Anda di halaman 1dari 10

KAN Pd-02.

06 Revisi: 0

Daftar Isi

1. Pendahuluan ................................................................................................................... 1
2. Lingkup ........................................................................................................................... 1
3. Definisi ............................................................................................................................ 1
4. Komponen ...................................................................................................................... 2
5. Prinsip Kalibrasi .............................................................................................................. 3
6. Persyratan Kalibrasi ........................................................................................................ 3
7. Prosedur Kalibrasi........................................................................................................... 3
8. Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran .............................................................................. 5
9. Laporan Kalibrasi ............................................................................................................ 8
10. Referensi ........................................................................................................................ 8

Tanggal terbit : 2 Januari 2019 ii dari 8


KAN Pd-02.06 Revisi: 0

Pedoman Kalibrasi Mikrometer

1. Pendahuluan
1.1 Tujuan dibuatnya Pedoman Kalibrasi Mikrometer ini adalah untuk
mengharmonisasikan pelaksanaan kalibrasi alat ukur jenis mikrometer luar,
mikrometer dalam dan kepala mikrometer yang dilakuakan oleh laboratorium
yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

1.2 Metode Kalibrasi yang diuraikan dalam pedoman ini didasarkan pada standar
JIS B 7502 khususnya klausul 10.1, 10.2 dan 10.3.

2. Lingkup
2.1 Petunjuk ini menguraikan prosedur metode kalibrasi mikrometer luar (outside
micrometer), mikrometer dalam (inside micrometer) dan kepala mikrometer
(micrometer head), meliputi:
2.1.1 pengukuran kerataan muka ukur (mikrometer luar dan kepala
mikrometer),
2.1.2 pengukuran kesejajaran muka ukur (mikrometer luar),
2.1.3 pemeriksaan kesalahan penunjukan mikrometer (mikrometer luar,
mikrometer dalam dan kepala mikrometer).

3. Definisi

3.1 Mikrometer luar; Alat ukur yang dapat mengukur dimensi luar dengan cara
membaca jarak antara dua muka ukur sejajar yang berhadapan, yaitu sebuah
muka ukur tetap yang terpasang pada satu sisi rangka berbentuk U, dan
sebuah muka ukur lainnya yang terletak pada ujung spindle yang dapat
bergerak tegak lurus terhadap muka ukur, dan dilengkapi dengan sleeve dan
thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai dengan pergerakan spindle.

3.2. Mikrometer dalam jenis tubular (mikrometer dalam dua titik); Alat ukur yang
dapat mengukur dimensi dalam dengan cara membaca jarak antara dua muka
ukur sferis yang saling membelakangi, yaitu sebuah muka ukur tetap yang
terpasang pada batang utama dan sebuah muka ukur lainnya yang terletak
pada ujung spindle yang dapat bergerak searah dengan sumbunya, dan
dilengkapi dengan sleeve dan thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai
dengan pergeraan spindle.

3.3 Kepala mikrometer; Alat ukur yang dapat mengukur pergerakan spindle-nya
yang bergerak searah dengan sumbunya, dan dilengkapi dengan sleeve dan
thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai dengan pergerakan spindle
serta dilengkapi bagian dudukan.

3.4 Kesalahan penunjukan; Nilai penunjukan mikrometer dikurangi nilai


sesungguhnya.

3.5 Setting bar; Batang logam dengan dua permukaan rata sejajar, atau dua
permukaan sferis, dengan panjang tertentu di antara kedua permukaannya,
Tanggal terbit : 2 Januari 2019 1 dari 8
KAN Pd-02.06 Revisi: 0

yang digunakan untuk mengatur posisi pengukuran minimum sebuah


mikrometer luar yang nilai pengukuran minimumnya lebih besar dari 0 mm.

4. Komponen

4.1 Nama bagian-bagian utama mikrometer diuraikan dalam Gambar 4.1, 4.2, dan
4.3

Gambar 4.1 Mikrometer Luar

Gambar 4.2 Mikrometer Dalam

Gambar 4.3 Kepala Mikrometer


(sumber: http://newport.com)

Tanggal terbit : 2 Januari 2019 2 dari 8


KAN Pd-02.06 Revisi: 0

5. Prinsip Kalibrasi

5.1 Pengukuran kerataan muka ukur dilakukan dengan perbandingan terhadap


sebuah standar kerataan optis (optical flat) dengan menggunakan prinsip
interferensi cahaya.

