Anda di halaman 1dari 24

KARYA TULIS ILMIAH

HALAMAN JUDUL

PENAMBAHAN DIETHYLENE GLYCOL DIBENZOATE (DEDB)


SEBAGAI ALTERNATIF PLASTICIZER PENGGANTI DIOCTYL
PHTHALATE (DOP) UNTUK MENCIPTAKAN KANTONG PLASTIK
HITAM DAUR ULANG YANG AMAN BAGI KESEHATAN

Riza Umami 4311418038

Lutfia Damayanti 4311418071

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2019

i
ABSTRAK

ii
Kantong plastik daur ulang memiliki potensi membahayakan kesehatan
manusia dan lingkungan dalam penggunaan jangka panjang. Hal tersebut
disebabkan oleh kandungan dioctyl phthalate (DOP) sebagai plasticizer yang
bersifat toxic dan non-biodegradable dalam proses pembuatannya. Penulisan
karya tulis ini ditujukan untuk mempelajari kemungkinan penggunaan
diethylene glycol dibenzoate (DEDB) sebagai alternatif plasticizer atau pemlastis
kantong plastik daur ulang pengganti DOP. Selain itu, karya tulis ini bertujuan
untuk mengetahui keefektifan DEDB sebagai plasticizer pengganti DOP. Metode
penulisan didasarkan atas kajian pustaka yang berasal dari literatur berupa
artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa DEDB dapat digunakan sebagai
plasticizer pengganti DOP. DEDB dan mampu menciptakan ruang kosong pada
polimer yang mana menjadikan mendorong molekul-molekul polimer untuk
memiliki lebih banyak ruang gerak sehingga polimer tersebut memiliki bersifat
yang lebih lunak dan fleksibel. Penggunaan DEDB lebih efektif dibangdingkan
dengan DOP karena dapat mempersingkat waktu pencampuran. Plasticizer DEDB
merupakan pemplastis yang efisien dan digunakan dalam sehingga
penggunaanya jumlah yang lebih sedikit kecil dalam produksi kantong plastik
daur ulang. Plasticizer Penggunaan DEDB sebagai plasticizer lebih aman bagi
kesehatan sebab tidak tidak bersifat toxic sehingga lebih aman dan tidak
menimbulkan efek karsinogenik pada tubuh manusia. Plasticizer DEDB ini juga
dapat didegradasikan oleh mikroorganisme seperti ragi R. rubra dan bakteri
tanah R. rhodochrous sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, DEDB dapat
digunakan sebagai plasticizer pada kantong plastik daur ulang dengan berbagai
keefektifan yang menyertainya. Dengan demikian, penggunaan plasticizer DEDB
merupakan solusi tepat dan efisien untuk menciptakan kantong plastic yang
kuat, fleksibel, dan ramah lingkungan.

Kata Kunci: kantong plastik daur ulang, plasticizer, DOP, DEDB.

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................................i
ABSTRAK...................................................................................................................ii
KATA PENGANTAR....................................................................................................ii
DAFTAR ISI...............................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR.....................................................................................................v
DAFTAR TABEL..........................................................................................................v
BAB I. PENDAHULUAN..............................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah...........................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................2
C. Tujuan Penulisan......................................................................................2
D. Manfaat Penulisan...................................................................................3
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA......................................................................................4
A. Daur Ulang Sampah Plastik......................................................................4
B. Dioctyl phthalate (DOP)...........................................................................5
C. Diethylene glycol dibenzoate (DEDB).......................................................7
BAB III. METODE PENULISAN...................................................................................8
A. Kerangka Berfikir......................................................................................8
B. Pendekatan Penulisan..............................................................................8
C. Pengumpulan Data...................................................................................9
D.Teknik Analisis Data..................................................................................9
E. Sasaran Penulisan.....................................................................................9
BAB IV. PEMBAHASAN............................................................................................10
A. Potensi DEDB dalam pembuatan plastik daur ulang.............................10
B. Efektivitas DEDB dibanding DOP dalam proses pembuatan plastik daur
ulang...........................................................................................................12
BAB V. PENUTUP....................................................................................................16

