Anda di halaman 1dari 22

1.

KOORDINAT POLAR (KUTUB)

Sistem koordinat polar (sistem koordinat kutub) dalam matematika adalah suatu
sistem koordinat 2-dimensi di mana setiap titik pada bidang ditentukan dengan jarak dari
suatu titik yang telah ditetapkan dan suatu sudut dari suatu arah yang telah ditetapkan.

Titik yang telah ditetapkan (analog dengan titik origin dalam sistem koordinat
Kartesius) disebut pole atau “kutub”, dan ray atau garis geometri “sinar” dari kutub pada arah
yang telah ditetapkan disebut “aksis polar” (polar axis). Jarak dari suatu kutub disebut radial
coordinate atau radius, dan sudutnya disebut angular coordinate, polar angle, atau azimuth.

Konversi dari atau ke koordinat Kartesius

Sebuah diagram menggambarkan hubungan antara sistem koordinat Kartesius dan polar.

Sebuah kurva dalam bidang Kartesian dapat dipetakan ke dalam koordinat polar. Dalam
animasi ini,    y=sin ( 6 x ) +2 dipetakan kepada r =sin ( 6 φ ) +2

Koordinat polar r dan φ dapat dikonversi ke dalam sistem koordinat. Kartesius x dan  y


menggunakan fungsi trigonometri sinus dan kosinus:

x=r cos φ
y=r sin φ

Koordinat Kartesian x dan y dapat dikonversi ke dalam koordinat. polar r  dan φ 


dengan  r ≥ 0 dan φ dalam interval (−π, π] dengan:

r =√ x 2 + y 2 atau

φ=a tan2( y , x)

di mana atan-antan merupakan variasi umum pada fungsi arctangent yang di


definisikan sebagai :

Nilai φ di atas adalah principal value dari fungsi bilangan kompleks argument yang


diterapkan pada x+iy. Suatu sudut dalam rentang [0, 2π) dapat diperoleh dengan
menambahkan 2π pada nilai sudut itu jika nilainya negatif.

Titik-titik dalam sistem


koordinat polar dengan
kutub/pole O dan aksis polar L.
Warna hijau: titik dengan
koordinat radial 3 dan koordinat
angular 60 derajat, atau (3,60°).
Warna biru: titik (4,210°).

Sejarah Sistem Koordinat Polar

Konsep sudut dan jari-jari sudah digunakan oleh manusia sejak zaman purba, paling
tidak pada milenium pertama SM. Astronom dan astrolog Yunani, Hipparchus, (190–120
SM) menciptakan tabel fungsi chord dengan menyatakan panjang chord bagi setiap sudut,
dan ada rujukan mengenai penggunaan koordinat polar olehnya untuk menentukan posisi
bintang-bintang. Dalam karyanya On Spirals, Archimedes menyatakan Archimedean spiral,
suatu fungsi yang jari-jarinya tergantung dari sudut. Namun, karya-karya Yunani tidak
berkembang sampai ke suatu sistem koordinat sepenuhnya. Dari abad ke-8 M dan seterusnya,
para astronom mengembangkan metode untuk menghitung arah ke Mekkah (kiblat)— dan
jaraknya — dari semua lokasi di bumi.

Kaidah Sistem Koordinat Polar

Sebuah grid polar dengan beberapa sudut yang diberi label dalam derajat.

Koordinat radial

Koordinat radial sering dilambangkan dengan r, dan koordinat angular dilambangkan


dengan φ, θ, atau t. Koordinat angular ditetapkan sebagai φ oleh standar ISO 31-11.

Sudut dalam notasi polar

Sudut dalam notasi polar biasanya dinyatakan dalam derajat atau radian (2π rad sama dengan


to 360°). Derajat biasanya digunakan dalam navigasi, surveying, dan banyak bidang,
sementara radian lebih umum dalam matematika dan fisika. Dalam banyak konteks, suatu
koordinat angular positif berarti sudut φ diukur berlawanan dengan jarum jam dari aksis.
Dalam literatur matematika, aksis polar sering digambar horizontal dan mengarah ke kanan.

