Keberhasilan pemakaian teknologi di tempat lain
c) Kemampuan sumber daya manusia dalam menerapkan teknologi
d) Kemampuan mengantisipasi perkembangan teknologi lanjutan
e) Besarnya biaya investasi serta biaya pemeliharaan
f) Peraturan pemerintah terkait dengan kebijakan ketenagakerjaan

Manajemen Persediaan
Untuk mengantisipasi permintaan konsumen yang mengikat secara signifikan, atau untuk
menyuplai kekurangan bahan baku, maka diperlukan adanya persediaan barang yang
memadai. Untuk mengendalikan persediaan diperlukan adanya manajemen persediaan yang
baik. Tujuan utamanya adalah mengendalikan persediaan agar dapat melayani kebutuhan
persediaan akan bahan mentah/bahan jadi dari waktu ke waktu serta dapat meminimalkan
total biaya operasi perusahaan.
Dalam mengendalikan persediaan agar dapat melayani kebutuhan persediaan akan bahan
mentah/bahan jadi dari waktu ke waktu serta dapat meminimalkan total biaya operasi
perusahaan terdapat beberapa metode, salah satunya EOQ (Economic Order Quantity)
dimana dalam perhitungannya harus meperhatikan SS (safety stock) dan RP (reorder point).

Economic Order Quantity (EOQ)


Adalah jumlah pembelian yang paling ekonomis (Economical Order Quantity = EOQ)
Definisi : jumlah setiap kali pembelian bahan yang disertai biaya minimal = jumlah
pembelian bahan yang paling ekonomis.
Perumusan Economic Order Quantity (EOQ)
Salah satu metode manajemen persediaan yang paling terkenal adalah metode Economic
Order Quantity atau bisac disebut dengan EOQ. Metode ini dapat digunakan baik untuk
barang yang dibeli maupun untuk barang yang diproduksi sendiri.Model EOQ bisaa
digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persediaan yang meminimumkan biaya
langsung penyimpanan persediaan dan biaya kebalikannya ( inverse cost) pemesanan
persediaan.
Rumusan EOQ yang bisa digunakan adalah :
2 SD
   EOQ = 
√ H

19
Keterangan:
D : Penggunaan atau permintaan yang diperkirakan per periode waktu.
S : Biaya pemesanan ( persiapan pesanan dan penyiapan mesin ) per pesanan
H : Biaya penyimpanan per unit per tahun

Secara umum klasifikasi biaya yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
a.       Biaya angkut/penyimpanan atau Carrying ( CC )
b.      Biaya pemesanan atau Ordering Cost ( OC )
c.       Biaya total atau total Cost ( TC )

Safety Stock
Safety stock adalah persediaan tambahan yang diadakan untuk melindungi atau menjaga
kemungkinan terjadinya kekurangan bahan (stock out). Stock out dapat disebabkan oleh
adanya penggunaan bahan baku yang lebih besar dari perkiraan semula atau adanya
keterlambatan bahan baku yang dipesan. Dengan adanya safety stock akan mengurangi
stockout cost bagi perusahaann. Akan tetapi akan menimbulkan penambahan carrying cost
sebesar perkalian antara prosentase carrying cost terhadap harga atau nilai safety stock
Terdapat beberapa faktor penentu dalam menghitung besarnya safety stock, yaitu antara
lain :
 Penggunaan bahan baku rata – rata
 Faktor waktu
 Biaya yang digunakan
Disamping faktor penentu diatas dalam menentukan safety stock di perlukan standar
kuantitas yang hrus di penuhi, yaitu :
 Persedisaan minimum
 Besarnya pesanan standar
 Persediaan maksimum
 Tingkat pemesanan kembali
 Administrasi persediaan 

Reorder Point (ROP)


ROP merupakan waktu perusahaan akan memesan kembali atau batas waktu pemesanan
kembali dengan melihat minimal jumlah persediaan yang ada. Pemesanan kembali dihitung
dengan probabilitas atau kemungkinan terjadinya kekurangan stock dan di hitung selama
tangga waktu.

20
RISIKO
Risiko yang akan dihadapi dalam aspek teknis adalah:
a) Kesalahan menentukan lokasi, baik lokasi pabrik, kantor, maupun gudang sehingga
terjadi inefisiensi biaya.
b) Kesalahan menata lay-out pabrik, kantor, gudang maupun toko sehingga kurang
menarik bagi konsumen.
c) Kesalahan memilih teknologi yang digunakan sehingga operasional perusahaan tidak
optimal dan cepat ketinggalan jaman.
d) Risiko sistem informasi terutama terkait komputerisasi.
e) Pemasok tidak memenuhi komitmen yang sudah mereka buat.
f) Berkurangnya daya saing produk dengan produk sejenis di pasar.

BAB 6
fungsi manajemen adalah perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing),
pelaksanaan (actuating), pengawasan (controlling) untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan . dalam manajemen perencanaan proyek meliputu unsur-unsur menetpakna tujuan,
mendefenisikan proyek, menentukan langkah utama untuk dilakukan, jadwal waktu
penyelesaian, analisis biaya dan manfaat, uraian mengenai sumber daya yang digunakan
untuk melaksanakan proyek. Penjadwalan proyek digunakan untuk beberapa proyek untuk
beberapa tujuan berikut.
1. Menggambarkan hubungan dari setiap aktivitas dari keseluruhan proyek.
2. Mengidentifikasi hubungan yang harus didahulukan antara aktivitas yang ada.
3. Memperkirakan waktu, biaya untuk setiap aktivitas,
4. Memperbaiki atau memperbaharui rencana atau jadwal semula.
Manajemen sumber daya manusia meliputi analisis jabatan yang berati suatu proses
untuk mempelajari dan mengumpulakan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu
jabatan. Perencanaan sumber daya manusia adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara
sistematis untuk meramalakan atau memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia dalam
suatau bisnis perusahaan. Perkiaraan tentang kebutuhantenaga kerja yang diperlukan
perusahaan didasarkan pada berbagai pertimbangan antara lain rencana produksi atau jasa
yang dihasilkan sesuai dengan jenis atau bidan investasi yang dijalankan.
Organisasi statis diartikan sebagai wadah atau tempat kerja sama untuk
melaksanakan tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Organisasi formal adalah

