Anda di halaman 1dari 15

PERIODISASI PERKEMBANGAN MANUSIA

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu : Asmaul Husna, M.Pd.

Disusun Oleh :
Dini Rahma Aulia 19106011095
Khuswatun Khasanah 19106011111
Muarofah 19106011226

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“Hakikat Kebenaran Ilmiah” ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Selain itu, makalah ini juga bertujuan
untuk menambah wawasan tentang periodisasi perkembangan manusia bagi para
pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Asmaul Husna, M.Pd.,


selaku dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang telah
memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni. Kami juga mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan
demi kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 11 April 2020

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................2
DAFTAR ISI.......................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................4
A. Latar Belakang...............................................................................................4
B. Rumusan Masalah..........................................................................................4
C. Tujuan.............................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................5
A. Pengertian Periodisasi Perkembangan Manusia.............................................5
B. Periodisasi Berdasarkan Biologis...................................................................5
C. Periodisasi Berdasarkan Didaktis...................................................................8
D. Periodisasi Berdasarkan Psikologis................................................................10
BAB III PENUTUP............................................................................................14
A. Kesimpulan.....................................................................................................14
B. Saran...............................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................15

3
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari
perkembangan grafik kehidupan jasmaniah maupun rohaniah ataupun
kejiwaan manusia dari semenjak lahir, anak – anak, remaja, dewasa hingga
tua, dimana setiap fase memiliki cirri – cirri khas tersendiri. Periodisasi
perkembangan adalah pembagian seluruh masa perkembangan seseorang ke
dalam periode – periode tertentu, dengan hal itu maka kami ingin membahas
dan akan memaparkan tentang hal – hal yang terjadi dalam periodisasi pada
perkembangan baik secara biologis, didaktis, serta psikologis. Yang mana hal
itu masih belum diketahui oleh banyak orang dikarenakan kurangnya
pengetahuan serta pemahaman mengenai hal tersebut. Diharapkan dengan
disajikannya makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan
terhadap periodisasi perkembangan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Periodisasi Perkembanga Manusia?
2. Apa yang dimaksud dengan Periode Berdasarkan Biologis?
3. Apa yang dimaksud dengan Periode Berdasarkan Didaktis?
4. Apa yang dimaksud dengan Periode Berdasarkan Psiokologis?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud periodisasi perkembangan manusia.
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud periode berdasarkan biologis.
3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud periode berdasarkan didaktis.
4. Untuk mengetahui apa yang dimaksud periode berdasarkan psikologis.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Periodisasi Perkembangan Manusia


Fase perkembangan adalah pembagian atau periodisasi rentang
kehidupan manusia yang ditandai oleh ciri-ciri atau pola-pola tingkah laku
tertentu. Meskipun masing-masing anak mempunyai masa perkembangan
yang berlainan satu sama lain, apabila dipandang secara umum, terdapat cirri-
ciri perkembangan yang hampir sama antara anak yang satu dengan lainnya.
Secara garis besar, para ahli memberikan periodisasi/tahapan didasarkan
periodisasi biologis, didaktis, dan psikologis. 1
Jadi pembagian periode atau fase perkembangan pada anak kedalam
masa-masa perkembangan yang ditandai dengan pola tingkah laku tertentu ini
hanya untuk mempermudah mempelajari dan memahami jiwa anak dari sisi
biologis, didaktis, dan psikologis.

B. Periodisasi Berdasarkan Biologis


Periode perkembangan ini didasarkan pada perubahan fungsi fisik
atau perubahan proses biologis tertentu. 2 Dapat juga dikatakan dengan proses
pertumbuhan tertentu pada anak. Tokoh yang berpendapat demikian antara
lain:
1. Aristoteles (384-322 SM) membagi masa perkembangan menjadi tiga dari
usia 0 sampai 21 tahun, dimana setiap periode memiliki masa 7 tahun,
yaitu:
a. Periode anak kecil atau masa bermain (0-7) tahun, yang diakhiri dengan
tanggal (pergantian) gigi.
b. Periode anak sekolah atau masa belajar (7-14) tahun, yang dimulai dari
tumbuhnya gigi sampai timbulnya gejala berfungsinya kelenjar-kelenjar
kelamin.

