Anda di halaman 1dari 13

Nama: Siti Fatimah Anggraeni Bahar

Kelas: C

NIM: N011181511

DALIL SEJARAH

Ali Imran : 137

Terjemahan : Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah;


Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat
orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Kandungan surah : Ayat ini diturunkan berkenaan dengan kekalahan dalam perang
Uhud (Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah) artinya cara-cara
Allah menghadapi orang-orang kafir yaitu menangguhkan kebinasaan mereka, lalu
menghancurkan mereka secara tiba-tiba (maka berjalanlah kamu) hai orang-orang
beriman (di muka bumi, dan lihatlah betapa akibat orang-orang yang mendustakan)
para rasul, artinya kesudahan nasib mereka berupa kebinasaan. Maka janganlah kamu
bersedih hati atas kemenangan mereka, karena Aku hanyalah menangguhkan
kebinasaan mereka itu hingga pada saatnya nanti.

Analisa : bahwa sunatullah adalah ketentuan yg berlaku bahwa yang hak akhirnya
akan menang dan yang batil akan kalah.

Al- A’raf: 176


Terjemahan : Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan
(derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan
hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu
menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia
mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu
agar mereka berfikir.

Kandungan surah : (Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan


dia) kepada derajat para ulama (dengan ayat-ayat itu) seumpamanya Kami
memberikan taufik/kekuatan kepadanya untuk mengamalkan ayat-ayat itu (tetapi dia
cenderung) yaitu lebih menyukai (kepada tanah) yakni harta benda dan duniawi (dan
menurutkan hawa nafsunya yang rendah) dalam doa yang dilakukannya, akhirnya
Kami balik merendahkan derajatnya. (Maka perumpamaannya) ciri khasnya (seperti
anjing jika kamu menghalaunya) mengusir dan menghardiknya (diulurkannya
lidahnya) lidahnya menjulur (atau) jika (kamu membiarkannya dia mengulurkan
lidahnya juga) sedangkan sifat seperti itu tidak terdapat pada hewan-hewan selain
anjing. Kedua jumlah syarat menjadi hal, ia menjulurkan lidahnya dalam keadaan
terhina dalam segala kondisi. Maksudnya penyerupaan/tasybih ini ialah
mengumpamakan dalam hal kerendahan dan kehinaan dengan qarinah adanya fa yang
memberikan pengertian tertib dengan kalimat sebelumnya, yakni kecenderungan
terhadap duniawi dan mengikuti hawa nafsu rendahnya, juga karena adanya
qarinah/bukti firman-Nya, (Demikian itulah) perumpamaan itulah (perumpamaan
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu)
kepada orang-orang Yahudi (agar mereka berpikir) agar mereka mau memikirkannya
hingga mereka mau beriman.

Analisa : Dalam ayat ini Allah swt. menjelaskan sekiranya Allah berkehendak
meningkatkan laki-laki itu dengan ilmu yang telah diberikan kepadanya ke martabat
yang lebih tinggi, tentulah Dia berkuasa berbuat demikian. Tetapi laki-laki itu telah
menentukan pilihannya ke jalan yang sesat. Dia menempuh jalan yang berlawanan
dengan fitrahnya, berpaling dari ilmunya sendiri karena didorong oleh keingkaran
pribadi, yakni kemewahan hidup duniawi. Dia mengikuti hawa nafsunya dan tergoda
oleh setan. Segala petunjuk dari Allah dilupakannya, suara hati nuraninya tidak
didengarnya lagi.

DALIL NAQIL

An- Nisa : 82

Terjemahan : Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al


Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak
di dalamnya.

Kandungan surah : (Apakah mereka tidak memperhatikan) merenungkan (Alquran)


dan makna-makna indah yang terdapat di dalamnya. (Sekiranya Alquran itu bukan
dari sisi Allah, tentulah akan mereka jumpai di dalamnya pertentangan yang banyak)
baik dalam makna maupun dalam susunannya.