iv
A. Simpulan................................................................................................16
B. Saran.......................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................17

v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Alur Proses Daur Ulang Sampah Plastik.................................................4
Gambar 2. a. Struktur Kimia 2-etilheksanol ...........................................................5
Gambar 2. b. Struktur Kimia phthalicanhydride......................................................6
Gambar 2. c. Struktur Kimia dioctyl phthalate (DOP)..............................................6
Gambar 3. Struktur Kimia diethylene glycol dibenzoate (DEDB).............................7
Gambar 4. Kerangka Berfikir Penyelesaian Masalah...............................................8
Gambar 5. Usulan jalur biodegradasi DEDB...........................................................11
Gambar 6. Biodegradasi DEDB Oleh R. rhodochrous.............................................12
Gambar 7. Hubungan Modulus Young dengan Komposisi Plasticizer...................13

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Tabel Perbandingan DOP dan DEDB.........................................................10
Tabel 2. Data Hasil Pengujian Tarik Mikro Variasi Komposisi Plasticizer Dalam
Pembuatan PVC......................................................................................................13
Tabel 3. Kelebihan diethylene glycol dibenzoate (DEDB) sebagai Plasticizer.......15

vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik di lautan terbesar


kedua setelah Cina (REFERENCES). Indonesia menyumbang sekitar 1,29 miliar
ton sampah plastik setiap tahun (Jambeck et al., 2015). Plastik sering digunakan
oleh manusia karena karena lebih efektif untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Sebagai contoh yaitu kantong plastik yang sering digunakan untuk membawa
barang. Kantong plastik jenis kresek merupakan salah satu jenis plastik yang
paling sering digunakan diantaranya untuk menyimpan serta membungkus
makanan. Kantong plastik jenis ini memiliki banyak kelebihan, diantaranya
bersifat fleksibel (dapat mengikuti bentuk produk), tidak korosif (berkarat), tidak
mudah pecah, bentuk laminasi (dapat dikombinasikan dengan bahan kemasan
lain), aneka warna, dan harganya relatif murah. Namun, Di sisi lain, kantong
plastik ini juga memiliki kelemahan yaitu tidak tahan tidak stabil terhadap panas
(REFERENCES). Selain itu, terdapat sisi negatif dari penggunaan kantong
plastik terhadap makanan siap santap yang dibeli. Panas yang ditransfer ke bahan
kantong plastic AKAN MENYEBABKAN APA (REFERENCES).
AKIBATNYA APA (REFERENCES). Makanan panas yang dimasukkan ke
dalam kantong plastik dapat mencemari produk akibat migrasi komponen
monomer. Apabila makanan tersebut langsung dikonsumsi oleh konsumen dapat
menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tubuh MISALNYA APA
(REFERENCES). Banyak masyarakat yang belum mengetahui dampak negatif
penggunaan kantong plasti bagi kesehatan. Masyarakat sering menggunakan
kantong plastik daur ulang untuk makanan siap santap(Damanik Ervina, 2013).
Untuk itu, penggunaan plastic yang memiliki stabilitas termal yang baik lebih
dianjurkan.
Plastik dengan stabilitas termal yang baik dikenal dengan Jenis plastik
yang baik untuk kantong plastik yaitu jenis high density polyethylene (HDPE).
Jenis plastik ini cocok digunakan untuk mengemas bahan yang memungkinkan

