Anda di halaman 1dari 3

GAYA FUNGSI WAKTU

Pada kasus ini, gaya diberikan oleh F = F(t), yang menyatakan bahwa gaya adalah
fungsi dari waktu. Karena itu hukum kedua Newton dapat ditulis sebagai

dv
m =F ( t )
dt

Dengan melakukan integrasi dan asumsi bahwa v=v 0 pada saat t=t 0,
t
1
v=v 0 + ∫ F ( t ) dt
mt 0

Jika v=v ( t )=dx (t)/dt , persamaan di atas bisa ditulis dalam bentuk
t
dx (t) 1
=v0 + ∫ F ( t ) dt
dt mt 0

Dan dengan pengintegralan lagi, maka


t t
1
x=x 0 +v 0 ( t −t 0 ) + ∫
mt 0
[∫ ]
t0
F ( t ) dt dt

Karena dilakukan pengintegralan sebanyak dua kali, maka dapat digunakan dua variable,
yaitu t ' dan t sehingga persamaan di atas dapat dinyatakan dengan
t t
1
x=x 0 +v 0 ( t−t 0 ) + ∫ dt ' ∫ F ¿ ¿ ¿
mt t 0 0

Ilustrasi tentang pembahasan ini bisa dilakukan dengan menjelaskan interaksi dari
gelombang radio dengan electron pada ionosfer, hasil dari pemantulan gelombang radio dari
ionosfer. Ionosfer menutupi bumi pada ketinggian 200 km (sekitar 125 mil) dari permukaan
tanah. Ionosfer berisi ion-ion bermuatan negative dan positif sehingga membentuk gas netral.
Ketika gelombang radio yang merupakan gelombang elektromagnetik melewati ionosfer,
sehingga terjadi interaksi dengan muatan partikel dan mempercepatnya. Gerak dari elektron
bermassa m dan bermuatan negatif yang awalnya dalam keadaan diam, ketika terjadi
interaksi dengan gelombang elektromagnetik yang datang dengan medan listrik E, maka
dapat dinyatakan

E=E0 sin ⁡(ωt + ∅)

Dimana ω adalah frekuensi osilasi dalam radian per detik dari gelombang elektromagnetik
dan adalah sudut fasa awal. Interaksi tersebut menghasilkan gaya terhadap elektron sebesar

F=−eE=−e E0 sin ⁡( ωt+ ∅)


Dimana percepatan dari elektron adalah

F −e E 0
a= = sin ⁡(ωt +∅)
m m

Jika a 0=e E 0/ m menjadi percepatan yang maksimum, maka

a=−a 0 sin ⁡(ωt +∅ )

Jika a=dv /dt, persamaan gerak dari elektron menjadi

dv −e E0
= sin ⁡(ωt + ∅)
dt m

Dengan asumsi bahwa ketika dalam keadaan diam t=t 0 maka v 0=0, pengintegralan dari
persamaan di atas menghasilkan

−e E0 e E0
v= cos ∅ + cos ⁡(ωt+ ∅)
mω mω

Dan jika v=dx /dt dengan asumsi bahwa x=x 0 ketika t 0=0 , pengintegralan dari persamaan
di atas menghasilkan

−e E 0 eE e E0
x=
mω 2
sin ∅− ( mω cos ∅ ) t +
mω2
sin ⁡( ωt+ ∅)

Dua suku yang pertama menunjukkan bahwa elektron mengalir dengan kecepatan yang tetap
dan kecepatan ini merupakan fungsi dari keadaan awal. Superposisi dari gerak aliran elektron
iniadalah gerak osilasi yang ditunjukkan pada suku terakhir. Frekuensi osilasi elektron ω
tidak tergantung atas kondisi awal, dan hal ini sama dengan kejadian gelombang
elektromagnetik.

(Gambar pemantulan gelombang radio pada ionosfer)

Jika dibandingkan antara persamaan (2.24) dengan (2.29), maka sangat jelas bahwa
osilasi dari perpindahan x adalah sebesar 180o . Biasanya dalam sebuah dielektrik pada
frekuensi rendah muatan berpindah searah dengan gaya, hasil dari polarisasi muatan. Dalam
banyak hal hasil koefisien dielektrik dari material lebih dari 1. Pada kasus ionosfer, dapat
ditunjukkan bahwa hasil polarisasi adalah 180o ; oleh karena itu koefisien dielektrik dari
ionosfer kurang dari 1. Hasil ini menimbulkan dua konsekwensi
1. Kecepatan fase v dari gelombang elektromagnetik pada ionosfer adalah lebih besar
dari kecepatan cahaya c.
2. Indeks refraksi ionosfer untuk gelombang elektromagnetik yang baru dating lebih
kecil dari indeks refraksi angkasa luar Gambaran peristiwa pemantulan gelombang
radio oleh ionosfer bisa dilihat pada gambar 2.3 diatas.

Contoh soal
Sebuah kotak bermassa m dalam kondisi diam di atas permukaan kasar. Pada saat t=o,
pengurangan gayanya adalah F=F 0exp(−t ), dimana =0. Maka hitunglah x(t) dan v(t).

Penyelesaian

Dari hukum kedua Newton


∑ F=ma
dv
∑ F=m dt
dv
m =F 0exp(−t )
dt
mdv=F 0exp(−t ) dt

Dengan integrasi didapatkan

∫ mdv=∫ F 0 exp (−t ) dt


v t

∫ mdv=∫ F 0 exp (−t ) dt


0 0

F0
v=
m
[ ( exp (−t ) ) −1 ]

dx
Jika v= , maka
dt

dx F 0
= [ ( exp (−t ) )−1 ]
dt m

F0
dx=
m
[ ( exp (−t ) )−1 ] dt

dengan integrasi
x t
F0
∫ dx=∫ m
[ ( exp (−t ) )−1 ] dt
0 0

F0 F0t
x= 2
( e−t−1 ) +
❑ m m