Anda di halaman 1dari 41

PEMISAHAN CARA

MEKANIS
PENGERTIAN

Proses pemisahan yang dilakukan dengan gaya


fisik yang bekerja pada partikel atau bahan cair,
gaya ini termasuk gaya gravitasi, gaya sentrifuse
dan gaya kinetik yang timbul dari aliran
Partikel atau aliran dipisahkan karena perbedaan
reaksinya terhadap gaya-gaya tersebut dan
peralatan disusun untuk melakukan pemisahan ini.
Contoh : dalam proses pengendapan atau
sedimentasi, gaya yang bekerja adalah gaya
gravitasi dan partikel-partikel dipisahkan oleh
perbedaan berat jenisnya serta sifat-sifat
pengendapan, apabila partikel tersebut dijatuhkan
melalui bahan cair
Pemisahan mekanis dikelompokkan menjadi
4 yaitu :
1. Penyaringan (filtrasi)
2. Pengendapan (sedimentasi)
3. Pengkelasan (Klasifikasi)
4. Pemisahan sentrifuse (sentrifugasi)

1. PENYARINGAN
 Adalah proses pemisahan bahan padat dari
bahan cair dengan mengalirkan campuran
penembus pori-poriyang cukup halus untuk
menahan bahan padat akan tetapi cukup
besar untuk melalukan bahan cair
Bahan digoyangkan atau digerakkan diatas
saringan halus atau kain penyaringan
sehingga partikel yang lebih kecil dari ukuran
lubang saringan dapat lolos  dipengaruhi
gaya gravitasi
Laju penembusan saringan tergantung faktor
: sifat alamiah partikel, bentuk partikel,
frekuensi dan jumlah penggerakan, metode
yang digunakan untuk mencegah pelekatan
partikel atau penutupan lubang saringan oleh
partikel, gaya tegang dan sifat alamiah alat
bahan penyaring
Ukuran saringan standar telah dikembangkan
: ukuran lubang dari 1 in (25 mm) – 200 mesh
Dasar untuk susunan ayakan : dimulai yang
lebih besar dan yang berikutnya yang lebih
kecil  susunan saringan standar Amerika
Serikat, saringan Tyler
Proses penyaringan : bahan cair menembus
lubang-lubang halus
Partikel yang melayang didalam bahan cair
yang tidak dapat lolos melalui lubang
tersebut, tertahan dan menumpuk, disebut
‘filter cake’.
Terkadang, bahan cair, filtratnya yang
menjadi hasil saringan
Penyaringan proses yang lambat :
kemampuan relatif bahan untuk menembus
melalui lubang-lubang halus, untuk
mempengaruhi pemisahan, merupakan
penyaringan partikel-partikel yang melayang
didalam suatu bahan cair
Analisa penyaringan : mempelajari sistem
aliran
Persamaan dasar penyaringan :
dV/dQ = A∆P/ µr(ωV/ A + L)
Keterangan :
dV/ dQ = laju aliran menembus penyaring
∆P = penurunan tekanan antara kedua
sisi penyaring
ω = kandungan bahan padat per satuan isi
bahan cair
V = isi bahan cair yang telah melalui penyaring
A = luas permukaan saringan
L = equivalen tebal aktif kain penyaring
r = tahanan jenis

Penyaringan dengan Laju Tetap


Penurunan tekanan dibutuhkan untuk
mendapatkan berbagai lajur aliran yang
diinginkan
Apabila suatu susunan dilakukan dibawah
pengaruh tekanan yang berbeda, hasilnya
dapat digunakan untuk menentukan tahanan
‘filter cake’
∆P = V/ Aθ x µr (ωV/ A + L)
Penyaringan dengan Tekanan Tetap
Dipergunakan untuk memperkirakan bentuk
penyaringan di pabrik.
Sekali ‘filter cake’ terbentuk, peristiwa ini
untuk berbagai operasi penyaringan, aliran
terjadi dibawah pengaruh perbedaan tekanan
yang tetap

