Anda di halaman 1dari 4

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS ANGKATAN VII, VIII, dan IX a


Angkatan : VIII
Nama Mata Pelatihan : Komitmen Mutu
Nama : Gaby Giovanni Putri, S.Pd
Nomor Daftar Hadir : 16
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi

A. Pokok Pikiran
Komitmen mutu dapat diartikan sebagai janji terhadap diri sendiri yang tercermin dalam
tindakan dan perbuatan untuk menjaga standar yang telah ditetapkan. Sebagai ASN, tugas
apapun yang diemban merupakan tanggung jawab kita untuk dilaksanakan secara optimal
dengan prinsip efektivitas, efisiensi, inovasi, dan mutu. Sehingga masyarakat sebagai
stakeholder merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Terdapat empat indikator dari nilai-
nilai dasar komitmen mutu antara lain:
1. Efektivitas
Berasal dari kata efektif yang berarti berhasil guna, dapat mencapai hasil yang ditargetkan.
Efektivitas merujuk pada tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan baik menyangkut
jumlah maupun mutu hasil kerja.
2. Efisiensi
Berasal dari kata efisien artinya berdaya guna. Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi
penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada
tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, pemyimpangan prosedur, dan
mekanisme yang keluar alur.
3. Inovasi
Terdapat 3 urutan kegiatan dalam rangka mencapai Inovasi, antara lain semangat belajar,
kreativitas, dan imajinasi. Inovasi perlu dilakukan agar dapat beradaptasi dengan tuntutan
perubahan yang dipicu oleh pergeseran selera pasar, meningkatnya harapan dan daya beli
masyarakat, gaya hidup, kesejahteraan, ekonomi, pengaruh globalisasi, serta perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Mutu
Mutu merupakan standar yang menjadi dasar untuk mengukur hasil capaian kerja, selain itu
juga sebagai pembeda dengan produk yang dihasilkan oleh Lembaga sejenis.
Konsep Efektifitas, Efisiensi, Inovasi dan Orientasi Mutu

 Efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik


menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
 Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan
bagaimana pekerjaan dilaksanakan, sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan alokasi, penyalahgunaan prosedur dan mekanisme yang keluar alur.
 Karakteristik ideal dari efektif dan efisien antara lain: penghematan, ketercapaian
target secara tepat sesuai dengan yang direncanakan, pekerjaan dapat diselesaikan
dengan cepat dan tepat serta terciptanya kepuasan semua pihak
 Karakteristik ideal dari tindakan yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan
pemerintah dan pelayanan public antara lain diarahkan untuk meningkatkan kepuasan
masyarakat sebagai pelanggan
 Implementasi pendekatan inovatif dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan
merupakan sebuah keniscayaan khususnya dalam rangka meningkatkan kepuasan
publik atas layanan aparatur.

Nilai-nilai dasar Komitmen Mutu

 Orientasi mutu, berkomitmen untuk senantiasa melakukan pekerjaan dengan arah dan
tujuan untuk kualitas pelayanan
 Efektif adalah berhasil guna, menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
 Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa
pemborosan sumber daya dan hemat waktu
 Inovatif adalah suatu yang baru sebagai perwujudan ide kreatifitas untuk meningkatkan
mutu pelayanan

Target utama kinerja ASN yang berbasis komitmen mutu yaitu mewujudkan kepuasan
masyarakat yang menerima layanan (customer satisfaction). Dengan dikaitkan tiga fungsi
utama pegawai ASN (pasal 10), yaitu sebagai: (1) pelaksana kebijakan publik, (2) pelayan
publik, dan (3) perekat dan pemersatu bangsa, maka dalam implementasi fungsi tersebut
pegawai ASN harus menunjukkan perilaku yang komitmen terhadap mutu, bukan sekedar
menggugurkan kewajiban formal atau menjalankan rutinitas pelayanan.
Dengan demikian, ASN harus mampu menjadi pelayan publik yang handal dan profesional,
menjadi pendengar yang baik atas berbagai keluhan dan pengaduan masyarakat, sekaligus
mampu menindaklanjutinya dengan memberikan solusi yang tepat melalui langkah perbaikan
secara nyata, bukan sekedar janji-janji muluk untuk menenangkan gejolak masyarakat.
Selain itu untuk membangun komitmen mutu, implementasi mutu dalam layanan public
harus senantiasa dimodifikasi agar kemampuan terus berkembang. Karena kondisi saat ini yang
bersifat dinamis ASN perlu terus berfikir kritis terhadap dinamika. Menjadikan keterbatasan
sebagai sarana untuk melahirkan sikap kreatif dan inovatif.

