Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK REVIEW

KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PENDIDIKAN

Dosen Pengampu: Drs Jasper Simanjuntak,.M.Pd.

Santa Murni A. Situmorang,.S.E.M.Pd

DI

OLEH :

Nama :Elvida Rahayu Sgn

Nim :1173313022

Kelas :B Reguler

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,saya
panjatkan puja dan puji syukur kehadirat-NYA,yang telah melimpahkan rahmat,hidayah,dan
inayah-NYA kepada kita semua,sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan
kepada saya.

Ada pun yang menjadi judul tugas ini “Critical Book Review”.Tujuan saya menulis makalah ini
memenuhi tugas dari dosen saya ” Drs Jasper Simanjuntak,.M.Pd. dan Santa Murni A.
Situmorang,.S.E.M.Pd. ”, dalam mata kuliah “Komunikasi Efektif Dalam Pendidikan” telah saya
susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat melancar
pembuatan tulisan ini.

Terlepas dari semua itu,saya menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan, oleh
karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya
dapat memperbaiki tulisan ini.

Mudah-mudahan dengan adanya pembuatan tugas ini dapat bermanfaat berupa ilmu
pengetahuan yang baik bagi penulis maupun pembaca.Akhir kata Saya ucapkan terimakasih pada
pembaca atas perhatiannya.

Medan,12 Mei 2020

Elvida Rahayu Sgn

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1
A. Latar Belakang.................................................................................................1
B. Tujuan..............................................................................................................1
C. Manfaat............................................................................................................1
BAB II   PEMBAHASAN..................................................................................2
A. Identitas Buku Utama......................................................................................2
B. Ringkasan Isi Buku.........................................................................................3
C. Penilaian Terhadap Buku................................................................................11
BAB III PENUTUP...........................................................................................12
A. Kesimpulan.....................................................................................................12
B. Saran...............................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Buku berjudul “Pengantar Ilmu Komunikasi” yang ditulis oleh saudari “Nurani
Soyomukti “ ini merupakan salah satu sumbangsih yang berarti dalam rangka memberikan
pengetahuan, pemahaman dan wawasan akan proses komunikasi yang efektif. Dengan adanya
buku ini dapat memberikan pelajaran akan pertukaran informasi atau pesan antara dua orang
saja. Komunikasi juga dapat melibatkan banyak orang, misalnya saja kelompok, organisasi, atau
rakyat. Komunikasi juga digunakan sebagai media antar-budaya.
Salah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan komunikasi efektif dalam pendidikan
dengan beberapa teori-teori para ahli mengenai komunikator (penyampai pesan ) maupun
sebagai komunikan (penerima pesan), termasuk juga akan menentukan bagaimana dan seberapa
besar kekuatan media yang akan dibuat.
Oleh karena itu pendidik dan guru harus mengetahui cara menerapkan komunikasi yang
efektif dalam pendidikan yang baik dan benar berdasarkan teori para ahli untuk peningkatan
kualitas generasi masa mendatang sehingga diperoleh anak-anak yang berkualitas.

B. Tujuan
Critical Book Report ini bertujuan :
1. Mengulas isi buku Pengantar Ilmu Komunikasi

C. Manfaat
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Efektif Dalam Pendidikan
2. Untuk lebih mengetahui dan memahami Pengantar Ilmu Komunikasi

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Identitas Buku
Buku Utama
 Judul Buku : Pengantar Ilmu Komunikasi
 Pengarang : Nurani Soyomukti
 Penerbit : AR-RUZZ MEDIA
 Tahun terbit : 2012
 Kota Terbit : Jogjakarta
 ISBN : 978-979-25-4812-9
 Halaman/ukuran : 380 hlm, 14 X 21 cm