1
terjadinya transfer panas dari bahan ke plastic. Plastik ini memiliki sifat sebagai
kantong plastik karena tahan terhadap suhu tinggi (SEBERAPA?), kuat, dan
keras (Schuler, 2008). Namun, dewasa ini banyak beredar jenis kantong plastik
yang beredar (yang sebagian merupakan hasil daun daur ulang) masih belum
menggunakan plastic jenis HDPE secara sempurna (REFERENCES). Dimana
kantong Kantong plastik daur ulang tersebut umumnya berasal dari berbagai
jenis limbah plastikplastic yang diolah kembali menggunakan APA, TEKNIK
APA (REFERENCES). Oleh karena itu, Umumnya, komposisi eksak plastic
daur ulang tidak dapat diketahui secara pasti jenis plastik yang dipakai untuk
membuat kantong plastik. Karenanya, kemungkinan penggunaan plastic dengan
stabilitas termal yang rendah dalam plastic daur ulang masih sangat tinggi.Yang
menjadi kekhawatiran yaitu apabila tedapat jenis plastik polyvinyl chloride
(PVC). Karena jenis plastik PVC merupakan jenis plastik yang berbahaya
apabila bereaksi dengan makanan karena berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati
dan penurunan berat badan(Karuniastuti, 2017).
Selain kekhawatiran tentang penggunaan bahan plastic dengan stabilitas
termal yang rendah, penggunaan jenis plasticizer tertentu merupakan hal yang
patut mendapat perhatian. Hal mendasar yang menyebabkan kantong plastik
berbahaya bagi kesehatan yaitu penggunaan Plasticizer yang umum digunakan
pada plastic JENIS APA adalah dioctyl phthalate (DOP) sebagai plasticizer
(REFERENCES). Plasticizer jenis ini secara empiric dilaporkan Penelitian
menunjukkan bahwa phtalate telah menjadi isu utama masalah kesehatan dan
lingkungan. Plasticizer DOP dapat menyebabkan mutasi gen pada kromosom sel
telur wanita dan fungsi reproduksi pada remaja pria (Axelsson et al., 2015).
Selain itu, plasticizer ini berpotensi menganggu kesehatan dalam jangka panjang
karena phltalate bersifat racun bagi tubuh (Shea, 2004) dan bersifat non-
biodegradable (Vieira et al, 2011). Oleh karena itu, plasticizer pengganti DOP
yang mampu menghasilkan plastic yang memiliki stabilitas termal yang baik,
elastis, dan kuat benar-benar merupakan kebutuhan mendesak dewasa ini.
Plasticizer isu kesehatan dan isu lingkungan yang muncul, kebutuhan
plasticizer yang berbasis non-phtalate menjadi semakin tinggi. Plasticizer
seperti diethylene glycol dibenzoate (DEDB) menjadi pilihan. Senyawa ini

2
merupakan adalah turunan dari plasticizer berbasis benzoate. Plasticizer ini
dapat digunakan sebagai plasticizer alternatif pengganti dioctyl phthalate (DOP)
dengan bersifat yang relatif lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan
MENGAPA, JELASKAN LEBIH DETAIL.

B. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang


akan dikaji dalam karya tulis ini yaitu:
1. Bagaimana kemungkinan penggunaan DEDB sebagai plasticizer pada
kantong plastik daur ulang?
2. Bagaimana keefektifan DEDB dibandingkan dengan DOP sebagai
plasticizer?

C. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan topik rumusan permasalahan yang dikemukakan di atas,


maka tujuan yang ingin dicapai dalam karya tulis ini antara lain:
1. Mempelajari kemungkinan DEDB sebagai plasticizer dalam pembuatan
kantong plastik daur ulang.
2. Mempelajari keefektifan DEDB dibandingkan dengan DOP sebagai
plasticizer dalam pembuatan kantong plastik daur ulang.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan karya tulis ini yaitu:


1. Dapat memberikan informasi alternatif zat aditif pada kantong plastik daur
ulang yang lebih aman bagi kesehatan.
2. Sebagai dasar penelitian untuk meningkatkan kualitas kantong plastik daur
ulang.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kantong Plastik Daur Ulang