Contoh Soal dan Jawaban Koordinat Polar (sistem koordinat kutub)

1. Mengubah atau Mengkonversi Koordinat Polar ke Koordinat Kartesius


Koordinat kartesius dari titik (10, 315°) adalah…
a. (-5, -5√2)
b. (-5, 5√2).
c. (5√2, 5√2)
d. (5√2, -5√2)
e. (5, -5√2)

Jawab : D

» Sudut 315° (kuadran IV) —–> (x, -y)


» Dari pilihan jawaban di atas maka kemungkinan jawabannya D atau E
» (r, α) ——> (10, 315°)

x = 10 .cos 315°
x = 10 . ½√2
x = 5√2

y = 10 .sin 315°
y = 10 . -½√2
y = -5√2
Jadi koordinat kartesiusnya adalah (5√2, -5√2)

2. Mengubah atau Mengkonversi Koordinat Kartesius ke Koordinat Polar.


Koordinat kutup dari titik (-6, 6√3) adalah…
a. (12, 30°)
b. (12, 60°)
c. (12, 90°)
d. (12, 120°)
e. (12, 210°)

Jawab : D
Cara biasa
r² = (-6)² + (6√3)²
r² = 36 + 108
r² = 144
r = 12

a = arc tan (6√3) / -6


a = arc tan -√3
a = 120°
Jadi koordinat kutubnya adalah (12, 120°)

2. Sistem Koordianat Silinder


Sebuah sistem koordinat silinder adalah sistem koordinat tiga dimensi yang
menentukan posisi titik dengan jarak dari sumbu referensi yang dipilih, arah dari sumbu
relatif ke arah referensi yang dipilih, dan jarak dari memilih referensi bidang yang tegak lurus
dengan sumbu. Jarak kedua diberikan sebagai angka positif atau negatif tergantung pada sisi
mana dari pesawat referensi menghadapi titik.

Asal dari sistem ini adalah titik di mana semua tiga koordinat dapat diberikan sebagai
nol. Ini adalah persimpangan antara bidang referensi dan sumbu.

Sumbu adalah berbagai disebut sumbu silinder atau longitudinal, untuk membedakannya dari
sumbu kutub, yang merupakan sinar yang terletak pada bidang referensi, mulai dari asal dan
menunjuk ke arah referensi.

Jarak dari sumbu dapat disebut jarak radial atau radius, sedangkan sudut koordinat
kadang-kadang disebut sebagai posisi sudut atau sebagai azimuth. Jari-jari dan azimut
bersama-sama disebut koordinat kutub, karena mereka sesuai dengan sistem koordinat polar
dua dimensi pada bidang melalui titik, sejajar dengan bidang referensi. Ketiga koordinat
dapat disebut posisi membujur ketinggian atau altitude (jika bidang acuan dianggap
horisontal), atau posisi aksial.

Hal ini kadang-kadang disebut "koordinat polar silinder" dan "koordinat silinder
polar", dan kadang-kadang digunakan untuk menentukan posisi bintang di galaksi
("galactocentric koordinat polar silinder").

Silinder →
Dalam hal koordinat Kartesian
Cartesian (x,y,z) Kartesian→Silinder
koordinat silinder dinyatakan sebagai:

x=ρ cos φ ρ= √ x 2 + y 2
y
y= ρsin φ φ=tg−1
x
z=z z=z
Dimana  ,  ,  , dan invers tangen must harus sesuai yang
didefinisikan untuk mengambil kuadran yang benar dari (x,y) dalam perhitungan

Dalam istilah  ,  , dan 

atau

dengan

Sebuah vektor Cartesian diberikan dalam koordinat silinder oleh:


