Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

“Elemen Aktif dan Elemen Pasif”

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Rangkaian Listrik

Dosen Pengampu: Dr.Rita Juliani.S.Si,M.Si

Oleh:

Kelompok 4 (Empat)

Ade Rahmadi Siregar (4193121013)

Ayu Masytah Dewi (4191121012)

Lailu Suja (4193121015)

Mita Suryani Daulay (4193121045)

Wuri Cahyaningrum (4193121007)

FISIKA DIK A 2019

PROGRAM STUDI (S1) PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED)

2020
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis sanggup menyelesaikan Makalah tentang Elemen
Aktif dan Elemen Pasif ini semaksimal mungkin.
Adapun maksud penulis menyusun Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada
Mata Kuliah Rangkaian Listrik. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini
dapat terselesaikan, berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang terkait. Maka dari
itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Ibu Dr.Rita
Juliani.S.Si,M.Si selaku Dosen Pengampu yang telah membimbing kami dan kepada teman-
teman yang senantiasa sudah membantu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami
mengharapkan masukan atau saran dan kritik yang membangun guna perbaikan dan
penyempurnaan selanjutnya. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak dan dapat menambah pengetahuan kita.

Medan, September 2020

Penulis
Kelompok 4

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................i


DAFTAR ISI .....................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
A. Latar Belakang.......................................................................................................1
B. Tujuan....................................................................................................................1
C. Manfaat..................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................2
A. Pengertian RPP.....................................................................................................2
B. Komponen-Komponen RPP.................................................................................2
C. Kedalaman RPP....................................................................................................4
D. Urutan Penyajian RPP..........................................................................................7
E. Fungsi RPP dalam Pembelajaran..........................................................................9
F. Perencanaan RPP..................................................................................................10
G. Dasar Pengembangan RPP...................................................................................12
H. Contoh RPP dalam Pembelajaran Fisika..............................................................12

BAB III PENUTUP...........................................................................................................13


A. Kesimpulan............................................................................................................13
B. Rekomendasi.........................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................14

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peralatan elektronika mungkin tiap hari kita dapat temukan dimanapun karna
peralatan ini sepertinya menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting dalam membantu
untuk memudahkan suatu pekerjaan manusia, misalnya saja handphone,komputer,tv dan lain
sebagainya.Peralatan elektronika ini terdiri dari beberapa komponen elektronika seperti
kapasitor, dioda, ic, resistor, transformator, transistor, relay, swicth, dan sebagainya.
Komponen elektronika secara umum terbagi menjadi dua kelompok yaitu komponen aktif
dan komponen pasif. Komponen elektronika berupa sebuah alat berupa benda yang menjadi
bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan
kegunaannya. Mulai dari yang menempel langsung pada papan rangkaian baik Berupa PCB,
CCB, Protoboard maupun Veroboard dengan cara disolder atau tidak menempel langsung
pada papan rangkaian (dengan alat penghubung lain, misalnya kabel). Komponen elektronika
ini terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika, yang terdiri dari satu atau beberapa unsur
materi dan jika disatukan, untuk desain rangkaian yang diinginkan dapat berfungsi sesuai
dengan fungsi masing-masing komponen, ada yang untuk mengatur arus dan tegangan,
meratakan arus, menyekat arus, memperkuat sinyal arus dan masih banyak fungsi lainnya.
Dalam makalah ini dibahas mengenai penjelasan secara menyeluruh mengenai komponen
aktif dan pasif.

B. Rumusan Masalah
Ada beberapa rumusan masalah yang dibahas pada makalah ini,yaitu :
1. Pengertian Elemen aktif dan pasif
2. Jenis-jenis Elemen Aktif dan Pasif
3. Karakteristik Elemen Aktif dan Pasif
4. Aplikasi Elemen Aktif dan Pasif

C. Manfaat
Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari penulisan makalah ini,yaitu:
1. Dapat memahami mengenai pengertian Elemen aktif dan pasif.
2. Dapat memahami mengenai Jenis-jenis Elemen Aktif dan Pasif.
3. Dapat memahami mengenai Karakteristik Elemen Aktif dan Pasif.
4. Dapat memahami mengenai Aplikasi Elemen Aktif dan Pasif.

1
BAB II

PEMBAHASAN

Komponen aktif dan pasif pada rangkaian elektronika sebenarnya merupakan


komponen yang menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Misalnya ketika terdapat
komponen transistor pada suatu rangkaian elektronika, maka pasti disitu terdapat komponen
resistor dan atau kapasitor.

Sebenarnya jika diuraikan, komponen aktif dan pasif terbagi lagi menjadi beberapa jenis
seperti salah satu komponen aktif dioda, dioda sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis
diantarnya adalah dioda zener, dioda LED dan lain-lain. Semua jenis komponen aktif dan
pasif mempunyai fungsi dan kegunaan sendiri-sendiri secara teknis. Namun ketika sudah
menjadi satu kesatuan pada rangkaian elektronika akan menghasilkan sesuatu yang
mengagumkan. Hal ini juga tergantung dari perancang yang membuat rangkaian elektronika
tersebut.

A. ELEMEN AKTIF

Komponen Elektronika Aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus
eksternal untuk dapat beroperasi. Dengan kata lain, komponen elektronika aktif hanya dapat
berfungsi apabila mendapatkan sumber arus listrik dari luar (eksternal).Komponen-komponen
elektronika yang digolongkan sebagai komponen Aktif adalah Dioda, Transistor dan IC
(Intragrated Circuit) yang terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon, germanium,
selenium dan metal oxides.

1. Transistor

Transistor adalah sebuah komponen elektronika yang digunakan untuk penguat, sebagai
sirkuit pemutus, sebagai penyambung, sebagai stabilitas tegangan, modulasi sinyal dan lain-
lain. Fungsi transistor juga sebagai kran listrik, yang dimana berdasarkan tegangan inputnya,
memungkinkan pangalihaan listrik yang akurat yang berasal dari sumber listrik. Itulah
definisi dari transistor.

Fungsi Transistor

Adapun fungsi dari transistor diantaranya sebagaimana di bawah ini:

 Transistor sebagai saklar elektronik,yaitu dengan mengatur bias dari sebuah transistor
sampai transistor jenuh maka didapat hubungan singkat antar kaki konektor dan
emitor, dengan memanfaatkan kejadian ini maka transistor bisa digunakan sebagai
saklar.
 Transistor sebagai penguat arus,lalu fungsi dari transistor lainnya adalah dapat di
gunakan sebagai penguat arus. Dengan fungsi ini transistor dapat digunakan sebagai
rangkaian power supply tentunya dengan tegangan yang di setting. Untuk dapat
digunakan sebagai fungsi penguat arus transistor harus dibias tegangan yang constant

2
pada basisnya, agar pada emitor keluar tegangan yang tetap. Umumnya untuk dapat
tegangan basis agar tetap digunakan diode zener.
 Transistor sebagai penguat sinyal AC,Adapun fungsi transistor yang yang lainnya
adalah sebagai penguat sinyal AC, dan lain-lain.

Jenis Atau Tipe Dan Prinsip Kerja Transistor

Dari banyak tipe-tipe transistor yang modern di jaman sekarang, awalnya hanya terdapat 2
tipe dasar transistor yaitu biopolar transistor (BJT atau transistor biopolar) dan FET (Field-
Effect Transistor), yang cara kerjanya berbeda-beda.

 Transistor biopolar dinamakan seperti itu karena kanal konduksi utamanya memakai 2
polaritas pembawa muatan elekton dan lubang, untuk membawa muatan atau arus
listrik. Di dalam BJT, arus listrik utamanya harus melewati satu daerah atau lapisan
pembatas yang dinamakan depletizon dan juga ketebalan dari lapisan ini bisa diatur
dengan kecepatan tinggi dengan maksud untuk mengatur aliran arus utama tersebut.
 FET ( Field-Effect Transistor) dinamakan juga transistor unipolar yaitu hanya
memakai satu jenis pembawa muatan (electron atau hole, terganu dari tipenya FET)
saja. Di dalam FET arus listrik utamanya mengalir dalam satu kenal konduksi sempit
dengan depletion zone sisinya. Lalu ketebalan dari daerah perbatasan ini bisa diubah
dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kenal
konduksi tersebut.