21
sistem kegiatan yang terkoordinasi dari kelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Elemen elemen umum dalam organisasi.
1. The operating core
2. The stategic apex
3. The middle line
4. The technostructure
5. The support staff.
Struktur sederhana memiliki lapisan struktur yang tidak rumit , pertanggungjawaban
mudah dan ketidakpastian minimum. Biroksasi mesin memiliki konsep utama adalah
standarisasi yang mempunyai tugas operasi rutin yang sangat tibggi, peraturan yang formal
dan memilki tugas kelompok dalam departemen departemen. Birokrasi profesional adalah
birokrasi yang menggabungkan standarisasi dengan desentralisasi.

BAB 7
Aspek Ekonomi Dan Sosial
1. Aspek Ekonomi Data
Makroekonomi tersebut banyak yang dapat di jadikan sebagai indicator ekonomi yang
dapat diolah menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan bisnis,misalnya: PDB,
Investasi,Kurs Valuta Asing, Kredit Perbankan, Anggaran Pemerintah, Penganggaran
Pembangunan, Perdagangan Luar Negeri, Dan Neraca Pembayaran.
a) Sisi Rencana Pembangunan Nasional Analisis manfaat proyek di tinjau di sisi ini,di
maksudkan agar proyek dapat:
 Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat.
 Menggunakan sumber daya local
 Menghasilkan dan menghemat devisa
 Menumbuhkan industry lain
 Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negri sesuai dengan
kemampuan.
 menambah pendapatan nasional.
b) Sisi Distribusi Nilai Tambah
Maksudnya adalah agar proyek yang akan di bangun memiliki nilai tambah,
nilai tambah hendak nya dapat di hitung secara kuantitatif. Dalam perhitungan

22
tersebut, agar lebih mudah, dapat di asumsikan bahwa proyek dapat berproduksi
dengan kapasitas normal.
c) Sisi Nilai investasi pertenaga kerja.
Penialaian berikut nya adalah bahwa proyek mampu meningkat kan
kesempatan kerja. salah satu cara mengukur proyek padat modal atau padat
karyaadalah dengan berbagai investasi (modal tetap+modal kerja) dengan jumlah
tenaga kerja yang terlibat sehingga di dapat nilai investasi pertenaga kerja.
d) Hambatan di Bidang Ekonomi
 Kebijakan Bisnis Pemerintah
Berkaitan dengan izin usaha dan legalitas lainnya yang mendukung
suatu bisnis. Juga berkaitan dengan pajakk, karena selain pajak daerah, pajak
pribadi, sumber dana negara adalah pajak dari badan usaha.
 Pertumbuhan Penduduk
Berkaitan dengan pertumbuhan penduduk suatu daerah tertentu untuk
mengetahui jumlah tenaga kerja yang tersedia. Bisa di analisis dari perbedaan
gender, umur produktif, dan tingkat pendidikan.
 Pendapatan Nasional dan Pendapatan Perkapita Pendapatan nasional
Merupakan keseluruhan pendapatan yang dimiliki dan diperoleh dari
suatu negara. Pendapatan perkapita merup[akan keseluruhan pendapatan yang
dimiliki dan diperoleh dari suatu penduduk di dalam suatu daerah.
 Investasi dari Pihak Lain
Investasi dari pihak lain merupakan suatu tambahan modal yang
didapatkan suatu kondisi ekonomi suatu wilayah di dalam menjalankan
pembangunan ekonominya.
 Pertumbuhan Industri Dengan adanya proses bisnis yang baru , di harapkan
tumbuh industry lain baik yang sejenis atau industry pendukung lainnya.
seperti industry bahan baku maupun industry sebagai dampak positif adanya
kegiatan ekonomi di daerah tersebut.
 Kurs Valuta Asing
Kurs Valuta Asing merupakan nilai tukar dari mata uang asing dengan
matau uang yang digunakan pada suatu negara.
 Kredit Perbankan
Kredit Perbankkan merupakan suatu nilai tambahan yangb dihasilkan
oleh suatu pinjaman suatu pihak kepada pihak lainnya.
23
 Anggaran Pemerintah
Anggaran pemerintah merupakan suatu perencanaan keuangan yang
didalamnya menuangkan pembiayaan program kerja yang dilakukan suatu
pemerintahan pada suatu wilayah tertentu
 Penganggaran Pembangunan
Penganggaran Pembangunan merupakan suatu perencanaan keuangan
yang menuangkan kegiatan perencanaan pembangunan suatu daerah wilayah
tertentu yang dilakukan oleh pemerintah.
 Perdagangan Luar Negeri
Nilai perdagangan luar negri yang rendah, ini di sebabkan Negara
miskin mengandalkan ekspor bahan mentah yang mempunyai elastisitas
penawaran permintaan atas perubahan harga yang inelastis ,dalam jangka
panjang mengakibatkan kerugian.
 Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran merupakan suatu laporan keuangan mengenai
informasi keadaan posisi keuangan dari suatu negara dalam memenuhi
aktifitas kegiatan di dalam suatu perekonomian suatu daerah yang
membandingkan tingkat jumlah kepemilikan dengan jumlah kewajiban
1. Aspek Sosial
Tujuan utama perusahaan adalah mencari keuntungan yang sebesar-besar nya. Namun,
perusahaan tidak dapat hidup sendirian, perusahaan hidup bersamasama dengan komponen
lain, salah satu komponen lain yang di maksud adalah lembaga social sehingga dalam rangka
keseimbangan tadi, hendak nya perusahaan memiliki tanggung jawab social.
Analisis dalam bidang sosial adalah sebagai berikut :
a. Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antaara masyarakat
dengan perusahaan dimana perusahaan atau organisasi sebagai lemabaga sosial
b. Perubahan Keadaan Sosial yang Kompleks Perubahan sosial merupakan kondisi
struktur sosial yang terdiri dari masyarakat dan lingkungan sekitar didalam suatu
daaerah tertentu.
c. Perubahan dalam Masyarakat Fluralistics Masyarakat pluralistic adalah sebuah
kehidupan berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan dalam
mendapatkan harapan-harapan social,ekonomi dan politik.,masing-masing kelompok
berusaha mengembangkan diri supaya fungsi system itu efektif.
24
2. Aspek Politik
Adanya isu, rumor, spekulasi yang timbul akibat kondisi politik yang di ciptakan
pemerintah akan mempengaruhi permintaan dan penawaran suatu produk, baik itu barang
maupun jasa.
Dalam menganalisis kelayakan bisnis hendak nya aspek politik perlu pula dikaji untuk
untuk memperkirakan bahwa situasi politk saat bisnis di bangun dan di implementasikan
tidak akan sangat mengganggu sehingga kajian menjadi layak,situasi politik dapat di ketahui
melalui berita-berita dan media massa. Analisis dalam bidang poitik adalah sebagai berikut :
a. Isu Strategis Isu Strategis merupakan suatu informasi pemberitaan sosial yang
mencakup informasi publik yang berkaitan dengan perubahan lingkungan,
masyrakat dan pemerintahan
b. Penyelenggaraan Pemerintah Penyelenggaraan Pemerintahan merupakan suatu
rangkaian atau struktur kepemerintahan didalam suatu wilayah tertentu.
c. Kerjasama Pemerintah Kerjasama Pemerintah merupakan suatu perjanjian
pemerintah suatu wilayah dengan pihak – pihak lainya.

