Anda di halaman 1dari 18

RENCANAPELAKSANAANPEMBELAJARAN

Nama Sekolah: SMP Negeri 196 Jakarta Kelas/Semester : IX/Ganjil


Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia Tahun Pelajaran : 2020/2021
Materi : Teks Cerita Pendek (Cerpen) Alokasi Waktu :2X pertemuan

Tujuan Pembelajaran
I. Peserta didik dapat rnengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita
pendek yang dibaca atau didengar.
2. Peserta didik dapat menyimpulkan unsur-unsur pembangun karya sastra dengan bukti
yang mendukung dari cerita pendek yang dibaca atau didengar

I Media Pembelajaran
1. LKPD
2. WhatsApp

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 • Menyepakati materi yang akan dipelajari, yaitu teks
cerita pendek.
• Peserta diclik secara individu atau berkelompok mengamati
sebuah cerita pendek (cerpen) di tautan
https://andriasetiawan.wordpress.com/2014/09/09/cerpen-juru•
masak-karya-damhuri-muhammad/
• Peserta didik mencatat ciri-ciri cerita pendek (cerpen)
berdasarkan cerpen yang ada di tautan.
• Peserta didik menyampaikan unsur intrinsik dan ektrinsik
yang terdapat pada cerpen melalui kelas daring di grup
whatsApp.
Perternuan 2 • Peserta didik menemukan dan membuktikan unsur intrinsik
dan ekstrinsik cerpen yang dibagikan kepada individu atau
kelompok.
• Menyimpulkan hasilnya melalui kelas daring di grup whatsApp
baik secara individu maupun kelompok.
Refleksi dan • Refleksi pencapaian siswa/formatif assesment
konfirrnasi • Refleksi guru untuk mengetabui ketercapaian
proses pernbelajaran dan perbaikan
• Menvimpulkan pembelajaran

Dipindai dengan CamScanner

Penilaian
Sikap Pengetahuan Keterampilan
• Disiplin waktu dalam • HasiJ identifikasi isi • Menyampaik:an hasil
melakukan kegiatan informasi tek cerita pengamtan tentang unsur

• Bertanggung jawab
dalam men yampaik:an
pendek (lihat LKPD) intrinsik cerpen.

hasil pekerjaan
• Santun dalam
menyampaikan hasil
pekerjaaan

Mengetahui, Jakarta, Juli 2020


Kepala SMP Negeri 196 Jakarta Guru Mata Pelajaran

Ismanto, M.Pd Samah, M.Pd.


NIP.196206221984031003 NIP.197103092008012015

Dipindai dengan CamScanner


LEMB AR KERJA PESERTA DIDIK
I

BAHAS A INDONESIA

Nama
Kelas
Materi : Teks Cerpen ( KD 3.5 dan 4.5)
Tujuan : Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur pembangun
karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau
didengar.
Petunjuk : l. Bacalah teks cerpen yang telah disediakan.
Atau buka tautan

https://andriasetiawan.wordpress.com201409/09cerpen•
juru-masak-karya-damhuri-muhammad/
2. Kerjakan soal-soal yang berhubungan dengan
cerpen tersebut.

NO Pertanyaan Jawaban

1 Ciri-ciri cerpen

2 Unsur-Unsur Intrinsik
a. Terna

b. Penokohan C.

Perwatakan d.

Latar

e. Alur

f. Amanat

Dipindai dengan CamScanner


Juru Masak
Karya Damhuri Muhammad

Perhelatan bisa kacau tanpa kehadiran lelaki itu. Gulai kambing akan terasa
hambar lantaran racikan bumbu tidak meresap ke dalam daging. Kuah gulain kentang dan
gulai rebung bakal encer karena karena keliru menakar jumlah kelapa parut hingga setiap
menu masakan kekurangan santan. Akibatnya, berseraklah fitnah dan cela yang mesti
ditanggung tuan rumah. Bukan karena kenduri kurang meriah, tidak pula karena
pelaminan tempat bersandingnya pasangan pengantin tak sedap dipandang mata, tetapi
karena macam-macam hidangan yang tersuguh tak menggugah selera. Nasi banyak gulai
melimpah, tetapi helat tak bikin kenyang. Ini celakanya biJa Makaji, juru masak handal itu
tidak dilibatkan.