Analisa : Sesungguhnya mentadabburi kitab Allah merupakan kunci bagi semua ilmu,
dengannya diperoleh semua kebaikan dan daripadanya digali berbagai macam ilmu,
dan dengannya bertambah keimanan di hati. Semakin bertambahnya tadabbur
seseorang terhadap Al Qur'an, maka semakin bertambah pula ilmu, amal dan bashirah
(ketajaman pandangan)nya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita mentadabburi
firman-Nya dan memberitahukan bahwa untuk itulah Al Qur'an diturunkan, Allah
berfirman, "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran
orang-orang yang mempunyai fikiran.

Surah Al-Isra : 88
Terjemahan : Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk
membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang
serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang
lain".

Kandungan Surah : Katakanlah kepada mereka dan tantanglah agar mereka


mendatangkan sesuatu yang serupa al-Qur'ân, dan mereka pasti tidak akan mempu
mendatangkannya, "Seandainya manusia dan jin bergabung dan saling membantu
untuk mendatangkan sesuatu yang serupa al-Qur'ân ini dalam komposisi dan
maknanya, mereka tidak akan mampu melakukannya, meskipun mereka bekerjasama
dan saling membantu satu sama lain."

Analisa : ayat tersebut merupakan pernyataan Allah, bahwa Al-Qur'an itu benar" dari
Allah, dan tidak ada yang dapat membuat tandingan yang serupa dengan Al-Qur'an
dalam hal kefasihan dan ketinggian bahasa sastranya. ayat ini diturunkan sebagai
sanggaan bahwa Al-Qur'an ini adalah ciptaan Nabi muhammad SAW.’

Muhammad : 4

Terjemahan : Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang)
maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan
mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka
atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah
menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji
sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada
jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Kandungan Surah : (Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir di medan


perang maka pancunglah batang leher mereka) lafal Dharbur Riqaab adalah bentuk
Mashdar yang menggantikan kedudukan Fi'ilnya, karena asalnya adalah, Fadhribuu
Riqaabahum artinya, maka pancunglah batang leher mereka. Maksudnya, bunuhlah
mereka. Di sini diungkapkan dengan kalimat Dharbur Riqaab yang artinya
memancung leher, karena pukulan yang mematikan itu kebanyakan dilakukan dengan
cara memukul atau memancung batang leher. (Sehingga apabila kalian telah
mengalahkan mereka) artinya kalian telah banyak membunuh mereka (maka
kencangkanlah) tangkaplah dan tawanlah mereka lalu ikatlah mereka (ikatan mereka)
dengan tali pengikat tawanan perang (dan sesudah itu kalian boleh membebaskan
mereka) lafal Mannan adalah bentuk Mashdar yang menggantikan kedudukan
Fi'ilnya; maksudnya, kalian memberikan anugerah kepada mereka, yaitu dengan cara
melepaskan mereka tanpa imbalan apa-apa (atau menerima tebusan) artinya, kalian
meminta tebusan berupa harta atau tukaran dengan kaum muslimin yang ditawan oleh
mereka (sampai perang meletakkan) maksudnya, orang-orang yang terlibat di dalam
peperangan itu meletakkan (senjatanya) artinya, menghentikan adu senjata dan adu
lain-lainnya, misalnya orang-orang kafir menyerah kalah atau mereka
menandatangani perjanjian gencatan senjata; hal inilah akhir dari suatu peperangan
dan saling tawan-menawan. (Demikianlah) menjadi Khabar dari Mubtada yang
diperkirakan keberadaannya, yaitu perkara tentang menghadapi orang-orang kafir
adalah sebagaimana yang telah disebutkan tadi (apabila Allah menghendaki niscaya
Allah dapat menang atas mereka) tanpa melalui peperangan lagi (tetapi) Dia
memerintahkan kalian supaya berperang (untuk menguji sebagian kalian dengan
sebagian yang lain) di antara mereka dalam peperangan itu, sebagian orang yang
gugur di antara kalian ada yang dimasukkan ke dalam surga, dan sebagian lagi
dimasukkan ke dalam neraka. (Dan orang-orang yang gugur) menurut suatu qiraat
dibaca Qaataluu dan seterusnya, ayat ini diturunkan pada waktu perang Uhud, karena
banyak di antara pasukan kaum muslimin yang gugur dan mengalami luka-luka (di
jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan) maksudnya, tidak akan menghapuskan
(amal mereka.)