BAB 8

Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL).

Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk ditelaah
sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan. Sudah tentu telaah yang dilakukan untuk
mengetaui dampak yang ditimbulkan jika suatu investasi jadi dilakukan. Studi ini disamping
untuk mengetahui dampak yang mungkin timbul , juga mencarikan jalan keluar untuk
mengatasi dampak tersebut. Studi inilah yang kita kenal dengan nama analisis dampak
lingkungan hidup (AMDAL). Pengertian analisis dampak lingkungan menurut PP No.27
tahun 1999 pasal 1 adalah telaah secara sermat dan mendalam tentang dampak besar dan
penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain analisis dampak lingkungan adalah teknik
untuk menganalis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau
tidak ada jika ya, maka diberikan jalan alternatif pencegahannya. Adapun dampaknya
terhadap tanah dan kehutanan, terhadap air, terhadap udara, terhadap manusia.

Tujuan studi AMDAL adalah sebagai berikut.

25
1. Mengidentifikasi semua rencana usaha dan /atau kegiatan yang akan dilaksanakan terutama
yang ditimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.

2. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar


dan penting.

3. Memprakirakan dan mengevaluasi rencana dan usaha kegiatan yang menimbulkan dampak
besar dan penting terhadap lingkungan hidup.

4. Merumuskan RKL dan RPL.

Kegunaan studi AMDAL adalah sebagai berikut.

1. Sebagai bahan bagi perencana dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah.

2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari


rencana usaha dan/atau kegiatan.

3. Memberi masukan untuk penyusunan desain perinci teknis dari usaha dan/atau kegiatan.

4. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelola dan pemantau lingkungan hidup
dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

5. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana
usaha dan/atau kegiatan.

Ringkasan Buku Pembanding

BAB 1
Pentingnya Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis sangat diperlukan oleh banyak kalangan, Investor berkepentingan
dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan
untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya,
pemerintah lebih menitik- beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi
perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada
orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang
dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan

26
orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu
proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan
ekonomis.
Bab 2
Pengertian Study Kelayakan Bisnis
Studi kelayakan usaha atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut berbagai aspek
baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek
teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua
digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil
keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan ditidak
dijalankan.
Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Studi Kelayakan Bisnis, yaitu:
1. Aspek hukum Menyangkut semua legalitas rencana bisnis yang akan kita laksanakan
yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku diantaranya :
 Izin lokasi
 Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum
lainnya.
 NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
 Surat tanda daftar perusahaan
 Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
 Surat tanda rekanan dari pemda setempat
 SIUP setempat
2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Menyangkut dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar karena adanya suatu kegiatan
usaha tersebut, diantaranya:
 Dari sisi budaya, apa dampak keberadaan bisnis kita terhadap kehidupan masyarakat,
kebiasaan adat setempat, dan lain-lain.
 Dari sudut ekonomi, seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk,
apakah proyek dapat mengubah atau justru

