Anda di halaman 1dari 17

BAB 4

METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan

penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau

penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian (nursalam, 2017).

Berdasarkan klasifikasi jenis penelitian, desain penelitian yang

digunakan dalam penelitian ini adalah jenis pra-eksperimental dengan

desainone grup pra-post test design. Desain one grup pra-post test design

adalah penelitian yang mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan

melibatkan satu kelompok subjek. Dimana kelompok subjek diobservasi

sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi

(Nursalam,2011).

Tabel 4,1:Desain Penelitian One Grup Pra-Post Test

Subjek Pra Perlakuan Pasca-Tes

K O I Oi

Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3

Keterangan :

K : Subjek (Remaja)

O :Observasi( Kualitas tidur )

I : Intervensi(Terapi Benson)

Oi :Observasi kualitas tidur sesudah terapi (benson)

37
37

4.2 Kerangka Kerja Penelitian

Kerangka Kerja merupakan langkah-langkah dalam aktivitas ilmiah,

mulai dari penetapan populasi, sampel, dan seterusnya, kegiatan sejak awal

dilaksanakan penelitian (Nursalam,2017)

Pengaruh terapi benson terhadap kualitas tidur pada remaja

Populasi: seluruh remaja di pondok putra hafshawaty pesantren zainul hasan


genggong yang berjumlah 313 orang santri

Teknik sampling: teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling

Sampel: sebagain remaja di pondok putra hafshawaty pesantren zainul hasan


genggong yang berjumlah 174 responden

Desain Penelitian: rancangan penelitian: Pra-eksperimental dengan pendekatan one


grup pre-post test

Pengumpulan Data: Kuosioner

Pengelahan Data: Editing,Coding, Scoring,Tabulating

Analisa Data: Uji Parametric (Paired T-test)

Kesimpulan:
H1 diterima jika P value ≤ α dengan α = 0,05
H0 diterima jika P value ≥ α dengan α = 0,05

Bagan 4.2 : Kerangka Kerja Penelitian Pengaruh Terapi


Relakssi (Benson) Terhadap Kualitas Tidur Remaja Di Pondok
Putra Hafshawaty Zainul Hasan Genggong
38

4.3 populasi dan sample

4.3.1 Populasi

Populasi merupakan subjek misalnya manusia atau klien yang

memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2017) populasi

pada penelitian ini adalah seluruh remaja di pondok putra hafshawaty

pesantren zainul hasan genggong yang berjumlah 313 orang santri.

4.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian populasi yang di teliti atau sebagian

jumlah dari karakteristik yang di miliki oleh populasi. Dalam penelitian

keperawatan, kriteria sample meliputi kriteria inklusi dan kriteria

eksklusi, di mana kriteria tersebut menentukan dapat dan tidaknya

sample yang tersebut di gunakan (Hidayat, 2009).

Rumus Menurut Florin dalam (Nursalam, 2016) :

N=

Keterangan :

n : Besar Sample

N : Besar Populasi

d : Tingkat Segnifikan

Jadi :
N= 313
1 + 313(0,05)²
= 313
1 +313(0,0025)

= 313
39

1,8
= 174

Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan

teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah

sebagain remaja di pondok putra hafshawaty pesantren zainul hasan

genggong yang berjumlah 174 responden.

Kriteria sampel dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu

inklusi dan eksklusi :

1. Inklusi adalah karakteristik umum subyek-subyek penelitian dan

suatu populasi target dan terjangkau yang akan diteliti (Nursalam,

2017).

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah :

a. Bersedia menjadi responden

b. Remaja pondok putra hafshawaty pesantren zainul hasan

genggong

c. Remaja yang berusia 16-18 tahun

d. Kualitas tidur buruk

2. Kriteria Eksklusi

Eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subyek

yang memenuhi kriteria inklusi dari study karena berbagai sebab

(nursalam, 2017).kriteria eksklusi pada penelitian ini yaitu:

a. Remaja yang berusia <16 tahun dan remaja yang berusia >18

b. Remaja yang tidak berada di tempat saat penelitian


40

4.3.3 Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling merupakan cara-cara yang ditempuh dalam

pengambilan sampel, agar memperoleh sampel yang benar-benar

sesuai dengan keseluruhan subjek penelitian (nursalam, 2017).