Beberapa tahun lalu, pesta perkawinan Gentasari dengan Rustamadji yang


digelar dengan menyembelih tiga belas ekor kambing dan berlangsung selama tiga hari, tidak
berjalan mulus, bahkan hamper saja batal. Keluarga mempelai pria merasa dibohongi oleh
keluarga mempelai wanita yang semula sudah berjanji bahwa semua urusan masak-
memasak selama kenduri berlangsung akan dipercayakan kepada Makaji, juru masak nomor
satu di Lareh Panjang ini. Namun, di hari pertama perhelatan, ketika rombongan keluarga
mempelai pria tiba, gulai kambing. gulai nangka, gulai kentang, gulai rebung, dan aneka
hidangan yang tersaji ternyata bukan masakan Makaji. Mana mungkin keluarga calon besan
itu bisa dibohongi? Lidah mereka sudah sangat terbiasa dengan masakan Makaji.

"Kalau besok gulai nangka masih sehambar ini, kenduri tak usah dilanjutkan!" ancam Sutan
Batuaj, penghulu tinggi dari keluarga

Rustamadji. "Apa susahnya mendatangkan

Makaji?"

"Percuma bikin helat besar-besaran bila menu yang terhidang hanya bikin malu."

Begitulah pentingnya Makaji. Tanpa campur tangannya, kenduri terasa hambar,


sehambar gulai kambing dan gulai rebung karena bumbu-bumbu tak diracik oleh tangan
dingin lelaki itu. Sejak dulu, Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja
yang hendak menggelar pesta, tak peduli apakah tuan rumah hajatan itu orang terpandang
yang tamunya membludak atau orang biasa yang hanya sanggup menggelar syukuran
seadanya. Makaji tak pilih kasih, meski ia satu-satunya juru masak yang masih tersisa di
Lareh Panjang. Di usia senja, ia masih tangguh menahan kantuk, tangannya tetap gesit meracik
bumbu, masih kuat ia berjaga semaJam suntuk.

kkkkkkkkkk:k

"Separuh umur Ayah sudah habis untuk membantu setiap kenduri di kampung ini,
bagaimana kalau tanggungjawab itu dibebankan pada yang lebih muda?" saran Azrial,
putra swung Makaji sewaktu ia pulang kampung enam bulan lalu.

Mungkin sudah saatnya Ayah berhenti."


Dipindai dengan CamScanner
Belum! Akan Ayah pikul beban ini hingga tangan Ayah tak lincah lagi meracik bumbu,"
balas Makaji waktu itu.

Kalau memang masih ingin jadi juru masak, bagaimana kalau jadi juru masak di salah
satu rumah makan milik saya di Jakarta? Saya tak ingin lagi berjauhan dengan Ayah."

Sejenak Makaji diam mendengar tawaran Azrial. Tabiat orang tua memang selalu
begitu, walau terasa semanis gula, tak bakal langsung diregukn ya, meski sepahit empedu
tidak puka buru-buru dimuntahk annya, mesti matang ia menimbang. Makaji memang sudah
lama menunggu ajakan seperti itu. Orang tua mana yang tak ingin berkumpul dengan anaknya
di hari tua? Dan kini, gayung telah bersambut, sekali saja ia mengangguk, Azr ial akan
segera memboyongnya ke rantau. Makaji tetap akan mempunyai kesibukan di Jakarta, ia akan
jadi juru masak di rumah makan milik anaknya sendiri.

"Beri Ayah kesempatan satu kenduri

lagi! "Kenduri siapa?" Tanya Azrial.

"Mangkudun. Anak gadisnya baru saja dipinang orang. Sudah terlanjur Ayah sanggupi,
malu kalau tiba-tiba dibatalkan.

