Anda di halaman 1dari 7

Imam et al., Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi....

24

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani


Kopi Rakyat di Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten
Jember
(Analysis Of Factors That Affect Smallholder's Coffee Farmers
Income In The Village Of Manggisan Tanggul Regency Subdistrict Of
Jember)
Imam Syafii, I Wayan Subagiarta1, Duwi Yunitasari
Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember (UNEJ)
Jalan Kalimantan 37, Jember 68121
1
E-mail: wayansubagiarta@rocketmail.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan atau tidaknya variabel jumlah tanggungan
keluarga, pendidikan, pengalaman kerja, dan luas lahan terhadap pendapatan petani kopi rakyat di Desa
Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif
kuantitatif dan kualitatif serta metode Ordinary Least Square (OLS). Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data primer dan data sekunder. Data primer meliputi wawancara langsung kepada responden. Sedangkan
data sekunder meliputi data BPS Kabupaten Jember, kantor kepala desa Manggisan, PDP Sumber Tenggulun,
Lembaga Masyarakat Desa Hutan, literatur, ataupun jurnal, baik yang diperoleh melalui perpustakaan, instansi
pemerintah, ataupun internet. Dengan jumlah populasi sebanyak 368 jiwa dan sampel sebanyak 79 responden.
Hasil analisis secara simultan semua variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani, sedangkan
secara parsial menunjukkan bahwasannya variabel jumlah tanggungan keluarga dan pendidikan berpengaruh
tidak signifikan, sedangkan pengalaman kerja dan luas lahan berpengaruh secara signifikan terhadap
pendapatan petani kopi rakyat. Variabel luas lahan menjadi variabel yang memiliki pengaruh paling signifikan
terhadap pendapatan petani kopi rakyat. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu petani kopi
meningkatkan pendapatan yang diperoleh dari hasil berkebun kopi. Selain itu, diharapkan pemerintah dapat
memberikan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan petani kopi.
Kata Kunci: Ordinary Least Square (OLS), Pendapatan, Petani Kopi Rakyat.

Abstract
The purpose of this research was to find out the significant influence or whether a variable number of family
dependants, education, work experience, as well as land area against the smallholder's Coffee farmers income
in the village of Manggisan subdistrict of Jember Regency Tanggul. This research method approach by
descriptif quantitatif and qualitatif, using Ordinary Least Square (OLS). The data used is primary and
secondary data. Primary data includes direct interviews to respondents. The secondary data includes data from
BPS Kabupaten Jember, village head office, PDP Sumber Tenggulun, Forest Village Citizens Institute, literature,
or journals, both obtained through the library, government agencies, or internet. Population and sample of this
research are about 368 and 79 of respondents. The results showed that simultaneously, all influential variables
significantly against the smallholder's coffee farmers income. Partially, variable number of dependent families
and education revealed no significant effect against the smallholder's coffee farmers income while the work
experience and the land area was declared a significant effect against the smallholder's coffee farmers income.
Land area is the most influential variabel against the smallholder's Coffee farmers income. The implications of
this research is expected to help the Smalholder's to improve earnings obtained from the results of the coffee's
farm. Beside that, it's expected that the goverment can provide training as an effort to increase the
Smallholder's coffee farmers income.
Keywords: Income, Ordinary Least Square (OLS), Smallholder's Coffee Farmer .

Pendahuluan kelembagaan nasional, baik yang terkandung dalam


sektor swasta maupun yang terdapat di sektor publik
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu (Sukirno, 2010).
indikator untuk melihat kinerja perekonomian yang
telah dicapai suatu negara. Pembangunan ekonomi Indonesia merupakan salah satu negara sedang
adalah suatu proses multi dimensional yang berkembang yang masih menganut sistem agraris
mencakup berbagai perubahan-perubahan besar pada sebagai salah satu paham ekonominya. Sebagai
mekanisme-mekanisme ekonomi, sosial, politik, dan negara agraris, tidak heran jika sebagian besar