Analisa : Allah Subhaanahu wa Ta'aala membimbing hamba-hamba-Nya kepada


sesuatu yang menjadi maslahat bagi mereka dan dapat memenangkan mereka
terhadap musuh-musuh-Nya.
Yakni jika kamu melihat bahwa menawan itu lebih baik.

Jika mereka telah ditawan, maka kaum muslimin dapat menjadi tenang dari kejahatan
mereka dan larinya mereka.

Tanpa harta dan tanpa tebusan.

Yaitu dengan tidak melepaskan mereka sampai mereka membeli diri mereka atau
dibeli oleh kawan-kawan mereka dengan harta, atau mengganti dengan seorang
muslim yang tertawan.

Yaitu dengan masuknya mereka ke dalam Islam atau masuk ke dalam perjanjian.
Atau maksudnya sampai tidak ada lagi peperangan. Oleh karena itu, apabila dalam
sebagian waktu tidak ada peperangan karena suatu sebab, maka tidak ada
pembunuhan dan penawanan.

Yakni diujinya orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir, digilirkannya


kemenangan di antara mereka, dan menangnya sebagian mereka atas sebagian yang
lain.

Tanpa perlu mengadakan peperangan karena Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, Dia
berkuasa agar orang-orang kafir tidak bisa menang di satu medan pertempuran pun.

Agar tegak pasar jihad, dan agar jelas keadaan hamba, yang benar dari yang dusta,
dan agar beriman orang yang beriman di atas bashirah (ilmu), bukan iman atas dasar
ikut-ikutan, karena hal itu adalah iman yang lemah, dimana hampir saja tidak
langgeng pada seseorang saat menghadapi ujian dan cobaan.

Agar kalimat-Nya tinggi, maka bagi mereka pahala yang besar.

Yakni Allah tidak akan menghapuskannya dan membatalkannya, bahkan Dia akan
menerimanya dan menumbuhkannya untuk mereka serta memperlihatkan hasil amal
mereka di dunia dan akhirat.

DALIL INDERA

Al – Isra : 111
Terjemahan : Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak
dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang
memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-
besarnya.

Kandungan surah : (Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai
anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai
penolong) untuk menjaga-Nya (dari) sebab (kehinaan) artinya Dia tidak dapat dihina
karenanya Dia tidak membutuhkan penolong (dan agungkanlah Dia dengan
pengagungan yang sebesar-besarnya) artinya besarkanlah Dia dengan pengagungan
yang sempurna daripada sifat memiliki anak, mempunyai sekutu, hina dan hal-hal
lain yang tidak layak bagi keagungan dan kebesaran-Nya. Urutan pujian dalam
bentuk demikian untuk menunjukkan bahwa Dialah yang berhak untuk mendapatkan
semua pujian mengingat kesempurnaan Zat-Nya dan kesendirian-Nya di dalam sifat-
sifat-Nya. Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya meriwayatkan sebuah hadis melalui
Muaz Al-Juhani dari Rasulullah saw. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, "Tanda
kemuliaan ialah (kalimat): Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan
tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya," sampai dengan akhir surat. Wallahu
a`lam.

Analisa : Yang memiliki kesempurnaan, pujian, kemuliaan dari segala sisi, dan bersih
dari semua cela dan kekurangan.

Alam semesta ini seluruhnya milik Allah, tidak ada seorang pun yang ikut serta
dalam kerajaan-Nya.

Karena Dia Maha Kaya lagi Maha Terpuji, akan tetapi Dia mengambil wali-wali-Nya
hanyalah karena ihsan-Nya kepada mereka dan rahmat-Nya.

Dari mempunyai anak, sekutu, dan dari kehinaan serta dari segala yang tidak layak
bagi-Nya. Atau maksudnya, agungkanlah Dia dengan memberitahukan sifat-sifat-Nya
yang agung, dengan memuji-Nya, dengan nama-nama-Nya yang indah, memuliakan-
Nya karena perbuatan-perbuatan-Nya yang suci, mengagungkan dan membesarkan-
Nya dengan beribadah kepada-Nya saja serta mengikhlaskan ibadah kepada-Nya.
An – Anfal : 9

Terjemahan : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu


diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan
kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".

