Anda di halaman 1dari 15

Rangkuman Materi Tes SKB CPNS Dosen Kemdikbud 2019

Tentang Dosen
 Tunjangan profesi bagi Dosen dibatalkan apabila terjadi hal berikut, kecuali mencapai batas usia
pensiun 70 (tujuh puluh) tahun untuk profesor dan 65 (enam puluh lima) tahun untuk Lektor Kepala,
Lektor, dan Asisten Ahli
 Tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor dievaluasi setiap 3 tahun.
 Tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor diberikan terhitung mulai bulan januari
tahun berikutnya setelah Dosen yang bersangkutan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan
 Sertifikat pendidik untuk dosen diberikan setelah memenuhi syarat seba gai berikut:
Memiliki pengalaman kerja seba- gai pendidik pada perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 (dua)
tahun. Memiliki jabatan akademik sekurangkurangnya asisten Lulus sertifikasi yang dilakukan oleh
perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan
tinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
 Profesor yang berprestasi dapat diperpanjang batas usia pensiunnya sampai dengan usia 70 tahun.
 Jumlah peserta sertifikasi pendidik untuk dosen setiap tahun ditetapkan oleh Menteri
 Publikasi di Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi memperoleh angka kredit maksimal sebesar 25
 Tunjangan kehormatan diberikan kepada guru besar
 Jabatan Struktural merupakan jabatan yang terkait dengan struktur suatu organisasi, misalnya Rektor,
Wakil Rektor, Dekan, dsb. Sementara jabatan fungsional dosen merupakan jabatan terkait fungsinya
sebagai dosen. Jabatan ini meliputi Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar.
 Dosen program sarjana dapat menggunakan Dosen bersertifikat yang relevan dengan Program Studi
dan berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 KKNI
 Berikut merupakan jabatan struktural dosen adalah dekan
 Penugasan warga negara sebagai Dosen dalam rangka wajib kerja ditetapkan oleh menteri
 Angka kredit dari professor golongan ruang IV/e adalah 1050
 Lektor kepala = jabatan akademik dosen yang diperoleh setelah menempuh angka kredit kumulatif
minimal 400
 Lektor = jabatan akademik dosen yang diperoleh setelah menempuh angka kumulatif minimal 200
 Asisten Ahli = jabatan akademik dosen yang diperoleh setelah menempuh kumulatif minimal 150
 kegiatan pokok dosen mencakup:
1. perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian proses Pembelajaran;
2. pelaksanaan evaluasi hasil Pembelajaran;
3. pembimbingan dan pelatihan;
4. Penelitian; dan
5. Pengabdian kepada Masyarakat.
 Beban kerja Dosen sebagai pembimbing utama dalam penelitian terstuktur dalam rangka penyusunan
skripsi/tugas akhir, tesis, disertasi, atau karya desain/seni/bentuk lain yang setara paling banyak 10
mahasiswa
 Jumlah Dosen tetap pada Perguruan Tinggi paling sedikit 60 % dari jumlah seluruh dosen
 Hitungan KUM asisten ahli
Ngajar 10 sks pertama 0.5 selanjutnya 0.25
pembimbing utama skripsi = poin 1
pembimbing pembantu skripsi = poin 0,5
anggota penguji skripsi = poin 0.5
pengembangan diktat = poin 5
 Hitungan KUM Lektor
Ngajar 10 sks pertama 1 selanjutnya 0.5
Pembimbing pendamping tesis = 2
pembimbing utama skripsi = poin 2
pembimbing pembantu skripsi = poin 0,5
ketua penguji skripsi = poin 1
 Berdasarkan Lampiran I PermenpanRB No.17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan
Angka Kreditnya, Unsur pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu: Menduduki jabatan
pimpinan; melaksanakan pengembangan hasil pendidikan dan penelitian; dan memberi latihan/
penyuluhan/ penataran/ ceramah pada masyarakat.
 Nilai KUM ; Ijazah Sarjana/Diploma IV : 100 Ijazah Magister : 150 Ijazah Doktor : 200
 Peraturan Pemerintah RI No.37 Tahun 2009 Pada Pasal 4 ayat (4) Penilaian portofolio dosen dilakukan
untuk menentukan pengakuan atas kemampuan professional dosen, dalam bentuk penilaian terhadap
kumpulan dokumen yang mendeskripsikan:
o Kualifikasi akademik dan unjuk kerja tridharma
o Persepsi dari atasan, sejawat, mahasiswa dan diri sendiri tentang kepemilikan kompetensi
pedagogic, professional, sosial dan kepribadian
o Pernyataan diri tentang kontribusi dosen yang bersangkutan dalam pelaksanaan dan pengembangan
tridharma perguruan tinggi
 Sertifikat pendidik untuk dosen harus dilakukan secara Objektif, transparan, dan akuntabel
 Berdasarkan lampiran II Permenpan-RB No.7 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pranata
Laboratorium Pendidikan
 Peraturan Pemerintah RI No.37 Tahun 2009 Pada Pasal 8 ayat (3) Dosen tetap yang mendapat
penugasan sebagai pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan sampai dengan tingkat jurusan tetap
memperoleh tunjangan profesi sepanjang yang bersangkutan melaksanakan darma pendidikan paling
sedikit . 3 SKS di perguruan tinggi yang bersangkutan.
 Tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tunjangan kehormatan bagi dosen tetap yang bukan pegawai
negeri sipil diberikan sesuai dengan kesetaraan Tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang berlaku bagi
dosen pegawai negeri sipil
 Permendikbud No.37 Tahun 2009 Meningkatkan martabat dosen; menjamin hak dan kewajiban dosen;
meningkatkan kompetensi dosen; memajukan profesi serta karir dosen; meningkatkan mutu
pendidikan; mengurangi kesenjangan ketersediaan dosen; meningkatkan mutu pengajaran
 Dosen tetap yang memiliki NIDN wajib bekerja penuh waktu 40 Jam setiap Minggu dan rata - rata 7
Jam per hari
 Jurnal Nasional adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki ISSN
2. Memiliki terbitan versi online
3. Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal 2 (dua) institusi yang berbeda
4. Mempunyai dewan redaksi/editor yang terdiri dari para ahli dalam bidangnya dan berasal dari
minimal 2 (dua) institusi yang berbeda
 Salah satu kriteria jurnal internasional adalah ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB. Bahasa
tersebut adalah Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol, dan Tiongkok
 Kumpulan sejumlah pohon, cabang, dan ranting ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis
disebut dengan Rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi
Tentang Perkuliahan
 Masa dan beban belajar penyelenggaraan program pendidikan Doktor adalah Paling lama 7 tahun,
paling sedikit 42 SKS
 kegiatan proses belajar 100 (seratus) menit per minggu per semester Bentuk Pembelajaran 1 (satu)
Satuan Kredit Semester pada proses Pembelajaran berupa seminar atau bentuk lain yang sejenis, terdiri
atas: kegiatan proses belajar 100 (seratus) menit per minggu per semester
 Berdasarkan buku panduan merdeka belajar-kampus merdeka hal 22. Salah satu program kampus
merdeka adalah kegiatan kuliah kerja nyata tematika (KKNT) yang pengakuan kreditnya setara 6-12
bulan atau 20-40 SKS, dengan pelaksanaannya berdasarkan beberapa model.
 Beban belajar mahasiswa magister paling sedikit 36 sks
 Sarana pembelajaran pendidikan tinggi sebagaimana termaktub dalam Permendikbud No. 3 Tahun
2020
o perabot; peralatan pendidikan; media pendidikan; buku, buku elektronik, dan repositori; sarana
teknologi informasi dan komunikasi; instrumentasi eksperimen; sarana olahraga; sarana
berkesenian; sarana fasilitas umum; bahan habis pakai; dan sarana pemeliharaan, keselamatan,
dan keamanan.
 Standar prasarana Pembelajaran paling sedikit terdiri atas:
a. lahan;
b. ruang kelas;
c. perpustakaan;
d. laboratorium/studio/bengkel kerja/unit produksi;
e. tempat berolahraga;
f. ruang untuk berkesenian;
g. ruang unit kegiatan mahasiswa;
h. ruang pimpinan Perguruan Tinggi;
i. ruang Dosen;
j. ruang tata usaha; dan
k. fasilitas umum.
 Penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN diselenggarakan dengan prinsip berikut ini
kecuali Adil, akuntabel fleksibel, efisien transparan
 Rencana Pembelajaran Semester adalah rencana proses pembelajaran yang disusun untuk kegiatan
pembelajaran selama satu semester guna memenuhi capaian pembelajaran yang dibebankan pada mata
kuliah/modul
 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) diatur dalam Perpres No 8 tahun 2012.
 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang
dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang
pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai
dengan struktur pekerjaan di berbagai sector
 Pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”
 kebebasan Sivitas Akademika dalam Pendidikan Tinggi untuk mendalami dan mengembangkan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan Tridharma disebut
kebebasan akademik
 Pendidikan Profesi merupakan Pendidikan Tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan
Mahasiswa dalam pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus
 Jenis pendidikan tinggi adalah sebagai berikut akademik, vokasi, profesi kecuali spesialis
 Berikut yang merupakan rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagaimana termaktub dalam UU
No. 12 Tahun 2012 rumpun ilmu agama, rumpun ilmu humaniora dan rumpun ilmu formal
 "Seluruh sistem nilai, gagasan, norma, tindakan, dan karya yang bersumber dari Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi sesuai dengan asas Pendidikan Tinggi", merupakan pengertian dari budaya akademik
 Daya tampung mahasiswa SBMPTN untuk PTN-BLU setiap prodi paling sedikit 40%
 Masa dan beban belajar penyelenggara program pendidikan:
D1 maksimal 2 tahun minimal 36 SKS.