Journal Ekuilibrium, 2017, Volume II (1) : 24-30


Imam et al., Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi.... 25
wilayah daratan Indonesia adalah lahan pertanian dan Menurut Adam Smith sumber daya alam yang
perkebunan, dimana sektor pertanian merupakan tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dan
sektor yang potensial untuk dikembangkan sehingga kegiatan produksi masyarakat (Destiana, 2016: 14).
menghasilkan bahan-bahan mentah untuk pemenuhan
Teori Human Capital adalah sebuah teori yang
di sektor industri (Saragih, 2001).
menyatakan bahwa manusia (Sumber Daya Manusia)
Produksi kopi di Kabupaten Jember menempati urutas merupakan suatu bentuk modal sebagaimana bentuk
kedua setelah kabupaten Malang. Hal tersebut modal lainnya, seperti mesin, teknologi, tanah, uang,
merupakan potensi untukmengembangkan komoditas dan material. Manusia sebagai human capital
kopi sebagai salah satu produk unggulan kabupaten tercermin dalam bentuk pengetahuan, gagasan (ide),
Jember. Berikut adalah data luas lahan dan produksi kreativitas, ketrampilan, dan produktivitas kerja.
kopi rakyat di Kabupaten Jember : Tidak seperti bentuk kapital lainnya yang hanya
sebagai alat/mesin, manusia sebagai penggagas dan
Tabel 1. Luas Lahan dan Produksi Kopi Rakyat
pengontrol utama kapital/modal-modal lain yang
di Kabupaten Jember 2013. sifatnya statis. Sebagai human capital, manusia dapat
menginvestasikan dirinya sendiri melalui berbagai
Jenis Luas Produk Produktivit Jumlah bentuk investasi SDM, diantaranya melalui
Kopi Areal si (ton) as (Kg/ha) Petani pendidikan formal, pendidikan informal, pengalaman
(ha) kerja, kesehatan, gizi, dan transmigrasi (Fattah, 2004).

Robusta 5586 2516 773 15866 Menurut teori Fisher dalam Nopirin (1996 : 130),
pendapatan atau penghasilan adalah bentuk balas
karya yang diperoleh sebagai imbalan atau balas jasa
Arabika 1418 226 556 13097
sumbangan seseorang terhadap proses produksi.
Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, 2014. Menurut Suratiyah (2006), pendapatan dan biaya
usaha tani ini dipengaruhi oleh faktor internal dan
Tabel 1 menunjukkan bahwa luas area dan produksi ekternal. Faktor internal terdiri dari umur petani,
kopi paling besar di kabupaten Jember ialah jenis pendidikan, pengetahuan, pengalaman, ketrampilan,
kopi Robusta dengan luas area 5.586 ha, dengan total jumlah tenaga kerja, luas lahan, dan modal.
produksi mencapai 2.516 ton, produktivitas mencapai Sedangkan faktor eksternal berupa harga dan
773kg/ha dan dengan jumlah petani sebesar 15.866. ketersediaan sarana produksi. Ketersediaan sarana
Hal tersebut jauh berbeda dibandingkan jenis kopi produksi dan harga tidak dapat dikuasai oleh petani
arabika yang hanya memiliki luas lahan 1.418 ha sebagai individu, meskipun dana tersedia. Bila salah
dengan total produksi 226 ton, dan produktivitas 556 satu sarana produksi tidak tersedia, maka petani akan
kg/ha serta jumlah petani yang lebih sedikit mengurangi penggunaan faktor produksi tersebut.
dibandingkan jenis kopi robusta, yaitu hanya sekitar Demikian juga dengan harga sarana produksi,
13.097 petani. misalnya harga pupuk sangat tinggi bahkan tidak
Desa Manggisan merupakan salah satu Desa yang terjangkau akan mempengaruhi biaya dan pendapatan.
berada di Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember Dari latar belakang tersebut peneliti mengemukakan
yang memiliki luas 1.949 ha yang terdiri dari 373,8 ha beberapa hipotesis untuk menunjang penelitian
lahan persawahan, 334,7 ha lahan tegalan, 1047,5 mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
lahan perkebunan, 48,8 ha lahan bangunan dan pendpaatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan
halaman, dan lahan lain lain seluas 144,2 ha. Untuk Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember, diantaranya
lahan kopi sendiri, dibagi antara lahan kopi milik ialah Jumlah tanggungan keluarga, pendidikan, lama
rakyat dan lahan kopi milik pemerintah. Lahan kopi bekerja & luas lahan berpengaruh positif terhadap
milik pemerintah hanya sekitar 254,72 Ha (BPS Kec. pendapatan.
Tanggul, 2016 ). Berdasarkan data PDP Sumber
Tenggulun, hampir 40 %, yaitu sekitar 317,11 Ha Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan
lahan perkebunan di Desa Manggisan dijarah oleh diatas, maka rumusan masalahnya adalah Seberapa
masyarakat Desa untuk kemudian dijadikan lahan besar pengaruh variabel ( jumlah tanggungan keluarga,
kopi (PDP Sumber Tenggulun, 2016 ). Jadi, luas total pendidikan, pengalaman kerja, dan luas lahan ) baik
lahan kopi rakyat di Desa Manggisan kurang lebih secara simultan maupun secara parsial terhadap
sebesar 651,81 Ha. Jumlah ini merupakan hasil dari pendapatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan
total luas lahan tegalan ditambah 40% luas lahan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember?
perkebunan yang dijadikan lahan kopi.
Metode
Teori pertumbuhan ekonomi klasik yang dipelopori
oleh Adam Smith (1723-1790) menjelaskan tentang Rancangan Penelitian
pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan sistematis. Rancangan penelitian ini menggunakan Analisis
Adam Smith membagi 2 aspek pertumbuhan ekonomi Regresi Linear Berganda dengan metode OLS dengan
yaitu pertumbuhan output total dan pertumbuhan cara mengolah data yang diperoleh melalui
penduduk. Pertumbuhan output total dapat terjadi jika wawancara dan kuisioner yang diperoleh dari
3 komponen berikut dapat terpenuhi, yaitu sumber responden yang merupakan petani kopi rakyat yang
daya alam, jumlah penduduk, dan stok kapital. berada di Desa Manggisan.

