Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
            Karbohidrat adalah komponen dalam makanan yang merupakan sumber energi yang
utama bagi organisme hidup. Dalam makanan kita, karbohidrat terdapat sebagai polisakarida
yang dibuat dalam tumbuhan dengan cara fotosintesis. Tumbuhan merupakan gudang yang
menyimpan karbohidrat dalam bentuk amilum dan selulosa. Amilum digunakan oleh hewan
dan manusia apabila ada kebutuhan untuk memproduksi energi. Disamping dalam tumbuhan,
dalam tubuh hewan dan manusia juga terdapat karbohidrat yang merupakan sumber energi,
yaitu glikogen.
            Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis, baik
dalam mulut, lambung maupun usus. Hasil akhir proses pencernaan karbohidrat ini adalah
glukosa, fruktosa, galaktosa dan manosa serta monosakarida lainnya. Senyawa-senyawa ini
kemudian diabsorbsi melalui dinding usus dan dibawa ke hati oleh darah.
            Dalam sel-sel tubuh, karbohidrat mengalami berbagai proses kimia.Proses inilah yang
mempunyai peranan penting dalam tubuh kita. Reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sel ini
tidak berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Sebagai contoh
apabila banyak glukosa yang teroksidasi untuk memproduksi energi, maka glikogen dalam
hati akan mengalami proses hidrolisis untuk membentuk glukosa. Sebaliknya, apabila suatu
reaksi tertentu menghasilkan produk yang berlebihan, maka ada reaksi lain yang dapat
menghambat produksi tersebut. Dalam hubungan antar reaksi-reaksi ini enzim-enzim
mempunyai peranan sebagai pengatur atau pengendali. Proses kimia yang terjadi dalam sel
ini disebut metabolisme. Jadi metabolisme karbohidrat mencakup reaksi-reaksi
monosakarida, terutama glukosa.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis menyampaikan beberapa
masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah, yaitu :
            1.Apakah pengertian dari metabolisme karbohidrat?
            2.Bagaimanakah proses metabolisme karbohidrat?
C. Tujuan Penulisan
          1.Memahami pengertian dari metabolisme karbohidrat.
            2.Memahami proses meabolisme karbohidrat.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Metabolisme Karbohidrat.
Metabolisme adalah keseluruhan proses kimiawi dalam tubuh organisme yang
melibatkan energi dan enzim, diawali dengan substrat awal dan diakhiri produk akhir.
Metabolisme dapat digolongkan menjadi dua, yakni proses penyusunan yang
disebutanabolisme dan proses pembongkaran yang disebut katabolisme.
Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun
(klorofil) melalui fotosintesis. Zat makanan ini merupakan sumber energi bagi organisme
heterotrof(makhluk hidup yang memperoleh energi dari sumber senyawa organik di lingkungannya).
Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis(penguraian dengan
menggunakan molekul air). Proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan menguraikan polisakarida
menjadi monosakarida.
Pembagian Karbohidrat
Berdasarkan gugus gula penyusunnya, karbohidrat terbagi atas:
1.      Monosakarida(C6H12O6)
Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula.Monosakarida ini
memiliki rasa manis dan sifatnya mudah larut dalam air. Contoh dari monosakarida adalah
heksosa,  glukosa, fruktosa, galaktosa, monosa, ribose (penyusun RNA) dan
deoksiribosa(penyusun DNA).
2.      Disakarida(C12H22O11)
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula.Sama seperti
monosakarrida,Disakarida juga memiliki rasa manis, dan sifatnyapun mudah larut dalam
air.Contoh dari Disakarida adalah laktosa(gabungan antara glukosa dan
galaktosa),sukrosa(gabungan antara glukosa dan fruktosa) dan maltosa(gabungan antara dua
glukosa)
3.      Polisakarida(C6H11O5)
Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula,dan rata-rata
terdiridari lebih 10 gugus gula.Pada umumnya polisakarida tidak berasa atau pahit,dan
sifatnyasukar larut dalam air. Contohnya dari polisakarida adalah amilum yang terdiri dari
60-300gugus gula berupa glukosa,glikogen atau gula otot yang tersusun dari 12-16 gugus
gula,danselulosa,pektin,lignin,serta kitin yang tersusun dari ratusan bahkan ribuan gugus
guladengan tambahan senyawa lainnya.
Fungsi Karbohidrat :
1. Sebagai sumber energi utama.
2. Berperan penting dalam proses metabolisme,menjaga keseimbangan
asam dan basa dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel,jaringan,serta organ
tubuh,
Jadi, pengertian metabolisme karbohidrat adalah suatu proses reaksi secara mekanis
dan kimiawi karbohidrat di dalam tubuh makhluk hidup.(Reece-Mitchell, 2002:90).
B.Proses Metabolisme Karbohidrat
Proses metabolisme karbohidrat secara garis besar terdiri dari dua cakupan yakni
reaksi pemecahan atau katabolisme dan reaksi pembentukan atau anabolisme. Pada proses
pembentukan, salah satu unsur yang harus terpenuhi adalah energi. Energi ini dihasilkan dari
proses katabolisme. Sementara itu, tahapan metabolisme sendiri terdiri atas beberapa bagian
yakni glikolisis, oksidasi piruvat ke asetil-KoA, glikogenesis, glikogenolisis, hexose
monophosphate shunt dan terakhir adalah Glukoneogenesis.
Secara ringkas, jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut:
1.   Glukosa sebagai bahan bakar utama akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2
piruvat jika tersedia oksigen. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
2.   Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Dalam tahap ini
dihasilkan energi berupa ATP.
3.   Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Dalam tahap ini
dihasilkan energi berupa ATP.
4.   Jika sumber glukosa berlebihan, melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak
dipecah, melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut glikogen). Glikogen ini
disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek. Jika kapasitas
penyimpanan glikogen sudah penuh, maka karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan
lipid sebagai cadangan energi jangka panjang.
5.   Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi, maka glikogen dipecah
menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis, diikuti dengan oksidasi piruvat
sampai dengan siklus asam sitrat.
6.   Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis, maka sumber
energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Jalur ini dinamakan
glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus diubah
menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk memperoleh energi.
Metabolisme karbohidrat pada manusia dapat dibagi sebagai berikut :
1.Proses Glikolisis
Glikolisis merupakan reaksi tahap pertama secara aerob (cukup oksigen) yang
berlangsung dalam mitokondria. Glikolisis berasal dari kata glyco = gula, lysis = memecah.
Semua kehidupan di bumi melakukan glikolisis. Tahap glikolisis tidak memerlukan oksigen
(anaerob) dan tidak menghasilkan banyak energi. Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian
reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Tahap glikolisis merupakan awal
terjadinya respirasi sel. Glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan hasil akhir glikolisis berupa
senyawa asam piruvat.
Glikolisis memiliki sifat-sifat, antara lain: glikolisis dapat berlangsung secara aerob
maupun anaerob, glikolisis melibatkan enzim ATP dan ADP, serta peranan ATP dan ADP
pada glikolisis adalah memindahkan (mentransfer) fosfat dari molekul yang satu ke molekul
yang lain. Pada sel eukariotik, glikolisis terjadi di sitoplasma (sitosol). Glikolisis terjadi
melalui 11 tahapan, yaitu :
a.      Heksokinase
Tahap pertama proses glikolisis adalah glukosa menjadi glukosa-6-fosfat dengan reaksi
fosforilasi. Gugus fosfat diterima dari ATP dalam reaksi sebagai berikut. Enzim heksokinase
merupakan katalis dalam reaksi tersebut dibantu oleh ion Mg++ sebagai kofaktor.
b.      Fosfoheksoisomerase
Reaksi berikutnya adalah isomerasi, yaitu pengubahan glikosa-6-fosfat menjadi fruktosa-
6-fosfat dengan enzim fosfoglukoisomerase. Enzim ini tidak memerlukan kofaktor dan telah
diperoleh dari ragi dengan cara kristalisasi enzim fosfoheksoisomerase terdapat pada jaringan
otot dan mempunyai berat molekul 130.000.
c.      Fosfofruktokinase
Fruktosa-6-fosfat diubah menjadi fruktosa-1,6-difosfat oleh enzim fosfofruktokinase
dibantu oleh ion Mg++ sebagai kofaktor. Dalam reaksi ini gugus fosfat dipindahkan dari ATP
kepada fruktosa-6-fosfat dan ATP sendiri akan berubah menjadi ADP. Fosfofruktokinase
dapat dihambat atau dirangsang oleh beberapa metabolit, yaitu senyawa yang terlibat dalam
proses metabolisme ini. Sebagai contoh, ATP yang berlebih dan asam sitrat dapat
menghambat, di lain pihak adanya AMP, ADP dan fruktosa-6-fosfat dapat menjadi efektor
positif yang merangsang enzim fosfofruktokinase. Enzim ini adalah suatu enzim alosterik dan
mempunyai berat molekul kira-kira 360.000
d.      Adolase
Reaksi tahap keempat dalam rangkaian reaksi glikolisis adalah penguraian molekul
fruktosa-1,6-difosfat membentuk dua molekul triosa fosfat, yaitu dihidroksi aseton fosfat dan
D-gliseral-dehida-3-fosfat. Dalam tahap ini enzim aldolase yang menjadi katalis, telah
ditemukan dan dimurnikan oleh Warburg. Enzim ini terdapat dalam jaringan tertentu dan
dapat bekerja sebagai katalis dalam reaksi penguraian beberapa ketosa dan monofosfat,
misalnya fruktosa-1,6-difosfat, sedoheptulosa-1,7-difosfat, fruktosa-1-fosfat, eritrulosa-1-
fosfat, hasil reaksi penguraian tiap senyawa tersebut yang sama adalah dihidroksi aseton
fosfat.
e.      Triosafosfat Isomerase
Dalam reaksi penguraian oleh enzim aldolase terbentuk dua macam senyawa, yaitu D-
gliseraldehida-3-fosfat dan dihidroksiasetonfosfat. Yang mengalami reaksi lebih lanjut dalam
proses glikolisis ialah D-gliseraldehida-3-fosfat. Andaikata sel tidak mampu mengubah
dihidroksiasetonfosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat, tentulah dihidroksiaseton fosfat
akan bertimbun dalam sel. Hal ini tidak berlangsung karena dalam sel terdapat enzim
triosafosfat isomerase yang dapat mengubah dihidroksiasetonfosfat menjadi D-
gliseraldehida-3-fosfat. Adanya keseimbangan antara kedua senyawa tersebut dikemukakan
oleh Meyerhof dan dalam keadaan keseimbangan dihidroksiasetonfosfat terdapat dalam
jumlah dari 90%.
f.      Gliseraldehida-3-Fosfat Dehidrogenase
Enzim ini bekerja sebagai katalis pada reaksi oksidasi gliseraldehida-3-fosfat menjadi
asam 1,3 difosfogliserat. Dalam reaksi ini digunakan  koenzim NAD+ , sedangkan gugus
fosfat  diperoleh dari asam fosfat. Reaksi oksidasi ini mengubah aldehida menjadi asam
karboksilat. Gliseraldehida-3-fosfat dehidrogenase telah dapat diperoleh dalam bentuk Kristal
dari ragi dan mempunyai berat molekul 145.000.
Enzim ini adalah suatu tetramer yang terdiri atas empat subunit yang masing-masing
mengikat satu molekul NAD+ , jadi pada tiap molekul enzim terikat empat molekul NAD+.

