Anda di halaman 1dari 16

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA

PENGELOLAAN
Barang Milik Negara
DISTINGUISHED ASSETS MANAGER
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 28 TAHUN 2020
PP 28 TAHUN 2020

❖ Merupakan Perubahan atas PP No.27


Tahun 2014 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah yang
meliputi 36 (tiga puluh enam)
perubahan Pasal dan Penjelasan.

❖ Perubahan PP No.27 Tahun 2014


dilakukan dengan tujuan untuk
mewujudkan pengaturan yang
komprehensif yang disesuaikan
dengan perkembangan kebutuhan,
sehingga pelaksanaan Pengelolaan
BMN/D dapat dilaksanakan secara
optimal, efektif, dan efisien.

2
LATAR BELAKANG

Arahan Menteri Keuangan dalam rapat


pimpinan jajaran Kementerian Keuangan
pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2016
dan tanggal 21 Oktober 2016, antara lain
adalah bahwa dalam rangka simplifikasi dan
efektifitas birokrasi, Menteri Keuangan
meminta agar persetujuan
Pemindahtanganan BMN yang menjadi
kewenangan Presiden (PP 27/2014) dapat
didelegasikan kepada Menteri Keuangan.

3
PENYUSUNAN PP 28 TAHUN 2020
1. Penetapan RPP Perubahan PP 27/2014 di Dalam Keppres 20 Tahun 2017 1. Dilaksanakan 3 (tiga) kali Rapat tingkat PAK
tentang Program Penyusunan PP Tahun 2017 dan 2 (dua) kali Rapat Pleno Harmonisasi di
2. Penetapan Tim PAK dalam KMK 424/MK.06/2017 yang terdiri dari KemenkumHAM
Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian 2. Penyampaian Hasil Harmonisasi dari
Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian MenkumHAM kepada Menteri Keuangan
Koordinator Bidang Perekonomian. melalui Surat No.PPE.PP.03.01-1931 tanggal
3. Dilaksanakan 4 (empat) kali Rapat tingkat PAK 14 November 2019
4. Masih terdapat substansi pendelegasian kewenangan dari Presiden 3. Penyampaian Permohonan Penetapan RPP
ke Menkeu yang belum disepakati. Terkait hal ini Menteri Keuangan Hasil Harmonisasi kepada Presiden RI
mengajukan Surat Kepada Presiden RI melalui Surat No. S- melalui Surat Menkeu No.S-902/MK.06/2019
628/MK.06/2017 tanggal 1 Agustus 2017 yang berisi permohonan arahan tanggal 9 Desember 2019
kepada Presiden RI.

2016 2017 2018 2019 2020


1. Surat Penyampaian Paraf Menkeu pada naskah RPP
Pengajuan Izin Prakarsa ke 1. Surat Mensesneg No.B-
melalui Surat No.S-188/MK.06/2020 tgl. 9 Maret 2020
Presiden 257/M.Sesneg/D-1/HK.10.02/04/2018
2. Terdapat usulan perubahan dari Kementerian Dalam
tanggal 11 April 2018 menyatakan
Negeri yang diajukan kepada KemenSetneg terkait
Diajukan Surat Menteri Keuangan Nomor bahwa Pendelegasian Kewenangan
pengaturan di bidang Pengelolaan BMD
S-987/MK.6/2016 tanggal 14 Nov 2016 Presiden kepada Menkeu tidak dapat
3. Surat Penyampaian Kembali Paraf Menkeu pada
kepada Presiden, namun berdasarkan dilakukan
naskah RPP melalui Surat Dirjen KN a.n. Menkeu No. S-
hasil pembahasan yang dilakukan oleh 2. Dilaksanakan 4 (empat) kali Rapat
349/KN/2020 tgl. 21 Mei 2020
KemenSetneg, penyusunan RPP tingkat PAK
4. PENETAPAN PP 28 Tahun 2020 tgl 8 Juni 2020
diarahkan untuk melalui Progsun PP 4
Tahun 2017
UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
HARMONISASI/SINKRONISASI • Perubahan terminologi “mendelegasikan” menjadi melimpahkan”
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • Penambahan kewenangan Pengguna Barang yaitu merumuskan
kebijakan, mengatur, dan menetapkan pedoman pengelolaan BMN yang
berada dalam penguasaannya dengan berpedoman pada peraturan
perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN
Pelimpahan
UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Wewenang UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan
Menambahkan Desa sebagai pihak yang dapat
Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan
melakukan Tukar-Menukar dan Hibah
Kepentingan Umum
Desa
Umum Penyempurnaan pengaturan “kepentingan umum”
dan penambahan “kepentingan umum” berupa
infrastruktur minyak, gas, dan panas bumi dari
Perpres No. 38 Tahun 2015 tentang HARMONISASI/ kegiatan hulu sampai dengan hilir
Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha SINKRONISASI
Dalam Penyediaan Infrastruktur
Perpres No. 52 Tahun 2020 tentang
Jenis Penyediaan Infrastuktur untuk Kerja Sama Lingkup Pembiayaan Infrastruktur Melalui Hak
Pemanfaatan atas BMN/D untuk Penyediaan LCS
Infrastruktur Pengelolaan Terbatas
Infrastruktur mengacu pada ketentuan peraturan
perundang-undangan mengenai penyediaan Penambahan Bentuk Baru Pemanfaatan BMN
infrastruktur.
Anak berupa Kerja Sama Terbatas Untuk Pembiayaan
Holding Infrastruktur

