Anda di halaman 1dari 56

MAKALAH

PENGELOLAAN KEUANGAN SUATU PERUSAHAAN SELAMA


MASA PANDEMI COVID 19
STUDY KASUS : PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL
Tbk
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Akuntansi Keuangan Menengah 2

Disusun oleh:
Nama : Fauzi Fitrah Ramdan
NPM : 24022118173
Kelas :A
Prodi : S1 Akuntansi

UNIVERSITAS GARUT
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II
2020
KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan dan keikhlasan penulis panjatkan puji serta syukur kehadirat
Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Tugas Makalah yang berjudul “PENGELOLAAN KEUANGAN SUATU
PERUSAHAAN DALAM MASA PANDEMI COVID 19 (STUDY KASUS : PT INDUSTRI
JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL Tbk)".
Dalam menyusun tugas ini, saya banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan banyak terimakasih kepada:
1. Abdul Fatah Hassanudin S.E., M.E, selaku dosen Mata Kuliah Akuntansi Keuangan
Menengah 2
2. Rekan-rekan semua di kelas Akuntansi A
3. Orang tua yang selalu mendukung, mendoakan dan memberikan bantuan baik moril
maupun materil
4. Seluruh teman-teman yang banyak membantu saya
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Makalah ini masih jauh dalam
kesempurnaan, hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kesulitan yang dihadapi
penulis. Namun berkat bimbingan dan petunjuk dari dosen yang telah tulus dan ikhlas
memberikan do’a, mendidik dan memberikan dukungan moril maupun material yang tak
terhingga, maka keterbatasan dan kesulitan itu dapat teratasi.
Dengan segala harapan semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat baik untuk
penulis, pembaca, dan segala pihak. Permohonan maaf penulis ucapkan karena dalam
penulisan Makalah ini maasih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu dengan terbuka
menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun. Semoga Allah SWT senantiasa
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aaamiin.

Garut, Juni 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ ii

DAFTAR IS............................................................................................................................. iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................ 2
1.3 Maksud Dan Tujuan............................................................................................. 2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Covid 19............................................................................................................... 3
2.2 Pengelolaan Keuangan (Manajemen Keuangan) ................................................. 3
BAB 3 PEMBAHASAN
3.1 Manajemen Keuangan.......................................................................................... 4
3.1.1 Pengertian Manajemen Keuangan ............................................................... 4
3.1.2 Fungsi Manajemen Keuangan ..................................................................... 4
3.2 Peran Manajemen Keuangan ............................................................................... 5
3.2.1 Peran Manajemen Keuangan ....................................................................... 5
3.2.2 Tugas Manajer Keuangan ............................................................................ 5
3.2.3 Tanggung Jawab Manajer Keuangan ........................................................... 6
3.3 Penganggaran Modal ........................................................................................... 7
3.3.1 Istilah-istilah Dalam Capital Budgeting ...................................................... 8
3.3.2 Metode Penilaian Investasi .......................................................................... 8
3.4 Tujuan Manajemen Keuangan ............................................................................. 10
3.5 Prinsip Manajemen Keuangan.............................................................................. 12
3.6 Kinerja Keuangan................................................................................................. 13
3.6.1 Pengertian Kinerja Keuangan....................................................................... 13
3.6.2 Pengkuran Kinerja Keuangan ...................................................................... 14
3.6.3 Tujuan Pengukuran Kinerja ......................................................................... 15
3.6.4 Manfaat Pengukuran Kinerja ....................................................................... 16
3.7 Laporan Keuangan .............................................................................................. 17
3.7.1 Pengertian Laporan Keuangan .................................................................. 17
3.7.2 Bentuk Laporan Keuangan ....................................................................... 18
3.7.3 Analisis Laporan Keuangan ...................................................................... 22
3.7.4 Jenis Laporan Keuangan ........................................................................... 25
3.8 EVA (Economic Value Added)............................................................................ 31

iii
3.8.1 Perhitungan EVA ...................................................................................... 31
3.8.2 Tolak Ukur EVA ...................................................................................... 32
3.8.3 Strategi Menaikkan EVA .......................................................................... 32
3.8.4 Biaya Modal ............................................................................................. 32
3.8.5 Komponen Biaya Modal ........................................................................... 32
3.8.6 Struktur Modal .......................................................................................... 33
3.9 Manajemen Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Sebelum dan
Selama Pandemi Covid 19 ................................................................................. 33
3.9.1 Profil PT Sido Muncul Tbk ...................................................................... 33
3.9.2 Laporan Keuangan .................................................................................... 34
3.9.3 Kebijakan PT. Sido Muncul Selama Pandemi Covid 19............................ 41
3.10 Dampak Pandemi Corona Terhadap Laporan Keuangan dan Praktik Bisnis di
Indonesia ........................................................................................................... 42
3.10.1 Penerapan Prinsip Pelaporan Keuangan pada Masa Pandemi Covid 19... 42
3.10.2 Dampak Covid 19 Terhadap Laporan Keuangan 2019............................ 42
3.10.3 Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Praktik Bisnis dan Laporan
Keuangan .............................................................................................. 43
3.10.4 Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Penerapan PSAK 71 Instrumen
Keuanngan ............................................................................................ 44
BAB 4 PENUTUP
4.1 Simpulan ............................................................................................................. 46
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

iv
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Ekonomi merupakan suatu entitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-
hari semua orang di seluruh dunia. Kegiatan ekonomi ini di gunakan untuk memenuhi
kebutuhan dalam bertahan hidup. Ekonomi secara khusus bisa diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari rumah tangga, Ekonomi juga dapat diartikan sebagi aktivitas manusia yang
berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.
Ekonomi juga dikatakan sebagai ilmu yang menerangkan cara-cara menghasilkan,
mengedarkan, membagi serta memakai barang dan jasa dalam masyarakat sehingga
kebutuhan materi masyarakat dapat terpenuhi sebaik-baiknya. Kegiatan ekonomi dalam
masyarakat adalah mengatur urusan harta kekayaan baik yang menyangkut kepemilikkan,
pengembangan maupun distribusi.
Di dalam kegiatan ekonomi tidak akan jauh dengan namanya keuangan yang menjadi
suatu inti dalam berjalannya suatu ekonomi yang dijalankan suatu entitas, keuangan ini akan
menjadi faktor penentu apakah perusahaan akan berjalan dengan baik atau sebaliknya karena
posisi keuangan dalam berjalannya perusahaan sangat strategis. Sehingga perusahaan
membuatuhkan suatu tenaga ahli yang bisa mengakomodir dan mengelola keuangan tersebut
agar dapat digunkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut, istilah tersebut biasanya
dapat kita sebut dengan manajemen keuangan atau pengelola keuangan.
Manajemen keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen
yang hanya mengutamakan aktivitas untuk memperoleh dana saja sampai yang
mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan serta pengelolaan terhadap aktiva.
Khususnya penganilisisan sumber dana dan penggunaannya untuk merealisasikan keuntungan
maksimum bagi perusahaan tersebut.
Seorang manajemen keuangan harus memahami arus peredaran uang baik secara
eksternal maupun internal. Namun, manajemen keuangan juga berkepentingan dengan
penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan
sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer
keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan, sumber dari luar
perusahaan berasal dari pasar modal bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.

1
Mengelola keuangan juga dapat dipengaruhi faktor dari dalam maupun dari luar
perusahaan tersebut yang menyebabkan sukses nya atau lancarnya manajer keuangan dalam
mengelola keuangan perusahaan tersebut. Dalam hal ini peran penting manajer keuangann
sangat satrategis dalam berjalannya produktivitas perusahaan sehingga keuangan dapat di
kelola dengan baik dan perusahaan tidak akan mengalami kekurangan keuangan yang dapat
mempengaruhi dalam berjalannya perusahaan,
Saat ini ekonomi tengah dalam keadaan pasang surut di berbagai negara bahkan di
dalam perusahaan yang berdomisili di suatu negara, penyebab utamanya adalah penyebaran
virus covid 19 yang mengharuskan orang-orang untuk menjaga jarak antara satu sama lain.
Dampak yang dapat dirasakan adalah turunnya kemampuan konsumsi masyarakat yang
secara tidak langsung menyebabkan keuangan suatu perusahaan ikut goyah juga, sehingga
manajer keuangan dipaksa harus bekerja ekstra agar keuangan yang dimiliki perusahaan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Adapun beberapa rumusan masalah, diantaranya:
1. Apa yang dimaksud dengan keuangan?
2. Apa yang dimaksud dengan pengelolaan keuangan?
3. Apa saja yang faktor yang mempengaruhi pengelolaan keuangan suatu perusahaan?
4. Apa fungsi manajemen keuangan bagi suatu perusahaan?
5. Apa saja yang dilakukan perusahaan dalam mempertahankan manajemen keuangan
selama pandemi ini?

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN


Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah, diantaranya:
1. Untuk mengetahui apa itu keuangan dan ruang lingkupnya
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pengelolaan keuangan
3. Untuk mengetahui beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan
pengelolaan keuangan suatu perusahaan
4. Untuk mengetahui fungsi manajemen keuangan bagi suatu perusahaan
5. Untuk mengetahui kebijakan perusahaan yang dilakukan untuk mempertahankan
manajemen keuangan mereka selama pandemi covid 19?

2
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Berdasarkan judul yang penulis ambil yaitu "Kemampuan Keuangan Suatu


Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid 19 (Study Kasus : PT Industri Jamu dan
Farmasi Sido Muncul Tbk)" maka diperlukan penjelasan mengenai awal mula adanya covid
19 dan bagaimana pengaruhnya terhadap kondisi perekonomian negara khususnya
kemampuan keuangan suatu perusahaan.

2.1 Covid 19
Covid 19 atau yang sering disebut dengan coronavirus merupakan perkembangan atau
jenis terbaru dari coronavirus yang biasanya dapat menular dan menyebabkan penyakit pada
manusia dan hewan, virus ini menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan infeksi
terhadap saluran pernapasan tersebut. Virus Corona ini biasa ditemukan pada hewan malam
kelelawar. Coronavirus ini menyebabkan penyakit baru yakni Covid 19 yang dapat menular
dengan cepat, Covid 19 awalnya di temukan dan menyerang Kota Wuhan Tiongkok yang
pertamakali tidak diketahui penyakit dan penyebabnya.

2.2 Pengelolaan Keuangan ( Manajemen Keuangan )


Manajemen keuangan merupakan menajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund), dan
bagaimana menggunakan dana tersebut (Allocation of fund). Manajer keuangan
berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai
aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut.

1
BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN


3.1.1 Pengertian Manajemen Keuangan
Pengertian manajemen keuangan menurut beberapa para ahli ekonomi, yaitu:
 JF Bradley: Manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang ditujukan
untuk penggunaan model secara bijaksana dan seleksi yang seksama dari sumber
modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah mancapai
tujuannya.
 Sutrisno: Manajemen keuangan adalah sebagai semua aktivitas perusahaan dengan
usaha-usaha mendapatkan dan perusahaan dengan biaya yang murah sera usaha untuk
menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien. (2003:3)
 Liefman: Manajemen keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan
menggunakan uang untuk mendapat dan memperoleh aktiva.
 Bambang Riyanto: Manajemen keuangan merupakan keseluruhan aktivitas
perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan
dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkna beserta
usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.
Berikut ini adalah beberapa definisi dari Manajemen Keuangan, yakni:
 Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk
memperoleh sumber modal yang smurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif,
se-efisien, seproduktif mungin untuk menghasilkan laba.
 Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer
keuangan. Meskipun tugas dan tanggung jawabnya berlainan disetiap perusahaan,
tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi; keputusan tentang investasi,
pembiayan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan. (Weston dan
Copeland, 1992:2)
 Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran,
pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pendarian dan penyimpanan dana yang
dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
3.1.2 Fungsi Manajemen Keuangan

1
Perencanaan keuangan yaitu membuat rencana pemasukan dan pengeluaran serta
kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu. Penganggaran keuangan yaitu tindak lanjut
dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan. Pengelolaan
keuangan yaitu menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan
berbagai cara. Pecarian keuangan yaitu mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada
untuk operasional kegiatan perusahaan. Penyimpanan keuangan yaitu mengumpulkan dana
perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman. Pengendalian keuangan yaitu
melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
Pemerksaan keuangan yaitu melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada
agar tidak terjadi peyimpangan.
3.2 PERAN MANAJER KEUANGAN
3.2.1 Peran Manajer Keuangan
Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan Manajer Keuangan untuk
beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan
perusahaan dapat terpenuhi, investasi dalam aset-aset perusahaan dan kemampuan
mengelolanya secara bijaksana. Apabila perusahaannya dapat dikembangkan dengan baik
oleh Manajer Keuangan, maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan
juga menjadi lebih baik. Seandainya secara lebih luas dana-dana dialokasikan secara tidak
tepat, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lambat.
Dalam suatu perekonomian, efisiensi alokasi sumber-sumber daya adalah sangat
penting untuk pertumbuhan ekonomi secara optimal. Hal ini juga penting untuk menjamin
bahwa individu-individu dapat mencapai kepuasan tertinggi bagi kebutuhan-kebutuhan
pribadi mereka. Jadi, melalui investasi, pembelanjaan dan pengelolaan aset-aset secara
efisien, Manajer Keuangan memberi sumbangan terhadap pertumbuhan kekayaan perusahaan
dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
3.2.2 Tugas Manajer Keuangan
Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer
keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut : Perolehan dana dengan biaya murah,
penggunaan dana efektif dan efisien, analisis laporan keuangan, analisis lingkungan Internal
dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan khusus.
Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut lima aspek
yaitu:
 Peramalan dan perencanaan yaitu mengkoordinasi proses perencanaan yang akan
membentuk masa depan perusahaan.