2
B. Ringkasan Isi Buku

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

BAB I HAKIKAT ILMU KOMUNIKASI


Tanpa adanya komunikasi, sejarah peradaban manusia tak akan dapat maju sebagaimana
tak ada hubungan yang memungkinkan informasi /pesan dapat dibagi kepada orang lain yang
membuat informasi/wawasan/pesan dapat tersampaikan. Sejak manusia hadir dalam kehidupan,
sejak itu pula terjadi proses pertukaran ide, informasi, gagasan, keterangan, imbauan,
permohonan, saran, usul, bahkan perintah. Dengan itu pula, informasi atau pengetahuan yang
ditemukan oleh seseorang atau kelompok manusia dapat diterima banyak orang dan pada
akhirnya persepsi terhadap suatu hal mampu membuat masyarakat memahaminya secara
bersama-sama.
Komunikasi merupakan gejala yang ada sejak manusia berinteraksi satu sama lain dalam
rangka memenuhi kebutuhan hidup dan mengembangkannya, diwarnai dengan berbagai
hubungan kekuasaan. Perkembangan fenomena komunikasi dengan demikian tergantung sejauh
mana perkembangan sumber komunikasi, yaitu pesan dan informasi (pengetahuan yang ada pada
masyarakat), hingga media (teknologi komunikasi) yang ada. Mulai dari penggunaan daun
lontar, menggunakan jasa kurir, burung merpati untuk berkirim surat, hingga penggunaan
teknologi yang sudah terbuat dari mesin elektronik dan seluler seperti sekarang ini, gejala
komunikasi berkembang seiring dengan kemajuan pada ranah teknologi.

BAB II DEFINISI DAN HAKIKAT KOMUNIKASI


Pengertian komunikasi berasal dari bahasa Latin communis, yang berarti ‘membuat
kebersamaan’ atau ‘membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih’. Akar kata communis
adalah communico, yang artinya ‘berbagi’. Dalam hal ini, yang dibagi adalah pemahaman
bersama melalui pertukaran pesan . Komunikasi sebagai kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris,
communicate, berarti Untuk bertukar pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan informasi, Untuk
menjadikan paham (tahu), Untuk membuat sama; dan Untuk mempunyai sebuah hubungan yang
simpatik. Sedangkan, dalam kata benda (noun), communication, berarti Pertukaran simbol ,
pesan -pesan yang sama, dan informasi, Proses pertukaran di antara individu-individu melalui
sistem simbol-simbol yang sama, Seni untuk mengekspresikan gagasan-gagasan; dan Ilmu

3
pengetahuan tentang pengiriman informasi. Adapun Unsur-Unsur Komunikasi yaitu Pengirim
pesan, Penerima pesan, Pesan, Saluran Komunikasi dan Media Komunikasi, Efek komunikasi .
Komunikasi sebagai Aktivitas Simbolis dan Pertukaran Makna Manusia memiliki makna karena
ia tidak hanya sebagai objek kehidupan atau situasi sosial, tetapi juga menjadi subjek bagi
dirinya dalam menjalani sesuatu. Manusia berinteraksi dengan dirinya. Ketika dia berkomunikasi
dengan dirinya, dia bisa menjadi subjek dan sekaligus objek. Manusia berpikir, yang berarti juga
berbicara kepada diri sendiri, sama seperti ketika berbicara dengan orang lain. Percakapan
dengan diri sendiri sebagian besar dilakukan dengan diam. Tanpa diri sendiri, manusia tidak
akan mampu berkomunikasi dengan orang lain sebab hanya dengan itu, komunikasi yang
efektifvdengan orang lain bisa terjadi.
Komunikator Humanistik sebagai komunikator memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
Personal dan unik, yaitu bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki kepribadian
(personalitas) yang hadir dalam karakter individu, yang dapat dilihat dalam tindakan,
penampilan, dan pembicaraan serta Aktif, yaitu bahwa manusia adalah agen aktif bagi dirinya
dengan keinginan dan pikirannya yang menyampaikan pesan -pesan dan melakukan komunikasi
dengan orang lain Komunikasi Manusia yang Terganggu Vs Komunikasi yang Efektif Karena
komunikasi didorong oleh suatu motif , ia memiliki tujuan-tujuan tertentu serta fungsi -fungsi
tertentu. Ketika kita bicara dengan orang lain, kita bermaksud untuk membuat orang lain itu
bertingkah laku atau bertindak sesuai apa yang kita inginkan. Juga, ada hal lain yang ingin kita
capai, misalnya, agar kita dimengerti oleh orang lain atau mengubah pemahaman orang lain
tentang kita.
Secara umum, fungsi -fungsi komunikasi adalah Mencapai pengertian satu sama lain
Membina kepercayaan, Mengoordinasi tindakan, Merencanakan strategi; Melakukan pembagian
pekerjaan; dan Berbagi rasa. Fungsi itu tak selamanya berjalan dengan baik. Artinya, proses
komunikasi juga sering tidak berjalan dengan baik, terhambat, dan justru macet alias tidak
berjalan. Gangguan adalah faktor yang memengaruhi informasi yang disampaikan kepada
penerima atau mengalihkan dari penerimaan tersebut. Secara umum, ada dua jenis gangguan
dalam komunikasi: Gangguan teknis, yaitu gangguan yang menyangkut hambatan yang ada pada
saluran komunikasi yang menjadi media antara komunikator dan komunikan (penerima pesan ),
yang menyebabkan pesan tidak sampai dan Gangguan semantik, yaitu gangguan yang berkaitan
dengan maslah pemahaman yang berbeda tentang makna dari simbol.