Kecepatan dapat diperoleh dengan persamaan :
d ŕ d
v́= = ( r r^ + z z^ )
dt dt

Percepatan benda dalam sistem koordinat silinder

d v́ d dr dθ ^ dz
á= = (
dt dt dt
r^ +r θ+
dt dt
z^ )
d 2 r ^ dr d r^ dr dθ ^ d 2 θ ^ dθ d θ^ d 2 z ^
¿ r+ + θ+ r 2 θ+r + z
dt2 dt dt dt dt dt dt dt d t 2

d 2 r ^ dr dθ ^ d 2 θ ^ dθ 2 ^ d 2 z ^
¿
dt2
r + 2
dt dt
θ+r
dt2
θ−r
dt ( )
r+ 2 z
dt

d2 r 2
dθ dr dθ d2 θ ^ d 2 z ^
¿ ( dt 2 ( )) (
−r
dt
r^ + 2
dt dt dt )
+r 2 θ+
d t2
z

Aplikasi Koordinat Silinder

Koordinat silinder berguna sehubungan dengan benda-benda dan fenomena yang memiliki
beberapa simetri rotasi pada sumbu longitudinal, seperti :
 Aliran air dalam pipa lurus dengan putaran penampang

 Distribusi panas dalam silinder logam

 Medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus listrik dalam panjang dan kawat lurus

Contoh Soal

1. (3,3,5) menyatakan letak titik P pada ruang dalam koordinat kartesius. Ubah dan
Nyatakan letak titik P dalam koordinat silinder.
Jawab
Koordinat kartesius dan koordinat silinder dinyatakan dalam hubungan
y
2 2 2 tan θ=
x=r cos θ , y=r cos θ , z= z , x + y =r dan x
sehingga:

r= √ 32 +32 =√ 18=3 √ 2
3 π
tan θ= =1 atau θ=arctan 1=
3 4

Jadi koordinat silinder dari (3,3,5) adalah


(3 √ 2, π4 , 5)
2.
(6 , π6 ,−2) menyatakan letak titik Q pada ruang dalam koordinat silinder. Ubah dan Nyatakan
letak titik Q dalam koordinat kartesius.
Jawab
Koordinat kartesius dan koordinat silinder dinyatakan dalam hubungan
y
2 2 2 tan θ=
x=r cos θ , y=r cos θ , z= z , x + y =r dan x
sehingga:

π 3
x=6 cos =6 . √ =3 √3
6 2
π 1
y=6 sin =6 . =3
6 2
π
Jadi koordinat kartesius
( 6 , ,−2
6 ) adalah ( 3 √3 ,3,−2 )

3. Sistem Koordinat Bola

Koordinat bola, juga disebut koordinat kutub bola (Walton 1967, Arfken 1985),
adalah sistem koordinat lengkung yang alami untuk menggambarkan posisi pada bola atau
spheroid. Tentukan theta menjadi sudut azimut dalam xy dari sumbu x dengan 0 <= theta
<2pi (dilambangkan lambda ketika disebut sebagai bujur), phi sebagai sudut polar (juga
dikenal sebagai sudut zenith dan colatitude , dengan phi = 90 derajat-delta di mana delta
lintang) dari positif sumbu z dengan 0 <= phi <= pi, dan r menjadi jarak (radius) dari titik ke
asal. Ini adalah konvensi yang biasa digunakan dalam matematika.

Mengikuti konvensi matematika, simbol untuk radial, azimuth, zenith dan koordinat
sudut yang diambil sebagai r, theta, dan phi, masing-masing. Perhatikan bahwa definisi ini
menyediakan perpanjangan logis dari notasi koordinat polar biasa, dengan theta tersisa sudut
di xy dan phi menjadi sudut keluar dari pesawat. Satu-satunya pengecualian untuk konvensi
ini dalam pekerjaan ini adalah harmonik bola, di mana konvensi yang digunakan dalam
literatur fisika dipertahankan.
.

