Anda di halaman 1dari 11

1

Collision Theory:
(edited and revised)
[(1) Teori kinetik gas, (2) Hukum distribusi Maxwell, (3) Perkiraan jumlah tumbukan, (4)
Efektivitas tumbukan, (5) Korelasi jumlah tumbukan dengan mekanisme reaksi]

Dr. Sci. Muhammad Zakir


ムハンマド ザキール 博士( 理学)

1.1 TEORI KINETIK GAS

Pengamatan dari kelakuan gas pada berbagai kondisi yang dilakukan oleh Boyle, Charles,
Avogadro dan lain-lain menghasilkan data yang dapat disimpulkan menjadi perumusan-
perumusan umum atau hukum. Hukum-hukum ini tidak bergantung pada setiap teori
tentang hakekat gas.

Untuk dapat menerangkan kelakuan gas itu telah disusun suatu teori yang dikenal sebagai
Teori Kinetik Gas. Teori ini, yang untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Bernoulli
pada tahun 1738, mempostulatkan suatu model dimana diandaikan bahwa molekul-
molekul gas berada dalam gerakan cepat ke segala arah dan bahwa tabrakannya dengan
dinding menimbulkan tekanan gas.

Walaupun Bernoulli berhasil menurunkan hukum Boyle, namun teorinya baru mendapat
perhatian kurang lebih satu abad kemudian, antara lain dari Joule (1848), Krönig (1856)
dan Clausius (1837) yang mengembangkan teori tersebut lebih lanjut.

Teori Kinetik Gas Ideal

Teori ini didasarkan atas beberapa postulat sebagai berikut:

1. Gas terdiri atas sejumlah besar partikel-partikel kecil (molekul) yang bergerak
dengan cepat dalam garis lurus, yang saling bertabrakan dan yang bertabrakan
dengan dinding. Tekanan gas adalah akibat dari pada tabrakan antara molekul
dengan dinding.
2. Tabrakan antar molekul bersifat kenyal (elastis) artinya walaupun pada tabrakan itu
dapat terjadi pemindahan energi, akan tetapi energi kinetik total tidak berubah.
3. Antara molekul-molekul dan antara molekul dengan dinding tidak ada gaya tarik
menarik (interaction).
4. Volum dari molekul–molekul cukup kecil dibandingkan terhadap volum total dari
gas sehingga volume molekul dapat diabaikan.
5. Energi kinetik rata-rata dari molekul-molekul berbanding lurus dengan temperatur
molekul.

Dengan model ini berhasil diturunkan suatu persamaan yang memungkinkan perhitungan
tekanan gas dari sifat-sifat dasar molekul.

Perhatikan suatu ruang yang berbentuk kubus dengan panjang rusuk l yang mengandung
jumlah N molekul dari suatu gas (Gambar 1).
2

Sumbu Z

cz
cx
Sumbu X
cy

Sumbu Y

Gambar 1. Komponen-komponen kecepatan dalam bidang tiga dimensi

Sebuah molekul, dengan massa m, yang bergerak dengan kecepatan c, dapat diuraikan
kecepatannya ke dalam komponen-komponen cx, cy, cz (Gambar 1).

Molekul yang bergerak dengan kecepatan cx pada arah sumbu x akan bertumbukan
dengan dinding (yz)1 (dinding biru) dengan momentum m.cx. Setelah tumbukan,
molekul bergerak dalam arah yang berlawanan dengan kecepatan –cx dan momentum –
m.cx.

Perubahan momentum yang terjadi pada molekul pada satu kali tumbukan adalah :
p1 = m.cx , p2 = -m.cx
Dp = p1 – p2
= m.cx – (-m.cx) = 2 m.cx.

Dinding yang sama akan ditabraknya lagi setelah molekul menempuh jarak 2l.

Penjelasan: Misalnya dinding biru adalah dinding (yz)1, dan dinding kuning adalah (yz)2.
Jarak yang ditempuh untuk menabrak dinding (yz)1 adalah l, karena elastik maka molekul
akan menabrak dinding (yz)2 dengan jarak l juga. Setelah menabrak dinding (yz)2,
molekul akan menabrak dinding (yz)1 setelah menempuh jarak l lagi. Demikian, dan
seterusnya. Sehingga untuk menabrak dinding (yz)1 setelah tabrakan yang pertama,
molekul HARUS menempuh jarak l + l = 2 l.
3

Jumlah tumbukan dengan dinding (yz)1 adalah cx/2l tumbukan/detik.