Kantong plastik daur ulang merupakan kantong plastik yang diolah


dengan bahan dasar berbagai macam sampah plastik. Bentuk fisik kantong
plastik ini berwarna hitam. Proses daur ulang plastik dimulai dari peran
pemulung yang memilah jenis sampah plastik dengan sampah lainnya. Sampah
plastik yang telah dikumpulkan oleh pemulung kemudian dibawa ke lapak kecil
atau besar. Sampah plastik selanjutnya dibawa ke pabrik daur ulang plastik
dahulu melalui pemasok. Sebelum memasuki pabrik, sampah plastik digiling
terlebih dahulu menjadi potongan yang lebih kecil di unit penggilingan plastik.
Saat ini, teknologi yang sering digunakan untuk pengolahan plastik yaitu
teknologi perajangan, pelelehan, dan pencetakan plastik. Sebelum diolah, plastik
dicuci dan dibersihkan dari kotoran yang menempel. Seteleh plastik melalui
proses perajangan menjadi serpihan dilanjutkan proses pelelehan untuk
memproduksi bijih plastik. Bijih plastik merupakan bahan baku pembuatan
plastik. Dalam proses pengolahan bijih plastik menjadi kantong plastik
diperlukan plasticizer. Plasticizer merupakan zat aditif yang mampu
meningkatkan elastisitas dari produk plastik. Plasticizer yang paling sering
digunakan yaitu dioctyl phthalate (DOP). Secara garis besar, proses pengolahan
plastik dapat dilihat pada Gambar 1(Sahwan et al, 2005).

Gambar 1. Alur Proses Daur Ulang Sampah Plastik.

4
Dalam proses daur ulang plastik terdapat beberapa masalah yang harus
dihadapi. Ketidakmurnian sampah plastik karena sulit dipilah sehingga memiliki
titik lebur pada temperatur tinggi. Sampah plastik telah terkontaminasi oleh
kotoran dan bakteri saat dibuang. Adakalanya terdapat zat aditif berbahaya
seperti penstabil berupa timbal (Pb), Kadmium (Cd), dan timah putih (Sn). Zat
tersebut merupakan logam berat dan termasuk dalam golongan B3 yang bersifat
berbahaya dan beracun. Apabila kantong plastik digunakan sebagai bungkus
makanan secara langsung dalam kondisi panas plastik akam memuai. Molekul
zat aditif dalam plastik akan terurai dan menempel pada makanan. Sehingga
makanan tersebut telah terkontaminasi oleh zat yang dapat pemicu kanker
(Utami, Tidak, & Jawa, 2015).

B. Dioctyl phthalate (DOP)

Dioctyl phthalate (DOP) merupakan senyawa yang tergolong dalam


phthalate. Senyawa ini memiliki fasa cair dan tidak berwarna. DOP merupakan
senyawa organik dengan rumus kimia C6H4(CO2C8H17). DOP dapat dibuat
dengan cara mereaksikan senyawa 2-etilheksanol dengan senyawa
phthalicanhydride. Persamaan reaksi dari pembuatan DOP adalah C6H4(CO)2O +
2C8H17OH → C6H4(CO2 C8H17)2 + H2O (Kurniawan, 2003). Bentuk struktrur
kimia 2-etilheksanol dapat dilihat pada Gambar 2.a, phthalicanhydride pada
Gambar 2.b, dan DOP pada Gambar 2.c.

Gambar 2.a. Struktur Kimia 2-etilheksanol

5
Gambar 2.b. Struktur Kimia phthalicanhydride

Gambar 2.c. Struktur Kimia dioctyl phthalate (DOP)

Dioctyl phthalate (DOP) diketahui sebagai plasticizer yang paling sering


digunakan di dunia. DOP juga mempunyai fungsi minor sebagai pelumas
(lubricant) pada waktu proses pencampuran dan produksi polimer. DOP
merupakan plasticizer turunan minyak bumi. DOP bersifat toxic dan non-
biodegradable(Vieira et al., 2011). Hal ini menyebabkan harga jualnya tidak
stabil terlebih dengan krisis minyak bumi pada saat ini. Plasticizer yang
memiliki bahan baku dari minyak bumi dapat menimbulkan dampak negatif.
Plasticizer ini dapat mendorong migrasi senyawa aromatik dari polimer plastik.

