Anda di halaman 1dari 15

Critical Journal Review

HOMOLOGI PERBANDINGAN

Dosen Pengampu :
Ahmad Syafwan S.Si.,M.Si
Disusun Oleh : KELOMPOK 1
1. Nur Azizah Hasibuan (4193520023)
2. Sarah Dwi Sinta Simamora (4193220023)
3. Hormaida Marsaulina BR Silaen (4191220015)
4. Abdullah Malik Siombing (4193220021)
5. Khresi Arni Aritonang (4193520029)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat,berkah, dan

rahmatNya sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Adapun Makalah

ini mengenai “Homologi Perbandingan (Bukti Bukti Adanya Evolusi)”.

Shalawat serta salam tidak lupa kita sampaikan kepada Rasulullah SAW, yang
telah membebaskan kita dari zaman yang penuh kezaliman dan kebodohan dan
membawa kita menuju zaman yang sarat dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita
rasakan saat ini.
Pada kesempatan ini tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada
Bapak selaku dosen mata kuliah Evolusi, serta pihak-pihak lain yang terkait dalam
proses pembuatan makalah ini. Semoga makalah kami ini dapat memberikan
manfaat kepada kami selaku penyusun, para pembaca, dan semua pihak masyarakat.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini, masih terdapat banyak
kekurangan sehingga hasil yang diperoleh jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu
saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.

Medan, 22 September 2020

KELOMPOK 1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………...

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………...

1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………………………


1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………………
1.3 Tujuan……………………………………………………………………………………..

BAB II RINGKASAN ISI JURNAL …………………………………………………………

2.1 Identitas Jurnal……………………………………………………………………………

2.1.1 Jurnal 1…………………………………………………………………………………

2.1.2 Jurnal II …………………………………………………………………………………

2.2 Ringkasan Isi Jurnal……………………………………………………………………...

2.2.1 Jurnal 1…………………………………………………………………………………...

2.2.2 Jurnal II………………………………………………………………………………….

BAB III PEMBAHASAAN……………………………………………………………………

3.1 Pembahasaan ……………………………………………………………………………...

BAB IV KELEMAHAN DAN KELEBIHAN………………………………………………..

BAB V KESIMPULAN………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kata evolusi mungkin tidak asing lagi di telinga kita semua sebab,mendengar evolusi
maka kita akan,mengingat Charles Darwin. Evolusi adalah salah satu cabang ilmu dalam
biologi yang mempelajari perubahan sifat populasi organisme di atas waktu. Dengan kata
lain, populasi adalah unit evolusi. Gen, individu, dan spesies juga berperan, tetapi itu adalah
perubahan populasi yang menjadi ciri evolusi. Konsep-konsep evolusi seharusnya disajikan
secara utuh dan hubungan antar konsep disajikan secara jelas. Konsep evolusi yang satu
dengan yang lain disajikan terpisah-pisah. Konsep tidak disajikan dari yang bersifat umum
menuju khusus sehingga tidak terbentuk hirarki konsep yang mudah dipahami.Evolusi
biologi adalah perubahan dari waktu ke waktu pada satu atau lebih sifat terwariskan yang
dijumpai pada populasi organisme. Evolusi hanya bisa terjadi bila ada variasi sifat yang
diwariskan dalam populasi. Sumber utama variasi adalah mutasi, rekombinasi genetik, dan
aliran gen (gene flow).

Evolusi telah membentuk keanekaragaman makhluk hidup dari nenek moyang yang
sama. mendefinisikan evolusi sebagai keturunan dengan modifikasi, istilah yang digunakan
Darwin dalam menjelaskan bahwa dari kejadian yang terjadi dibumi ini, banyak spesies
keturunan dari spesies leluhur yang dulu berbeda dari spesies masa kini. Evolusi juga bisa
didefinisikan sebagai perubahan komposisi genetik suatu populasi turun-temurun.Evolusi
didorong oleh2 mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan variasigenetik.