1
 Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan yaitu membantu menentukan tingkat
penjualan perusahaan yang optimal, memutuskan aset spesifik yang harus diperoleh,
dan memlih cara terbaik untuk mendanai asset.
 Koordinasi dan control yaitu berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk
memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi se-efisien mungkin.
 Berinteraksi dengan pasar keuangan yaitu berimtersksi untuk mendapatkan atau
menanamkan dana perusahaan.
 Manajemen risiko yaitu bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara
keseluruhan termasuk mengidentifikasi risiko dan kemudian mengelolanya secara
efisien.
Dari kelima aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer
keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam
menjalankan fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan
keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap niali perusahaan.
3.2.3 Tanggung Jawab Manajer Keuangan
Manajer keuangan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah
dilakukannya. Ada pun keputusan keuangan yang menjadi tenaggung jawab manajer
keuangan dikelompokkan ke dalam tiha jenis:
1. Mengambil keputusan investasi/pembelanjaan aktif (Invesment Decision)
Pemilihan investasi yang diinginkan dari sekelompok kesempatan yang ada, memilih
satu atau lebih altrnatif investasi yang dinilai aling menguntungkan. Implementasi
dari allocation off funds (aktivitas penggunaan dana). Allocation off funds bisa dalam
jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka
panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap. Tercermin di sisi aktiva
(kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berupa aktiva total
yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat
dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.
2. Mengambil keputusan pendanaan/pembelanjaan pasif (financing decision)
Pemilihan berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk melakukan investasi,
memilih satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling
murah. Implementasi dari rasing of funds (aktivitas perolehan dana), meliputi
besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan

1
yang timbul karena penarikan dana tersebut. Hasil financing dicision tercermin di
sebelah kanan dari
neraca. Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi : saham
preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing)
jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang
dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji,
utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.
3. Mengambil keputusan dividen (Dividend decision)
Menyangkut masalah penentuan besarnya persentase dari laba yang akan dibayarkan
sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham, stabilitas pembayaran dividen,
pembagian saham dividen dan pembelian kembali saham-saham. Berhubungan
dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai
cash dividend.
Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham, keputusan-keputusan tersebut
harus diambil dalam kerangka tujuan yang seharusnya dipergunakan oleh perusahaan
yaitu memaksimumkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan adalah harga yang
terbentuk seandainya perusahaan dijual. Apabila perusahaan “go public” maka nilai
perusahaan akan dicerminkan oleh harga saham perusahaan tersebut. Dengan
meningkatnya nilai perusahaan, maka pemilik perusahaan menjadii lebih makmur
sehingga mereka menjadi lebih senang. Kegiatan mencari alternatif ssumber dana
menimbulkan adanya arus kas masuk, semenatara kegiatan mengalokasikan dana dan
pembayaran dividen menimnulkan arus kas kelaur, maka manajemen keuangan sering
disebut manajemen aliran (arus) kas.
3.3 PENGANGGARAN MODAL
Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan
pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipment baru untuk
memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik. Pengangaran modal
melibatkan suatu pengikat (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh
keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang. Investasi membutuhkan dana yang relatif
besar dan keterikatan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, sera
mengandung resiko. Seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkenaan
dengan pengeluaran dan jangka waktu pengemabliannya melebihi satu tahun. Termasuk
dalam kategori pengeluaran dana ini adalah pengeluaran dana untuk pembeli aktiva tetao
seperti tanah, bangunan dan peralatan lainnya.

1
3.3.1 Istilah-Istilah Dalam Capital Budgeting
 Independent projects yaitu proyek yang tidak ada kaitannya dengan proyek lainnya.
Contoh: buka bisnis salon dan bukan resto
 Mutually exclusive projects yaitu proyek-proyek yang tidak ada hubungannya tapi
terkait oleh keterbatasan dana.
 Unlimited funds yaitu proyek dengan dana yang tidak terbatas.
3.3.2 Metode Penilaian Investasi
Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi dan metode yang
mendasarkan perhitunagn atas dasar cash flow. Arus kas masuk adalah arsu kas yang masuk
dari penjualan barang dan jasa, pendapatan dividen, pendapatan bunga, dan penerimaan
operasi lainnya. Setiap usulan pengelauran modal (capita expenditure) selalu mengandung
dua macam aliran kas, yaitu: aliran kas keluar netto (net cash out flow), yaitu aliran uang
tunai yang dibutuhkan untuk investasi baru. Aliran kas masuk netto (net cash in flow), yaitu
aliran uang tunai masuk sebagai hasil dari investasi baru dan sering pula disebut net cas
proceeds.
1) Metode Average Rate of Return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu
investasi. Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan
total everage invesment. Hasil yang diperolh dinyatakan dalam persentase. Angka
inikemduian diperbandingkan tingkat keuntungan yang diisyaratkan, maka proyek
diktakan menguntungkan, apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang
diisyaratkan proyek ditolak.
Kelabihan: sederhana dan mudah dimengerti, metode ini menggunakan data akuntansi
yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan perhitungan tambahan.
Kelemahan: tidak memperhitungkan “time value of money” menitik beratkan pada
laba akuntansi dan bukan pada arus kas investasi bersangkutan merupakan pendekatan
jagka pendek dengan menggunakan angka rata-rata yang menyesatkan kurang
memperhitungkan jangka waktu investasi.
2) Metode Payback
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, karenanya
dasar yang digunakan adalah aliran kas, bukan laba. Karena itu satuan hasilnya bukan

1
persentase, tapi satu tahun waktu. Kalau periode payback ini lebih pendek daripada
yang diisyaratkan, maka proyekdikatakan menguntungkan, sedangkan kalau lebih
lama proyek ditolak.
Namun problem utamanya adalah sulitnya menentukan periode payback maksimum
yang diisyaratkan, untuk dipergunakan sebagai angka pembanding. Dalam
prakteknya, yang dipergunakan adalah payback umumnya dari perusahaan-
perusahaan yang sejenis.
Kelemahan lain dari metode ini adalah diabaikannya nilai waktu uang dan
diabaikannya akiran kas setelah periode payback. Akhirnya kelemahan pertama
diatasi oleh metode Discountes Cash Flow.
3) Metode Net Present Value
Metode ini menghitung selisih antara niali sekarang investasi dengan nilai sekarang
penerimaan-penerimaan kasbersih (operasional maupun terminal cash flow) di masa
yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih
dahulu tingkat bunga yang dianggap relevan. Apabila nilai sekarang penerimaan-
penerimaan kas bersih di masa yang akan datang lebih besar daripada nilai sekarang
investasi, maka proyek ini dikatakan menguntungkan sehingga diterima. Sedangkan
apabila nilainya kecil (NPV negatif), proyek ditolak karena tidak menguntungkan.
Metode ini cukup populer digunakan dalam penialain investasi, karena mampu
mengatasi kelemahan dar metode penilaian lain, yaitu memperhatikan nilai waktu dari
uang (tiem value of money). NPV dari suatu investasi didefinisikan sebagai
pengurangan daripresent value cash out flow (proceeds) dikurangi present value cash
out flow (outlays).

Jika Artinya Sehingga

NPV > 0 Investasi yang dilakukan Proyek bisa dijalankan


memberikan manfaat bagi
perusahaan

NPV < 0 Investasi yang dilakukan Proyek ditolak


akan mengakibatkan
kerugian bagi perusahaan

NPV = 0 Investasi yang dilakukan Kalau proyek


mengakibatkan dilaksanakan atau tidak

1
perusahaan untung dilaksanakan tidak
ataupun rugi. berpengaruh paa keuangan
perusahaan. Keputusan
harus ditetapkan dengan
menggunakan kriteria lain
misalnya dampak investasi
terhadap positioning
perusahaan

4) Metode Internal Rate of Return


Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi
dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan ks bersih di masa-masa mendatang.
Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (tingkat
keuntungan yang disyaratkan), maka investasi dikatakan menguntungkan, tetapi
apabila tingkat bunganya lebih kecil maka investasi dikatakan merugikan.
5) Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan
kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi. Apabila Profitability index
nya lebih besar daripada 1, maka proyek dikatakan menguntungkan, tetapi apabila
kuranf, maka dikatakan tidak menguntungkan. Sebagaimana metode NPV, maka
metde ini perlu menentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang akan dipergunakan.
3.4 TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai
stanar dalam memberi penilaian keefisienan yaitu:
a) Tujuan Normatif Manajemen Keuangan
Mazimization weath of stockholders atau memaksimalkan kemakmuran pemegang
saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
 Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh
dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
 Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang
mempertimbangkan faktor risiko.
 Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan
pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan

1
 Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada alira
kas daipada laba bersih dalam pengertian akuntansi.
 Tidak mengabaikan social objectives da kewajiban sosial, seperti lingkungan
eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.
b) Nilai perusahaan yang belum go publik dapat diukur dengan harga jual seandainya
perusahaan tersebut dijual
Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat
risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan sebagainya.
Indikasi nilai perusahaan adalah: Perusahaan belum/tidak go-publik: harga seandainya
perusahaan dijual dan perusahaan go-publik: harga saham yang dijual-belikan di pasar
modal. Dari indikasi tersebut dapat ditarik pengertian:
Memaksimalisasi nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalisasi laba:
Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan cara mengeluarkan saham dengan
hasil penjualan saham diinvestasikan pada deposito atau obligasi pemerintah. Dengan
cara ini dijamin laba akan besar tetapi keuntungan per lembar saham akan menurun,
karena jumlah lembar saham yang beredar bertambah, sehingga kondisi perusahaan
tidak baik.
Terminologi profit memiliki pengertian ganda, disebabkan terdapat banyak definisi
profit. Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba per-
lembarsaham (earning per share = EPS) alasannya:
 Tujuan memaksimalisasi laba tidak memperhatikan waktu dan lamanya
keuntungan yang diharapkan.
 Tidak mempertimbangkan risiko atau ketidak pastian dari keuntungan di masa
yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka
kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga
saham.
Selain itu Manajemen Keuangan juga memiliki Fungsi yang antara lain adalah:
Menetapkan Pengalokasian Dana (Investment Decision) adalah keputusan yang
diambil manajer keuangan dalam pengalokasian dana dalam bentuk investasi yang
dapat menghasilkan dana dimasa yang akan datang.
Memutuskan Alternatif Pembiayaan (Financial Decision) adalah keputusan
manajemen keuangan dalam melakukan pertimbangan dan analisis perpaduan antara

