Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN STUDI KELAYAKAN AGRIBISNIS

PADA PABRIK TAHU DI DESA MEKAR SARI MAKMUR


KECAMATAN SUNGAI BAHAR
BERDASARKAN ASPEK NON FINANSIAL

OLEH :

NAMA : RIKA KURNIATI NASUTION


NIM : 041594771
UPBJJ-UT : JAMBI
MK : STUDI KELAYAKAN AGRIBISNIS
KODE MK : LUHT 4312

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TERBUKA
2020
I. PENDAHULUAN

I.1. Ruang Lingkup

Salah satu hasil industri pengolahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan
mempunyai peluang untuk dikembangkan adalah agroindustri tahu. Seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun, maka permintaan dalam negeri terhadap
produk pangan yang merupakan hasil olahan dari biji kedelai khususnya tahu mengalami
pertumbuhan. Sekitar 38% kedelai di Indonesia dikonsumsi dalam bentuk tahu (Sarwono
2001). Tahu tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat kelas bawah dan menengah saja, akan
tetapi juga kelas atas.
Usaha agroindustri tahu bertujuan mengolah kedelai sebagai bahan baku utama tahu
agar dapat meningkatkan nilai tambah dengan maksud untuk dijual, sehingga mendapatkan
keuntungan dari kegintan produksi yang dilakukan. Berdasarkan tujuan tersebut, maka setiap
biaya yang dikeluarkan harus dapat mendatangkan penerimaan yang lebih besar daripada
modal yang telah diinvestasikan. Tujuan setiap usaha adalah mencapai keuntungan yang
sebesar-besarnya, termasuk juga agroindustri tahu “SEGAR ABADI” milik ibu sawini di
Desa Mekar Sari Makmur Kecamatan Sungai Bahar namun pengusaha harus memperhatikan
besarnya biaya yang dikeluarkan, keuntungan dan tingkat efisiensinya.
Usaha agroindustri tahu “Segar Abadi” di Desa Mekar Sari Makmur merupakan salah
satu pelaku usaha yang bergerak di bidang pengolahan kacang kedelai menjadi produk tahu
putih. Bermula dari tingginya permintaan produk tahu oleh warga setempat, Segar Abadi
memutuskan untuk memproduksi tahu sendiri yang dilakukan dengan menggunakan
teknologi pengolahan sederhana karena merupakan home industry. Skala produksi
agroindustri tahu “Segar Abadi” cukup besar serta berkembang baik karena mampu
mempertahankan sistem produksi produk tahu yang bersifat harian dengan jumlah produksi
harian sebanyak 200 kilogram kedelai yang diolah menjadi tahu. Semakin besar suatu usaha
dijalankan tanpa adanya pengelolaan dari segi manajemen maupun pengelolaan finansial
yang tepat, maka akan semakin besar resiko yang dihadapinya.
Resiko lain yang di hadapi oleh pengusaha agroindustri tahu yaitu adanya pesaing
usaha sejenis yang banyak bermunculan dan adanya peningkatan harga input bahan baku
maupun bahan penunjang. Peningkatan harga bahan baku kedelai dan bahan baku penunjang
dapat menyebabkan para pelaku usaha agroindustri tahu di Desa Mekar sari makmur semakin
besar dalam mengeluarkan biaya produksi yang digunakan untuk kegiatan produksi. Hal ini
akan sangat mempengaruhi terhadap pendapatan pelaku usaha agroindustri tahu di Desa
Mekar sari makmur bila tidak diantisipasi dengan baik.
Pada umumnya perajin tidak mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
keuntungan karena mereka tidak memperhitungkan secara terperinci aspek-aspek finansial
dari usahanya tersebut. Analisis kelayakan finansial sangat diperlukan sebagai alat pemeriksa
keuangan suatu perusahaan yaitu antara lain : 1) untuk mengetahui keberhasilan usaha yang
telah dijalankan, 2) dilakukan untuk membantu pengembangan usaha kedepan berdasarkan
kondisi dimasa lalu sebagai referensi, 3) dilakukan untuk membantu pengusaha agroindustri
agar mengetahui prediksi keuntungan yang diperoleh serta meminimalkan atau menghindari
resiko keruugian keuangan yang penuh ketidakpastian dimasa yang akan datang, baik resiko
yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan agar penanaman investasi
yang dilakukan pada usaha tersebut tidak sia-sia (Kasmir dan Jakfar: 2008).
I.2. Tujuan    Praktikum  
Adapun Tujuan praktikum ini yaitu :
1. Untuk mengetahui kelayakan aspek non finansial agroindustri tahu Segar Abadi di
Desa Mekar Sari Makmur Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi
2. Mahasiswa dapat mengetahui factor-faktor yang menentukan dalam pembuatan
tahu
3. Mahasiswa dapat mengetahui proses pengolahan tahu        
II. POKOK BAHASAN