Evolusi merupakan serangkaian proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang
berlangsung dalam beberapa tahapan tertentu dalam waktu yang cukup lama, sehingga
menghasilkan sebuah bentuk kehidupan. Kemungkinan tidak ada bentuk akhir dari sebuah
kehidupan, karena pada dasarnya proses tersebut masih terus berjalan. Perubahan-perubahan
yang terjadi tersebut dititik beratkan pada perubahan dari sifat-sifat yang terwariskan dari
satu generasi ke generasi-generasi berikutnya yang disebabkan oleh kombinasi dari tiga
factor utama, yaitu variasi, reproduksi dan seleksi.Gen merupakan sifat-sifat yang menjadi
dasar terjadinya evolusi, yang diwariskan kepada keturunan menjadi bentuk yang bervarias.
1.2 RUMUSAN MASALAH

 Bagaimana sejarah terjadinya evolusi?


 Apa yang dimaksud dengan homologi perbandingan?
 Bukti apa saja yang ditemukan pada masa evolusi?
 Hal apakah yang dibahas dalam jurnal 1?
 Hal apakah yang dibahas dalam jurnal 2?

1.3 TUJUAN

 Untuk mengetahui sejarah terjadinya evolusi


 Untuk mengetahui pengertian homologi perbandingan
 Untuk mengetahui bukti-bukti yang ditemukan pada masa evolusi
 Untuk mengetahui hal yang dibahas dalam jurnal 1
 Untuk mengetahui hal yang dibahas dalam jurnal 2
BAB II

RINGKASAN ISI JURNAL

2.1 IDENTITAS JURNAL

2.1.1 Jurnal 1

Judul Jurnal Bukti Bukti Terjadinya Evolusi


Penulis Nurul Gustia
Tahun Terbit 2019
Jenis Jurnal Jurnal Filsafat Indonesia

2.1.2 Jurnal 2

Judul Jurnal Sejarah dan Bukti Evolusi Pada Gastropoda


Penulis Ucu Yanu arbi
Tahun Terbit 2012
Jenis Jurnal Oseana
ISSN 0216-1877

2.2 RINGKASAN JURNAL

2.2.1 Jurnal 1

Evolusi adalah salah satu cabang ilmu dalam biologi yang mempelajari perubahan sifat
populasi organisme di atas waktu. Dengan kata lain, populasi adalah unit evolusi. Gen,
individu, dan spesies juga berperan, tetapi itu adalah perubahan populasi yang menjadi ciri
evolusi. Konsep-konsep evolusi seharusnya disajikan secara utuh dan hubungan antar konsep
disajikan secara jelas.
Faktanya, materi evolusi dipandang bersifat abstrak sehingga sulit untuk dipahami. Evolusi
hanya bisa terjadi bila ada variasi sifat yang diwariskan dalam populasi. Sumber utama
variasi adalah mutasi, rekombinasi genetik, dan aliran gen (gene flow). Evolusi telah
membentuk keanekaragaman makhluk hidup dari nenek moyang yang sama. mendefinisikan
evolusi sebagai keturunan dengan modifikasi, istilah yang digunakan Darwin dalam
menjelaskan bahwa dari kejadian yang terjadi dibumi ini, banyak spesies keturunan dari
spesies leluhur yang dulu berbeda dari spesies masa kini. Evolusi didorong oleh 2 mekanisme
utama, yaitu seleksi alam dan variasi genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang
menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi
organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi dan sebaliknya, sifat yang merugikan
menjadi lebih berkurang.

Beberapa petunjuk adanya evolusi, yaitu :

