Anda di halaman 1dari 8

BLOK COMPOUNDING DAN DISPENSING

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

TUGAS

DISPENSING SEDIAAN STERIL

NAMA : DEWI WIJAYANTI

NIM : 15120200097

DOSEN : DR. MIRAWATI, S.Si., M.Si., Apt

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

FAKULTAS FARMASI

PROGRAM STUDI APOTEKER

MAKASSAR

2020
Soal
1. Tuliskan dasar hukum dispensing steril dari segi personil dan aturan atau
pedoman yang harus ditaati!
Jawaban:
Dasar hukum dispensing sediaan steril yaitu:
a. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun
2014
Dispensing sediaan steril harus dilakukan di instalasi farmasi rumah sakit
dengan teknik aseptis untuk menjamin sterilitas dan stabilitas produk dan
melindungi petugas dari paparan zat berbahaya serta menghindari
terjadinya kesalahan pemberian obat
b. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun
2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Dirumah Sakit
Pelayanan farmasi klinik sebagaimana dimaksud yaitu dispensing sediaan
steril dimana hanya dapat dilakukan oleh rumah sakit yang mempunyai
sarana untuk melakukan produksi sediaan steril.
c. Menurut Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril, 2009.
Dari segi personil atau sumber daya manusia.
1. Apoteker.
Setiap apoteker yang melakukanpersiapan/ peracikan sediaan steril
harus memenuhi beberapa syarat sebagai beriku:
a. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang penyiapan dan
pengelolaan komponen sediaan steril termasuk prinsip teknik
aseptis.
b. Memiliki kemampuan membuat prosedur tetap setiap tahapan
pencampuran sediaan steril
c. Apoteker yang melakukan pencampuran sediaan sterilsebaiknya
selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui
pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.
2. Tenaga Kefarmasian (Asisten Apoteker, D3 Farmasi) Tenaga
Kefarmasian membantu Apoteker dalam melakukan pencampuran
sediaansteril. Petugas yang melakukan pencampuran sediaan steril
harus sehat dan khusus untuk penanganan sediaan sitostatika petugas
tidak sedang merencanakan kehamilan, tidak hamil maupun
menyusui.
2. Tuliskan buku atau literatur pedoman yang menjadi rujukan dalam
compounding dan dispensing sediaan steril!
Jawaban:
Buku atau literatur yang menjadi rujukan dalam compounding dan dispensing
sediaan steril yaitu:
a. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah sakit
b. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 34 Tahun 2018
Tentang Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik
c. Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril (Direktorat Bina Farmasi
Komunitas Dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan
Departemen Kesehatan RI 2009)
d. Badan POM CPOB 2012 Jilid I Dan II Tahun 2012
3. Apa yang dimaksud dengan: Aseptis, Clean room, HEPA, Pass Box, APD
dan Buffer zone LAF
Jawaban:
a. Aseptis
Menurut departemen kesehatan RI tahu 2009 tentang pedoman dasar
dispensing sediaan steril. Aseptis berarti bebas mikroorganisme.Teknik
aseptis didefinisikan sebagai prosedur kerja yang meminimalisir
kontaminan mikroorganis medandapat mengurangi risiko paparan
terhadap petugas.
b. Clean room
Menurut petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit
Ruangbersih (Clean room) kelas 10.000 Ruang bersih (clean room) yang
didesain sedemikian sehingga memenuhi persyaratan dalam
pengendalian jumlah partikel, suhu ruangan, kelembaban dan perbedaan
tekanan.
c. HEPA
Menurut pedoman teknis prasarana sistem tata udara pada bangunan