Merah padam muka Azrial mendengar nama itu. Siapa lagi anak gadis
Mangkudun kalau bukan Renggogeni, perempuan masa lalunya. Musabab hengkangnya
ia dari Lareh Panjang tidak lain adalah Renggogeni, anak perempuan tunggal beleng itu.
Siapa puJa yang tak kenal Mangkudun? Di Lereh Panjang, ia dijuluki tuan tanah, hampir
sepertiga wilayah karnpung ini miliknya. Sejak dulu, orang-orang Lareh Panjang yang
kesulitan uang selalu beres ditangannya. Mereka tinggal menyebutkan sawah, ladang atau
tambak ikan sebagai agunan. Dengan senang hati Mangkudun akan memegang gadaian itu.

Masih segar dalam ingatan Azrial, waktu itu Renggogeni hampir tamat dari
akademi perawat di kota. Tidak banyak orang Lareh Panjang yang bisa bersekolah
tinggi seperti Renggogeni. Perempuan kuning langsat pujaan Azrial itu benar-benar akan
menjadi seorang juru rawat. Sementara Azrial bukan siapa-siapa, hanya tamatan madrasah
aliyah yang sehari• hari bekerja honorer sebagai sekretaris di kantor kepala desa. lbarat emas
dan Loyang perbedaan mereka.

"Bahkan bila ia jadi kepala desa pun, tak sudi saya punya menantu anakjuru masak!" bentak
Mangkudun. Dan tak lama berselang, kabar ini berdengung juga di telinga

Azrial. "Dia laki-laki taat, jujur, bertanggungjawab. Renggo yakin kami

berjodoh."

"Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya carikan
kau jodob yang lebib bermatabat!"

"Apa dia salah kalau ayahnya hanya j uru masak?"


Dipindai dengan CamScanner
Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu jadi suamimu. Paham kau

Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak
berpembatang, tak ada yang bisa diandalkan. Tetapi tidak patut rasanya Mangkudun
memandangnya dengan sebelah mata. Maka, dengan berate hati Azrial melupakan Renggogeni.
Ia hengkang dari kampung. pergi membawa luka hati.

Awalnya ia hanya tukang cuci piring di rumah makan milik seorang perantau dari Lareh
Panjang yang lebih dulu mengadu untung di Jakarta. Sedikit demi sedikit dikumpulkannya
modal, agar tidak selalu pada induk semang. Berkat kegigihan dan kerja keras selama bertahun•
tahun, Azrial kini sudah jadi juragan, punya enam rum ah makan dan dua puluh empat
anak buah yang tiap hari sibuk melayani pelanggan.

Barangkali, ada hikm ahn ya juga Azrial gagal mempersunting anak gadis Mangkudun.
Kini , lelaki itu kerap disebut sebagai orang Lareh Panjang paling sukses di rantau. Itu
sebabnya ia ingin membawa Makaji ke Jakarta. Lagi pula, sejak ibunya meninggal, ayahnya
itu sendirian saja di rumah, tak ada yang merawat. Adik-adikn ya sudah terbang hambur pula ke
negeri orang.

Meski hidup Azri al sudah berada, tetapi ia masih saja membujang. Banyak yang ingin
mengambilnya jadi menantu, tetapi tak seorang perempuan pun yang mampu meluluhkan
hatinya. Mungkin Azr ial masih sulit melupakan Renggogeni, atau jangan-jangan ia tak sungguh•
sungguh melupakan perempuan itu.

kk

Kenduri di rumah Mangkudun begitu semarak. Dua kali meriam ditembakkan ke


langit, pertanda dimulainya perhelatan agung. Tak biasanya pusaka peninggalan sesepuh adat
Lareh Panjang itu dikeluarkan. Bila yang menggelar kenduri bukan orang berpengaruh
seperti Mangkudun, tentu tak sembarang dipertontonkan. Para tetua kampung menyiapkan
pertunjukan pencak guna menyambut kedatangan mempelai pria. Para pesi.Jat turut
ambil bagian memeriahkan pesta perkawinan anak gadis orang terkaya di Lareh Panjang
itu. Maklumlah, menantu Mangkudun bukan orang kebanyakan, tetapi perwira muda
kepolisian yang baru dua tahun bertugas, anak bungsu pensiunan tentara, orang disegani di
kampung sebelah. Kabarnya, Mangkudun sudab banyak membantu laki-laki itu, sejak dari
sebelum ia lulus di akademi kepolisian hingga resmi jadi perwira muda. Terdengar kabar
bahwa perjodohan itu terjadi karena keluarga pengantin pria hendak membalas jasa yang
dilakukan Mangkudun di masa lalu. Aili, perkawinan atas dasar hutang budi.