1
sumber-sumber dana yang paling ekonomis bagi perusahaan untuk mendanai
kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan operasional perusahaan
Kebijakan Dalam Pembagian Deviden (Devidend Decision) adalah keputusan
manajemen keuangan dalam menentukan besarnya proporsi laba yang akan dibagikan
kepada para pemegang saham dan proporsi dana yang akan disimpan di perushaan
sebagai laba ditahan untuk pertumbuhan perusahaan
3.5 PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan bukan hanya berkutat seputar pencatatan akuntansi. Dia
merupakan bagian penting dari manajemen program dan tidak boleh dipandang
sebagai suatu aktivitas tersendiri yang menjadi bagian pekerjaan orang keuangan.
Manajemen keuangan pada NGO lebih merupakan pemeliharaan suatu kendaraan.
Apabila kita tidak memberinya bahan bakar dan oli yang bagus serta service teratur,
maka kendaraan tersebut tidak akan berfungsi secara baik dan efisien. Lebih parah
lagi, kendaraan tersebut dapat rusak ditengah jalan dan gagal untuk mencapai tujuan
yang ditetapkan.
Dalam prakteknya, Manajemen Keuangan adalah tindakan yang diambil
dalam rangka menjaga kesehatan keuangan organisasi. Untuk itu, dalam membangun
sistem manajemen keuangan yang baik perlulah kita untuk mengidentifikasi prinsip-
prinsi manajemen keuangan yang baik. Ada 7 prinsip dari manajemen keuangan yang
harus diperhatikan.
1. Konsistensi (Consistency)
Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke
waktu. Ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi
perubahan di organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen
keuangan merupakan suatu tanda bahwa terdapat manipulasi di pengelolaan
keuangan.
2. Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum, yang melekat pada
individu, kelompok atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan
atau kewenangan yang diberikan pihak ketiga telah digunakan. NGO mempunyai
kewajiban secara operasional, moral dan hukum untuk menjelaskan semua keputusan
dan tindakan yang telah mereka ambil. Organisasi harus dapat menjelaskan
bagaimana dia menggunakan sumberdayanya dan apa yang telah dia capai sebagai
pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Semua

1
pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan
digunakan.
3. Transparasi (Transparency)
Organisasi harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya, menyediakan
informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku
kepentingan. Termasuk didalamnya, menyiapkan laporan keuangan yang akurat,
lengkap dan tepat waktu serta dapat dengan mudah diakses oleh pemangku
kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini
mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

4. Kelangsungan Hidup (Viability)


Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat stratejik maupun operasional
harus sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability)
merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manager
organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukan bagaimana
organisasi dapat melaksanakan rencana stratejiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.
5. Integritas (Integrity)
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus
mempunyai integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga
integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan.
6. Pengelolaan (Stewardship)
Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan
menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Secara praktek, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui :
berhati-hati dalam perencanaan stratejik, identifikasi resiko-resiko keuangan dan membuat
system pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.
7. Standar Akuntansi (Accounting Standard)
Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan
prinsip dan standar akuntansi yang berlaku umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di
seluruh dunia dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi.
3.6 KINERJA KEUANGAN
3.6.1 Pengertian Kinerja Keuangan

1
Kinerja perusahaan dapat dikatakan sebagai suatu usaha formal yang dilaksanakan
perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efekstivitas dari aktivitas perusahaan yang telah
dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut Sucipto (2003:6) pengertian kinerja
keuangan adalah “penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu
organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba”.
Pengukuran kinerja didefinisikan sebagai “performing measurement“, yaitu
kualifikasi dan efisiensi serta efektifitas perusahaan dalam pengoperasian bisnis selama
periode akuntansi. Dengan demikian pengertian kinerja adalah suatu usaha formal yang
dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas perusahaan
yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu (Hanafi, 2007:69).
Penilaian kinerja menurut Srimindarti (2006:34) adalah “penentuan efektivitas
operasional, organisasi, dan karyawan berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah
ditetapkan sebelumnya secara periodik”. Ada dua macam kinerja, yakni kinerja opeasional
dan kinerja keuangan. Kinerja operasional lebih ditekankan pada kepentingan internal
perusahaan seperti kinerja cabang/divisi yang diukur dengan kecepatan dan kedisiplinan.
Sedangkan kinerja keuangan lebih kepada evaluasi laporan keuangan perusahaan pada waktu
dan jangka tertentu.
Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan maka secara umum perlu dilakukan
analisis terhadap laporan keuangan, yang menurut Brigham dan Houston (2007:78)
mencakup (1) pembandingan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang
sama dan (2) evaluasi kecenderungan posisi keuangan perusahaan sepanjang waktu. Laporan
keuangan perusahaan melaporkan baik posisi perusahaan pada suatu waktu tertentu maupun
operasinya selama beberapa periode yang lalu.
Informasi mengenai kinerja perusahaan penting diketahui bagi pihak intern maupun
ekstern karena hal ini sangat bermanfaat, sehubungan dengan hal tersebut dalam SAK
dikatakan bahwa informasi kinerja perusahaan, terutama proditabilitas diperlukan untuk
meilai perubahan potensial sumber dengan ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa
depan. Infromasi fluktuasi kinerja penting untuk memprediksi kapasitas perusahaan dan
menghasilkan arus kas dan sumber daya yang ada. Di samping itu, informasi tersebut juga
berguna dalam perumusan pertimbangan tentang efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan
sumber daya.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah usaha
formal yang telah dilakukan oleh perusahaan yang dapat mengukur keberhasilan perusahaan
dalam menghasilkan laba, sehingga dapat melihat prospek, pertumbuhan, dan potensi

1
perkembangan baik perusahaan dengan mengandalkan sumber daya yang ada. Suatu
perusahaan dapat dikatakan berhasil apabila telah mencapai standar dan tujuan yang telah
ditetapkan.
3.6.2 Pengukuran Kinerja Keuangan
Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan perbaikan diatas kegiatan
operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Analisis kinerja keuangan
merupakan proses pengkajian secara kritis terhadap review data, menghitung, mengukur,
menginterprestasi, dan memberi solusi terhadap keuangan perusahaan pada suatu periode
tertentu.
Kinerja keuangan dapat dinilai dengan beberapa alat analisis. Berdasarkan tekniknya,
analisis keuangan dapat dibedakan menjadi 8 (delapan) macam, menurut Jumingan
(2006:242) yaitu:
1. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan, merupakan teknik analisis dengan cara
membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih dengan menunjukkan
perubahan, baik dalam jumlah (absolut) maupun dalam persentase (relatif).
2. Analisis Tren (tendensi posisi), merupakan teknik analisis untuk mengetahui tendensi
keadaan keuangan apakah menunjukkan kenaikan atau penurunan.
3. Analisis Persentase per-Komponen (common size), merupakan teknik analisis untuk
mengetahui persentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap keseluruhan
atau total aktiva maupun utang.
4. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, merupakan teknik analisis untuk
mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja melalui dua periode waktu
yang dibandingkan.
5. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas, merupakan teknik analisis untuk mengetahui
kondisi kas disertai sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode waktu tertentu.
6. Analisis Rasio Keuangan, merupakan teknik analisis keuangan untuk mengetahui
hubungan di antara pos tertentu dalam neraca maupun laporan laba rugi baik secara
individu maupun secara simultan.
7. Analisis Perubahan Laba Kotor, merupakan teknik analisis untuk mengetahui posisi
laba dan sebab-sebab terjadinya perubahan laba.
8. Analisis Break Even, merupakan teknik analisis untuk mengetahui tingkat penjualan
yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
3.6.3 Tujuan Pengukuran Kinerja Keuangan

1
Menurut Munawir (2012:31) menyatakan bahwa tujuan dari pengukuran kinerja
keuangan perusahaan adalah:
a) Mengetahui tingkat likuiditas
Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangan yang harus segera diselesaikan pada saat ditagih.
b) Mengetahui tingkat solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangannya apabia perusahaan tersebut dilikuidasi, baik keuangan jangka
pendek maupun jangka panjang.
c) Mengetahui tingkat rentabilitas
Rentabilitas atau yang sering disebut dengan profitabilitas menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
d) Mengetahui tingkat stabilitas
Stabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya
dengan stabil, yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan
untuk membayar hutang-hutangnya serta membayar beban bunga atas hutang-
hutangnya tepat pada waktunya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja keuangan
memberikan penilaian atas pengelolaan aset perusahaan oleh manajemen dan manajemen
perusahaan dituntut untuk melakukan evaluasi dan tindakan perbaikan atas kinerja keuangan
perusahaan yang tidak sehat.
Mulyadi (2001:416) menjelaskan bahwa tujuan penilaian kinerja adalah untuk
memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar
perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang
diinginkan. Standar perilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang
dituangkan dalam anggaran. Kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan hasil dari
serangkaian proses dengan mengorbankan berbagai sumber daya. Adapun salah satu
parameter kinerja tersebut adalah laba yang termasuk dalam rasio keuangan.
3.6.4 Manfaat Penilaian Kinerja Keuangan
Manfaat penilaian kinerja keuangan adalah:
a. Memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan utang termasuk
mengenai keadaan keungan secara keseluruhan
b. Mengidentifikasi lebih awal masalah keuangan yang timbul sebelum terlambat.

1
c. Mwngidentifikasi masalah keuangan yang ada yang mungkin tidak disadari oleh
perusahaan.
d. Memberikan gambaran nyata, mengenai kelebihan dan kekurangan keadaan keuangan
dan cara pengelolaan piutang.
Menurut Mulyadi (2001:416), manfaat penilaian kinerja, yaitu:
a. Untuk mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian
karyawan secara maksimum;
b. Untuk membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan seperti
promosi, transfer dan pemberhentian;
c. Untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk
menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan;
d. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka
meniali kinerja mereka
e. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaaan.

3.7 LAPORAN KEUANGAN


3.7.1 Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan daftar untuk mengetahui jumlah kekayaan perusahaan
pada periode tertentu dalam bentuk neraca dan laporan laba rugi. Sedangkan menurut
penelitian Hendry Andres Mmatih, Laporan Keuangan merupakan salah satu informasi yang
sangat penting dalam menilai perkembangan perusahaan, dapat juga digunakan untuk menilai
prestasi yang dicapai perusahaan pada saat lampau, sekarang dan rencana pada waktu yang
akan datang. Dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan salah satu produk akhir
dari suatu proses akuntansi yang bersifat kuantitatif dan digunakan sebagai alat bantu
manajemen dalam pengambilan keputusan, baik bagi pihak intern yaitu manajer, maupun
pihak ekstern yaitu kreditur, investor dan pemerintah. Bagi pihek intern, laporan keuangan
digunakan sebagai alat pertanggung jawaban manajemen kepada pemegang saham, dan
sekaligus menggambarkan tingkat pemberian kredit. Bagi pemerintah, laporan keuangan
biasanya digunakan sebagai alat untuk keberhasilan kebijakan ekonomi atau sebagai landasan
untuk menetapkan kebijakan lain. Agar dapat menggunakan laporan keuangan tersebut
sebagai alat yang mendasari keputusan, memerlukan sautu pengukuran-pengukuran tertentu,
dimana perngukuran tersebut menggunakan analisis laporan keuangan yang terdiridari
Likuiditas, Manajeman Aset, Manajemen Utang dan Profitabilitas.