6
Apabila manusia terkontaminasi dalam jumlah besar dapat menyebabkan
timbulnya sel kanker.

C. Diethylene glycol dibenzoate (DEDB)

Diethylene glycol dibenzoate (DEDB) adalah senyawa kimia dengan fasa


cair berwarna kuning cerah. Struktur kimia dari diethylene glycol dibenzoate
(DEDB) dapat dilihat pada Gambar 3. DEDB dapat didaur ulang dan bersifat
biodegradable. DEDB mempunyai ketahanan yang baik terhadap noda. Senyawa
ini tidak bersifat racun dan karsinogenik sehingga aman bagi kesehatan tubuh.
DEDB dapat dimanfaatkan sebagai plasticizer pada proses pembuatan
plastik(Kermanshahi, 2010).

Gambar 3. Struktur Kimia diethylene glycol dibenzoate (DEDB)

Diethylene glycol dibenzoate (DEDB) merupakan plasticizer berbasis


non-phthalate. DEDB biasa digunakan untuk resin selulosa,
polymethylmethacrylate, polystyrene, PVC, polyvinylacetate, dan turunan vinyl
lain. Selain itu plasticizer ini dapat berfungsi sebagai pelumas internal. Dengan
menggunakan plasticizer DEDB dapat meningkatkan efisiensi produksi karena
jumlah pemakaiannya sedikit.

7
BAB III
METODE PENULISAN

A. Kerangka Berfikir

Kerangka berfikir penyelesaian masalah dalam penulisan karya tulis ini


ditunjukkan oleh Gambar 4.

Plastik daur ulang dengan


plasticizer DOP

Dapat membahayakan Tidak ramah


kesehatan dalam lingkungan
penggunaan jangka
panjang

Lebih aman bagi Lebih efisien dan


kesehatan ramah lingkungan

Plasticizer berbahan
dasar DEDB sebagi
pengganti DOP

Gambar 4. Kerangka Berfikir Penyelesaian Masalah

B. Pendekatan Penulisan

Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif


kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan dari artikel dan jurnal ilmiah.
Pemilihan pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara cermat
mengenai keadaan atau gejala tertentu pada objek kajian. Dalam hal ini penulis
berusaha membuat gambaran mengenai alternatif plasticizer berbahan DEDB
sebagai pengganti DOP pada plastik daur ulang.

8
C. Pengumpulan Data
Data dalam penulisan karya tulis ini ada dua yaitu data primer dan data
sekunder. Data primer meliputi literatur yang menerangkan tentang pemanfaatan
DEDB sebagai plasticizer. Adapun data sekunder adalah buku-buku yang
relevan dengan topik penulisan, karya tulis ilmiah, dan artikel dari internet.

D. Teknik Analisis Data

Analisis data terdiri dari dua bentuk analisis yang digunakan bergantung
pada jenis data. Untuk data yang bersifat kuantitatif, analisis dilakukan dengan
kuantitatif dan untuk data yang bersifat kualitatif, analsis dilakukan secara
kualitatif. Media yang digunakan untuk analisis kuantitatif berupa grafik, kurva,
tabulasi, atau diagram. Sementara analisis kualitatif dapat berupa gambar dan
penarikan simpulan secara induktif.

E. Sasaran Penulisan

Adapun sasaran dalam penulisan karya tulis ini adalah :


1. Tersedianya rujukan alternatif kemungkinan DEDB sebagai plasticizer
pengganti DOP.
2. Tersedianya rujukan alternatif plasticizer pengganti DOP yang relatif lebih
aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.

