Anda di halaman 1dari 2

DNA RNA 5.

Polimerase DNA  menempel pada primer


mRNA  RNA kurir (kodon) membawa salinan untuk pemanjangan
tRNA  RNA pemindah (antikodon) membawa 6. Leading strand  unting utama rangkai cepat
asam amino di template 3’-5’
rRNA  balok pembentuk ribosom 7. Lagging strand  unting lamban dirangkai
bolak balik 5’-3’ membentuk fragmen okazaki
Replikasi DNA 8.Penutupan primer RNA diganti dengan DNA

Sintesi Protein (transkripssi, pemrosesan RNA,


Translasi)

Transkripsi
1. Inisiasi  polimerase RNA menempel pada
DNA  biomolekul (Fospat, ribosa, basa) yang promotor (TATA box) untuk membuka DNA
menyimpan dan menyandi instruksi-instruksi 2. Pemanjangan  penambahan molekul RNA di
genetika 5’-3’
Gen Segmen DNA yang menyandikan RNA 3. Terminasi  RNA mencapai titik selesai
Histon Protein penggulung DNA membentuk (AAA)
nukleosom
Kromatin  kromatid kromosom Pemrosesasn RNA
Lokus  letak suatu gen pada suatu berkas 1. Topi  Penambahan GTP (guanin 2 pospat) di
kromosom ujung 5’ untuk stabilitas dan titik penempelan
Alel  bentuk alternatif dari gen pada suatu lokus ribosom.
Kromosom  aket DNA terorganisir dalam inti 2. Ekor  Penambahan poli-A untuk kestabilan
dan gerakan melintasi selubung inti.
3. snRNP  menghilangkan intron dan
menyambung ekson

Translasi
1. Helikase  mengurai DNA membuat garpu 1. Inisiasi  penempelan mRNA di uni kecil
replikasi ribosom – antikodon UAC menempel di start
2. Singgle strain Binding protein  mencegah kodon AUG – subunit besar ribosom bergabung
untung DNA bergabung kembali membawa tRNA mengandung metionin (UAG) ke
3. Topoimerase  menghilangkan ptumpukan tapak P
pilinan akbiat helikase 2. Pemanjangan  tRNA lain yang membawa
4.Primase RNA  menginisiasi replikasi DNA asam amino masuk ke tapak A dan menempelkan
dengan primer asam amino baru ke metionin (tRNA pertama
kosong dan dilepas untuk membawa asam amino Estrogen produksi : ovarium atau indung telur. Follicle-stimulating hormone (FSH)
baru). tRNA kemudian bergerak ke tapak P adrenal dan plasenta berfungsi untuk membantu
Sama halnya dengan hormon LH, hormon FSH
menyisakan ruang di tapak A agar diisi oleh tRNA perkembangan dan perubahan tubuh saat pubertas,
berikutnya ovulasi dalam siklus menstruasi bulanan. juga diproduksi di kelenjar hipofisis dan berperan
3. Terminasi  saat stop kodon (UAA, UAG, penting dalam sistem reproduksi. Hormon ini
Hormon ini juga berperan dalam proses keluarnya membantu mengendalikan siklus menstruasi dan
UGA). Polipeptida lengkap, tRNA akhir dan
ribosom dilepas. ASI setelah persalinan, mengatur mood atau produksi sel telur di ovarium.
suasana hati, dan proses penuaan.
Pengaturan Ekspresi Gen Kadar hormon FSH yang rendah menandakan
Penurunan produksi estrogen dapat menimbulkan bahwa wanita tidak mengalami ovulasi, adanya
Faktor : 1. Genetik, 2. interaksi modulasi faktor berbagai gangguan, seperti menstruasi yang tidak gangguan pada kelenjar hipofisis, atau bisa juga
kontrol dengan mesin transkripsi ex : operon, dan teratur, vagina kering, suasana hati tidak menentu, menandakan kehamilan. Sebaliknya, hormon FSH
3. epigenetik menopause, dan osteoporosis pada wanita lanjut yang tinggi dapat menandakan wanita memasuki
usia. masa menopause, adanya tumor di kelenjar
Gen konstitutif / housekeeping  terekspresikan hipofisis, atau gejala dari sindrom Turner.
terus menerus (mempertahankan fungsi sel) ex : Testosteron
enzim metabolisme, aktin Oksitosin
Kadar hormon testosteron yang terdapat pada
Gen fakultatif / diinduksi  ditranskripsikan saat
diperlukan atau respon lingkungan ex : operon lac tubuh wanita memang tidak sebanyak pada pria, Hormon oksitosin yang diproduksi oleh kelenjar
namun hormon ini tetap memiliki fungsi yang hipofisis di otak ini umumnya akan meningkat
Epigenetik  ekspresi gen yang tidak mengikuti penting bagi kesehatan wanita. Hormon selama kehamilan, khususnya ketika menjelang
DNA (dipengaruhi lingkungan) testosteron berperan dalam mengatur libido atau persalinan.
Transposon  DNA yg berpindah pindah gairah seksual dan menjaga kesehatan vagina,
Ketika kadar hormon meningkat, rahim akan
Metilasi  Penambahan gugus metil yang payudara, dan kesuburan.
berdampak mengubah pola ekspresi terangsang untuk berkontraksi dan
Imprinting  gen terekpresikan antara marternal Luteinizing hormone (LH) mempersiapkan proses persalinan. Setelah
melahirkan, oksitosin akan merangsang kelenjar
atau paternal LH pada wanita bertugas untuk membantu tubuh payudara untuk menghasilkan ASI.
mengatur siklus menstruasi dan ovulasi. Oleh
karena itu, hormon ini juga berperan dalam masa
Hormon Reproduksi
pubertas. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar
Progesteron  siklus menstruasi dan ovulasi hipofisis di otak.
(mempersiapkan dinding endomatrium, mencegah
Umumnya, kadar hormon LH pada wanita akan
tubuh menghasilkan telur, memproduksi ASI.
meningkat saat menstruasi dan setelah
Bila tidak terjadi pembuahan, kadar hormon
menopause. Kadar LH yang terlalu tinggi pada
progesteron dalam tubuh akan turun dan memicu
tubuh wanita dapat mengakibatkan masalah
menstruasi.
reproduksi.