1
Ada banyak faktor yang mempengaruhi laporan keuangan. Seperti kita ketahui
laporan keuangan merupakan hasil pencatatan keuangan perusahaan, adapun faktor yang
mempengaruhi laporan keuangan menurut ahli yaitu; Dalam Hery (2010) menyatakan:
“Sebuah landasan teori yang kuat sangat diperlukan terutama karena praktik akuntansi selalu
dihadapi dengan perubahan lingkungan dunia usaha, Akuntan secara terus menerusdan mau
tidak mau dihadapkan dengan situasi yang baru, kemajuan teknologi, dan inovasi bisnis yang
tentu saja semua akan menimbulkan masalah pelaporan dan akuntansi yang baru pula.
Jadi dari pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa yang menjadi faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi laporan keuangan adalah: (1) Kemajuan teknologi; (2) Inovasi
bisnis.
Tujuan laporan keuangan yaitu menyediakan informasi yang berkaitan dengan posisi
keuangan, prestasi (hasil usaha) perusahaan serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Tujuan
laporan keuangan dalam penelitian Mutiara Nur’Rahmah dan Eusi Komariah untuk
memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada
periode tertentu, yang disusun secara mendadak maupun secara berkala, serta mampu
memberikan informasi keuangan kepada pihak dlam dan laur perusahaan yang memiliki
kepentingan terhadap perusahaan. Tujuan laporan keuangan menurut Ikatan Akuntansi
Indonesia adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan
arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan
dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukan hasil
pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada
mereka.
Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi yang menyangkut posisi
keuangan serta perubahan posisi-posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Tujuan laporan keuanga
merupakan dasar dan awal struktur akuntansi. Tujuan laporan keuangan dalam Hery (2010):
1) Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban
perusahaan
2) Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal
dari kegiatan usaha dalam mencari laba
3) Memungkinkan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba
4) Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan asset dan
kewajiban

1
5) Menungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan oleh para pemakai laporan
Tujuan laporan keuangan menurut Samrya (2011) adalah sebagai berikut:
1. Membuat keputusan investasi dan kredit, informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk mmebuat keputusan
investasi atau keputusan kredit tanpa harus membuat lebih dari satu laporan untuk
satu periode akuntansi
2. Menilai prospek arus kas, informasi disajikan dalam laporan keuangan dapat
digunakan untuk menilai potensi kas dimasa yang akan datang
3. Melaporakn sumber daya perusahaan, klaim atas sumber daya tersebut, dan
perubahan-perubahan di dalamnya. Informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan dapat menjelaskan kekayaan perusaahan, kepemilikan dan atau pihak-
pihak yang mash berhak atas sumber daya tersebut.
Penilaian terhadap kondisi perusahaan atas usaha manajemen dalam melaksanakan
fungsinya dalam suatu periode tertentu merupakan kinerja keuangan dan laporan keuangan
media yang digunakan dalam menilai kinerja keuangan sehingga laporan keuangan
merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menunjukan kondisi perusahaan saaat ini
sebagai media
komunikasi antara data keuangan maupun aktivitas perusahaan bagi pihak yang
berkepentingan guna pengambilan keputusan pada periode tertentu.
Laporan keuangan yang disusun guna memberikan informasi kepada berbagai pihak
terdiri atas Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Bagian Laba yang Ditahan atau Laporan
Modal Sendiri dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan dan Laporan Sumber dan
Penggunaan Dana. Neraca menggambarkan kondisi keuangan dari suatu perusahaan pada
tanggal tertetu, umumnya pada akhir tahun pada saat penutupan buku. Laporan Laba Rugi
memperlihatkan hasil yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa dan ongkos-ongkos
yang timbul dalam proses pencapaian hasil tersebut. Laporan Bagian Laba yang Ditahan
digunakan dalam perusahaan yang berbentuk perseroan, menunjukan suatu analisis
perubahan besarnya bagian laba yang ditahan selama jangka waktu tertentu. Adapun Laporn
Modal Sendiri diperuntukkan bagi perusahaan perseorangan dan bentuk persekutuan,
meringkaskan perubahan besarnya modal pemilik atau pemilik selama periode tertentu.
Laporan Perubahan Posisi Keuangan memperlihatkan aliran modal kerja selama periode
tertentu.
Untuk mendapatkan informasi mengenai kinerja perusahaan dari laporan keuangan,
maka perlu dilakukan analisi laporan keuangan. Analisis laporan keuangan sangat penting

1
bagi kelangsungan dan perkembangan perusahaan, terutama dalam menghadapi iklim
kompetisi yang semaik ketat. Dalam melakukan analisi laporan keuangan dapat dilakukan
dengan menganalisis setiap rasio keuangan yang ada. Secara umum terdapat empat rasio
keuangan yakni rasio likuiditas, rasio manajemen aset, rasio manajemen utang dan rasio
profitabilitas,
Ada dua cara pembanding rasio keuangan dalam mengadakan anaslisis rasio
keuangan yaitu:
a. Cross Sectional Approach
Adalaha cara mengevaluasi dengan cara membandingkan rasio antara perusahaan lain,
tetapi yang sejenis pada saat bersamaan.
b. Time Series Analysis
Adalah cara mengevaluasi dengan cara membandingkan rasio-rasio keuangan
perusahaan dari periode ke periode lainnya.
Salah satu rasio yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan adalah rasio
profitabilitas, karena rasio profitabilitas merupakan hasil bersih dari serangkaian kebijakan
dan keputusan yang menunjukan pengaruh gabungan dari likuiditas, manajemen aset, dan
utang terhadap hasil operasi. Dapat disimpulkan bahwa rasio profitabilitas mencerminkan
hasil kahir dari kebijakan keuangan dan keputusan operasional. Rasio profitabilitas juga
menggambarkan efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan
operasionalnya dengan menggunakan seluruh modal yang dimiliki baik aset maupun modal
sendiri sehingga menghasilkan laba untuk kesinambungan hidup perusahaan.
3.7.2 Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan
 Neraca
Neraca merupakan salah satu laporan yang terpenting bagi perusahaan. Setiap
perusahaan diharuskan untuk menyajikan laporan keuangan dalam bentuk neraca.
Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, kewajiban dan ekuitas dari
perusahaan dari suatu saat tertentu. Didalam neraca yang dapat memberikan
gambaran mengenai posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu
dikelompokkan menjadi tiga bagian yang merupakan unsur utama, dan tiga bagian
tadi diklasifikasikan lebih lanjut dalam kelompok-kelompok lebih kecil.
1) Aktiva (Assets), adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan
akan diperoleh perusahaan. Dalam bahasa sederhana aktiva merupakan semua

1
hal yag menjadi hak milik perusahaan, baik yang berwujud maupun yang tidak
berwujud.
 Aktiva lancar (Current assets), adalah aktiva yang diharapkan dapat
direalisasikan dalam waktu satu tahun atau dalam siklus operasi
normal perusahaan.
 Investasi/penyertaan (Invesment Assets), adalah sauatu aktiva yang
digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan melalui distribusi
hasil investasi (seperti: bunga, royalty, dividen dan uang sewa).
 Aktiva tetap (fixed assets), adalah aktiva yang berwujud diperoleh
dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang
digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual
dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai manfaat
tidak dimaskudkan untuk lebih dari satu tahun.
 Aktiva tidak berwujud (Intangible assets), adalah aktiva tidak ancar
dan tidak berbentuk yang memberikan hak keekonomian dan hukum
kepada pemiliknya dan dalam laporan keuangan tidak dicakup secara
terpisah dalam klasifikasi aktiva yang lain.
 Aktiva lain-lain (Miscellaneous assets), menggambarkan pos-pos yang
tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva tetap, dan juga
 tidakdapat digolongkan dalam aktiva lancar, investasi/penyertaan
maupun aktiva tidak berwujud.
2) Kewajiban (Liabilities), merupakan utang perusahaan masa kini yang timbul
dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus
keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.
 Kewajiban jangka pendek (Current liabilities), adalah kewajiban yang
akan dilunasi sesuai dengan permintaan kreditur atau yang akan
dilunasi dalam waktu satu tahun.
 Kewajiban jangka panjang (Long term liabilities), adalah kewajiban
yang tidak akan jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun. Walaupun
demikian kewajiban tersebut jatuh temponya menjadi pendek, maka
kewajiban tersebut akan diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka
pendek. Demikian pula jika pelunasan kewajiban jangka panjang
dilakuan dengan mengangsur, maka angsuran yang harus dibayar

1
dalam waktu satu tahun atau kurang harus dikelompokkan sebagai
kewajiban jangka pendek.
3) Ekuitas (equities), Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan
yaitu selisih aktiva dan kewajiban yang ada.
 Modal saham (Capital stock), Modal saham adalah bagian hak pemilik
dalam perusahaan yang timbul sebagai akibat pembelian sejumlah
sertifikat saham yang dikeluarkan oleh perusahaan.
 Saldo laba (Net income), Saldo laba menunjukkan akumulasi hasil
usaha periode setelah memperhitungkan pembagian dividen dan
koreksi laba - rugi periode yang lalu. Akun ini harus dinyatakan
terpisah dari modal saham. Seluruh saldo laba dianggap bebas untuk
dibagikan sebagai dividen, kecuali jika diberikan indikasi mengenai
pembatasan terhadap saldo laba, misalnya: dicadangkan untuk
perlunasan pabrik, atau untuk memenuhi ketentuan undang - undang
maupun ikatan tertentu.
 Laporan Laba - Rugi (Income statement), Penghasilan bersih (laba) seringkali
digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti
imbalan investasi (return on investment) atau penghasilan perlembar saham (earning
per share). Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih
(laba) adalah penghasilan dan beban.
 Penghasilan (income), Adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu
periode akuntansi dalam bentuk pemasukkan atau penambahan aktiva atau
penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal
dari kontribusi penanaman modal
 Beban (expenses), Adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode
akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya
kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut
pembagian kepada penanam modal
3.7.2 Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan adalah meguraikan pos - pos laporan keuangan menjadi
unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau
mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data
non- kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat
pentingdalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.

1
Analisis laporan keuangan merupakan alat analisis bagi manajemen keuangan
perusahaan yang bersifat menyeluruh, dapat digunakan untuk mendeteksi atau mendiagnosis
tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atas kinerja organisasi
perusahaan baik yag bersifat parsial maupun kinerja organisasi secara keseluruhan. Analisis
laporan keuangan umum nya dilakukan oleh para pemberi modal seperti kreditor, investor,
dan oleh perusahaan itu sendiri berkaitan dengan kepentingan manajerial dan penilaian
kinerja perusahaan.
3.7.3 Analisis Rasio Keuangan
Perusahaan dapat dikatakan sehat apabila perusahaan dapat bertahan dalam kondisi
ekonomi apapun, yang terlihat dari kemampuannya dalam memenuhi kewajiban-kewajiban
financial dan melaksanakan operasinya dengan stabil serta dapat menjaga kontinuitas
perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Masyarakat luas pada dasarnya mengukur
keberhasilan perusahaan berdasarkan kemampuan perusahaan yang terlihat dari kinerja
manajemen. Kinerja suatu perusahaan merupakan hasil dari serangkaian proses dengan
mengorbankan berbagai sumber daya. Adapun salah satu parameter kinerja tersebut adalah
laba.
Laba perusahaan diperlukan untuk kepentingan kelangsungan hidup perusahaan
dalam mendapatkan laba akan menyebabkan tersingkirnya perusahaan dari perekonomian.
Untuk memperoleh laba, perusahaan harus melakukan kegiatan operasional yang didukung
oleh adanya sumber daya. Laba (penghasilan bersih) adalah kenaikan manfaat ekonomi
selama satu
periode akuntansi dalam bentuk pemasukan dan penambahan aktiva atau penurunan
kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi
penanaman modal laporan laba-rugi, yang didaalamnya tercantum laba atau rugi yang dialami
oleh perusahaan merupakan salah satu laporan keuangan utama perusahaan yang melaporkan
hasil kegiatan dalam meraih keuntungan untuk periode waktu tertentu sedangkan neraca
mencantumkan suber daya perusahaan.
Analisis rasio keuangan merupakan suatu metode perhitungan dan interpretasi rasio
keuangan untuk meanila kinerja dan status perusahaan. Laporan keuangan merupakan salah
satu informasi yang penting bagi para pemakai laporan keuangan bagi para pemakai laporan
keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan tersebut dapat
digunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang. Dengan mengolah
lebih lanjut laporan keuangan melalui proses perbandingan, evaluasi, dan analisis evaluasi,
trend akan diperoleh prediksi tentang apa yang mungkin akan terjadi dimasa mendatang.

