Anda di halaman 1dari 4

ACARA I

PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN SAAT PANEN DAN


SUHU PENYIMPANAN

A. Latar Belakang
Hasil pertanian seperti sayuran dan buah-buahan pada umumnya setelah dipanen
akan mengalami perubahan akibat pengaruh fisiologis, fisik, dan kimiawi parasit
atau mikrobiologis. Perubahan-perubahan tersebut ada yang menguntungkan dan
ada yang merugikan. Komposisi setiap sayuran dan buah berbeda, tergantung
pada varietas, cara tanam, cara panen, waktu panen, pemeliharaan, keadaan iklim,
tingkat kematangan, kondisi selama pematangan, dan kondisi ruang penyimpanan.
Produk pertanian misalnya buah dan sayuran setelah dipisahkan dari induknya
akan mengalami kenaikan suhu yang lebih tinggi dari suhu sekitarnya yang biasa
disebut field heat atau panas lapang. Untuk menghambat terjadinya panas lapang
dapat dilakukan pre cooling. Pre cooling adalah perlakuan suhu rendah segera
setelah panen yaitu dengan menghembuskan udara dingin, hydro cooling
(merendam sayuran atau buah-buahan dalam air dingin), dan dengan pendingin
vacum (vacum cooling). Pre cooling dihentikan sampai suhu dalam buah
mendekati sekitar 8-1 0C tergantung komoditasnya, untuk tomat sampai mendekati
suhu 15 0C.

B. Tujuan
Tujuan praktikum acara ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat
kematangan saat panen dan suhu penyimpanan buah tomat.

C. Alat dan Bahan


Alat dan Bahan
Alat
a. Alat tulis c. Lemari es
b. Kamera d. Timbangan

Bahan
a. Kemasan plastik
b. Nampan
c. Buah tomat (Lycopersicon esculentum)
d. Kertas label
e. Tisu
D. Cara Kerja
a. Mengelompokkan buah tomat menjadi dua faktor perlakuan antara lain :
Tingkat kematangan buah tomat:
1) Hijau masak (M1)
2) Pecah warna (M2)
3) Matang merah (M3)
Suhu penyimpanan:
1) Dengan kemasan plastik dalam suhu ruang (S1)
2) Tanpa kemasan plastik dalam suhu ruang (S2)
3) Dengan kemasan plastik dalam suhu rendah (S3)
4) Tanpa kemasan plastik dalam suhu rendah (S4)
b. Melakukan pengamatan
1) Tekstur (Tingkat Kekerasan)
Mengamati untuk mengetahui kekerasan dengan cara memegang dan
memberi skor. Skor 1 = lunak sekali, skor 2 = Lunak, skor 3 = agak lunak,
skor 4 = keras. Dilakukan setiap hari.
2) Warna
Mengamati perubahan warna setiap hari. Skor 1 = hijau, skor 2 = hijau
kekuningan, skor 3 = kuning, skor 4 = kuning kemerahan, skor 5 = merah.
Dilakukan setiap hari.
3) Rasa
Mengamati rasa tomat di awal dan di akhir pengamatan. Skor 1 = asam
sekali, skor 2 = asam, skor 3 = agak manis, dan skor 4 = manis.
4) Umur simpan
Mengamati umur simpan dengan menghitung hari lamanya buah bertahan
dari awal penyimpanan sampai 50 % buah rusak. Buah dikatakan rusak
apabila dalam satu buah telah 25 % rusak. Dilakukan setiap hari.
5) Berat susut
Mengamati berat susut dengan menimbang buah tomat setiap hari.
Menghitung berat susut dengan rumus :
beratawal  beratakhir
Beratsusut  x100%
beratawal
1. Pengamatan yang Dilakukan
a. Tekstur (Tingkat Kekerasan)
Mengamati untuk mengetahui kekerasan dengan cara memegang dan memberi
skor. Skor 1 = lunak sekali, skor 2 = Lunak, skor 3 = agak lunak, skor 4 = keras.
Dilakukan setiap hari.
b. Warna
Mengamati perubahan warna setiap hari. Skor 1 = hijau, skor 2 = hijau
kekuningan, skor 3 = kuning, skor 4 = kuning kemerahan, skor 5 = merah.
Dilakukan setiap hari.
c. Rasa
Mengamati rasa tomat di awal dan di akhir pengamatan. Skor 1 = asam sekali,
skor 2 = asam, skor 3 = agak manis, dan skor 4 = manis.
d. Umur simpan
Mengamati umur simpan dengan menghitung hari lamanya buah bertahan dari
awal penyimpanan sampai 50 % buah rusak. Buah dikatakan rusak apabila
dalam satu buah telah 25 % rusak. Dilakukan setiap hari.
e. Berat susut
Mengamati berat susut dengan menimbang buah tomat setiap hari. Menghitung
berat susut dengan rumus :
beratawal  beratakhir
Beratsusut  x100%
beratawal
E. Hasil dan Pembahasan

Tekstur Warna Umur Berat Susut (gram)


Perlakuan
Awal Akhir Awal Akhir Simpan Awal Akhir
S
Hijau masak 1 4 2 1 4 1 187,8 150,8
S
  2 4 2 1 4 1 157,1 149,8
S
  3 4 3 1 4 3 197,3 169,6
S
  4 4 3 1 5 2 167,1 150,3
S
Pecah warna 1 4 1 3 5 1 260,1 250,2
S
  2 3 1 3 4 1 270,8 260,6
S
  3 4 2 3 4 3 280,4 269,4
S
  4 4 1 3 4 3 279,1 268,2
S
Matang merah 1 4 1 5 5 1 301,8 270,5
S
  2 3 1 5 4 1 354,2 323,6
S
  3 4 1 5 4 2 334,6 315,2
S
  4 4 2 5 4 2 356,7 335,2

F. Pembahasan

Daftar Pustaka