Kategori Transistor

Secara umum, transistor dapat di beda-bedakan berdasarkan banyak kategori, diantarnaya


seperti di bawah ini:

 Berdasarkan tipe diantaranya seperti: UJT, BJT, JFET, IGBT, IGFET (MOSFET),
HBT, VMOSFET, MISFET, HEMT, MESFET, dan lain sebagainya.
 Berdasarkan materi semikonduktor, diantaranya germanium, silikon dan gallium
arsenide
 Berdasarkan kemasan fisiknya, diantarnya seperti: IC, through hole metal, surface
mount, through hole plastic dan lain sebagainya.
 Berdasarkan polaritas diantaranya seperti: PNP atau P-channel dan NPN atau N-
channel.
 Berdasarkan maximum kapasitas daya, diantaranya seperti: Low power, medium
power dan high power.
 Berdasarkan maximum frekwensi kerja, yang diantaranya: Low, medium, atau high
frequency, RF transistor, Microwave, dan lain sebagainya.
 Berdasarkan aplikasi yang diantaranya seperti: Saklar, amplifier, audio, general
purpose, tegangan tinggi dan lain sebagainya.

3
2. Dioda

Dioda merupakan komponen semi konduktor yang paling sederhana. Kata dioda berasal
dari pendekatan kata yaitu dua elektroda yang mana (di berarti dua) mempunyai dua buah
elektroda yaitu anoda dan katoda. Dioda termasuk kedalam ketegori komponen elektronika
aktif. Dioda terbentuk dari bahan semikonduktor tipe P dan N yang digabungkan. Dengan
demikian dioda sering disebut PN junction. Dioda memiliki sifat dapat menghantarkan arus
pada tegangan maju, serta menghambat arus pada tegangan balik (penyearah). Dioda
memiliki dua kaki, yakni kaki anoda dan kaki katoda. Secara sederhana sebuah dioda bisa
kita asumsikan sebuah katup, dimana katup tersebut akan terbuka manakala air yang mengalir
dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan katup akan menutup oleh dorongan aliran
air dari depan katup.

Dioda disempurnakan oleh William Henry Eccles pada tahun 1919 dan mulai
memperkenalkan istilah diode yang artinya dua jalur tersebut, walaupun sebelumnya sudah
ada dioda kristal (semikonduktor) yang dikembangkan oleh peneliti asal Jerman yaitu Karl
Ferdinan Braun pada tahun 1874, dan dioda termionik pada tahun 1873 yang dikembangkan
lagi prinsip kerjanya oleh Frederic Gutherie.

Fungsi Dioda

Secara umum memang fungsi dioda adalah untuk menyearahkan suatu arus listrik
dalam sebuah rangkaian. Namun ada beberapa fungsi lain yang juga terdapat pada dioda jenis
tertentu yang tak semua orang tahu. Oleh karena itu berikut ini saya akan berikan fungsi-
fungsi lain dari dioda :

 Dioda berfungsi sebagai penyearah arus listrik (untuk dioda bridge)


 Dioda berfungsi sebagai penstabil tegangan (untuk dioda zener)
 Dioda berfungsi sebagai pengaman atau sekering
 Dioda berfungsi sebagai rangkaian clipper untuk memangkas level sinyal yang keluar
batas
 Dioda berfungsi sebagai rangkaian clamper untuk menambah komponen DC pada
sinyal AC
 Dioda berfungsi sebagai pengganda tegangan
 Dioda berfungsi sebagai indikator (untuk LED)
 Dioda berfungsi sebagai sensor panas
 Dioda berfungsi sebagai sensor cahaya (untuk dioda photo)
 Dioda berfungsi sebagai rangkaian VCO (untuk dioda varactor)

Prinsip Kerja Dioda

Hampir semua peralatan elektronika memerlukan sumber arus searah. Penyearah


digunakan untuk mendapatkan arus searah dari suatu arus bolak-balik. Arus atau tegangan
tersebut harus benar-benar rata tidak boleh berdenyut-denyut agar tidak menimbulkan
gangguan bagi peralatan yang dicatu.

4
Dioda semikonduktor hanya dapat melewatkan arus pada satu arah saja, yaitu pada
saat dioda memperoleh catu arah/bias maju (forward bias). Karena di dalam dioda terdapat
junction (pertemuan) dimana daerah semikonduktor type-p dan semi konduktor type-n
bertemu. Pada kondisi ini dioda dikatakan bahwa dioda dalam keadaan konduksi atau
menghantar dan mempunyai tahanan dalam dioda relative kecil. Sedangkan bila dioda diberi
catu arah/bias mundur (Reverse bias) maka dioda tidak bekerja dan pada kondisi ini dioda
mempunyai tahanan dalam yang tinggi sehingga arus sulit mengalir.

Apabila dioda silicon dialiri arus AC, maka yang mangalir hanya satu arah saja
sehingga arus output dioda berupa arus DC. Dari kondisi tersebut maka dioda hanya
digunakan pada beberapa pemakaian saja antara lain sebagai penyearah setengah gelombang
(Half Wave Rectifier), penyearah gelombang penuh (Full Wave Rectifier), rangkaian
pemotong (Clipper), rangkaian penjepit (Clamper) maupun pengganda tegangan (Voltage
Multiplier).

Jenis-Jenis Dioda

Dioda yang sering kita lihat adalah dioda biasa yang berbentuk slinder warna hitam dan
terdapat gelang perak di salah satu sisi badannya. Disamping itu banyak jenis-jenis dari dioda
yang terdapat dipasaran yang tidak kamu ketahui. Berikut ini akan saya berikan define dari
jenis-jenis dioda :

a. Dioda Penyearah / Rectifire (Dioda Biasa)

Dioda jenis ini ada dua macam yaitu silikon dan germanium. Dioda silikon
mempunyai tegangan maju 0.6 V sedangkan dioda germanium 0.3 V. Dioda jenis ini
mempunyai beberapa batasan tertentu tergantung spesifikasi. Batasan batasan itu seperti
batasan tegangan reverse, frekuensi, arus, dan suhu. Tegangan maju dari dioda akan turun
0.025 V setiap kenaikan 1 derajat dari suhu normal

Adapun cara kerja dari dioda penyearah ini yaitu, Arus akan diteruskan jika arus
listrik yang melewati searah dengan arah dioda yaitu dari potensial tinggi ke potensial rendah
dan tegangan bernilai lebih besar dari tegangan minimum dioda. Namun jika dioda dipasang
kebalikkannya dengan arus listrik maka dioda akan menjadi penghambat. Kapasitas dioda
memiliki batas, sehingga jika tegangan di sambungkan pada “n” jauh lebih besar dari
tegangan yang disambungkan pada “p” kemungkinan dioda akan breakdown karena tidak
mampu menahan aliran listrik. Contoh pemakaian dioda searah adalah antara lain pada
rangkaian penyearah arus listrik bolak-balik pada transformator, dan pencegah arus balik
pada rangkaian elektronika.

b. Dioda Zener

Fungsi dari dioda zener adalah sebagai penstabil tegangan. Selain itu dioda zener juga
dapat dipakai sebagai pembatas tegangan pada level tertentu untuk keamanan rangkaian.

Dioda Zener adalah jenis dioda junction P dan N yang bahannya terbuat dari silikon.
Dioda jenis ini juga dikenal sebagai Voltage Regulation Diode yang beroperasi pada daerah

5
reverse. Fungsi dari dioda zener adalah sebagai penstabil tegangan. Selain itu dioda zener
juga dapat dipakai sebagai pembatas tegangan pada level tertentu untuk keamanan rangkaian.
Karena kemampuan arusnya yang kecil maka pada penggunaan dioda zener sebagai penstabil
tegangan untuk arus besar diperlukan sebuah buffer arus.