Journal Ekuilibrium, 2017, Volume II (1) : 24-30


Imam et al., Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi.... 26
Jenis dan Sumber Data n = Jumlah Sampel seluruh strata
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam N = Jumlah Populasi seluruh strata
penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
Tabel 2. Jumlah Pembagian sampel pada tiap
Data primer diperoleh secara langsung dari sumber
dusun di Desa Manggisan Kecamatan
asli melalui kuisioner dan wawancara. Sedangkan
Tanggul Kabupaten Jember.
data sekunder diperoleh secara tidak langsung, seperti
halnya BPS Kabupaten Jember, kantor kepala desa Dusun Jumlah Sampel/Dusun
Manggisan, PDP Sumber Tenggulun, Lembaga Populasi/Dusun
(Jiwa)
Masyarakat Desa Hutan, literatur, ataupun jurnal, baik
yang diperoleh melalui perpustakaan, instansi Krajan 0 0
pemerintah, ataupun internet.
Manggisan Tengah 27 6
Populasi dan Sampel
Kali Tengah 81 17
Populasi dalam penelitian ini adalah para petani kopi
rakyat yang berada di Desa Manggisan Kecamatan Sungai Tengah 227 49
Tanggul Kabupaten Jember yang tersebar di 5 dusun Sumber Tenggulun 33 7
yang berbeda yang berjumlah 368 orang. Metode
Pengambilan sampel dalam penelitian ini Total 368 79
menggunakan metode acak berstrata secara
proporsional ( Proportionate Stratified Random). Sumber: data primer diolah, 2017.
Yaitu metode pengambilan sampel dimana populasi Tabel 2 menunjukkan pembagian sampel dalam
dibagi atas kelompok berdasarkan wilayah/dusun masing masing dusun untuk melakukan penelitian.
yang menjadi tempat tinggal/domisili Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa setiap dusun
responden/petani kopi rakyat yang berada di Desa memiliki proporsi sampe yang berbeda beda,
Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember . diantaranya dusun Krajan tidak memiliki sampel
Rumus yang digunakan dalam penentuan besaran penelitian, dusun Manggisan Tengah memiliki 6
sampel yang akan digunakan menurut Bungin (2005) sampel responden, dusun Kali Tengah memiliki 17
ialah: sampel responden, dusun Sungai Tengah memiliki 49
𝑁 sampel responden, dusun Sumber Tenggulun
𝑛= memiliki 7 sampel responden. Sampel sampel
𝑁(𝑒)2 + 1
tersebut diharapkan dapat mewakili keseluruhan
populasi responden yang ada di Desa Manggisan
Keterangan: Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember.