9
BAB IV
PEMBAHASAN

A. Kemungkinan Penggunaan diethylene glycol dibenzoate (DEDB) sebagai


Plasticizer Pengganti Dioctyl phthalate (DOP)

Diethylene glycol dibenzoate (DEDB) berpotensi sebagai plasticizer


pengganti DOP dalam proses pembuatan kantong plastik daur ulang karena
memiliki sifat yang hampir sama. Sebagai plasticizer, DEDB yang ditambahkan
pada polimer untuk mengubah sifat dasar polimer yang kaku menjadi lebih
elastis atau fleksibel. Plasticizer ini bekerja dengan cara menciptakan ruang
ruang kosong pada polimer agar molekul-molekul polimer memiliki lebih
banyak ruang gerak sehingga polimer tersebut memiliki sifat yang lunak dan
fleksibel [14]. Secara umum perbandingan sifat dari DOP dan DEDB dapat
dilihat pada Tabel 1. Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa DEDB memiliki
sifat yang hamper sama dengan DOP.

Tabel 1.. Tabel Perbandingan DOP dan DEDB

Sifat DOP DEDB


warna 40 50
proporsi D 0.984 1.176 - 1.18

nilai keasaman 0.02 0.02 - 0.03

titik nyala, oC >= 190 - 200 170 - 190


ester, % >= 98 - 99 98.5
resistivitas volume 1*10^11 - 2.2*10^11 1*10^11 - 2.2*10^11
temperatur alir
-39 -20
minimum
kekuatan tarik 260 276

tingkat penguapan 4.5 5.5

10
Sebuah studi telah menyebutkan bahwa penggunaan DEDB sebagai
Plasticizer sangat ramah lingkungan. Hal ini dikaitkan dengan sifat Plasticizer
satu ini yang dapat terdegradasi oleh ragi R. rubra dan bakteri tanah R.
rhodochrous. Berikut usulan jalur degradasi menurut Kermanshashi dapat dilihat
pada Gambar 5 (Kermanshahi et al, 2013)

Gambar 5. Usulan jalur biodegradasi DEDB (Kermanshahi pour et al., 2013)

Hidrolisis mikroba pada DEDB dilakukan oleh R. rhodochrous yang


mana sebelumnya telah tumbuh pada heksadekana. Hidrolisis tersebut terjadi
pada tiga konsentrasi awal dibenzoat yang berbeda dan formasi yang menyertai
diethylene glycol monobenzoate DEMB dan asam benzoat ditunjukkan pada
Gambar 6. Hasil ini menunjukkan bahwa DEDB dihidrolisis menjadi DEMB.
DEMB yang dihasilkan selanjutnya dikonversi menjadi asam karboksilat terkait,
2- [2-(benzoiloksi) etoksi] asam asetat. Kemudian diamati peningkatan
konsentrasi biomassa yang dikaitkan dengan mineralisasi asam benzoat. Dimana
asam benzoat merupakan metabolit awal dari hidrolisis DEDB. Setelah
pelepasan asam benzoat dari degradasi DEDB tidak terjadi peningkatan
konsentrasi biomassa.

11
Gambar 6. Biodegradasi DEDB Oleh R. rhodochrous pada masing-masing
Konsentrasi Awal (a) 2,04 mM, (b) 3,8 mM dan (c) 5,2 mM dan
pembentukan 2- [2- (benzoyloxy) ethoxy] asam asetat

B. Keefektifan DEDB dibandingkan dengan DOP sebagai Plasticizer dalam


Pembuatan Plastik Daur Ulang

Diethylene glycol dibenzoate (DEDB) digunakan sebagai plasticizer


pengganti dari bahan sebelumnya yang biasa dipakai yaitu dioctyl phthalate
(DOP) dalam proses pembuatan daur ulang sampah plastik. Penggunaan DEDB
bertujuan untuk meningkatkan efektifitas produksi serta memperhatikan aspek
keamanan bagi tubuh manusia. Plasticizer DEDB dapat meningkatkan elastisitas
produksi plastik daur ulang sebagai plasticizer primer. Dalam penelitian yang
dilakukan oleh Michael, 2012 menjelaskan bahwa DEDB dapat meningkatkan
fleksibilitas sebagai plasticizer primer (Ui, 2012). Pernyataan tersebut dapat
ditunjukkan pada Tabel 2 dan Gambar 7.