Dioda jenis ini merupakan dioda yang memiliki kegunaan sebagai penyelaras
tegangan baik yang diterima maupun yang dikeluarkan, sesuai dengan kapasitas dari dioda
tersebut, contohnya jika dioda tersebut memiliki kapasitas 5,1 V, maka jika tegangan yang
diterima lebih besar dari kapasitasnya, maka tegangan yang dihasilkan akan tetap 5,1 tetapi
jika tegangan yang diterima lebih kecil dari kapasitasnya yaitu 5,1, dioda ini tetap
mengeluarkan tegangan sesuai dengan inputnya. Pada data sheet terdapat diode zener yang
memiliki tegangan Vz sebesar 1.5 volt, 3.5 volt dan sebagainya. Ini adalah karakteristik zener
yang unik. Jika diode bekerja pada bias maju/positif. Maka zener biasanya berguna pada bias
mundur/negative (reverse bias).

c. LED (Light Emitting Diode)

LED adalah singkatan dari Light Emitting Dioda, merupakan komponen yang dapat
mengeluarkan emisi cahaya. LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya
juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang
sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat
agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada
semikonduktor, doping yang dipakai adalah gallium, arsenic dan phosphorus. Jenis doping
yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.

Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang ada adalah warna merah, kuning dan
hijau. LED berwarna biru sangat langka. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan, namun
akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu
diperhatikan tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi daya-nya. Rumah (chasing) LED
dan bentuknya juga bermacam-macam, ada yang persegi empat, bulat dan lonjong.

LED terbuat dari berbagai material setengah penghantar campuran seperti misalnya
gallium arsenida fosfida (GaAsP), gallium fosfida (GaP), dan gallium aluminium arsenida
(GaAsP). Karakteristiknya yaitu kalau diberi panjaran maju, pertemuannya mengeluarkan
cahaya dan warna cahaya bergantung pada jenis dan kadar material pertemuan. Ketandasan
cahaya berbanding lurus dengan arus maju yang mengalirinya. Dalam kondisi menghantar,
tegangan maju pada LED merah adalah 1,6 sampai 2,2 volt, LED kuning 2,4 volt, LED hijau
2,7 volt. Sedangkan tegangan terbaik maksimum yang dibolehkan pada LED merah adalah 3
volt, LED kuning 5 volt, LED hijau 5 volt. LED mengkonsumsi arus sangat kecil, awet dan
kecil bentuknya (tidak makan tempat), selain itu terdapat keistimewaan tersendiri dari LED
itu sendiri yaitu dapat memancarkan cahaya serta tidak memancarkan sinar infra merah
(terkecuali yang memang sengaja dibuat seperti itu).

LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik


ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan
semikonduktor. Warna warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis

6
bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah
yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV
ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.

Cara kerjanya hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub
Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri
tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda.

d. Dioda Cahaya (Photo Diode)

Dioda jenis ini merupakan dioda yang peka terhadap cahaya, yang bekerja pada pada
daerah-daerah reverse tertentu sehingga arus cahaya tertentu saja yang dapat melewatinya,
dioda ini biasa dibuat dengan menggunakan bahan dasar silikon dan geranium. Dioda cahaya
saat ini banyak digunakan untuk alarm, pita data berlubang yang berguna sebagai sensor, dan
alat pengukur cahaya (Lux Meter). Dalam kondisi cahaya gelap, arus yang mengalir pada
dioda photo berbahan dasar germanium sekitar 10 ampere, sedangkan untuk dioda yang
berbahan dasar silikon sebesar 1 ampere.

Penggunaan dioda cahaya diantaranya adalah sebagai sensor dalam pembacaan pita
data berlubang (Punch Tape), dimana pita berlubang tersebut terletak diantara sumber cahaya
dan dioda cahaya. Jika setiap lubang pita itu melewati antara tadi, maka cahaya yang
memasuki lubang tersebut akan diterima oleh dioda cahaya dan diubah dalam bentuk signal
listrik. Sedangkan penggunaan lainnya adalah dalam alat pengukur kuat cahaya (Lux-Meter),
dimana dalam keadaan gelap resistansi dioda cahaya ini tinggi sedangkan jika disinari cahaya
akan berubah rendah. Selain itu banyak juga dioda cahaya ini digunakan sebagai sensor
sistem pengaman (security) misal dalam penggunaan alarm.

e. Dioda Varactor (Dioda Kapasitas)

Dioda varactor adalah sebuah kapasitor yang kapasitansinya ditentukan oleh tegangan
yang masuk. Contoh penerapannya pada pesawat TV, pesawat radio FM, pesawat
telekomunikasi yang bekerja pada frekwensi tinggi.

Dioda jenis ini merupakan dioda yang unik, karena dioda ini memiliki kapasitas yang
dapat berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya tegangan yang diberikan kepada dioda ini,
contohnya jika tegangan yang diberikan besar, maka kapasitasnya akan menurun,berbanding
terbalik jika diberikan tegangan yang rendah akan semakin besar kapasitasnya, pembiasan
dioda ini secara reverse. Dioda jenis ini banyak digunakan sebagai pengaturan suara pada
televisi, dan pesawat penerima radio.

Kelebihan dari dioda ini adalah mampu menghasilkan nilai kapasitansi tertentu sesuai
dengan besar tegangan yang diberikan kepadanya. Dengan dioda ini maka sistem penalaan
digital pada sistem transmisi frekuensi tinggi mengalami kemajuan pesat, seperti pada radio
dan televisi. Contoh sistem penalaan dengan dioda ini adalah dengan sistem PLL (Phase lock
loop), yaitu mengoreksi oscilator dengan membaca penyimpangan frekuensinya untuk
kemudian diolah menjadi tegangan koreksi untuk oscilator. Dioda varactor dibias reverse.

7
f. Dioda SCR (SCHOTTKY)

Dioda SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai
fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor
dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah
gate(G).SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi
SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.

Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR dapat digunakan sebagai
pengatur motor DC bertegangan besar dengan mengatur tegangan Gate. SCR dibagi dua yaitu
diac dan Triac. Pada Gate. TRIAC digunakan DIAC: meneruskan tegangan dari anoda ke
katoda atau sebaliknya. Penerapannya pada pengendali motor putar kanan dan putar kiri,
seperti pada rangkaian lift. TRIAC mempunyai prinsip kerja seperti DIAC, hanya saja
TRIAC dapat meneruskan tegangan dari kaki 1 ke 2 atau sebaliknya pada saat ada triger
untuk pengatur motor DC atau AC putar kanan dan kiri dengan cara mengatur Gate.

Dioda sebagai salah satu komponen aktif sangat popular digunakan dalam rangkaian
elektronika, karena bentuknya sederhana dan penggunaannya sangat luas. Ada beberapa
macam rangkaian dioda, diantaranya : penyearah setengah gelombang (Half-Wave Rectifier),
penyearah gelombang penuh (Full-Wave Rectifier), rangkaian pemotong (Clipper), rangkaian
penjepit (Clamper) maupun pengganda tegangan (Voltage Multiplier). Di bawah ini
merupakan gambar yang melambangkan dioda penyearah.

Sisi Positif (P) disebut Anoda dan sisi Negatif (N) disebut Katoda. Lambang dioda
seperti anak panah yang arahnya dari sisi P ke sisi N. Karenanya ini mengingatkan kita pada
arus konvensional dimana arus mudah mengalir dari sisi P ke sisi N.