Penelitian ini dilakukan dengan teknik simple random sampling

yaitu dengan cara yang paling sederhana. Untuk mencapai sampling

ini, setiap elemen diseleksi secara acak. Jika sampling frame kecil

nama bisa ditulis pada secarik kertas, diletakan dikotak, diaduk, dan

diambil secara acak setelah semuanya terkumpul (notoatmodjo,

2010). Adapun jumlah sampel yang akan diambil oleh peneliti dengan

teknik simple random sampling adalah sebagain remaja di pondok

putra hafshawaty pesantren zainul hasan genggong yang berjumlah

174 responden.

4.4 Variabel Penelitian

Variabel merupakan perilaku karakteristik yang memberikan nilai beda

terhadap sesuatu benda, manusia, dll (nursalam, 2017). Dalam penelitian ini

terdiri dari 2 variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen.

4.4.1 Variabel Independen (Bebas)

Variabel independen ini merupakan variabel yang

mempengaruhi atau nilainya menentukan variabel lain. Variabel ini

juga dikenal dengan nama variabel bebas yang artinya stimulus atau

intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien untuk

mempengaruhi tingkah laku klien (nursalam, 2017). Dalam penelitian


41

ini variabel independen yang digunakan pada penelitian ini adalah

pemberian terapi relaksasi (benson)

4.4.2 Variabel Dependen (Terikat)

Variabel dependen ini merupakan variabel yang dipengaruhi

nilainya ditentukan oleh variabel lain. Variabel ini disebut juga variabel

terikat yang artinya aspek tingkah laku yang diamati dari suatu

organisme yang dikenai stimulus. Variabel dependen dalam penelitian

ini adalah kualitas tidur remaja di pondok putra hafshawaty zainul

hasan genggong.

4.5 Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 1 april-1juni 2020 .

Bertempat di pondok putra hafshawaty zainul hasan genggong untuk

mengetahui pengaruh terapi relaksasi (benson) terhadap kualitas tidur

remaja di pondok putra hafshawaty pesantren zainul hasan genggong.

4.6 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah mendefinisikan berdasarkan

karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut.

Karakteristik yang dapat diamati artinya memungkinkan peneliti untuk

melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek

atau fenomena yang kemudian dapat diulang lagi oleh orang lain

(Nursalam, 2017).
42

Dalam penelitian ini definisi operasionalnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6: Definisi Operasional Pengaruh Terapi relaksasi (benson) terhadap kualitas
tidur remaja di pondok putra hafshawaty zainul hasan genggong.

Definisi
Alat
Variabel Operasio- Indikator Skala Skor
Ukur
Nal

Suatu teknik 1. Lingkungan 1. SOP - SOP


latian nafas 2. Posisi 2. Obser
untuk responden vasi
memusatkan 3. Kefokusan
perhatian pada 4. Nafas panjang
suatu kata 5. Mengeluarkan
Variabel
dengan suara
Independe
menyebutkan 6. Waktu
n:Terapi
berulang-ulang
Relaksasi
kalimat ritual
(Benson)
untuk
menghilangkan
berbagai
pikiran yang
mengganggu
tubuh

Variabel Suatu 1. Gangguan Kuosioner Interv 1=tidak


Dependent: keadaan memulai dan al pernah
mempertahank
Kualitas dimana setiap 2=kadang-
an tidur
tidur remaja orang untuk 2. Gangguan kadang
mempertahan pernafasan (sekali atau
tidur
kan keadaan duakali
3. Gangguan
tidur dan gairah dalam
mempertahan 4. Gangguan sebulan)
transisi tidur
kan tahap 3=terkadang
5. Gangguan
tidur REM dan mengantuk (sekali
NREM. duakali
43

berlebihan dalam
6. Berkeringat seminggu)
berlebihan saat
4=sering
tidur
(lima sampai
lima belas
kali
perminggu)
5=selalu
(setiap hari)

Kategori:
1. baik: ≥65
2. buruk: ≤65

4.7 Prosedur Penelitian

4.7.1 Prosedur Administratif

Mendapatkan surat izin penelitian dari ketua sekolah tinggi ilmu

kesehatan hafshawaty jurusan sarjana keperawatan, kemudian peneliti

mengajukan permohonan izin, peneliti juga mengajukan ijin kepada

bankes bangpol, kepala pondok memperoleh data kualitas tidur

remaja di pondok putra hafshawaty zainul hasan genggong.