n = Jumlah sampel yang dicari Metode Analisis Data

N = Jumlah populasi Analisis Regresi Linier Berganda

e = Persentase kesalahan pengambilan sampel Untuk mengetahui pengaruh variabel independen


yang masih ditolerir atau diinginkan pada penelitian terhadap variabel dependen digunakan fungsi regresi
ini sebesar 10%. Sehingga hasil perhitungan sampel linear berganda yang menurut Supranto (2003: 204)
adalah sebagai berikut: diformulasikan sebagai berikut :

368 Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + ei


𝑛=
368(0,1)2 + 1 Keterangan:
368 Y = Pendapatan Petani Kopi
𝑛=
4,68
X1 = Jumlah Tanggungan Keluarga
𝑛 = 78,63, dibulatkan menjadi 79.
X2 = Pendidikan
Maka dalam penelitian ini sampel yang akan diteliti
dan dijadikan responden adalah berjumlah 79 orang X3 = Lama Bekerja
petani kopi rakyat yang berada di Desa Manggisan
Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Pembagian X4 = Luas Lahan
sampel menurut jumlah populasi tiap dusun
(Nazir,1998; 335): a = Konstanta
𝑁ℎ b1,b2,b3, b4 = Koefisien regresi X1, X2, X3 , X4,
𝑛ℎ = @𝑛
𝑁 terhadap variabel Y
Keterangan: ei = Variabel Penganggu
nh = Jumlah Sampel setiap strata
Nh = Jumlah Populasi setiap strata

Journal Ekuilibrium, 2017, Volume II (1) : 24-30


Imam et al., Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi.... 27
Uji Hipotesis 1.000.000 – Rp. 2.000.000,- setiap bulannya
berjumlah 26 responden dengan persentase 33 %. Dan
a) Uji F
untuk petani kopi dengan pendapatan perbulan kurang
Uji F digunakan untuk mengetahui signifikasi dari Rp. 1.000.000 berjumlah 24 responden, dengan
pengaruh semua variabel bebas (X) secara simultan persentase 30 %.
terhadap variabel terikat (Y) (Algifari, 2001:163).
Variabel jumlah tanggungan keluarga menunjukkan
Apabila nilai probabilitas ≤ α = 5%, maka H0 ditolak,
bahwa petani yang memiliki tanggungan keluarga < 2
Ha diterima. Artinya variabel independen memiliki jiwa sebesar 1 responden dengan persentase 1 %,
pengaruh terhadap variabel dependen. Dan sebaliknya. sedangkan responden yang memiliki tanggungan
keluarga antara 2 hingga 5 jiwa sebesar 57 responden
b) Uji t dengan persentase sebesar 72 %, dan responden yang
Uji t digunakan untuk mengetahui signifikansi memiliki tanggungan keluarga > 5 jiwa adalah
pengaruh variabel bebas (X) secara parsial terhadap sebesar 21 responden dengan persentase sebesar 27 %.
variabel terikat (Y) secara parsial (Algifari, 2001:124). Variabel pendidikan menunjukkan bahwa pendidikan
Jika nilai probabilitas ≤ α = 5% maka variabel formal terakhir yang ditempuh oleh petani kopi paling
independen berpengaruh signifikan terhadap variabel banyak adalah petani yang telah menamatkan
dependen. Apabila nilai probalitas > α = 5% maka pendidikan formalnya, baik itu Lulus SD, SMP,
variabel independen dinyatakan berpengaruh tidak hingga SMA sebanyak 55 responden, dengan
signifikan terhadap variabel dependen. persentase sebesar 82 %. sedangkan responden yang
c) Analisis Koefisien Determinasi Berganda (R²) belum sempat menamatkan pendidikannya/tidak
sekolah sebanyak 14 responden dengan persentase
Analisis ini digunakan untuk mengetahui proporsi sebesar 18%.
sumbangan variabel bebas terhadap variabel
terikatnya secara bersama-sama. Variabel pengalaman kerja menunjukkan bahwa
responden yang memiliki pengalaman kerja dibawah
Uji Asumsi Klasik 10 tahun adalah sebanyak 16 petani, dengan
a) Uji Multikolinieritas persentase sebesar 20 %. Petani yang memiliki
pengalaman kerja antara 10 – 20 tahun berjumlah 49
Apabila nilai VIF > 5, maka terjadi multikolinieritas petani, dengan persentase sebesar 62 %. Petani
(Gujarati, 2001:299). dengan pengalaman kerja lebih dari (diatas) 20 tahun
b) Uji Heterokedastisitas berjumlah 14 petani, dengan persentase sebesar 18 %.