1
Hasil analisis laporan keuangan dan kecenderungan yang dapat dijadikan dasar dalam menilai
potensi keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang. Analisis laporan keuangan
memuat informasi yang lebih kecil untuk melihat hubungan signifikan yang bertujuan
mengetahui kondisi dalam mengambil keputusan.
Dalam Hery (2010) mengatakan bahwa: “Analisis rasio keuangan adalah analisis yang
dilakukan dengan cara menggabungkan berbagai perkiraan yang ada pada laporan keuangan
dalam bentuk rasio keuangan. Analisis rasio keuangan ini dapat mengungkapkan hubungan
yang penting antara laporan keuangan dan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi
keuangan dan kinerja keuangan.”
Dari pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa analisis rasio keuangan
merupakan proses untuk mempelajari data-data keuangan agar dapat dipahami dengan mudah
untuk mengetahui posisi keuangan, hasil operasi dan perkembangan suatu perusahaan,
sehingga analisis laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan juga dalam melakukan analisisnya tidak
akan lepad dan peranan rasio-rasio laporan keuangan, denga melakukan analisis terhadap
rasio-rasio keuangan akan dapat menentukan suatu keputusan yang akan diambil. Analisis
rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai
hubungan dan indikator keuangan, yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan dalam
kondisi keuangan atau prestasi operasi dimasa lalu dan membantu menggambarkan trend pola
perubahan tersebut, untuk kemudian menunjukan risiko dan peluang yang melekat pada
perusahaan yang bersangkutan.
Analisis rasio merupakan bagian dari analisis keuangan. Analisis rasio adalah analisis
yang dilakukan dengan berbagai perkiraan yang ada pada laporan keuangan. Dalam bentuk
rasio keuangan, analisis rasio keuangan ini dapat mengungkapkan hubungan yang penting
antar perkiraan laporan keuangan dan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan
dan kinerja perusahaan.
Dalam Hery (2010) menyatakan bahwa: “Analisis rasio keuangan merupakan analisis
yang palingsering dilakukan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan
dibandingkan dengan alat analisis keuangan lainnya.” Analisis rasio merupakan salah satu
alat analisis keuangan yang paling populer dan banyak digunakan. Meskipun perhitungan
rasio hanyalah merupakan operasi aritmatika sederhana, namun hasilnya memerlukan
interprestasi yang tidak mudah. Agar hasil perhitungan rasio menjadi bermakna, sebuah rasi
sebaiknya mengacu pada hubungan ekonomis yang penting. Rasio harus diinterprestasikan

1
dengan hati-hati karena faktor-faktor yang memperngaruhi pembilang dapat berkorelasi
dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penyebut.
Sebuah landasan teori yang kuat sangat diperhatikan terutama karena praktek
akuntansi selalu dihadapi dengan perubahan lingkungan dunia usaha. Akuntan secara terus-
menerus dan mau tidak mau dihadapkan dengan situasi yang baru, kemajuan teknologi, dan
inovasi bisnis yang tentu saja semua ini akan menimbulkan masalah pelaporan dan akuntansi
yang baru pula. Masalah-masalah ini harus dapat ditangani dengan cara yang lebih konsisten
dan terorganisir secara lebih baik.
Dalam Syamryn (2011) faktor yang mempengaruhi validitas penggunaan analisis
rasio tersebut:
1. Penyebab kelemahan analisis rasio keuangan berhubungan dengan identifikasi bidang
usaha bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan-kegiatan dalam banyak lini bisnis
2. Berhubungan dengan penggunaan rata-rata indsutri sebagai alat ukur kinerja yang
dicapai
3. Berhubung dengan perbedaan interprestasi diantara praktisi akuntansi
4. Faktor lain yang menjadi kelemahan dan analisis rasio keuangan berhubungan dengan
fluktuasi kegiatan bisnis yang musiman
Dalam melakukan analisis laporan keuangan perlu dilakukan secara cermat dengan
menggunakan metode dan teknik analisis yang tepat, sehingga hasil yang diharapkan benar –
benar tepat pula. Kesalahan dalam memasukkan angka atau rumus yang akan digunakan akan
berakibat hasil yang hendak dicapai tidak akurat. Rasio keuangan merupakan kegiatan
membandingkan angka - angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu
angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan
komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada diantara laporan
keuangan. Kemudian angka yang diperbandingkan dapat berupa angka - angka dalam satu
periode maupun beberapa periode. Dalam praktiknya analisis rasio keuangan suatu
perusahaan dapat digolongkan menjadi:
1. Rasio neraca, yaitu membandingkan angka - angka yang hanya bersumber dari
neraca.
2. Rasio laporan laba rugi, yaitu membandingkan angka - angka yang hanya
bersumber dari laporan laba rugi.
3. Rasio antar laporan, yaitu membandingkan angka - angka dari dua sumber (data
campuran) baik yang ada dineraca maupun dilaporan laba rugi.

1
Analisis laporan keuangan yang dilakukan untuk beberapa periode adalah
menganalisis antara pos-pos yang ada dalam satu laporan. Atau dapat pula dilakukan antara
satu laporan dengan laporan lainnya, hal ini dilakukan agar lebih tepat dalam menilai
kemajuan atau kinerja manajemen dari periode ke periode selanjutnya. Manfaat yang diambil
dengan dipergunakannya analisis rasio keuangan yaitu:
1. Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai alat menilai
kinerja dan prestasi perusahaan
2. Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat bagi pihak manajemen sebagai rujukan
untuk membuat perencapaian
3. Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi kondisi
suatu perusahaan dan persfektif keuangan
4. Analisis rasio keuangan juga bermanfaat bagi para kreditor dapat digunakan untuk
memperkirakan potensi resiko yang akan dihadapi dikaitkan dengan adanya jaminan
kelangsungan pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjaman
5. Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pihak stakeholder
organisasi
3.7.4 Jenis Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan dilakukan untuk menganalisis kelemahan dan kekuatan
dibidang finansial dan akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu
dan prospeknya dimasa datang (Sartono,2014). Menurut Munawir (2014:64) rasio
menggambarkan suatu hubungan atas perimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan
jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat
menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan
atau posisi keuangan suatu perusahan.
Rasio keuangan yang biasa digunakan untuk keperluan analisa keuangan adalah sebagai
berikut:
1) Rasio Likuiditas
Likuiditas adalah suatu istilah yang dipakai untuk menunjukkan persediaan
uang tunai dan asset lain yang dengan mudah dijadikan uang tunai. Rasio likuiditas
bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi
kewajiban jangka pendeknya. Oleh karena itu pos-pos yang dihitung adalahpos neraca
pada bagian aset lancar dan utang lancar. Idenya sederhana, kalau kita mempunyai
kewajiban yang segera harus dibayar, maka harus tersedia aset yang dengan mudah
dapat digunakan dengan mudah dapat digunakan untuk membayar Toto Prihadi

1
(2012). Konsep likuiditas dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan dalam
melunasi sejumlah utang jangka pendek, umumnya kurang dari satu tahun. Evans
(2000) dalam Harmono (2015) menyatakan bahwa rasio likuiditas menjelaskan
mengenai kesanggupan perusahaan untuk melunasi utang jangka pendek. Tingkat
likuiditas yang tinggi menunjukkan kemampuanmelunasi utang jangka pendek
semakin tinggi pula.Ada beberapa cara untuk mengukur tingkat likuiditas, yaitu :
1. Loan to Deposit Ratio(LDR)
Loan to deposit ratio merupakan rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit
yang diberikan dibandingkan dengan total dana pihak ketiga yaitu giro, tabungan,
simpanan berjangka.Semakin rendah loan to deposit ratio maka semakin likuid
bank tersebut.
Kredit
LDR = x 100%
Dana pihak ketiga
2. Loan to Assets Ratio(LAR)
Loan to Assets Ratio adalah rasio untuk mengukur jumlah kredit yang disalurkan
dengan jumlah harta yang dimiliki bank (Kasmir, 2008:288).semakin rendah loan
to assets ratio semakin baik.
Jumlah kredit yang diberikan
LAR = x 100%
Jumlah asset
3. Current Ratio
Rasio lancar (current ratio) adalah ukuran yang umum digunakan atas solvensi
jangka pendek, kemampuan suatu perusahaan memenuhi kebutuhan utang ketika
jatuh tempo. Harus dipahami bahwa penggunaan current ratio dalam menganalisis
laporan keuangan hanya mampu memberi analisa secara kasar, oleh karena itu,
perlu adanya dukungan analisa secara kualitatif secara lebih komperhensif. Alasan
Rasio lancar digunakan sebagai ukuran likuiditas mencakup kemampuan untuk
mengukur:
 Kemampuan memenuhi kewajiban lancar. Semakin tinggi perkalian
kewajiban lancar terhadap aktiva lancar, keyakinan kewajiban lancar akan
dibayar semakin besar.
 Penyangga kerugian. Semakin besarpenyangga, semakin kecil resiko.
 Cadangan dana lancar. Sebagi ukuran tingkat keaman terhadap
ketidakpastian dan kejutan terhadap arus kas perusahaan.

1
Asset lancar
Current Ratio =
Utang Lancar
Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi
kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Apabila rasio
lancar 1:1 atau 100% berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang
lancar. Jadi dikatakan sehat jika rasionya berada di atas 1 atau diatas 100%.
Artinya aktiva lancar harus jauh di atas jumlah hutang lancer. Dan dikatakan tidak
sehat apabila rasionya berada dibawah 1 atau dibawah 100%.
4. Quick Ratio
Quick ratio sering disebut juga dengan istilah rasio cepat. Rasio cepat adalah
ukuran uji solvensi jangka pendek yang lebih teliti daripada rasio lancar karena
pembilangnya mengeliminasi persediaan yang dianggap aktiva lancar yang sedikit
tidak likuid dan kemungkinan menjadi sumber kerugian. Adapun rumus quik ratio
menurut Irham Fahmi (2012) adalah:
Aktiva lancar - persediaan
Quick Ratio =
Utang Lancar
5. Net Working Capital (NWC), atau modal kerja bersih. Rasio modal kerja bersih
digunakan untuk mengetahui rasio modal bersih terhadap kewajiban lancar.
Perusahaan dikatakan sehat jika rasionya lebih dari satu atau lebih dari 100%.
Aktiva lancar - Kewajiban lancar
NWC = x 100%
Kewajiban lancar
2) Rasio Solvabilitas
Solvabilitas merupakan rasio yang menunjukkan bagaimana perusahaan
mampu untuk mengelola utangnya dalam rangka memperoleh keuntungan dan juga
mampu untuk melunasi kembali utangnya. Rasio ini mengukur kemampuan
perusahaan memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang
tidak solvabel adalah perusahaan yang total utangnya lebih besar dibandingkan
dengan total asetnya. Namun harus dipahami bahwa bukan berarti perusahaan yang
insolvabel namun likuid tapi tidak bisa menjalankan aktivitasnya. Karena dengan
kemampuan likuiditas yang dimilikinya sangat memungkinkan perusahaan tersebut
untuk bisa mengembalikan utangya dengan cepat dan tepat (Irham Fahmi:2012).
Rasio ini disebut juga Ratio leverage menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau keajiban-kewajibannya apabila
perusahaan dilikuidasi. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh

1
aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang. Rasio ini merupakan perbandingan antara
hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio
ini menunjukkan berupa bagian dari keseluruhan aktiva ang dibelanjai okeh hutang.
Adapun rumus Total Debt to Assets ratio menurut Irham Fahmi (2013) adalah:
Total Hutang
Total Debt to Asset Ratio =
Total aktiva
Ada juga istilah Debt to Equity Ratio, rasio ini menunjukkan presentase penyediaan
dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio,
semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham
Total Hutang
DAR = x 100%
Total aktiva
Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara utang perusahaan dengan modal
yang dipunyainya. Ketika nilai rasio ini relatif tinggi (mencapai 100% atau lebih dari
itu), artinya perusahaan memiliki modal yang relatif sedikit dibandingkan dengan
total utangnya. Padahal, perusahaan yang sehat memiliki tingkat utang yang tidak
melebihi modal sendiri yaitu dibawah 100 % agar beban perusahaan tidak terlampau
tinggi.
3) Rasio Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk meghasilkan laba pada
periode tertentu. Laba sering kali menjadi salah satu ukuran kinerja perusahaan.
Dimana ketika perusahaan memiliki laba yang tinggi berarti kinerjanya baik dan
sebaliknya. Laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan
memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam
penciptaan nilai perusahaan yang menunjukan prospek perusahaan dimasa yang akan
datang (dalam Elfianto, 2011).
Menurut Irham Fahmi, rasio profiitabilitas secara umum ada 4 (empat), yaitu
gross profit margin, net profit margin. Return on invesment (ROI), dan return on
equity (ROE).
1. Gross Profit Margin
Rasio gross profit margin merupakan margin laba kotor. Mengenai gross
profit margin (Lyn M. Fraser dan Aileen Ormiston dalam Irham Fahmi) memberikan
pendapatnya yaitu, “Margin laba kotor, yang memperlihatkan hubungan antara
penjualan dan beban pokok penjualan, mengukur kemampuan sebuah perusahaan
untuk mengendalikan biaya persediaan atau biaya operasi barang maupun untuk

