Anda di halaman 1dari 2

LOW VISION PADA ANAK

26/6/2020

Pasien anak dengan low vision  observasi : lihat gangguan pengelihatan (manifestasi umum yg
biasanya dialami)  history diagnose (sifatnya progresif/tidak)  menentukan metode pemeriksaan
tajam pengelihatan  menentukan cara koreksi/refractive error (cycloplegi, AR/streak retinoskopi,
bracketing method)  menentukan alat bantu yg akan diberikan (tipe dan power)  melatih
menggunakan alat bantu (focusing, scaning, tracing)  functional vision

Gejala klinis

1. Body rocking
2. Eye rocking
3. Head baging
4. Finger waving

History

Diagnose : visual defect, progressive/non progressive

General medical history : seizure, drug intake

Behavior : aggressive, defensive, light gazing, eye pocking, self abuse, eye movement

Cara mendapatkan hasil yg akurat:

1. Biarkan merasa nyaman diruangan pemeriksaan


2. Bicara dengan Bahasa yg dimengerti
3. Menggunakan prosedur dan tes yg mudah dimengerti

No counting finger

No hand motion

Detection activity : ball test  dilakukan pd anak2 yg tdk mengerti 2 dimensi

Resolution activity : lea greatings, preferential looking card

Recognition activity : LEA symbol, HOTV chart

Eye hand coordination : puzzles, toys

Pemeriksaan dilakukan dengan HOTV chart

- Dilakukan dengan 4 meter


- Jumlah huruf sejajar sama

Matching technique
- Lea symbol, allen chart, tumbling E
- Dilakukan pada jarak 3 meter

Pointing technique

Predderential looking technique

- Untuk usia 6-24 bulan


- Lea paddle grating

Ball test

- Jarak 3 meter

Corresponding VA : distant (meter)/object diameter (cm)x10

Kedua

1. Dilakukan cycloplegi
2. Streak retinoscopyalways prescribe glasses whwnever refractive error is present (>1D
sphere, >1.5 D sphere)

Pemeriksaan dan Koreksi alat2 untuk anak low vision butuh skill yg khusus, butuh waktu (tidak perlu
tergesa2), sabar dan pengertian

1. Pelayanan low vision dimulai dengan memberikan koreksi refraksi terbaik.


2.