3. IC (Integrated Circuit)

Integrated Circuit (IC) adalah suatu komponen elektronik yang dibuat dari bahan semi
conductor, dimana IC merupakan gabungan dari beberapa komponen seperti Resistor,
Kapasitor, Dioda dan Transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian berbentuk
chip kecil, IC digunakan untuk beberapa keperluan pembuatan peralatan elektronik agar
mudah dirangkai menjadi peralatan yang berukuran relatif kecil. Sebelum ditemukannya IC,
peralatan Elektronik saat itu umumnya memakai Tabung Vakum sebagai komponen utama
yang kemudian digantikan oleh Transistor yang memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi
untuk merangkai sebuah rangkaian Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan
komponen Transistor dalam jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat Elektronika
yang dihasilkannya pun berukuran besar dan kurang cocok untuk dapat dibawa berpergian
(portable).

Teknologi Integrated Circuit (IC) atau Sirkuit Terpadu ini pertama kali diperkenalkan
pada tahun 1958 oleh Jack Kilby yang bekerja untuk Texas Instrument, setengah tahun
kemudian Robert Noyce berhasil melakukan fabrikasi IC dengan sistem interkoneksi pada
sebuah Chip Silikon. Integrated Circuit (IC) merupakan salah satu perkembangan Teknologi

8
yang paling signifikan pada abad ke 20. Mungkin Tanpa adanya Komponen IC (Integrated
Circuit) kamu saat ini tidak dapat menikmati peralatan Elektronika seperti Handphone,
Laptop, PC, Konsol Game Portable, Kamera Digital dan peralatan Elektronika-elektronika
lainnya yang bentuknya kecil dan dapat dibawa bepergian kemana-mana.

Fungsi IC

Banyak sekali fungsi dari komponen elektronika yang satu ini, beda jenis & tipe maka
beda pula fungsi , dan cara kerjanya, Ada beberapa yang harus kamu tahu fungsi secara
umum dari IC, berikut ini adalah fungsinya:

 Mengatur tegangan input dan out put


 Sebagai jantung pada suatu rangkaian. Karena IC-lah yang mengatur kerja dari setiap
blok rangkaian dengan membagi tugas masing-masing blok rangkaian tertentu.
 Penguat Daya (Power Amplifier)
 Penguat Sinyal (Signal Amplifier)
 Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)
 Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)
 Penguat RF dan IF (RF and IF Amplifier)
 Voltage Comparator
 Multiplier
 Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)
 Regulator Tegangan (Voltage Regulator)

Jenis-jenis IC

Jenis IC terbagi menjadi 2 kategori, yaitu IC Digital, dan IC Linear. Berikut ini Jenis-
jenis IC dan penjelasnnya :

a. IC Linear, IC Linear bias juga disebut dengan IC Analog, IC linear pada umumnya
menggunakan sinyal sinusoida dan berfungsi sebagai amplifier(penguat). IC linear
tidak melakukan fungsi logic seperti halnya IC-TTL maupun C-MOS dan yang paling
populer IC linier didesain untuik dikerjakan sebagai penguat tegangan. Dalam
kemasan IC linier terdapat rangkaian linier, diman kerja rangkaiannya akan bersifat
proporsional atau akan mengeluarkan output yang sebanding dengan inputnya.
Berikut ini beberapa jenis IC yang masuk kedalam kategori IC Linear:

1. IC Op-Amp

Disebut amplifier operasional atau op-amp merupakan salah satu jenis IC analog yang
berfungsi sebagai rangkaian penguat. mempunyai dua masukan dan satu keluaran. Penguat
operasional (Op-Amp) dikemas dalam suatu rangkaian terpadu (integrated circuit-IC). Salah
satu tipe operasional amplifier (Op-Amp) yang populer adalah LM741. IC Op-Amp terdapat
batasan-batasan penting yang perlu diperhatikan.

9
 Pertama, tegangan maksimum power supply tidak boleh melebihi rating maksimum,
karena akan merusak IC.
 Kedua, tegangan output dari IC op amp biasanya satu atau dua volt lebih kecil dari
tegangan power supply. Sebagai contoh, tegangan swing output dari suatu op amp
dengan tegangan supply 15 V adalah ±13V.
 Ketiga, arus output dari sebagian besar op amp memiliki batas pada 30mA, yang
berarti bahwa resistansi beban yang ditambahkan pada output op amp harus cukup
besar sehingga pada tegangan output maksimum, arus output yang mengalir tidak
melebihi batas arus maksimum.

Untuk menghindari keluaran yang berosilasi, maka frekuensi harus dibatasi, unity gain
frequency memberi gambaran dari data tanggapan frekuensi. hal ini hanya berlaku untuk
isyarat yang kecil saja karena untuk isyarat yang besar penguat mempunyai keterbatasan
sehingga output maksimum hanya dihasilkan pada frekuensi yang relative rendah.

2. IC power adaptor (regulator)

IC Power merupakan jenis IC yang beroperasi pada catu daya . Umumnya , IC power
digunakan pada rangkaian regulator, adaptor dan power supply. Pada umumnya catu daya
selalu dilengkapi dengan regulator tegangan. Tujuan pemasangan regulator tegangan pada
catu daya adalah untuk menstabilkan tegangan keluaran apabila terjadi perubahan tegangan
masukan pada catu daya. Fungsi lain dari regulator tegangan adalah untuk perlindungan dari
terjadinya hubung singkat pada beban.

3. IC silinder

Bentuk IC jenis ini adalah silinder dan banyak digunakan pada rangkaian penguat
pesawat CB (Citizen Band) atau HT (Held Tranceived). IC jenis ini mempunyai tingkat
ketahanan dan keawetan lebih lama dari pada jenis IC penguat yang lain.

4. IC Timer 555

IC timer 555 merupakan IC linier yang berfungsi sebagai rangkaian pewaktu monostable
dan osilator estable. IC 555 merupakan jenis IC yang terkenal didalam dunia elektronika
analog/linier. Pada penggunaannya. Pada dasarnya aplikasi utama IC NE555 ini digunakan
sebagai timer (Pewaktu) dengan operasi rangkaian monostable dan Pulse Generator
(Pembangkit Pulsa) dengan operasi rangkaian astable. Selain itu, dapat juga digunakan
sebagai Time Delay Generator dan Sequential Timing. Praktisnya, fungsi dan aplikasi IC
NE555 ini banyak sekali digunakan diantaranya sebagai pengatur alarm, sebagai penggerak
motor DC, bisa digabungkan dengan IC TTL (Transistor-transistor Logic) dan sebagai input
jam digital, bisa juga dimanfaatkan dalam rangkaian saklar sentuh, dan jika digabungkan
dengan infra merah ataupun ultrasonic, NE555 ini bisa dijadikan sebagai pemancar atau
remote control.

10
b. IC Digital, Perbedaan utama dari IC Linear dengan Digital ialah fungsinya, dimana
IC digital beroperasi dengan menggunakan sinyal kotak (square) yang hanya ada dua
kondisi yaitu 0 atau 1 dan berfungsi sebagai switch/saklar, sedangkan IC linear pada
umumnya menggunakan sinyal sinusoida dan berfungsi sebagai amplifier(penguat).
IC linear tidak melakukan fungsi logic seperti halnya IC-TTL maupun C-MOS dan
yang paling populer IC linier didesain untuik dikerjakan sebagai penguat tegangan.
Dalam IC digital, suatu titik elektronis yang berupa seutas kabel atau kaki IC, akan
mewujudkan salah satu dari dua keadaan logika, yaitu logika ‘0’ (nol, rendah) atau
logika ‘1’ (satu, tinggi). Suatu titik elektronis mewakili satu ‘binary digit’ atau biasa
disingkat dengan sebutan ‘bit’. Binary berarti sistem bilangan ‘dua-an’, yakni
bilangan yang hanya mengenal dua angka, 0 dan 1.