BAB 3 :Langkah Langkah Studi Kelayakan Bisnis
A. Tahapan Studi Kelayakan Bisnis

27
Studi kelayakan binis merupakan metode ilmiah. Salah satu syarat metode ilmiah adalah
sistematis. Penyusunan studi kelayakan bisnis sebagai salah satu metode ilmiah pada
umumnya meliputi beberapa langkah kegiatan, yaitu :
1) Penemuan Ide
Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilak produk laku untuk dijual
dan menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan
sumber daya yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan:
a) ide proyek sesuai dengan kata hatinya
b) pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
c) keyakinan akan kemampuan proyek menghasilakan laba.
2) Tahap Penelitian Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih
mendalam dengan metode ilmiah:
a) mengumpulkan data
b) mengolah data
c) menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data
d) menyimpulkan hasil
e) membuat laporan hasil
3) Tahap Evaluasi
Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang
bersifat kuantitatif atau kualitatif. Ada 3 macam evaluasi:
a) mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan
b) mengevaluasi proyek yang akan dibangun
c) mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin
Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan
ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan
diperoleh.
4) Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan
pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar
kriteria penilaian yang telah ditentukan.
5) Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan
proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana,
ketersediaan dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen.
28
6) Tahap Pelaksanaan
Dalam realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek
selesai dikerjakan tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin.
Agar selalu bekerja secaa efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan,
dalam operasional perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan,
pemasaran, produksi dan operasi

Bab 4
Etika Dalam Study Kelayakan Bisnis
A. Etika dalam Studi Kelayakan Bisnis
Tujuan dari studi kelayakan bisnis ini adalah untuk menghindari penanaman modal yang
besar untuk kegiatan yang kurang memberikan keuntungan. Untuk mempelajari usulan suatu
proyek dari segala sisi atau aspek secara professional agar pada akhirnya bisa mencapai
segala sesuatu yang direncanakan.
Studi kelayakan akan menyangkut :
1. Manfaat finansial, yaitu manfaat ekonomis bisnis tersebut bagi bisnis itu sendiri yang
berarti bisnis itu dipandang menguntungkan jika dibandingkan dengan resiko dari bisnis itu
sendiri.
2. Manfaat Sosial, yaitu manfaat sosial bisnis tersebut bagi masyarakat sekitar proyek. Hal ini
merupakan studi yang relatif kompleks dan sulit dilakukan.
3. Manfaat ekonomi nasional, yaitu manfaat ekonomis bisnis bagi negara tempat bisnis
tersebut dijalankan, yang menunjukkan manfaat bisnis tersebut bagi ekonomi makro suatu
negeri.
Adapun pihak – pihak yang membutuhkan laporan studi kelayakan bisnis itu dapat
dijelaskan dengan bahwa ini :
1. Pihak investor.
Apabila hasil studi kelayakan bisnis yang akan dikerjakan itu layak direalisasikan,
pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat dicari, dan pelaksanaan operasional juga dapat
dimulai. Melalui studi kelayakan pihak investor dapat melihat target – target yang akan
dicapai perusahaan di masa yang akan datang dan rencana upaya – upaya yang dilakukan
agar dapat mencapai target tersebut. Pihak kreditor. Permodalan bisnis dapat juga didapatkan
dengan meminjam dari pihak Bank sebagai kreditor. Pihak bank sebelum memutuskan untuk
memberikan pinjaman perlu mengkaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah dibuat,
termasuk mempertimbangkan sisi lain, misalnya manajemen perusahaan yang baik dan
29
tersedianya bangunan yang dimiliki perusahaan. Cara ini tentunya akan membuat suatu
perusahaan terikat dengan bank dan akan terus mencoba memperkecil jumlah pinjaman
kepada bank dengan terus berusaha untuk dapatkan keuntungan dan seiring dengan itu maka
bunga bank juga terus bergerak.
2. Pihak manajemen.
Studi kelayakan dapat dibuat oleh pihak luar (eksternal) perusahaan maupun pihak internal
perusahaan (sendiri). Sebagai pihak yang menjadi project leader, sudah tentu pihak
manajemen perlu mempelajari studi kelayakan itu, misalnya di dalamnya hal pendanaan,
berapa yang akan dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari investor dari pihak
kreditor.
3. Pihak pemerintah dan masyarakat.
Penyusun studi kelayakan harus perhatikan beberapa kebijakan yang telah ditetapkan oleh
pemerintah karena secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan
perusahaan. Penghematan devisa Negara, penggalakan ekspor non migas dan pemakaian
tenaga kerja massal merupakan contoh bisnis yang

Bab 5
Aspek Hukum Study Kelayakan Bisnis
Aspek hukum mengkaji tentang legalitas suatu proyek atau bisnis yang akan dibangun
atau dioperasikan. Setiap proyek atau bisnis yang akan didirikan dan dibangun di wilayah
tertentu harus memenuhi hukum dan tata peraturan yang berlaku di wilayah tersebut.

Bab 6
Aspek Lingkungan Industri Dalam Studi Kelayakan Bisnis
Secara umum, lingkungan organisasi dapat dikategorikan ke dalam 2 bagian, yaitu :
1. Lingkungan Eksternal
Tingkatan eksternal terdiri dari lingkungan umum dan industri, sebagai berikut :
a. Lingkungan Umum
Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi yang
menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas dan faktor-faktor tersebut pada
dasarnya di luar dan terlepas dari operasi perusahaan.Faktor-faktor tersebut di antaranya :
1) Faktor Ekonomi Faktor ekonomi mengacu kepada sifat, cara dan arah
dariperekonomian di mana suatu perusahaan akan atau sedang berkompetisi. Indikator
dari kesahatan perekonomian suatu Negara antara lain adalah tingkat inflasi, tingkat suku
30
bunga, deficit atau surplus perdagangan, tingkat tabungan pribadi dan bisnis, serta
produk domestik bruto.
2) Faktor Sosial Faktor-faktor social yang mempengaruhi suatu perusahaan
mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang berkembang, dan gaya hidup dari orang-
orang di lingkungan di mana perusahaan beroperasi.
3) Faktor Politik dan Hukum Faktor politik dan hukum
mendefenisikan parameter- parameter hukum dan bagaimana pengaturan perusahaan
harus beroperasi.Beberapa tindakan politik dan hukum juga didisain untuk memberi
manfaat dan melindungi perusahaan.
4) Faktor Teknologi Faktor teknologi dalam lingkungan umum untuk merefleksikan
kesempatan dan ancaman bagi perusahaan. Kemajuan teknologi secara dramatis telah
mengubah produk, jasa, pasar, pemasok, distributor, pesaing, pelanggan, proses
persaingan.
5) Faktor Demografi Faktor demografi ini adalah ukuran populasi, percampuran
etnis serta distribusi pendapatan. Perusahaan harus menganalisis perubahan faktor ini
dalam konteks yang global,bukan hanya secara domestic.