rumah sakit. HEPA (high efficiency particulate arrestance) adalah alat
filter yang digunakan di berbagai lokasi, baik di fasilitas medis,
kendaraan otomotif, pesawat terbang, filter rumah, atau dimana pun
udara bersih dicari. Dimana filter ini harus menyaring atau menghapus
99,97% dari semua partikel yang lebih besardari 0,3 mikron udara yang
melewatinya.
d. Pass box
Menurut departemen kesehatan RI tahu 2009 tentang pedoman dasar
dispensing sediaan steril. Pass box adalah tempat masuk dan keluarnya
alat kesehatan dan bahan obat sebelum dan sesudah dilakukan
pencampuran. Pass box ini terletak diantara ruang persiapan dan ruang
steril.
e. APD
Menurut departemen kesehatan RI tahu 2009 tentang pedoman dasar
dispensing sediaan steril. Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan
dalam pencampuran sediaan steril meliputi: Alat Pelindung Diri (APD)
yang digunakan dalam pencampuran sediaan steril meliputi :
1. Baju Pelindung
Baju Pelindung ini sebaiknya terbuat dari bahan yang impermeable
(tidak tembus cairan), tidak melepaskan serat kain, dengan lengan
panjang, bermanset dan tertutup di bagian depan.
2. Sarung tangan
Sarung tangan yang dipilih harus memiliki permeabilitas yang
minimal sehingga dapat memaksimalkan perlindungan bagi petugas
dan cukup panjang untuk menutup pergelangan tangan. Sarung
tangan terbuat dari latex dan tidak berbedak (powder free). Khusus
untuk penanganan sediaan sitostatika harus menggunakan dua lapis.
3. Kacamata pelindung
Hanya digunakan pada saat penanganan sediaan sitostatika
4. Masker disposable
f. Buffer Zone LAF
Menurut departemen kesehatan RI tahu 2009 tentang pedoman dasar
dispensing sediaan steril . Buffer Zone LAF adalah ruang steril pada LAF
yang didesain untuk menyiapkan produk steril.
4. Berdasarkan buku pedoman, tuliskan standar minimal bagian-bagian ruangan
untuk pencampuran sediaan steril!
Jawaban:
Menurut Departemen kesehatan RI tahu 2009 tentang pedoman dasar
dispensing sediaan steril. Dalam melakukan pencampuran sediaan steril
diperlukan ruangan dan peralatan khusus untuk menjaga sterilitas produk
yang dihasil dan menjamin keselamatan petugas dan lingkungannya. Bagian-
bagian ruangan untuk pencampuran sediaan steril yaitu:
a. Tata letak ruangan
b. Jenis ruangan, yang dimana pencampuran sediaan steril memerlukan
memerlukan ruangan khusus dan terkontrol. Ruangan ini terdiri dari
1. Ruang Persiapan Ruangan ini digunakan untuk administrasi dan
penyiapan alat-alat kesehatan dan bahan obat (etiket, pelabelan,
penghitungan dosis dan volume cairan)
2. Ruang cuci tangan dan ruang ganti pakaian Sebelum masuk ke ruang
antara, petugas harus mencuci tangan, ganti pakaian kerja dan
memakai alat perlindungan diri (APD).
3. Ruang antara (Ante Room) Petugas yang akan masuk ke ruang steril
melalui suatu ruang antara
4. Ruang steril (Clean Room) Ruang steril harus memenuhi syarat
sebagai berikut:
a. Jumlah partikel berukuran 0,5 mikron tidak lebih dari 350.000
partikel
b. Jumlah jasad renik tidak lebih dari 100 per meter kubik udara.
c. Suhu 18-22oC
d. Kelembaban 35-50%
e. Di lengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter
f. Tekanan udara didalam ruang lebih positif daripada tekanan
udara diluar ruangan.
g. Pass box adalah tempat masuk dan keluarnya alat kesehatan dan
bahan obat sebelum dan sesudah dilakukan pencampuran. Pass
box ini terletak diantara ruang persiapan dan ruang steril.
5. Berdasarkan buku pedoman, tuliskan persyaratan minimal ruangan untuk
