Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

PRAKTIKUM KOMUNIKASI DATA

JOBSHEET

(PENGALAMATAN IP ADDRESS)

DISUSUN OLEH:

CHAERANI ANGEL .T

32218033

KELOMPOK II

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

2020
JOB VI
PENGALAMATAN IP ADDRESS

I. TUJUAN
1. Menyebutkan lima kelas IP address.
2. Menggambarkan karakteristik dan penggunaan lima kelas IP address.
3. Mengidentifikasi kelas sebuah IP address berdasarkan bilangan jaringan.
4. Menentukan bagian mana dari sebuah IP address merupakan network ID dan host ID.
5. Mengidentifikasi IP host address yang valid dan invalid berdasarkan aturan IP
address.
6. Menyatakan range IP address dan default subnet mask untuk setiap kelas.
II. PERALATAN
1. Router Cisco seri 2800
2. Switch
3. Personal Computer
4. Simulator Packet Tracer
III. DASAR TEORI
Alamat IP Versi 4
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis
pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang
menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat
mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh
dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena
terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah
255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat
ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia
melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah
192.168.0.3.
Representasi Alamat
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-
decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa
buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka
nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian
nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet
mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
a. Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan
khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Dalam
banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan
fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun
demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam
sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang
disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama
harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus
bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis
yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang
sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error. Alamat network
identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
b. Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya
yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh
bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen
jaringan di mana ia berada.
Jenis-Jenis Alamat
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
a. Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka
jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan
dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
b. Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap
node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam
komunikasi one-to-everyone.
c. Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau
beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast
digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas-kelas Alamat
Pada RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet
pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4
adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-
order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan
menggunakan representasi desimal.

Oktet 127 dari IP address kelas A tidak dapat digunakan dan dicadangkan untuk fungsi loopback dan
diagnosis.
Terdapat 5 kelas IP addresses (A sampai E). Hanya 3 kelas pertama yang digunakan secara
komersial. Kelas A IP address harus dimulai antara 1 dan 126. Subnet mask default kelas A
menggunakan bilangan biner 1 seluruhnya (desimal 255) untuk menutupi 8 bit pertama dari kelas A
IP address. Subnet mask default membantu router dan host menentukan apakah host tujuan berada
dalam jaringan tersebut. Karena hanya ada 126 jaringan kelas A, sisa 24 bits (3 oktet) dapat
digunakan untuk host.
Konfigurasi IP address
Untuk mengkonfigurasi TCP/IP dapat menggunakan 2 metode, yaitu:
1. Konfigurasi Otomatis
Konfigurasi otomatis adalah cara termudah sebab client dapat langsung mendapatkan pengalamatan
IP Address secara otomatis melalui DHCP server.
2. Konfigurasi Manual
Konfigurasi manual adalah cara mengkonfigurasi TCP/IP secara manual atau subnet mask, default
gateway, DNS server, dan WINS server secara manual. IP address pada metode ini bersifat permanen.
IV. LANGKAH PERCOBAAN
TUGAS 1. Kelas-kelas IP Address dan Karakteristiknya
Gunakan tabel IP address dan materi tentang kelas-kelas IP address untuk menjawab
pertanyaaan-pertanyaan berikut.
1. Berapa rentang desimal dan biner untuk oktet pertama dari IP addresses kelas "B" yang
mungkin?
Desimal: Dari: 128 Sampai: 191
Biner: Dari: 10000000 Sampai: 10111111
2. Oktet ke berapa yang menyatakan bagian network dari sebuah IP address kelas C?
3 Oktet (24 bit) pertama
3. Oktet ke berapa yang menyatakan bagian network dari sebuah IP address kelas A?
(8 bit) pertama
TUGAS 2. Menentukan bagian host dan network dari IP address
1. Tentukan kelas, network address atau ID, bagian host, broadcast address untuk masing-
masing IP address berikut dan subnet mask default.
IP Address Host Kelas Network Host Broadcast Subnet Mask
Address Address Address Default
216.14.55.137 C 216.14.55 .137 216.14.55.255 255.255.255.0
123.1.1.15 A 123 .1.1.15 123.255.255.255 255.0.0.0
150.127.221.24 B 150.127 .221.244 150.127.255.255 255.255.0.0
4
194.125.35.199 C 194.125.35 .199 194.125.35.255 255.255.255.0
175.12.239.244 B 172.12 .239.244 172.12.255.255 255.255.0.0