1
Desnita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Bandung: PT Rem aja Rosda Karya, 2009),
hlm. 20
2
Moh. Kasiram, Ilmu Jiwa Perkembangan Bagian Ilmu Jiwa Anak (Surabaya: Usaha Nasiaonal,
tt), hlm.43.

5
c. Periode remaja (pubertasi) atau masa peralihan dari anak menjadi
dewasa (14-21) tahun, yang dimulai dari bekerjanya kelenjar-kelenjar
kelamin sampai memasuki masa dewasa.3
2. Sigmund Freud, mendasarkan pembagiannya pada reaksi-reaksi bagian
tubuh tertentu. Fase-fase tersebut adalah sebagai berikut:
a. Fase infatile, umur 0-5 tahun. Fase ini dibedakan menjadi 3 yaitu :
1) Fase oral (0-1) tahun, masa ini mulut merupakan sentral pokok
keaktifan yang dinamis.
2) Fase anal (1-3) tahun, dorongan dan tahanan berpusat pada alat
pembuangan kotoran.
3) Fase phalis (3-5) tahun, fase ini alat kelamin merupakan daerah
organ paling perasa.4
b. Fase latent, umur 5-12 tahun
Pada fase ini anak tampak dalam keadaan tenang, setelah terjadi
gelombang dan badai (strum and drang) pada tiga fase pertama. Pada
fase ini, desakan seksual anak mengendur. Anak dengan mudah
melupakan desakan seksualnya dan mengalihkan perhatiannya dalam
masalah-masalah yang berkaitan dengan sekolah dan teman sejenisnya.
Meskipun energi seksualnya terus berjalan, tetapi fase ini diarahkan
pada masalah-masalah sosial dan membangun benteng yang kokoh
melawan seksualitas.5
c. Fase pubertas, umur (12-18) tahun
Dalam fase ini dorongan-dorongan mulai muncul kembali dan
apabila dorongan-dorongan ini dapat ditransfer dan disublimasikan
dengan baik, anak akan sampai pada masa kematangan terakhir yaitu
fase genital.6

3
Desnita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Bandung: PT Rem aja Rosda Karya, 2009),
hlm. 21
4
Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang Hidup” (Ponorogo:
STAIN Po PRESS, 2014), hlm.52.
5
Desnita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Bandung: PT Rem aja Rosda Karya, 2009),
hlm. 21
6
Desnita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Bandung: PT Rem aja Rosda Karya, 2009),
hlm. 21

6
d. Fase genital, umur (18-20) tahun
Pada fase ini dorongan seksual yang pada fase latent bisa
dikatakan tidur, kini berkobar kembali dan mulai sungguh-sungguh
tertarik pada lawan jenis.7
3. Maria Montessori, membagi tingkat-tingkat perkembangan anak berazas
pokok pada azas kebutuhan vital (masa peka) dan azas kesibukan sendiri.
Tingkat-tingkat perkembangan tersebut sebagai berikut:
a. Periode I, umur 0-7 tahun yaitu periode penangkapan dan pengenalan
dunia luar denga panca indera.
b. Periode II, umur 7-12 tahun yaitu periode abstrak dimana anak mulai
menilai perbuatan manusia atas dasar baik dan buruk dan mulai
timbulnya insan kamil.
c. Periode III, umur 12-18 tahun yaitu periode penemuan diri dan
kepekaan sosial.
d. Periode IV, umur 18 tahun ke atas yaitu periode pendidikan perguruan
tinggi.8
4. Elisabeth Hurlock, membagi perkembangan individu berdasarkan konsep
biologis atas lima fase:
a. Tahap I : fase prenatal (sebelum lahir) terhitung mulai masa konsepsi
sampai proses kelahiran yaitu sampai sekitar sembilan bulan.
b. Tahap II : infancy (bayi baru lahir) terhitung sejak lahir sampai pada
usia 10-14 hari.
c. Tahap III : babyhood (bayi) mulai dari 14 hari sampai 2 tahun.
d. Tahap IV : childhood (kanak-kanak) mulai dari 2 tahun sampai masa
remaja (puber).
e. Tahap V : adolescene (remaja) mulai 11 atau 13 tahun sampai 21 tahun.
Yang dibagi atas tiga masa, yaitu:
1) Pre-adolscene, pada umumnya wanita usia 11-13 tahun, sedangkan
pria lebih lambat dari itu.
2) Early adolescene, pada usia 16-17 tahun.
7
Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang Hidup” (Ponorogo: STAIN
Po PRESS, 2014), hlm.52.
8
Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang Hidup” (Ponorogo:
STAIN Po PRESS, 2014), hlm.52.