Penjelasan:

Kecepatan = jarak/waktu à waktu = jarak/kecepatan

1/waktu = kecepatan / jarak

Kecepatan pada sumbu x à cx

Jarak satu kali siklus tumbukan = jarak yang HARUS ditempuh untuk membentuk satu
tumbukan berikutnya adalah 2 l.

Untuk menghitung jumlah tumbukan à kuantitas 1/waktu = jumlah tumbukan / detik,


sehingga jumlah tumbukan dengan dinding (yz)1 adalah cx/2l tumbukan/detik.

======
Perubahan momentum per molekul per detik pada dinding (yz)1 adalah (2 m.cx)(cx/2l) =
m.cx2/l.

Penjelasan:

Jumlah tumbukan yang terjadi = cx/2l tumbukan/detik.

Perubahan momentum molekul setiap satu kali tumbukan = 2 m.cx / tumbukan.molekul.

Dengan demikian, perubahan momentum per molekul per detik pada dinding (yz)1 =
Jumlah tumbukan yang terjadi x perubahan momentum molekul setiap satu kali
tumbukan
= (cx/2l tumbukan/detik) x( 2 m.cx / tumbukan.molekul)
= m.cx2/l /detik.molekul

Perubahan momentum yang sama akan terjadi pada dinding (yz)2 (dinding kuning).

Jadi total perubahan momentum/molekul/detik dalam arah sumbu x:


= perubahan momentum (yz)1 + perubahan momentum (yz)2
= m.cx2/l + m.cx2/l
= 2 m.cx2/l.

Perubahan momentum total/molekul/detik à dalam semua sumbu (x,y,z):

= 2 m.cx2/l + 2 m.cy2/l + 2 m.cz2/l

= 2 m.c2/l
4

Untuk jumlah total molekul N,

Perubahan momentum per detik

= 2 m.c12/l + 2 m.c22/l + …. + 2 m.cN2/l =

2𝑚 &&&2
𝑁𝑐
𝑙

Dimana kecepatan kuadrat rata-rata (root mean square speed) adalah , = 1/N (c12
+ c22 + …..+ cN2)

Menurut hukum Newton ke dua:

F = m.a = m dc/dt = d(mc)/dt

Jadi gaya adalah perubahan momentum per detik.

Bila luas total dari kubus adalah à A = 6 l2, maka

P = F/A à F = P. A

2 m/l N ĉ2 = P 6 l2

P = 2 m/l N ĉ2 6 l2 = 1/3 Nm ĉ2 /l3 = 1/3 Nm ĉ2 /V ……………….(1)

Persamaan ini terkenal sebagai persamaan pokok teori kinetik gas.

Beberapa rumus yang diturunkan dari Teori Kinetik

1. Hukum Boyle

PV = 1/3 Nm ĉ2 = 2/3 (1/2 Nm ĉ2)

Menurut postulat (5) di atas, energi kinetik rata-rata dari semua molekul berbanding lurus
dengan temperatur mutlak.

1/2 Nm ĉ2 = kT, dengan k adalah tetapan perbandingan.

Jadi, PV = 2/3 kT, sehingga pada temperature tetap à PV = konstan.

2. Hukum Avogadro

Menurut hukum ini, dua gas yang mempunyai volum yang sama, pada tekanan dan
temperatur yang sama mengandung jumlah molekul yang sama.
5

Menurut teori kinetik

P1V1 = 1/3 N1m1 ĉ12 dan P2V2 = 1/3 N2m2 ĉ22

Pada tekanan dan volume yang sama à P1V1 = P2V2

sehingga N1m1 ĉ12 = N2m2 ĉ22

Pada temperatur yang sama à energy kinetik molekul akan sama

1/2 m1 ĉ12 = 1/2 m2 ĉ22 atau m1 ĉ12 = m2 ĉ22

Sehingga N1 = N2

3. Energi kinetik translasi molekul

Untuk satu mol gas à PV = 1/3 N0m ĉ2 dengan N0 adalah bilangan Avogadro. Karena
PV = RT, maka

RT = 1/3 N0m ĉ2
RT = 2/3 (1/2 N0m ĉ2) = 2/3 Ek

Sehingga Ek = 3/2 RT

4. Kecepatan molekul gas

Untuk 1 mol gas, PV = 1/3 N0m ĉ2 = RT. Karena N0m = M = berat molekul, maka
1
𝑀𝑐 2 = 𝑅𝑇
3
3𝑅𝑇
𝑐2 =
𝑀
3𝑅𝑇
𝑐𝑎𝑘𝑟 = -𝑐 2 = .
𝑀

cakr disebut kecepatan akar kuadrat rata-rata.