12
Tabel 2. Data Hasil Pengujian Tarik Mikro Variasi Komposisi
Plasticizer Dalam Pembuatan PVC

Komposisi Young's Tensile


Stiffness Stress at Yield
DOP/DEDB Modulus Strength
(N/m) (MPa)
(phr) (MPa) (MPa)
70/0 1185,32 3,09 12,71 3,13

50/20 1126,28 3,06 11,97 2,83

35/35 1047,67 3,04 12,55 2,63

20/50 1170,76 3,06 8,59 2,55

0/70 1177,77 3,08 12,36 2,86

Gambar 7. Hubungan Modulus Young dengan Komposisi Plasticizer

13
Penambahan plasticizer primer memiliki tujuan untuk memberikan sifat
lentur pada polimer dan memiliki kecocokan yang tinggi terhadap polimer
tersebut. Sedangkan plasticizer sekunder tidak memiliki kompabilitas lebih baik
dari plasticizer primer. Penambahan plasticizer sekunder tidak akan
meningkatkan sifat elongasi dan kelembutan polimer. Plasticizer sekunder
ditambahkan untuk meningkatkan kemampuan plasticizer primer dan
meningkatkan performa polimer sebagai pelumas tambahan serta meningkatkan
ketahanan terhadap api. Plasticizer sekunder juga biasa ditambahkan supaya
mengurangi biaya produksi dari polimer jika dengan hanya menggunakan
plasticizer primer.
Dari Gambar 7 menunjukkan hubungan modulus young dengan
komposisi plasticizer pada pembuatan PVC yang dilakukan dilakukan oleh
Michael. Hasil penelitian menunjukkan nilai modulus young tertinggi yaitu 3,09
MPa pada komposisi plasticizer DOP 70 phr. Namun, pada komposisi
plasticizer DEDB 70 phr menunjukkan nilai modulus young yang tinggi juga
yaitu 3,08 MPa. Perbedaan nilai modulus young antara plasticizer DOP dan
DEDB tidak begitu besar. Nilai terendah modulus young yaitu 3,04 MPa yang
terjadi pada komposisi DOP 70 phr dan DEDB 70 phr. Penurunan nilai modulus
young tersebut menujukkan dengan adanya plasticizer sekunder justru dapat
menurunkan kompabilitas dari plasticizer primer. Dari uraian tersebut, DEDB
dapat bertindak sebagai plasticizer primer dalam daur ulang sampah plastik
menjadi kantong plastik.
DEDB memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan DOP
sebagai plasticizer. Dengan keunggulan yang dimiliki DEDB sebagai plasticizer
dapat meningkatkan keefektifan dalam produksi kantong plastik daur ulang.
Berikut beberapa keunggulan plasticizer DEDB yang ditampilkan dalam tabel 3
(Michael, 2012).

14
Tabel 3. Kelebihan diethylene glycol dibenzoate (DEDB) sebagai Plasticizer

Ciri-ciri Keunggulan
Waktu pencampuran kering Waktu percampuran kering lebih cepat
lebih singkat
Suhu pencampuran rendah Suhu pencampuran kering lebih rendah
Waktu proses percampuran kering lebih
cepat
Pelarut yang baik Temperatur gelasi lebih rendah
Waktu fusi lebih cepat
Pelembut yang efisien Pemakaian plasticizer lebih hemat
Bersifat permanen Tidak mudah dilarutkan
Tidak mudah menguap

Pengunaan diethylene glycol dibenzoate (DEDB) sebagai plasticizer


dapat menurunkan biaya produksi pembuatan kantong plastik daur ulang.
Dibandingkan dengan dioctyl phthalate (DOP) yang mana bahan bakunya
berasal dari minyak bumi. Karena hal tersebut, harga plasticizer DEDB
cenderung lebih murah disbanding DOP. Selain itu, pemakaian plasticizer ini
lebih sedikit sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan
biaya produksi. Plasticizer DEDB dapat di daur ulang dan memiliki sifat
biodegradable sehingga aman untuk lingkungan.