 5 PILAR MANAJEMEN MUTU


 Komitmen
 Hasil/ Mutu
 Prosedur
 Berfikir Efektif/ Efisien
 Melibatkan orang lain di sekitar kita

 NILAI DASAR ORIENTASI MUTU


 Membangun mindset dan komitmen pegawai terhadap budaya mutu;
 Meningkatkan mutu proses secara berkelanjutan;
 Beradaptasi dengan perubahan;
 Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan, baik internal maupun eksternal;
 Membangun kerjasama kolegial antarpegawai yang dilandasi keikhlasan, kepercayaan dan
kejujuran;
 Menampilkan kinerja tanpa cacat (zero-defect) dan tanpa pemborosan (zero-waste), sejak
memulai setiap pekerjaan.

Zeithmalh, dkk (1990: 23) menyatakan bahwa terdapat sepuluh ukuran dalam menilai mutu
pelayanan, yaitu :
“(1) Tangible (nyata/berwujud), (2) Reliability (kehandalan), (3) Responsiveness (Cepat
tanggap), (4) Competence(kompetensi), (5) Access (kemudahan), (6) Courtesy (keramahan),
(7) Communication (komunikasi), (8) Credibility (kepercayaan), (9) Security (keamanan),
(10)Understanding the Customer (Pemahaman pelanggan)”.
 Alat pemastian mutu pelanggan (Osborne & Plastrik, 2000, hal. 175):
a) Standar pelayanan pelanggan;
b) Ganti rugi pelanggan (customer redress);
c) Jaminan mutu;
d) Audit mutu;
e) Penanganan Keluhan Pelanggan; dan
f) Ombudsman.

Faktor-faktor yang bisa menjadi pendorong sekaligus menghambat upaya untuk meningkatkan
kinerja aparatur yang kreatif, inovatif, dan komitmen terhadap mutu, antara lain: perubahan
pola pikir (mindset) aparatur, pergeseran budaya kerja, perbaikan tata kelola pemerintahan
(good corporate governance).

B. Penerapan
Sebagai Guru, penerapan komitmen mutu dapat diterapkan ketika melaksanakan prosses
pembelajaran, dan pengabdian pada masyarakat, antara lain:
1. Pada proses Pembelajaran.
Komitmen mutu pada proses Pendidikan dapat dilaksanakan misalnya pada pembelajaran di
kelas, Sebelum memulai pembelajaran guru wajib membuat dokumen-dokumen pendukung
seperti Silabus pembelajaran, dan Rencana Pembelajaran Semester. Kedua dokumen tersebut
digunakan guru sebagai acuan kegiatan apa yang akan dilaksanakan di kelas selama proses
pembelajaran. Rencana pembelajaran semester berisi langkah-langkah detail kegiatan
pembelajaran yang dirinci untuk setiap pertemuan. Selain itu berisi model evaluasi dan
referensi yang digunakan. Dokumen tersebut digunakan untuk menjamin mutu proses
pembelajaran di dalam kelas. Inovasi yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran adalah
dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi pada pembuatan bahan ajar,
pemanfaatan e-learning dan pemanfaatan multimedia pada silde materi yang digunakan.

2. Pada pengabdian pada masyarakat


Komitmen mutu dilakukan dengan merujuk standar operasional prosedur pengabdian pada
masyarakat yang bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan pengabdian
masyarakat (PPM) yang dilakukan oleh guru. Memberikan pedoman/panduan dalam
perencanaan, pelaksanaan, pembelajaran, evaluasi dan penyempurnaan kegiatan pengabdian
masyarakat yang dilaksanakan oleh guru. Sehingga pelaksanaan pengabdian kepada
masyarakat dapat tepat sasaran, dan membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan yang
dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Anda mungkin juga menyukai