Mangkudun benar-benar menepati janji pada Renggogeni, bahwa ia akan


mencarikan jodoh yang sepadan dengan anak gadisnya itu, yang jauh lebih
bermartabat. Tengoklah, Renggogeni kini tengah bersanding dengan Yusnaldi, perwira
muda polisi yang bi.la tidak macam-macam"tentu kariernya lekas menanjak. Duh,
betapa beruntungnya keluarga besar Mangkudun. Tetapi, pesta yang digelar dengan
menyembelih tiga ekor kerbau jantan dan tujuh ekor kambing itu tidak begitu ramai
dikunjungi. Orang-orang Lareh Panjang hanya datang di hari pertama, sekedar
menyaksikan benda-benda pusaka adat yang dikeluarkan untuk
Dipindai dengan CamScanner
rnenyernarakk an kenduri, setelab itu rnereka berbalik menin ggalka n helat. Babk an ada
yang belurn sempat mencicipi hidangan, sudah tergesa pulang.

"GuJai kambingnya tak ada rasa," bisik seorang tam u.

"Kuah gulai rebungnya encer seperti kuah sayur toge. Kembang perut kami

dibuatnya. M asakannya tak mengenyangkan, tak mengundang selera.

"Pasti juru masaknya bukan Maka ji!

Maki n ke ujung, kenduri maki n sepi. Rombongan pengantar mempelai pria diam-diam
juga kecewa pada tuan rumah, karena mereka hanya dijam u dengan menu masakan yang asal•
asalan, kuah encer, dan daging yang tak kempub. Padabal rnereka bersernangat karena pesta
perkawinan di Lareb Panjang mempunyai keistimewaan tersendiri, yaitu rasa masakan hasil
oleh tangan juru masak nomor satu. Siapa lagi kalau bukan Makaji?

"Kenapa Makaji tidak turun tangan dalam kenduri sepenting ini? Begitu mereka bertanya•
tanya.

Sia-sia saja kenduri ini bila bukan Makaji yang meracik bum

bu." "Ah, menyesal kami datang ke pesta ini."

k kk

Dua bari sebelum kenduri berlangsung. Azrial anak laki-laki Makaji datang dari
Jakarta. Ia pulang untuk rnenjemput Makaji. Kini, juru masak itu sudah berada di Jakarta,
rnungkin tak akan kembali, sebab ia akan menghabiskan hari tua di dekat anaknya. Orang-
orang Lareb Panjang akan kehilangan juru masak handal yang pemah ada di kampung itu.
Kabar kepergian Makaji sampaijuga ke telinga pengantin baru Renggogeni. Perempuan itu
dapat membayangkan betapa terpiuhnya perasaan Azrial setelab mendengar kabar
kekasih pujaannya telab dipersunting lelaki lain.

Dipindai dengan CamScanner


LEMB AR KERJA PESERTA DIDIK 2

BAHAS A INDONESIA

Nama
Kelas
Materi : Teks Cerita Pendek( KD 3.5 dan 4.5)
Tujuan : Peserta didik dapat menyimpulk.an unsur-unsur pembangun
karya sastra dengan bukti yang mendukung dari cerita pendek
yang dibaca atau didengar

Petunjuk : l. Bacalab dengan cermat teks cerpen yang tersedia.


Atau buka tautan
https://andriasetiawan.wordpress.com/201409/09/erpen•
juru-masak-karya-damhuri-muhammad/
2. Jawablah pertanyaan berdasarkan isi cerpen tersebut.
3. Setiap jawaban harus disertai dengan kutipan teks cerpen.

