Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL BOOK REVIEW

STATISTIKA DASAR

Dosen pengampu : Dr Karya Sinulingga, M.Si

Disusun Oleh:

KELOMPOK 4

August Frans C.A.L Tobing (4183240009)

Iswari Afala (4183540001)

Nabila Syafa Fattiya (4183240007)

Sulandari (4183240010)

JURUSAN FISKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

1
2019

KATA PENGANTAR

Pujian dan Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena anugerah-
Nya saya bisa menyelesaikan tugas Critical Book Report khusus mata kuliah Statistika Dasar
ini, dan saya bisa tepat waktu mengerjakannya sesuai dengan jadwal dan waktu yang sudah
ditentukan tanpa ada kendala yang berarti apapun.

Saya juga ingin berterima kasih kepada dosen pengampu, Saya sadar bahwa tugas ini
memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya minta maaf jika ada kekurangan dan
kesalahan dalam penulisan. Saya mengharapkan kritik dan saran dalam tugas ini agar dilain
waktu saya bisa membuat tugas dengan lebih baik lagi.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih, semoga apa yang saya kerjakan bisa
bermanfaat bagi orang lain.

Medan, November 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................2

Daftar Isi...................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................4

1.1.Latar Belakang..........................................................................................4

1.2.Rumusan Masalah.....................................................................................4

1.3.Tujuan.......................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................5

2.1 Identitas Buku Utama................................................................................5


2.2 Identitas Buku Pembanding......................................................................5
2.3 Ringkasan Buku Utama..............................................................................6
2.4 Ringkasan Buku Pembanding....................................................................8

BAB III KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU.......................................11

3.1 Kelebihan Buku........................................................................................11

3.2 Kekukarangan Buku.................................................................................11

BAB IV PENUTUP...............................................................................................12

4.1 Kesimpulan..............................................................................................12

4.2 Saran.........................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Statistika merupakan salah satu cabang pengetahuan yang banyak dipelajari oleh ilmuwan
dari semua bidang ilmu pengetahuan seperti ilmu kedokteran, teknik, manajemen, sosial, dan
semua bidang yang mencakup pengetahuan manusia. Statistika adalah metode atau ilmu yang
mempelajari suatu proses dalam merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, dan
mempresentasikan data.

Peran statistika dalam kehidupan sehari-hari, pemerintah, penelitian atau riset sangat
besar manfaatnya. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya sering kita baca disurat-surat kabar
pernyataan-pernyataan tentang presentasi pengangguran di Indonesia, jumlah kecelakaan lalu
lintas, grafik nilai tukar dolar dengan rupiah, dan nilai sebagainya. Dalam dunia pemerintah,
statistika digunakan untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan juga untuk membuat
rencana masa datang. Para pemimpin mengambil manfaat dari kegunaan statistika untuk
melakukan tindakan-tindakan yang perlu dalam menjalankan. Dalam dunia penelitian atau
riset, bukan hanya manfaaat yang baik dari statistika tetapi harus sering menggunakannya
untuk menjawab permasalahannya atau hipotesis penelitiannya. Statistika tidak hanya mampu
menjelaskan adanya perbedaan, tetapi statistika sudah cukup mampu menentukan hubungan
faktor yang satu terhadap faktor yang lainnya.

1.2.Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Mean?


2. Apa yang dimaksud dengan Median?
3. Apa yang dimaksud dengan Modus?
4. Apa hubungan antara Mean, Median, dan Modus?

1.2. Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Mean
2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Median

4
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Modus
4. Mengetahui hubungan antara Mean, Median, dan Modus

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Identitas Buku Utama

1. Judul : Statistika Dasar

2. Edisi :-

3. Cetakan :-

4. Pengarang : Tim penyusun

5. Penerbit : Unimed Press

6. Kota terbit : Medan

7. Tahun terbit : 2019

8. ISBN :-

2.2. Identitas Buku Pembanding

1. Judul : Metoda Statistika

2. Edisi : Ketujuh

3. Cetakan : 2017

4. Pengarang : Sudjana

5. Penerbit : Tarsito

6. Kota terbit : Bandung

7. Tahun terbit : 2016

5
8. ISBN : 979-9185-37-8

2.3. Ringkasan Buku Utama

Dalam statistika perkataan “Nilai rata-rata” ini disamakan artinya dengan ukuran
tendensi sentral, yaitu sebagai suatu ukuran yang paling khas dari suatu kelompok nilai.
Pengertian nilai rata-rata sebagai ukuran tendensi sentral yang bersifat umum harus
dibedakan artinya dengan pengertian nilai rata-rata yang biasa kita kenal dalam kehidupan
sehari-hari. Ada tiga jenis ukuran tendensi sentral yang biasa kita kenal, yaitu : Mean,
Median, dan Modus.