4
BAB III KOMUNIKASI INTRA-PERSONAL

Komunikasi intrapribadi atau Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau


pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan suatu subyek
yang tidak tampak (misalkan Tuhan). Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal
secara aktif dari individu dalam proses simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi
pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses
internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi
yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis, seperti
persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh
komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka
seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini
diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang
mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun objek.
Proses komunikasi intrapersonal yang kita bahas di atas juga merupakan proses
pengolahan informasi ini, yang meliputi sensasi, persepsi , memori , dan proses berpikir. Sensasi
adalah proses menangkap stimulan dan merupakan tahap paling awal dalam proses penerimaan
informasi. Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang
diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dalam komunikasi
intrapersonal, pentingnya peranan memori. Setiap ada rangsangan dari luar yang masuk lewat
indra kita, secara sadar atau tidak, ia akan direkam oleh kita. Komunikasi dalam diri yang
kondusif akan melahirkan pribadi yang kreatif. Banyak yang beranggapan bahwa komunikasi
intra-personal terutama berpikir (baik yang autistik maupun realistis), akan mendukung
kecerdasan kreatif ini. Berpikir Kritis sebagai tindakan komunikasi intrapersonal adalah orang
yang banyak merenung, refl ektif, evaluatif, dan tidak mudah menerima suatu hal yang datang
dari luar.

5
BAB IV KOMUNIKASI INTER-PERSONAL

Komunikasi antar-pribadi (interpersonal communication) pada hakikatnya adalah


interaksi antara seorang individu dan individu lainnya tempat lambang -lambang pesan secara
efektif digunakan, terutama dalam hal komunikasi antar-manusia menggunakan bahasa.
Komunikasi antarpribadi lebih efektif berlangsung jika berjalan secara dialogis, yaitu antara dua
orang saling menyampaikan dan memberi pesan secara timbal balik. Dengan komunikasi
dialogis, berarti terjadi interaksi yang hidup karena masing-masing dapat berfungsi secara
bersama, baik sebagai pendengar maupun pembicara. Keduanya memasukkan pesan dan
informasi, keduanya saling memberi dan menerima. Kemungkinan munculnya pengertian
bersama (mutual understanding ) dan empati lebih besar karena keduanya saling berada
berdekatan, bisa melihat mimik muka, tatapan mata, serta bahasa tubuh. Karena kedekatan ini,
juga terjadi empati dan rasa saling menghormati—bukan karena perbedaan ekonomi, melainkan
masing-masing adalah manusia yang tampak di hadapan mata.
Hubungan Komunikasi Intrapersonal dengan Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal)
Tidak mudah berbicara dengan orang lain, tetapi juga tidak enak rasanya jika hanya
mendengarkan saat kita sedang bertemu dan berdekatan dengan orang. Terlalu banyak diam bisa
divonis bodoh atau tidak punya bahan untuk dibicarakan yang biasanya identic dengan
pengetahuan yang sedikit dan kurang wawasan. Situasi untuk diam dan tak banyak bicara
memang tak akan menimbulkan masalah jika kita tidak punya kepentingan dengan orang tersebut
meskipun kita divonis kurang ekspresif alias cuek pada orang lain. Selain itu, proses komunikasi
intra-personal menuju interpersonal itu dilancarkan oleh situasi yang ada. Kita perlu
menyampaikan pesan pada orang lain saat kita sangat menginginkannya, bahkan saking inginnya
Anda menyampaikan pesan kepada orang lain, Anda akan memilih tindakan yang paling efektif
dan bermakna dalam menyampaikan pesan tersebut. Komunikasi intra-personal, seperti
membiarkan kegagalan mengungkapkan sesuatu dan kegagalan kebutuhan yang menimbulkan
tindakan berbicara pada diri sendiri, memang bukan semata-mata suatu hal yang negatif. Yang
jelas ia bisa berefek positif atau negatif. Positifnya tidak jarang melahirkan pemikiran kritis , refl
ektif, dan evaluatif yang sering disalurkan dalam karya dan mengasah proses berpikir yang kaya.
Akan tetapi, negatifnya adalah melemahkan jiwa, membiasakan diri pasrah, dan melatih menjadi
minder dan kadang bisa membuat orang menutup diri, dan yang jelas butuh saluran.

