Anda di halaman 1dari 49

Fransiska Ayunintyas W, M.Sc.

, Apt
Akfar Theresiana
2014
Siklus Krebs
• Tahap 1. Sitrat Sintase (hidrolisis)
• Asetil KoA + oksaloasetat + H2O → sitrat + KoA-SH
• Merupakan reaksi kondensasi aldol yang disertai
hidrolisis dan berjalan searah.
• Tahap 2. Aconitase, memerlukan 2 tahap
• Sitrat diubah menjadi isositrat oleh enzim
akonitase yang mengandung Fe++. Mula-mula
terjadi dehidrase menjadi cis-akonitat (yang tetap
terikat enzim) kemudian terjadi rehidrasi menjadi
isositrat.
• Tahap 3. Isositrat Dehidrogenase (dekarboksilasi
pertama)
• Isositrat dioksidasi menjadi oksalosuksinat (terikat
enzim) oleh isositrat dehidrogenase yg memerlukan
NAD+. Reaksi ini diikuti dekarboksilasi oleh enzim yg
sama menjadi α-ketoglutarat. Enzim ini memerlukan
Mn++ / Mg++
• Tahap 4. α-Ketoglutarat Dehidrogenase Kompleks
(dekarboksilasi)
• Dekarboksilasi oksidatif α-ketoglutarat (caranya seperti
pada dekarboksilasi oksidatif piruvat) menjadi suksinil
KoA oleh enzim α-ketoglutarat dehidrogenase
kompleks.
• Enzim ini memerlukan kofaktor seperti : TPP,
Lipoat,NAD+, FAD dan KoA-SH.
• Tahap 5. Suksinat Thikonase (fosforilasi tingkat substrat)
• Suksinil KoA→Suksinat
• Reaksi ini memerlukan ADP atau GDP yg dengan Pi akan
membentuk ATP atau GTP. Juga memerlukan Mg++.
• Tahap 6: Suksinat dehidrogenase (dehidrogenasi &
oksidasi)
• Suksinat + FAD→ Fumarat + FADH2
• Reaksi ini tdak lewat NAD.
• Tahap 7 : Fumarase (dehidrasi)
• Fumarat + H2O → L-Malat
• Tidak memerlukan koenzim.
• Tahap 8: Malat dehidrogenase
• L-Malat + NAD+ → Oksaloasetat + NADH + H+
• Reaksi ini membentuk kembali oksaloasetat.
Siklus krebs/asam sitrat
Mechanism of the citrate synthase reaction.

-Sitroil co A : intermedier reaksi


-Hidrolisis senyawa intermedier
tioester  menyebabkan reaksi
berikutnya bersifat sangat eksergonik
-Co A yang dihasilkan langsung di
recycled untuk reaksi pembentukan
Asetil CoA
-Dalam keadaan normal  OAA
rendah dimitokondria
Aconitase
Isocitrate DH

Ensim tersedia dalam mitokondria


Ada dua macam ensim: 1. memerlukan NAD dan 2. memerlukan NADP
NADP-dependent enzyme : terdapat di matriks mitokondria dan sitosol
Ketoglutarat DH
compleks

Suksinal-Co A, Suksinil coA sintetase


Suksinate DH

fumarase
Malate DH

CO2 yang hilang pada proses tersebut diatas bukan C yang sama dengan
asetil Co A
• Berfungsi mengoksidasi hasil glikolisis mjd CO2 dan juga
menyimpan energi ke bentuk molekul berenergi tinggi spt
ATP, NADH, FADH2

• Sentral dalam siklus oksidatif dlm respirasi  dimana semua


makromolekul dikatabolis (Karbohidrat, Lipid dan Protein)

• Untuk kelangsungannya membutuhkan :