1. Mean

Mean adalah ukuran tendensi sentral yang paling banyak dipergunakan dalam statistik.
Mean dapat didefinisikan sebagai jumlah seluruh skor dalam suatu distribusi dibagi dengan
banyaknya skor. Pengertian mean dengan demikian sama artinya dengan pengertian nilai
rata-rata yang telah umum kita kenal sebagai rata-rata hitung. Mean biasanya dipergunakan
untuk data interval atau rasio. Penggunaan mean terutama harus dipergunakan sebagai ukuran
tendensi sentral kalau suatu distribusi frekuensi simetris, yaitu bilamana jumlah skornya yang
ekstrim rendah.

 Mean Untuk Data tidak Berkelompok


Untuk mencari mean untuk data tidak berkelompok menggunakn rumus sebagai
berikut :
∑X
¿
n
Di mana :
X adalah mean atau nilai rata-rata
∑ adalah tanda sigma yang menyatakan jumlah
X adalah nilai masing-masing mata pelajaran
n adalah banyak nilai

6
 Mean dari Data yang Dinyatakan dengan Frekuensi
Untuk menghitung mean dari data yang telah dikelompokkan dengan frekuensi,.
Rumus yang dipergunakan adalah sebagai berikut :

X = ∑ fX
n

Di mana :
X adalah mean atau nilai rata-rata
fX adalah perkalian antar skor dengan frekuensinya masing-masing
n adalah banyak nilai
 Mengitung Mean Gabungan
Rumus untuk menghitung mean gabungan atau juga sering disebut mean dengan
pemberatan adalah :
n1 x +n
1 2 x2 +n3 x
X gab =
3+ …+n
kx
k

n1+n 2+ n 3+…+n
k

2. Median (Med)

Median adalah suatu atau skor yang membatasi setengah bagian atas dan setengah bagian
bawah. Perhitungan median dengan menggunakan rumus adalah :

 Dengan menggunakan perhitungan dari bawah :


n
−F b
Med = b + ( 2
B
¿i
f md
Di mana :
Med adalah median
Bb adalah batas bawah nyata kelas median
F b adalah jumlah frekuensi-frekuensi di bawah frekuensi median
f md adalah frekuensi interval kelas median
i adalah interval kelas
 Dengan menggunakan perhitungan dari atas

7
n
−F a
Med = Ba – ( 2 )i
f md
Di mana :
Med adalah median
Ba adalah batas atas nyata kelas median
F a adalah jumlah frekuensi-frekuensi di atas frekuensi median
f md adalah frekuensi interval kelas median
i adalah interval kelas

3. Modus (Mo)

Modus atau mode didefinisikan sebagai data yang paling sering muncul di dalam suatu
pengamatan. Jika dalam pengamatan hanya ada satu modus dimanakan unimodel, dan apabila
ada dua jenis modus dinamakan bimodel.

Contoh :

4 5 6 6 7 7 8 9 9 9 10 9 = unimodel

4 5 6 7 8 8 8 9 9 9 10 8 dan 9 = bimodel, sedangkan modus data hasil

8+9
pengukuran = =8,5
2

Modus merupakan ukuran tendensi sentral yang cocok dipergunakan dalam kondisi-kondisi
tertentu. Misalnya untuk mencari kejadian-kejadian yang sedang populer. Salah satu ciri
modus adalah bahwa nilainya cepat dapat ditentukan. Adapun rumus modus adalah sebagai
berikut :

f 0− f
Mo = B + b
i
¿¿

Di mana :