g.      Fosfogliseril Kinase
Reaksi yang menggunakan enzim ini ialah reaksi pengubahan asam 1,3-difosfogliserat
menjadi asam 3-fosfogliserat. Dalam reaksi ini terbentuk satu molekulATP dari ADP dan ion
Mg++ diperlukan sebagai kofaktor. Oleh karena ATP adalah senyawa fosfat berenergi tinggi
yang dihasilkan leh proses glikolisis dalam benuk ATP.
h.      Fosfogliseril Mutase
Fosfogliseril Mutase bekerja sebagai katalis pada reaksi pengubahan asam 3-fosfogliserat
menjadi 2-fosfogliserat. Enzim ini berfungsi memindahkan gugus fosfat dari satu atom C
kepada atom C lain dalam satu molekul. Berat molekul enzim fosfogliseril mutase yang
diperoleh dari ragi ialah 112.000
i.      Enolase
Reaksi berikutnya ialah reaksi pembentukan asam fosfoenol-piruvat dari asam 2-
fosfogliserat dengan katalis enzim enolase an ion Mg++ sebagai kofaktor. Reaksi pembentukan
asam fosfoenol piruvat ini ialah reaksi dehidrrasi. Adanya ion F-  dapat menghambat kerjanya
enzim enolase, sebab ion F- dengan ion Mg++  dan fosfat dapat membentuk kompleks
magnesium flourofosfat, dengan begitu  akan  mengurangi jumlah ion Mg++ dalam campuran
reaksi dan akibat berkurangnya ion Mg++ maka efektifitas reaksi berkurang.
j.  Piruvat kinase
Piruvat kinase merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari asam
fosfoenolpiruvat kepad ADP sehingga terbentuk molekul ATP dari molekul asam piruvat.
Piruvat kinase telah dapat diperoleh dari ragi dalam bentuk kristal. Enzim ini adalah suatu
tetramer dengan berat molekul 165.000. dalam reaksi tersebut di atas, diperlukan ion Mg +