1
meneruskan kenaikan harga lewat penjualan kepada pelanggan”. Adapun rumus gross
profit margin menurut Irham Fahmi (2012) adalah:
Laba setelah pajak
Gross Profit Margin =
Penjualan
2. Net Profit Margin
Rasio net profit margin diebut juga dengan rasio pendapatan terhadap
penjualan. Adapun rumus net profit margin menurut Irham Fahmi (2012) adalah:
Laba setelah pajak
Net Profit Margin =
Penjualan
Rasio ini menunjukkan keuntungan bersih per rupiah penjualan. Net Profit
Margin 3% berarti bahwa setiap Rp. 1 penjualan menghasilkan keuntungan
bersih sebesar Rp. 0,03. Semakin besar rasio ini maka semakin baik karena
dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
Ketika kita mendapatkan nilai mendekati 100% atau 1 pada rasio ini, bisa
dikatakan peruashaan memiliki kemampuan yang relatif tinggi untuk
mengumpulkan laba bersih.
3. Return On Invesment (ROI)
Rasio return on invesment (ROI) atau pengambilan investasi, bahwa
dibeberapa referensi lainnya rasio ini juga ditulis dengan return on asset (ROA).
Rasio ini melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan
pengembalian keuanutngan sesuai dengan yang diharapkan. Adapun rumus return on
invesment (ROI) menurut Irham Fahmi (2012) adalah:
Laba setelah pajak
Return On Invesment (ROI) =
Total asset
Return On Asset 20% berarti setiap Rp. 1 modal menghasilkan keuntungan Rp.0,2
untuk semua investor. Nilai ROA yang semakin mendekati 1, berarti semakin baik
profitabilitas perusahaan karena setiap aktiva yang ada dapat menghasilkan laba. Jika
mendekati 0 maka tidak baik untuk perusahaan
4. Return On Equity (ROE)
Rasio return on equity disebit juga dengan laba atas equity. Dibeberapa
referensi disebut juga dnegan rasio total asset turnover atau perputaran total asset.
Rasio ini mengkaji sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang
dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas. Adapun rumus return on equity
(ROE) menurut Irham Fahmi (2012) adalah:

1
Laba setelah pajak
Return On Equity (ROE) =
Modal sendiri
Pengukuran pada rasio profitabilitas dapat menggunakan Return On Equity (ROE),
yang diharapkan dengan kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola capital
yang ada untuk mendapatkan net income. Semakin tinggi rasio ini semakin baik
karena berarti posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya.
4) Rasio Pasar
Menghubungkan harga saham perusahaan dengan laba dan nilai buu per saham. Rasio
pasar tersebut memberikan petunjuk mengenai apa yang dipikirkan investor atas
inerja perusahaan di masa lalu serta prospeknya di masa mendatang (Moeljadi,
2006:67).
5) Rasio Aktivitas
1. Receivable Turn Over (RTO), rasio ini menggambarkan kualitas piutang
perusahaan dan kesuksesan perusahaan dalam penagihan piutang yang dimiliki.
Penjualan bersih
RTO = x 100%
Rata-rata piutang dagang
Nilai rasio 12 menunjukkan bahwa dana dalam piutang berputar 12 kali dalam
setahun. Artinya juga nilai penjualan dalam satu tahun adalah dua belas kali dari
nilai piutang. Semakin tinggi rasio turnover ini menunjukkan modal kerja yang
ditanamkan dalam piutang rendah
2. Total asset Turn Over (TATO), rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan
dalam menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan.16 Nilai
rasio 1,5 menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh penjualan yang nilainya 1,5
dari keseluruhan aktiva yang dimilikinya. Perputaran modal kerja merupakan rasio
keuangan yang menujukkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan
modal kerja untuk menciptakan penjualan.
Penjualan bersih
TATO = x 100%
Rata-rata aktiva

3.8 EVA (Economic Value Added)


EVA (Economic Value Added) merupaka indikator tentang adanya perubahan nilai
dari suatu investasi. EVA (Economic Value Added) yang positif menunjukan bahwa
manajemen perusahaan berhasil meningkatkan nilai perusahaan bagi pemilik perusahaan

1
sesuai dengan tujuan manajemen keuangan dalam memaksimumkan niali perusahaan (Sawir
2001:48).
EVA (Economic Value Added) adalah suatu estimasi dari laba ekonomis yang
sebenarnya dari bisnis untuk tahun yang bersangkutan dan dangat jauh berbeda dari laba
akuntansi. EVA (Economic Value Added) mencerminkan laba residu yang tersisa setelah
biaya dari selurh modal, termasuk modal ekuitas, telah dikurangkan, sedangkan laba
akuntansi ditetukan tanpa mengenakan beban untuk modal ekuitas. (Brigham dan Houston,
2010:111)
3.8.1 Perhitungan EVA (Economic Value Added)
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam perhitungan EVA (Economic
Value Added) yaitu:
 Menghituang laba bersih setelah pajak (NOPAT)
 Menghitung modal yang diinvestasikan total (TC)
 Tentukan sebuah biaya modal (WACC)
 Menghitung EVA = NOPAT – WACC*100%(TC) (Mc Clure, 2009)
Secara sederhana perhitungan EVA (Economic Value Added) yakni:
 Penjualan bersih – biaya operasi = laba operasi (Pendapatan sebelum bunga dan
pajak, EBIT)
 Laba operasi (Pendapatan sebelum bunga dan pajak, EBIT) – pajak = laba operasi
bersih sesudah pajak (NOPAT)
 Laba operasi bersih sesudah pajak (NOPAT) – biaya modal yang diinvestasikan x
biaya modal) – EVA
Atau
EVA = laba operasi setelah pajak (NOPAT) – total biaya modal sendiri dari seluruh
modal yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
Rumus:
NOPAT = laba (rugi) usaha – pajak. (Young dan O’Byne, 2001:32)
3.8.2 Tola Ukur EVA (Economic Value Added)
a. Bila EVA > 0, maka terjadi proses nilai tambah perusahaan
b. Jika EVA = 0, menunjukan posisi impas perusahaan
c. Jika EVA < 0, berarti total biaya modal perusahaan lebih besar dari pada laba
operasi setelah pajak yang diperolehnya. Sehingga kinerja keuangan perusahaan
tersebut tidak baik (Sawir, 2001:49).

1
3.8.3 Strategi Menaikkan EVA (Economic Value Added)
EVA dapat ditingkatkan dengan cara:
a. Memperoleh lebih banyak laba tanpa menggunakan lebih banyak modal. Cara yang
populer hal ini adal memotong biaya, bekerja dengan biaya produksi dan
pemasaran yang lebih rendah agar diperoleh margin laba yang lebih besar. Hal ini
dapat juga dapat dicapai dengan meningkatkan perputaran aktiva, baik dengan cara
meningkatkan volume penjualan atau bekerja dengan aktiva yang lebih mudah
(lower assets).
b. Memperoleh pengambilan (return) yang lebih tinggi dari pada biaya modal atas
investasi baru. Hal ini sesungguhnya menyangkut pertumbuhan perusahaan (Sawir
2001:48).
3.8.4 Biaya Modal
Biaya modal adalah tingkat dari pengembalian yang diaharpkan oleh penyedia dana,
jika modal itu diinvestasikan di tempat lainnya, dalam suatu proyek aktiva atau perusahaan
dengan resiko sebanding (Young dan O’Byne, 2001:148). “Biaya modal adalah biaya yang
riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari
utang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan, untuk mendanai suatu investasi
atau operasi perusahaan” (Martono dan Harjito, 2003:201).
3.8.5 Komponen – Komponen Biaya Modal
a. Biaya Utang (Cash of Debt)
Biaya utang adalah tingkat sebelum pajak yang dibayar perusahaan kepada pemberi
pinjaman” (Young dan O’Bryne, 2001:150). “Biaya utang adalah tingkat bunga atas
utang baru, bukan atas utang yang belum jatuh tempo” (Brigham dan Houston,
2011:9).
b. Biaya Modal Saham Preferen
Biaya modal saham preferen merupakan tingkat pengembalian minimum yang
diisyaratkan (required rate return) oleh para pemegang saham preferen (Warsono,
2003:143).
c. Biaya Modal Saham Biasa
Dalam membelanjai suatu proyek, perusahaan dapat menggunakan dana yang berasal
dari para pemegang saham biasa. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
dengan menggunakan dana dari laba ditahan (retained earning) dan menerbitkan
saham biasa baru (Warsono, 2003:144). “Biaya saham biasa atau biaya laba ditahan

1
adalah keuntungan yang diisyaratkan investor pada saham biasa perusahaan yang
bersangkutan” (Atmaja, 2008:118).
d. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC)
Dasar pemikiran penggunaan biaya modal rata-rata tertimbang adalah bahwa masing-
masing sumber pembelanjaan mempunyai biaya modal sendiri-sendiri, dan dasarnya
dana dari masing-masing sumber pembelanjaan tidak sama. Untuk menghitung biaya
modal secara keseluruhan, maka harus mempertimbangkan bobot atau proporsi
masing-masing komponen modal sesuai struktur modalnya (Warsono, 2003:152).
3.8.6 Struktur Modal
Struktur modal adalah perbandingan pendanaan jangka panjan perusahaan yang
ditunjukkan oleh perbanidngan hutang jangka panjang terhadap modal sendiri” (Martono dan
harjato, 2005:240). “Struktur modal merupakan kombinasi utang, saham preferen dan ekuitas
biasa yang akan menjadi dasar penghimpunan modal oleh perusahaan” (Brigham dan
Houston, 2011:155).
3.9 MANAJEMEN KEUANGAN PT. INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO
MUNCUL SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID 19
3.9.1 Profil PT. Indsutri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
PT. Indsutri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bergerak dalam bidang indsutri
herba seperti industri medis (farmasi), herbal, kosmetik, makanan dan minuman yang
berkaitan dengan kesehatan, perdagangan, transportasi darat dan jasa. Sebagai perusahaan
yang telah berdiri sejak 1951, Sido Muncul yang kini merupakan perusahaah herbal bertaraf
modern senantiasa berupaya untuk memberikan produk-produk yang baik dan menyehatkan
bagi seluruh konsumennya, dan dengan demikian memberikan nilai positif bagi masyarakat.
PT. Sido Muncul berhasil memiliki market sahre terluas dan reputasi yang baik
sebagai industri jamu terbesar di Indonesia. Keberhasilan yang telah dicapai saat ini tentunya
tidak terlepas dari peran dan pelaku pendiri industri ini, dan kini PT. Sido Muncul telah
berhasil menjadi perusahaan GO Publik yang masuk ke Bursa Efek Indonesia setelah
memalui perjalanan yang cukup panjang. Tepat tanggal 18 November 2013, Sido Muncul
memiliki 109 distirbutor di seluruh Indonesia melakukan perubahan menjadi perusahaan
terbuka dengan tujuan agar perusahaan ini langgeng dan dipercaya oleh masyarakat. Saat ini
PT. Indsutri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk telah menjadi pabrik jamu terbesar di
Indonesia dan masih aka terus berkembang dan kini tercatat dengan Kode saham dari
Perseroan SIDO di Bursa Efek Indonesia.
3.9.2 Laporan Keuangan PT. Indsutri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

1
Berikut ini adalha Laporan Keuangan PT. Indsutri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Tbk tanggal 31 Desember 2019, yaitu :
1. Laporan posisi keuangan
PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI
SIDO MUNCUL TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2019
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinayatakan lain)
ASSET

ASSET LANCAR
Kas dan setara kas 864.824
Piutang usaha
Pihak ketiga-neto 269.281
Pihak berelasi 260.124
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 7.699
Persediaan - neto 299.244
pajak dibayar dimuka 1.661
Uang muka 4.087
Beban dibayar dimuka 9.315
Total Asset lancar 1.716.235