4.7.2 Prosedur Tekhnis Atau Alur Penelitian

1. Peneliti meminta izin dan mendapatkan izin dari STIKES

HAFSHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG

2. Peneliti meminta izin dan mendapatkan izin dari BAKES BANGPOL

3. Peneliti meminta izin dan mendapatka izin dari DINKES

4. Peneliti meminta izin dan mendapatka izin dari KEPALA PONDOK

PUTRA HAFSHAWATY PESANTREN ZAINUL HASAN

GENGGONG
44

5. Peneliti memberikan kuesioner kepada responden sebelum

diberikan terapi (benson)

6. Peneliti melakukan kegiatan penelitian dalam waktu 1 bulan setiap

7. Pertemuan dilakukan 1 hari 1 kali dengan durasi 20 menit.

Peneliti melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner

kembali kepada responden

8. Peneliti mengumpulkan data untuk di uji menggunakan spss 20

4.8 Pengumpulan Data

4.8.1 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang akan

digunakan untuk pengumpulan data, seperti kuesioner (daftar

pertanyaan), formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan

dengan pencatatan data dan sebagainya (notoatmodjo, 2012).

Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan

kuosioner kualitas tidur yang terdiri atas 26 kelompok pertanyaan

dengan skala (sleep disturbance scale for children: sdsc) (1 sampai

5) 5. Selalu (setiap hari ) 4. Seringkali (5-15 kali per minggu) 3.

Terkadang (sekali dua kali seminggu) 2. Kadang-kadang (sekali

atau dua kali dalam sebulan) 1. Tidak pernah atau tidak ada

keluhan. Skala ini dinyatakan dalam skor kriteria baik:≥65 dan

buruk:≤65 (J.Sleep rrs,1996)

4.8.2 Uji Validitas Dan Reabilitas

1. Uji Validitas
45

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana

ketepatan suatu alat ukur dalam mengukur suatu data. Untuk

mengetahui validitas suatu instrumen (dalam hal ini kuesioner)

dilakukan dengan cara melakukan korelasi antar skor masing-

masing variabel dengan skor totalnya. Suatu variabel

(pertanyaan) dinyatakan valid bila skor variabel tersebut

berkorelasi secara signifakan dengan skor totalnya dengan cara

membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hitung, Bila r hasil

(hitung) > r tabel, maka pertanyaan tersebut valid.

Penelitian ini yang digunakan oleh peneliti adalah lembar

observasi pengukuran tingkat kualitas tidur menggunakan SDSC,

dan telah diuji validitas .

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau

pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau

diamati berkali-kali dalam waktu yang berlainan. Alat dan cara

mengukur atau mengamati sama-sama memegang peranan

yang penting dalam waktu yang bersamaan. Perlu diperhatikan

bahwa reabil belum tentu akurat (Nursalam, 2011).

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana

hasil pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama

dengan alat ukur yang sama. Dinyatakan reliabel bila skor

variabel tersebut berkorelasi secara signifikan dengan skor

totalnya dengan cara membandingkan nilai r tabel dengan nilai r


46

hitung. Bila r hasil (hitung) > r tabel maka pertanyaan tersebut

reliabel.

Penelitian ini yang digunakan oleh peneliti adalah lembar

observasi pengukuran tingkat kecemasan SDSC sehingga tidak

dilakukan uji reliabilitas..

4.8.3 Tehnik Pengumpulan Data

1. Editing

Editing yaitu upaya untuk memeriksa kembali kebenaran

data yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing data dilakukan

pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul.

Dalam hal ini, dilakukan pemeriksaan data, hasil data

harus dilakukan penyuntingan (editing) terlebih dahulu.