dan K+ sebagai aktivator.
k.  Laktat Dehidrogenase
Reaksi yang menggunakan enzim laktat dehidrogenase ini ialah reaksi tahap akhir
glikolisis, yaitu pembentukan asam laktat dengan cara reduksi asam piruvat. Dalam reaksi ini
digunakan NADH sebagai koenzim.

     

      2.      Dekarboksilasi Oksidasi piruvat menjadi asetil—KoA


       Merupakan suatu langkah yang dibutuhkan sebelum masuknya produk glikolisis ke
dalam siklus asam sitrat yang merupakan jalan akhir bersama untuk oksidasi karbohidrat,
lemak dan protein.
     Sebelum piruvat dapat memasuki sikluas asam sitrat, ia harus ditranspor ke dalam
mitokondria melalui transpor piruvat khusus yang membantu melintasi membran bagian
dalam mitokondria. Ini memerlukan mekanisme “symport” dimana satu proton diangkut
bersama.
       Dalam mitokondria, piruvat di dekarboksilasi secara osidatif menjadi asetil-KoA.
Reaksi ini dikatalisis oleh beberapa enzim yang berbeda yang bekerja secara berurutan dalam
kompleks multienzim. Enzim-enzim ini secara kolektif disebut kompleks piruvat
dehidrogenase dan analog dengan kompleks alfa-ketoglutarat dehidrogenase dari siklus asam
sitrat. Piruvat mengalami dekarboksilasi dengan adanya tiamin difosfat menjadi derivat
hidroksietil cincin tiazol dari tiamin difosfat yang berikatan dengan enzim, yang selanjutnya
bereaksi dengan lipoamida teroksidasi membentuk asetil lipoamida. Dengan adanya
dihidrolipoil transasetilase, asetil lipoamida bereaksi dengan koenzim A membentuk asetil-
KoA dan lipoamida tereduksi.
Siklus reaksi disempurnakan bila lipoamida tereduksi kembali dioksidasi oleh
flavoprotein dengan adanya dihidropoil dehidrogenase. Akhirnya flavoprotein yang tereduksi
dioksidasi oleh NAD, yang selanjutnya memindahkan ekuivalen pereduksi ke rantai
pernafasan.

Piruvat + NAD+ + KoA Asetil-KoA + NADH + H+ + CO2

    Kompleks piruvat dehidrogenase terdiri dari kurang lebih 29 mol piruvat


dehidrogenase dan kira-kira 8 mol flavoprotein (dihidripoil dehidrogenase) yang tersebar
disekeliling 1 mol transasetilase.
     Sistem piruvat dhidrogenase cukup elektronegatif dipandang dari rantai pernapasan
bahwa disamping membebaskan koenzim tereduksi (NADH), ia juga menghasilkan ikatan
tioester berenergi tinggi dalam asetil-KoA.
     