Hubungannya dengan variabel-variabel dalam sistem koordinat kartesian adalah

x=r sin θ cosφ

y=r sin θ sin φ

z=r cos θ

Gradient pada koordinat bola adalah:

Vektor posisi pada koordinat bola adalah:

^ y ^j+ z k^
ŕ =x i+

^ r sinθ sin φ ^j+ r cos θ k^


¿ r sin θ cosφ i+

^
¿ r ( sin θ cosφ i+sin θ sin φ ^j+cos θ k^ )

¿ r r^
Kecepatanbenda dalam sistem koordinat bola adalah:

dr dθ ^ dφ
v́=
dt (
r^ +r
dt
θ+ sinθ φ^
dt )
Ini diperoleh dari penurunan persamaan posisi terhadap waktu pada koordinat bola sebagai
berikut:

d ŕ d
v́= = (r r^ )
dt dt

dr d r^
¿ r^ +r
dt dt

dimana

d r^ d r^ dθ d r^ dφ
= +
dt dθ dt dφ dt

d
¿ ( sinθ cosφ i^ +sin θ sin φ ^j+ cos θ k^ ) dθ + d ( sin θ cosφ i^ +sin θ sin φ ^j +cos θ k^ ) dφ
dθ dt dφ dt

¿¿

dθ ^ dφ
¿ θ+ ¿
dt dt

Dan dari urain kecepatan,maka diperoleh percepatan pada koordinat ini adalah:

d v́ d dr dθ ^ dφ
á= =
dt dt dt (
r^ +r θ+
dt
r sinθ
dt
φ^ )
d2 r dθ 2 2
d2θ 2
dφ dr dθ
¿ ( dt 2
+ ( )
r
dt ( )) (
−r sin 2 θ
dt
r^ + 2
dt dt
+r 2 −sin θ cos θ
dt ( ) )θ+^ (2 sin θ drdt dφdt +2 r cos θ drdt dφdt + rsinθ d

dt

Aplikasi Koordinat Bola


Sistem koordinat bola digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis
lintang dan garis bujur

Contoh Soal

(8 , π3 , 23π ) menyatakan letak titik W dalam koordinat bola. Ubah dan nyatakan letak
titik W dalam koordinat kartesius dan koordinat silinder.
Jawab
Koordinat kartesius, koordinat silinder dan koordinat bola mempunyai hubungan sebagai
berikut:

r= ρ sin φ atau r=√ x2 + y 2


θ= θ
z=ρ cosφ
x=ρ sin φ cosθ
y=ρ sin φ sin θ
ρ= √ x 2 + y 2 +z 2

sehingga dari titik


(8 , π3 , 23π ) diketahui
ρ=8 ,θ=
π
3
dan φ=

3
dan diperoleh
2π π √3 1 =2 3
x=8 sin
3( )( )
cos =8 .
3 2 2

2π π √3 √3
y=8 sin sin =8 . ( )( )=6
3 3 2 2
2π 1
z=8 cos
3 ( )
=8 − =−4
2
2π √3 =4 3 atau r= x2 + y 2 = ( 2 3 )2+62= 48=4 3
r= ρ sin
3
=8
2( )√ √ √ √ √ √
π 2π
Jadi koordinat kartesius
( 8, ,
3 3 ) adalah ( 2 √3,6,−4)) , dan koordinat silinder

(8 , π3 , 23π ) adalah (4 √3 , π3 ,−4) .

4. KINEMATIKA PADA BERBAGAI KOORDINAT

Vektor adalah besaran yang ditentukan oleh besar dan arahnya. Dalam aplikasinya
vector selalu menempati ruang. Untuk menjelaskan fenomena vector di dalam ruang dapat
digunakan bantuan system koordinat untuk menjelaskan besar dan arah vector. Ada banyak
sistem koordinat yang dikembangkan seperti Koordinat Cartesian, koordinat Silindris,
koordinat bola.Titik A digambarkan dalam 3 buah koordinat:

 Koordinat cartesian = (x, y, z)


 koordinat silindris = (r, ϕ , z )
 koordinat bola = (r,θ , ϕ )

1. Koordinat Cartesian
Koordinat kartesian digunakan untuk menyatakan suatu benda yang memiliki
bentuk siku seperti garis lurus, bidang datar siku dan ruang siku-siku. Bentuk-bentuk
siku akan mudah digambarkan dalam koordinat kartesius baik 2 dimensi maupun 3
dimensi.
1) Koordinat Kartesius 2 Dimensi
Dalam koordinat kartesius 2 dimensi terdiri dari 2 sumbu yaitu sumbu
horizontal (mendatar) yaitu sumbu x dan sumbu tegak (vertical) yaitu sumbu
y.