D2 maksimal 3 tahun minimal 72 SKS.
D3 maksimal 5 tahun minimal 108 SKS.
S1 / D4 maksimal 7 tahun minimal 144 SKS.
S2 maks 4 tahun 36
S3 maks 7 tahun 42
Profesi masimal 3 tahun 24
 Lulusan D1 minimal menguasai konsep umum, pengetahuan & keterampilan operasional lengkap.
 Lulusan D2 minimal menguasai prinsip dasar pengetahuan dan keterampilan pada bidang keahlian
tertentu.
 Lulusan D3 minimal menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara
umum.
 Lulusan D4 dan S1 minimal menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan secara
umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan dan keterampilan secara
mendalam.
 Lulusan S2 magister, magister terapan & subspesialis minimal menguasai teori aplikasi bidang
pengetahuan.
 Lulusan S3 doktor, doktor terapan dan subspesialis minimal menguasai filosofi keilmuan bidang
pengetahuan dan keterampilan.
 Informasi yang termuat dalam SKPI diantaranya adalah logo perguruan tinggi, nomor ijazah nasional,
nomor pokok mahasiswa, dan status akreditasi
 Daya Tampung mahasiswa SBMPTN untuk setiap ProgramStudi pada PTN selain PTN badan hukum
ditetapkan paling sedikit 40 % .
 Daya Tampung mahasiswa SNMPTN untuk setiap ProgramStudi pada PTN ditetapkan paling sedikit
20 %
 Kurikulum adalah Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
Pendidikan Tinggi
 Program studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan
metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau
pendidikan vokasi,
 Proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang
menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang kesehatan, merupakan pengertian dari Uji Kompetensi
 Surat tanda pengakuan terhadap kompetensi tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan praktik di
seluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi, merupakan pengertian dari Sertifikat Kompetensi
 Surat tanda pengakuan untuk melakukan praktik profesi yang diperoleh lulusan pendidikan profesi,
merupakan pengertian dari Sertifikat Profesi
 Berdasarkan Permenristekdikti No. 59 tahun 2018, BAB II, Pasal 11, Ayat 1, Penandatanganan Ijazah
dilakukan oleh:
a. rektor dan dekan fakultas untuk universitas dan institut;
b. ketua dan pemimpin unit pengelola program studi untuk sekolah tinggi;
c. direktur dan pemimpin unit pengelola program studi untuk akademi dan politeknik; dan
d. direktur untuk akademi komunitas.
 Berdasarkan Permenristekdikti No. 59 tahun 2018, BAB II, Pasal 11, Ayat 2, Penandatanganan
Transkrip Akademik dan SKPI dilakukan oleh:
a. dekan atau pembantu/ wakil dekan bidang akademik untuk universitas dan institut;
b. pemimpin unit pengelola program studi untuk sekolah tinggi dan akademi dan politeknik sekolah
tinggi; dan
c. direktur untuk akademi komunitas.
 Berdasarkan Permendikbud No.6 Tahun 2020, BAB III, Pasal 6 tentang daya tampung adalah sebagai
berikut :
a. Daya tampung mahasiswa SNMPTN setiap prodi paling sedikit 20%
b. Daya tampung mahasiswa SBMPTN untuk PTN selain PTN-BH setiap prodi paling sedikit 40%
Daya tampung mahasiswa SBMPTN untuk PTN-BH setiap prodi paling sedikit 30%
d. Daya tampung seleksi mahasiswa lainnya untuk PTN selain PTN-BH setiap prodi paling banyak
30%
e. Daya tampung seleksi mahasiswa lainnya untuk PTN-BH paling banyak 50%
 Pasal 19 nomor 3 tahun 2020 tentang standar nasional pendidikan tinggi, bentuk pembelajaran berupa
kuliah, responsi, atau tutorial, terdiri atas:
- kegiatan proses belajar 50 menit per minggu per semester
- kegiatan penugasan terstruktur 60 menit per minggu per semester
- kegiatan mandiri 60 menit per minggu per semester
 Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan
kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan,
 pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang
ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Program kewirausahaan mahasiswa
hendaknya disusun pada tingkat perguruan tinggi, dengan menyusun silabus kegiatan wirausaha yang
dapat memenuhi 20 SKS/semester atau 40 SKS/tahun
 Penilaian proses dan hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara terintegrasi
paling sedikit memenuhi unsur: (Permendikbud no. 3 tahun 2020 hal. 41)
a. edukatif, yang merupakan penilaian untuk memotivasi peneliti agar terus meningkatkan mutu
penelitiannya;
b. objektif, yang merupakan penilaian berdasarkan kriteria yang bebas dari pengaruh subjektivitas;
c. akuntabel, yang merupakan penilaian penelitian yang dilaksanakan dengan kriteria dan prosedur
yang jelas dan dipahami oleh peneliti; dan
d. transparan, yang merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh
semua pemangku kepentingan.