6
BAB V KOMUNIKASI KELOMPOK DAN KOMUNIKASI ORGANISASI

Komunikasi Kelompok yaitu jika jumlah pelaku komunikasi lebih dari tiga orang,
cenderung dianggap komunikasi kelompok kecil atau lazim disebut komunikasi kelompok saja.
Sedangkan, komunikasi kelompok besar biasa disebut sebagai komunikasi publik atau
komunikasi massa . Jumlah manusia pelaku komunikasi dalam komunikasi kelompok, besar atau
kecilnya, tidak ditentukan secara matematis, tetapi tergantung pada ikatan emosional antar
anggotanya. Dalam komunikasi kelompok , komunikator relatif mengenal komunikan , dan
demikian juga antarkomunikan. Bentuk komunikasi kelompok kecil , misalnya pertemuan, rapat,
dan lain-lain. Komunikasi kelompok kecil pasti melibatkan komunikasi antar-pribadi sehingga
teori komunikasi antarpribadi juga berlaku disini.
Komunikasi Organisasi adalah bentuk kelompok karena di dalamnya ada orang-orang
yang berkumpul. dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan. Istilah
“organisasi” berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harfiah berarti ‘paduan dari
bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung’. Di antara para ahli, ada yang
menyebut paduan itu sebagai “sistem”, ada juga yang menamakannya “sarana”. Fungsi penting
komunikasi organisasi, menurut Brent D. RaRuben, antara lain: Mengoordinasikan aktivitas
individu, kelompok , atau unit-unit lain dalam organisasi; Memberikan pengarahan organisasi
secara keseluruhan; Memfasilitasi pertukaran informasi dalam organisasi; dan Menjamin adanya
arus timbal balik (two-way fl ow information) antara organisasi dan lingkungan eksternal (luar)
organisasi. Ada beberapa Arah Aliran Informasi yaitu 1. Komunikasi ke bawah adalah informasi
mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah. 2.
Komunikasi ke atas dalam organisasi merupakan jenis informasi yang mengalir dari tingkat yang
lebih rendah (bawahan) ke tingkat yang lebih tinggi (atasan). 3. Komunikasi horizontal
merupakan komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang posisinya setara. 4.
Komunikasi lintas saluran merupakan penyampaian informasi rekan sejawat yang melewati
batas-batas fungsional dengan individu yang tidak menduduki posisi atasan maupun bawahan
mereka.5. Informasi informal muncul bukan dari sumber-sumber formal. Itu kejadian yang
sering terjadi. Informasi informal juga sering muncul justru karena jarang terjadi atau dilakukan
komunikasi formal dalam sebuah organisasi