b. Lingkungan Industri
Lingkungan industi adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang
menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih
spesifik dan langsung terhadap operasionalisasi perusahaan. Terdapat Lima kekuatan
persaingan : masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-
menawar pembeli, kekuatan tawar-menawar pemasok, serta persaingan konvensional di
antara para pesaing yang ada – merefleksikan kenyataan bahwa persaingan dalam suatu
industri tidak hanya terbatas pada pemain konvensianal yang ada. Pelanggan, pemasok,
produk pengganti, serta pendatang baru potensial semuanya merupakan ‘pesaing ’ bagi
perusahaan- perusahaan dalam industri. Persaingan dalam arti yang lebih luas ini dapat
disebut sebagai extended rivalry, sebuah pengertian
persaingan yang diperluas.
2. Diferensiasi Produk (Product Differentiation)
Diferensasi produk artinya perusahaan tertentu mempunyai identifikasi merek dan
loyalitas pelanggan, yang disebabkan oleh periklanan, pelanyanan pelanggaran, perbedaan
produk dimasa lampau, atau sekedar merupakan perusahaan pertama yang memasuki industri.

31
Diferensasi menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan
biaya yang besar untuk mengatasi kesetiaan pelanggan yang ada.
3. Persyaratan Modal (Capital Requirement)
Modal yang besar menjadi salah satuhambatan yang masuk,khususnya apabila modal
yang diperlukan untuk pengeluaran tidak dapat diterima kembali.
4. Biaya Peralihan Pemasok (Switching Cost) Biaya Peralihan Pemasok yaitu biaya
yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berpindah dari produk pemasok tertentu ke
produk pemasok lainnya.Jika biaya peralihan tinggi, maka pendatang baru harus
menawarkan penyempurnaan yang besar dalam biaya atau prestasi agar pembeli mau
beralih dari pemasok lama.
5. Akses ke Saluran Distribusi. Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah
ditangani oleh perusahaan yang sudah mapan, perusahan baru harus membujuk
saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara- cara penurunan harga,
kerjasama periklanan dan sebagainya yang tentu saja berimplikasi terhadap turunnya
laba, hal ini termasuk hambatan masuk.
6. Kebijakan Pemerintah Pemerintah dapat membatasi atau bahkan menutup masuknya
industry dengan melakukan pengendalian dan pengawasan.

Bab 7
Aspek Pasar Dan Pemasraan Dalam Studi Kelayakan Bisnis
A. Aspek Pasar
Tantangan utama perusahaan- perusahaan adalah bagaimana membangun dan
mempertahankan bisnis yang sehat dalam pasar dan lingkungan yang terus berubah. Agar
perusahaan tetap dapat survive perusahaan harus mampu mengenali pelanggannya. Dengan
kata lain pasar sasaran yang dituju dengan tepat akan memudahkan perusahaan dalam
melakukan executing strategy.
Dari defenisi tersebut dapatlah diketahui adanya tiga unsur penting yang terdapat dalam
pasar, yaitu:
1) orang dengan segala keinginannya
2) daya beli mereka
3) kemauan untuk membelanjakan uangnya
Pasar Sasaran Pasar sasaran adalah sekelompok pembeli yang mempunyai sifat- sifat
yang sama yang membuat pasar itu berdiri sendiri. Adanya sekelompok orang dengan ciri-ciri
yang sama belumlah berarti mereka membentuk pasar sasaran. Hanya bila mereka
32
mempunyai ciri-ciri yang sama sebagai pembeli, maka barulah berarti mereka membentuk
suatu pasar sasaran. Sebagai contoh, selama para remaja selaku pembeli atau konsumen
bertingkah laku yang berlainan dengan kelompok usia lain, muncullah suatu pasar sasaran
remaja.
B. Segmentasi pasar
Segmentasi pasar adalah proses dimana pasar dibagi menjadi para pelanggan yang terdiri
atas orang-orang dengan berbagai kebutuhan dan karakteristik yang sama yang mengarahkan
mereka untuk merespon tawaran produk atau jasa dan program pemasaran strategis tertentu
dalam cara yang sama. Klarifikasi Variabel Segmentasi Berdasarkan Ancangan Objektif dan
Subjektif.
Pengenalan pasar adalah penting bagi keberhasilan pemasar. Tetapi mengenal pasar
berarti mengenal berbagai pasar sasaran yang membentuk keseluruhan pasar. Dengan kata
lain adalah sangat penting bagi pemasar bukan saja mengenal siapa yanga membeli produk
tapi juga mengakui bahwa tidak semua orang membeli dengan alasan-alasan yang sama.
Hanya jika mereka memiliki pengetahuan ini, para pemasar mampu merancang strategi-
strategi pemasaran yang optimal.