θA/ V = µ r ω/ 2∆P (V/ A) + µ r L/ ∆P


Daya Pemampatan ‘Filter Cake’ (Ampas)
Dengan beberapa ‘filter cake’ daya tahan
jenis bervariasi terhadap penurunan tekanan
antara kedua sisi saringan.
Disebabkan karena ampas menjadi lebih
padat dibawah pengaruh tekanan yang lebih
tinggi sehingga memberikan jalan yang lebih
kecil dan lebih sempit bagi aliran  Daya
Pemampatan ampas
Bahan yang lunak dan berkeping
menghasilkan daya pemampatan ampas
sangat tinggi, sedangkan bahan butiran yang
keras, seperti kristal gula dan garam lebih
kurang dipengaruhi oleh tekanan
r = r1 ∆Ps
Keterangan :
r = daya tahan jenis ampas dibawah tekanan P
∆P = penurunan tekanan antara kedua sisi
saringan
r1= daya tahan jenis ampas dibawah pengaruh
penurunan tekanan 1 atm
s = konstanta untuk bahan : daya pemampatan
Peralatan Penyaringan
Kebutuhan dasar untuk peralatan
penyaringan : penahan mekanis untuk bahan
penyaring, pengaruh aliran ke dan dari bahan
penyaring, perlengkapan untuk memindahkan
‘filter cake’
Contoh : pencucian ‘filter cake’ diperlukan
untuk memudahkan kemudahan/ rintisan
larutan
1. Penyaring tekanan berbentuk piring dan
kerangka
 Merupakan peralatan dasar pada peralatan
penyaringan
 Kain atau kasa dibentangkan di atas piring
yang disusun sedemikian rupa untuk
menahan kain sepanjang sisi, tetapi pada
saat yang sama menghasilkan permukaan
bebas seluas mungkin dibawah kain, untuk
tempat hasil saringan mengalir
 Penyaringan bahan berbentuk piring dan
kerangka murah, akan tetapi sulit
memekanisasikannya untuk kebutuhan
yang lebih besar
bentuk lain penyaring tekanan berbentuk
piring dan kerangka telah dikembangkan
yang memungkinkan pembersihan ‘filter
cake’ lebih mudah
Contoh : mungkin berbentuk siku-siku atau
bulat, dapat ditahan sehingga tenggelam ke
dalam bak yang berisi bahan cair atau cairan
kental yang akan disaring
Seluruh bak kemudian dapat diletakkan
dibawah tekanan atau sisi kain di bawah
aliran dalam keadaan hampa udara
Keuntungan penyaringan hampa udara :
bahwa penurunan tekanan dapat
dipertahankan sedangkan ampas tetap pada
tekanan atmosfir sehingga penyusunan ini
mempermudah pemindahan ampas
Kerugian : ongkos bertambah tinggi untuk
mempertahankan penurunan tekanan
tertentu dengan penggunaan kevakuman dan
pembatasan kevakuman maksimum sekitar
12-14 lb/in²
Dalam penyaring bertekanan, gaya dorong
tekan, hanya dibatasi oleh penghematan
untuk mempertahankan tekanan dan oleh
kekuatan mekanis alat

2. Penyaring berputar
 Dapat dibentuk, dimana di dalamnya aliran
mengalir melalui kain berbentuk silinder yang
berputar dan ‘filter cake’ secara terus
menerus dapat dikeruk sebagai hasil
penyaringan
Silinder mendatar baik berlubang maupun
ditutupi saringan
Ke dalam silinder ini umpan dimasukkan,
partikel yang lebih kecil lolos ketika terguling
sekeliling saringan berputar
Penyaring hampa udara berputar sangat
mahal, akan tetapi alat ini melengkapi
berbagai derajat mekanisasi dan sangat
memuaskan
3. Penyaring sentrifugal
Menggunakan gaya sentrifugal
Penyaring ini adalah alat sentrifusi yang
disambungkan dengan panci berlubang-
lubang dan juga mempunyai kain penyaring
Bahan cair lewat ke dalam bagian dalam
panci dan dibawah pengaruh gaya
sentrifugal bahan ini melewati bahan
penyaring

4. Penyaring Udara
 Banyak dipergunakan untuk memindahkan
debu atau partikel-partikel dari aliran udara
Udara atau gas dipaksakan bergerak melalui
kain dan debu tertinggal dibelakang
Sangat berguna untuk memindahkan
partikel-partikel halus

5. Penyaring bergetar
Biasanya digetarkan oleh tekanan eksentris
dan saringan berlantai ganda tempat partikel
jatuh dari satu saringan ke saringan lain
sampai mencapai satu saringan yang terlalu
halus untuk partikel tersebut dapat lolos
Frekuensi dan amplitudo getaran dapat
berpengaruh sangat nyata terhadap
kemajuan penyaringan
Kapasitas penyaringan biasanya adalah
kecepatan dalam istilah jumlah yang lewat
per satuan luas dalam satuan waktu
Partikel yang dapat disaring dengan
memuaskan mulai dari ukuran 50 mikron ke
atas
Digunakan dalam industri penggilingan
tepung