Tentang Kementerian
 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (dulu bernama Menteri Pengajaran) yang pertama adalah Ki
Hajar Dewantara
 BAN-PT dibentuk oleh menteri
 Yang merupakan susunan organ BAN-PT adalah Majelis Akreditasi dan Dewan Eksekutif
 Makna Tut Wuri Handayani dalam lambang Kemdikbud Adalah di belakang memberi dorongan
 Menteri pengajaran pertama Indonesia Ki Hadjar Dewantara
 Sejarah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri dari Lima era yaitu Awal Kemerdekaan
(1945-1950), Era Demokrasi Liberal (1951-1959), Era Demokrasi Terpimpin (1959-1966), Era Orde
Baru (1966-1998), Era Reformasi (1998-2011).
 Pada tahun 2011 istilah departemen diganti menjadi kementerian dan pada tahun 2012 bidang
pendidikan dan kebudayaan disatukan kembali menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 BAN-PT dibentuk oleh Menteri
 BAN-PT memiliki tugas dan wewenang untuk menerbitkan, mengubah, atau mencabut keputusan
peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi dan menyampaikan kepada pihak terkait adalah
 Majelis Akreditasi memiliki susunan organisasi sebagai berikut:
1) 1 (satu) orang ketua merangkap anggota
2) 1 (satu) orang sekretaris merangkap anggota
3) Anggota
4) Direktur dewan eksekutif secara ex officio sebagai anggota
 Keanggotaan atau proses pengambilan keputusan Majelis Akreditasi bersifat Kolektif dan kolegial
 Majelis Akreditasi Mengesahkan rencana strategis, rencana kerja dan anggaran tahunan BAN-PT yang
diusulkan oleh Dewan Eksekutif dan menyampaikan kepada Menteri
 Ketua dan Sekretaris Majelis Akreditasi diangkat dan ditetapkan oleh Menteri
 Lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diresmikan pada tanggal 6 September 1977 oleh
Menteri P & K, Sjarif Thajeb
 Hari lahir Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, diperingati sebagai Hari Pendidikan
Nasional 2 mei
 Uraian Lambang
Bidang Segi Lima (Biru Muda), menggambarkan alam kehidupan Pancasila
Semboyan Tut Wuri Handayani, digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem
pendidikannya. Pencantuman semboyan ini berarti melengkapi penghargaan dan penghormatan kita
terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.
Belencong Menyala Bermotif Garuda merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan
wayang kulit. Cahaya belencong membuat pertunjukan menjadi hidup. Burung Garuda (yang menjadi
motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri
mengarungi angkasa luas.
Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti: ‘satu kata dengan perbuatan
Pancasilais’.
Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamrih.
Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian.
Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki
pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup Pancasila)
Permendikbud No.5 Tahun 2020 Pasal 1 Ayat 11. Pemimpin Perguruan Tinggi adalah rektor pada
universitas dan institut, ketua pada sekolah tinggi, direktur pada politeknik, akademi, dan akademi
komunitas.

 Tata Nilai Budaya Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


1. Memiliki Integritas, Keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan.
2. Kreatif dan Inovatif, Memiliki daya cipta: memiliki kemampuan untuk menciptakan hal baru yang
berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat)
3. Inisiatif, Kemampuan seseorang untuk bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari
pekerjaan.
4. Pembelajar, Selalu berusaha untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalisme.
5. Menjunjung Meritokrasi, menjunjung tinggi keadilan dalam pemberian penghargaan bagi karyawan
yang kompeten.
6. Terlibat Aktif, Senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
7. Tanpa Pamrih, Bekerja dengaan tulus ikhlas dan penuh dedikasi.
 Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
1. Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan Kebudayaan yang Kuat
2. Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan Berkeadilan
3. Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu
4. Mewujudkan Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan, serta Pengembangan Bahasa
5. Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta Peningkatan Efektivitas Birokrasi dan Pelibatan Publik
 Permendikbud No.45 Tahun 2019 Pasal 6, Unit inti / susunan organisasi di lingkungan Kementerian
Pedidikan dan Kebudayaan di antaranya adalah Ditjen Pendidikan Vokasi, Ditjen Pendidikan Tinggi,
dan Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan
 Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Periode 2011-2014
adalah Musliar Kasim
 Beberapa Pusat di bawah ini, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Data dan Teknologi Informasi
Pusat Prestasi Nasional Pusat Penguatan Karakter
 Pada Kabinet Syahrir I, Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Mulia
 Istilah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pertama kali muncul pada era orde baru
 Departemen Pendidikan Nasional merupakan perubahan atas Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
pada era reformasi
 pada tahun 2012 bidang Pendidikan dan Kebudayaan disatukan kembali menjadi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
 Tata nilai budaya kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 7
 Aplikasi Whistleblowing System (WBS) adalah Aplikasi yang dibuat dengan tujuan mempermudah
pengaduan masyarakat mengenai tindakan yang merugikan orang lain dan Negara yang dilakukan oleh
Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
 Kemdikbud membuat portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi
yang mendukung interaksi antar komunikasi, portal tersebut adalah rumah belajar
 Nomenklatur Departemen Pendidikan Nasional diganti menjadi Kementerian Pendidikan Nasional
yang dijabat oleh Bapak Mohammad Nuh pada tahun 2011
 Tata Nilai Budaya Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
 Memiliki Integritas, Keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan.
