Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS AngkatanVII, VIII, dan IX a


Angkatan : VIII
Nama Mata Pelatihan : Etika Publik
Nama Peserta : Gaby Giovanni Putri, S.Pd
Nomor Daftar Hadir : 16
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi

A.    Pokok Pikiran


Menjadi ASN berarti telah menjadi bagian dari penyelenggara pemerintahan dimana segala
Tindakan berimplikasi terhadap kepentingan masyarakat secara luas. Masyarakat memiliki
ekspektasi dan harapan yang tinggi kepada ASN, sehingga Ketika ada ASN yang melakukan
perbuatan tidak terpuji akan menjadi bulan-bulanan, sindiran, bahkan caci makian. Lebih jauh lagi
masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap aparat pemerintah. Oleh karena itu sebagai ASN
harus memiliki Etika yang berlandaskan dengan kode etik dan nilia-nilai dasar etika publik.
Etika adalah refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana
melakukan yang baik atau benar. Etika publik adalah refleksi tentang standar atau norma yang
menentukan baik-buruk dan benar-salah suatu perilaku, tindakan, dan keputusan yang mengarahkan
kebijakan publik dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Kode etik merupakan
aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan
pada saat yang dibutuhkan akan dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam
tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik.
Kita sebagai calon ASN wajib mengaktualisasikan etika publik, karena pada dasarnya fungsi
ASN menurut UU no 5 tahun 2014 adalah sebagai pelaksana kebijakan publik dan pelayan publik.
Tugas seorang ASN adalah melayani masyarakat sesuai etika publik yang ada. Etika publik
memberikan aturan atau standar pelayanan yang sesuai dengan norma yang berlaku. Bagaimana
ASN bertanggung jawab terhadap tugas dan jabatan yang diemban dalam melayani masyarakat.
Penerapan etika publik ASN, dapat merubah perilaku dan mindset pejabat publik dari penguasa
menjadi pelayan, dari wewenang menjadi peranan, dan menyadari jabatan publik adalah amanah
yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.

Tiga dimensi etika publik :


1. Dimensi kualitas pelayanan publik. Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma,
serta prinsip moral, sehingga etika publik membentuk integritas pelayanan publik
2. Dimensi Modalitas. Unsur-Unsur modalitas dalam etika publik yakni akuntabilitas,
transparansi dan netralitas.
3. Dimensi Tindakan integritas public. tindakan yang sesuai dengan nilai, tujuan dan
kewajibannya untuk memecahkan dilema moral yang tercermin dalam kesederhanaan hidup.

Nilai-nilai etika harus selalu melekat baik sebagai ASN maupun sebagai anggota masyarakat,
Setiap aktifitas baik sebagai ASN maupun masyarakat biasa harus selalu menerapkan nilai-nilai
etika dan berhati-hati agar aktifitas tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai etika yang harus
selalu dijunjung dan ditegakkan. Etika publik menekankan akuntabilitas, transparansi, dan netralitas
para ASN untuk mencapai pelayanan publik yang berkualitas, relevan, dan berpihak pada
kepentingan rakyat. Seorang ASN diharapkan memiliki kekuatan integritas moral publik. Secara
singkat, pelayan publik itu dituntut memiliki karakter-karakter moral publik seperti kejujuran,
tanggung jawab, ketulusan dan melayani.
 
Profil Singkat Tokoh
Hoegeng Imam Santoso
Hoegeng merupakan salah satu contoh tokoh yang beretika publik tinggi . Ia satu-satunya
Jenderal Polisi yang kerap disanjung Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai
polisi yang jujur. Merujuk pada buku Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan yang ditulis oleh
Suhartono pada 2013 lalu, tergambar bagaimana sosok Jenderal Polisi ini berdedikasi dalam
menjalankan tugasnya dengan penuh kedisiplinan dan menolak 'upeti' baik di institusi kepolisian
ataupun lembaga negara lain.
Ada banyak cerita bagaimana beliau berpegang teguh pada nilai-nilai etika publik. Salah
satunya ketika bertugas di Medan beliau disuguhkan sebuah rumah beserta kendaraan untuk dirinya
dan keluarga. Bahkan, panitia penyambutan telah menyiapkan sebuah hotel untuknya beristirahat.
Namun, semua itu ditolak secara halus, termasuk sejumlah perabotan rumah tangga yang
dikirimkan ke rumah dinasnya di Medan. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk bagaimana
menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
Kemudian Ketika beliau ditugaskan sebagai kepala Jawatan Imigrasi. Sehari sebelum
diangkat, ia menutup usaha kembang istrinya di jalan Cikini karena khawatir orang-orang yang
berurusan dengan imigrasi sengaja memborong bunga untuk mendapatkan fasilitas tertentu. Apa
yang mendorong Hoegeng menjadi tokoh yang bersih dan antikorupsi, mungkin pesan yang
ditanamkan oleh ayahnya bahwa "yang penting dalam kehidupan manusia adalah kehormatan.
Jangan merusak nama baik dengan perbuatan yang mencemarkan ". Ayahnya seorang birokrat yang
sampai akhir hayatnya tidak sempat punya tanah dan rumah pribadi.
B.    Penerapan
Sebagai ujung tombak pelayanan publik, Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi
sorotan masyarakat. Hal ini sebenarnya wajar, karena memang masyarakat merupakan pihak yang
selalu bersentuhan dengan aparatur pemerintah. Hubungan mereka adalah sebagai penerima dan
pemberi layanan. Ekspektasi dari publik adalah bahwa ASN harus mampu memberikan pelayanan
yang profesional kepada masyarakat. Publik menginginkan para birokrat taat dan patuh pada
aturan yang berlaku dan menjaga integritasnya. Sehingga, setiap ada tindakan dari ASN yang
menyimpang, pasti akan mendapatkan reaksi dari publik.
Terkait dengan statusnya sebagai administratur publik, ASN dituntut untuk memegang teguh
etika. Hal ini diperlukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang berkualitas. Karena dengan
adanya etika yang menjadi dasar bertindak bagi ASN diharapkan tidak ada diskriminasi dalam
pemberian pelayanan,korupsi dapat dihindari, dan pelayanan publik bisa berjalan dengan efektif
dan efisien.
Perilaku yang ditampilkan seorang guru harus mencerminkan nilai-nilai luhur yang
terkandung dalam kode etik sehingga makna kode etik itu menjelma dalam perilakunya. Berikut ini
adalah uraian penerapan kode etik di unit kerja ASN yakni SDN 48 Pekanbaru :
1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia yang berjiwa
pancasila.
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik.
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya untuk menunjang berhasilnya proses
pembelajaran.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu serta martabat
profesinya.
7. Guru memelihara hubungan sejawat keprofesian, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan
sosial.
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi sebagai sarana
perjuangan.
9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.
10. Guru terus berinovasi meningkatkan pembelajaran yang lebih baik.

Anda mungkin juga menyukai