5.2. Pengukuran kesejajaran muka ukur dapat dilakukan dengan du acara: dengan
perbandingan terhadap standar kesejajaran (optical parallel), atau dengan
sebuah balok ukur yang dipindah-pindah posisinya.

5.3 Pengukuran kesalahan penunjukkan mikrometer dilakukan dengan


perbandingan terhadap seperangkat balok ukur (gauge block).

6. Persyaratan Kalibrasi

6.1 Kalibrasi dilakukan dalam suhu 20 C ± 1 °C dan kelembaban relative 55% ±


10%.

6.2 Untuk pemeriksaan digunakan optical flat atau optical parallel dengan kerataan
kurang dari 0,1 µm.

6.3 Untuk pemeriksaan kesejajaran digunakan optical parallel dengan kerataan


kurang dari 0,1 µm dan kesejajaran kurang dari 0,2 µm, dan/atau gauge block
Kelas 0 atau Kelas 1 (ISO 3650) atau yang setara.

6.4 Untuk pengukuran kesalahan penunjukkan digunakan block ukur Kelas 0 atau
Kelas 1 (ISO 3650) atau yang setara.

7. Prosedur Kalibrasi

7.1 Pengukuran kerataan muka ukur mikrometer luar dan mikrometer kepala

7.1.1 Letakkan sebuah optical flat atau optical parallel pada permukaan
ukur. Hitung banyaknya garis interferensi merah yang timbul dari
cahaya putih pada permukaan kontak muka ukur. Sat ugaris merah
dapat diasumsikan sama dengan 0,3 µm.

7.1.2 Lakukan pemeriksaan kerataan pada kedua muka ukur.

7.2 Pengukuran kesejajarab muka ukur mikrometer luar

7.2.1 Menggunakan Optical Parallel

7.2.1.1 Letakkan sebuah optical parallel, atau gabunagn sebuah balok ukur
yang diapit dua optical parallel, pada muka ukur tetap sedemikian
sehingga pola interferensi menjadi satu warna saja dan timbul pola
kurva tertutup. Kemudian putar ratchet hingga muka ukur spindle
merapat pada permukaan optical flat. Hitung banyaknya garis
interferensi merah yang timbul dari cahaya putih pada permukaan
kontak muka ukur spindle.
Tanggal terbit : 2 Januari 2019 3 dari 8
KAN Pd-02.06 Revisi: 0

7.2.1.2 Lakukan pemeriksaan di atas sedikitnya pada empat nilai ukur,


masing-masing terpaut ¼ putaran spindle.

7.2.2 Menggunakan Balok Ukur

7.2.2.1 Letakkan sebuah balok ukur di tengah kedua muka ukur dan putar
ratchet, lakukan pembacaan. Berikutnya lakukan hal yang sama,
dengan posisi balok ukur di empat tepi muka ukur. Hitung selisih
pembacaan yang terbesar.

7.3 Pengukuran kesalahan penunjukkan mikrometer luar

7.3.1 Putar ratchet hingga spindle berada pada posisi ukur terkecil.1 Atur
posisi sleeve agar penunjukkannya sesuai dengan nilai ukur tersebut.
Letakkan balok ukur atau gabungan balok ukur di antara kedua muka
kur, lalu putar ratchet hingga muka ukur berhimpit dengan blok ukur.2
Hitung selisih antara penunjukkan mikrometer dengan panjang balok
ukur.

7.3.2 Lakukan pengukuran pada Klausul 7.3.1 dengan beberapa ukuran


balok ukur atau gabungan balok ukur. Ukuran balok ukur atau
gabungan balok ukur yang digunakan harus dipilih agar dapat
mengukur kesalahan yang terjadi bukan hanya posisi ukur yang
merupakan kelipatan bilangan bulat dari putaran spindle, melainkan
juga posisi-posisi diantaranya. Sebagai contoh, balok ukur atau
gabungan balok ukur dengan nilai nominal 2,5 mm, 5,1 mm, 7,7 mm,
10,3 mm, 12,9 mm, 15 mm, 17,6 mm, 20,2 mm, 22,8 mm dan 25 mm
dapat digunakan.