1. 2 HUKUM DISTRIBUSI MAXWELL

Walaupun persamaan teori kinetik memungkinkan perhitungan cakr dari “SATU BIJI”
molekul, akan tetapi persamaan ini tidak memberikan keterangan apa-apa tentang
kecepatan dari masing-masing molekul. Molekul-molekul dalam suatu gas bergerak
dengan kecepatan yang berbeda-beda. Lagi pula kecepatan dari sebuah molekul selalu
berubah dan dapat bervariasi antara harga yang rendah sekali dan harga yang sangat
tinggi, akibat daripada tumbukan dengan molekul-molekul yang lain.
6

Pada tahun 1860 Maxwell menunjukkan bahwa distribusi kecepatan diantara molekul-
molekul mengikuti suatu pola tertentu. Berdasarkan teori kebolehjadian, Maxwell
berhasil menurunkan suatu persamaan untuk menghitung fraksi dari jumlah total
molekul yang mempunyai kecepatan antara c dan c+dc, dengan dc ialah suatu bilangan
yang sangat kecil. Persamaan ini, yang terkenal sebagai Hukum Distribusi Kecepatan
Molekul, adalah

dN m 3 / 2 -mc 2 / 2 kT 2
= 4p ( ) e c dc ……(2)
N 2pkT
Dengan dN ialah jumlah molekul dari jumlah total N, dengan kecepatan antara c dan
c+dc, m ialah massa molekul dan k ialah tetapan Boltzmann (R/N0 = 1,3805 x 10-16 erg
molekul-1 der-1 ). dN/N menyatakan fraksi dari jumlah total molekul dengan kecepatan
antara c dan c+dc. Persamaan Maxwell biasanya digambarkan dengan mengalurkan
(1/N)dN/dc terhadap c (Gambar 2). Kebolehjadian untuk menemukan sebuah molekul
dengan kecepatan antara dua harga (antara c dan c+dc) diberikan oleh luas di bawah
kurva antara kedua harga kecepatan ini.

Gambar 2. Distribusi kecepatan molekul gas menurut Maxwell

Titik maksimum pada kurva menunjukkan bahwa sebagian besar dari molekul-molekul
mempunyai kecepatan di sekitar titik maksimum ini. Bila temperatur dinaikkan maka titik
maksimum akan bergeser ke arah kecepatan yang lebih besar dan kurva menjadi lebih
melebar dan luas di bawah kurva-kurva ini adalah sama, yaitu sama dengan satu.
7

Kecepatan pada titik maksimum disebut kecepatan paling boleh jadi (the most probable
speed), cpb, yang dapat dihitung dengan cara mendiferensialkan Persamaan (2) dan
hasilnya disamakan dengan nol. (catatan: nilai maksimum suatu fungsi akan diperoleh
jika y’=0)

𝑑𝑁 𝑚 3/2 −𝑚 𝑐 2 /2𝑘𝑇 2
= 4𝜋( ) 𝑒 𝑐 𝑑𝑐
𝑁 2𝜋𝑘𝑇
𝑑𝑁 𝑚 3/2 −𝑚𝑐 2 /2𝑘𝑇 2
= 4𝜋( ) 𝑒 𝑐
𝑁𝑑𝑐 2𝜋𝑘𝑇

Turunkan terhadap c, lalu nilai turunan pertama = 0 (y’ = 0)

𝜗 𝑑𝑁 𝑚𝑐 2 𝑚𝑐 2
2 3 = 𝑐𝑒 − 2𝑘𝑇 42 − 5 = 0
𝜗𝑐 𝑁𝑑𝑐 𝑘𝑇

𝑚𝑐 2
42 − 5 = 0
𝑘𝑇

Sehingga
Cpb = Ö2 kT/m = Ö2 RT/M …….(3)