3.Proses Siklus Asam Sitrat


Siklus asam sitrat adalah serangkaian reaksi kimia dalam sel, yaitu pada mitokondria,
yang berlangsung secara berurutan dan berulang, bertujuan mengubah asam piruvat menjadi
CO2, H2O dan sejumlah energi. Proses ini adalah proses oksidasi dengan sejumlah oksigen
arau aerob. Sikluss asam sitrat ini juga disebut siklus krebs.
Pada sel eukariota, siklus asam sitrat terjadi pada mitokondria, sedangkan
padaorganismeaerob, siklus ini merupakan bagian dari lintasan metabolisme yang berperan
dalam konversi kimiawi terhadap karbohidrat, lemak dan protein - menjadi karbon
dioksida, air, dalam rangka menghasilkan suatu bentuk energi yang dapat digunakan. Reaksi
lain pada lintasan katabolisme yang sama, antara lain glikolisis, oksidasi asam
piruvat dan fosforilasi oksidatif.
Produk dari siklus asam sitrat adalah prekursor bagi berbagai jenis senyawa
organik.Asam sitrat merupakan prekursor dari kolesterol dan asam lemak, asam ketoglutarat-
alfamerupakan prekursor dari asam glutamat, purina dan beberapa asam amino, suksinil-
KoAmerupakan prekursor dari heme dan klorofil, asam oksaloasetat merupakan prekursor
dariasam aspartat, purina, pirimidina dan beberapa asam amino.
Reaksi-reaksi kimia yang berhubungan dengan siklus asam sitrat serta reaksi dalam siklus
itu sendiri akan dibahas satu persatu.
1.      Pembentukan Asetil Koenzim A (Asetil KoA)
Asetil KoA dibentuk pada reaksi antara asam piruvat dengan Koenzim A. Di samping itu
asam lemak juga dapat menghasilkan Asetil KoA pada proses oksidasi. Reaksi pembentukan
Asetil KoA menggunakan kompleks piruvatdehidrogenase sebagai katalis yang terdiri atas
beberapa enzim. Koenzim yang ikut dalam reaksi ini adalah tiamin pirofosfat(TPP), NAD +,
asam lipoat dan ion Mg sebagai aktivator. Reaksi ini bersifat tidak reversible dan asetil KoA
yang terjadi merupakan penghubung antara proses glikolisis dengan siklus asam sitrat.
2.      Pembentukan Asam Sitrat
Asetil KoA adalah senyawa berenergi tinggi dan dapat berfungsi sebagai zat pemberi
gugus asetil atau dapat ikut dalam reaksi kondensasi. Asam sitrat dibentuk oleh asetil KoA
dengan asam oksaloasetat dengan cara kondensasi. Enzim yang bekerja sebagai katalis adalah
sitrat sintetase. Asam sitrat yang terbentuk merupakan salah satu senyawa dalam siklu assam
sitrat.

3.      Pembentukan Asam Isositrat


Asam sitrat kemudian diubah menjadi asam isositrat melalui asam akonitat. Enzim yang
bekerja pada  reaksi ini adalah akonitase. Dalam dalam keadaan keseimbangan terdapat 90%
asam sitrat, 4% asam akonitat dan 6% asam isositrat. Walaupun dalam keseimbangan ini
asam isositrat hanya sedikit, tetapi asam isositran akan segera diubah menjadi asam
ketoglutarat sehingga keseimbangan akan bergeser ke kanan.
4.      Pembentukan Asam α.  Ketoglutarat
Dalam reaksi ini  asam isositrat diubah menjadi asam oksalosuksinat, kemudian diubah
lebih lanjut menjadi asam α.  Ketoglutarat. Enzim isositrat dehidrogenase bekerja pada reaksi
pembentukan asam oksalosuksinat  dengan Koenzim NADPH+, sedangkan enzim
karboksilase bekerja pada reaksi selanjutnya. Pada reaksi yang kedua ini di samping asam α
ketoglutarat, dihasilkan pula CO, untuk 1 mol asam isositrat yang diubah, dihasilkan 1 mol
NADPH dan 1 mol CO2. Koenzim yang digunakan dalam reaksi selain NADP, juga NAD.
5.      Pembentukan Suksinil KoA
Asam α ketoglutarat diubah menjadi suksinil KoA degan jalan dekarboksilasi oksidatif.
Reaksi ini analog dengan reaksi pembentukan asetil KoA dari asam piruvat. Koenzim TPP
dan NAD+ diperlukan juga dalam reaksi pembentukan suksinil KoA. Reaksi berlangsung
antara asam α ketoglutarat dengan koenzim A menghasilkansuksinil KoA dan melepaskan
CO2 . NADH juga dihasilkan pada  reaksi ini. Yang menonjol adalah bahwa reaksi ini tidak
reversible.
6.      Pembentukan Asam Suksinat
Asam suksinat tebentuk dari suksinil KoA dengan cara melepaskan koenzim A serta
pembentukan guanosin trifosfat (GTP) dari guanosin difosfat (GDP). Gugus fosfat yang
terdapat pada molekul GTP segera dipindahkan kepada ADP. Katalis dalam reaksi ini adalah
nukleosida difosfokinase.
7.      Pembentukan Asam Fumarat
Dalam reaksi ini asam suksinat diubah menjadi asam fumarat melalui proses oksidasi
dengan menggunakan enzim suksinat dehidrogenase dan FAD sebagai koenzim.
8.      Pembentukan Asam Malat
Asam malat terbentuk dari asam fumarat dengan cara adisi molekul air. Enzim fumarase
bekerja seagai katalis dalam reaksi ini.

9.      Pembentukan Asam Oksaloasetat


Tahap akhir dalam siklus asam sitrat adalah  dehidrogenase asam malat untuk membentuk
asam oksaloasetat. Enzim yang bekerja pada reaksi ini adalah malat dehidrogenase.
Oksaloasetat yang terjadi kemudian bereaksi dengan asetil koenzim dan asam sitrat yang
terbentuk bereaksi lebih lanjut dalam siklus asam sitrat. Demikian reaksi-reaksi tersebut di
atas berlangsun terus-menerus dan berulang kali.