 Kreatif dan Inovatif, Memiliki daya cipta: memiliki kemampuan untuk menciptakan hal baru
yang
 berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat)
 Inisiatif, Kemampuan seseorang untuk bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut
 dari pekerjaan.
 Pembelajar, Selalu berusaha untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalisme.
 Menjunjung Meritokrasi, menjunjung tinggi keadilan dalam pemberian penghargaan bagi
 karyawan yang kompeten.
 Terlibat Aktif, Senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
 Tanpa Pamrih, Bekerja dengaan tulus ikhlas dan penuh dedikasi.
Tentang Perguruan Tinggi
 Politeknik yaitu Perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dan dapat
menyelenggarakan pendidikan profesi dalam berbagai rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi

 Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen harus memiliki kriteria berikut ini memiliki
program pascasarjana; memiliki program studi yang relevan, peringkat terakreditasi A/Unggul.
 Standar Nasional Pendidikan Tinggi terdiri atas Standar Nasional Pendidikan; Standar Penelitian; dan
Standar Pengabdian kepada Masyarakat.
Asas pendidikan tinggi adalah sebagai berikut kebenaran ilmiah; manfaat; kebajikan;
 PTN atau PTS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk: (permendikbud No. 7 Tahun
2020, hal 6)
a. universitas;
b. institut;
c. sekolah tinggi;
d. politeknik;
e. akademi; atau
f. akademi komunitas.
 syarat pendirian Perguruan Tinggi Negeri adalah
a. kurikulum disusun berdasarkan kompetensi lulusan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
Tinggi dan ketentuan peraturan perundang-undangan
b. terdiri dari 3 (tiga) instruktur untuk 1 (satu) Program Studi pada akademi komunitas dengan
kualifikasi yang ditentukan dalam pedoman pendirian
c. tenaga kependidikan paling sedikit berjumlah 2 (dua) orang untuk melayani Program Studi pada
program diploma atau program sarjana
d. Terpenuhinya sarana dan prasaran sesuai dengan standar minimal
 Perubahan PTN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a dapat terdiri atas: (permendikbud No.
7 Tahun 2020, hal 20)
a. perubahan nama PTN;
b. perubahan lokasi PTN;
c. perubahan bentuk PTN;
d. perubahan PTN menjadi PTN badan hukum;
e. penggabungan 2 (dua) PTN atau lebih menjadi 1 (satu) PTN baru; dan/atau
f. penyatuan dari 1 (satu) PTN atau lebih ke dalam 1 (satu) PTN lain.
 Yang mengusulkan pembubaran PTN berbentuk universitas dan institute kepada presiden adalah
menteri
 Pencabutan izin PTS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dilakukan dengan alasan:
(permendikbud No. 7 Tahun 2020, hal 24)
a. PTS dinyatakan tidak terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
b. perubahan kebijakan Pemerintah Pusat dan/atau peraturan perundang-undangan;
c. diusulkan oleh Badan Penyelenggara;
d. pembubaran Badan Penyelenggara;
e. tidak lagi memenuhi syarat pendirian; dan/atau
f. dikenai Sanksi Administratif berat.
 Peringkat akreditasi prodi dan perguruan tinggi Baik Baik Sekali Unggul
 Tahapan Akreditasi terdiri atas Evaluasi data dan informasi, Penetapan peringkat akreditasi ,
Pemantauan dan evaluasi peringkat akreditasi
 Kampus Merdeka Pembukaan prodi baru Sistem akreditasi PT PTN-BH Hak belajar 3 smst diluar
prodi
 Merdeka Belajar USBN UN RPP PPDB Zonasi
 Berdasarkan Permendikbud No. 4 Tahun 2020, Pasal I Ayat 2, Penyelenggaraan Tridharma Perguruan
Tinggi yang bermutu sebagaimana dimaksud dalam Persyaratan PTN menjadi PTNBH mencakup
tingkat dan derajat kemampuan dari PTN untuk menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi yang
bermutu dinilai dari PTN yang memiliki:
1. Paling sedikit 60% prodi dng peringkat akreditasi unggul;
2. Relevansi antara visi, misi, dan tujuan dng Standar PT yang terdiri atas Standar Nasional
PT dan Standar PT yang ditetapkan oleh PT hasil publikasi internasional dan/atau hak
kekayaan intelektual;