Mo adalah modus yang dicari

8
B adalah batas kelas bawah dari kelas modus
F o adalah frekuensi kelas modus
f b adalah frekuensi dibawah kelas modus
f a adalah frekuensi diatas kelas modus
i adalah interval

Hubungan antara Mean, Median dan Modus

Pada distribusi normal, mean, median dan modus bersekutu ( X = Med = Mod)

Distribusi juling positif, M o terletak dibawah puncak kurva, M e dikanan M o dan X


dikanan M e

Juling negatif, M o terletak dibawah puncak kurva, M e dikiri M o dan X dikiri M e

2.4. Ringkasan Buku Pembanding

1. Mean (Rata-rata)

Simbol rata-rata untuk sampel ialah X (dibaca eks garis). Jadi X adalah statistik

untuk menyatakan rata-rata. Rumus untuk rata-rata X adalah :

X = x1 +¿ x 2+ …+ x n
¿
n

Atau lebih sederhana ditulis :

X = ∑ xi
n

Untuk data berbentuk tabel, rumus rata-ratanya adalah :

X = ∑f i x i

∑f i

2. Median

Median menentukan letak data setelah data itu disusun menurut urutan nilainya. Kalau
nilai median sama dengan Me, maka 50% dari data harga-harganya paling tinggi sama

9
dengan Me. Sedangkan 50% lagi harga-harganya paling rendah sama dengan Me. Jika
banyak data ganjil, maka median Me, setelah data disusun menurut nilainya, merupakan data
paling tengah. Untuk data yang telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi, mediannya
dihitung dengan rumus :

1
−F
Me = b + p ( 2 n )
f

Di mana :

b = batas bawah kelas median, ialah kelas dimana median akan terletak

p = panjang kelas median

n = ukuran sampel atau banyak data

F = jumlah semua frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median

f = frekuensi kelas median

3. Modus

Untuk menyatakan fenomena yang paling banyak terjadi atau paling banyak terdapat
digunakan ukuran modus disingkat dengan Mo. Modus untuk data kuantitatif ditentukan
dengan jalan menentukan frekuensi terbanyak diantara data itu. Jika data kuantitatif telah
disusun dalam daftar distribusi frekuensi, modusnya dapat ditentukan dengan rumus :

b1
Mo = b + p ( )
b1+ b
2

Di mana :

b = batas bawah kelas modal, ialah kelas interval dengan frekuensi terbanyak

p = panjang kelas modal

b 1= frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang
lebih kecil sebelum tanda kelas modal

b 2 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensikelas interval dengan tanda kelas yang
lebih besar sesudah tanda kelas modal.

10
BAB III

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

3.1. Kelebihan Buku

Buku utama

Materi buku utama mudah dipahami


Materi buku utama cukup lengkap
Terdapat juga contoh-contoh soal

Buku pembanding

Materi buku pembanding lebih mudah dipahami daripada buku utama


Terdapat banyak contoh soal yang bervariasi
Terdapat banyak variasi rumus-rumus di dalam buku pembanding

11
3.2. Kekurangan Buku
Buku Utama
Penjabaran rumus-rumus sulit dipahami
Materi yang sangat singkat

Buku pembanding

Terlalu banyak variasi rumus-rumus sehingga membuat pembaca bingung


Materi yang dijelaskan sangat singka

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Mean (nilai rata-rata), Median (Me), dan Modus (Mo), sangat berpengaruh terhadap
kehidupan sehari-hari baik dalam dunia pemerintahan, duania penelitian atau riset dan
lainnya. Karena metode-metode tersebut dapat mengklasifikasikan dan menyajikan data yang
mudah dipahami sehingga persoalan-persoalan yang berkaitan dengan statistika bisa teratasi.
Namun, metode-metode ini tidak dapat dipakai apabila tidak terdapat data-data yang bisa
digunakan atau data tersebut tidak valid.

4.2. Saran

12
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, maka kedepannya penulis akan
lebih fokus dan details dalam menjelaskan materi-materi pada tugas critical book report,
yang lebih baik kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Sudjana. (2016). Metoda Statistika. Bandung : Tarsito

Tim Penyusun. (2019). Statistika Dasar. Medan : Unimed Press

13