NAD, FAD, ADP, Pyr dan OAA

• Menghasilkan senyawa intermedier yg penting  asetil Co


A,  KG & OAA

• Merupakan prekursor untuk biosintesis makromolekul –


makromolekul
• Berfungsi dalam katabolisme dan juga anabolisme 
amfibolik

• Katabolisme  memproduksi molekul berenergi tinggi

• Anabolisme  memproduksi intermedier untuk prekursor


biosintesis makromolekul

• Berbagai daur mengambil senyawa antara dlm siklus kreb 


berkurang  hrs ada mekanisme utk mengganti senyawa
antara tadi  daur anaplerotik
Overview the reaction
Dalam setiap siklus:
– 1 gugus asetil ( molekul 2C) masuk dan keluar
sebagai 2 molekul CO2
– Dalam setiap siklus : OAA digunakan untuk
membentuk sitrat  setelah mengalami reaksi yang
panjang  kembali diperoleh OAA
– Terdiri dari 8 reaksi : 4 mrpkn oksidasi  dimana
energi  digunakan utk mereduksi NAD dan FAD
– Dihasilkan:
• 2 ATP, 8 NADH, 2 FADH2
– Tidak diperlukan O2 pada TCA, tetapi digunakan
pada Fosforilasi oksidatif  untuk memberi pasokan
NAD, shg piruvat dapat di ubah menjadi Asetil Co A
Vitamin dalam siklus krebs
• Bentuk FAD (Flavin Adenin Dinukleotida)
riboflavin
• Kofaktor suksinat hidrogenase

• Bentuk NAD (Nikotinamid Adenin Dinukleotida)


• Akseptor elektron u/ isositrat dehidrogenase, α-ketoglutarat
niasin dehidrogenase, malat dehidrogenase

• Tiamin difosfat
tiamin
• Koenzim dekarboksilasi α-ketoglutarat dehidrogenase

• Bagian dr koenzim A, kofaktor yang melekat pada residu as


Asam karboksilat aktif
pantotenat
 Amilase
Pati

mulut maltosa

Pembuluh
darah maltase
Maltosa

GLIKOLISIS 2 glukosa
GLIKOLISIS
• Disebut juga EMBDEN MEYER HOFF PATHWAY
• Terjadi di dalam sitosol
• Glikolisis : oksidasi glukosa energi ( ATP )

Aerob Anaerob
( asam piruvat ) ( asam laktat )
• Pada keadaan aerob :
Hasil akhirnya asam piruvat Masuk ke dalam
mitokondria Asetil KoA

Siklus Krebs ATP + CO2+ H2O


FATE of PYRUVATE

Net reaksiSangat tergantung pada jenis


glikolisis ??? organismenya

C6H12O6 + 2 ADP + 2 NAD++ + 2 Pi  2 pyruvate


+ 2 ATP + 2 NADH + 2 H++ + 2 H2O
Tahap persiapan
• Memerlukan 2 molekul ATP
• Memecah gula heksosa menjadi molekul 2 triose fosfat

Tahap pengembalian / pay off


• 4 ATP
• 2 molekul piruvat
• 2 molekul NADH + H
• Reaksi2 pd Glikolisis pada umumnya berjalan 2 arah, kecuali
3 reaksi berikut berjajan searah :
1. Glukosa Glukosa 6-p
Dikatalisis oleh enzim : Heksokinase dan Glukokinase
* Enzim Heksokinase :
- terdapat di sel otot ( selain hati dan pankreas )
- dihambat secara allosterik oleh produk akhirnya
- mempunyai afinitas tinggi terhadap glukosa
* Enzim Glukokinase :
- terdapat di sel hati dan pankreas
- aktif pada saat konsentrasi glukosa darah
* di jar. selain hati & pankreas, glukosa masuk glikoli-
sis dikontrol oleh h. insulin
*Reaksi ini bersifat irreversible, ATP sbg donor gugus
fosfat

• 2. Fruktosa 6-p Fruktosa 1,6-bi-p


* Dikatalisis oleh enzim : Fosfofruktokinase
* bersifat irreversible
* Merupakan enzim pengendali kecepatan alur gliko-
lisis ( rate limiting enzyme )

• 3. Fosfoenol piruvat Enol piruvat


* Dikatalisis oleh enzim : Piruvat kinase
• Anaerob Rantai Respirasi tak berjalan

• NADH + H+ yg dihasilkan dari reaksi 5 tak dapat dibentuk


kembali menjadi NAD+ lewat rantai respirasi

• Padahal NAD+ harus selalu tersedia untuk kelangsung


an Glikolisis

• Untuk mengatasinya : NADH + H+ akan dibentuk men


jadi NAD+ lewat pertolongan enzim Laktat Dehidroge-
nase ( LDH ) yg akan mengubah Piruvat Laktat
GLIKOGENESIS
• Sintesis glikogen dari glukosa
• Terjadi di dalam hati dan otot
• Reaksi 1 : Mg++
Glukosa + ATP Glukosa 6-p + ADP
Glukokinase / Heksokinase
• Reaksi 2 :
Glukosa 6-p Glukosa 1-p
Fosfoglukomutase
• Reaksi 3 :
Glukosa 1-p + UTP UDPG + Pirofosfat
UDPG Pirofosforilase
• Enzim Glikogen
sintetase
membentuk ikatan
α-1,4 Glikosidik dr
glikogen