1. Peninggalan fosil di berbagai lapisan batuan bumi.

2. Anatomi perbandingan.

3. Adanya alat-alat tubuh yang tersisa.

4. Bukti biogeografi

5. Peristiwa domestikasi.

6. Perbandingan fisiologi.

7. Embriologi perbandingan.

8. Variasi antar individu dalam satu keturunan.

9. Perbandingan genetik.

10. Petunjuk secara biokimia.

11. Bukti molekuler.

2.2.2 Jurnal 2

Evolusi merupakan sebuah proses yang panjang menyangkut tentang perubahan yang
berlangsung sedikit demi sedikit ,dan dalam waktu yang relatif lama. Perubahan-perubahan
yang terjadi tersebut dititikberatkan pada perubahan dari sifat-sifat yang terwariskan dari satu
generasi ke generasi-generasi berikutnya yang disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor
utama, yaitu variasi,reproduksidan seleksi. Gen merupakan sifat-sifat yang menjadi dasar
terjadinya evolusi, yang diwariskan kepada keturunan menjadi bentuk yang bervariasi. Hal
ini jugalah yang pada akhirnya menjadi penyebab adanya variasi dari suatu organisme.
Bukti adanya evolusi juga dapat dilihat dari berbagai hasil penelitian di masa sekarang,
yaitu dari bukti-bukti di lapangan maupun dari hasil percobaan di laboratorium. Pembuktian
adanya proses evolusi pada jaman modern, kini sudah mulai menerapkan teknologi genetika.
Tulisan ini adalah suatu tinjauan (review) tentang proses evolusi gastropoda yang terjadi dari
masa lalu hingga masa kini, beserta beberapa bukti dan pendapat yang dirangkum dari
beberapa publikasi ilmiah yang terkait.
Bukti adanya fosil gastropoda telah banyak dicari oleh para pakar di bidang
paleontology, geologi maupun biologi untuk membuktikan bahwa gastropoda telah muncul
pada masa Cambrian. Bukti tertua yang baru didapatlcan pada masa beberapa saat setelah
Precambrian, yaitu padamasa Paleozoic, periode Cambrian. Spesimen yang didapat masih
dalam kondisi yang cukup bagus dari Pegunungan Ellsworth, Amerika Barat. Fosil
gastropoda yang didapat berasal dari beberapa genus, dengan genus yang paling umum
adalah Pelagiela. Genus lain yang juga didapatlcan pada masa itu antara lain
Scaevogyra,Sinuopea dan Propina Jenis terbesar yang didapat berasaJ dari Pelagiella
paucivoluta dan yang paling kecil dari jenis Pelagiea bridge. Gastropoda yang ditemukan
berasal dari Subkelas Heterostropha dan Superfamili Streptacidoidea yang memiliki ciri
teleoconch kecil dan protoconch datar. Jenis yang didapatlcan antara lain berasal dari Genus
Streptacis, Mapesella dan Laxella yang termasuk dalam Famili Streptacidae.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 PEMBAHASAN

Bukti-bukti evolusi yang terdapat dari kedua jurnal yang kami review memiliki variasi
yang berbeda, berdasarkan ilmuan yang menemukan bukti-bukti evolusi tersebut pada masa
nya. Evolusi dapat diketahui dan dijelaskan melalui fakta sebagai petunjuk. Ada beberapa
fakta yang dapat digunakan sebagai petunjuk evolusi, antara lain seperti berikut.

1. Bukti Evolusi Pada Jurnal 1

Perbandingan Anatomi : Organ-organ fungsional pada makhluk hidup dapat dibedakan


menjadi dua yaitu sebagai berikut.

1. Homologi

Homologi adalah organ-organ yang dimana mempunyai fungsi berbeda, tetapi


mempunyai dasar yang sama (Pujianto,2012). Perbandingan organ-organ secara homologi
dapat Anda lihat pada elemen kerangka yang sama menyusun tungkai depan manusia, kucing,
paus, kelelawar, dan semua mamalia lain, meskipun tungkai tersebut mempunyai fungsi yang
sangat berbeda. Yang biasa dipakai petunjuk evolusi adalah homologi struktur ekstrimitas
anterior beberapa hewan vertebrata Contohnya pada gambar dibawah ini. Gambar 1.
Homologi ekstremitas anterior beberapa binatang vertebrata
2. Analogi
Analogi adalah organ-organ tubuh yang mempunyai struktur yang mempunyai struktur
yang berbeda tetapi memiliki fungsi yang sama(Mukti dkk,2004). Analogi memiliki
persamaan dalam fungsi, namun berasal dari evolusi yang berbeda Contohnya pada gambar
dibawah

Gambar.2 perbedaan sayap

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sayap- sayap yang di gambar tidak memiliki
kesamaan antara satu dengan yang lain, tetapi melakukan fungsi yang sama yaitu untuk
terbang.

 Embriologi Perbandingan

Embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio. Perkembangan


embrio menunjukan adanya kesamaan pada fase-fase perkembangannya (Aryulina dkk,2004).