PP No. 44 Tahun 2005 jo. No. 72 Tahun 2016 tentang Tata Cara BUMN
Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Pada BUMN dan PT
Penunjukan Langsung Mitra KSP BMN/D yang bersifat khusus juga
dilakukan terhadap anak perusahaan BUMN yang diperlakukan sama
dengan BUMN sesuai ketentuan PP yang mengatur mengenai tata cara
penyertaan dan penatausahaan modal negara pada BUMN dan PT
POKOK PERUBAHAN PADA PP 28 TAHUN 2020
Pengaturan Lainnya Penggunaan
❖ Penyempurnaan Definisi dan pengaturan kewenangan Penggunaan Sementara dapat
Pengelola dan Pengguna Barang dilakukan atas BMN yang berada
❖ Penyempurnaan pengaturan “kepentingan umum” pada Pengelola Barang
❖ Penyempurnaan definisi “Lelang”
❖ Penambahan “Pengelola Barang” sebagai pihak yang Pemanfaatan
dapat melakukan Pemusnahan BMN/D ❖ Penyetoran uang sewa dapat dilakukan secara bertahap
❖ Penambahan Lingkup Penghapusan BMN/D yaitu: untuk sewa BMN/D dengan karakteristik khusus
Penghapusan dari Daftar Barang Pengelola.
❖ Jangka waktu Pinjam Pakai BMN/D tidak dibatasi dapat
diperpanjang hanya 1 kali
❖ Penyempurnaan Pengaturan pada KSP berupa perluasan
contoh BMN/D yang bersifat khusus
Pemindahtanganan POKOK
PERUBAHAN ❖ Perluasan BGS/BSG dapat dilakukan oleh Pengguna Barang
❖ Menambahkan Desa sebagai pihak setelah mendapat persetujuan Pengelola Barang
yang dapat melakukan Hibah dan ❖ Penambahan Bentuk Pemanfaatan BMN yaitu “Kerjasama
Tukar-Menukar Terbatas Untuk Pembiayaan Infrastruktur”
❖ Pengaturan pelaksanaan PMPP yang
berasal dari BMN yang dari awal
pengadaannya direncanakan untuk Penilaian
dijadikan PMPP ❖ Penyempurnaan pengaturan terkait definisi “Penilai
❖ Pengaturan terkait PMPD diatur Pemerintah”
❖ Pengaturan Penilaian BMN selain tanah dan/atau
tersendiri mengikuti ketentuan di Badan Layanan Umum bangunan dalam rangka Pemanfaatan atau
bidang pemerintahan daerah dan
❖ Pengelolaan BMN/D pada BLU dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemindahtanganan dilakukan oleh tim yang ditetapkan
pengelolaan BMD Pemerintah ini, kecuali yang diatur khusus dalam Peraturan Pemerintah
oleh Pengguna Barang, atau menggunakan Penilai yang
mengenai BLU
ditetapkan oleh Pengguna Barang
❖ Pengelola Barang dapat membentuk BLU/menggunakan jasa pihak lain 6
yang ditunjuk dalam melaksanakan pengelolaan tertentu atas BMN
Mendorong Utilisasi BMN pada Pengelola Barang
Menuju Distinguished Assets Manager