Ada Beberapa Jenis IC yang termasuk Kedalam kategori IC Digital, yaitu sebagai Berikut :

1. TTL (Transistor transistor Logic)

IC yang paling banyak digunakan secara luas saat ini adalah IC digital yang dipergunakan
untuk peralatan komputer, kalkulator dan system kontrol elektronik. IC digital bekerja
dengan dasar pengoperasian bilangan Biner Logic(bilangan dasar 2) yaitu hanya mengenal
dua kondisi saja 1(on) dan 0(off). Jenis IC digital terdapat 2(dua) jenis yaitu TTL dan CMOS.
Jenis IC-TTL dibangun dengan menggunakan transistor sebagai komponen utamanya dan
fungsinya dipergunakan untuk berbagai variasi Logic, sehingga dinamakan Transistor.
Berikut jenis TTL :

Microprocesor

Microprocessor adalah alat pemroses data yang merupakan pengembangan dari teknologi
pembuatan Integrated Circuit (IC), Ada beberapa peristilahan yang dipakai untuk
menunjukan tingkat kepadatan (density) dari suatu chip IC, yaitu Small Scale Integration
(SSImengemas beberapa puluh transistor), Medium Scale Integration (MSI-mengemas
sampai beberapa ratus transistor), dan sekarang yang sedang berkembang adalah Very Large
Scale Integration (VLSImengemas puluhan ribu sampai jutaan transistor).

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan.


Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang
berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer.
Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel
4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh
komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output)
dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas
tertentu yang spesifik.

11
2. C-MOS (Complementary with MOSFET)

Selain TTL, jenis IC digital lainnya adalah C-MOS (Complementary with MOSFET)
yang berisi rangkaian yang merupakan gabungan dari beberapa komponen MOSFET untuk
membentuk gate-gate dengan fungsi logic seperti halnya IC-TTL. Dalam satu kemasan IC C-
MOS dapat berisi beberapa macam gate(gerbang) yang dapat melakukan berbagai macam
fungsi logic seperti AND,NAND,OR,NOR,XOR serta beberapa fungsi logic lainnya seperti
Decoders, Encoders, Multiflexer dan Memory.

Mempunyai salah satu ciri dengan tegangan input lebih fleksibel yaitu antara 3,5 Volt
sampai 15 Volt akan tetapi, tegangan input yang melebihi 12 Volt akan memboroskan daya.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghindari kerusakan pada IC CMOS
sebelum dipasangkan kedalam rangkaian. Hal ini perlu dilakukan karena walaupun dari
pabrik telah diberi proteksi berupa dioda dan resistor dijalan masuknya namun usaha ini
belum menjamin seratus prosen.

Kelebihan Dan Kelemahan IC

Kelebihan

Selain ukuran dan berat IC yang kecil dan ringan, IC juga memberikan keuntungan
lain yaitu bila dibandingkan dengan sirkit-sirkit keonvensional yang banyak menggunakan
komponen, IC dengan sirkit yang relatif kecil hanya mengkonsumsi sedikit sumber tenaga
dan tidak menimbulkan panas berlebih sehingga tidak membutuhkan pendinginan (cooling
system).

Kelemahan

Kelemahan IC antara lain adalah keterbatasannya di dalam menghadapi kelebihan


arus listrik yang besar, dimana arus listrik berlebihan dapat menimbulkan panas di dalam
komponen, sehingga komponen yang kecil seperti IC akan mudah rusak jika timbul panas
yang berlebihan. Demikian pula keterbatasan IC dalam menghadapi tegangan yang besar,
dimana tegangan yang besar dapat merusak lapisan isolator antar komponen di dalam IC
Contoh kerusakan misalnya, terjadi hubungan singkat antara komponen satu dengan lainnya
di dalam IC, bila hal ini terjadi, maka IC dapat rusak dan menjadi tidak berguna.

B. ELEMEN PASIF

Komponen Elektronika Pasif adalah jenis Komponen elektronika yang tidak memerlukan
sumber arus listrik eksternal untuk pengoperasiannya. Komponen-komponen elektronika
yang digolongkan sebagai komponen pasif diantaranya seperti Resistor, Kapasitor dan
Induktor.

12
1. Inductor (kumparan)

Induktor masuk kedalam kategori Komponen Elektronika Pasif, yang dimana tidak
mempunyai kemampuan untuk menguatkan dan mengarahkan aliran arus listrik di dalam
rangkaian elektronik. Mungkin Bisa lihat dibawah ini penjelasan lebih lengkapnya tentang
Induktor :

Induktor adalah komponen elektronik pasif yang dapat menyimpan energi listrik dalam
bentuk energi magnetik. Ini menggunakan konduktor yang dililit ke dalam kumparan. Saat
aliran listrik ke kumparan dari kiri ke kanan, medan magnet akan dihasilkan dalam arah
searah jarum jam. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan
dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor
untuk memproses Arus Bolak-Balik.

Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa Resistansi atau Kapasitansi dan
tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari
induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada
suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain
memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di
dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas
karena penjenuhan.

Penggunaan Induktor

Induktor sering digunakan pada sirkuit analog dan pemroses sinyal. Induktor
berpasangan dengan kondensator dan komponen lain membentuk sirkuit tertala. Penggunaan
induktor bervariasi dari penggunaan induktor besar pada pencatu daya untuk menghilangkan
dengung pencatu daya, hingga induktor kecil yang terpasang pada kabel untuk mencegah
interferensi frekuensi radio untuk dprd melalui kabel. Kombinasi induktor-kondensator
menjadi rangkaian tala dalam pemancar dan penerima radio. Dua induktor atau lebih yang
terkopel secara magnetik membentuk transformator.

Induktor digunakan sebagai penyimpan energi pada beberapa pencatu daya moda
sakelar. Induktor dienergikan selama waktu tertentu, dan dikuras pada sisa siklus.
Perbandingan transfer energi ini menentukan tegangan keluaran. Reaktansi induktif XL ini
digunakan bersama semikonduktor aktif untuk menjaga tegangan dengan akurat. Induktor
juga digunakan dalam sistem transmisi listrik, yang digunakan untuk mengikangkan paku-
paku tegangan yang berasal dari petir, dan juga membatasi arus pensakelaran dan arus
kesalahan. Dalam bidang ini, indukutor sering disebut dengan reaktor.

Jenis-Jenis Induktor

Terdapat banyak jenis-jenis dari Induktor yang ada dipasaran. Jenis Induktor ini dapat
dibedakan dengan bahan pembuatannya, dan bentuknya. Berikut ini adalah Jenis inductor
beserta penjelasan singkatnya:

13
a. Variable Inductor, Variable Inductor adalah jenis induktor yang besar kecilnya nilai
induktansi dapat diatur sesuai dengan keinginan. Biasanya induktor yang satu ini
menggunakan bahan ferit.
b. Torroidal Core Inductor (induktor inti teroid), Bentuk induktor jenis ini melingkar
seperti donat, nilai induktansi dan faktor Q yang dimilikinya sangat tinggi, induktor
ini banyak digunakan pada rangkaian power dan switching, Televisi.
c. Iron Core Inductor(induktor dengan inti besi), Sesuai namanya inti pusat induktor ini
terbuat dari bahan besi padat, Besarnya inti besi yang digunakan pada sebuah induktor
sangat bermacam-macam tergantung kebutuhan. Sayangnya arus eddy dan histerystis
yang dihasilkan oleh induktor jenis ini sangat besar sehingga hanya digunakan untuk
aplikasi rendah dengan daya tinggi seperti pada power supply, inverter dll. dan nilai
induktansi yang tersedia biasanya besar.
d. Air Core Inductor (Induktor dengan inti udara), Tidak memakai material sebagai
intinya pada induktor jenis ini, rangkaian RF banyak menggunakan induktor jenis ini
karena tidak ada kerugian energi dan memiliki permeabilitas udara yang sangat
rendah. Induktor jenis ini hanya tersedia dengan ukuran nilai induktansi yang kecil.
e. Ferrite Core Inductor (induktor dengan inti ferit), Inti ferit terbuat dari bahan bubuk
keramik yang dipadatkan. Induktor dengan inti ferit ini paling banyak penggunaannya
pada rangkaian elektronik terutama pada rangkaian frekuensi tinggi karena memiliki
histeristis yang kecil dan arus eddy yang sangat rendah. Induktor yang satu ini banyak
dijumpai di rangkaian-rangkaian elektronika yang cukup rumit.
f. Laminated Core Induction (Induktor dengan inti besi laminasi), inti induktor ini
terbuat dari susunan lembaran baja tipis yang terlaminasi. antar lapisan baja tipis
ditempelkan secara kuat agar terbentuk inti yang padat, dan dipisahkan oleh lapisan
isolasi untuk mengcegah arus eddy. Beberapa jenis logam yang dipakai disambung
secara paralel dengan sekat berbahan isolator.

Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan
berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh
arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet
ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah
kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan
magnet yang kuat didalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah
salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan
tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-
balik.

Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi,
dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari
induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada
suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain
memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya
didalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas
karena penjenuhan.

14
Induktansi (L) (diukur dalam Henry) adalah efek dari medan magnet yang terbentuk
disekitar konduktor pembawa arus yang bersifat menahan perubahan arus. Arus listrik yang
melewati konduktor membuat medan magnet sebanding dengan besar arus. Perubahan dalam
arus menyebabkan perubahan medan magnet yang mengakibatkan gaya elektromotif lawan
melalui GGL induksi yang bersifat menentang perubahan arus. Induktansi diukur berdasarkan
jumlah gaya elektromotif yang ditimbulkan untuk setiap perubahan arus terhadap waktu.
Sebagai contoh, sebuah induktor dengan induktansi 1 Henry menimbulkan gaya elektromotif
sebesar 1 volt saat arus dalam indukutor berubah dengan kecepatan 1 ampere setiap sekon.
Jumlah lilitan, ukuran lilitan, dan material inti menentukan induktansi.

2. Kapasitor (Condensator)

Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat
menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan
internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama
Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai “kapasitor”, namun kata “kondensator”
masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Voltaseorang ilmuwan Italia
pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk
menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan
bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan
bahasa Italia “condensatore”, bahasa Peranciscondensateur, Indonesia dan Jerman
Kondensator atau Spanyol Condensador.Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan
dua kutub yaitu positif dan negatifserta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk
tabung.

Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada
masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya
menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar.
Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang
pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).

Berfungsi menyimpan energi dalam medan listrik. Fungsi pada suatu rangkaian adalah
memisahkan arus bolak-balik dari arus searah, sebagai filter yang dipakai pada rangkaian
catu daya, sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian pemancar dan untuk menghemat
daya listrik dalam rangkaian lampu TL.

Kapasitor ditemukan pertama kali oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor
disebut Farad (F). Satu Farad = 9×1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.
Kapasitor disebut juga kondensator. Kata “kondensator” pertama kali disebut oleh
Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Italia
“condensatore”), yaitu kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik. Kapasitor
(Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator (Condensator) adalah komponen
elektronika yang termasuk kedalam komponen elektronika pasif yaitu tidak mempunyai

15
kemampuan untuk menguatkan dan mengarahkan aliran arus listrik di dalam rangkaian
elektronik.

Kapasitor biasanya terbuat dari dua buah lempengan logam yang dipisahkan oleh suatu
bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umumnya dikenal misalnya adalah ruang
hampa udara, keramik, gelas, dan lain-lain. Jika kedua ujung pelat metal diberi tegangan
listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada ujung metal yang satu lagi.
Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif, dan sebaliknya muatan
negatif tidak bisa menuju ke kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-
konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung
kakinya.

Fungsi Kapasitor

Setiap komponen elektronika memiliki fungsi tersendiri, demikian pula dengan


kapasitor. Fungsi kapasitor yang biasa dan banyak diketahui adalah untuk menyimpan arus
listrik secara sementara. Berikut ini adalah fungsi kapasitor yang terdapat dalam sebuah
rangkaian/sistem elektronika.

 Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada power
supply).
 Sebagai filter/penyaring dalam rangkaian power supply.
 Sebagai frekuensi dalam rangkaian antena.
 Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon.
 Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar
 Untuk menyimpan arus/tegangan listrik.
 Untuk arus DC berfungsi sebagai isolator/penahan arus listrik, sedangkan untuk arus
AC berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.
 Perata tegangan DC pada pengubah AC to DC. Pembangkit gelombang AC atau
oscilator, dan sebagainya.

Jenis-Jenis Kapasitor

Terdapat banyak jenis-jenis kapasitor yang dijual dipasaran, kapasitor yang lazim
diketahui atau ditemui adalah kapasitor yang berbentuk tabung dengan warna hijau, biru,
ataupun hitam. Terdapat garis hitam pada bagian sisi yang berfungsi untuk mengatahui pin-
pin kapasitor. Ada beberapa jenis kapasitor yang bias kita klasifikasikan Berdasarkan bahan
Isolator dan nilainya, yaitu Kapasitor Nilai Tetap (Fixed Capasitor) dan Kapasitor Variabel
(Variable Capasitor). Berikut ini penjelasan jenis-jenis kapasitor berdasarkan nilainya :

Kapasitor dengan Nilai Tetap (Fixed Capasitor)

Kapasitor Nilai Tetap atau Fixed Capacitor adalah Kapasitor yang nilainya konstan
atau tidak berubah-ubah. Ada beberapa jenis kapasitor yang termasuk kategori kapasitor
dengan nilai tetap, yaitu sebagai berikut :

16
1. Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor) , Kapasitor Keramik adalah Kapasitor yang
Isolatornya terbuat dari Keramik dan berbentuk bulat tipis ataupun persegi empat.
Kapasitor Keramik tidak memiliki arah atau polaritas, jadi dapat dipasang bolak-balik
dalam rangkaian Elektronika. Pada umumnya, Nilai Kapasitor Keramik berkisar
antara 1pf sampai 0.01µF. Kapasitor yang berbentuk Chip (Chip Capasitor) umumnya
terbuat dari bahan Keramik yang dikemas sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan
peralatan Elektronik yang dirancang makin kecil dan dapat dipasang oleh Mesin
Produksi SMT (Surface Mount Technology) yang berkecepatan tinggi.
2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor) , Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang
isolatornya terbuat dari Polyester dengan bentuk persegi empat. Kapasitor Polyester
dapat dipasang terbalik dalam rangkaian Elektronika (tidak memiliki polaritas arah)
3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor) , Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang
isolatornya terbuat dari Kertas dan pada umumnya nilai kapasitor kertas berkisar
diantara 300pf sampai 4µF. Kapasitor Kertas tidak memiliki polaritas arah atau dapat
dipasang bolak balik dalam Rangkaian Elektronika.
4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor) , Kapasitor Mika adalah kapasitor yang bahan
Isolatornya terbuat dari bahan Mika. Nilai Kapasitor Mika pada umumnya berkisar
antara 50pF sampai 0.02µF. Kapasitor Mika juga dapat dipasang bolak balik karena
tidak memiliki polaritas arah.
5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor) , Kapasitor Elektrolit adalah kapasitor
yang bahan Isolatornya terbuat dari Elektrolit (Electrolyte) dan berbentuk Tabung /
Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disingkat dengan ELCO ini sering dipakai pada
Rangkaian Elektronika yang memerlukan Kapasintasi (Capacitance) yang tinggi.
Kapasitor Elektrolit yang memiliki Polaritas arah Positif (-) dan Negatif (-) ini
menggunakan bahan Aluminium sebagai pembungkus dan sekaligus sebagai terminal
Negatif-nya. Pada umumnya nilai Kapasitor Elektrolit berkisar dari 0.47µF hingga
ribuan microfarad (µF). Biasanya di badan Kapasitor Elektrolit (ELCO) akan tertera
Nilai Kapasitansi, Tegangan (Voltage), dan Terminal Negatif-nya. Hal yang perlu
diperhatikan, Kapasitor Elektrolit dapat meledak jika polaritas (arah) pemasangannya
terbalik dan melampui batas kamampuan tegangannya.
6. Kapasitor Tantalum , Kapasitor Tantalum juga memiliki Polaritas arah Positif (+) dan
Negatif (-) seperti halnya Kapasitor Elektrolit dan bahan Isolatornya juga berasal dari
Elektrolit. Disebut dengan Kapasitor Tantalum karena Kapasitor jenis ini memakai
bahan Logam Tantalum sebagai Terminal Anodanya (+). Kapasitor Tantalum dapat
beroperasi pada suhu yang lebih tinggi dibanding dengan tipe Kapasitor Elektrolit
lainnya dan juga memiliki kapasintansi yang besar tetapi dapat dikemas dalam ukuran
yang lebih kecil dan mungil. Oleh karena itu, Kapasitor Tantalum merupakan jenis
Kapasitor yang berharga mahal. Pada umumnya dipakai pada peralatan Elektronika
yang berukuran kecil seperti di Handphone dan Laptop.