3. Mahasiswa yang berprestasi akademik dalam kompetisi tingkat nasional dan internasional;
4. Partisipasi dalam kegiatan Pemerintah maupun pemerintah daerah; dan
5. Kerja sama dengan dunia usaha dunia industri, organisasi/ lembaga dan/ atau masyarakat.
 Berdasarkan Permendikbud No.7 Tahun 2020, syarat minimal PT dapat menyelenggarakan bentuk
Universitas adalah paling sedikit 5 (lima) Program Studi pada program sarjana yang mewakili 3 (tiga)
Program Studi dari rumpun ilmu alam, rumpun ilmu formal, dan/atau rumpun ilmu terapan yang
meliputi pertanian, arsitektur dan perencanaan, teknik, kehutanan dan lingkungan, kesehatan, dan
transportasi, serta 2 (dua) Program Studi dari rumpun ilmu agama, rumpun ilmu humaniora, rumpun
ilmu sosial, dan/atau rumpun ilmu terapan yang meliputi bisnis, pendidikan, keluarga dan konsumen,
olahraga, jurnalistik, media massa dan komunikasi, hukum, perpustakaan dan permuseuman, militer,
administrasi publik, dan pekerja sosial.
 Berdasarkan Permendikbud No.4 Tahun 2020 Pasal 2 Ayat 1 Persyaratan PTN menjadi PTN-BH
mencakup tingkat dan derajat kemampuan dari PTN untuk:
a. menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi yang bermutu;
b. mengelola organisasi PTN berdasarkan prinsip tata kelola yang baik;
c. memenuhi standar minimum kelayakan finansial;
d. menjalankan tanggung jawab sosial; dan
e. berperan dalam pembangunan perekonomian.
 Berdasarkan Permendikbud No.4 Tahun 2020 Pasal 2 Ayat 5 Persyaratan PTN menjadi PTN-BH
berdasarkan kemampuan dalam menjalankan tanggung jawab sosial adalah:
a. PTN menerima calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi tetapi kurang mampu
secara ekonomi dan menerima calon mahasiswa yang berasal dari daerah terdepan, terluar, dan
tertinggal paling sedikit 20% dari total jumlah mahasiswa; dan b. PTN yang terlibat dalam pelayanan
masyarakat.
 Berdasarkan Permendikbud No.4 Tahun 2020 Pasal 2 Ayat 6 Persyaratan PTN menjadi PTN-BH
berdasarkan peranannya dalam pembangunan perekonomian sesuai Permendikbud No.4 Tahun 2020
adalah :
a. pengembangan usaha kecil dan menengah;
b. pengembangan dunia usaha dunia industri; dan
c. menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa
 Berdasarkan Permendikbud No.4 Tahun 2020, Pasal 4 Ayat 1,
a. Akreditasi untuk Program Studi dilaksanakan oleh LAM.
b. Akreditas untuk Perguruan Tinggi dilaksanakan oleh BAN-PT.
c. Dalam hal LAM belum terbentuk
maka Akreditasi untuk Program Studi diberikan oleh BAN-PT.
 Pengaturan mengenai program studi dan program pendidikan tinggi pada jenis pendidikan profesi dan
spesialis paling sedikit mencakup Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Tata cara pembukaan dan
penutupan
 Perguruan tinggi swasta pertama dan tertua di Indonesia adalah UII
 Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.4 Thn 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan
Pengelolaan Perguruan Tinggi Pasal 2 Pengaturan penyelenggaraan pendidikan tinggi meliputi:
a. Tanggung jawab, tugas, dan wewenang Menteri dalam penyelenggaraan Pendidikan Tinggi
b. Pendirian perguruan tinggi, program studi, dan program pendidikan tinggi
c. Gelar, ijazah, dan sertifikat profesi
 Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.4 Thn 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan
Pengelolaan Perguruan Tinggi Pasal 21 Pengaturan pengelolaan perguruan tinggi meliputi:
a. Otonomi perguruan tinggi
b. Pola pengelolaan perguruan tinggi
c. Tata kelola perguruan tinggi
d. Akuntabilitas public
 Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.4 Thn 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan
Pengelolaan Perguruan Tinggi Pasal 29 ayat (5) Pemimpin perguruan tinggi dibantu oleh paling sedikit
2 (dua) orang:
a. Wakil pemimpin bidang akademik
b. Wakil pemimpin bidang nonakademik
 Kerja sama perguruan tinggi dilaksanakan dengan prinsip:
1) Mengutamakan kepentingan pembangunan nasional
2) Menghargai kesetaraan mutu
3) Saling menghormati
4) Menghasilkan peningkatan mutu pendidikan
5) Berkelanjutan
6) Mempertimbangkan keberagaman kultur yang bersifat lintas daerah, nasional, dan/atau
internasional
 Dalam penyelenggaran pendidikan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berlaku
kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan
 Peraturan dasar pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemi covid-19 di Perguruan Tinggi