2. Diketahui sebuah IP address 142.226.0.15


a. Berapakah bilangan biner yang setara dari oktet kedua? 11100011
b. Termasuk kelas apakah IP address tersebut? Kelas B
Apakah network address dari IP address ini? 142.226
c. Apakah IP address tersebut diperbolehkan (Ya/Tidak)? YA
d. Mengapa? Karena oktet terakhir alamat IP bukan 0 atau 255
3. Berapa jumlah host maksimum yang dapat Anda miliki dari sebuah jaringan kelas A?
Setiap netid memiliki 224 host atau 16.777.216 host/router.
4. Berapa jumlah jaringan kelas B yang ada? Kelas B ini memiliki 214 jaringan atau
16.384 jaringan yang tersedia.
5. Berapa jumlah host yang dapat dimiliki oleh sebuah jaringan kelas B ? Setiap netid
memiliki 216 host atau 65.536 host/router
6. Berapa jumlah oktet yang ada dalam sebuah IP address? 32 bit (4 oktet)
Ada berapa bit dalam satu oktet? 1 oktet = 8 bit

TUGAS 3. Menentukan IP address host yang diperbolehkan untuk jaringan komersi


Untuk IP addresses host berikut, tentukan mana yang diperbolehkan untuk jaringan komersial
seperti digunakan untuk sebuah workstation, server, printer, router dan alasannya mengapa?
IP Address Diperbolehkan? (Ya/Tidak) Mengapa?
150.100.255.255 Tidak Karena alamat IP tersebut merupakan
alamat broadcast
175.100.255.18 Ya karena alamat IP tersebut merupakan
IP yang Valid dimana range hostnya
175.100.255.254
195.234.253.0 Tidak Karena alamat IP tersebut memakai 0
pada oktet terakhir yang merupakan
netid dan alamat ip tersebut merupakan
kelas C atau
100.0.0.23 Ya Karena alamat ip tersebut termasuk
alamat ip yang valid dan merupakan
kelas A dimana Net Idnya 100.0.0.0
dan range hostnya sampai
100.255.255.254
188.258.221.176 Tidak Karena oktet kedua tidak vaild
127.34.25.189 Tidak Karena alamat ip tersebut merupakan
alamat loopack
224.156.217.173 Tidak Karena alamat ip tersebut merupakan
kelas D untuk multicasting

TUGAS 4. Mengimplementasikan IP address pada jaringan


Buatlah jaringan komputer seperti gambar berikut menggunakan packet tracer dan ketentuan
pemberian IP address adalah sebagai berikut:
1. LAN 1 menggunakan IP address kelas B sedangkan LAN 2 menggunakan IP address
kelas C.
Alamat jaringan kelas B : 172.16.0.0/255.255.0.0
Alamat jaringan kelas C : 192.168.0.0/255.255.255.0
2. Sebutkan alamat range host dari alamat jaringan diatas:
Alamat host dari alamat jaringan 172.16.0.0/16: dari 172.16.0.1 sampai 172.16.255.254.
Alamat host dari alamat jaringan 192.168.0.0/16: dari 192.168.0.1 sampai 192.168.0.254
3. Gunakan alamat IP awal dari range alamat host sebagai alamat IP pada sisi interface
router yang akan bertindak sebagai gateway dari masing-masing LAN.
4. Gunakan perintah Ping untuk menguji konektivitas masing-masing jaringan.
5. Tulis hasil percobaan dan analisanya.

TUGAS 5. Konfigurasi IP address secara otomatis


1. Buatlah jaringan komputer seperti gambar berikut menggunakan PC server, switch dan
beberapa computer menggunakan simulasi packet tracert.