7
BAB VI KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi massa adalah salah satu konteks komunikasi antar-manusia yang sangat
besar peranannya dalam perubahan sosial atau masyarakat. Dalam komunikasi massa , umpan
balik relatif tidak ada atau bersifat tunda. Hal ini terjadi karena banyaknya jumlah massa dan
media komunikasi yang membutuhkan proses persiapan dan teknik penyampaian pesan.
Komunikator cenderung sulit mengetahui umpan balik komunikan dengan segera. Untuk
mengetahuinya, biasanya harus dilakukan survei atau penelitian. Di dalam komunikasi massa,
terjadi pula komunikasi organisasi , komunikasi kelompok besar ataupun kecil, komunikasi
antarpribadi, dan komunikasi intrapribadi. Model Komunikasi Massa yaitu 1. Model Jarum
Hipodermis (Hypodermic Needle Model), 2. Model Komunikasi Satu Tahap (One-Step Flow
Model) adalah saluran media massa berkomunikasi langsung dengan massa komunikan tanpa
berlalunya suatu pesan melalui orang lain, tetapi pesan tersebut tidak mencapai semua
komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada setiap individu komunikan. 3. Model
Komunikasi Dua Tahap (Two-Step Flow Model) seperti media cetak dan radio diterima oleh
orang-orang yang memiliki ketokohan, kemudian tokoh ini meneruskannya kepada
masyarakat.4. Model Komunikasi Tahap Ganda (Multi-Step Flow Model) adalah penyebaran
informasi terjadi secara berurutan dan terjadi pada banyak situasi komunikasi. Jenis-Jenis Media
Massa yaitu Media cetak , seperti surat kabar, Media Audio seperti radio, Media Audio-Visual ,
misalnya TV.

8
BAB VII KOMUNIKASI ANTAR-BUDAYA DAN PROSES SALING MEMAHAMI
UNTUK MENCEGAH KONLFIK SOSIAL

Komunikasi antar-budaya atau komunikasi lintas-budaya (intercultural communication)


merupakan kajian yang tak bisa diabaikan begitu saja di era sekarang ini, era ketika konfl ik dan
kekerasan menjadi gejala yang sifatnya semakin meluas. Berbagai peristiwa kekerasan dan
gerakan yang membawa ideologi perlawanan secara umum menunjukkan bahwa perasaan
kememadaian yang terlalu besar terhadap kelompok budayanya menjadi pelicin bagi antar
kelompok di masyarakat dalam pergaulan dalam negara-bangsa maupun antar-negara
(internasional).
Komunikasi antar-budaya (KAB) adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang
yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnis, atau sosioekonomi, atau gabungan
dari semua perbedaan ini). Komunikasi antarbudaya terjadi bila produsen pesan adalah anggota
suatu budaya dan penerima pesannya adalah anggota suatu budaya lainnya. Kebudayaan sering
diistilahkan sebagai kesenian , padahal arti sebenarnya jauh melampaui hal itu. Mungkin karena
ketika berbicara tentang budaya, yang ada dalam pikiran kita adalah pergaulan manusia yang
indah, mengingat manusia itu berbeda dengan binatang karena sering mengungkapkan diri
dengan simbol -simbol. Ungkapan melalui simbol-simbol inilah yang biasanya identik dengan
kesenian. Jika dilihat sifat-sifatnya yang dinamis dan selalu berubah, yang mengalami difusi,
asimilasi, dan akulturasi, jelas kebudayaan merupakan suatu yang akan terus berkembang.
Perkembangan itu hanya mungkin terjadi karena adanya interaksi antara sesama manusia, yang
salah satunya melalui kegiatan komunikasi antara manusia yang memiliki budaya yang berbeda.
Di sinilah, komunikasi antar-budaya merupakan suatu bagian yang akan terus ada sebagai gejala
dalam kehidupan manusia. Jadi, secara umum dapat kita katakan bahwa jika ada dua atau lebih
manusia yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, disitu pasti terjadi proses
komunikasi antar-budaya. Proses komunikasi tersebut melibatkan pertukaran atau penyampaian
pesan berupa nilai-nilai budaya yang berbeda, yang efeknya bisa melahirkan perubahan budaya
bagi salah satu pihak atau terjadi peleburan yang membuat masing-masing latar belakang budaya
bisa mewarnai keduanya.
Di tengah-tengah arus globalisasi sekarang ini, konfl ik antar-budaya, terorisme, dan
kekerasan memang bukan lagi gejala yang aneh. Pertikaian politik atas nama budaya dan

9
penindasan ekonomi menyebabkan masyarakat terbelah ke dalam sekat-sekat yang membatasi
hubungan sosial dan kolektivitas umat manusia. Hal itulah yang membuat diskursus
multikulturalisme relevan untuk dibicarakan. Ada berbagai penyebab historis yang menjadikan
keretakan itu, hingga paham monokultural yang berupa semangat yang anti-demokrasi, seperti
sentimen antar-suku, agama, dan bangsa semakin meningkat. Di dalamnya, terdapat klaim-klaim
sempit tentang kebenaran (truth-claims) dan klaim-klaim validitas (validity-claims) yang
menyempitkan pengalamannya itu yang menjadi energi dahsyat dalam menjelmakan tragedi
dalam hubungan antar-manusia.