Gambar 3. Embriologi Komparatif Beberapa hewan Vertebrata

Perkembangan embrio pada hewan vertebrata dijumpai kenyataan bahwa perkembangan


embrio dari zigot menujukkan struktur yang sama, namun selanjutnya berkembang berbeda
satu dengan yang lainnya sehingga bentuk dewasanya mejadi sangat berbeda.
2. Bukti Evolusi Pada Jurnal 2

Bukti evolusi pada jurnal 2 yaitu penemuan gastropoda.

 Bukti Masa Lalu

Bukti adanya fosil gastropoda telah banyak dicari oleh para pakar di bidang
paleontology, geologi maupun biologi untuk membuktikan bahwa gastropoda telah muncul
pada masa Cambrian. Bukti tertua yang baru didapatlcan pada masa beberapa saat setelah
Precambrian, yaitu padamasa Paleozoic, periode Cambrian. Spesimen yang didapat masih
dalam kondisi yang cukup bagus dari Pegunungan Ellsworth, Amerika Barat. Fosil
gastropoda yang didapat berasal dari beberapa genus, dengan genus yang paling umum
adalah Pelagiel/a. Genus lain yang juga didapatlcan pada masa itu antara lain
Scaevogyra,Sinuopea dan Prop/ina Jenis terbesar yang didapat berasaJ dari Pelagiella
paucivoluta dan yang paling kecil dari jenis Pelagiel/a bridgei.

Beberapa waktu lebih muda setelah masa itu, juga banyak ditemukan bukti fosil
gastropoda, misaLnya pad a peri ode Premian termasuk dalam masa Paleozoic juga
(BANDEL, 2002). Gastropoda yang ditemukan berasal dari Subkelas Heterostropha dan
Superfamili Streptacidoidea yang memiliki ciri teleoconch kecil dan protoconch datar. Jenis
yang didapatlcan antara lain berasal dari Genus Streptacis, Mapesella dan Laxella yang
termasuk dalamFamili Streptacidae. Selain itu, juga ditemukanjenis lain dari Genus
Donaldina, Royalel/a, Texalella, Yoospira dan Heteroaclisinadari Famili Donaldinidae. Dari
Famili Stuoraxidae ditemukan jenis dari Genus Stuoraxis dan Straparo//us. Sedangkan dari
Famili Heterosubulitidae hanya didapatkan satu jenis dari GenusHeterosubulites.
 Bukti Masa Kini
Studi mengenai bubungan evolusi dengan predasi menunjukkan adanya perubahan pada
omamen cangkang sebagai bentuk dari pertahanan diri dari pemangsa utama, yaitu krustasea
dan ikan. Hipotesa dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin kompleks omamen
cangkang, maka gastropoda akan semakin dihindari oleh pemangsa. Hal ini ditunjukkan
dengan adanya fakta, bahwa bagian cangkang yang menjadi target perusakan oleh pemangsa
adalah bagian yang tidak memiliki ornamen. Fakta lain menunjukkan bahwa semakin muda
usia fosil yang ditemukan temyata omarnen pada cangkang gastropoda semakin kompleks,
sebagai bukti adanya adaptasi terhadap lingkungan dan pemangsa. Pola adaptasi terse but
berlangsung secara perlahan, namun berjalan terus-menerus dan diwariskan kepada
keturunannya sebagai bagian dari evolusi (PALMER, 1979).
Studi sekuensi pada Famili Conidae menunjukkan adanya transisi evolusioner sejak masa
planktonik yang diturunkan oleh nenek moyangnya, sebingga terjadi spesiasi. Penelitian
tersebut digunakan untuk mengetahui spesiasi yang terjadi pada gastropoda dan memetakan
model evolusinya dengan menggunakan 70 jenis gastropoda dari Famili Conidae. Walaupun
ada delapan jenis yang tidak diketahui data datanya pada saat masih fase larva pada saat ini,
namun ciri-cirinya tetap memperlihatkan karakter yang dimiliki oleh nenek moyangnya.
Perubahan pada perkembangan mulai larva sangat umum dan wajar terjadi pada kelompok
gastropoda ini. Model sederhana yang dibuat untukmenjelaskan fenomena inimemperlihatkan
bahwa, adanya seleksi spesies yang berkaitan dengan adanya pola dispersal pada tahap larva
sebagai bagian dari strategi adaptasi terbadap lingkungannya (DUDA & PALUMBl, 1999).