• Enzim Pencabang (
Branching Enzyme )
membentuk ikatan
α-1,6 dr glikogen
GLIKOGENOLISIS
• Proses pemecahan glikogen
• Dalam otot :
* tujuannya untuk mendapat energi bagi otot
* hasil akhirnya : piruvat / laktat sebab gluko-
sa 6-p yg dihasilkan dr glikogenolisis masuk ke jalur
glikolisis di otot
• Dalam hati :
* tujuannya : untuk mempertahankan kadar glukosa
darah di antara dua waktu makan
* Glukosa 6-p akan diubah menjadi glukosa
Glukosa 6-p + H2O Glukosa + Pi
Glukosa 6-fosfatase
• Enzim Glukosa 6-fosfatase terdapat di : hati, ginjal dan
epitel usus ( tetapi tidak terdapat
di otot )

• Enzim Glikogen fosforilase memutus ikatan


α-1,4 glikosidik dr glikogen

• Debranching enzyme memutus ikatan


α-1,6 glikosidik
GLUKONEOGENESIS
• Pembentukan glukosa dari bahan bukan karbohidrat
• Pada mamalia terutama terjadi di : hati dan ginjal
• Substrat :
1. Asam laktat dr. otot, eritrosit
2. Gliserol dr. hidrolisis Triasilgliserol dlm. jar.
lemak ( adiposa )
3. Asam amino glukogenik
4. Asam propionat pd ruminansia

• Glukoneogenesis penting sekali untuk penyediaan glukosa


bila karbohidrat tidak cukup dlm diet
• Jaringan perlu pasokan glukosa kontinu sebagai
sumber energi terutama sistem saraf dan eritrosit

• Enzim bantuan :
1. Piruvat karboksilase
2. Fosfoenolpiruvat karboksikinase
3. Fruktosa 1,6 bifosfatase
4. Glukosa 6-fosfatase
Jalur Glukoneogenesis
CORI CYCLE
HMP SHUNT
(HEKSOSA MONO PHOSPHAT SHUNT)
• Disebut juga : Pentose Phosphate Pathway
• Merupakan jalan lain untuk oksidasi glukosa
• Tidak bertujuan menghasilkan energi ( ATP )
• Aktif dalam :
1. Hati
2. Jar. Lemak
3. Klj. Korteks adrenal
4. Klj. Tiroid
5. Eritrosit
6. Klj. Mammae ( laktasi )
Jalur HMP Shunt
GLUKOSA DARAH
• Glukosa dapat dipakai oleh semua jaringan tubuh,
disimpan :
* hati dan otot Glikogen
* jaringan lemak Triasilgliserol ( TG )
• Sumber glukosa darah :
1. Karbohidrat Makanan
2. Glikogenolisis hepar
3. Glukoneogenesis
• Hormon yg mengatur glukosa darah :
* Insulin
* Hormon dr. klj. Hipofisa anterior : Growth Hormone
* Hormon klj. Medula adrenal : epinefrin, glukagon
• PENGARUH HORMON :

* Keadaan kadar glukosa darah


merangsang sekresi hormon glukagon

* Keadaan kadar glukosa darah merangsang


sekresi hormon insulin

* Keadaan darurat merangsang sekresi


hormon adrenalin
• Glukagon (hati)
Pembentukan cAMP
• Epinefrin (otot)
1. cAMP menghambat Glikogen sintase
menghambat glikogenesis
2. cAMP memacu fosforilase
memacu glikogenolisis
• INSULIN :
1. Memacu glikogen sintase
2. Memacu fosfodiesterase yg akan memecah cAMP
menjadi 5’AMP
efek : memacu glikogenesis
menghambat glikogenolisis
Obat2 penyebab stres oksidan
Daftar pustaka
• Campbell, dkk. 2003. Biologi jilid 1.
Jakarta:Erlangga
• Lehninger (1993)(terjemahan). Dasar-dasar
Biokimia Jilid 2. Jakarta : Erlangga