Apabila nilai probabilitas f ≤ α 5% maka model ini Variabel luas lahan menunjukkan bahwa besaran luas
dinyatakan ada masalah heteroskedastisitas. Apabila lahan yang dikelola oleh responden, yaitu besarnya
nilai probabilitas f > α 5% maka model ini dinyatakan petani kopi yang memiliki luas lahan < 10.000 m2
tidak ada masalah heteroskedastisitas. berjumlah 26 petani atau sekitar 33 %, petani dengan
c) Uji Autokorelasi luas lahan antara 10.000 m2 – 20.000 m2 sebanyak 40
petani dengan persentase 51 %, sedangkan petani
Apabila nilai probabilitas f ≤ α 5% maka model ini
dinyatakan terjadi aoutokorelasi. Apabila nilai kopi dengan luas lahan > 20.000 m2 berjumlah 13
probabilitas f > α 5% maka model ini dinyatakan petani dengan persentase 16 %.
tidak terjadi autokorelasi. Uji Hipotesis
d) Uji Normalitas Penelitian tentang pendapatan petani kopi rakyat di
Jika nilai probalitas > α 5%, maka residual Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten
berdistribusi normal. Jika nilai probalitas ≤ α 5%, Jember berdasarkan hasil regresi secara serentak
maka residual tidak berdistribusi normal. menggunakan uji f menunjukkan bahwa semua
variabel independen, yakni jumlah tanggungan
keluarga (X1), pendidikan (X2), pengalaman kerja
Hasil dan Pembahasan
(X3), dan luas lahan (X4) mempunyai pengaruh
Hasil signifikan terhadap pendapatan petani kopi rakyat di
Data yang diperoleh dalam penelitian merupakan data Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten
mengenai variabel independen dan variabel dependen Jember. Hasil analisis data secara parsial (uji t)
dalam penelitian, diantaranya: variabel pendapatan, menunjukkan bahwa variabel jumlah tanggungan
jumlah tanggungan keluarga, pendidikan, pengalaman keluarga dan pendidikan dinyatakan berpengaruh
kerja, dan luas lahan. positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan
petani kopi rakyat di Desa Manggisan Kecamatan
Variabel pendapatan menunjukkan bahwa sebagian Tanggul Kabupaten Jember. Sedangkan variabel
besar petani kopi rakyat memiliki pendapatan diatas pengalaman kerja dan luas lahan menunjukkan
Rp. 2.000.000,- setiap bulannya dengan jumlah pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan
responden sebanyak 29 orang dengan persentase 37 %. petani kopi rakyat di Desa Manggisan Kecamatan
Sedangkan untuk petani dengan pendapatan antara Rp. Tanggul Kabupaten Jember.