10
C.Penilaian Terhadap Buku
 Kelemahan Buku Utama
 Didalam buku ini kurang membahas tindakan yang di lakukan guru untuk meningkatkan
komunikasi yang efekektif yang mengalami gangguan dalam berkomunikasi.
 Materi/ topik pembahasan di dalam buku ini ada penulis menggulang-ulang pembahasan di
setiap bab buku sehingga membuat pembaca merasa binggung materi yang mana yang benar.
 Didalam buku ini tidak adanya evaluasi atau pertanyaan yang diberikan kepada pembaca agar
memicu/ menambah rasa ingin tahu seberapa jauh kemampuan yang sudah dimiliki pembaca
dalam mengerjakan pertanyaan yang diberikan oleh penulis.
 Didalam buku memiliki 372 halaman dan tidak adanya kesimpulan dari setiap bab sehingga
membuat para pembaca merasa bosan.

 Kelebihan Buku Utama

 Mengemukakan dalam materi secara rincih mengenai teori-teori komunikasi dan tahap
pengembangan komunikasi dan memberikan penjelasan akan sejarah perkembangan
komunikasi dari zaman ke zaman sehingga dapat menjadi refrensi baru akan proses media
komunikasi dan penerapan komunikasi yang akan diterapkaan dalam kehidupan sehari-hari.
 Isi buku dilengkapi dengan ISBN serta didalam buku ini penulis melampirkan riwayat hidup
dan pembahasan yang diberikan disertai dengan contoh-contoh sehingga mempermudah
pembaca untuk memahami materi yang disampaikan.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Komunikasi merupakan gejala yang ada sejak manusia berinteraksi satu sama lain dalam
rangka memenuhi kebutuhan hidup dan mengembangkannya, diwarnai dengan berbagai
hubungan kekuasaan. Perkembangan fenomena komunikasi dengan demikian tergantung sejauh
mana perkembangan sumber komunikasi, yaitu pesan dan informasi (pengetahuan yang ada pada
masyarakat), hingga media (teknologi komunikasi) yang ada. Mulai dari penggunaan daun
lontar, menggunakan jasa kurir, burung merpati untuk berkirim surat, hingga penggunaan
teknologi yang sudah terbuat dari mesin elektronik dan seluler seperti sekarang ini, gejala
komunikasi berkembang seiring dengan kemajuan pada ranah teknologi.
Adapun Unsur-Unsur Komunikasi yaitu Pengirim pesan, Penerima pesan, Pesan, Saluran
Komunikasi dan Media Komunikasi, Efek komunikasi . Komunikasi sebagai Aktivitas Simbolis
dan Pertukaran Makna Manusia memiliki makna karena ia tidak hanya sebagai objek kehidupan
atau situasi sosial, tetapi juga menjadi subjek bagi dirinya dalam menjalani sesuatu. Manusia
berinteraksi dengan dirinya. Ketika dia berkomunikasi dengan dirinya, dia bisa menjadi subjek
dan sekaligus objek. Manusia berpikir, yang berarti juga berbicara kepada diri sendiri, sama
seperti ketika berbicara dengan orang lain. Percakapan dengan diri sendiri sebagian besar
dilakukan dengan diam. Komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang
terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka
sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada
dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan
ataupun objek.

B. Saran
Melalui “ Critical Book Reveiw “ ini, memberikan pemahaman bagi calon guru dan guru,
yang ingin mengetahui secara lebih mendalam tentang Ilmu Komunikasi. Di setiap sekolah agar
bisa menerapkan untuk menghasilkan generasi yang berguna bagi Bangsa dan Negara.

12
DAFTAR PUSTAKA

Soyomukti. Nurani.2012. Pengantar Ilmu Komunikasi . Yogjakarta. AR-RUZZ MEDIA.

Buku Utama

13