2. PENGENDAPAN
Menggunakan gaya grafitasi atau gaya
sentrifugal untuk memisahkan partikel dari
aliran bahan cair
Partikel biasanya bahan padat, tetapi bahan
ini dapat lebih kecil dari butir bahan cair
dan bahan cair tersebut dapat berupa suatu
cairan atau gas
Pengendapan sering digunakan dalam
industri pangan untuk memisahkan kotoran
dan kotoran yang lebih besar dari umpan,
kristal dari cairan induk dan debu atau hasil
berbentuk partikel dari aliran udara

Kecepatan Partikel Jatuh di dalam Suatu Bahan


Cair
Partikel jatuh dari keadaan diam di dalam
suatu bahan cair di bawah pengaruh gaya
tetap
Contoh : gaya tarik bumi, percepatan untuk
suatu waktu dan setelah jatuh, pada suatu
kecepatan yang seragam
Kecepatan maksimum yang dicapai disebut
kecepatan terminal
Kecepatan terminal tergantung pada ukuran,
kerapatan dan bentuk, partikel dan juga pada
sifat-sifat bahan cair
Ketika partikel jatuh melalui suatu bahan cair,
ada 2 gaya yang prinsipil bekerja pada
partikel ini : gaya eksternal  menyebabkan
pergerakan dan gaya sorot  yang menahan
gerakan yang timbul dari kerja gesekan
bahan cair
Jika kecepatan partikel tetap, gaya sorot
harus seimbang dengan gaya eksternal yang
mempercepat partikel
Dasar analisa pengendapan adalah hukum
Stokes, bahwa untuk pengendapan aliran
searah suatu bentuk bola
Vm = D²g (ρp –ρf)/18µ
Hukum Stokes hanya berlaku dalam aliran
Streamline dan hanya untuk partikel bulat.
Dalam hal bentuk bulat, kriteria untuk aliran
’Streamline’ adalah (Re) ≥ 2
Aliran ‘streamline’ untuk partikel besar dan
kecil
Hukum Stokes hanya berlaku terhadap jatuh
bebas yaitu bahwa gerakan satu partikel tidak
berpengaruh terhadap gerakan partikel lain
Hukum Stokes memperkirakan kecepatan
sebanding dengan kwadrat garis tengah
partikel, dalam suspensi yang pekat terlihat
bahwa seluruh partikel tampak jatuh pada
kecepatan seragam

Pengendapan Bahan Padat secara Gaya Berat


di dalam Bahan Cair
 Bahan padat akan mengendap di dalam
bahan cair yang kerapatannya lebih kecil
daripada kerapatan bahan padat tersebut
Dalam sebuah silinder tempat suspensi yang
seragam dibiarkan mengendap, daerah-
daerah yang jelas terlihat timbul ketika
pengendapan berlangsung
Pada bagian atas timbul daerah cairan yang
jernih. Dibawah daerah ini adalah daerah
berkomposisi kurang atau lebih tetap, tetap
oleh karena kecepatan pengendapan yang
seragam untuk seluruh ukuran partikel
Pada dasar silinder adalah daerah endapan
dengan berbagai komposisi dibagian atas dan
komposisi hampir tetap dibagian terbawah
Dalam beberapa hal, apabila tidak mungkin
melakukan pengendapan partikel halus,
dapat diapungkan dengan menggunakan
gelembung-gelembung udara  Flotasi :
tergantung pada kecenderungan relatif udara
dan air untuk berikatan ke partikel
permukaan
Flotasi tergantung pada gaya permukaan
Gaya permukaan dapat diubah dengan
adanya bahan pengaktif permukaan
penggunaan bahan tambahan
Contoh : flotasi buih dalam pengentalan
mineral, dalam industri pangan  pemisahan
partikel kecil lemak dari air
Buih dilengkapi dengan udara yang
dipisahkan dalam air di bawah tekanan. Pada
pelepasan tekanan, udara keluar dari larutan
dalam bentuk gelembung halus yang naik ke
permukaan dengan membawa lemak