Energi Yang Dihasilkan Dari Proses Metabolisme Aerobik dan Anaerobik


Pada glikolisis aerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:
  -  hasil tingkat substrat                                                            :+ 4 ATP
  -  hasil oksidasi respirasi                                                         :+ 6ATP
  -  jumlah                                                                                  :+10 ATP
  -  dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P               : - 2ATP
                                                                                                     + 8 ATP
Pada glikolisis anaerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:
  -   hasil tingkat substrat                                                           :+ 4 ATP
  -   hasil oksidasi respirasi                                                         :+ 0ATP
  -   jumlah                                                                                  :+ 4 ATP
  -   dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P              : - 2ATP
                         +2 ATP
       Dengan Demikian rincian energi yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat adalah:
1. Tiga molekul NADH, menghasilkan                                 :3x3 ATP     =  9 ATP
2. Satu molekul FADH2, menghasilkan                                :1x2 ATP     =  2 ATP
3. Pada tingkat substrat                                                                              =  1 ATP
Jumlah                                                                                                        = 12 ATP

Satu siklus Kreb’s akan menghasilkan energi :


3ATP + 3ATP + 1ATP + 2ATP + 3ATP = 12 ATP

Kalau kita hubungkan jalur glikolisis, oksidasi piruvat dan siklus Kreb’s, akan dapat kita
hitung bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan energi dengan
rincian sebagai berikut:
       1.         Glikolisis                                      :  8 ATP
       2.         Oksidasi piruvat (2 x 3 ATP)      :  6 ATP
       3.         Siklus Kreb’s       (2 x 12 ATP)   : 24 ATP
Jumlah                                          : 38 ATP

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Metabolisme karbohidrat adalah proses yang mencakup sintesis (anabolisme) dan
penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Proses metabolisme karbohidrat terdiri
atas tiga tahap yaitu tahap glikolisis, dekarboksiasi oksidatif, dan siklus asam sitrat (siklus
kreb’s).
Kalau kita hubungkan jalur glikolisis, oksidasi piruvat dan siklus Kreb’s, akan dapat
kita hitung bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan energi
dengan rincian sebagai berikut:
1. Glikolisis                                 :  8 ATP
2. Oksidasi piruvat (2 x 3 ATP)  :  6 ATP
3. Siklus Kreb’s (2 x 12 ATP)     : 24 ATP
Jumlah                                     : 38 ATP
B.Saran
Peranan karbohidrat dalam tubuh sangat penting terutama untuk kesehatan. Selain itu
sebagai mahasiswa, kita juga harus lebih banyak mengetahui dan mempelajari tentang
berbagai hal yang menyangkut molekul atau senyawa dalam tubuh, seperti karbohidrat sebab
ini akan menjadi acuan kita dalam mengetahui proses kimia yang terjadi dalam tubuh kita
yang nantinya akan menghasilkan energi.

Makalah karbohidrat
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang
Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi,
dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan energi lebih besar,
namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan pokok, terutama
pada negara sedang berkembang. Di negara sedang berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-
80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada
negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan
makanan yang mengandung karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan
kaya lemak maupun protein.
          Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan
sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam. Karbohidrat termasuk penyusun sel
karena penyusun sel terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom karbon (C),
hidrogen (H), dan aksigen (O). Secara biologis, karbohidrat memiliki fungsi sebagai bahan baku
sumber energi baik pada hewan, manusia dan tumbuhan.
                      Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan
hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan,
karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel
tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh
kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai.
          Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya. Walaupun tubuh
tidak membutuhkan dalam jumlah yang khusus, kekurangan karbohidrat yang sangat parah akan
menimbulkan masalah. Diperlukan sekitar 2 gram karbohidrat per Kg berat badan sehari untuk
mencegah terjadinya ketosis. Secara keseluruhan tubuh harus mempertahankan keseimbangan
tertentu dalam utilisasi karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber energi.

1.2            Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
 Mengetahui apa yang dimaksud dengan karbohidrat
 Mengetahui jenis-jenis karbohidrat
 Mengetahui sifat-sifat pada karbohidrat
 Mengetahui manfaat karbohidrat
 Mengetahui sumber makanan yang mengandung karbohidrat
o Mengetahui dampak kelebihan karbohidrat pada manusia
o Mengetahui dampak kekurangan karbohidrat pada manusia

1.3            Manfaat 
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah:
 Dapat memahami apa yang dimaksud dengan karbohidrat
 Dapat memahami jenis-jenis karbohidrat
 Dapat memahami sifat-sifat yang dimiliki oleh karbohidrat
 Dapat memahami manfaat karbohidrat
 Dapat memahami sumber makanan yang mengandung karbohidrat
 Dapat memahami dampak kekurangan karbohidrat pada manusia
 Dapat memahami dampak kekurangan karbohidrat pada manusia

1.4            Permasalahan
 Apa yang dimaksud dengan karbohidrat?
 Apa saja jenis-jenis dari karbohidrat?
 Sifat apa saja yang dimiliki oleh karbohidrat?
 Apakah manfaat dari karbohidrat?
 Dari manakah sumber karbohidrat?
 Dampak apa yang ditimbulkan dari kelebihan karbohidrat pada manusia?
 Dampak apa yang ditimbulkan dari kekurangan karbohidrat pada manusia?
BAB II
PEBAHASAN

2.1     Pengertian Karbohidrat


Karbohidrat merupakan senyawa makromolekul yang tersusun atas unsur karbon  ( C ), hidrogen
( H ), dan oksigen ( O ). Karbohidrat merupakan senyawa organik. Memiliki rumus senyawa
CnH2nOn.
            Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari
gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang
dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
            Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan
karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan,
karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintesis di dalam sel-sel
tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh
kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai.
            Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan menggunakan
enersi matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari udara dan air (H2O)
yang berasal dari tanah. Energi kimia yang terbentuk akan disimpan di dalam daun, batang, umbi,
buah dan biji-bijian.
            Jadi, karbohidrat adalah hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar mataharidan zat
hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Karbohidrat merupakan suatu molekul yang tersusun dari
unsure-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Rumus umumnya adalah CnH2nOn. Karbohidrat
berfungsi sebagai penghasil energi. Karbohidrat merupakan sumber kalori bagi organisme
heterotrof. Setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total
kalori. Daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju hanya sekitar 40-60%.
Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya),
serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam.