7
3) Late adolescene, masa perkembangan yang terakhir hingga masa
kuliah.9
5. Sumiati Ahmad Muhammad, membagi periodisasi biologis secara lebih
lengkap yaitu kedalam tujuh tahap, sebagai berikut:
a. Tahap I : mulai dari 0-1 tahun disebut masa bayi.
b. Tahap II : mulai dari 1-6 tahun disebut masa prasekolah.
c. Tahap III : mulai dari 6-10 tahun disebut masa sekolah.
d. Tahap IV : mulai dari 10-20 tahun disebut masa pubertas.
e. Tahap V : mulai 20-40 tahun disebut masa dewasa.
f. Tahap VI : mulai 40-60 tahun disebut masa setengah umur
(pranesium).
g. Tahap VII : mulai 60 tahun ke atas, disebut masa lanjut usia (senium).10
Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa secara
umum periode perkembangan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis adalah
sama. Tujuan adanya pembagian fase-fase tersebut untuk memberikan
pengetahuan mengenai perubahan fungsi tubuh untuk si anak maupun orang
tua.
C. Periodisasi Berdasarkan Didaktis
Dasar didaktis digunakan oleh para ahli dapat digolongkan ke dalam
dua kategori yaitu apa yang harus diberikan kepada anak didik pada masa
tertentu dan bagaimana caranya mengajar atau menyajikan pengalaman
belajar kepada anak didik pada masa tertentu. Kedua hal tersebut dilakukan
secara bersamaan.11
Jadi dasar yang digunakan pada fase ini adalah materi dan
bagaimana mendidik anak pada masa-masa tertentu. Para ahli yang
memberikan penahapan perkembangan didaktis atau intruksional ini adalah
Johann Amos Comenius dan JJ. Rosseu.
1. Johan Amos Comenius, seorang ahli di Moravia. Ia membagi fase
perkembangan berdasarkan tingkat sekolah yang diduduki anak sesuai
9
Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Bandung: PT Remaja Rosda Karya,
2000), hlm.27.
10
Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Bandung: PT Remaja Rosda Karya,
2000), hlm.28.
11
Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Bandung: PT Remaja Rosda Karya,
2000), hlm.28.