2. Konfigurasi PC server dan aktifkan DHCP server.


3. Setting IP address di setiap komputer secara otomatis (DHCP)
4. Cek IP yang diperoleh dari DHCP. Catat alamat IP masing-masing komputer.
5. Cek konektivitas antara PC host dengan perintah ping!
6. Tulis dan jelaskan output dari perintah ping di atas!
 Maksud dari output dari perintah ping diatas adalah sebuah balasan bahwa PC
tersebut sudah menerima informasi sesuai alamat yang dituju..
V. DATA PERCOBAAN

 Data Tugas 4.

IP Address LAN A
IP Address LAN B

Konfigurasi IP pada router


Tesping LAN A

Tesping LAN B
 Data Tugas 5

IP Address Server

IP Address PC
Konfigurasi DHCP pada Server
Konfigurasi PC menggunakan DHCP

Tesping PC (ping PC 0 ke PC1, PC2 dan PC4)


VI. ANALISA DATA
Pada percobaan tugas 4 mengimplementasikan Ip address pada jaringan, yaitu dengan
menghubungkan kedua LAN dengan memakai satu router dan dua switch. Setiap LAN
nya terdiri dari dua buah PC. Dimana untuk melakukan konfigurasi dilakukan dengan
memasangkan kabel straight pada setiap PC. Dan PC dihubungkan ke switch lalu ke
router dengan menggunakan kabel straight. Dimana pada LAN A Net IDnya 172.16.0.0
dan LAN B Net idnya 192.168.0.0. Untuk membangun kedua LAN tersebut dibutuhkan
empat buah PC Dimana setiap LANnya terdiri dari dua buah PC. Untuk PC 0 dan PC 1
dari LAN 1 diberikan IP address 172.16.0.2 dan 172.16.0.3 pada IP Configuration.
Untuk PC 2 dan PC 3 dari LAN 2 diberikan IP address 192.168.0.2 dan 192.168.0.3.
Untuk dapat terhubung dari PC ke router maka diberikan IP gatewaynya, jadi pada LAN
1 untuk IP gatewaynya diisi pada router fastethernet0/0 dengan alamat IP 172.16.0.1,
dimana alamat IP tersebut merupakan host pertama dari Net idnya agar mudah diingat
untuk alamat gatewaynya. Begitu pula dengan LAN 2 diberikan alamat IP gatewaynya
dengan host pertama dari Net idnya 192.168.0.1. Maka setelah diberikan IP gatewaynya
otomatis PC dari masing-masing LAN sudah terhubung pada router.

Pada percobaan tugas 5 pengalamatan IP dan DHCP server membutuhkan satu buah
server, lima buah PC, dan satu buah switch. Dimana setiap devicenya dihubungkan
dengan kabel straight. Pada percobaan ini konfigurasi pengalamatan Ipnya dilakukan
secara otomatis. Dengan mengatur pada server. Dimana server diberikan IP address
192.168.33.1. Untuk mengaktifkan konfigurasi secara otomatis, maka diatur pada server
DHCP dimana start ip addressnya diisi 192.168.33.2 . Dikarenakan kita memakai 5 buah
PC maka pada maximum number of user diisi menjadi 5 dan jangan lupa untuk meng-on-
kannya lalu save. Maka setelah itu buka IP configurasi pada setiap PC lalu klik DHCP
maka otomatis terisi IP address dan subnet masknya tanpa mengisi lagi Ip addressnya. Ip
address akan terisi secara otomatis dari PC pertama 192.168.33.2 sampai 192.168.33.6
pada PC kelima.
Pada percobaan pengalamatan IP dan DHCP telah berhasil saya lakukan karena dapat
dilihat pada hasil percobaan dimana hasil simulasi yang saya lakukan telah berhasil.
Dimana setiap server ke pc nya telah terhubung dan setiap Pcnya juga terhubung.

VII. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa ;
 Terdapat 5 kelas IP address tapi hanya 3 yang digunakan yaitu kelas A,B dan kelas C
 Selain itu juga, dapat mengetahui menentukan bagian mana dari sebuah IP address
merupakan network ID dan host ID
 Dan juga kita dapat mengetahui cara alokasi alamat IP secara otomatis (DHCP) server
di jaringan

Anda mungkin juga menyukai