Cpb = kecepatan paling boleh jadi = the most probable speed

Kecepatan rata-rata , ĉ, yang didefenisikan sebagai


𝑁
1
𝑐 = % 𝑐𝑖
𝑁
𝑖=1
………..(4)
dapat dihitung dari

1 𝑐=~
𝑐= % 𝑐𝑑𝑁
𝑁 𝑐=0
……...(5)

dengan memasukkan nilai dN dari persamaan (2) ke dalam persamaan (5) diperoleh

𝑚 3/2 𝑐=~ 3 −𝑚𝑐 2 /2𝑘𝑇


𝑐 = 4𝜋( ) - 𝑐 𝑒 𝑑𝑐
2𝜋𝑘𝑇 𝑐=0

yang akhirnya menhasilkan

8𝑘𝑇 8𝑅𝑇
𝑐=# =#
𝜋𝑚 𝜋𝑀
…………..(6)
8

1.3 PERKIRAAN JUMLAH TUMBUKAN

Tumbukan Molekul dan Jarak Bebas Rata-Rata

Perhatikan dua jenis gas, A dan B, dengan molekul-molekulnya dianggap kaku dan
dengan diameter masing dA dan dB. Tumbukan antara molekul A dan B akan terjadi
apabila jarak antara titik pusat kedua molekul ini adalah dAB = ½ (dA + dB). Andaikan
bahwa molekul-molekul B diam dan molekul A bergerak (satu biji) dengan kecepatan
rata-rata C A melalui suatu volum yang berisi molekul-molekul B. Dalam waktu satu detik
molekul A akan melalui volum sebesar pd 2AB C A . Bila jumlah molekul B per satuan
volum adalah NB/V, maka jumlah molekul B yang ditabrak oleh molekul A per satuan
volum per satuan waktu adalah

pd 2AB C A N B
z AB =
V
z kecil
Bila jumlah molekul A dalam satuan volum adalah NA/V, maka jumlah tabrakan yang
terjadi antara molekul-molekul A dan molekul-molekul B dalam satuan volum per
satuan waktu adalah:

pd 2AB C A N A N B
Z AB =
V2
Z huruf besar
Persamaan di atas memerlukan koreksi karena pada penurunannya dianggap bahwa
molekul-molekul B tidak bergerak. Bila molekul-molekul B bergerak dengan kecepatan
rata-rata C B , maka dalam persamaan tersebut C B harus diganti dengan C AB yaitu
kecepatan rata-rata A relatif terhadap B. Kecepatan relatif C AB dapat diperoleh sebagai
selisih vektor antara C A dan C B
9

CA q
CB

C AB
2 2
C AB = (C A + C B - 2C A C B cosq )1 / 2
Jadi

pd 2AB C AB N B
z AB =
V
pd 2AB C AB N A N B
Z AB =
V2
dapat dibuktikan (lihat Moore 5th ed. Hal 150-152), bahwa

8kT
C AB =

dengan µ adalah massa tereduksi
m A mB
µ=
m A + mB

pd 2AB N A N B 8kT
Z AB =
V2 pµ ………(7)

Untuk molekul sejenis


10

8kT 8kT
C AA = = 2 = 2C
1 pm pm
2

sehingga

2pd 2 C N A
z AA = ….(8)
V
dan
1
2 2pd 2 C N A2
Z AA = …..(9)
V2
Persamaan di atas menyatakan jumlah tabrakan molekul yang terjadi dalam satuan
volume per satuan waktu. Faktor ½ diperlukan agar tidak menghitung tiap tumbukan dua
kali.

Contoh soal
Hitung jumlah tumbukan per detik per molekul dan jumlah mol tumbukan per liter per
detik untuk gas oksigen pada 25 C dan 1 atm. Diameter molekul oksigen adalah 3.61 A°
Jawaban
z = 6,32 x 109 s-1

Z = 1,29 x 108 mol L-1 det-1

Suatu besaran penting dalam teori kinetic adalah jarak rata-rata yang ditempuh suatu
molekul antara dua tabrakan. Jarak ini, yang disebut jarak bebas rata-rata, l, dapat
dihitung sebagai berikut.

Jumlah tabrakan yang dialami oleh satu molekul per satuan waktu diberikan oleh

2pd 2 C N A
z AA =
V
Jarak yang ditempuh dalam waktu ini adalah ĉ. Jadi jarak bebas rata-rata adalah

l = ĉ/zAA

Jarak bebas rata-rata, antara lain, digunakan dalam perhitungan viskositas gas.
11

Soal Pekerjaan Rumah (PR):


1. Hitung jumlah tabrakan per detik per molekul dan jumlah mol tabrakan per liter
per detik untuk gas oksigen pada suhu 25 C dan tekanan 1 atm. Diameter molekul
oksigen = 3,61 A.
2. Hitung jarak bebas rata-rata untuk gas oksigen pada suhu 25 C dan tekanan : (a) 1
atm, dan (b) 10-3 mmHg.