PENGGUNAAN
PASAL 19 AYAT (1) DAN
AYAT BARU (1a) dan (1b)

1. Barang Milik Negara:


a. pada Pengelola Barang; dan
b. yang telah ditetapkan status penggunaannya pada Pengguna Barang;
dapat digunakan sementara oleh Pengguna Barang lainnya dalam jangka waktu tertentu tanpa harus
mengubah status Penggunaan Barang Milik Negara tersebut.

→ Penggunaan Sementara dapat dilakukan atas BMN yang berada pada Pengelola Barang
(sebelumnya hanya dapat dilakukan atas BMN pada Pengguna Barang)
Relaksasi Pemanfaatan BMN Menuju Distinguished Assets Manager
JENIS PEMANFAATAN
Penambahan Bentuk Baru Pemanfaatan BMN yaitu: SEWA
Kerja Sama Terbatas Untuk Pembiayaan Infrastruktur
1. Penyetoran uang sewa dilakukan sekaligus secara tunai
→ Inline dengan Perpres 52 Tahun 2020 tentang Pembiayaan Infrastruktur sebelum ditandatatanganinya perjanjian sewa
Melalui Hak Pengelolaan Terbatas , khususnya untuk BMN
2. Pembayaran Sewa Bertahap dapat dilakukan secara bertahap
dengan persetujuan Pengelola Barang atas:
a. Sewa untuk kerja sama infrastruktur; dan/atau
PINJAM PAKAI b. Sewa untuk BMN/D dengan karakteristik/sifat khusus.

Jangka waktu Pinjam Pakai Barang Milik Negara/Daerah


paling lama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang
KERJA SAMA PEMANFATAAN
→ Pinjam pakai dapat diperpanjang sesuai kebutuhan
(sebelumnya dalam PP-27/2014 hanya dibatasi 1 kali) PP 1. Penunjukan Langsung Mitra KSP BMN/D yang bersifat
khusus juga dapat dilakukan terhadap anak perusahaan
28/2020
BUMN yang diperlakukan sama dengan BUMN sesuai
BGS/BSG ketentuan PP yang mengatur mengenai tata cara
penyertaan dan penatausahaan modal negara pada
1. Perluasan BGS/BSG dapat dilakukan oleh Pengguna Barang BUMN dan PT
setelah mendapat persetujuan Pengelola Barang. → → persiapan dampak dari holding BUMN
sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh Pengelola Barang 2. Perluasan contoh BMN/D yang bersifat khusus (stasiun
2. Penyerahan objek BGS/BSG pada akhir jangka waktu kereta api dan terminal angkutan umum) untuk
pelaksanaan tidak menghapuskan kewajiban Mitra untuk penunjukan langsung
menindaklanjuti hasil audit yang telah dilakukan oleh APIP 3. Jenis Penyediaan Infrastuktur untuk KSP Infrastruktur
→ Menjaga governance pelaksanaan BGS/BSG mengacu pada ketentuan peraturan perundang-
PENILAIAN undangan mengenai penyediaan infrastruktur
→ inline dengan Perpres KPBU.
1. Penilaian BMN berupa tanah dan/atau bangunan dilakukan oleh Penilai Pemerintah dan/atau Penilai Publik
2. Penilaian BMN selain tanah dan/atau bangunan dilakukan oleh tim/Penilai yang ditetapkan oleh Pengguna
Barang → persiapan implementasi Jabatan Fungsional Penilai Pemerintah
PENGATURAN MENGENAI PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA
Kerja Sama
Bangun Bangun Kerjasama
Kerjasama Terbatas
Pinjam Guna Serah Sewa KSP Penyediaan
No Peraturan Sewa Pemanfaatan Untuk Keterangan
Pakai Serah Guna Infrastruktur Infrastruktur Infrastruktur
(KSP) Pembiayaan
(BGS) (BSG) (KSPI)
Infrastruktur