2.1. Aspek-Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis merupakan gambaran kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai

dengan kondisi, potensi, serta peluang yang tersedia dari berbagai aspek. Dengan demikian

dalam menyusun sebuah studi kelayakan bisnis harus meliputi sekurang-kurangnya aspek-

aspek berikut, diantaranya :

1. Aspek pasar

Pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang

memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan

inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan

pertukaran (Boyd, Walker, dan Larreche, 2000). Menurut Ibrahim (2003), faktor utama

yang perlu dinilai dalam aspek pasar dan pemasaran, antara lain:

a. Jumlah permintaan produk di masa lalu dan masa kini serta kecenderungan

permintaan di masa yang akan datang.

b. Berdasarkan pada angka proyeksi (perkiraan), berapa besar kemungkinan market

space (market potensial) yang tersedia di masa yang akan datang.

c. Berapa besar market share yang direncanakan berdasarkan pada rencana produksi.

d. Faktor-faktor apa saja yang mungkin mempengaruhi permintaan di masa yang akan

datang.

e. Strategi apa saja yang perlu dilakukan dalam meraih market share yang telah

direncanakan.

2. Aspek teknis dan produksi

Menurut Ibrahim (2003) aspek teknis produksi adalah aspek yang berhubungan dengan

pembangunan dari proyek yang direncanakan, baik dilihat dari faktor lokasi, luas
produksi, proses produksi, penggunaan teknologi (mesin/peralatan), maupun keadaan

lingkungan yang berhubungan dengan proses produksi.

3. Aspek manajemen dan SDM

Menurut Umar (2003) bahwa manajemen dalam pembangunan proyek bisnis maupun

manajemen dalam implementasi rutin bisnis adalah sama saja dengan manajemen lainnya.

Ia berfungsi untuk aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan

pengendalian. Aspek SDM bertujuan untuk mengetahui apakah dalam pembangunan dan

implementasi bisnis diperkirakan layak atau sebaliknya dilihat dari ketersediaan SDM.

Kesuksesan suatu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebuah proyek bisnis

sangat tergantung pada SDM yang solid, yaitu manajer, dan tim-nya (Umar, 2003).

Perencanaan tenaga kerja merupakan suatu cara untuk menetapkan keperluan mengenai

tenaga kerja suatu periode tertentu. Perencanaan ini dimaksudkan agar perusahaan dapat

terhindar dari kelangkaan SDM pada saat dibutuhkan maupun kelebihan SDM pada saat

kurang dibutuhkan (Umar, 2003). Menurut Umar (2003) aspek SDM mencakup

produktivitas dari suatu tenaga kerja yang secara umum, mengandung arti sebagai

perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang

digunakan (input). Produktivitas memiliki 2 dimensi, yaitu:

a. Suatu efektivitas yang mengarah kepada pencapaian untuk kerja yang maksimal, yaitu

pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu.

b. Efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan masukan dengan realisasi

penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

4. Aspek hukum

Aspek ini mempelajari tentang bentuk badan usaha yang akan digunakan, jaminan-

jaminan yang bisa disediakan kalau akan menggunakan sumber dana yang berupa
pinjaman, berbagai akta, sertifikat, izin yang diperlukan dan sebagainya (Husnan dan

Suwarsono, 2000).