NO Pertanyaan Jawaban

l Unsur-Unsur Intrinsik
a. Terna

b. Penokohan

C. Perwatakan

d. Latar

e. Alur

f. Amanat

Dipindai dengan CamScanner


Juru Masak
Karya Damhuri Muhammad

Perbelatan bisa kacau tanpa kebadiran lelaki itu. Gulai kambing akan terasa hambar
lantaran racikan bumbu tidak meresap ke dalam daging. Kuab gulain kentang dan gulai rebung
bakal encer karena karena keliru menakar jumlah kelapa parut hingga setiap menu masakan
kekurangan santan. Akibatnya, berseraklah fitnah dan cela yang mesti ditanggung tuan rumab.
Bukan karena kenduri kurang meriah, tidak pula karena pelarninan tempat bersandingnya
pasangan pengantin tak sedap dipandang mata, tetapi karena macam-macam hidangan yang
tersuguh tak menggugab selera. Nasi banyak gulai melimpab, tetapi belat tak bikin kenyang. Ini
celakanya bila Makaji, juru masak bandal itu tidak dilibatkan.

Beberapa tahun lalu, pesta perkawinan Gentasari dengan Rustamadji yang digelar
dengan menyembelih tiga belas ekor kambing dan berlangsung selama tiga hari, tidak berjalan
mulus, bahkan hamper saja batal. Keluarga mempelai pria merasa dibobongi oleh keluarga
mempelai wanita yang semula sudab berjanji babwa semua urusan masak-memasak selama
kenduri berlangsung akan dipercayakan kepada Makaji. juru masak nomor satu di Lareb
Panjang ini. Namun, di bari pertama perhelatan, ketika rombongan keluarga mempelai pria
tiba, gulai kambing, gulai nangka, gulai kentang, gulai rebung, dan aneka hidangan yang
tersaji ternyata bukan masakan Makaji. Mana mungkin keluarga calon besan itu bisa
dibobongi? Lidab mereka. sudab sangat terbiasa dengan masakan Makaji.

"Kalau besok gulai nangka masih sehambar ini, kenduri tak usah dilanjutkan!" ancam Sutan
Batuaj, pengbulu tinggi dari keluarga Rustamadji.

"Apa susahnya mendatangkan Makaj


i?"

Percuma bikin helat besar-besaran bila menu yang terhidang hanya bikin
rnalu."

Begitulah pentingnya Makaji. Tanpa campur tangannya., kenduri terasa hambar,


sehambar gulai kambing dan gulai rebung karena bumbu-bumbu tak diracik oleh tangan dingin
lelaki itu. Sejak dulu, Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang
bendak menggelar pesta, tak peduli apakab tuan rumah hajatan itu orang terpandang yang
tamunya membludak atau orang biasa yang banya sanggup menggelar syukuran seadanya.
Makaji tak pilih kasih, meski ia satu• satunya juru masak yang masib tersisa di Lareh Panjang.
Di usia senja, ia masih tanggub menaban kantuk, tangannya tetap gesit meracik bumbu, masih
kuat ia berjaga semalam suntuk.

·kkkkkkkkkkk

"Separuh umur Ayah sudah habis untuk membantu setiap kenduri di kampung ini, bagaimana
kalau tanggungjawab itu dibebankan pada yang lebih muda?" saran Azrial, putra sulung Makaji
sewaktu ia pulang kampung enam bulan lalu.

"Mungkin sudah saatnya Ayah


berhenti.
Dipindai dengan CamScanner
"Belum! Akan Ayah pikul beban ini hingga tangan Ayah tak lincah lagi meracik bumbu,balas
Makaji wak: tu itu.

"Kalau memang masih ingin jadi juru masak, bagaimana kalau jadi juru masak di salah satu rum
ah makan milik saya di Jakart a? Saya tak ingin lagi berjauhan dengan Ayah."

Sejenak Makaji diam mendengar tawaran Azr ial. Tabiat orang tua memang selalu begitu,
walau terasa semanis gula, tak bakal langsung diregukn ya, meski sepahit ernpedu tidak puka buru•
buru dimuntahkannya, mesti matang ia menimbang. Makaji memang sudah lama menunggu ajakan
seperti itu. Orang tua mana yang tak ingin berkumpul dengan anakn ya di bari tua? Dan kini,
gayung telah bersam but, sekali saja ia mengangguk, Azr ial akan segera memboyongnya ke rantau.
Makaji tetap akan mempunyai kesibukan di Jakarta, ia aka n jadi juru masak di rumah makan mi lik
anakn ya sendiri.