ASSET TIDAK LANCAR


Uang muka 14.929
Aset pajak tangguhan 52.005
Aset tetap - neto 1.593.059
Goodwill 91.366
Aset tidak lancar lainnya 69.304
Total Aset Tidak Lancar 1.820.663
TOTAL ASET 3.536.898

1
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha
Pihak Ketiga 141.414
Pihak Berelasi 12.724
Utang lain-lain
Pihak Ketiga 11.214
Pihak Berelasi 107
Utang pajak 105.837
Beban aktual 119.179
Pendapatan diterima di muka 7.496
Liabilitas jangka pendek lainnya 18.240
Total Liabilitas Jangka Pendek 416.211

LIABILITAS JANGKA PANJANG


Liabilitas imbalan kerja karyawan 42.803
Liabilitas pajak tangguhan 13.177
Total Liabilitas Jangka Panjang 55.980
TOTAL LIABILITAS 472.191

EKUITAS
Ekuitas yang dapat didistribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nominal
Rp 100 (nilai penuh)

Modal dasar - 50.000.000.000 saham


Modal ditempatkan dan disetor penuh
- 15.000.000.000 saham 1.500.000
Tambahan modal disetor 706.434
Saham tresuri -59.279
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 322.984
Belum ditentukan penggunaannya 594.561
Ekuitas yang dapat didistribusikan
Kepada pemilik entitas produk 3.064.700
Kepentingan non pengendalian 7
TOTAL EKUITAS 3.064.707
TOTAL EKUITAS DAN LIABILITAS 3.536.898

1
2. Laporan Laba Rugi PT. Indsutri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

1
Keterangan:
PT Sido Muncul membukukan penjualan sebesar Rp 3.067.434.000.000 pada tahun 2019.
Angka penjualan ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11%, dibandingkan penjualan
selama tahun 2018 sebesar Rp 2.763.292.000.000.
Nilai penjualan ini terdiri dari:

1
1) Segmen Jamu Herbal dan Supplemen
Penjualan jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 2.063.955.000.000 Pertumbuhan
penjualan segmen jamu herbal dan suplemen sebesar 12%, dibandingkan tahun 2018
yang membukukan penjualan sebesar Rp 1.843.612.000.000
2) Segmen Makanan dan Minuman
Penjualan segmen makanan dan minuman Rp 886.232.000.000, Pertumbuhan penjualan
segmen makanan dan minuman sebesar 8%, dibandingkan penjualan tahun 2018 sebesar
Rp 819.502.000.000
3) Segmen Farmasi
Farmasi Rp 117.247.000.000, Pertumbuhan penjualan segmen farmasi sebesar 17%,
dibandingkan penjualan tahun 2018 sebesar Rp 100.178.000.000
***
Beban Pokok Penjualan sebesar Rp 1.386.870.000.000. Sehingga perolehan Laba Bruto
sebesar Rp 1.680.564.000.000. Dan Laba tahun berjalan sebesar Rp 807.689.000.000
Pertumbuhan laba sebesar 21,7% dibandingkan laba yang diperoleh tahun 2018 sebesar Rp
663.849.000.000.
3. Laporan Perubahan Ekuitas PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
Dan Entitas Anaknya
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2019
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1
4. Laporan Cash Flow/Arus Kas PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

1
Keterangan:
Kas dari aktivitas operasi = Rp 836.914.000.000
Kas digunakan untuk aktivitas Investasi = Rp (136.225.000.000)
Kas digunakan untuk aktivitas pendanaan = Rp (640.028.000.000)

5. Rasio Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk


a. Rasio Laba Rugi terhadap Aset (Return on Assets)
= Rp 807.689.000.000 : Rp 3.536.898.000.000
= 22,8%

b. Rasio Laba Rugi terhadap Ekuitas (Return on Equity)


= Rp 807.689.000.000 : Rp 3.064.707.000.000
= 26,4%

c. Rasio Laba Rugi terhadap Pendapatan (Income to Revenue)


= Rp 807.689.000.000 : Rp 3.067.434.000.000

d. Rasio Lancar (Current Rasio)


= Rp 1.716.235.000.000 : Rp 416.211.000.000
= 4,1

1
e. Rasio Liabilitas terhadap Aset (Liabilities to Total Aset)
= Rp 472.191.000.000 : Rp 3.536.898.000.000
= 0.13

f. Rasio Liablitas terhadap Ekuitas (Liabilities to Total Equity):


= Rp 472.191.000.000 : Rp Rp 3.064.707.000.000
= 0,15
3.9.3 Kebijakan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Selama Pandemi Covid 19
Saat ini kemunculan pandemi Covid 19 merupakans salah satu dari sekian faktor yang
dapat mempengaruhi naik turun nya perekonomian suatu negara. Segala aktivitas ekonomi
setelah kemunculan pandemi ini mengalami penurunan yang signifikan bahkan menjadi
kesenjangan sosial bagi masyarakat kecil, perekonomian yang semakin turun menjadikan
masyarakat mengalami penurunan daya konsumsi karena harus kehilangan pekerjaan.
Dampak ini juga terjadi kepada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang
notabene nya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Jamu dan Farmasi, dampak
yang terasa pada perusahaan dilansir dari beberapa sumber mengalami dampak positif yang
menjadikan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menjadi salah satu perusahaan
yang mampu bertahan selama perekonomian di Indonesia mengalami penurunan. Selama
penyebaran virus yang masih masif dan menjadi pandemi global, PT. Sido Muncul
mencatatkan pertumbuhan positif dari sisi penjualan maupun laba pada kuartal I Tahun 2020.
Direktur keuangan Sido Muncul akan melakukan revisi target pada penjualan maupun
laba bersih untuk tahun 2020 setelah melakukan riset pada dampak dan risiko yang akan
ditimbulkan oleh pandemi ini untuk ke depannya. Target pertumbuhan PT. Sido Muncul
tahun 2020 minimal 10% baik dari segi penjualan maupun laba bersih. Beberpa inisiatif yang
dikeluarkan dan diterapkan oleh perseroan agar dapat menghadapi tantangan pada tahun 2020
adalah efisiensi biaya agar dapat menjaga profitabilitas. Penjualan produk PT. Sido Muncul
mengalami peningkatan sebesar 2,39% sementara untuk laba bersih tumbuh lebih tinggi
sebesar 10,85% dibanding kuartal I Tahun 2019.
Sido Muncul juga sudah menyiapkan strategi untuk bisa menghadapi ancaman
perlambatan ekonomi yakni dengan cara menaikan produksi produk yang diminati
masyarakat yang sebagai langkah strategi mengatasi perlambatan ekonomi pada kuartal
kedua tahun 2020. Awal penyebaran virus ini, tidak ada dampak yang dirasakan oleh Sido
Muncul dalam penjualan produknya. Selama ini penjualan produk berjalan secara normal dan

1
bahkan meningkat yang menyebabkan perusahaan menginisiasikan penambahan produk dan
varian baru dalam lini bisnis jamu dan farmasinya, banyak segmen yang menjadi penopang
pendapatan bagi perseroan jamu dan farmasi ini, misalnya pada segmen jamu dan suplemen
menyumbang kenaikan sebesar 68,45%, disusul oleh segmen makanan dan minuman sebesar
27,06%, serta segmen farmasi yang hanya berkontribusi sebesar 4,49% dari total omzet.
Setelah beberapa bulan Indonesia mengeluarkan kebijakan social distancing dan
mengeluarkan peraturan stay at home untuk menekan penyebaran pandemi covid 19 juga
untuk menguragi masyarakat terjangkit virus ini, akhirnya pemerintah mengeluarkan
kebijakan baru yakni era new normal yang dimana era ini merupakan kembalinya masyarakat
kembali kepada kehidupan biasanya tetapi dengan beberapa protokol kesehatan agar
penyebaran virus dapat dicegah dan kehidupan bisa dijalankan secara normal.
PT. Sido Muncul seakan mendengar kebijakan ini dan menjadikan era new normal ini
sebagai ajang untuk meningkatkan produksi beberapa produk andalannya, permintaan terjadi
kepada produk yang dirasa memiliki menfaat yang baik untuk kesehatan masyarakat seperti
VitC 1000, minuman susu jahe dan kopi jahe. Produk andalan perseroan ini yakni Tolak
Angin, belum mengalami kenaikan kapasitas karena pabrik saat ini memiliki kemampuan
produksi besar hingga 200 juta sachet per tahun.

3.10 DAMPAK PANDEMI CORONA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN DAN


PRAKTIK BISNIS DI INDONESIA
3.10.1 Penerapan Prinsip Pelaporan Keuangan Pada Masa Pandemi Covid-19
Karakteristik kualitatif fundamental dari sebuah laporan keuangan adalah informasi
yang relevan dan merupakan representasi tepat dari fenomena ekonomi perusahaan (KKPK,
2019) . CAS Unpad berpendapat bahwa laporan keuangan yang diterbitkan pada masa
ketidakpastian akibat pandemi corona harus mencerminkan ketidakpastian tersebut di dalam
laporan keuangan.
Perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan manajemen laba dan membuat
representasi yang tidak tepat atas fenomena ekonomik perusahaan yang terkena dampak dari
pandemi ini.Misalnya apabila perusahaan mengalami penurunan penjualan signfikan pada
kuartal pertama tahun 2020, maka kenyataan tersebut harus tercermin dalam laporan
keuangan interim pertama 2020.

3.10.2 Dampak Pandemi Covid-19 Pada Laporan Keuangan 2019

1
Pandemi virus corona merebak pertama kali pada tanggal 31 Desember 2019 di
Wuhan, China. Pada tanggal tersebut, masyarakat belum menyadari dampaknya akan sangat
meluas
dengan sangat cepat ke seluruh dunia. Kasus pertama pasien Corona di Indonesia
diungkapkan oleh Presiden pada tanggal 2 Maret 2020 menimpa seorang ibu dan anaknya
yang tinggal di Depok.
Dengan demikian sebelum tanggal pelaporan keuangan 31 Desember 2019 tidak ada
peristiwa yang memberikan bukti adanya kondisi pandemi corona pada tanggal tersebut.
Pandemi Corona di Indonesia muncul setelah tanggal pelaporan keuangan sehingga BUKAN
merupakan peristiwa penyesuai setelah periode pelaporan (Non-adjusting events) sesuai
dengan Paragraf 03 dalam PSAK 8 Peristiwa setelah periode pelaporan.
Kesimpulan CAS Unpad, pandemi Corona bukan merupakan adjusting events dan
tidak memiliki dampak yang signifikan kepada laporan keuangan 2019 sehingga angka-angka
pada laporan keuangan 2019 termasuk cadangan-cadangan tidak perlu disesuaikan.
Namun demikian mengingat pandemi ini dapat mengakibatkan dampak yang luar
biasa terhadap perusahaan, entitas perlu mempertimbangkan asumsi kelangsungan usaha
dalam menyusun laporan keuangan 2019. Pada paragraph 14 PSAK 8 dinyatakan bahwa
entitas tidak menyusun laporan keuangan dengan dasar kelangsungan usaha (Going Concern)
jika setelah periode pelaporan diperoleh bukti buat bahwa entitas akan dilikuidasi atau
dihentikan usahanya, atau jika manajemen tidak memiliki alternatif lain yang realistis kecuali
melakukan hal tersebut.