Pengendapan Bahan Padat di dalam Suatu Gas


Penggunaan pengendapan partikel padat
yang penting dalam industri pangan adalah
pada pengeringan semprot
Bahan yang dikeringkan dipecahkan menjadi
butir-butir kecil bergaris tengah sekitar 100
mikron dan partikel ini jatuh melalui udara
yang dipanaskan, pengeringan terjadi ketika
partikel ini lewat.
2 kerugian yang timbul dari kecepatan aliran
yang lambat : dibutuhkan ruang besar dan
waktu persentuhan yang lama antara partikel
dengan udara yang dipanasi yang mungkin
menyebabkan kerusakan bagi bahan yang
peka terhadap panas
Untuk mengatasinya digunakan pemisah
cyclone : merupakan bagian peralatan yang
sangat berguna untuk memindahkan partikel
yang bergaris tengah diatas 10 mikron dari
aliran udara
Cyclone : ruangan pengendapan dalam
bentuk silinder tegak, disusun sedemikian
rupa sehingga udara bermuatan partikel
berulir sekeliling silinder untuk menimbulkan
gaya sentrifugal yang melemparkan partikel
ke dinding luar
Hukum Stokes memperlihatkan bahwa
kecepatan antara partikel berkaitan dengan
resultan gaya yang bekerja. Misal sebuah
pemisah sentrifugal seperti sebuah cyclone

Fc = (m/ gc) (v²/ r)


Keterangan :
Fc = gaya sentrifugal yang bekerja pada
partikel
m = massa partikel
v = kecepatan tangensial partikel
r = jari-jari partikel
Cyclone yang paling efisien untuk
memindahkan partikel kecil yang bergaris
tengah paling kecil
Cyclone dapat digunakan untuk memisahkan
partikel dari bahan cair seperti juga dari gas
dan alat ini juga dapat digunakan untuk
memisahkan butir-butir kecil bahan cair dari
gas

3. KLASIFIKASI
Termasuk pemisahan bahan yang terurai
menjadi selang ukuran
Penggunaannya dapat dibuat berdasarkan
perbedaan laju pergerakan partikel
Partikel yang berbeda ukuran dan kerapatan
melarut didalam bahan cair
Alat klasifikasi berputar secara mekanis,
menggabungkan perbedaan jatuh dengan
cara aksi sentrifusi untuk menambah gaya
gravitasi dan untuk menghubungkan fraksi
ukuran sehingga dapat dikumpulkan
Contoh : penggilingan tepung 
penyebabnya perbedaan ukuran yang sangat
kecil, bentuk dan kerapatan antara yang
banyak mengandung pati atau protein setelah
dihancurkan maka tepung dapat
diklasifikasikan dalam fraksi bahan yang kaya
pati dan fraksi bahan kaya protein
Klasifikasi juga dapat dipakai dalam alat
pengering udara langsung  penggunaan
penurunan kerapatan bahan pada
pengeringan
Bahan kering dapat disortasi sebagai hasil,
dan bahan basah dikembalikan untuk
pengeringan lebih lanjut
Biasanya menggunakan sebuah kerangka
berselubung tempat campuran bahan lewat,
partikel basah keluar kerangka dan
dikembalikan lagi sedangkan bahan yang
tertinggal di tengah-tengah dipindahkan
sebagai hasil kering
4. PEMISAHAN SECARA SENTRIFUSI
Pemisahan 2 macam bahan cair yang tidak
bercampur atau bahan cair dengan bahan
padat secara pengendapan tergantung pada
pengaruh gaya tarik bumi terhadap komponen
Kadang pemisahannya sangat lambat karena
berat spesifik komponen atau gaya yang
menahan komponen dalam ikatan. Misal : yang
terjadi dalam emulsi, dalam peristiwa
terjadinya pengendapan  tidak terlihat batas
yang jelas antara komponen akan tetapi suatu
lapisan yang bergabung. Contoh : susu,
apabila susu dibiarkan, krim akan naik ke
permukaan dan akan terlihat jelas pemisahan
antara krim dan skim.
Untuk meningkatkan kecepatan pemisahan
gaya sentrifusi dapat digunakan untuk
menekankan perbedaan daya terhadap
komponen
Gaya sentrifugal pada partikel yang dipaksa
untuk berputar melalui suatu lorong
Gaya sentrifugal tergantung pada jari-jari dan
kecepatan putaran pada massa partikel
Bila jari-jari dan kecepatan putaran tetap
maka faktor yang perlu diawasi adalah berat
partikel, sehingga bertambah berat partikel,
bertambah besar gaya sentrifugal bekerja
pada partikel tersebut
Fc = (m/gc) (v²/r) = 0,011 mrN²/ gc
Fg = g (m/ gc)
Keterangan :
m = massa partikel
v = kecepatan tangensial partikel
r = jari-jari
N = kecepatan putaran per menit
g = percepatan gravitasi
Laju Pemisahan
Hukum Stokes : kecepatan pada keadaan
steady partikel yang bergerak di dalam aliran
‘streamline’ dibawah pengaruh kerja suatu
gaya percepatan
Vm = D² N² r (ρp – ρf)/ 1640µ
Keterangan :
D = garis tengah (kaki)
ρp = kerapatan air (lb/kaki³)
ρf = kerapatan bahan (lb/kaki³)
µ = kekentalan (cP)