pencampuran sediaan steril dan jelaskan alasannya!
Jawaban:
Menurut Departemen kesehatan RI tahu 2009 tentang pedoman dasar
dispensing sediaan steril. Dalam melakukan pencampuran sediaan steril
diperlukan ruangan dan peralatan khusus untuk menjaga sterilitas produk
yang dihasil dan menjamin keselamatan petugas dan lingkungannya. Bagian-
bagian ruangan untuk pencampuran sediaan steril yaitu:
a. Tata letak ruangan
b. Jenis ruangan, yang dimana pencampuran sediaan steril memerlukan
memerlukan ruangan khusus dan terkontrol. Ruangan ini terdiri dari
1. Ruang Persiapan Ruangan ini digunakan untuk administrasi dan
penyiapan alat-alat kesehatan dan bahan obat (etiket, pelabelan,
penghitungan dosis dan volume cairan)
2. Ruang cuci tangan dan ruang ganti pakaian Sebelum masuk ke ruang
antara, petugas harus mencuci tangan, ganti pakaian kerja dan
memakai alat perlindungan diri (APD).
3. Ruang antara (Ante Room) Petugas yang akan masuk ke ruang steril
melalui suatu ruang antara
4. Ruang steril (Clean Room) Ruang steril harus memenuhi syarat
sebagai berikut:
a. Jumlah partikel berukuran 0,5 mikron tidak lebih dari 350.000
partikel
b. Jumlah jasad renik tidak lebih dari 100 per meter kubik udara.
c. Suhu 18-22oC
d. Kelembaban 35-50%
e. Di lengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter
f. Tekanan udara didalam ruang lebih positif daripada tekanan
udara diluar ruangan.
g. Pass box adalah tempat masuk dan keluarnya alat kesehatan dan
bahan obat sebelum dan sesudah dilakukan pencampuran. Pass
box ini terletak diantara ruang persiapan dan ruang steril.
6. Berdasarkan pembagian class dari ISO maka tuliskan class untuk:
a. LAF jika jumlah partikelnya 3.520 m2
b. Ruangan tempat pencampuran jika jumlah partikelnya 352.000 m2
Jawaban:
Berdasarkan pembagian kelas dari ISO yaitu:
Menurut Pharmacy Practice For Technicians, Canada : Delmar Cengange
Learning, 2009
a. LAF jika jumlah partikelnya 3.520 m2 yaitu disebut Area ISO kelas 5
yaitu udara di area tersebut tidak memiliki lebih dari 3.520 partikel per
meter kubik udara 0,5 mikron dan lebih besar. Ini setara dengan udara
diarea kelas 100, yang merupakan jumlah partikel per kaki kubik udara
0,5 mikron dan lebih besar.
b. Ruangan tempat pencampuran jika jumlah partikelnya 352.000 m2 yaitu
disebut Area ISO kelas 7 yaitu udara diarea tersebut tidak memiliki lebih
dari 352.000 pertikel per meter kubik udara 0,5 mikron dan lebih besar.
Ini setara dengan area kelas 10.000.
DAFTAR PUSTAKA

Badan POM RI, 2012, Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Obat
Yang Baik Jilid I. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia

Badan POM RI, 2012, Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Obat
Yang Baik Jilid II. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik
Indonesia

Davis, K, Sparks, J. 2008. Getting Started in Aseptic Compounding. American


Society Of Health-System Pharmacist.

Depkes RI, 2009, Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril, Direktorat Bina
Farmasi Komunitas dan Klinik. Jakarta.

Drugin, Jane M & Hanan, Zachary I., 2009, Pharmacy Practice For Technicians,
Canada : Delmar Cengange Learning.

Kementerian Kesehatan RI. 2012. Pedoman Teknis Prasarana Sistem Tata


Udara Pada Bangunan Rumah Sakit. Direktorat Bina Pelayanan
Penunjang Medik Dan Sarana Kesehatan

Kementrian Kesehatan RI. 2019. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan


Kefarmasian di RS. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik Dan
Sarana Kesehatan