17
Kapasitor Variable (Variable Capasitor)

Kapasitor Variabel adalah Kapasitor yang nilai Kapasitansinya dapat diatur atau
berubah-ubah. Ada beberapa jenis kapasitor yang termasuk kategori kapasitor variabel, yaitu
sebagai berikut :

1. VARCO (Variable Condensator) , VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari


Logam dengan ukuran yang lebih besar dan pada umumnya digunakan untuk memilih
Gelombang Frekuensi pada Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan
Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO berkisar antara 100pF sampai 500Pf
2. Trimmer , Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki bentuk lebih kecil
sehingga memerlukan alat seperti Obeng untuk dapat memutar Poros pengaturnya.
Trimmer terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga
terdapat sebuah Screw yang mengatur jarak kedua pelat logam tersebut sehingga nilai
kapasitansinya menjadi berubah. Trimmer dalam Rangkaian Elektronika berfungsi
untuk menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi (Fine Tune). Nilai Kapasitansi
Trimmer hanya maksimal sampai 100pF.

3. Resistor (Tahanan)

Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik
dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap
resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan. Resistor digunakan sebagai
bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen
yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film,
bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-
kromium).

Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listriknya yang dapat
dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuitcetak, bahkan sirkuit
terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus
cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.

Resisitor merupakan salah satu komponen elektronika yang bersifat pasif dimana
komponen ini tidak membutuhan arus listrik untuk berkerja. Resisitor memiliki sifat
menghambat arus listrik dan resistor sendiri memiliki nilai besaran hambatan yaitu ohm dan
dituliskan dengan simbol Ω.

Sesuai dengan nama dan kegunaanya untuk membatasi atau menghambat arus listrik yang
melewatinya dalam suatu rangkaian maka resistor mempunyai sifat resistif (menghambat)
yang umunya terbuat dari bahan karbon. Hal ini bisa terjadi karena resistor yang memiliki
dua kutub akan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya. Dengan mengatur
besarnya arus yang mengalir, kita dapat mengatur alat elektronik untuk melakukan berbagai
hal.

18
Dari hukum Ohm di jelaskan bahwa resistansi akan berbanding terbalik dengan jumlah
arus yang melaluinya. Maka untuk menyatakan besarnya resistansi dari sebuah resistor
dinyatakan dalam satuan Ohm yang dilambangkan dengan simbol Ω (Omega). Untuk
menggambarkanya dalam suatu rangkaian dilambangkan dengan huruf R, karena huruf ini
merupakan standart internasional yang sudah disepakati bersama untuk melambangkan
sebuah komponen resistor dalam sebuah rangkaian.

Fungsi Resistor

Selain untuk membatasi atau menghambat arus listrik, resistor mempunyai kegunaan atau
fungsi lainnya, diantara nya adalah sebagai berikut :

 Sebagai pembagi arus


 Sebagai pembagi tegangan
 Sebagai penurun tegangan
 Sebagai penghambat arus listrik
 Menghambat arus listrik
 Pengatur volume (potensiometer)
 Pengatur kecepatan motor (rheostat), dll.

Karateristik Resistor

Karakteristik berbagai macam resistor dipengaruhi oleh bahan yang digunakan.


Resistansi resistor komposisi tidak stabil disebabkan pengaruh suhu, jika suhu naik maka
resistansi turun. Kurang sesuai apabila digunakan dalam rangkaian elektronika tegangan
tinggi dan arus besar. Resistansi sebuah resistor komposisi berbeda antara kenyataan dari
resistansi nominalnya. Jika perbedaan nilai sampai 10 % tentu kurang baik pada rangkaian
yang memerlukan ketepatan tinggi. Resistor variabel resistansinya berubah-ubah sesuai
dengan perubahan dari pengaturannya. Resistor variabel dengan pengatur mekanik,
pengaturan oleh cahaya, pengaturan oleh temperature suhu atau pengaturan lainnya. Jika
perubahan nilai, resistansi potensiometer sebanding dengan kedudukan kontak gesernya maka
potensiometer semacam ini disebut potensiometer linier. Tetapi jika perubahan nilai
resistansinya tidak sebanding dengan kedudukan kontak gesernya disebut potensio logaritmis.

Secara teori sebuah resistor dinyatakan memiliki resistansi murni akan tetapi pada
prakteknya sebuah resistor mempunyai sifat tambahan yaitu sifat induktif dan kapasitif. Pada
dasarnya bernilai rendah resistor cenderung mempunyai sifat induktif dan resistor bernilai
tinggi resistor tersebut mempunyai sifat tambahan kapasitif. Suhu memiliki pengaruh yang
cukup berarti terhadap suatu hambatan. Didalam penghantar ada electron bebas yang
jumlahnya sangat besar sekali, dan sembarang energi panas yang dikenakan padanya akan
memiliki dampak yang sedikit pada jumlah total pembawa bebas. Kenyataannya energi panas
hanya akan meningkatkan intensitas gerakan acak dari partikel yang berada dalam bahan
yang membuatnya semakin sulit bagi aliran electron secara umum pada sembarang satu arah
yang ditentukan. Hasilnya adalah untuk penghantar yang bagus, peningkatan suhu akan

19
menghasilkan peningkatan harga tahanan. Akibatnya, penghantar memiliki koefisien suhu
positif.

Macam-Macam Dan Jenis-Jenis Resistor

Fixed Resistor (resistor tetap), Merupakan resistor yang mempunyai nilai tetap. Ciri fisik
dari resistor ini adalah bahan pembuat resisttor terdapat ditengah–tengah dan pada pinggirnya
terdapat 2 Conducting Metal, bisanya kemasan seperti ini disebut dengan Axial. Ukuran fisik
fixed resistor bermacam – macam, tergantung pada daya resistor yang dimilikinya. Misalnya
fixed resistor dengan daya 5 watt pasti mempunyai bentuk fisik yang jauh lebih besar
dibandingkan dengan fixed resistor yang mempunyai daya ¼ watt. dapat dilihat bentuk fisik
dari resistor dengan daya 1/8, ¼, 1, 2, dan 5 watt.

Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, diciptakanlah sebuah teknologi baru yang
disebut dengan SMT (Surface Mount Technology). Dengan menggunakan teknologi ini
bentuk dari fixed resistor menjadi lebih kecil lagi, sehingga kita dapat membuat suatu sistem
yang mempunyai ukuran sekecil mungkin. Contoh bentuk fixed resistor yaitu resistor dengan
teknologi SMT . Ada beberapa macam kemasan standard yang sudah ditentukan oleh Industri
elektronik antara lain:

o 1206 ukuran = 3.0 mm x 1.5 mm, 2 terminal


o 0805 ukuran = 2.0 mm x 1.3 mm, 2 terminal
o 0603 ukuran = 1.5 mm x 0.8 mm, 2 terminal

Selain kemasan axial terdapat pula kemasan lain yang disebut SIP (Single-In-Line).
Didalam kemasan ini terdapat lebih dari 1 resistor yang biasanya disusun pararel dan
mempunyai 1 pusat yang dinamakan common. Tipe atau jenis resistor saat ini sangat
beragam, tergantung dari pemakain untuk suatu sistem elektronika yang akan kita rancang.
Berikut ini akan dijelaskan sedikit tentang penggunaan resistor berdasarkan tipe atau
jenisnya.