2. Coding

Yang dimaksud dengan coding adalah mengubah data

berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan

(notoatmodjo, 2010).

a. Kualitas tidur

1) Baik = 1

2) Buruk = 2

3. Scoring

Scoring merupakan memberikan penilaian terhadap item-

item yang perlu diberikan penilaian atau skor.

Untuk variabel independen, terapi tertawa tidak

membutuhkan scoring. Untuk variabel dependen di ukur

menggunakan kuesioner.
47

Skor untuk tingkat kualitas tidur, yaitu :

1) Tidak pernah = 1

2) Kadang-kadang (sekali atau dua kali sebulan) = 2

3) Terkadang (sekali dua kali seminggu) = 3

4) Seringkali (5-15 kali per minggu) = 4

5) Selalu (setiap hari) = 5

4. Tabulating

Tabulating adalah menampilkan data yang diperoleh dalam

bentuk tabulasi. Proses ini merupakan tahapan akhir

pengolahan data yang sangat berguna untuk kegiatan

selanjutnya yaitu tehnik penyajian data. Penelitian ini datanya

berbentuk numerik, maka setelah data dikumpulkan dan

diperiksa, kemudian akan dilakukan analisa data dengan

komputerisasi untuk menguji hipotesis yang akan dilakukan.

Untuk menguji hipotesisi yang menyatakan pengaruh terapi

relaksasi (benson) terhadap kualitas tidur remaja di pondok

putra pesantren zainul hasan genggong

5. Analisa Data

Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi pengaruh

terapi relaksasi (benson) terhadap kualitas tidur remaja di

pondok putra pesantren zainul hasan genggong.

Perhitungan analisis statistik tersebut mengunakan

komputerisasi, teknik yang digunakan adalah uji parametrik

(paired t- test) dengan syarat distribusi data normal (α=0,05)

.pengambilah kepetusan hipotesa berdasarkan pada:


48

H1 diterima jika ρ ≤ α (0,05)

H0 diterima jika ρ ≥ α (0,05)

4.9 Etika Penelitian

Dalam penelitian kesehatan yang menjadikan manusia sebagai objek

yang diteliti harus memperhatikan hubungan antara peneliti dan yang

diteliti dan yang diteliti masing-masing memiliki hak dan kewajiban yang

sama harus di akui dan dihargai oleh masing-masing pihak (Notoatmodjo,

2012). Untuk menentukan standart atau kriteria pengambilan keputusan

persetujuan kelayakan etik atas usulan protokol penelitian yang melibatkan

manusia sebagai subjek penelitian maka Komisi Etik Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) menetapkan 7 standart

universal yang harus terpenuhi dalam sebuah protokol penelitian, berikut

hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian (KEPPKN,

2017) :

4.9.1 Nilai Sosial atau Nilai Klinis

Parameter nilai sosial adalah adanya kebaruan fenomena

(novelty) dan upaya mendiseminasikan hasil (KEPPKN, 2017).

Penelitian memiliki nilai keterbaruan karena informasi yang

didapatkan valid dari jurnal dan buku terbaru, relevansi dengan

masalah yang sedang menjadi fenomena kesehatan, serta berguna

dalam mempromosikan terapi relaksasi (benson) sebagai salah satu

cara mengatasi masalah kualitas tidur buruk

4.9.2 Nilai Ilmiah


49

Suatu penelitian dapat diterima secara etis apabila berdasar

pada metode ilmiah yang valid (KEPPKN, 2017). Penelitian ini

dilengkapi dengan desain penelitian yang jelas, memberikan

informasi yang valid dan dapat berkontribusi dalam penciptaan atau

evaluasi intervensi karena di dasarkan pada penelitian-penelitian

terbaru sebelumnya.

4.9.3 Pemerataan Beban dan Manfaat

Penelitian dapat diterima secara etik apabila telah

meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi dan manfaat dari

penelitian lenih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan

(KEPPKN, 2017). Dalam penentuan subjek penenlitian harus di

dasarkan oleh pertimbangan ilmiah, kekhususan subjek dengan

menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi.