5. Aspek sosial

Tujuan utama perusahaan adalah mencari keuntungan yang sebesar-sebesarnya, namun

perusahaan tidak dapat hidup sendirian. Perusahaan hidup bersama-sama dengan

komponen lain dalam satu tatanan kehidupan yang kompleks. Salah satu komponen yang

dimaksud adalah lembaga sosial, sehingga dalam rangka keseimbangan tadi. Hendaknya

perusahaan memiliki tanggung jawab sosial. Bisnis hendaknya memiliki manfaat-manfaat

sosial yang dapat diterima oleh masyarakat, seperti:

a. Membuka lapangan kerja, maksudnya dengan dibukanya proyek bisnis akan menarik

masyarakat sekitar untuk membuka lapangan kerja baru.

b. Melaksanakan alih teknologi, dilakukannya alih teknologi kepada pekerja dengan

berbagai cara pelatihan terprogram dengan bak, maka diharapkan tidak hanya

meningkatkan ‘skill’ pekerja tetapi juga sikap mental tenaga kerja yang andal semakin

kokoh.

c. Meningkatkan mutu hidup, adanya proyek bisnis turut serta mengurangi angka

pengangguran, sehingga dapat meningkatkan mutu hidup mereka (Umar, 2003).

6. Aspek dampak lingkungan

Menurut Soeharto (2002), aspek lingkungan adalah suatu pengkajian yang dikenal

sebagai analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang merupakan suatu

mekanisme untuk mencapai kelestarian lingkungan, aspek lingkungan meliputi limbah

yang dihasilkan proses produksi. AMDAL hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan

yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan

hidup.
2.2. Lokasi Praktik       

Pabrik Tahu segar abadi milik ibu sawini ini terletak di Desa Mekarsari makmur
Kecamatan Sungai bahar kabupaten Muaro Jambi yang mana lokasi ini merupak lokasi
transmigrasi petani kelapa sawit.

2.3. Waktu         

Waktu praktikum ini dilakukan pada tanggal 29 April sampai dengan 02 Mei 2020

2.4. Bahan dan alat    


Bahan dan alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu :
- Laptop
- Kamera
- Alat tulis
   
III. PEMBAHASAN

III.1. Hasil Pengamatan     

Dalam penfamatan praktikum ini, mahasiswa mengamati proses pembuatan tahu baik
itu tahu putih mulai dari bahan baku yang di gunakan, proes Penggilangan,perebusan,
pencukaan sampai pencetakan dan penggorengan.
  

III.2.Analisis aspek non finansial


Studi kelayakan bisnis merupakan gambaran kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai
dengan kondisi, potensi, serta peluang yang tersedia dari berbagai aspek. Dengan demikian
dalam menyusun sebuah studi kelayakan bisnis harus meliputi sekurang-kurangnya aspek-
aspek berikut, diantaranya :
1. Aspek pasar
A. Peluang Pasar
Pada saat ini komsumsi tahu sangat merakyat, karena tahu merupaka makanan khas
Indonesia yang sangat di gemari oleh masyarakat mulai dari ekonomi paling
rendah,menengah hingga atas. Oleh sebab itu maka pemasaran tahu sangat lah mudah
disamping bias langsung di antar e apsar – pasar terdekt di sekitar wilayah sungai
bahar, pelanggan pun banyak yang langsung menjemput langsung tahu kepabrik nya
baik untuk tahu putih mapun tahun goreng.
Sedangkan untuk kapasitas pabrik mampu berproduksi sebanyak 200 Kg kedelai/hari
dengan menghasilkan 10.000 potong tahu putih dan 4.320 potong tahu goring per hari.
B. Pesaing
Untuk kondisi pesaing sendiri di desa mekar sari makmur tidak lah banyak, karena
hanya sedikit pabrik tahu yang berproduksi di wilayah ini, sehingga persaingan antar
pabrik tidak begitu terlihat,sementara untuk pabrik tahu segar abadi memiliki
pelanggan lebih dari 100 pelanggan yang slalu menunggu produksi pabrik tahu ini,
baik untuk tahu putih maupun tahu goreng
C. Pemasaran
Untuk pemasaran harga tahu putih di bandrol dengan harga Rp.300 / potong dan tahu
goring Rp.500/potong
2. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang digunakan adalah :
 Segmentasi
Saluran pemasaran yang digunakan adalah melalui pedagang pasar yaitu tahu yang
siap jual langsung di antar ke pasar – pasar terdekat selain itu ada juga pedagang
yang langsung menjemput tahu ke lokasi pabrik.
 Targeting
Target pelaku usaha yaitu hanya untuk mencukupi kebutuhan wilayah terdekat
saja, belum mencakup luar wilayah/ kecamatan.
 Position
Pabrik tahu Segar abadi sudah banyak di kenal oleh masyarakat dikarenakan
pabrik ini sudah berdiri selama 20 tahun sehingga telah mampu bersaing
walaupun sampai saat ini pabrik ini tidak pernah melakukan promosi, namun dari
pada itu pabrik ini juga slalu menjaga kwalitas tahu yang dihasilkan.