8
dengan tingkat usia dan menurut bahasa yang dipelajrinya di sekolah.
Pembagian fase tersebut adalah :
a. Sekolah ibu, umur 0-6 tahun. Merupakan masa mengembangkan alat-
alat indera dan memperoleh pengetahuan dasar di bawah asuhan ibunya
di lingkungan keluarga.
b. Sekolah bahasa ibu, umur 6-12 tahun. Merupakan masa anak
mengembangkan daya ingatnya di bawah pendidikan sekolah rendah.
Pada masa ini mulai diajarkan bahasa ibu.
c. Sekolah bahasa latin, umur 12-18 tahun. Merupakan masa
mengembangkan daya pikirnya di bawah pendidikan sekolah
menengah. Pada masa ini mulai diajarkan bahasa latin sebagai bahasa
asing.
d. Sekolah tinggi untuk pemuda-pemudi usia 18-24 tahun, merupakan
masa mengembangkan kemauannya dan memilih lapangan hidup yang
berlangsung di bawah perguruan tinggi.12
2. JJ. Rosseu, membagi menjadi empat tahapan perkembangan yaitu:
a. Tahap I : 0-2 tahun usia asuhan.
b. Tahap II : 2-12 tahun masa pendidikan jasmani dan latihan panca
indera.
c. Tahap III : 12-15 tahun periode pendidikana akal.
d. Tahap IV : 15-20 tahun periode pendidikan watak dan pendidikan
agama.13
3. Jean Peaget pernah melakukan penelitian mengenai fase-fase
perkembangan dikaitkan dengan terjadinya perubahan umur yang
mempengaruhi kemampuan belajar. Peaget membagi perkembangan
menjadi empat fase berikut ini:
a. Fase sensorik motorik
Aktivitas kognitif didasarkan pada pengalaman langsung panca indera.
Aktivitas belum menggunakan bahasa, sedangkan pemahaman
intelektual muncul di akhir fase ini.
12
Desnita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Bandung: PT Rem aja Rosda Karya, 2009),
hlm.23.
13
Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini : Pengantar Dalam Segala Aspeknya (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2011), hlm.22

9
b. Fase pra operasional
Anak tidak lagi terikat pada lingkungan sensorik, kesanggupan
meyimpan tanggapan bertambah besar. Anak suka meniru orang lain
dan mampu menerima khayalan dan suka bercerita tentang hal-hal yang
fantastis dan sebagainya.
c. Fase operasi konkrit
Pada fase ini anak mulai berfikir logis, bentuk aktivitas dapat
ditemukan dengan peraturan yang berlaku. Karena anak masih harfiah
sesuai dengan tugas-tugas yang diberikan padanya.
d. Fase operasi formal
Anak telah mampu mengembangkan pola-pola piker formal, telah
mampu berfikir logis, rasional, dan bahkan abstrak. Telah mampu
menangkap arti simbolis, kiasan, dan menyimpulkan suatu berita.14
Dari beberapan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
pembagian berdasarkan konsep didaktis ini bertujuan untuk memudahkan
pembagian tahapan-tahapan usia anak dalam ruang lingkup pendidikan agar
orang tua atau siapapun yang berperan dalam proses pendidikan si anak dapat
memaksimalkan kemampuan intelektual anak dalam masa-masa tertentu
dengan pendidikan dan pengajaran yang baik dan benar.
D. Periodisasi Berdasarkan Psikologis
Periode ini didasarkan pada keadaan dan ciri khas kejiwaan anak pada suatu
masa.15 Para tokoh yang berpendapat demikian antaranya adalah berikut ini:
1. Oswald Kroch, menemukan bahwa setiap anak dalam masa
perkembangannya mengalami keguncangan-keguncangan psikis yang
disebut sebagai masa Trotz (trotzalter)16. Periode perkembangannya
disusun sebagai berikut:
a. Fase anak awal : umur 0-3 tahun. Pada akhir fase ini terjadi trots
pertama, yang ditandai dengan anak serba membantah atau menentang
orang lain. Hal ini disebabkan mulai timbulnya kesadaran akan
14
Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang Hidup” (Ponorogo:
STAIN Po PRESS, 2014), hlm.55.
15
Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang Hidup” (Ponorogo:
STAIN Po PRESS, 2014), hlm.55.
16
Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang Hidup” (Ponorogo:
STAIN Po PRESS, 2014), hlm.56.