Koordinat kartesius 2 dimensi digunakan untuk menggambarkan objek 1


dimensi dan 2 dimensi. Contoh objek satu dimensi yaitu garis baik garis lurus maupun
garis lengkung. Sedangkan contoh objek 2 dimensi yaitu bidang datar. Objek 1
dimensi dan 2 dimensi dapat digambarkan pada koordinat 3 dimensi dengan baik,
sedangkan untuk objek 3 dimensi harus digambarkan pada koordinat 3 dimensi.
a. Kinematika Koordinat Kartesius 2 Dimensi
Seperti yang kita ketahui dalam kinematika dipelajari gerak tanpa
memperhatikan gaya yang menyebabkannya. Sehingga pada
kinematika dalam koordinat kartesian atau kartesius yang akan
meninjau posisi, kecepatan dan percepatan dalam dua dimensi.
Posisi partikel dalam bidang XY dapat digambarkan dalam
koordinat (x,y) atau dalam vector posisi r = (x,y). Gerak titik P pada
bidang XY digambarkan dengan menyatakan y sebagai fungsi x atau
sebaliknya.
y= y ( x ) ; x=x ( y )
atau akan lebih baik menyatakan persamaan tersebut dalam bentuk
relasi antara x dan y, misalnya
f ( x , y )−0
Sebagai contoh partikel bergerak dalam bentuk lingkaran dapat
digambarkan dengan persamaan
x 2+ y 2−a2
dengan a adalah jari− jari lingkaran

Letak materi ( partikel) dalam system koordinat dapat


dinyatakan sebagai bentuk vector posisi. Letak titik A dapat dinyatakan
dengan persamaan vector,
R=xi+ yj

Kecepatan dan percepatan partikel dengan komponen – komponennya


adalah

2) Koordinat Kartesius 3 Dimensi


Koordinat kartesius 3 dimensi digunakan untuk menggambarkan suatu objek
baik 1 dimensi, 2 dimensi maupun 3 dimensi. Koordinat kartesius 3 dimensi
mempunyai 3 sumbu koordinat yaitu sumbu x, y, dan z. Untuk lebih jelasnya silahkan
perhatikan gambar berikut :
Sudut yang dibentuk antar sumbu koordinat adalah 90º atau dengan kata lain
sumbu x tegak lurus dengan sumbu y dan sumbu z, demikian juga sumbu y tegak
lurus dengan sumbu x dan z dan juga sumbu z tegak lurus dengan sumbu x dan sumbu
y.

a. Kinematika Kartesius 3 Dimensi


Vektor posisi waktu (t)
Letak materi ( partikel) dalam system koordinat dapat
dinyatakan sebagai bentuk vector posisi. Letak titik A dapat dinyatakan
dengan persamaan vector,
R=xi+ yj+ zk
Vektor posisi Kecepatan

Vektor posisi Percepatan

Jadi Didapat Besar Percepatannya adalah

2. Koordinat silindris
Tidak semua benda mempunyai bentuk siku-siku seperti balok, kubus, bujur
sangkar, dan bentuk-bentuk siku lainnya. Benda-benda seperti tabung, botol, pipa,
tampat sampah, kerucut memiliki bentuk lingkaran dengan simetri yang khas. Bentuk-
bentuk seperti ini akan susah untuk digambarkan pada koordinat kartesius karena
simetri lingkaran sulit untuk digambarkan.
Atas dasar inilah muncullah ide untuk mengembangkan system koordinat
untuk benda-benda seperti ini yaitu dengan membuat koordinat silinder. Koordinat
silinder terdiri dari 3 sumbu koordinat yaitu koordinat r, f, dan z.