2.2     Macam-macam Karbohidrat


                    Molekul karbohidrat ada yang tersusun dalam bentuk sederhana dan dalam bentuk
kompleks. Berdasarkan susunan molekulnya, karbohidrat dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu
monosakarida, digosakarida dan polisakarida.
1. Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas
beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat yang lain.
Monosakarida di klasifikasikan menjadi 6 jenis, yaitu: Diosa (C2H4O2), Triosa (C3H6O3), Tetrosa
(C4H8O4), Pentosa (C5H10O5), Heksosa (C6H12O6), dan Heptosa (C7H14O7) . Namun sebagian besar
monosakarida yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah dari kelompok Heksosa dan Pentosa.
 Glukosa
Glukosa adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi
hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi
respirasi. Glukosa merupakan komponen utama gula darah, menyusun 0,065- 0,11% darah kita.
Glukosa dapat terbentuk dari hidrolisis pati, glikogen, dan maltosa. Glukosa sangat penting bagi
kita karena sel tubuh kita menggunakannya langsung untuk menghasilkan energi. Glukosa dapat
dioksidasi oleh zat pengoksidasi lembut seperti pereaksi Tollens sehingga sering disebut sebagai
gula pereduksi.
            Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa, monosakarida yang mengandung
enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu
oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa
berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen
kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu
gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif,
yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.
 Galaktosa
Galaktosa merupakan suatu aldoheksosa. Monosakarida ini jarang terdapat bebas di alam.
Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu.
Galaktosa mempunyai rasa kurang manis jika dibandingkan dengan glukosa dan kurang larut dalam
air. Seperti halnya glukosa, galaktosa juga merupakan gula pereduksi. Glukosa dan galaktosa
bereaksi positif terhadap Larutan fehling, yaitu dengan menghasilkan endapan merah bata dari
Cu2O.

 Fruktosa
Fruktosa adalah suatu heksulosa, disebut juga levulosa karena memutar bidang polarisasi ke kiri.
Merupakan satu-satunya heksulosa yang terdapat di alam. Fruktosa murni rasanya sangat manis,
warnanya putih, berbentuk kristal padat, dan sangat mudah larut dalam air.  Fruktosa merupakan
gula termanis, terdapat dalam madu dan buah-buahan bersama glukosa. Di tanaman, fruktosa
dapat berbentuk monosakarida dan/atau sebagai komponen dari sukrosa. Sukrosa merupakan
molekul disakarida yang merupakan gabungan dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.
Sama seperti glukosa, fruktosa adalah suatu gula pereduksi.

            ( A )                                                     ( B )
Struktur terbuka                                  Struktur Siklis
 Manosa
Manosa adalah gula aldehida yang dihasilkan dari oksidasi manitol dan memiliki sifat-sifat umum
yang serupa dengan glukosa. Manosa, jarang terdapat di dalam makanan. Di gurun pasir, seperti di
Israel terdapat di dalam manna yang mereka olah untuk membuat roti.
 Ribosa
Ribosa adalah gula pentosa yang ditemukan dalam semua sel tumbuhan dan hewan dalam bentuk
furanosa. Ribosa merupakan komponen RNA yang digunakan untuk transkripsi genetika. Selain itu
Ribosa juga berhubungan erat dengan deoksiribosa, yang merupakan komponen dari DNA. Ribosa
juga meupakan komponen dari ATP, NADH, dan beberapa kimia lainnya yang sangat penting bagi
metabolisme.
 Xilosa
Xilosa suatu gula pentosa, yaitu monosakarida dengan lima atom karbon dan memiliki gugus
aldehida. Gula ini diperoleh dengan menguraikan jerami atau serat nabati lainnya dengan cara
memasaknya dengan asam sulfat encer. Xilosa  berbentuk serbuk hablur tanpa warna yang
digunakan dalam penyamakan dan pewarnaan dan dapat juga digunakan sebagai bahan pemanis
untuk penderita kencing manis (diabetes mellitus).
 Arabinosa
Arabinosa disebut juga gula pektin atau pektinosa. Arabinosa bersumber dari Getah Arab , Plum,
dan Getah Ceri , namun tidak memiliki fungsi Fisiologis. Arabinosa berupa kristal putih yang larut
dalam air dan gliserol namun tidak larut dalam alkohol dan eter. Arabinosa digunakan dalam obat-
obatan dan medium pembiakan bakteri. Arabisa dalam reaksi Orsinol - HCl memberi warna : Violet ,
Biru , dan Merah , dengan memberi Floroglusional- HCl.

1. Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari 2 molekul monosakarida, yang dihubungkan oleh
ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu monosakarida dengan atom O
dari OH monosakarida lain. Hidrolisis 1 mol disakarida akan menghasilkan 2 mol monosakarida.
Berikut ini beberapa disakarida yang banyak terdapat di alam.
 Maltosa
Maltosa atau gula gandum, adalah disakarida yang terbentuk dari dua unit glukosa bergabung
dengan ikatan α(1 → 4), terbentuk dari reaksi kondensasi. Para isomaltose isomer memiliki dua
molekul glukosa dihubungkan melalui ikatan α(1 → 6). Maltosa adalah anggota kedua dari seri
biokimia penting dari rantai glukosa. Maltosa adalah disakarida dihasilkan ketika amilase memecah
pati. Hal ini ditemukan dalam biji berkecambah seperti gandum. Hal ini juga dihasilkan ketika
glukosa terbakar.
Maltosa dapat dipecah menjadi dua molekul glukosa dengan hidrolisis. Dalam organisme hidup,
enzim maltase dapat mencapai ini dengan sangat cepat. Di laboratorium pemanasan dengan asam
yang kuat untuk beberapa menit akan mendapatkan hasil yang sama.