10
kemampuannya untuk berkemauan, sehingga ia ingin menguji
kemauannya itu.
b. Fase keserasian sekolah : umur 3-13 tahun. Pada akhir fase ini terjadi
trotz kedua, dimana anak mulai serba membantah lagi, suka menentang
kepada orang lain terutama orang tuanya. Gejala ini sebenarnya
merupakan gejala yang biasa, sebagai akibat kesadaran fisiknya, sifat
berfikir yang dirasa lebih maju daripada orang lain, keyakinan yang
dianggapnya benar dan sebagainya, tetapi yang dirasakan sebagai
guncangan.
c. Fase kematangan : umur 13-21 tahun yaitu mulai setelah berakhirnya
gejala-gejala trotz kedua. Anak mulai menyadari kekurangan-
kekurangan dan kelebihan-kelebihannya, yang dihadapi dengan sikap
yang sewajarnya. Ia mulai dapat menghargai pendapat orang lain, dapat
memberikan toleransi terhadap keyakinan orang lain, karena menyadari
bahwa orang lainpun mempunyai hak yang sama. Masa inilah yang
merupakan masa bangkitnya atau terbentuknya kepribadian menuju
kemantapan.17
2. Khonstamm, ia membagi fase perkembangan dilihat dari sisi pendidikan
dan tujuan luhur umat manusia menjadi lima fase, yaitu:
a. Periode vital : 0-1,5 tahun, disebut juga fasea menyusu.
b. Periode estetis : umur 1,5-7 tahun, disebut juga fase pencoba dan fase
bermain.
c. Periode intelektual : umur 7-14 tahun, disebut juga masa sekolah.
d. Periode sosial : umur 14-21 tahun, disebut juga masa remaja.
e. Periode matang : umur 21 tahun ke atas, disebut juga periode dewasa.18
3. Robert J. Havighurst, menyebutkan fase-fase perkembangan dari anak
sampai tua, sebagai berikut:
a. Infancy and early childhood (masa prasekolah) yaitu usia 0-6 tahun.
b. Midle childhood (masa sekolah) yaitu usia 6-12 tahun.
c. Adolescene (masa remaja) yaitu usia 12-18 tahun.
17
Desnita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Bandung: PT Rem aja Rosda Karya, 2009),
hlm.24.
18
Desnita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Bandung: PT Rem aja Rosda Karya, 2009),
hlm.24-25.

11
d. Early adulthood (masa awal dewasa) yaitu usia 18-30 tahun.
e. Midle age (masa dewasa lanjut) yaitu usia 30-50 tahun.
f. Old age (masa tua sampai meninggal dunia) yaitu usia 50 tahun keatas19
4. Charlotte Buhler, mengemukakan masa perkembangan anak dan pemuda
sebagai berikut:
a. Masa pertama
Usia 0-1 tahun. Pada masa ini anak berlatih mengenal dunia lingkungan
dengan berbagai macam gerakan. Pada waktu lahirnya ia mengalami
dunia tersendiri yang tak ada hubungannya dengan lingkungannya.
Perangsang-perangsang luar hanya sebagian kecil yang dapat
disambutnya. Pada masa ini terdapat dua perstiwa penting yaitu belajar
berjalan dan berbicara.
b. Masa kedua
Usia 2-4 tahun. Keadaan dunia luar makin dikuasai dan dikenalnya
melalui bermain, kemajuan bahasa, dan pertumbuhan serta kemaunnya.
Dunia dilihat dan dinilainya menurut keadaan dan sifat batinnya. Semua
binatang dan benda mati disamakan dengan dirinya. Bila ia berusia 3
tahun ia akan mengalami krisis pertama (trotzalter I)
c. Masa ketiga
Usia 5-8 tahun. Keinginan bermain berkembang menjadi semangat
bekerja dan rasa tanggung jawab terhadapat perkejaan semakin tinggi,
demikian pula rasa sosialnya. Pandangan terhadap dunia sekaligusnya
ditinjau dan diterima secara objektif.
d. Masa keempat
Usia 9-13 tahun. Keinginan maju dan memahami kenyataan mencapai
puncaknya. Pertumbuhan jasmani sangat subur, kondisi kejiwaannya
tampak tenang. Ketika usia 12-13 tahun (bagi perempuan) dan usia 13-
14 tahun (bagi laki-laki), mereka mengalami masa krisis dalam proses
perkembangannya. Pada masa ini mulai timbul kritik terhadap diri
sendiri, disertai berbagai pertentangan yang timbul dengan dunia
lingkungan.

Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang Hidup” (Ponorogo:


19

STAIN Po PRESS, 2014), hlm.56.

12
e. Masa kelima
Usia 14-19 tahun (masa pubertas mencapai kematangan). Pada awal
masa pubertas anak kelihatan lebih subjektif. Kemampuan dan
kesadaran dirinya terus meningkat yang hal ini mempengaruhi sifat-
sifat dan tingkah lakunya. Anak yang berada pada masa puber selalu
merasa gelisah karena mereka sedang mengalami sturm and drung
(ingin memberontak, gemar mengeritik, suka menentang, dsb). Pada
akhir masa pubertas yaitu sekitar usia 17 tahun anak mulai mencapai
perpaduan (sintesis), berjat keseimbangan antara dirinya dengan
pengaruh dunia lingkungan. Pertanda bahwa remajaa masuk pada usia
matang yaitu mereka membentuk pribadi, menerima norma-norma
budaya, dan kehidupan pasca keseimbangan diri.20
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari
pembagian periode perkembangan berdasarkan psikologis adalah untuk
mengetahui ciri-ciri kejiwaan yang menonjol pada masa tertentu yang dapat
mempengaruhi kemampuan belajar anak, serta bagaimana cara anak dalam
menyikapi permasalan yang menentukan tingkat kematangan pola fikir anak.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Fase perkembangan adalah pembagian atau periodisasi rentang
kehidupan manusia yang ditandai oleh ciri-ciri atau pola-pola tingkah laku
tertentu. Secara garis besar, para ahli memberikan periodisasi/tahapan
didasarkan periodisasi biologis, didaktis, dan psikologis. Secara umum
periode perkembangan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis adalah sama.

Elfi Yuliani Rochmah, Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang Hidup” (Ponorogo:


20

STAIN Po PRESS, 2014), hlm.57-58.

13
Tujuan adanya pembagian fase-fase tersebut untuk memberikan pengetahuan
mengenai perubahan fungsi tubuh untuk si anak maupun orang tua.
Pembagian berdasarkan konsep didaktis bertujuan untuk memudahkan
pembagian tahapan-tahapan usia anak dalam ruang lingkup pendidikan agar
orang tua atau siapapun yang berperan dalam proses pendidikan si anak dapat
memaksimalkan kemampuan intelektual anak dalam masa-masa tertentu
dengan pendidikan dan pengajaran yang baik dan benar. Tujuan dari
pembagian periode perkembangan berdasarkan psikologis adalah untuk
mengetahui ciri-ciri kejiwaan yang menonjol pada masa tertentu yang dapat
mempengaruhi kemampuan belajar anak, serta bagaimana cara anak dalam
menyikapi permasalan yang menentukan tingkat kematangan pola fikir anak.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalh ini masih
banyak terdapat kesalahan isi maupun penulisan. Untuk itu penulis
mengharap kritik dan saran yang membangun agar dapat penulis jadikan
acuan untuk pembuatan makalah yang lebih baik kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Desnita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja


Rosda Karya.
Kasiram, Moh. tt. Ilmu Jiwa Perkembangan Bagian Ilmu Jiwa Anak. Surabaya:
Usaha Nasional.
Rochmah, Elfi Yulia. 2014. Psikologi Perkembangan “Sepanjang Rentang
Hidup”. Ponorogo: STAIN Po PRESS.

14
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar Dalam Segala
Aspeknya. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Yusuf, Syamsu. 2000. Psikologi Anak Dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosda
Karya.

15