adalah UU No.12/2012 dan Permendikbud No.7/2020
 Berdasarkan Permendikbud RI No.10 tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar Pada Pasal 2 huruf
b. Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan bagi pendidikan tinggi:
1. Meningkatkan perluasan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa warga
negara Indonesia yang tidak mampu secara ekonomi
2. Meningkatkan prestasi mahasiswa pada bidang akademik dan nonakademik
3. Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa yang berasal dari daerah terdepan, terluar, atau
tertinggal, dan/atau menempuh studi pada perguruan tinggi wilayah yang terkena dampak bencana
alam atau konfllik sosial
4. Meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi
 Program Indonesia Pintar dilaksanakan dengan berdasarkan prinsip: Efisien, efektif, transparan,
akuntabel, kepatutan, dan manfaat
 Tema Hari Pendidikan Nasional :
2016: Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita
2017: Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas
2018 dan 2019: Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan
2020: Belajar dari Covid-19
 Program Tayangan Belajar dari Rumah di TVRI mulai ditayangkan pada 11 APRIL
Landasan Hukum
 Sistem Pendidikan Nasional diatur dalam UU No 20 Tahun 2003
 Pasal dalam UUD 1945 yang mengatur tentang pendidikan adalah Pasal 31
 UU RI yang mengatur tentang guru dan dosen adalah UU No. 14 Tahun 2005
 Pasal 11 ayat (3) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menjelaskan bahwa
sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
 PP No. 37 Tahun 2009 mengatur tentang dosen
 Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 37 Tahun 2009 Pasal 13 Maslahat tambahan diperoleh
dalam bentuk:
a. Tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, dan penghargaan bagi dosen;
b. Kemudahan untuk memperoleh pendidikan bagi putra-putri dosen, pelayanan kesehatan, atau bentuk
kesejahteraan lain.
 Perpres No 8 tahun 2012 Kerangka Kuali_kasi Nasional Indonesia (KKNI)
 Undang-undang Republik Indonesia No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang disahkan pada
tanggal 10 Agustus 2012 oleh Presiden RI Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono
 Permenpan-RB No. 17 tahun 2013 mengatur tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya
 PermenpanRB No.46 Tahun 2013 merupakan peraturan tentang Perubahan atas Permenpan RB No.17
Tahun 2013
 Lampiran Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17
Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya yang mengalami perubahan
adalah Lampiran II, V dan VI
 Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No.46
Tahun 2013 Pasal 26 ayat(3) huruf a. Kenaikan jabatan Akademik Dosen untuk menjadi Lektor
minimal wajib memiliki karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah.
 Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No.46
Tahun 2013 Pasal 26 ayat(3) huruf b. ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat harus memiliki karya
ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi.
 Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No.46
Tahun 2013 Pasal 26 ayat(3) huruf b. Lektor Kepala yang memiliki ijazah Magister (S2) atau yang
sederajat harus memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional.
 Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No.46
Tahun 2013 Pasal 26 ayat(3) huruf c. Profesor harus memiliki: 1) ijazah Doktor (S3) atau yang
sederajat; 2) paling singkat 3 (tiga) tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3); 3) karya ilmiah
yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi; dan 4) memiliki pengalaman kerja sebagai
dosen paling singkat 10 (sepuluh) tahun.
 Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No.46
Tahun 2013 Pasal 26 ayat (4) Dosen yang berprestasi luar biasa dan memenuhi persyaratan lainnya
dapat diangkat ke jenjang jabatan akademis dua tingkat lebih tinggi atau loncat jabatan.
 Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No.46
Tahun 2013 Pasal 26 ayat (2). Dosen dapat dinaikkan pangkat setingkat lebih tinggi, apabila:
a. mencapai angka kredit yang disyaratkan;
b. paling singkat 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir;
c. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
d. memiliki integritas dalam menjalankan tugas.