1 KMK – 470/1994 √ √ √ Dicabut dengan PMK-96/2007

2 PP – 6/2006 √ √ √ √ √ Diubah dengan PP-38/2008, dicabut dengan PP-27/2014

3 PMK – 96/2007 √ √ √ √ √ Dicabut dengan beberapa PMK

4 PP – 38/2008 √ √ √ √ √ √ Dicabut dengan PP-27/2014

5 PMK – 33/2012 √ Dicabut dengan PMK-57/2016

6 PP – 27/2014 √ √ √ √ √ √ √ √ Masih berlaku, sebagian diubah dengan PP-28/2020

7 PMK – 78/2014 √ √ √ √ √ √ √ √ Masih berlaku

8 PMK – 164/2014 √ √ √ Masih berlaku

9 PMK – 57/2016 √ Masih berlaku

10 PMK – 65/2016 √ √ √ Perubahan PMK-164/2014

11 PP – 28/2020 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Perubahan PP-27/2014


BENTUK BARU PEMANFAATAN
Our Great Team BMN
KERJA SAMA TERBATAS UNTUK PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR
Pasal 41A dan 41B

Dilakukan terhadap BMN Dilakukan oleh Badan Penerimaan atas Kerja Jangka Waktu Kerja Sama
yang berada pada Layanan Umum yang Sama Terbatas Untuk dilaksanakan sesuai dengan
Pengguna Barang, dengan dibentuk oleh Pembiayaan ketentuan peraturan
mekanisme penyerahan Pengelola Barang Infrastruktur merupakan perundang-undangan di
kepada Pengelola Barang Pendapatan Badan bidang masing-masing sektor
Layanan Umum Infrastruktur

Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pembiayaan Infrastruktur melalui Hak Pengelolaan Terbatas
Proses Bisnis untuk Skema Kerja Sama
Terbatas Untuk Pembiayaan Infrastruktur / Limited Consession Scheme (LCS)
Konsesi Proyek Opsi Jenis Usulan:
Kementerian KPPIP
Infrastruktur 1. Kementerian
Teknis/
Teknis/BUMN
BUMN Fasilitas
mengusulkan potensi 1. Penetapan Penyiapan
Daftar HPT Skema Proyek
2. KPPIP melakukan 2. Pemanfaatan
evaluasi potensi dan (Transaction
Hasil HPT Advisory)
berdiskusi dengan
Kementerian
Teknis/BUMN Skema Hak Pengelolaan Terbatas
(HPT)
Proyek Infrastruktur

Jenis Infrastruktur Prioritisasi Pemanfaatan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Barang Milik Negara
adalah Aset Beroperasi Hasil (BMN)
yang merupakan: HPT
• Barang Milik Negara Hanya untuk infrastruktur BUMN Kementerian Teknis
(BMN) dalam daftar Proyek
• Kekayaan Negara Infrastruktur Prioritas Proses Perjanjian Proses Perjanjian
yang Dipisahkan dan/atau daftar Proyek Pengadaan HPT Pengadaan HPT
(KND) Strategis Nasional
1. Meningkatkan Penerima Konsesi Penerima Konsesi
fungsi operasional
Catatan: Pembayaran Dimuka, Pembayaran Dimuka,
1) Berdasarkan Perjanjian HPT
infrastruktur sejenis
Pembayaran Periodik, Pembayaran Periodik,
2) Mekanisme Pemanfaatan diatur melalui
2. Pembiayaan
atau jenis pendapatan atau jenis pendapatan
infrastruktur lainnya
Peraturan Menteri BUMN dengan lainnya1) lainnya1)
mengutamakan sinergi BUMN, Partner
Strategis dan TKDN. BUMN Pemilik Aset 2) Badan Layanan Umum
3) Mekanisme Pemanfaatan diatur melalui
(Nasional) 3)
Peraturan Menteri Keuangan

1 Berdasarkan Perjanjian HPT


Proses Bisnis untuk Skema Kerja Sama Terbatas Untuk Pembiayaan Infrastruktur /
Limited Consession Scheme (LCS)