"Beri Ayah kesernpatan satu kenduri lagi!

"Kenduri siapa? Tanya Azr ial.

"Mangkudun. An ak gadisnya baru saja dipinang orang Sudah terlanjur Ayah saoggupi, rnalu
kalau tiba-tiba dibatalkan.

Merah padam muka Azrial mendengar nam a itu. Siapa lagi anak gadis Mangkudun
kalau bukan Renggogeni, perempuan masa lalunya. Musabab hengkangnya ia dari Lareh Panjang
tidak lain adalah Renggogeni, anak perempuan tunggal beleng itu. Siapa pula yang tak kenal
Mangkudun? Di Lereh Panjang, ia dijuluki tuan tanah, ham pir sepertiga wilayah kam pung ini mil
iknya. Sejak dulu, orang-orang Lareh Panjang yang kesulitan uang selalu heres ditangannya.
Mereka tinggal menyebutkan sawab, ladang atau tam bak ikan sebagai agunan. Dengan senang hati
Mangkudun akan rnemegang gadaian itu.

Masih segar dalam ingatan Az rial, waktu itu Renggogeni ham pir tam at dari
akademi perawat di kota. Tidak ban. yak orang Lareh Panjang yang bisa bersekolah tinggi seperti
Renggogeni. Perempuan kunin g langsat pujaan Az rial itu benar-benar akan menjadi seorangjuru
rawat. Sementara Azrial bukan siapa-siapa, hanya tam atan madrasah aliyah yang sehari -hari
bekerja honorer sebagai sekretaris di kantor kepala desa. Ibarat emas dan Loyang perbedaan
mereka.

"Bah.k an bila iajadi kepala desa pun, tak sudi saya punya menantu anak juru masak! bentak
Mangkudun. Dan tak lam a berselang, kabar ini berdengung juga di telinga

Azrial. Dia laki-laki taat, jujur, bertanggung jawab. Renggo yakin kami

berjodoh.

"Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Ak an saya carikan kau
jodob yang lebih bermatabat!"

"Apa dia salah kalau ayahn ya hanya juru masak?

"Jatuh mart abat keluarga kita bila laki-laki itu jadi suamimu. Paham kau?"
Dipindai dengan CamScanner
Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak
berpembatang, tak ada yang bisa diandalkan. Tetapi tidak patut rasanya Mangkudun memandangnya
dengan sebelab mata. Maka, dengan berate hati Azrial melupakan Renggogeni. Ia hengkang dari
kampung, pergi membawa Iuka hati.

Awalnya ia hanya tukang cuci piring di rumah makan milik seorang perantau dari Lareh
Panjang yang lebih dulu mengadu untung di Jakarta. Sedikit demi sedikit dikumpulkannya modal,
agar tidak selalu pada induk semang. Berkat kegigihan dan kerja keras selarna bertabun-tahun, Azrial
kini sudah jadi juragan, punya enam rurnah rnakan dan dua puluh empat anak buah yang tiap hari
sibuk melayani pelanggan.

Barangkali, ada hikrn ahnya juga Azrial gagal mernpersunting anak gadis Mangkudun.
Kini, lelaki itu kerap disebut sebagai orang Lareh Panjang paling sukses di rantau. Itu sebabnya ia
ingin rnembawa Makaji ke Jakarta. Lagi pula, sejak ibunya meninggal, ayabnya itu sendirian saja di
rumah , tak ada yang rnerawat. Adik-adiknya sudab terbang harnbur pula ke negeri orang.

