Anda di halaman 1dari 4

Nama : Komang Noviantari

NPM : 1906458501
Mata Kuliah : Etik dan Hukum Keperawatan
Topik : Etika Kepedulian
Sub Topik : Etika Kepedulian dalam Keperawatan

Etika kepedulian (The ethics of Care) berkembang dari sebuah realita bahwa
sepanjang hidup, kita tidak terlepas dari memberi dan menerima kepedulian kepada dan
dari orang lain. Etika kepedulian didasarkan pada prinsip-prinsip dimana setiap
situasi/keadaan adalah hal yang unik dan setiap tindakan etik yang dilakukan harus
mempertimbangkan keunikan tersebut (Murphy, 2017). Seorang ahli Virginia Held
mengemukakan bahwa etika kepedulian “memanggil kita agar memiliki rasa tanggung
jawab”, yang meminta kita untuk mengenali keterkaitan kita dalam sebuah kejadian dan
menerima kewajiban moral dimana kita diharuskan memiliki rasa peduli (care) terhadap
orang lain (McDonald, 2016). Etika kepedulian menekankan pada tanggung jawab
seseorang untuk memiliki rasa peduli “care” kepada orang lain dan merawat orang lain.
Etika kepedulian lebih menekankan hubungan antara sesama di lingkungan sosial yang
dilandaskan oleh rasa kasih sayang dan cinta kasih, dimana setiap hubungan tidak dapat
disamakan dengan hubungan lain. Dengan kata lain, kepedulian seseorang terhadap
suatu hal/kejadian akan berbeda dengan kepedulian orang lain menanggapi hal/kejadian
tersebut (McCleskey, 2016 ; Schuchter & Heller, 2018).
Keperawatan sebagai disiplin ilmu, memiliki konsep teori yang berdasarkan
pada paradigma keperawatan. Konsep paradigma keperawatan terdiri dari empat
komponen antara lain manusia sebagai makhluk yang unik, kesehatan (sehat-sakit),
lingkungan (internal/eksternal) yang mempengaruhi keadaan manusia, dan keperawatan
(Fawcett, 2005 ; Nursalam, 2011). Keperawatan sebagai sebuah ilmu juga memiliki tiga
unsur utama yaitu holistik, humanistik, dan care (kepedulian) dengan menekankan
upaya pemenuhan kebutuhan manusia yang sehat-maupun sakit (Chitty, 1997 dalam
Nursalam 2011).
Terdapat banyak konsep yang mendasari kerangka kerja keperawatan. Caring
atau kepedulian adalah konsep sentral dalam ilmu dan profesi keperawatan. Oleh karena
itu, perawat dituntut untuk memperhatikan implikasi dari etika kepedulian. Berdasarkan
teori yang dikemukakan Dr. Jean Watson, caring digambarkan sebagai cita-cita moral
yang melibatkan pikiran, tubuh, dan jiwa yang melibatkan aspek lain. Etika kepedulian
dalam keperawatan mempertimbangkan tiga elemen yaitu tindakan, hubungan antara
kekuatan dan praktik keperawatan, serta cara terbaik untuk merawat individu yang
dipandang unik.
Tronto (1993) serta Brannely (2006) dalam McCleskey (2016) mengidentifikasi
terdapat empat elemen etika kepedulian dalam pelayanan kesehatan termasuk
keperawatan antara lain: attentiveness (perhatian pada kebutuhan orang lain yang
memungkinkan kebutuhan tersebut dapat diidentifikasi dan mendorong tenaga
kesehatan untuk mengesampingkan tujuan, ambisi, rencana hidup dan permasalahan
mereka sendiri untuk dapat mengenali dan memberikan perhatian kepada orang
lain/klien) ; responsibility (tanggung jawab untuk bergerak berdasarkan motivasi sendiri
untuk terlibat, termasuk bergerak melampaui batas minimum menuju ke tingkat
keterlibatan pribadi dan emosional) ; competence (kompetensi yang jelas berkaitan
dengan tujuan dan hasil akhir dari proses perawatan) ; responsiveness responsif sebagai
proses dua arah yang memungkinkan pemberi perawatan untuk mempertimbangkan
posisi orang lain sebagaimana orang tersebut mengalaminya.
Lachman (2009) dalam Malek (2015) mengemukakan bahwa kepedulian
terletak pada sebuah kontinum dengan berbagai tingkat keterlibatan emosional bagi
individu dalam sebuah hubungan kepedulian. Terdapat empat fase berbeda pada model
etika kepedulian dalam keperawatan yaitu caring about, taking care of, care giving, dan
care receiving. Caring about (kepedulian), mengenali suatu kebutuhan klien/individu.
Taking care of, sebuah tanggung jawab untuk mengambil tindakan. Care giving,
mengambil/memberi tindakan perawatan. Care receveing, mengevaluasi keberhasilan
tindakan perawatan yang telah diberikan. Keempat strategi ini, melibatkan keterkaitan
antara kognitif, emosi, dan tindakan. Bagi perawat keempat strategi ini dianggap
sebagai sebuah proses perawatan. Namun bagi klien, dengan penerapan strategi-strategi
tersebut maka klien benar-benar merasakan dan mengalami the ethics of care (etika
kepedulian) (Malek, 2015).
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa, etika kepedulian
dalam keperawatan dapat dijelaskan pada keadaan dimana seorang perawat memiliki
hubungan yang didasari oleh rasa peduli dengan manusia (klien) yang dipandang secara
unik dan holistik. Dalam hubungan perawat dengan klien, seorang perawat diharapkan
memiliki rasa kepedulian terhadap klien sehingga mampu menerapkan konsep caring
about, taking care of, care giving, dan care receiving. Adanya rasa peduli perawat
terhadap klien dapat membantu klien dalam melewati proses sakit menjadi sehat dan
menjaga keadaan sehat tetap sehat.
DAFTAR PUSTAKA

Malek, J.(2015). The ethics of caring. Nevada RNformation, 24(2), 14. Retrieved from


https://search.proquest.com/docview/1677665961?accountid=32506.
McCleskey, J. A. (2016). Emotional intelligence and the ethic of care. Journal of
Applied Management and Entrepreneurship, 21(4), 117-132. doi:
http://dx.doi.org/10.9774/GLEAF.3709.2016.0C.00007.
McDonald, R. A. (2016). Take care of me: exploring the ethics of care through
performance. TheatreForum, (50), 6-7. Retrieved from
https://search.proquest.com/docview/1885712697?accountid=32506.
Murphy, M. F. (2017). The ethics of care and the newfoundland paid family caregiver
program: An assessment. Canadian Review of Social Policy, (77), 1-16.
Retrieved from https://search.proquest.com/docview/2002920653?
accountid=32506.
Nursalam. (2011). Konsep dan penerapan metodelogi ilmu keperawatan. Jakarta :
Salemba Medika.
Schuchter, P. dan Heller, A. (2018). The care dialog: the “ethics of care” approach and
its importance for clinical ethics consultation. Med Health Care and Philos,
21:51-62. doi: 0.1007/s11019-017-9784-z.