Anda di halaman 1dari 4

DISKUSI janin / anak yang rendah dan juga akan

Berdasarkan hasil dari kelima artikel merugikan kesehatan ibu. Ibu tidak
didapatkan hasil bahwa terdapat faktor memperoleh kesempatan untuk
– faktor yang berhubungan dengan memperbaiki tubuhnya sendiri (ibu
kejadian kekurangan energi kronis pada memerlukan energi yang cukup untuk
ibu hamil yaitu: memulihkan keadaan setelah
Jarak Kehamilan melahirkan anaknya). Dengan
Terdapat hubungan yang mengandung kembali maka akan
bermakna antara jarak kehamilan menimbulkan masalah gizi ibu dan
dengan KEK. Jarak kelahiran yang janin / bayi berikut yang dikandung.
terlalu dekat menyebabkan buruknya Status Ekonomi
asupan zat gizi pada ibu hamil. Jarak Faktor ekonomi berhubungan
antara kehamilan yang baik untuk dengan tingkat pendapatan dan
menjaga kesehatan ibu dan anak melahirkan daya beli seseorang atau
sebaiknya ≥ 2 tahun. sekelompok orang apabila tingkat
Jarak kehamilan yang pendek dapat pendapatan tersebut seimbang dengan
berakibat pada kualitas janin atau anak jumlah anggota keluarga yang menjadi
yang rendah dan juga kesehatan ibu, bebannya. Besarnya suatu keluarga serta
Konsumsi zat gizi yang cukup dan komposisi dari suatu keluarga dan
sesuai dengan angka kecukupan gizi tingkat pendapatan keluarga berasosiasi
yang dianjurkan untuk setiap individu dengan kualitas dan kuantitas diet yang
akan mengakibatkan status gizi yang berlaku didalam keluarga (Muliawati
baik pada seseorang. Sebaliknya jika 2013).
konsumsi zat gizi berlebih atau Daya beli yang rendah
kekurangan akan menimbulkan status mengakibatkan kebutuhan gizi ibu
gizi lebih atau kurang pada seseorang. selama hamil baik dari segi kualitas
Tingkat kecukupan energi dan zat gizi maupun kuantitas belum terpenuhi,
secara langsung dipengaruhi oleh akhirnya ibu mengalami KEK.
konsumsi energi dan zat gizi seseorang. Ekonomi rendah disebabkan
Pratiwi (2009) menyebutkan karena istri tidak ikut membantu suami
apabila keluarga dapat mengatur jarak untuk mencari sumber penghasilan
antara kelahiran anaknya lebih dari 2 tambahan, sehingga pendapatan
tahun maka anak akan memiliki keluarga hanya mengandalkan
probabilitas hidup lebih tinggi dan penghasilan dari suami.
kondisi anaknya lebih sehat dibanding Hal ini bisa dipengaruhi oleh
anak dengan jarak kelahiran dibawah 2 tingkat pendidikan yang rendah (tamat
tahun. Jarak melahirkan yang terlalu SD dan SLTP), menyebabkan peluang
dekat akan menyebabkan kualitas mereka untuk bekerja di suatu instansi
sangat kecil. Pendidikan yang rendah keluarga terhadap anggota keluarganya.
juga mempengaruhi pola pikir mereka, Dukungan keluarga merupakan Factor
sehingga tidak termotivasi untuk reinforcing (penguat) dari terbentuknya
membuka lapangan kerja sendiri seperti perilaku kesehatan.
berwiraswasta. Pada akhirnya mereka Dukungan keluarga berpengaruh
hanya menjadi ibu rumah tangga dan terhadap kejadian KEK pada ibu hamil.
menunggu uang belanja dari suami. Penyesuaian ibu hamil terhadap
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kehamilan yang akan mempengaruhi
(PHBS ) status gizi ibu hamil selama kehamilan.
PHBS merupakan kegiatan yang Asupan Zat Gizi.
membuat semua anggota keluarga Zat gizi dapat memberi kontribusi
mempraktikan perilaku hidup bersih dan terhadap kejadian KEK, namun
sehat serta ikut berperan di lingkungan demikian besarnya pengaruh asupan
sekitar. PHBS yang baik meningkatkan energi dan protein sebagai prediktor
produktivitas meningkat sehingga terkuat terhadap kejadian KEK.
pemenuhan gizi keluarga juga Pengetahuan
meningkat. Pengetahuan merupakan hasil dari
Perilaku hidup bersih dan sehat tahu dan ini terjadi setelah orang
(PHBS) adalah sekumpulan praktik melakukan penginderaan terhadap suatu
perilaku yang dilakukan oleh seseorang objek tertentu. Penginderaan,
atau sekelompok orang secara sadar penciuman, rasa dan raba, sebagian
untuk meningkatkan kesehatannya. besar pengetahuan manusia diperoleh
PHBS rumah tangga penting diterapkan melalui mata dan telinga. Pengetahuan
untuk meningkatkan kesehatan keluarga atau kognitif merupakan domain yang
khususnya ibu hamil. Semakin baik sangat penting untuk terbentuknya
PHBS rumah tangga maka produktivitas tindakan seseorang (over behavior)
kerja anggota keluarga meningkat (Maulana 2009).
sehingga pemenuhan gizi keluarga Pengetahuan rendah disebabkan
dapat dicapai. Oleh karena itu kurangnya informasi yang mereka
didapatkan hasil yang signifiknan antara terima tentang gizi ibu hamil.