Pemisahan Bahan Cair


 Pemisahan komponen campuran bahan cair :
bila bahan cair tersebut tidak bercampur akan
tetapi sangat terdispersi, seperti emulsi
Contoh pada industri susu, susu dipecahkan
oleh gaya sentrifusi menjadi skim dan krim.
Kelihatan jelas untuk mengamati posisi kedua
fase di dalam sentrifus ketika operasi sedang
berlangsung
Susu dimasukkan terus menerus ke dalam
mesin, umumnya berupa keranjang berputar
pada sumbu tegak dan krim serta skim
masing-masing keluar dari tempat
pengeluarannya. Pada titik yang sama di
dalam keranjang harus terjadi pemisahan
permukaan antara krim dan skim
Peralatan Sentrifusi
Bentuk sentrifus yang paling sederhana
terdiri dari sebuah keranjang berputar sekitar
sumbu
Bahan cair atau bahan cair dan padat
dimasukkan dalam keranjang dan dibawah
gaya sentrifugal, bahan cair yang lebih berat
atau partikel padat lolos ke daerah terluar
keranjang sedangkan komponen yang paling
ringan bergerak ke tengah-tengah
Apabila umpan seluruhnya bahan cair maka
pipa pengumpulan yang sesuai dapat disusun
untuk membiarkan pemisahan komponen
yang paling berat dan yang paling ringan
Didalam sentrifus pemisahan bahan cair,
piring berbentuk kerucut disusun dan
memberikan aliran yang lebih halus dan
pemisahan yang lebih baik
Meskipun fase bahan cair dapat dengan
mudah dipindahkan dari sebuah sentrifus,
adanya bahan padat lebih memberikan
banyak persoalan.
Salah satu cara untuk menangani bahan
padat adalah dengan melengkapi nozzle pada
keranjang sentrifus.
Nozzle ini terbuka pada interval ke
pengeluaran bahan padat yang tertumpuk
bersama sama dengan beberapa bahan cair
berat
Mesin ini memisahkan umpan menjadi 3 aliran
: bahan cair ringan, bahan cair berat dan
bahan padat
Bahan padat membawa serta bahan cair
berat
Penanganan bahan padat lainnya : melakukan
kerja teleskopik di dalam keranjang  bagian
keranjang bergerak dari yang satu ke yang
lain dan mengangkat bahan padat yang telah
tertumpuk ke luar
CONTOH SOAL :
1. Hitunglah kecepatan jatuh partikel debu
yang bergaris tengah 60µ di udara pada
suhu 70ºF dan tekanan 1 atm. Anggap
bahwa partikel berbentuk bola dengan
kerapatan 80 lb/ft³. 1 mikron (µ) = 10-4 cm ,
1ft= 30,48 cm, viskositas udara pada 70ºF =
1,2 x 10-5 lb/ft second dan kerapatan
0,075lb/ft³ , g = 32,2
Jawab :
60 mikron = 1,97 x 10-4 ft
Vm =
=(1,97)2 x 10-8 x 32,2 x (80-0,075)/18 x 1,2 x 10-5
= 0,46 ft/ second
Pemeriksaan bilangan reynold :
(Re) ≥ 2
(Re) = Dv ρ/µ
= 1,97 x 10-4 x 0,46 x 0,075/ (1,2 x10-5)
= 5,7 x10-1

2. Berapa banyak g yang dapat diperoleh


dalam suatu sentrifus yang dapat memutar
suatu bahan cair pada putaran 2000 putaran/
menit pada jari-jari maksimum 4 inci. 12 inci
= 1 kaki, g gravitasi = 32,2
jawab :
Fc = 0,011 rN2 (m/ gc)
Fg = g (m/ gc)
Fc/ Fg = 0,011 rN2/ g
= 0,011 (4/12) (2000)2 / 32,2
= 450,9
Jadi jumlah g = 450,9