 Permenristekdikti No.32 tahun 2016 mengatur tentang Biaya Akreditasi
 Permenristek-Dikti No. 20 Tahun 2017 tentang pemberian tunjangan profesi dosen dan tunjangan
kehormatan profesor
 Untuk pertama kali, evaluasi pemberian tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 (PERMENRISTEK DIKTI No. 20 Tahun 2017) dilakukan
pada bulan November 2017
 Dengan berlakunya PermenristekDikti No. 20 Tahun 2017, maka peraturan yang dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku adalah Permendikbud No. 78 dan 89 Tahun 2013
 Permenristekdikti No. 51 Tahun 2017 adalah peraturan yang mengatur Sertifikasi Pendidik Untuk
Dosen
 Peraturan Menteri Rlset, Teknologi, Dan Fendidikan Tinggi No 15 tahun 2017 yang mengatur Tentang
Penamaan Frogram Studl pada Ferguruan Tlnggi
 peraturan Menteri Riset, Telcnologi, Dan Fendldikan tlnggi No 19 tahun 2017 Tentang Pengangl<atan
Dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri
 PermenRistekDikti No. 20 Tahun 2018 adalah permen yang mengatur tentang Penelitian
 Permenristekdikti No. 59 Tahun 2018 mengatur tentang Ijazah, Serti_kat Kompetensi,
Serti_katProfesi, Gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di PT
 Perpres No. 82 Tahun 2019 mengatur tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
 Perpres No.80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik -Bangkalan
- Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger -Semeru, serta Kawasan
Selingkar Wilis dan Lintas Selatan
 Perpres No.81 tahun 2019 tentang Kementerian BUMN
 Perpres No.82 tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
 Permendikbud No.45 Tahun 2019 BAB VI Pasal 139, Susunan Organisasi Dirjen Pendidikan Tinggi
ialah : Sekretariat Dirjen Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat
Kelembagaan, dan Direktorat Sumber Daya
 Permendikbud No.45 Tahun 2019 BAB I Pasal 6, Susunan organisasi Kemdikbud terdiri atas :
Sekretaris Jenderal; Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan; Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah; Dirjen Pendidikan Vokasi; Dirjen Pendidikan Tinggi;
Dirjen Kebudayaan; Inspektorat Jenderal; Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan; Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; dan Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan
 Permendikbud No.9 Tahun 2020, Pasal I No.13, Dirjen Pendidikan Vokasi terdiri atas: Sekretariat
Dirjen Pendidikan Vokasi; Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan; Direktorat Pendidikan Tinggi
Vokasi dan Profesi; Direktorat Kursus dan Pelatihan; dan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan
Dunia Usaha dan Dunia Industri.
 Perpres No.8 Tahun 2020 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Mahkamah
 Agung dan Badan Peradilan yang Berada di Bawahnya
 Permendikbud No. 8 tahun 2020 mengatur tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional
 Sekolah Reguler
 Permendikbud yang mengatur tentang organisasi dan tata kerja Kemendibud adalah Permendikbud
No. 45 Tahun 2019
 Permendikbud No.9 Tahun 2020 adalah peraturan tentang Perubahan atas Permendikbud No.45 Tahun
2019
 Landasan Penerapan kebijakan Merdeka Belajar : Kampus Merdeka, adalah Permendikbud No. 3, 4,
5, 6, dan 7 Tahun 2020
 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional
Pendidikan Tinggi.
 Permendikbud No. 5 Tahun 2020 Permendikbud yang mengatur tentang akreditasi program studi dan
perguruan tinggi
 Peremendikbud RI No.6 Tahun 2020 mengatur tentang penerimaan mahasiswa baru program sarjana
pada Perguruan Tinggi Negeri
 Permendikbud No. 7 Tahun 2020 tetang pendirian, perubahan, pembubaran PTN dan pendirian,
perubahan dan pencabutan izin PTS
 Permendikbud No. 8 tahun 2020 mengatur tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah
Reguler
 Permendikbud No. 9 tahun 2020 mengatur tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan
 Permendikbud No. 10 tahun 2020 mengatur tentang Program Indonesia Pintar
 Permendikbud No. 3 tahun 2020, Pasal 19, Bentuk Pembelajaran 1 (satu) sks pada proses Pembelajaran
berupa kuliah, responsi, atau tutorial, terdiri atas :
a. kegiatan proses belajar 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;
b. kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit per minggu per semester; dan c. kegiatan
mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester.
Pembelajaran 1 (satu) sks pada proses Pembelajaran berupa praktikum, praktik studio, praktik bengkel,
praktik lapangan, praktik kerja, Penelitian, perancangan, atau pengembangan, pelatihan militer,
pertukaran pelajar, magang, wirausaha, dan/atau Pengabdian kepada Masyarakat, 170 (seratus tujuh
puluh) menit per minggu per semester.
 bentuk perubahan PTN yang maksud dalam permendikbud No. 7 Tahun 2020 adalah a. Perubahan
Nama, Perubahan Lokasi, Perubahan PTN menjadi PTN-BH
 Permendikbud RI No.3 Tahun 2020 mulai berlaku pada tanggal 28 januari 2020
 Perubahan atas peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 88 Tahun 2014 tentang
Perubahan Perguruan Tinggi Negeri Menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum diatur dalam
Permendikbud RI No.4 Tahun 2020
 Pembukaan prodi baru : Permendikbud No.5 dan 7 tahun 2020
 Sistem akreditasi PT : Permendikbud No.5 tahun 2020
 PTNBH : Permendikbud No.4 dan 6 tahun 2020
 Hak belajar 3 semester di luar prodi : Permendikbud No.3 tahun 2020

Semoga Allah Al-Mujib mengabulkan segala mimpi dan cita-cita kita. Aamiin
“Kita tidak berkuasa atas hasil, tapi kita berkuasa atas niat dan usaha kita”
“mimpi-mimpi tanpa realisasi hanya akan menjadi imajinasi
dan cita-cita tanpa realita hanya akan menjadi cerita”