Journal Ekuilibrium, 2017, Volume II (1) : 24-30


Imam et al., Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi.... 28
Uji Asumsi Klasik yang berjudul ''Pengaruh Sosial Ekonomi terhadap
Pendapatan Petani Kopi Rakyat di Desa Pace
Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengestimasi
Kecamatan Silo Kabupaten Jember” bahwa jumlah
model ekonometrika. Hasil koefisien yang bersifat
tanggungan keluarga berpengaruh tidak signifikan
BLUE (Best Linear Unbiased Estimation) harus
terhadap pendapatan petani (Rizky, 2014). Serta
memenuhi syarat asumsi klasik antara lain; harus
penelitian yang dilakukan oleh Azwar Saihani (2011)
tidak ada multikolinearitas, tidak ada
yang berjudul “Analisis Faktor Sosial Ekonomi
heteroskedastisitas, tidak ada autokorelasi, dan
terhadap Pendapatan Petani Padi Ciherang di Desa
berdistribusi normal. Hasil estimasi menunjukkan
Sungai Durait Tengah Kecamatan Babirik Kabupaten
bahwa variabel-variabel penelitian (jumlah
Hulu Sungai Utara” bahwa jumlah tanggungan
tanggungan keluarga, pendidikan, pengalaman kerja,
keluarga berpengaruh tidak signifikan terhadap
dan luas lahan) dinyatakan memenuhi syarat asumsi
pendapatan petani padi Ciherang (Saihadi, 2011).
klasik, yakni tidak ada mutikolinearitas, tidak ada
heteroskedastisitas, tidak ada autokorelasi, dan data Dari hasil analisis data pada variabel pendidikan (X2),
berdistribusi normal. nilai variabel mempunyai pengaruh positif dan tidak
Pembahasan signifikan terhadap pendapatan petani kopi rakyat di
Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten
Dari hasil analisis data pada variabel jumlah Jember. Artinya bahwa variabel pendidikan
tanggungan keluarga (X1), nilai variabel mempunyai berpengaruh secara tidak signifikan terhadap
pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan
pendapatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember.
Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Artinya
Faktor-faktor yang menyebabkan variabel pendidikan
bahwa variabel jumlah tanggungan keluarga
berpengaruh secara tidak signifikan terhadap
berpengaruh secara tidak signifikan terhadap
pendapatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan
pendapatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan
Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember adalah karena
Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember.
dalam kegiatan bercocok tanam ataupun mengelola
Faktor-faktor yang menyebabkan jumlah tanggungan kebun kopi, faktor pendidikan tidak berpengaruh
keluarga berpengaruh tidak signifikan terhadap terhadap pola tanam atau tata kelola petani kopi. Para
pendapatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan petani mendapatkan pengetahuan mengenai cara
Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember ialah karena bertanam kopi secara turun temurun ataupun secara
jumlah anggota keluarga tidak berperan secara aktif otodidak. Hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan
dalam membantu kepala keluarga untuk mendapatkan tinggi rendahnya pendidikan yang ditempuh/
tambahan pendapatan, serta kurangnya jenis ditamatkan oleh para petani kopi. Selain itu, dalam
pekerjaan yang tersedia. Petani kopi rakyat pengelolaan kebun kopi juga tidak melibatkan
kebanyakan hanya mengelola kebun kopi sepanjang teknologi/mesin modern khusus yang membutuhkan
waktu dan tidak memiliki pekerjaan lain diluar pengetahuan khusus atau latar pendidikan yang tinggi,
berkebun sehingga sulit untuk mendapatkan tambahan semua dilakukan secara manual dan tradisional
pendapatan, dan sumber pendapatan utama dan satu dengan memanfaatkan tenaga buruh/pekerja. Hal ini
satunya petani hanyalah dari perkebunan kopi. Disisi sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
lain, terdapat beberapa anggota keluarga yang sudah Harahap (2013) yang berjudul “Pengaruh Sumber
lansia (lanjut usia), ataupun dalam usia sekolah, baik Daya Manusia Petani terhadap Petani Padi Sawah”
sekolah formal ataupun sekolah informal (pondok dan bahwa pendidikan berpengaruh tidak signifikan
pesantren) sehingga tidak memiliki waktu untuk terhadap pendapatan petani (Harahap, 2013). Serta
memberikan kontribusi, baik dalam membantu penelitian yang dilakukan oleh Saihani (2011) yang
pekerjaan ataupun mendapatkan tambahan biaya berjudul “Analisis Faktor Sosial Ekonomi terhadap
untuk pendapatan keluarga. Dari segi motivasi kerja Pendapatan Petani Padi Ciherang di Desa Sungai
kepala keluarga sudah jelas, bahwasannya kepala Durait Tengah Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu
keluarga memiliki motivasi yang besar untuk Sungai Utara” bahwa pendidikan berpengaruh tidak
mendapatkan penghasilan/pendapatan yang lebih signifikan terhadap pendapatan petani padi Ciherang
besar, namun hal tersebut tetap tidak dapat mencukupi (Saihani, 2011).
kebutuhan keluarga yang ditanggung apabila hanya
Dari hasil analisis data pada variabel pengalaman
kepala keluarga yang berpenghasilan. Kultur
kerja (X3), nilai variabel mempunyai pengaruh positif
masyarakat pedesaan juga mempengaruhi tingkat
pendapatan kepala keluarga. Dalam budaya dan signifikan terhadap pendapatan petani kopi rakyat
masyarakat desa/perkampungan bahwasannya kepala di Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten
keluargalah yang bertanggung jawab dalam setiap Jember. Artinya bahwa variabel pengalaman kerja
pekerjaan dan menjadi tulang punggung keluarga. berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan
Sedangkan istri hanya sebagai ibu rumah tangga yang petani kopi rakyat di Desa Manggisan Kecamatan
mengurus anak anak. Ada juga sebagian yang bekerja Tanggul Kabupaten Jember. Hal ini sesuai dengan
untuk menambah pendapatan keluarganya, namun penelitian yang dilakukan oleh Ernawati (2004) yang
hanya dalam sebagian kecil saja. Hal ini sesuai berjudul “Pengaruh Curahan Jam Kerja, Lama
dengan penelitian yang dilakukan oleh Hidayat (2014) Bekerja, Pendidikan, dan Umur terhadap Pendapatan