Penyiapan dan Monitoring, Evaluasi,


Perencanaan Perjanjian
Transaksi Pelaporan

Penyiapan kajian dan lelang Penandatanganan perjanjian &


Penetapan Pemantauan
Financial Close

Kegiatan • Identifikasidan • Penyiapan studi, • Penyiapan dan • Monitoring dan


penetapan proyek dan dokumen pendukung penandatanganan pelaporan kepada
pemanfaatan dana • Penyiapan transaksi Perjanjian Pengelolaan Presiden paling sedikit 1
Aset kali dalam 6 bulan
• Financial Close

Pemangku Menteri/Kepala Lembaga/Direktur Utama BUMN Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK)
Kepentingan
Terkait

PJPK Identifikasi proyek dan Menyiapkan kajian Menyiapkan dan Melaporkan kemajuan
penggunaan dana menandatangani perjanjian

Kemenko Ekon Menetapkan Daftar Rencana Mengatur mekanisme Monitoring dan evaluasi
Pengelolaan Aset pengadaan BU pendukung

Menetapkan BLU Pengelolaan dana HPT dari


Kemenkeu penyimpan dana untuk HPT BMN dalam BLU
pada BMN

Bappenas Screening potensi proyek Memberikan dukungan


HPT penyiapan

Identifikasi dan fasilitasi Memfasilitasi penyusunan Debottlenecking jika Memantau dan menyusun
KPPIP potensi proyek kajian dan Transaction dibutuhkan laporan
Advisor
PENILAIAN
Perubahan Definisi Penilaian Kembali
1 Penilai Pemerintah 2 Penilaian STB 3 BMN/D
Pasal 50 ayat (2) dan (5), dan Penjelasan Pasal 51 ayat (1), (2), (3) Pasal 52 ayat (2) dan (3), dan
Pasal 50 ayat (1) Penjelasan Pasal 52 ayat (1)

Yang dimaksud dengan "Penilai Penilaian Barang Milik


Pemerintah" adalah Pegawai Negara selain tanah
Negeri Sipil di lingkungan dan/atau bangunan
pemerintah yang diberi tugas, dalam rangka
Ketentuan mengenai
wewenang, dan tanggung Pemanfaatan atau
pelaksanaan Penilaian
jawab untuk melakukan Pemindahtanganan
kembali atas nilai BMN
Penilaian, termasuk atas hasil dilakukan oleh tim yang
dan BMD diatur dengan
penilaiannya ditetapkan oleh
Peraturan Presiden.
secara independen sesuai Pengguna Barang, atau
dengan ketentuan Peraturan menggunakan Penilai
Perundang-undangan yang ditetapkan oleh
Pengguna Barang
→ sebelumnya diatur bahwa Penilai → sebelumnya harus Penilai dari Pengelola → Memberikan peluang ke depan untuk
Pemerintah adalah PNS yang diangkat dan dapat melibatkan Penilai yang penetapan pelaksanaan revaluasi BMD
oleh kuasa Menteri Keuangan ditetapkan Pengguna Barang secara terpisah dari revaluasi BMN
13
HIBAH
Pasal 68 ayat (1)
Pasal 69 ayat (5), dan penjelasan Pasal 69 ayat (1) huruf b
Pasal 71 ayat (1), (1a), dan ayat (2) PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH PUSAT
Pasal 72 ayat (1), (2), dan (3); Pasal 73 ayat (1) dan (5); Pasal 74; Pasal 74A; Pasal 75
1. Menambahkan Desa sebagai pihak yang dapat melakukan
Hibah 1. Pengaturan terkait PMPP/D yang berasal dari BMN/D
2. Penambahan contoh dokumen pengganggaran berupa: yang dari awal pengadaannya diperuntukan bagi
“Kerangka Acuan Kerja, dan Petunjuk Operasional Kegiatan” BUMN, BUMD, atau badan hukum lainnya yang dimiliki
Hibah oleh negara hanya dapat dilakukan dalam rangka
3. Hibah BMD dilaksanakan oleh Pengelola Barang setelah penugasan pemerintah yang ditetapkan di dalam PP
mendapat persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota atau Perpres
4. Penyempurnaan pengaturan terkait Hibah BMD 2. Penyempurnaan pengaturan PMPP pada Pasal 73 dan
Pasal 74
3. Pengaturan terkait PMPD diatur tersendiri mengikuti
ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang
pemerintahan daerah dan pengelolaan BMD
REDEKOMPOSISI PEMINDAHTANGANAN
4. Pengaturan PMPP Untuk BMN yang BMN yang dari
PMPP awal Pengadaannya direncanakan untuk dijadikan PMPP
pada Pasal 74A:
Tukar ▪ Perencanaan pengadaan BMN dibahas bersama
TUKAR-MENUKAR Menukar
dengan BUMN, BUMD, atau badan hukum lainnya
yang dimiliki oleh negara calon penerima PMPP
Pasal 64 ayat (2) huruf b, dan ayat (3) huruf b ▪ Penetapan nilai menggunakan nilai realisasi
Pasal 67 ayat (1), (1a), dan ayat (2) anggaran yang telah direviu oleh APIP dengan
penetapan sebagai PMPP dilakukan paling lama 1
(satu) tahun sejak akhir tahun anggaran pengadaan
1. Menambahkan Desa sebagai pihak yang dapat
BMN
melakukan Tukar-Menukar
▪ BMN yang dari awal pengadaannya direncanakan
2. Penyempurnaan pengaturan terkait Tukar-Menukar untuk dijadikan PMPP tidak dilakukan Penetapan
BMD Status Penggunaan
▪ Ketentuan lebih Lanjut di atur dengan PMK
14
BADAN LAYANAN UMUM