BAB IV

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

Setelah membaca dan memahami isi dari kedua jurnal kami dapat menganalisis beberapa
kelebihan dan kekurangan dari kedua jurnal sebagai berikut :

Jurnal I Jurnal II
 Pada Jurnal 1 membahas secara teori  jurnal 2 hanya membahas 1 teori dan
keseluruhan. dibuktikan dengan 1 temuan.

 Pada Jurnal 1 membahas dari  Jurnal 2 lebih dominan dengan 1


beberapa segi untuk menunjukkan spesies yang dikembangkan secara
terjadinya evolusi. terus menerus.

 Pada Jurnal 1 menggunakan bahasa  pada Jurnal 2 menggunakan kata


yang lebih dimengerti dengan yang baku, dan penggunaan EYD
penggunaan kata yang digunakan yang sangat diperhatikan.
dalam bahasa terkini sehingga
pembaca dapat memahami maksud
dari informasi yang disampaikan
dengan baik.
 Pada Jurnal 1 pada abstraknya lebih  Jurnal 2 pada abstraknya lebih
menunjukkan keseluruhan teori yang menekankan pada bagaimana hasil
akan membahas masalah. akhir permasalah yang akan
dibahas.

 Pada Jurnal 1 pada bagian Jurnal 2 pada bagian pembahasan lebih


pembahasan pembaca diperkenal kan memperkenal bagaimana teori evolus
terlebih dahulu bagaimana evolusi secara lengkap.
itu mulai dari teori-teori hingga
bukti-bukti dari adanya evolusi
secara singkat.

BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Evolusi dapat diketahui dan dijelaskan melalui fakta sebagai petunjuk. Ada beberapa
fakta yang dapat digunakan sebagai petunjuk evolusi, seperti Adanya Variasi Antara Individu
dalam Satu Keturunan, Perbandingan Anatomi, Embriologi Perbandingan, Petunjuk dari alat
tubuh yang tersisa (vestigial), Petunjuk palaentologi, dan Biogeografi. Evolusi merupakan
suatu proses perubahan yang terjadi pada mahluk hidup secara perlahan dan dalam waktu
yang lama dari mahluk hidup yang tidak adptif menjadi mahluk hidup yang adaptif. Teori
evolusi adalah salah satu teori yang masih hangat dipertentangkan hingga saat ini. Banyak
teori yang dikemukakan para ahli, tetapi tampaknya belum ada satu pun teori yang dapat
menjawab semua fakta dan fenomena tentang sejarah perkembangan makhluk hidup. Ada
banyak alasan yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa evolusi memang terjadi.
Bukti-bukti evolusi yang dikemukakan pada makalah ini hanya beberapa contoh yang
mungkin akan mudah dimengerti.Adanya evolusi dibuktikan dengan penemuan terbaru yang
didapatkan pada masa beberapa saat setelah Precambrian, yaitu padamasa Paleozoic, periode
Cambrian. Spesimen yang didapat masih dalam kondisi yang cukup bagus dari Pegunungan
Ellsworth, Amerika Barat. Hal ini menunjukkan adanya perbandingan setiap makhluk hidup
dari masa ke masa. Dapat disimpulkan bahwa semakin muda usia fosil yang ditemukan
temyata ornamen pada cangkang gastropoda semakin kompleks, sebagai bukti adanya
adaptasi terhadap lingkungan dan pemangsa. Pola adaptasi tersebut berlangsung secara
perlahan, namun berjalan terus-menerus dan diwariskan kepada keturunannya sebagai bagian
dari evolusi.
5.2 SARAN
Penulis berharap laporan Critical Journal Review ini dapat menambah wawasan serta
pengetahuan bagi para pembaca khususnya masyarakat. Makalah yang kami buat belum
sempurna sesuai yang diharapkan Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua
pihak atau pembaca demi perbaikan di masa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

Arbi, Ucu Yanu. 2012. Sejarah dan Bukti Evolusi Pada Gastropoda. Oseana. 38(2). 41 - 51.
Issn: 0216-1877

Gustia Nurul. 2019. Bukti Bukti Terjadinya Evolusi. Jurnal Filsafat Indonesia. 2(3). 100-107