Journal Ekuilibrium, 2017, Volume II (1) : 24-30


Imam et al., Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi.... 29
Karyawan Wanita Bagian Produksi Rokok Kretek di kopi rakyat di Desa Manggisan Kecamatan Tanggul
Desa Sumuragung Kecmaatan Sumberejo, Kabupaten Kabupaten Jember.
Bojonegoro” bahwa pengalaman kerja berpengaruh
signifikan terhadap pendapatan (Ernawati, 2004). Refrensi
Serta penelitian yang yang dilakukan oleh Subono
Algifari. 2001. Analisis Regresi : Teori, Kasus dan Solusi. BPFE.
(2013) yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Yogyakarta.
Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pengrajin Sepatu
(Studi Kasus Pengrajin Sepatu Register dan Non Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. 2016. Kecamatan
Tanggul Dalam Angka 2016. Kabupaten Jember.
Register di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto)” Jember.
bahwa pengalaman kerja berpengaruh signifikan
Bugin, Burhan. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif Komunikasi,
terhadap pendapatan pengrajin sepatu (Subono, 2013).
Ekonomi dan Kebijakan Publik Serta Ilmu Ilmu
ari hasil analisis data pada variabel luas lahan (X4), Sosial Lainnya. Edisi Pertama. Cetakan Pertama.
Renada Media. Jakarta.
nilai variabel mempunyai pengaruh positif dan
Direktorat Jenderal Perkebunan. 2014. Statistik Perkebunan
signifikan terhadap pendapatan petani kopi rakyat di Indonesia: Kopi 2013-2015. Kementerian Pertanian.
Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jakarta.
Jember. Artinya bahwa variabel luas lahan
Ernawati, Nur. 2004. Pengaruh Curahan Jam Kerja, Lama
berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan Bekerja, Pendidikan, dan Umur terhadap
petani kopi rakyat di Desa Manggisan Kecamatan Pendapatan Karyawan Wanita Bagian Produksi
Tanggul Kabupaten Jember. Hal ini sesuai dengan pada Industri Rokok di Desa Sumuragung,
penelitian yang dilakukan oleh Nasution (2008) yang Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro.
Skripsi. FE-Universitas Jember. Jember.
berjudul “ pengaruh modal kerja, luas lahan, dan
tenaga kerja terhadap pendapatan usaha tani nenas” Fattah, Nanang. 2004. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan.
Remaja Rosdakarya. Bandung.
bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap
pendapatan (Nasution, 2008). Serta penelitian yang Gujarati, N Domanar. 2001. Ekonometrika Dasar. Erlangga.
dilakukan oleh Saihani (2011) yang berjudul Jakarta.
“Analisis Faktor Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan Harahap, A. Bachtiar. 2013. Pengaruh Sumber Daya Manusia
Petani Padi Ciherang di Desa Sungai Durait Tengah (SDM) Petani Terhadap Pendapatan Petani Pada
Sawah (Studi Kasus Desa Pematang Sentrak Kec
Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara”
Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai.
bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap Jurnal Karya Ilmiah. Universitas Sumatera Utara.
pendapatan petani padi Ciherang (Saihadi, 2011). Medan.
Mayang Sari, Destiana. 2016. Pengaruh Produk Domestik Bruto
Hasil perhitungan terhadap Koefisien determinasi (R2) (PDRB) dan Tingkat Angka Buta Huruf (ABH)