3. Aspek manajemen dan SDM


A. Pola pengelolaan Usaha
Pola pengelolaan pabrik tahu segar abadi ini masih bersifat UMKM yang dikelola
oleh keluarga, pabrik ini belum memilik badan usaha, namun parik ii dapat
membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.
B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi pabrik tahu segar abadi ini masih bersifat sederhana, pabrik ini
dikelola oleh pemilik modal yaitu ibu sawini dengan memperkerjakan 4 orang
karyawannya sebagai berikut : 2 orang di bagian proses pembuatan tahu,1 orang
di bagian penggorengan dan 1 orang di bagian penyedia bahan bakar.
4. Aspek hukum
Dalam segi hal aspek hukum pa rik tahu segar abadi ini belum memiliki surat perizinan
baik itu berbadan hukum maupun SIUP dan SITU.
5. Aspek social,Ekonomi dan Budaya
 Aspek Sosial
Dalam hal aspek social Usaha industry pabrik tahu ini merupakan salah satu
kegiatan industri yang memilik manfaat untuk masyarakat sekitar sehingga dapat
dikatakan usaha ini layak untuk di kembangkan.
 Aspek Ekonomi
.Dalam hal kaitannya dengan aspek ekonomi usaha industry pabrik tahu ini
berpengauh terhadap terciptanya lapangan kerja yaitu dengan membuka lapangan
kerja bagi masyarakat sekitar walaupun masih dalam skala kecil.
 Aspek Budaya
Dari segi aspek budaya, partisipasi mayarakat untuk meningkatkan dalam proses
budidaya tanama kedelai.
6. Aspek dampak lingkungan
Dari sisi dampak lingkungan, pabrik tahu segar abadi ini tidak menimbulkan limbah
yang berbahaya dan mencemari lingkungan, karena pabrik ini menghasilkan 3 jenis
limbah yaitu :
1. Limbah padat
Limbah padat dari hasil pengolahan tahu dapat di jadikan sebagai pakan ternak
seperti sapi  , sehingga limbah nya punmasih bernilai ekonomis dan tidak mencemari
lingkungan
2. Limbah cair
Untuk limbah cairnya, pabrik ini membuat kolam penampungan limbah cair
sehingga ini tidak mencemari terhadap lingkungan.

   
IV. Kesimpulan       
Usaha industry pembuatan tahu merupaka usaha yang memilik prospek yang sangat
baik untuk di kembangkan karena tingginga minat masyarakat akan konsumsi tahu
dengan harga yang sangat mudah untuk di peroleh tentu dengan kandungan gizi yang
baik untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat.

V. Referensi/Daftar Pustaka 
Ibrahim, H. M. Yacob. 2003. Studi Kelayakan Bisnis (Edisi Revisi). PT. Rineka Cipta
: Jakarta.

Sarwono, B dan Saragih. 2004. Membuat Aneka Tahu. Penebar Swadaya : Jakarta

Soeharto, Iman. 2002. Studi Kelayakan Proyek Industri. Erlangga : Jakarta


Suryana dan Sarianti. 2019. Studi Kelayakan Agribisnis. Universitas Terbuka : Jakarta
Umar, Husein. 2003. Studi Kelayakan Bisnis: Teknik Menganalisis Kelayakan
Rencana Bisnis secara Komprehensif., Ed ke-2. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta

VI. Lampiran
1. Foto Praktik

Gambar 1. Proses pembuatan tahu

Gambar 2. Peralatan yang digunakan


Gambar 3. Proses penggorengan tahu

Gambar 4. Bak penampungan limbah cair


Gambar 5. Wawancara dengan pemilik Pabrik tahu