Prinsip keadilan menjamin bahwa semua subjek penelitian

memperoleh perlakuan dan keuntungan yang sama tanpa

membedakan gender, agama, etnis, dan sebagainya (Notoatmodjo,

2012). Peneliti tidak membeda-bedakan antara responden satu

dengan yang lainnya

4.9.4 Potensi Risiko dan Manfaat

Hampir semua penelitian mengikutsertakan subjek manusia

yang akan memberikan beberapa konsekuensi misalnya risiko

ketidaknyamanan, pengorbanan waktu atau biaya maka diperlukan

beberapa manfaat untuk keseimbangan penelitian (KEPPKN, 2017).

Sebuah penelitian harus memberikan manfaat yang maksimal bagi

masyarakat terutama bagi responden penelitian, maka peneliti


50

hendaknya mengurangi risiko atau dampak negatif yang merugikan

responden seperti cedera, stres dan lain sebagainya (Notoatmodjo,

2012).

Penelitian ini memiliki manfaat untuk responden dengan tujuan

mengetahui pengaruh terapi relaksasi (benson) terhadap kualitas

tidur remaja di pondok putra pesantren zainul hasan genggong, maka

peneliti berusaha meminimalkan dampak negatif yang dapat terjadi

dengan melakukan penelitian sesuai dengan aturan dan standar

operasional prosedur yang berlaku.

4.9.5 Kerahasiaan (Confidentiality) atau Privasi

Kerahasiaan adalah hak responden untuk tetap terjaga privasi

terkait informasi dirinya yang didapat selama penelitian berlangsung

(Notoatmodjo, 2012). Hanya kelompok data tertentu saja yang

disajikan dalam laporan penelitian. Peneliti tidak dibenarkan untuk

menyampaikan informasi kepada pihak lain diluar kepentingan

pencapaian tujuan penelitian. Peneliti juga menggunakan anonym

(tanpa nama) untuk merahasiakan identitas responden dan diganti

dengan memberikan tanda atau kode pada lembar pengumpulan

data.

4.9.6 Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP) atau Informed Consent

(IC)

Informed concent merupakan lembar keputusan responden

untuk mengikuti atau menolak rangkain prosedur atau tindakan yang


51

akan dilakukan pada dirinya. Keputusan responden terhadap

tindakan yang akan dilakukan didasari dengan informasi yang telah

diberikan terlebih dahulu mengenai risiko potensial, keuntungna dan

alternatif lain yang dapat terjadi selama tindakan berlangsung

(Notoatmodjo, 2012). Remaja yang memenuhi kriteria inklusi dan

eksklusi mendapatkan lembar informed yang berisi tentang tujuan

penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi (benson)

terhadap penurunan risiko ulkus kaki diabetik. Selain itu, peneliti juga

menjelaskan kontrak waktu dengan responden lalu pasien

dipersilahkan untuk menandatangani concentdan peneliti tidak

memaksakan pasien untuk bersedia menjadi responden dalam

penelitian.

4.9.7 Bujukan (Inducements)

Penelitian harus dihindari dari kecurigaan atas klaim adanya

“eksploitatif” terhadap subjek yang berkaitan dengan aspek manfaat

dan bahaya (benefit and harm) kerentanan (vulnerability) dan

persetujuan (consent). Secara etis penelitian dapat diterima apabila

peneliti mengganti biaya apapun untuk individu yang berhubungan

dengan keikutsertaan dalam penelitian, termasuk biaya transport,

pengasuhan anak (child care), kehilangan penghasilan saat

mengikuti penelitian dan mengganti waktu yang dipakai saat

mengikuti penelitian (KEPPKN, 2017).

4.10 Lembar Persetujuan (Informed Consent)


52

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti

dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan

informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan

memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden (Hidayat, 2009).

4.10.1 Tanpa Nama (Anonimity)

Merupakan masalah dalam penelitian keperawatan dengan

cara tidak memberikan nama responden pada lembar alat ukur

hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data (Hidayat,

2009).

4.10.2 Kerahasiaan (Confidentiality)

Merupakan masalah etika dengan menjamin kerahasiaan

dari hasil penelitian baik informasi maupun masalah-masalah

lainnya, semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin

kerahasiaannya oleh peneliti dan hanya kelompok data tertentu

yang akan disajikan atau dilaporkan pada hasil riset (hidayat, 2009).