7.4 Pengukuran kesalahan penunjukkan mikrometer dalam

7.4.1 Susunbalok atau gabungan balok ukur dengan nilai nominal sama
dengan nilai ukur terkecil mikrometer dalam di antara dua jaw tipe rata
menggunakan penjepit balok ukur. Lakukan pengaturan posisi nol
mikrometer dalam menggunakan susunan balok ukur tersebut.
Lakukan pengukuran kesalahan penunjukkan dengan menambahkan
balok-balok ukur dan menghitung selisih penunjukkan mikrometer
dalam dan panjang balok ukur. Lihat klausul 7.3.2 untuk menentukan
panjang balok ukur yang digunakan.

1. Pengaturan posisi ukur minimum dapat dilakukan dengan acuan setting bar ataupun balok
ukur. Lihat klausul 11 mengenai pelaporan.
2. Balok ukur sebaiknya diletakkan sedemikian sehingga titik tengah balok ukur berhimpit dengan
titik tengah muka ukur mikrometer. Jika pengukuran dilakukan berulang, posisi balok ukur
terhadap muka ukur mikrometer harus kira-kira sama.

Tanggal terbit : 2 Januari 2019 4 dari 8


KAN Pd-02.06 Revisi: 0

7.5 Pengukuran kesalahan penunjukkan mikrometer kepala

7.5.1 Pasangkan mikrometer kepala pada rangka kalibrasi. Putar ratchet


sehingga muka ukur spindle berhimpit dengan bola baja, lakukan
penyetelan nol. Lakukan pengukuran kesalahan penunjukkan dengan
menambahkan balok-balok ukur di antara bola baja dan muka ukur
spindle dan menghitung selisih penunjukkan mikrometer kepala dan
panjang balok ukur. Lihat klausul 7.3.2 untuk menentukan panjang
balok ukur yang digunakan.

8. Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran

8.1 Model Matematis

8.1.1 Kesalahan penunjujjan mikrometer dihitung dengan seperti pada


persamaan 8.1.

8.1.2 Berdasarkan model matematis pada persamaan 8.1, ketidakpastian


baku gabungan dalam nilai kesalahan penunjukkan dapat dihitung
dengan persamaan 8.2.

8.2 Evaluasi sumber-sumber ketidakpastian

8.2.1 Sumber-sumber ketidakpastian dalam persamaan 8.2 dapat dievaluasi


menurut panduan dalam Table 8.1.

Tanggal terbit : 2 Januari 2019 5 dari 8


KAN Pd-02.06 Revisi: 0

Tanggal terbit : 2 Januari 2019 6 dari 8


KAN Pd-02.06 Revisi: 0

Tanggal terbit : 2 Januari 2019 7 dari 8


KAN Pd-02.06 Revisi: 0

9. Laporan Kalibrasi

9.1 Jika nilai hasil pengukuran kerataan atau kesejajaran muka ukur melebihi
batas yang diizinkan dalam standar spesifikasi yang diacu, laporan kalibrasi
sebaiknya mencantumkan hasil pengukuran kerataan dan kesejajaran muka
ukur, serta menyebutkan batas yang diizinkan dan acuan kepada standar
spesifikasi tersebut.

9.2 Hasil pengukuran kesalahan penunjukkan dapat ditampilkan sebagai nilai


kesalahan pengukuran, atau sebagai nilai koreksi penunjukkan dengan tanda
(+/-) yang berlawanan dengan nilai kesalahan penunjukkan.

9.3 Untuk mikrometer luar dengan nilai ukur terkecil lebih besar dari 0 mm,
laporan harus menyebutkan jenis dan identitas alat yang dipakai untuk
menentukan posisi nilai ukur terkecil (misalnya setting bar atau balok ukur).

10. Referensi

10.1 Japanese Standards Association, JIS B 7502 Micrometer Callipers, 2016

10.2 ISO Guide 98-3:2008, Guide to the Expression of Uncertainty in measurement

Tanggal terbit : 2 Januari 2019 8 dari 8