Bab 8
Aspek Teknis Dan Teknologi Dalam Studi Kelayakan Bisnis
Menurut beberapa pakar teknologi terdapat beberapa definisi teknologi informasi (dalam
Abdul Kadir dan Terra), yaitu :
a. Menurut Haag dan Keen, teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu
anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan
pemrosesan informasi.
b. Menurut Martin, teknologi informasi adalah hal yang tidak hanya terbatas pada
teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses
dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk
mengirimkan informasi.
c. Menurut Williams dan Sawyer, teknologi informasi adalah teknologi yang
menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang
membawa data, suara, dan video. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa teknologi
informasi tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi
komunikasi.

33
Dengan kata lain, teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan
teknologi telekomunikasi.
1. Klasifikasi Sistem Teknologi Informasi
Sistem teknologi informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara pengklasifikasian.
Menurut Abdul Kadir dan Terra TI dapat diklasifikasikan atas :
a) Menurut fungsi yang diemban sistem, sistem teknologi informasi dapat dibedakan atas:
1. Embedded IT system adalah sistem teknologi informasi yang melekat pada produk
lain. Contohnya sistem VCR ( Video Casette Recorder) memiliki sistem teknologi informasi
yang memungkinkan pemakai dapat merekam tayangan televisi.
2. Dedicated IT system adalah sistem teknologi informasi yang dirancang untuk
melakukan tugas-tugas khusus. Contohnya, ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dirancang secra
khususuntuk melakukan transaksi keuangan bagi nasabah bank.
3. General purpose IT system adalah sistem teknologi informasi yang dapat digunakan
untuk melakukan berbagai aktifitas yang bersifat umum. Contohnya, PC (Personal Computer)
b) Menurut departemen dalam perusahaan bisnis, TI dibedakan atas: sistem informasi
akutansi, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi, dan lain-lain.
c) Menurut dukungan terhadap level manajemen dalam perusahaan, TI dapat dibedakan atas :
sistem pemrosesan transaksi, sistem pendukung keputusan, dan sistem informasi eksekutif.

2. Peranan Teknologi Informasi Bagi Perusahaan


Menurut Jogiyanto (2003:18) sistem teknologi informasi memberikan lima peran utama
di dalam organisasi :
a. Meningkatkan efisiensi, yaitu menggantikan manusia dengan teknologi di proses produksi.
b. Meningkatkan efektifitas, yaitu menyediakan informasi bagi para manajer di organisasi
untuk mendukung proses pengambilan keputusan dengan lebih efektif yang didasarkan
dengan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan sehingga mendapat hasil produksi
yang akurat dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan sasaran produksi yang diinginkan.
c. Meningkatkat komunikasi, yaitu mengintegrasikan penggunaan sistem teknologi informasi
dengan menggunakan email dan chat.
d. Meningkatkan kolaborasi, yaitu dengan menggunakan video conference dan
teleconference.
e. Meningkatkan kompetitif, yaitu sistem teknologi informasi digunakan untuk keunggulan
kompetisi.

34
Bab 9
Aspek Manajemen Dan Sumberdaya Manusia Dalam Studi Kelayakan Bisnis
A. Aspek Manajemen
1. Planning (Perencanaan Usaha)
Suatu perencanaan usaha adalah unit kegiatan yang direncanakan dan bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan akan sesuatu barang dan/jasa yang diinginkan.
2. Organizing (pengorganisasian)
Pengorganisasian adalah pengaturan setelah ada plan (rencana). Dalam hal ini diatur dan
ditentukan tentang apa tugas pekerjaaan, macam/jenis serta sifat pekerjaan, unit-unit kerja
(pembentukan bagian- bagian), tentang siapa yang akan melakukan, apa alat-alatnya,
bagaimana pengaturan keuangan dan fasilitasnya dengan kata lain setelah tujuan perusahaan
telah ditentukan, perusahaan perlu merumuskan tindakan-tindakan yang akan dijalankan
untuk mewujudkan berbagai tujuan tersebut.
3. Actuating
Actuating mencakup kemampuan manajemen dalam memotivasi, mempengaruhi,
mengarahkan dan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan demikian manajemen dapat
menentukan bagaimana efektivitas.

Bab 10
Aspek Keuangan Dalam Studi Kelayakan Bisnis
A. KEBUTUHAN DANA
Secara umum, pengalokasian dana ersebut dapat dilakukan kedalam dua bentuk, yaitu untuk
aktiva tetap (fixed assets), dan untuk modal kerja (working capital).
1. Alokasi Dana Untuk Aktiva Tetap.
Aktiva tetap terdiri dari aktiva tetap berwujud (tangible assets), dan aktiva tetap tidak
berwujud (intangible assets). Menurut Baridwan (1989.) aktiva tetap berwujud adalah aktiva
yang berwujud yang dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi.
seperti tanah, gedung perkantoran dan peralatannya, gedung pabrik dan mesin-mesin, dan
aktiva tetap lainnya., Aktiva tetap tidak berwujud adalah: aktiva tetap yang tidak berwujud
secara fisik yang memiliki umur lebih dari satu tahun seperti hak patent, lisensi, copyright,
goodwill, biaya pendahuluan, biaya-biaya pra- operasional, dan lain sebagainya.
2. Alokasi Dana Untuk Modal kerja.
Modal kerja di sini akan diartikan sebagai keseluruhan aktiva lancar yang akan digunakan
untuk kegiatan operasional bisnis, diluar dari penggunaan dana untuk aktiva tetap yang
35
tersebut diatas. Estimasi dari modal kerja tergantung kepada rencana produksi dan penjualan
dari bisnis tersebut. Semakin besar rencana produksi dan penjualan yang akan dilaksanakan
oleh suatu bisnis, maka akan semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan.