Maltosa memiliki rasa yang manis, sekitar setengahnya glukosa dan sekirat seperenam manisnya
fruktosa.
 Sukrosa
Sukrosa merupakan suatu disakarida yang dibentuk dari monomer-monomernya yang berupa unit
glukosa dan fruktosa, dengan rumus molekul C12H22O11. Senyawa ini dikenal sebagai sumber
nutrisi serta dibentuk oleh tumbuhan, tidak oleh organisme lain seperti hewan .
Sukrosa terdapat  dalam gula tebu dan gula bit. Dalam kehidupan sehari-hari sukrosa dikenal
dengan gula pasir. Sukrosa tersusun oleh molekul glukosa dan fruktosa yang dihubungkan oleh
ikatan 1,2 –α.
Sukrosa terhidrolisis oleh enzim invertase menghasilkan α-D-glukosa dan β-D-fruktosa. Campuran
gula ini disebut gula inversi, lebih manis daripada sukrosa.
Jika kita perhatikan strukturnya, karbon anomerik (karbon karbonil dalam monosakarida) dari
glukosa maupun fruktosa di dalam air tidak digunakan untuk berikatan sehingga keduanya tidak
memiliki gugus hemiasetal.
Akibatnya, sukrosa dalam air tidak berada dalam kesetimbangan dengan bentuk aldehid atau keton
sehingga sukrosa tidak dapat dioksidasi. Sukrosa bukan merupakan gula pereduksi.

 Laktosa
Laktosa adalah bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih
sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ada di dalam kandungan susu, baik pada air susu ibu
maupun susu sapi dan merupakan 2-8 persen bobot susu keseluruhan. Mempunyai rumus kimia
C12H22O11.

1. Polisakarida
Polisakarida adalah polimer dengan beberapa ratus hingga ribu monosakarida yang dihubungkan
dengan ikatan glikosidik. Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan
polisakarida structural. Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika
dibutuhkan akan dihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan polisakarida
struktural berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan organisme. Arsitektur
dan fungsi suatu polisakarida ditentukan oleh jumlah monomer gula dan posisi ikatan glikosidiknya.
1. Polisakarida Simpanan
 Pati
Pati adalah polisakarida simpanan dalam tumbuhan. Monomer-monomer glukosa penyusunnya
dihubungka dengan ikatan alfa 1-4. Bentuk pati yang paling sederhana adalah amilosa, yang hanya
memiliki rantai lurus. Sedangkan bentuk pati yang lebih kompleks adalah amilopektin yang
merupakan polimer bercabang dengan ikatan alfa 1-6 pada titik percabangan.
 Glikogen
Glikogen adalah polisakarida simpanan dalam tubuh hewan. Struktur glikogen mirip dengan
amilopektin, namun memiliki lebih banyak percabangan. Manusia dan vertebrata lainnya
menyimpan glikogen pada sel hati dan sel otot. Glikogen dalam sel akan dihidrolisis bila terjadi
peningkatan permintaan gula dalam tubuh. Hanya saja, energi yang dihasilkan tidak seberapa
sehingga tidak dapat diandalkan sebagai sumber energi dalam jangka lama.
 Dekstran
Dekstran adalah polisakarida pada bakteri dan khamir yang terdiri atas poli-D-hlukosa rantai alfa 1-
6, yang memiliki cabang alfa 1-3 dan beberapa memiliki cabang alfa 1-2 atau alfa 1-4. Plak di
permukaan gigi yang disebabkan oleh bakteri diketahui kayak akan dekstran. Dekstran juga telah
diproduksi secara kimia menghasilkan dekstran sintetis.

1. Polisakarida Struktural
 Selulosa
Selulosa adalah komponen utama penyusun dinding sel tumbuhan. Selulosa adalah senyawa paling
berlimpah di bumi, yaitu diproduksi hampir 100 miliar ton per tahun. Ikatan glikosidik selulosa
berbeda dengan pati yaitu monomer selulosa seluruhnya terdapat dalam konfigurasi beta.
 Kitin
Kitin adalah karbohidrat penyusun eksoskeleton artropoda (serangga, laba-laba, krustase. Kitin
terdiri atas monomer glukosa dengan cabang yang mengandung nitrogen. Kitin murni menyerupai
kulit, namun akan mengeras ketika dilapisi dengan kalsium karbonat. Kitin juga ditemukan pada
dinding sel cendawan. Kitin telah digunakan untuk membuat benang operasi yang kuat dan fleksibel
dan akan terurai setelah luka atau sayatan sembuh.

2.3            Sifat-sifat Pada Karbohidrat


1. Semua karbohidrat bersifat optis aktif
2. Monosakarida dan disakarida rasanya manis dan larut pada air, sedangkan
polisakarida rasanya tawar dan tidak larut pada air
3. Beberapa reaksi pada karbohidrat:
a)         Hidrolisis       : polisakarida H2O/H+     disakarida H2O/H+     monosakarida
b)         Fermentasi     : glukosa  ragi         etanol + CO2
c)         Dehidarasi     : karbohidrat   H2SO4       karbon + H2O