Precision Wirewound resistor, Merupakan tipe resistor yang mempunyai tingkat keakuratan
sangat tinggi sampai 0.005% dan TCR (Temperature coeffisient of resistance) sangat rendah.
Sehingga sangat cocok digunakan untuk aplikasi DC yang membutuhkan keakuratan yang
sangat tinggi. Tetapi jangan menggunakan jenis ini untuk aplikasi rf (radio frequency) sebab
mempunyai Q resonant frequency yang rendah. Contoh aplikasi penggunaan resistor ini
adalah DC Measuring equipment, dan reference resistor untuk voltage regulator dan decoding
Network.

NIST Standard resistor, NIST (National Institute of Standard and Technology) merupakan
tipe resistor dengan tingkat keakuratan paling tinggi yaitu 0.001% , TCR yang rendah dan
sangat stabil dibandingkan dengan Precision Wirewound Resistor. Komponen ini biasanya
digunakan sebagai standard di dalam verifikasi keakuratan dari suatu alat ukur resistive.

20
Power Wirewound resistor, Biasanya resistor ini digunakan untuk aplikasi yang
membutuhkan daya yang yang sangat besar. Komponen ini dapat mengatasi daya yang besar
dibandingkan dengan resistor yang lain. Karena panas yang ditimbulkan cukup besar
biasanya resistor ini dilapisi oleh bahan seperti ceramic Tube, Ceramic rods, anodized
aluminum, fiberglass mandels, dll . Fuse Resistor Komponen ini selain berfungsi sebagai
resistor, juga berfungsi sebagai sekering. Resistor ini didesain sedemikian rupa sehingga bila
ada arus yang sangat besar melalui maka hambatannya menjadi takterhingga. Pada kondisi
normal suhu dari resistor ini akan panas ketika ada arus yang melaluinya.

Carbon Composition, Ini merupakan salah satu tipe resistor yang banyak sekali dijual
dipasaran. Biasanya untuk nilai hambatan yang besar, misalnya 1K2, 2K2, 4K7, dll mudah
mencarinya. Tetapi untuk nilai hambatan yang kecil, misalnya 2Ω, 3Ω, dll susah dicari.
Resistor ini memiliki koefisien temperature dengan batas 1000 ppm/°C terhadap nilai
hambatannya, dimana nilai hambatannya akan turun ketika suhunya naik. Selain itu resistor
juga memiliki koefisien tegangan, dimana nilai hambatan akan berubah ketika diberi
tegangan. Semakin besar tegangan maka semakin besar perubahannya. Voltage Rating dari
resistor Carbon Composition ditentukan berdasarkan ukuran fisik, nilai, dan dayanya. Pada
saat menggunakan resistor jenis ini diharapkan agar berhati – hati didalam perancangan,
karena dapat menghasilkan noise dimana noise ini tergantung pada nilai dari resistor dan
ukurannya.

Carbon Film Resistor, Resistor jenis Carbon Film mempunyai karakteristik yang sama
dengan resistor carbon composition tetapi noise, voltage coeficient, temperature coeficient
nilainya lebih rendah. Carbon Film Resistor dibuat dengan memotong batangan keramik yang
panjang dan kemudian dicampur dengan material karbon. Frekuensi respon dari resistor ini
jauh lebih bagus dibandingkan dengan wirewound dan lebih bagus lagi dibandingkan dengan
carbon composition. Dimana wirewound akan menjadi suatu induktansi ketika frekuensinya
rendah dan akan menjadi kapasitansi apabila frekuensinya tinggi. Dan untuk carbon
composition hanya menjadi kapasitansi apabila dilalui oleh frekuensi tinggi dan frekuensi
rendah.

Metal Film Resistor, Metal Film resistor merupakan pilihan terbaik dari jenis resistor
Carbon composition dan carbon film . Karena resistor ini lebih akurat, tidak mempunyai
voltage coefisient, noise dan temperature coefisient yang lebih rendah. Tetapi resistor ini
tidak sebagus jenis resistor Precision wirewound. Bahan dasar pembuat dari resistor ini
adalah metal dan keramik, bahan ini mirip seperti yang digunakan untuk membentuk carbon
film resistor.

Foil Resistor, Resistor ini mempunyai karakteristik yang sama dengan jenis metal film.
Kelebihan utama dibandingkan dengan metal film adalah tingkat kestabilannya yang lebih
tinggi, TCR paling kecil, dan frek respon tinggi. Selain kelebihan terdapat pula kelemahan
yaitu nilai maksimum dari resistor ini lebih kecil dari nilai resistor metal film. Resistor ini
biasanya dipakai di dalam strain gauge, nilai strain dapat diukur berdasarkan perubahan nilai
resistansinya. Ketika digunakan sebagai strain gauge, foil-nya dipasangkan di suatu substrate
fleksibel sehingga dapat dipasang didaerah tempat pengukuran strain dilakukan.

21
Power Film Resistor, Material yang digunakan untuk membuat resistor ini sama dengan
jenis metal film dan carbon film. Tetapi karakteristik dayanya lebih tinggi. Power film
resistor mempunyai nilai yang lebih tinggi dan respon frekuensi yang lebih baik
dibandingkan Power wirewound resistor. Resistor ini banyak digunakan untuk aplikasi power
karena membutuhkan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi dan nilai yang lebih besar
daripada power wirewound resistor. Biasanya komponen ini memiliki toleransi yang cukup
lebar.

Resistor tidak tetap (Variable Resistor), Resistor tidak tetap adalah resistor yang
mempunyai nilai resistansi yang dapat diubah2 sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
Perubahannya dapat dilkaukan dengan cara memutar atau menggeser pengaturnya yang
memang sudah disediakan, namun ada pula nilai perubahan resistansinya akan dipengaruhi
oleh keadaan disekitarnya misalnya suhu, cahanya, suara, dll, sehingga dapat dijadikan
sebagai sakelar otomatis.

Kode Warna Pada Resistor

22
Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%.
Deskripsi yang lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua,
biru, mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai
harga 104, yang menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah,
merupakan kode untuk toleransi ± 2%, memberikan nilai 560.000Ω pada keakuratan ± 2%.

Rangkaian Seri Dan Paralel Pada Resistor

1. Rangkaian Seri

Yang dimaksud dengan rangkaian seri adalah apabila beberapa resistor dihubungkan
secara berturut-turut, yaitu ujung akhir dari resistor pertama disambung dengan ujung awal
dari resistor kedua, dan seterusnya. Jika ujung awal dari resistor pertam dan ujung akhir
resistor terakhir diberika tegangan, maka arus akan mengalir berturut-turut melalui semua
resistor yang besarnya sama

2. Rangkaian Paralel

Yang dimkasud rangkaian pararel jika beberapa resistor secara bersama dihubungkan
antara dua titik yang dihubungkan antara tegangan yang sama. Dalam praktek rangkaian
paralel, semua alat listrik yang ada dirumah dihubungkan secara paralel (lampu, setrika,
pompa air, dll).

3. Rangkaian Seri-Paralel

Yang di maksud dengan rangkaian seri-paralel adalah gabungan dari rangkaian seri dan
rangkaian paralel. Oleh karena itu, rangkaian seri-paralel biasa disebut rangkaian campuran.

23
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Komponen aktif merupakan komponen yang bekerja dengan memerlukan sumber arus
eksternal dalam beroperasi. Komponen aktif terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon,
germanium, selenium, dan metel oxydes. Sedangkan komponen pasif merupakan komponen
elektronika yang dapat bekerja tanpa memerlukan sumber arus eksternal

2. Saran

Saya menyadari masih banyak kekurangan dari materi yang saya tampilkan disini, maka
dari itu sangat diharapkan kritik dan saran dari pembaca.

24