Kandungan surah : (Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan Tuhanmu) ketika


kamu meminta pertolongan dari-Nya untuk dapat mengalahkan orang-orang musyrik
(lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sesungguhnya Aku) sungguh Aku pasti
(memberikan bantuan kepadamu) akan menolongmu (dengan mendatangkan seribu
malaikat yang datang berturut-turut") yakni mereka datang secara berturut-turut,
sebagian dari mereka menyusul sebagian lainnya. Pada permulaannya Allah
menjanjikan untuk mereka bantuan seribu malaikat, kemudian menjadi tiga ribu
malaikat, hingga sampai lima ribu malaikat, seperti yang dijelaskan di dalam surah
Ali Imran. Menurut suatu qiraat lafal alfun dibaca aalaf seperti aflas dalam bentuk
jamak.

Analisa : menceritakan sifat Allah yang maha perkasa dan bijaksana.Allah akan
mengutus malaikat untuk para manusia agar diberi pertanda kabar gembira seperti
sebuah kabar kemenangan.Dan manusia akan merasa tentram Dan tenang.

Ali – Imran : 125


Terjemahan : Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang
menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan
lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

Kandungan surah : (Ya) itu cukup bagi kamu. Dalam surah Al-Anfal disebutkan
seribu yakni sebagai bantuan pertama kemudian menjadi tiga ribu lalu lima ribu
sebagaimana firman Allah swt.: (Jika kamu bersabar) dalam menghadapi musuh (dan
bertakwa) kepada Allah dalam menghindari pertikaian (dan mereka datang) yakni
orang-orang musyrikin (pada ketika itu juga) buat menyerang kamu (maka Tuhanmu
akan membantu kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda) ada yang
membaca musawwimiina dan ada pula musawwamiina keduanya berarti memakai
tanda. Sungguh mereka itu telah menunjukkan kesabaran sehingga Allah pun
menepati janji-Nya yaitu dengan ikut sertanya pasukan malaikat di atas kuda-kuda
belang dengan memakai serban berwarna kuning atau putih yang mereka lepaskan
teruntai di atas bahu.

Analisa : Dalam surat Al Anfal disebutkan, bahwa Allah memberikan bantuan dengan
1.000 malaikat. Bantuan dengan 1.000 malaikat adalah bantuan yang pertama,
kemudian bertambah menjadi 3.000 malaikat. Saat bertempur dengan musuh.

DALIL AQLI

Fushilat : 53

Terjemahan : Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan)


Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka
bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu
menjadi saksi atas segala sesuatu?

Kandungan surah : (Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda


kekuasaan Kami di segenap penjuru) di segenap penjuru langit dan bumi, yaitu
berupa api, tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan (dan pada diri mereka sendiri)
yaitu berupa rapihnya ciptaan Allah dan indahnya hikmah yang terkandung di dalam
penciptaan itu (sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ia) yakni Alquran itu (adalah
benar) diturunkan dari sisi Allah yang di dalamnya dijelaskan masalah hari
berbangkit, hisab dan siksaan; maka mereka akan disiksa karena kekafiran mereka
terhadap Alquran dan terhadap orang yang Alquran diturunkan kepadanya, yaitu Nabi
saw. (Dan apakah Rabbmu tidak cukup bagi kamu) lafal Birabbika adalah Fa'il dari
lafal Yakfi (bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?) lafal ayat ini
menjadi Mubdal Minhu yakni, apakah tidak cukup sebagai bukti tentang
kebenaranmu bagi mereka, yaitu bahwasanya Rabbmu tiada sesuatu pun yang samar
bagi-Nya.

Analisa : Yakni jika mereka masih meragukan kebenarannya. Seperti yang ada di
langit dan di bumi, serta segala kejadian yang besar yang menunjukkan kepada
kebenaran. Berupa indahnya ayat-ayat Allah dan keajaiban penciptaan-Nya, dan besar
kekuasaan-Nya. Demikian pula dengan ditimpanya hukuman kepada orang-orang
yang mendustakan dan ditolong-Nya kaum mukmin.