3.10.3 Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Praktik Bisnis Dan Laporan Keuangan 2020
Banyak perusahaan yang mengkhawatirkan laporan keuangan 2020 karena ekonomi
yang melambat akibat virus corona. Pandemi virus corona dapat berdampak signifikan
terhadap laporan keuangan 2020 terutama dalam berbagai aspek berikut:
 Pendapatan perusahaan yang akan menurun akibat daya beli masyarakat yang
melemah dan kemungkinan inflasi.
 Pengukuran persediaan. Pandemi virus corona ini sangat mempengaruhi rantai
pasokan (supply chain) perusahaan terutama yang mendapatkan bahan baku dari
China. Harga bahan baku melambung tinggi karena kelangkaan barang yang dapat
meningkatkan harga pokok penjualan. Dilain pihak banyak perusahaan yang sudah
memproduksi barang atau membeli bahan baku untuk persiapan kenaikan permintaan

1
di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Melihat kebijakan pemerintah yang melarang
mudik lebaran, kemungkinan besar permintaan barang tidak sebesar prediksi awal
perusahaan. Perusahaan yang sudah terlanjur memiliki persediaan besar saat ini perlu
mempertimbangkan kerugian akibat keusangan barang persediaan atau kerusakan
bahan baku yang melewati masa kadaluarsa.
 Pengukuran Imbalan Kerja. Beberapa perusahaan mungkin memutuskan untuk
mengurangi jumlah tenaga kerja untuk menyeimbangkan aktivitas yang menurun. Hal
ini akan berdampak pada pengukuran imbalan kerja perusahaan. Ditengah likuiditas
yang semakin ketat, perusahaan juga harus membayar Tunjangan Hari Raya sebentar
lagi pada kisaran bulan Mei. Pengukuran liabilitas imbalan kerja pada PSAK 24 perlu
memperhitungkan dampak pandemi corona ini.
 Dampak perubahan kurs pada laporan keuangan. Kurs rupiah yang melemah terhadap
dolar selama pandemi corona ini dapat mempengaruhi laporan keuangan apabila
perusahaan memiliki terpapar risiko kurs terutama bila perusahaan memiliki
utang/piutang dalam mata uang dollar dan tidak melakukan lindung nilai.
 Pengukuran cadangan perusahaan. Perusahaan memilki cadangan-cadangan yang
biasanya menggunakan asumsi bisnis normal. Misalnya cadangan piutang, cadangan
atas klaim garansi produk, cadangan untuk persediaan yang rusak/usang, atau
cadangan lainnya. Perusahaan harus mempertimbangkan dampak virus corona ini
terhadap cadangan perusahaan terutama untuk laporan keuangan interim pada paruh
pertama 2020. Perusahaan perlu mempertimbangan dampak pandemi corona ini
didalam risk management perusahaan.
 Laba perusahaan mungkin akan menurun pada tahun 2020 akibat pandemi corona.
CAS Unpad menghimbau para pemangku kepentingan terutama pemilik modal untuk
mempertimbangkan target kinerja selain Laba perusahaan untuk menghitung bonus
tahunan manajemen.

3.10.4 Dampak Covid-19 Terhadap Penerapan PSAK 71 Instrumen Keuangan


Penerapan PSAK 71 Instrumen Keuangan dimulai pada 1 Januari 2020 dan institusi
keuangan seperti perbankan dengan perusahaan pembiayaan harus menerapkan standar
akuntansi ini. Penghitungan cadangan atas aset keuangan berdasarkan PSAK 71
menggunakan model kerugian kredit ekspetasian (Expected Credit Loss/ECL) di mana entitas

1
harus menghitung cadangan kerugian nilai bukan hanya dari data masa lalu tapi juga data-
data di masa depan.
Menyadari bahwa pandemi corona dapat memberikan dampak yang signifikan
terhadap bisnis di Indonesia, OJK mengeluarkan relaksasi bagi perbankan mengenai
penilaian kualitas
kredit dan restrukturisasi utang bermasalah (PO OJK NO 11/2020). Dengan adanya relaksasi
ini diharapkan entitas bisnis dapat bertahan lebih lama menghadapi kelesuan bisnis akibat
pandemi corona ini.
Penghitungan cadangan sesuai dengan PSAK 71 harus mempertimbangkan apakah
suatu aset keuangan (dalam hal ini pinjaman yang diberikan ke ke nasabah) mengalami
kenaikan risiko kredit signifikan. Pelanggan atau nasabah dapat memiliki kenaikan risiko
kredit signifikan akibat pandemi corona, sehingga dengan peraturan relaksasi dari pemerintah
(misalnya restrukturisasi pinjamannya), bisnis entitas dapat terus berjalan baik. Namun bisa
saja walaupun sudah mendapatkan relaksasi dari pemerintah, bisnis tersebut tidak akan
bertahan sampai 12 bulan ke depan sehingga dinilai risiko kredit telah meningkat.
Pemodelan PSAK 71 yang dilakukan di awal tahun 2020 mungkin tidak
memperhitungkan dampak dari pandemi corona (dan juga peraturan relaksasi pemerintah) ke
dalam model pencadangan. CAS Unpad merekomendasikan perusahaan khususnya institusi
keuangan yang terkena dampak signifikan atas penerapan PSAK 71 juga mempertimbangkan
fakta-fakta yang berkembang dalam tiga bulan terakhir.
Apabila setelah mempertimbangkan fakta-fakta tersebut, entitas meningkatkan
cadangan kerugiannya, maka hal tersebut akan mempengaruhi laba rugi laporan keuangan
tahun 2020. Kerugian tersebut tidak dapat diakui dalam laporan keuangan tahun 2019 dengan
alasan transisi penerapan PSAK 71. Entitas yang menerapkan PSAK 71 tidak dapat mengakui
kerugian akibat corona sebagai bagian dari transisi sehingga dapat diakui dalam saldo laba
tahun 2019. Hal ini bertentangan dengan ketentuan transisi PSAK 71 dimana entitas hanya
mempertimbangkan informasi yang tersedia pada tanggal penerapan awal standar yaitu 1
Januari 2020. Dampak pandemi corona di Indonesia baru mulai setelah tanggal 1 Januari
2020.

1
BAB 4
PENUTUP

4.1 SIMPULAN
1. Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan Manajer Keuangan untuk
beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan
perusahaan dapat terpenuhi, investasi dalam aset-aset perusahaan dan kemampuan
mengelolanya secara bijaksana.
2. kinerja keuangan adalah usaha formal yang telah dilakukan oleh perusahaan yang
dapat mengukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba, sehingga dapat
melihat prospek, pertumbuhan, dan potensi perkembangan baik perusahaan dengan
mengandalkan sumber daya yang ada. Suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil
apabila telah mencapai standar dan tujuan yang telah ditetapkan
3. Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan perbaikan diatas kegiatan
operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Pengukuran kinerja
keuangan memberikan penilaian atas pengelolaan aset perusahaan oleh manajemen
dan manajemen perusahaan dituntut untuk melakukan evaluasi dan tindakan
perbaikan atas kinerja keuangan perusahaan yang tidak sehat.
4. Laporan keuangan merupakan salah satu produk akhir dari suatu proses akuntansi
yang bersifat kuantitatif dan digunakan sebagai alat bantu manajemen dalam
pengambilan keputusan, baik bagi pihak intern yaitu manajer, maupun pihak ekstern
yaitu kreditur, investor dan pemerintah. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
laporan keuangan adalah: (1) Kemajuan teknologi; (2) Inovasi bisnis.
5. Tujuan laporan keuangan yaitu menyediakan informasi yang berkaitan dengan posisi
keuangan, prestasi (hasil usaha) perusahaan serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi
6. Analisis laporan keuangan adalah meguraikan pos - pos laporan keuangan menjadi
unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau
mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun
data non- kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam
yang sangat pentingdalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.

1
7. Analisis rasio keuangan merupakan proses untuk mempelajari data-data keuangan
agar dapat dipahami dengan mudah untuk mengetahui posisi keuangan, hasil operasi
dan
perkembangan suatu perusahaan, sehingga analisis laporan keuangan dapat dijadikan
sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan
dan juga dalam melakukan analisisnya tidak akan lepad dan peranan rasio-rasio
laporan keuangan, denga melakukan analisis terhadap rasio-rasio keuangan akan
dapat menentukan suatu keputusan yang akan diambil
8. Rasio keuangan yang biasa digunakan untuk keperluan analisa keuangan adalah
sebagai berikut:
a. Rasio Likuiditas
1. Loan to Deposit Ratio(LDR)
2. Loan to Assets Ratio(LAR)
3. Current Ratio
4. Quick Ratio
5. Net Working Capital (NWC)
b. Rasio Solvabilitas
1. Total Debt to Asset Ratio
2. Debt to Equity Ratio
c. Rasio Profitabilitas
1. Gross Profit Margin
2. Net Profit Margin
3. Return On Invesment (ROI)
4. Return On Equity (ROE)
d. Rasio Pasar
e. Rasio Aktivitas
1. Receivable Turn Over (RTO)
2. Total asset Turn Over (TATO)
9. EVA (Economic Value Added) adalah suatu estimasi dari laba ekonomis yang
sebenarnya dari bisnis untuk tahun yang bersangkutan dan dangat jauh berbeda dari
laba akuntansi. EVA (Economic Value Added) mencerminkan laba residu yang
tersisa setelah biaya dari selurh modal, termasuk modal ekuitas, telah dikurangkan,
sedangkan laba akuntansi ditetukan tanpa mengenakan beban untuk modal ekuitas.
(Brigham dan Houston, 2010:111)

1
10. Dampak yang terasa pada perusahaan dilansir dari beberapa sumber mengalami
dampak positif yang menjadikan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
menjadi salah satu perusahaan yang mampu bertahan selama perekonomian di
Indonesia mengalami penurunan. Selama penyebaran virus yang masih masif dan
menjadi pandemi global, PT. Sido Muncul mencatatkan pertumbuhan positif dari sisi
penjualan maupun laba pada kuartal I Tahun 2020.

1
LAMPIRAN

1
DAFTAR PUSTAKA
Aisyiah, Nurul, Darminto dan Achmad Husaini. “PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN
PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE RASIO KEUANGAN DAN
METODE EVA (Economic Value Added) (Studi pada PT. Kalbe Farma Tbk yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011).” Jurnal Administrasi Bisnis
(JAB) 2.1 (2013): 110-112.

Barus, Michael Agyarana, Nengah Sudjana dan Sri Sulasmiyati. “PENGGUNAAN RASIO
KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
(Studi pada PT. Astra Otoparts,Tbk dan PT. Goodyer Indonesia,Tbk yang Go Public
di Bursa Efek Indonesia).” Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) 44.1 (2017): 158-160.

Cahyaningdyah, Dwi dan Yustieana Dian Ressany. “PENGARUH KEBIJAKAN


MANAJEMEN KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN.” Jurnal
Dinamika Manajemen 3.1 (2012): 21.

Elisa. “ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN PADA PT. JASA SARANA CITRA
BESTARI CABANG BENGKALIS MENURUT PERSPEKTIF ISLAM.” (2018):
59-61.

Kaunang, Swita Angelina. “ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA


PT. CIPTA DAYA NUSANTARA MANADO.” Jurnal EMBA (2013): 1994-1995.

Marzuki. “PENGARUH LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP


PROFITABILITAS PADA PT. INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO
MUNCUL TBK.” (2016).

Mudawamah, Siti, Topo Wijono dan Raden Rustam Hidayat. “ANALISIS RASIO
KEUANGAN UNTUK MENILAI KONERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi
pada Bank Usaha Milik Negara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-
2015).” Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) (2018): 22-24.

Mulyanti, Dety. “MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN.” Akurat (Jurnal Ilmiah


Akuntansi) 8.2 (2017): 63-70.

1
Riswan dan Yolanda Fatrecia Kesuma. “ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI
DASAR DALAM PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PT. BUDI SATRIA
WAHANA MOTOR.” Jurnal AKuntansi dan Keuangan 5.1 (2014): 95-99.

Situmorang, Ria Theresia. Ada Pandemi Covid-19, Sido Muncul (SIDO) Siap Revisi Target
Penjualan. 21 April 2020. Bisnis.com. 22 Juni 2020. <https://m.bisnis.com/>.

Suhendro, Dedi. “ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN


MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN PADA PT. UNILEVER INDONESIA
Tbk YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI).” At-Tawassuth
3.1 (2018): 483-485.

Unpad, Dosen Departemen Akuntansi FEB. Dampak Pandemi Corona Terhadap Laporan
Keuangan dan Praktik Bisnis di Indonesia. 29 Maret 2020. Center Of Accounting
Studies Unpad (CAS Unpad). 22 Juni 2020. <http://www.feb.unpad.ac.id/>.

Wadiyo. Mengenal Produksi Tolak Angin, PT Sido Muncul, Perkembangan dan Laporan
Keuanganya. Mei 2020. Manajemen Keuangan. 22 Juni 2020.
<https://manajemenkeuangan.net/>.

Anda mungkin juga menyukai