Pasal 97
Pasal 96 ayat (2)

1. Pengelola Barang dapat


Pengelolaan BMN/D membentuk BLU/
pada BLU menggunakan jasa pihak
dilaksanakan lain yang ditunjuk dalam
berdasarkan Peraturan melaksanakan pengelolaan PASAL 108
Pemerintah ini, tertentu atas BMN DIHAPUS
kecuali yang diatur
2. Ketentuan mengenai
khusus dalam
pelaksanaan pengelolaan
Peraturan
tertentu diatur dengan
Pemerintah
Peraturan Menteri → Ketentuan transisi pengelolaan
mengenai
→ BLUpengaturan
Memberikan batasan
mana yang mengikuti aturan Keuangan BMN pada BLU dihapus karena
pengaturan mengenai
pengelolaan BMN dan mana yang Pengelolaan BMN pada BLU
→ Memberikan amanat untuk pengaturan
mengikuti aturan BLU sudah ada
pengelolaan tertentu atas BMN pada
BLU yang dibentuk oleh Pengelola
Barang melalui PMK 15
CONCEPT PENGATURAN
JOB DISK LAIN
PROMOTED

BASIC

DEFINISI PEMUSNAHAN DAN PENYEMPURNAAN PENGATURAN


(Pasal 1 angka 12, 16a, dan PENGHAPUSAN BMN
angka 21) 1. Penyempurnaan penjelasan “Pengamanan
1. Penambahan “Pengelola Barang” Administrasi”, “Pengamanan Fisik”, dan
1. Penyempurnaan sebagai pihak yang dapat melakukan “Pengamanan Hukum” (Penjelasan Pasal 42)
Definisi Pinjam Pakai Pemusnahan BMN/D, serta
penambahan pengaturan terkait 2. Penyempurnaan pengaturan “kepentingan
dan Definisi PMPP/D umum” dan penambahan “kepentingan umum”
pelaksanaan pemusnahan BMN/D
2. Penambahan Definisi dituangkan dalam berita acara berupa infrastruktur minyak, gas, dan panas
Baru yaitu “Kerja (Pasal 78 ayat (1), (1a), dan (2)) bumi dari kegiatan hulu sampai dengan hilir
Sama Terbatas Untuk (Penjelasan Pasal 55 ayat (3) huruf d)
2. Penambahan Lingkup Penghapusan
Pembiayaan BMN/D yaitu “Penghapusan dari 3. Penyempurnaan Definisi “Lelang” (Penjelasan
Infrastruktur” Daftar Barang Pengelola” Pasal 61 ayat (1))
(Pasal 81 huruf a1) 4. Penyempurnaan redaksional penjelasan Pasal
3. Penyempurnaan redaksional pada 63 (Penjelasan Pasal 63 ayat (1) huruf d dan e)
penjelasan Pasal 82 16