Meski hidup Azrial sudab berada, tetapi ia masih saja membujang. Banyak yang ingin
mengambilnya jadi rnenantu, tetapi tak seorang perempuan pun yang mampu meluluhkan
hatinya. Mungkin Azrial masih sulit melupakan Renggogeni, atau jangan-jangan ia tak sungguh-
sungguh melupakan perernpuan itu.

kkk

Kenduri di rumab Mangkudun begitu semarak. Dua kali meriam ditembakkan ke langit,
pertanda dimulainya perhelatan agung. Tak biasanya pusaka peninggalan sesepuh adat Lareh
Panjang itu dikeluarkan. Bila yang menggelar kenduri bukan orang berpengaruh seperti Mangkudun,
tentu tak sembarang dipertontonkan. Para tetua karnpung menyiapkan pertunjukan pencak guna
menyambut kedatangan mernpelai pria. Para pesilat turut ambil bagian memeriabkan pesta
perkawinan anak gadis orang terkaya di Lareb Panjang itu. Maklumlab, menantu Mangkudun bukan
orang kebanyakan, tetapi perwira muda kepolisian yang barn dua tahun bertugas, anak bungsu
pensiunan tentara, orang disegani di kampung sebelah. Kabarnya, Mangkudun sudah banyak
membantu laki-laki itu, sejak dari sebelum ia lulus di akademi kepolisian hingga resmi jadi perwira
muda. Terdengar kabar bahwa perjodoban itu terjadi karena keluarga pengantin pria hendak
membalas jasa yang dilakukan Mangkudun di masa lalu. Aili, perkawinan atas dasar butang budi.

Mangkudun benar-benar menepati janji pada Renggogeni, bahwa ia akan rnencarikanjodob


yang sepadan dengan anak gadisnya itu, yang jaub Iebib berrnartabat. Tengoklab, Renggogeni kini
tengah bersanding dengan Yusnaldi, perwira muda polisi yang bila tidak "macam-macam"tentu
kariernya lekas menanjak. Duh, betapa beruntungnya keluarga besar Mangkudun. Tetapi, pesta yang
digelar dengan menyembelib tiga ekor kerbau jantan dan tujuh ekor kambing itu tidak begitu ramai
dikunjungi. Orang-orang Lareb Panjang hanya datang di hari pertama, sekedar rnenyaksikan benda•
benda pusaka adat yang dikeluarkan untuk menyemarakkan kenduri, setelah itu mereka berbalik
rneninggalkan helat. Babkan ada yang belum sernpat mencicipi hidangan, sudah tergesa pulang.

Dipindai dengan CamScanner


"Gulai kambingnya tak ada rasa, bisik seorang tamu.

"Kuah gulai rebungnya encer seperti kuah sayur toge. Kembang perut kami

dibuatnya. "Masakann ya tak mengenyangkan, tak mengundang selera.

"Pasti juru masakn ya bukan Makaji!"

Makin ke ujung, kenduri maki n sepi. Rombongan pengantar mempelai pria diam -diam juga
kecewa pada tuan rumah, karena mereka banya dijam u dengan menu masakan yang asal-asalan, kuah
encer, dan daging yang tak kempuh. Padahal mereka bersemangat karena pesta perkawinan di Lareh
Panjang mempunyai keistim ewaan tersendiri, yaitu rasa masakan hasil oleh tanganjuru masak nomor
satu. Siapa lagi kalau bukan Makaji?

"Ke napa Makaj i tidak turun tangan dalam kenduri sepenting ini? Begitu mereka bertanya-

tanya. "Sia-sia saja kenduri ini bila bukan Makaji yang meracik bum bu."

"Ah, menyesal kami datang ke pesta ini.

kk

Dua hari sebelum kenduri berlangsung, Azrial anak laki-laki Makaji datang dari Jakarta. Ia
pulang untuk menjemput Makaji. Kini, juru masak itu sudah berada di Jakarta, mungkin tak
akan kembali, sebab ia akan menghabiskan hari tua di dekat anaknya. Orang-orang Lareb
Panjang akan kebilangan juru masak handal yang pemah ada di kampung itu. Kabar kepergian
Makaji sampai juga ke telinga pengantin baru Renggogeni. Perempuan itu dapat
membayangkan betapa terpiuhnya perasaan Azrial setelah mendengar kabar kekasih pujaannya
telah dipersunting lelaki lain.
Dipindai dengan CamScanner