Tiga Unit vektor satuan sumbu r,ɸ,dan z adalah sebagai berikut :

Ar = r aɸ = ɸ az = z
|ar|= 1 |aɸ| = 1 |az|= 1

Dengan operasi sebagai berikut :


ar x aɸ = az aɸ x ar = -az
aɸ x az = ar az x az = -ar
az x ar = aɸ ar x az = -aɸ

Konversi dari koordinat silinder ke koordinat kartesius adalah sebagai berikut :


x = r cos ɸ, y = r sin ɸ, z = z

Konversi dari koordinat kartesius ke silinder adalah sebagai berikut :


r =√ x 2 + y 2 ; r ≥ 0
y
ɸ=tan −1( )
x
komponen vektor ditransformasikan dengan menggunakan tabel perkalian titik
sebagai berikut:

Sehingga didapat
Z=Z
Contoh visualisi penggambaran objek dalam koordinat silinder untuk kasus, r
konstan, Dari gambar ini dapat dibayangkan kirakira suatu objek yang menempati
koordinat silinder akan seperti pada gambar di bawah ini

3. Koordinat Polar Bola


Koordinat bola digunakan untuk menyatakan suatu objek yang mempunyai
bentuk simetri bola. Sebagai contoh adalah bumi yang kita tempati. Posisi atau
kedudukan objek-objek yang berada dibumi akan sulit dijelaskan dengan koordinat
kartesius maupun tabung karena bentuk bumi yang bundar. Oleh karena itu digunakan
system koordinat bola agar mudah dibayangkan. Untuk menyatakan besaran vektor,
koordinat bola menggunakan 3 sumbu koordinat yaitu r,θ , dan f.

Vektor satuan dalam arah r, θ, ɸ :

 aR = R                            aθ = θ                             aɸ = ɸ


 |aR|= 1                      |aθ|= 1                           |aɸ|= 1

Dengan opersi sebagai berikut :

 AR x aθ = aɸ                             aθ x aR = -aZ


 aθ x aɸ = aR                              aɸ x aθ = -aR
 aɸ x aR = aθ                              aR x aɸ = -aθ

Vektor pada koordinat bola dapat dinyatakan dengan

A = aR AR + aθAθ +aɸAɸ

a. Kinematika koordinat polar bola

Hubungan antara koordinat polar dengan koordinat kartesian tersebut adalah :

x=r cos θ ; y=r sin θ

Hubungan kebalikannya r =¿

y x x
θ=tan −1( )=cos−1
x (√ 2
x +y 2)=sin−2
(√ x + y2
2 )
Jarak diukur r dari titik pusat O dengan θ dari sumbu x berlawanan arah jarum jam vector
satuan i^ dan ^j dalam koordinat kartesius . dua vector satuan dalam koordinat polar, saling
~
tegak lurus satu sama lain yaitu r A yang menunjukkan titik P dalam arah pertambahan
~
sepanjang r dan θ A dalam arah pertambahan
~ ~
Vektor satuan r A dan θ A dengan vector satuan satuan i^ dan ^j dihubungkan sebuhi relasi

Kita diferensialkan persamaan tadi ke θ

Sehingga ,
Kecepatan menggunakan koordinat polar

Karena r^ =r^ (θ)

d r^ d r^ d θ ^
Kita dapat menuliskan = . =θ θ̇
dt d θ dt

Sehingga v=r^ r +r˙ θ^ θ̇

Percepatan partikel dinyatakan dengan

Terdapat dua komponen percepatan yaitu radial dan angular

Konversi koordinat bola ke koordinat kartesian:


X = R sin θ cos ɸ
Y = R sin θ sin ɸ
Z = R cos θ