PHBS dengan kejadian KEK ibu hamil. Kurangnya informasi tersebut
itu hal ini juga bisa dipengaruhi dari menyebabkan banyak diantara yang
ketidaktahuan dan kurangnya informasi tidak mengetahui tentang pengertian
tentang kesehatan dan gizi yang KEK, batas waktu tindak lanjut KEK,
memadai. dan faktor – faktor yang mempengaruhi
Dukungan Keluarga terjadinya KEK.
Dukungan keluarga adalah suatu
sikap, tindakan dan penerimaan
Pola Makan berpengaruh pada kondisi fisik ibu.
Pola makan yang baik bagi ibu Beban kerja yang berat, lamanya waktu
hamil harus memenuhi sumber bekerja serta peran ganda ibu akan
karbohidrat, protein dan lemak serta meningkatkan kebutuhan nutrisi dalam
vitamin dan mineral. Makanan yang masa kehamilan sehingga berakibat
tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil pada suatu kerentanan terhadap masalah
adalah Makanan kaleng, makanan manis malnutrisi terutama selama masa
yang berlebihan, susu berlemak, kehamilan.
margarin yang berlebihan, makanan Umur
yang sudah tidak segar (Paath, dkk Semakin muda (<20 tahun) atau
2005, p.93). semakin tua (> 35 tahun) seorang ibu
Pola makan kurang disebabkan yang sedang hamil akan berpengaruh
tidak menerapkan pola makan gizi terhadap kebutuhan gizi yang
seimbang setiap harinya. Banyak yang diperlukan. Umur muda perlu tambahan
jarang atau tidak pernah mengkonsumsi gizi yang banyak karena selain
susu ibu hamil 2 kali sehari, sering digunakan untuk pertumbuhan dan
memasak sayur yang sudah layu dan perkembangan dirinya sendiri juga
lama disimpan di kulkas, dan sering harus berbagi dengan janin yang sedang
memasak daging / ikan yang tidak dikandung. Sedangkan untuk umur yang
segar. tua perlu energi yang besar juga karena
Pada umumnya hanya fungsi organ yang makin melemah
mengkonsumsi susu 1 kali sehari, maka memerlukan tambahan energi
disebabkan mereka mempertimbangkan yang cukup guna mendukung kehamilan
uang yang harus dikeluarkan untuk yang sedang berlangsung (Atika dan
membeli susu jika diminum 2 kali Siti, 2009).
sehari. Sering memasak sayur yang Ibu hamil dengan umur > 35 tahun
sudah layu karena merasa mubazir dan dikategorikan umur yang beresiko, dan
buang-buang uang jika tidak dimasak. tidak beresiko umur ibu > 20-35 tahun.
Disamping itu juga sering memasak Untuk umur < 20 tahun belum bisa
daging / ikan yang tidak segar karena memenuhi nutrisi sendiri terlebih untuk
sering berbelanjan di siang / sore hari, memenuhi kebutuhan nutrisi janinnya,
dengan harapan dapat memperoleh sedangkan umur ibu > 35 tahun ibu
harga ikan / daging yang sedikit lebih tersebut mengalami akan resiko tinggi
murah. dengan kehamilannya.
Pekerjaan Fisik Daftar Pustaka
Berbagai aktivitas mobilitas sehari- Rahmi, L. (2016). Faktor – Faktor Yang
hari yang dijalankan lebih banyak. Berhubungan Dengan
Kondisi fisik alamiah inilah yang Kekurangan Energi Kronik (Kek)
Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Pada Ibu Hamil Di Kecamatan
Belimbing Padang oleh Kamoning Dan Tambelangan,
mahasiswa Prodi D3 Kebidanan Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
di Stikes Syedza Saintika Padang. (https://media.neliti.com/media/pub
(https://jurnal.syedzasaintika.ac.id lications/20898-ID-related-factors-
/index.php/medika/article/view/29 of-chronic-energy-deficiency-at-
/pdf pregnant-woman-in-kamoning-and-
diakses Tanggal 19 September t.pdf
2020). diakses Tanggal 19 September
2020).
Febriyeni. (2017). Faktor – Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kejadian Yuliastuti, E. (2014). Faktor – Faktor
Kekurangan Energi Kronis Pada Yang Berhubungan Dengan
Ibu Hamil oleh mahasiswa STIKes Kekurangan Energi Kronis Pada
Fort De Kock Bukittinggi. Ibu Hamil Di Wilayah Kerja
(https://ojs.fdk.ac.id/index.php/hum Puskesmas Sungai Bilu
ancare/article/view/78/pdf Banjarmasin oleh mahasiswa
diakses Tanggal 19 September Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.
2020) (https://ojs.uniska-
bjm.ac.id/index.php/ANN/article/vi
Yayuk, D. N. Dkk. (2019). Faktor – ew/220/213 diakses Tanggal 19
Faktor Yang Berhubungan Dengan September 2020)
Kekurangan Energi Kronik (Kek)
Ibu Hamil Di Wilayah Kerja
Puskesmas Rowosari Semarang
oleh Mahasiswa Program
Pendidikan S1 Kedokteran Umum,
Staff Pengajar Ilmu Kesehatan
Masyarakat, Fakultas Kedokteran,
di Universitas Diponegoro.
(https://ejournal3.undip.ac.id/index.
php/medico/article/view/23399/213
77
diakses Tanggal 19 September
2020).

Vita, K. M. (2014). Faktor – Faktor


Yang Berhubungan Dengan
Kekurangan Energi Kronis (Kek)