B. SUMBER PENDANAAN
Dana pembelanjaan dapat diperoleh dari 2 sumber, diantaranya:
1. Hutang/ kredit/modal asing
2. Modal sendiri
C. Pembelanjaan Hutang
Pembelanjaan Hutang (debt) sebagai sumber pendanaan akan memiliki resiko (risk)
berupa pembayaran bunga (interest) dan pengembaliannya (repayment). Hal ini dikarenakan
adanya prinsip The Risk – return Tradeoff, yaitu: kecenderungan investor untuk memberikan
investasi kepada proyek dengan resiko yang tinggi, dengan tingkat pengembalian yang
diharapkan (expected return) akan tinggi pula (keown dkk, 2001). Artinya: hutang/kredit
dapat dipenuhi, apabila tingkat suku bunga terhadap pinjaman tersebut sesuai dengan
keinginan kreditor atau investor. Hutang yang digunakan untuk membelanjai kegiatan
perusahaan dapat dibagi dua, yaitu:
1) Hutang jangka pendek (short term debt)
2) Hutang jangka panjang (long term debt)

Bab 11
Aspek Resiko, Sosial, Politik Dan Ekonomi Dalam Skb
A. ASPEK RESIKO
Resiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian diakibatkan karena
adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau kelemahan seseorang/ perusahaan
dalam memprediksi masa depan perusahaannya. Resiko dipengaruhi oleh beberapa hal
yakni:
1) Keterbatasan dalam hal sumber daya informasi yang tersedia
2) Kelemahan dalam perencanaan yang tidak komprehensif
3) Keterbatasan pengetahuan dari para pengambil keputusan

B. MACAM-MACAM RESIKO
Dari sisi sumber/penyebab resiko dapat dibedakan kedalam 2 bagian :

36
1. Resiko intern yaitu resiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti
kesalahan kerja, korupsi, kesalahan manajemen dsb.
2. Resiko Ekstern resiko yang berasal dari luar perusahaan seperti resiko pencurian,
penipuan, persaingan, fluktuasi harga, perubahan kebijakan pemerintah dsb.

Bab 12
Membuat Laporan Studi Kelayakan Bisnis
A. Simulasi Bisnis
1. Model analitik sulit diperoleh, tergantung dari faktor kerumitan dari setiap spesifikasi
model, misalnya untuk model capital budgeting (penganggaran modal) meliputi tingkat
permintaan yang bersifat tidak pasti, untuk model inventory (persediaan) meliputi tingkat
persediaan yang tidak pasti.
2. Model analitik biasanya hanya digunakan untuk memprediksi/ memperkirakan rata-rata
atau sesuatu yang bersifat ‚steady-state‛ (tidak berubah terhadap waktu). Dalam memodelkan
dunia nyata perlu adanya kemungkinan variasi terhadap pengamatan, atau bagaimana
melakukan pengamatan untuk data yang bervariasi.
3. Simulasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam software, dari spreadsheet itu sendiri
(Excel, Lotus), spreadsheet add-ins (Crystal Ball, @Risk), bahasa pemrograman komputer
secara umum (PASCAL, C++) sampai dengan bahasa khusus untuk simulasi (SIMAN).
B. Format Proposal Studi Kelayakan Bisnis
Dalam Menyusun Proposal bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni
1. Menggambar keseluruhan (overview) rencana strategi perusahaan yang akan dijalankan.
2. Memuat latar belakang usaha
3. Menggabungkan seluruh aspek-aspek internal manajemen (Produksi, marketing, sdm,
keuangan dan teknologi) dan eksternal
4. Merinci dengan jelas seluruh strategi yang akan dijalankan
5. Rencana strategi teraplikasi pada rencana aggaran (budgeting)
6. Tampilan yang menarik
7. Kelengkapan dokumen-dokumen Usaha
8. Membuat peta lokasi usaha
9. Mencantumkan photo product

Bab 13
Merencanakan Bisnis
37
Sumber peluang potensial bisnis dapat digali dengan cara :
a. Menciptakan produk baru yang berbeda. Tahapan-tahapan penting dalam pengembangan
produk baru yaitu : pemunculan ide, Pemilihan ide, Pengembangan konsep dan pengujian,
Strategi pemasaran, Analisa bisnis, Pengembangan produk, Pengujian pasar, Komersialisasi
b. Mengamati pintu peluang. Beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang, yaitu :
Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Kerugian
teknik harus rendah Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi
produknya . Pesaing tidak memiliki teknologi canggih. Pesaing sejak awal tidak memiliki
strategi dalam memperhatikan posisi pasarnya. Perusahaan baru memiliki kemampuan dan
sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun rencana bisnis agar
bisnis yang dijalankan akan lebih berhasil.
1. Stakeholders Bisnis
Stakehlolders adalah orang-orang yang memilki kepentingan utama dalam bisnis yang
meliputi pemilik, karyawan, kreditor, pemasok, dan pelanggan. Setiap jenis pemegang
kepentingan mempunyai peran kritis dalam setiap usaha.
2. Lingkungan Bisnis
Lingkungan Ekonomi : kondisi ekonomi suatu negara akan sangat mempengaruhi kinerja
bisns dalam suatu negara. Karena kondisi bisnis akan mempengaruhi penerimaan dan
pengeluaran suatu bisnis. Dalam lingkungan ekonomi beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan terhadap nilai perusahaan adalah Pertumbuhan ekonomi, tingkat suku
bunga, inflasi
3. Inflasi
Inflasi adalah peningkatan harga umum dari barang dan jasa dalam periode waktu tertentu.
Tingkat inflasi dapat diestimasi dengan mengukur persentase perubahan indeks harga
konsumen (IHK) yang memberikan indikasi harga bernmjacam produk konsumen.
4. Tingkat Suku Bunga Kondisi ini mewakili biaya meminjam uang.
Perubahaan dalam tingkat suku bungan dipasar dapat mempengaruhi biaya bunga
perusahaan karena bungan pinjaman yang diminta oleh bank komersial atau kridetor
berdasarkan tingkat suku bunga pasar. Lingkungan Industri Selain dipengaruhi oleh kondisi
makro bisnis juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi mikro yang berkaitan dengan kondisi
mikro. Dalam lingkungan industri beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan terhadap nilai
perusahaan adalah Permintan industri, Tingkat persaingan industri dan Peraturan Industri.
38
Bab 14
Analisa Profil Perusahaan Dan Menjalankan Bisnis Dalam Skb