15
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan

Dari uraian di atas, maka dapat ditarik simpulan bahwa:


1. Penggunaan diethylene glycol dibenzoate (DEDB) sebagai plasticizer
pengganti dioctyl phthalate (DOP) pada pembuatan kantong plastik daur
ulang sangat dimungkinkan, ditunjukan dengan kemampuan DEDB
meningkatkan elastisitas polimer.
2. Penggunaan diethylene glycol dibenzoate (DEDB) sebagai plasticizer
memberikan beberapa keuntungan yaitu lebih hemat biaya produksi,
efesiensi waktu, dan aman bagi kesehatan tubuh dan lebih ramah lingkungan.

B. Saran

1. Diperlukan adanya uji coba penelitian secara langsung agar dapat


membuktikan gagasan.
2. Diperlukan adanya kajian lebih lanjut mengenai metode pembuatan kantong
plastik daur ulang.

16
DAFTAR PUSTAKA

Axelsson, J., Rylander, L., Rignell-Hydbom, A., Lindh, C. H., Jönsson, B. A. G., &
Giwercman, A. (2015). Prenatal phthalate exposure and reproductive
function in young men. Environmental Research, 138, 264–270.

Damanik Ervina. (2013). Perilaku Konsumen Dalam Penggunaan Plastik Kresek


Hitam Daur Ulang Sebagai Wadah Makanan Siap Santap Di Pusat Pasar
Tavip Binjai The Behavior Of Consumer In Using Recycled Plastic Crackle
As Container Of Ready-To-Eat Food At Pusat Pasar Tavip Binjai. Dep Gizi
Kesehatan Masyarakat FKM USU, 1(April), 8–14.

Jambeck, J. R., Geyer, R., Wilcox, C., Siegler, T. R., Perryman, M., Andrady, A., …
Law, K. L. (2015). The Ocean. In V. R. Barros, C. B. Field, D. J. Dokken,
M. D. Mastrandrea, & K. J. Mach (Eds.), Climate Change 2014: Impacts,
Adaptation and Vulnerability (pp. 1655–1732). Cambridge: Cambridge
University Press.

Karuniastuti, N. (2017). Bahaya Plastik. Forum Tenologi, 03(1), 6–14.

Kermanshahi, A. (2010). Towards the Development of Green Plasticizers.

Kermanshahi pour, A., Roy, R., Cooper, D. G., Maric, M., & Nicell, J. A. (2013).
Biodegradation kinetics of dibenzoate plasticizers and their metabolites.
Biochemical Engineering Journal.

Kurniawan, R. (2003). Prarancangan pabrik dioctyl phthalate dari phthalic anhydride


dan 2-ethyl hexanol dengan kapasitas 30 . 000 ton / tahun, 1–95.

Michael. (2012). Studi pengaruh plasticizer diethylen glycol dibenzoate (DEDB)


terhadap modulus elastisitas dari produk pvc.

Sahwan, F. L., Martono, D. H., Wahyono, S., & Wisoyodharmo, L. A. (2005).


Sistem Pengelolaan Limbah Plastik di Indonesia. Jurnal Sistem Pengolahan
Limbah J. Tek. Ling. P3TL-BPPT, 6(1), 311–318.

17
Schuler, K. (2008). Smart Plastics Guide Healthier Food Uses of Plastics. Institute
of Agriculture and Trade Policy, (612), 2–5.

Shea, K. M. (2004). Pediatric Exposure and Potential Toxicity of Phthalate


Plasticizers. Pediatrics, 111(6), 1467–1474.

Stanhope, B. (n.d.). Benzoate flexible moulded for injection.

Utami, T. N., Tidak, K., & Jawa, D. P. (2015). Kantong Plastik Hitam Pemicu
Kanker.

Vieira, M. G. A., Da Silva, M. A., Dos Santos, L. O., & Beppu, M. M. (2011).
Natural-based plasticizers and biopolymer films: A review. European
Polymer Journal, 47(3), 254–263.

18