An- naml : 88

Terjemahan : Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di
tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah
yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kandungan surah : (Dan kamu lihat gunung-gunung itu) yakni kamu saksikan
gunung-gunung itu sewaktu terjadinya tiupan malaikat Israfil (kamu sangka dia)
(tetap) diam di tempatnya karena besarnya (padahal ia berjalan sebagai jalannya
awan) bagaikan hujan yang tertiup angin, maksudnya gunung-gunung itu tampak
seolah-olah tetap, padahal berjalan lambat saking besarnya, kemudian jatuh ke bumi
lalu hancur lebur kemudian menjadi abu bagaikan bulu-bulu yang beterbangan.
(Begitulah perbuatan Allah) lafal Shun'a merupakan Mashdar yang mengukuhkan
jumlah sebelumnya yang kemudian di-mudhaf-kan kepada Fa'il-nya Sesudah 'Amil-
nya dibuang, bentuk asalnya ialah Shana'allahu Dzalika Shun'an. Selanjutnya hanya
disebutkan lafal Shun'a yang kemudian dimudhaf-kan kepada Fa'il-nya yaitu lafal
Allah, sehingga jadilah Shun'allahi; artinya begitulah perbuatan Allah (yang membuat
dengan kokoh) rapih dan kokoh (tiap-tiap sesuatu) yang dibuat-Nya (sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan) lafal Taf'aluna dapat dibaca
Yaf'aluna, yakni perbuatan maksiat yang dilakukan oleh musuh-musuh-Nya dan
perbuatan taat yang dilakukan oleh kekasih-kekasih-Nya.

Analisa : Termasuk huru-haranya adalah seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.
Yakni pada saat malaikat Israfil meniup sangkakala. Maksudnya, seperti awan
mendung yang didorong oleh angin. Oleh karena itu, gunung nanti sama seperti itu,
dijalankan, lalu dihancurkan sehigga seperti bulu yang dihamburkan kemudian
menjadi debu yang berhamburan.

Al- A’laa : 1-4

Terjemahan :

1. sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi

2. yang Menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya)

3. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk

4. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan


- Kandungan Surah :

1. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Tafsir Juz ‘Amma berkata, “Khithab (arah
pembicaraan) di sini untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan khithab
kepada Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dalam Al Qur’anul Karim terbagi menjadi
tiga bagian:

(1) Adanya dalil bahwa khithab itu khusus tertuju kepada Beliau, sehingga menjadi
khusus untuk Beliau,

(2) Adanya dalil bahwa khithab itu umum sehingga menjadi umum,

(3) Tidak adanya dalil terhadap ini (khusus untuk Beliau) dan itu (khusus untuk
umatnya), maka hal ini menjadi khusus lafaznya saja (kepada Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam), namun secara hukumnya buat umat juga.”

2. Yakni sucikanlah Tuhanmu dari segala yang tidak layak bagi-Nya.

3. Dr. Abdurrahman Al Khumais dalam Anwaarul Hilaalain fit Ta’aqqubaat ‘alal


Jalaalain berkata, “Al A’laa adalah salah satu nama Allah yang di dalamnya
menetapkan sifat ketinggian bagi Allah Ta’ala; yang maknanya adalah Yang Paling
Tinggi di atas segala sesuatu. Ia adalah Af’al tafdhil (bentuk kata yang menunjukkan
paling) yang menunjukkan ketinggian Allah Ta’ala dengan semua makna ketinggian.
Oleh karena itu, Dia paling tinggi kedudukannya, paling tinggi berkuasa, paling
tinggi zat-Nya di atas segala sesuatu. Disebutkan nama-Nya Al A’laa di sini adalah
untuk menerangkan keberhakan-Nya disucikan, yakni disucikan dari semua
kekurangan.

4. Sehingga menjadi sesuai dan seimbang anggota tubuhnya

- Analisa :

1. Sanjunglah julukan Tuhanmu yang luhur,

2. Yang Menciptakan dan Yang Membentuk,

3. Yang Memperhitungkan dan Yang Membimbing,dan

4. Yang Menumbuhkan rerumputan