A. Perspektif dan Analisis SWOT dalam Studi Kelayakan Bisnis


Untuk menganalisis profil suatu perusahaan akan digunakan tiga pendekatan yaitu analisis
SWOT, strategic cost analysis dan competitive strength assessment.
1. Analisis SWOT SWOT singkatan dari Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan),
Opportunity (Peluang), Threat (Tantangan). Analisis SWOT berisi evaluasi faktor
internal perusahaan beruapa kekuatan dan kelemahannya dan faktor eksternal beruapa
peluang dan tantangan. Strategi yang dipilih harus sesuai dan cocok dengan kapabilitas
internal perusahaan dengan situasi eksternalnya.
2. Identifikasi Peluang dan Tantangan Peluang pasar merupakan faktor terbesar yang
membentuk strategi perusahaan. Peluang industri berbeda dengan peluang perusahaan.
Tidak semua perusahaan bisa memanfaatkan peluang industri. Hal ini tergantung dengan
posisi dan kemampuan perusahaan dalam mengejar peluang yang ada.
3. Menjalankan Bisnis
Untuk memulai sebuah usaha memang harus didahului dengan taktik dan strategi.
Membuat usaha yang besar tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Mengawalinya
dengan modal kecil pun sebuah usaha bisa tumbuh menjadi besar. Pengembangan usaha
lewat metode bottom-up marketing jauh lebih menguntungkan dibandingkan pendektaan top-
down, yang selama ini dipraktikkan. Pengusaha mesti punya taktik, dalam artian, pengusaha
mesti punya ide untuk dijadikan pegangan dalam membuka usahanya. Harus punya taktik dan
strategi dulu, kalau sudah berhasil baru dikembangkan. Konsultan bisnis dan motivator Tung
Desem Waringan menyarankan pengusaha untuk membuka usaha dalam skala kecil dulu.
Setelah terbukti mampu menghasilkan keuntungan, pengusaha dianjurkan memikirkan
strategi besar untuk melipatkan keuntungan.
Pengusaha mesti memikirkan keuntungan tambahan yang bisa ditawarkan bisnisnya.
Ultimate advantage ini sangat penting mengingat persaingan bisnis di zaman serba canggih
ini sudah makin ketat. Di samping itu, kita perlu memandang penting adanya penawaran yang
sensasional dan penawaran yang menggunakan garansi. Dengan kedua hal ini, kepercayaan
masyarakat terhadap produk yang ditawarkan akan semakin meningkat.

39
2.3 Kelebihan Dan Kekurangan Buku
KELEBIHAN/ BUKU UTAMA BUKU PEMBANDING
KEKURANGAN
KELEBIHAN  Identitas yang ada yang  Identitas buku lengkap
didalam buku disajikan dengan  Bahasa yang digunakan mudah
lengkap. untuk dipahami.
 Bahasa yang digunakan dalam  Referensi yang digunakan dalam
buku ini disajikan dengan bahasa buku ini jelas
baku dan mudah untuk dipahami.  Pemaparan materi dalam buku ini
 Materi yang dipaparkan sangat cukup lengkap.
lengkap dari semua aspek penilaian  Terdapat beberapa pendapat ahli
dalam studi kelayakan bisnis. mengenaimateri pembahasan sehingga
 Buku ini belum ada cetakan dapat menambah pemahaman pembaca.
terbaru.
 Terdapat lampiran dan indeks
buku yang memudahkan pembaca
dalam memahami isi buku.
 Setiap materi dilengkapi
dengan contoh sehingga kita dapat
mengerti dengan.
KEKURANGAN  Buku ini belum ada cetakan  Tidak ada rangkuman pada setiap
terbaru sehingga untuk teori dan bab nya.
informasi terbaru. Tidak terdapat soal latihan yang
seharusnya bisa melatih tingkat
pemahaman pembaca pada setiap materi
pembahasan

40
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam mendirikan suatu usaha perlu diadaknnya studi mendalam menganai bisnis yang
akan didirikan . hal ini dilakukan guna mengetahui bagaimana perkembangan usaha yang
akan kita jalankan dimasa mendatang . studi harus dilakukan dengan baik sesuai dengan
aspek aspek yang ada untuk mendapatkan hasil yang optimal.

B. Saran
Seiring dengan perkembangan zaman yang selalu berubah maka alangkah baiknya jika
buku ini direvisi untuk memberikan pembaruan – pembaruan dalam bidang Studi Kelayakan
Bisnis disertai dengan studi kasus yang terjadi.

41
DAFTAR PUSTAKA.

Kasmir, Jakfar. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta : KENCANA PRENADA MEDIA GRUP,
2003.
Sulastri , Lilis. Studi Kelayakan Bisnis Untuk Wirausaha. Jakarta : LGM - LaGood’s
Publishing, 2016.

42

Anda mungkin juga menyukai