digunakan untuk melihat seberapa kuat hubungan Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Bondowoso.
antara variabel terikat dan variabel penjelas, seberapa Skripsi. FEB-Unej. Jember.
besar variabel dependen dapat dijelaskan oleh Nasution, Rusdiah. 2008. Pengaruh Modal Kerja, Luas Lahan,
variabel independen. Dari analisis regresi Dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Usaha Tani
2 Nenas (Studi Kasus Desapurba Tua Baru,
menunjukan bahwa nilai R sebesar 0.845771, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun.
dengan ini dapat dikatakan bahwa variabel Jumlah Skripsi. Fakultas Pertanian – Universitas Sumatera
Tanggungan Keluarga, Pendidikan, Pengalaman Kerja, Utara. Medan.
dan Luas Lahan secara bersamaaan dapat Nazir, M. 1998. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.
menjelaskan variabel Pendapatan sebesar 85 % dan
Nopirin. 1996. Ekonomi Internasional. BPFE. Yogyakarta.
sisanya 15 % dijelaskan oleh variabel lain di luar
model. PDP Sumber Tenggulun, 2016. PDP Sumber Tenggulun 2016.
PDP Sumber Tenggulun. Jember.
Simpulan Subono, Rizki, W, M,. 2013. Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pengrajin Sepatu
Variabel jumlah tanggungan keluarga (X1) (Studi Kasus Pengrajin Sepatu Register Dan Non
berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan Register Di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto).
petani kopi rakyat di Desa Manggisan Kecamatan Jurnal ilmiah,5 (1): 77-94.
Tanggul Kabupaten Jember. Variabel pendidikan (X2) Saihani, Azwar. 2011. Analisis Faktor Sosial Ekonomi Terhadap
Pendapatan Petani Padi Ciherang di Desa Sungai Durait
berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan Tengah Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai
petani kopi rakyat di Desa Manggisan Kecamatan Utara. Jurnal Ziraa’ah, 31(3) ISSN 1412-1468.
Tanggul Kabupaten Jember. Variabel pengalaman Saragih, B. 2001. Agribisnis Paradigma Baru Pembangunan
kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap besaran Ekonomi Berbasis Pertanian; Kumpulan Pemikiran.
pendapatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan Yayasan Mulia Persada Indonesia. Jakarta.
Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Variabel luas Sukirno, Sadano. 2010. Makroekonomi Teori Pengantar. Ed. 3.
lahan (X4) berpengaruh signifikan terhadap PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

pendapatan petani kopi rakyat di Desa Manggisan Supranto, J. 2003. Ekonometrik, Buku Satu. Lembaga Penerbit
Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Variabel luas Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.
lahan (X4) merupakan variabel yang peling Suratiyah, Ken. 2006. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani Hidayat, R, Yanuar,. 2014. Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap

Journal Ekuilibrium, 2017, Volume II (1) : 24-30


Imam et al., Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi.... 30
Pendapatan Petani Kopi Rakyat di Desa Pace
Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Skirpsi. FE-
UNEJ. Jember.

Journal Ekuilibrium, 2017, Volume II (1) : 24-30