2.4            Manfaat Karbohidrat
 Sumber Energi
Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber
utama energi bagi penduduk di seluruh dunia, karena banyakdi dapat di alam dan harganya relatif
murah. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori. Sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada
dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera, sebagian disimpan sebagai
glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian
disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak. Seseorang yang memakan karbohidrat
dalam jumlah berlebihan akan menjadi gemuk.
 Pemberi Rasa Manis pada Makanan
Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya mono dan disakarida. Gula tidak
mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa adalag gula yang paling manis. Bila tingkat kemanisan
sakarosa diberi nilai 1, maka tingkat kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltosa 0,4;
laktosa 0,2.
 Penghemat Protein
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk memenuhi
kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila
karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.
 Pengatur Metabolisme Lemak
Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan
bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam beta-hidroksi-butirat. Bahan-bahan
ini dibentuk menyebabkan ketidakseimbangan natrium dan dehidrasi. pH cairan menurun. Keadaan
ini menimbulkan ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh.
 Membantu Pengeluaran Feses
Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus dan memberi
bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltik usus. Serat makanan
mencegah kegemukan, konstipasi, hemoroid, penyakit-penyakit divertikulosis, kanker usus besar,
penyakiut diabetes mellitus, dan jantung koroner yang berkaitan dengan kadar kolesterol darah
tinggi. Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa lebih lama tinggal dalam saluran
cerna, sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan.
 Pembentuk Makhluk Hidup
Karbohidrat juga dapat berfungsi sebagai pembentuk makhluk hidup. Dinding sel merupakan salah
satu bagian paling penting dari sel. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung sel. Komponen
pembentuk dinding sel tersebut adalah selulosa yang merupakan salah satu bentuk karbohidrat.
Selain itu karbohidrat juga dapat ditemukan di bagian-bagian terluar pada serangga.

2.5            Sumber Karbohidrat
Berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat:
 Nasi
 Jagung
 Sagu
 Singkong
 Ubi
 Kentang
 Oat (berasal dari gandum)
 Pasta
 Buah
 Sayur

2.6            Akibat Kelebihan Karbohidrat


Akibat yang timbul karena berlebihan karbohidrat:
 Rasa mudah kantuk
 Obesitas
 Jantung
 Stroke

2.7            Akibat Kekurangan Karbohidrat


Jika manusia kekurangan karbohidrat dapat menimbulkan kekurangan gizi, tubuh lemah, lesu dan
tidak berenergi. Akibat kekurangan karbohidrat yang lebih serius menyebabkan penyakit marasmus
( gangguan gizi ).
Penyakit marasmus ditandai dengan:
 Bertubuh sangat kurus, seperti hanya tulang yang terbungkus kulit
 Wajah terlihat lebih tua
 Perut cekung
 Kulit berkeriput dan tidak memiliki jaringan lemak di bawah kulit
 Detak jantung dan aliran darah tidak stabil
 Pernapasan terganggu
Akibat kekurangan karbohidrat pada anak-anak sangat berbahaya karena dapat menyebabkan anak
kekurangan gizi. Kekurangan gizi yang terus menerus membahayakan tumbuh kembak anak dan
memperlambat perkembagan otak.

BAB III
SIMPULAN
3.1     Simpulan 
            Dari paparan makalah diatas dapat disimpulkan bahwa:
 Karbohidrat merupakan senyawa makromolekul yang tersusun atas unsur karbon        ( C ),
hidrogen ( H ), dan oksigen ( O ). Karbohidrat merupakan senyawa organik. Memiliki rumus senyawa
CnH2nOn.
 Karbohidrat dibagi menjadi dua:
1. Sederhana : karbohidrat yang cepat diserap oleh tubuh
2. Kompleks : karbohidrat yang memerlukan waktu untuk bisa di serap oleh tubuh.
 Karbohidrat berdasarakan ukuran molekulnya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Monosakarida : merupakan karbohidrat yang paling sederhana, tidak dapat
dihidrolisis lagi menjadi karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida terpenting dibagi
menjadi ;
ü  glukosa disebut juga dengab gula darah
ü  galaktosa
ü  fruktosa yang merupakan gula termanis.
1. Disakarida       : karbohidrat yang terbentuk dari dua monosakarida, dapat
dihidrolisis menjadi monosakarida. Disakarida terpenting dibagi menjadi ;
ü  maltosa : glukosa + glukosa, banyak digunakan dala makanan bayi
ü  laktosa : glukosa + galaktosa, disebut dengan gula susu
ü  sukrosa : glukosa + fruktosa, disebut juga dengan sakarosa. Merupakan gula produksi seprti gula
pasir dan gula tebu.
1. Polisakarida     : karbohidrta hasil polimerisasi glukosa, hidrolisis sempurna akan
menghasilkan glukosa. Polisakarisa terpenting dibagi menjadi ;
ü  selulosa merupakan bahan dasar kertas
ü  amilum disebut juga kanji/aci
ü  glikogen : merupakan cadangan energi dalam tubuh manusia
 Reaksi yang terjadi pada karbohidrat
o Hidrolisis         : polisakarida H2O/H+     disakarida H2O/H+     monosakarida
o Fermentasi       : glukosa  ragi         etanol + CO2
o Dehidarasi       : karbohidrat   H2SO4       karbon + H2O
o Manfaat karbohidrat :
 Sumber energi
 Pemberi rasa manis pada makanan
 Pengehemat protein
 Pengatur metabolisme lemak
 Membantu pengeluaran feses
 Pembentuk makhluk hidup
 Sumber makanan yang mengandung karbohidrat

 Nasi
 Jagung
 Sagu
 Singkong
 Ubi
 Kentang
 Oat (berasal dari gandum)
 Pasta
 Buah
 Sayur

 Akibat yang ditimbulakan kerena berlebihnya mengkonsumsi karbohidrat

 Rasa mudah kantuk


 Obesitas
 Jantung
 Stroke
 Akibat yang ditimbulkan karena kekurangan karbohidrat
o Gangguan pada gizi
o Marasmus
o Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak.