Anda di halaman 1dari 33

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

ISOLASI SOSIAL

Dosen pembimbing :
Ns. Wigyo Susanto, M.Kep

Disusun oleh :
Cicha Corneliasari
30901800032
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2019/2020
Naskah Kasus

Klien Tn. P, usia 32 tahun, belum menikah, pekerjaan swasta. Klien dibawa ke rumah
sakit karena mengamuk di rumah, meresahkan keluarga . klien tampak mondar-mandir
tanpa tujuan yang jelas, pakaian tidak rapi, celana miring, rambut panjang dan tidak
rapi, gigi kotor, kuku panjang dan kotor, kontak mata kurang, sering menatap ke satu
arah dalam waktu yang lama, mulut berkomat kamit dengan suara yang pelan, tubuh
tampak membungkuk, gerakan kaki berulang-ulang seperti orang yang sedang berjalan
di tempat. Pembicaraan baik namun suara pelan dan klien tidak mampu berinteraksi
dalam waktu yang lama, tidak mampu berkonsentrasi, kehilangan rasa tertarik pada
kegiatan sosial, klien tidak mampu memulai pembicaraan, menjawab pertanyaan
seadanya, klien merasa tidak aman di dekat orang lain, dan cenderung menghindari
pembicaraan dengan cara pergi meninggalkan perawat tanpa sebab. Ketika ditanya
bagaimana perasaannya klien menjawab tidak nyaman dan takut bertemu orang lain.
Klien mengatakan belum mandi, sikat gigi dan potong kuku. Ketika ditanya apakah
mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata klien mengatakan tidak ada Klien
belum pernah masuk rumah sakit gangguan jiwa pada masa lalu dan belum pernah
mendapat pengobatan sebelumnya, namun klien pernah dibawa ke puskesmas dan
mendapat pengobatan di puskesmas namun kurang berhasil. Klien mempunyai riwayat
melakukan kekerasan fisik yaitu dengan merusak kaca rumah dan mengamuk tanpa
sebab yang jelas. klien sempat dipasung dengan cara dikurung di kamar dan tangan
diikat. riwayat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa tidak ada. klien
mengatakan dipasung dan dikurung dikamar dengan tangan diikat. dikurung di kamar.
Ketika sakit klien sering mondar mandir di rumah, tidak mempunyai teman dan tidak
mau keluar rumah. Keluarga mengatakan klien mempunyai sifat pemalu dan betah
tinggal di rumah. Klien mengatakan dirinya biasa saja. Saat ditanya ini jam berapa
kalien menjawab benar pukul 07.30. Klien mengatakan sebelum dirawat klien bekerja
sebagai supir angkutan kota. Klien mengatakan sekolah hanya sampai SMP. Ketika
ditanya apakah klien merasa puas dirinya sebagai laki-laki klien menjawab puas. Klien
berperan sebagai anak ketika di rumah dan sebagai supir di kelompok angkutan kota.
Klien mampu melaksanakan peran sebagai supir dan menyetir mobil dengan baik.
Ketika ditanya harapan klien menjawab ingin sembuh dan cepat pulang, ingin segera
bekerja kembali, ingin menikah dan berkeluarga.
ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
ISOLASI SOSIAL

RUANGAN RAWAT TULIP TANGGAL DIRAWAT 22 JUNI 2020

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Tn. P (L/P) Tanggal
Pengkajian : 23 juni 2020
Umur : 32 Tahun RM No. : 21345671
Informan : Keluarga

II. ALASAN MASUK


Klien dibawa ke rumah sakit karena mengamuk di rumah, sering marah-marah
dan bicara sendiri meresahkan keluarga.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ? Ya
 Tidak

2. Pengobatan sebelumnya. Berhasil kurang berhasil  tidak berhasil

3. Pelaku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia

Aniaya fisik  32

Aniaya seksual

Penolakan

 32
Kekerasan dalam keluarga

Tindakan kriminal

Jelaskan No. 1, 2, 3 : 1. Klien sebelumnya tidak ada gangguan jiwa.


2. Klien belum pernah masuk rumah sakit gangguan jiwa pada
masa lalu dan belum pernah mendapat pengobatan
sebelumnya.
3. Klien pernah mengalami aniaya fisik berupa memecahkan
kaca dan mengamuk klien sebagai pelaku, klien pernah
mendapatkan kekerasan dalam keluarga dengan cara klien
pernah dipasung dan dikurung dikamar dengan tangan
diikat.
Masalah Keperawatan : Gangguan psikologis


4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Ya
Tidak

Hubungan keluarga Gejala Riwayat


pengobatan/perawaran

_______________________ _____________________ ___________________

_______________________ _____________________ ___________________

Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan

Klien mengatakan tidak mempunyai masalalu yang tidak menyenangkan

Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

IV. FISIK
1. Tanda vital : TD : 120/90 mmHg N : 80x/mnt S : 36,5°C P : 19x/mnt
2. Ukur : TB : 165 BB : 67

3. Keluhan fisik :  Ya Tidak

Jelaskan : Keluhan fisik terjadi karena pasien mengalami kurang fokus,


sering menatap ke satu arah dalam waktu yang lama

Masalah keperawatan : ketidakefektifan koping


V. PSIKOSOSIAL

1. Genogram

Meninggal

Keterangan : laki-laki

Perempuan tinggal bersama

Garis perkawinan

Klien garis keturunan


Jelaskan : Klien tinggal bersama dengan kedua orang tua. Klien anak ketiga dari tiga
bersaudara, klien mempunyai kakak laki laki yang sudah menikah tetapi tidak tinggal
serumah dengan klien dan kakak perempuan sudah menikah tetapi tinggal bersama klien.

2. Konsep diri
a. Gambaran diri : klien mengatakan dirinya biasa saja, Klien berperan sebagai anak
ketika di rumah dan sebagai supir di kelompok angkutan kota.
b. Identitas : klien laki-laki usia 32 tahun, bekerja sebagai supir angkutan
sopir.

c. Peran : Klien berperan sebagai anak ketika di rumah dan sebagai supir di
kelompok angkutan kota.
d. Ideal diri : klien ingin sembuh dan cepat pulang, ingin segera bekerja
kembali, ingin menikah dan berkeluarga.

e. Harga diri : Ketika ditanya apakah klien merasa puas dirinya sebagai laki-
laki klien menjawab puas.

Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti : klien mengatakan keluarga sangat berarti
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat : Keluarga mengatakan klien
mempunyai sifat pemalu dan betah tinggal di rumah.
c. Hambatan dalam berbuhungan dengan orang Lain : klien tidak nyaman dan takut
bertemu orang lain
Masalah keperawatan: Isolasi sosial: menraik diri
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : klien beragama islam

b. Kegiatan ibadah : klien seorang yang rajin ibadah

Masalah Keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan


VI. STATUS MENTAL

1. Penampilan

 Tidak rapi Penggunaan pakaian Cara berpakaian tidak seperti


tidak sesuai biasanya
Jelaskan : pakain tidak rapi, celana miring, rambut panjang dan tidak rapi, gigi
kotor, kuku panjang dan kotor, kontak mata kurang, mulut berkomat
kamit dengan suara yang pelan, tubuh tampak membungkuk, gerakan
kaki berulang-ulang seperti orang yang sedang berjalan di tempat
Masalah Keperawatan : Defisit perawatan diri

2. Pembicaraan

Cepat Keras Gagap Inkoheren

 Apatis Lambat Membisu Tidak mampu


memulai
pembicaraan
jelaskan : Klien apatis, karena saat diajak bicara oleh perawat klien sering menghindar,
menjawab pertanyaan seadanya dan tidak bisa memulai pembicaraan.
Masalah Keperawan : isolasi sosial dan gangguan komunikasi verbal

3. Aktivitas Motorik:

 Lesu  Tegang Gelisah Agitasi

Tik Grimasen Tremor Kompulsif

Jelaskan : klien terlihat lesu, klien tidak mampu berinteraksi dalam waktu yang lama.
Klien merasa tidak aman didekat orang lain.
Masalah Keperawatan : isolasi sosial

4. Alam perasaaan
 
Sedih Ketakutan Putus asa Khawatir Gembira
berlebihan

Jelaskan : klien merasa sedih karena dirawat di rumah sakit karena berpisah dengan
keluarganya. Klien tampak tegang dan takut saat dekat dengan orang lain.
Masalah Keperawatan : isolasi sosial
5. Afek

 Datar Tumpul Labil Tidak sesuai

Jelaskan : tidak ada perubahan ekspresi saat diberikan stimulasi menyenangkan atau
menyedihkan.
Masalah Keperawatan : isolasi sosial

6. lnteraksi selama wawancara

bermusuhan  Tidak kooperatif Mudah tersinggung

Kontak mata Defensif Curiga

Jelaskan : klien tidak kooperatif saat diajak berbicara dibuktikan dengan kontak mata
kurang, tidak mampu berkonsentrasi, dan cenderung menghindari pembicaraan dengan
cara pergi meninggalkan perawat tanpa sebab serta menjawab pertanyan seadanya.
Masalah Keperawatan : isolasi sosial

7. Persepsi

Pendengaran Penglihatan Perabaan

Pengecapan Penghidu

Jelaskan : Klien tidak mengalami gangguan persepsi snesori halusinasi pendengaran


Masalah Keperawatan : Halusinasi

8. Proses Pikir

sirkumtansial tangensial kehilangan asosiasi

 flight of idea blocking pengulangan


pembicaraan/persevarasi

Jelaskan : klien tidak mampu berkonsentrasi dengan baik, menjawab pertanyaan


seadanya
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

9. Isi Pikir


Obsesi Fobia Hipokondria

depersonalisasi ide yang terkait pikiran magis

Waham

Agama Somatik Kebesaran Curiga

nihilistic sisip pikir Siar pikir Kontrol pikir

Jelaskan : Klien mengatakan ingin segera bekerja kembali, dan klien ingin menikah dan
berkeluarga.
Kien tidak mengalami waham.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan.

10. Tingkat kesadaran

bingung sedasi stupor

Disorientasi

waktu tempat orang

Jelaskan : Klien sadar penuh tidak bingung tidak mengalami disorientasi waktu, tempat,
orang dibuktikan saat ditanya pukul berapa klien bisa menjawab dengan benar pukul
07.30
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan
11. Memori

Gangguan daya ingat jangka panjang gangguan daya ingat jangka


pendek

gangguan daya ingat saat ini konfabulasi

Jelaskan : Klien tidak memiliki gangguan jangka pendek, dibuktikan dengan klien
mampu mengingat akan pekerjaannya. Klien tidak memiliki gangguan daya ingat
jangka panjang dibuktikan dengan klien mengatakan sekolah hanya sampai smp.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung

 mudah beralih  tidak mampu konsentrasi Tidak mampu berhitung


sederhana

Jelaskan : Klien tidak mampu berkonsentrasi, klien cenderung menghindari


pembicaraan dengan cara pergi meninggalkan perawat tanpa sebab.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

13. Kemampuan penilaian

Gangguan ringan gangguan bermakna

Jelaskan : Klien mampu memilih kegiatan yang ditawarkan oleh perawat, makan
terlebih dahulu atau berbincang-bincang terlebih dahulu dengan perawat.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

14. Daya tilik diri

mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar dirinya

Jelaskan : Klien tidak menyalahkan hal-hal yang diluar dirinya, klien menyerahkan
semua keadaannya kepada tuhan.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan
VII. Kebutuhan Persiapan Pulang

1. Makan

 Bantuan minimal Bantuan total

2. BAB/BAK

 Bantuan minimal Bantual total

Jelaskan: Klien membutuhkan bantuan minimal saat makan terkadang makan klien
sedikit dan tidak mau makan. Klien mengatakan BAB lancar.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

3. Mandi

 Bantuan minimal Bantuan total

4. Berpakaian/berhias

 Bantuan minimal Bantual total

5. Istirahat dan tidur

Tidur siang lama :13.00 WIB s/d 15.00 WIB

Tidur malam lama : 20.00 WIB s/d 05.00 WIB

Kegiatan sebelum / sesudah tidur

Sebelum tidur klien melakukan aktivitas seperti biasanya, makan, minum obat
lalu istirahat. Setelah bangun tidur klien mandi, makan dan melakukan aktivitas yang
telah dijadwalkan.

6. Penggunaan obat


Bantuan minimal Bantual total

Klien meminum obat yang diberikan oleh perawat secara teratur.

7. Pemeliharaan Kesehatan

Perawatan lanjutan  Ya tidak

Perawatan pendukung  Ya tidak

8. Kegiatan di dalam rumah

Mempersiapkan makanan  Ya tidak

Menjaga kerapihan rumah  Ya tidak

Mencuci pakaian Ya  tidak

Pengaturan keuangan Ya  tidak

9. Kegiatan di luar rumah

Belanja Ya tidak

Transportasi Ya tidak

Lain-lain  Ya tidak

Jelaskan : klien akan mencari pekerjaan dan akan mengikuti kegiatan diluar rumah.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

VIII. Mekanisme Koping

Adaptif Maladaptif

Bicara dengan orang lain Minum alkohol

Mampu menyelesaikan masalah reaksi lambat/berlebih

Teknik relaksasi bekerja berlebihan


Aktivitas konstruktif  menghindar

Olahraga mencederai diri

Lainnya _______________ lainnya : __________________

Jelaskan : Klien tidak menunjukkan sikap adaptif.


Maladaptif: klien menunjukkan sikap maladaptif menghindar karena klien
memiliki hambatan dalam berhubungan dengan orang lain karena klien
seorang yang pendiam dan suka menyendiri. Jika mempunyai masalah
klien memilih diam tidak menceritakannya kepada siapapun.

Masalah Keperawatan : Isolasi sosial: menarik diri

IX. Masalah Psikososial dan Lingkungan:


 Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik: klien merasa malu karena tidak
bekerja dan pernah dirawat di
rumah sakit jiwa

 Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik: Klien seorang pemalu dan


 betah tinggal dirumah.
Masalah dengan pendidikan, spesifik: Klien hanya bersekolah sampai smp.

Masalah dengan pekerjaan, spesifik


______________________________________
Masalah dengan perumahan, spesifik

Masalah ekonomi, spesifik


Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik
________________________________________
__________________________________________________________________
____________
Masalah lainnya, spesifik
__________________________________________________________
__________________________________________________________________
____________
Masalah Keperawatan : Harga diri rendah
X. Pengetahuan Kurang Tentang:

Penyakit jiwa system pendukung

 Faktor presipitasi penyakit fisik

 Koping obat-obatan

Lainnya : Klien tidak mengetahui tentang penyakit jiwa, dan klien tidak
mengetauhi faktor presipitasi dan tidak mampu mengendalikan koping yang efektif.

Masalah Keperawatan : Defisit pengetahuan

Analisa Data

XI. Aspek Medik

Diagnosa Medik : Skizofrenia


Terapi Medik : - antipsikosis atipikal benzioxosazole yaitu risperidon 2x2 mg
- Trihexyphenidil 2x2 mg
- Chlorpomazine 2x2 mg

Perawat,

( Cicha corneliasari )
ANALISA DATA
NO DATA MASALAH
1 Subyektif : Isolasi Sosial 
- klien mengatakan
takut bertemu orang
lain
- klien mengatakan
tidak aman didekat
orang lain
Obyektif :
- klien telihat
menghindari
pembicaraan dan
suara pelan
- kontak mata
kurang, mudah
beralih
- tidak mampu
berinteraksi dalam
waktu yang lama
- Klien menjawab
pertanyaan seadanya
- klien menghindari
pertanyaan dengan
meninggalkan
perawat
-

2 Subyektif : Resiko perilaku kekerasann


- klien mengamuk
dirumah
- Keluarga Klien
mengatakan sering
marah-marah
- klien mengatakan
pernah dipasung
dirumah dan
dikurung dikamar
dengan tangan terikat
Obyektif : - klien
mempunyai riwayat
pernah mengamuk
dan merusak kaca

3. Subyektif : Defisit perawatan diri


- klien mengatakan
belum mandi, sikat
gigi, dan potong
kuku.
Obyektif:
- klien tampak tidak
rapi, gigi kotor, kuku
panjang dan kotor.

DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Isolasi sosial
2. Defisit perawatan diri
3. Resiko perilaku kekerasan
POHON MASALAH

Defisit perawatan

diri

Isolasi sosial

Resiko perilaku

kekerasan

DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

DIAGNOSA KEPERAWATAN
DIAGNOSA MEDIS DAN TERAPI MEDIS
DAN TERAPI KEPERAWATAN

1. DIAGNOSA KEPERAWATAN : DIAGNOSA MEDIK : skizofrenia


a. Pertama : Isolasi sosial
b. Kedua: resiko perilaku kekerasan PROGRAM TERAPI MEDIK :
c. Ketiga : defisit perawatan diri - antipsikosis atipikal
benzioxosazole yaitu
2. TERAPI KEPERAWATAN :
risperidon 2x2 mg
a. Diagnosa pertama : isolasi sosial
- Trihexyphenidil 2x2 mg
Sp 1:
- Chlorpomazine 2x2 mg
 Mendiskusikan kemampuan
positif klien
 Memfasilitasi nilai kemampuan
yang masih digunakan
 Memfasilitasi pilihan kegiatan
pasien untuk dilatih sesuai
kemampuan pasien
SP 2
 Mengevaluasi jadwal dari pasien
 Melatih kemampuan berikutnya
(kedua)
Memotivasi pasien untuk
memasukkan latihan kemampuan
kedua dijadwal
b. Diagnosa kedua : resiko perilaku
kekerasan
Sp 1
 Jelaskan sebab terjadinya pk
 Kenaikan simptom pk
 Identifikasi jenis pk
 Diskusikan akibat pk
 ajarkan cara mengontrol pk
 latih mengontrol pk cara fisik
pertama ( tarik nafas dalam )
 susun jadwal harian
Sp 2
 evaluasi kemampuan klien
 latih cara fisik 2 ( pukul
bantal/kasur)
 buat jadwal kegiatan harian

c. Diagnosa ketiga: defisit


perawatan diri
SP 1
 Jelaskan manfaat kebersihan diri
 Jelaskan bagaimana tata cara
menjaga kebersihan diri
 Bantu mempraktikkan menjaga
kebersihan diri
 Anjurkan memasukkan pada
jadwal harian
SP 2
 Evaluasi pelaksanaan jadwal
harian
 Jelaskan cara makan yang baik
 Bantu mempraktekkan bagaimana
cara makan yang baik
 Anjurkan pasien memasukkan
dalam jadwal kegiatan harian
RENCANA KEPERAWATAN
NO Diagnosa Keperawatan Rencana Tindakan
1 Diagnosa keperawatan Tujuan : setelah dilakukan tindakan diharpkan klien
1 mampu berinteraksi
Isolasi sosial Kriteria : klien paham pentingnya berinteraksi
dengan orang lain
Intervensi :
Observasi:
- identifikasi defisit tingkat aktivitas
- monitor respon emosional, fisik, sosial, dan
spiritual terhadap aktivitas
Terapeutik:
- fasilitasi memilih aktivitas dan dan tetapkan tujuan
aktivitas yang konsisten sesuai kemampuan fisik,
psikologis dan sosial
- sepakati komitmen untuk meningkatkan frekuensi
dan rentang aktivitas
- fasilitasi makna kativitas yang dipilih
- fasilitasi aktivitas fisik rutin sesuai kebutuhan
- jadwalkan aktivitas dalam rutinitas sehari-hari
- berikan penguatan positif atas partisipasi dalam
aktivitas
Edukasi:
- jelaskan metode aktivitas fisik sehari-hari, jika
perlu
- ajarkan cara melakukan aktivitas yang dipilih
- Anjurkan melakukan aktivitas fisik, sosial,
spiritual, dan kognitif dalam menjaga fungsi dan
kesehatan
- anjurkan libatkan alam aktivitas kelompok atau
terapi
- anjurkan keluarga untuk memberi penguatan
positif atas partisipasi dalam aktivitas
2 Diagnosa keperawatan Tujuan : saat setelah dilakukan tindakan klien
2 diharapkan mampu mengendalikan emosi
Resiko perilaku Kriteria : klien paham cara mengendalikan amarah
kekerasan
Intervensi :
Observasi
- Monitor adanya benda yang berpotensi
membahayakan
- Monitor selama penggunaan barang yang dapat
membahayakan pengunjung
Terpeutik
- Pertahankan lingkungan ebbas dari bahaya
secara rutin
- Libatkan keluarga dalam perawatan
Edukasi
- Anjurkan pengunjung dan keluarga untuk
mendukung keselamatan pasien
- Latih cara mengungkapkan perasaan secara
asertif
- Latih mengurangi kemarahan secara verbal dan
non verbal
3 Diagnosa keperawatan Tujuan : Saat setelah dilakukan tindakan
3 keperawatan klien dapat melkakukan perawatan diri
secara mandiri
Kriteria : klien mengerti cara perawatan diri secara
mandiri
Intervensi :
Observasi
- Identifikasi kebiasaan aktivitas perawatan diri
sesuai usia
- Identifikasi kebutuhan alat bantu kbersihan diri,
pakaian, dan sabun mandi
Terapeutik
- Sediakan lingkungan yang terapeutik
- Siapkan keperluan pribadi (mis, parfum, sikat
gigi, dan sabun mandi )
- Dampingin dalam melakukan perawatan diri
sampai mandiri
- Jadwalkan rutinitas perawatan diri
Edukasi
- Anjurkan melakukan perawatan diri secara
konsisten sesuai kemampuan

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

IMPLEMENTASI/ TINDAKAN EVALUASI (SOAP)


KEPERAWATAN
Selasa, 22-06-2020 Selasa, 22-06-2020
1. Data :
- Data diagnosa pertama: S : Klien mengatakan ingin pulang
Subyek : Klien mengatakan tidak mengatakan
a. Klien mengatakan tidak mengenal siapapun di sini.
takut didekat orang
lain O : Klien tampak mondar- mandir di kamar, kontak
b. Klien mengatakan mata kurang, gerakan kaki berulang-ulang, klien
tidak aman didekat menghindari pembicaraan

orang lain
c. Keluarga klien
mengtakan klien A : isolasi sosial

tidak mau keluar Planning klien :

rumah dan betah  Latihan berkenalan


dirumah  Latihan berkenalan dengan teman
Obyek: kamar 2x sehari
a. Klien tidak mampu (08:00 dan 15:00)
mempertahankan
pembicaraan Rabu, 23-06-2020
b. klien tidak mampu
memulai pembicaraan S : Klien mengatakan ingin
c. klien cenderung pulang
menghindari pembicaraan Klien mengatakan belum mempunyai
dengan cara klien teman.
meninggalkan perawat
tanpa sebab O : klien nampak mau berjabat tangan, menjawab
d. kontak mata kurang dan salam, menyebutkan nama, belum mampu
mudah beralih mengingat nama perawat, kontak mata
kurang,
- Data diagnosa kedua klien menghindari pembicaraan dengan pergi
Subyek : tanpa sebab
a. Keluarga Klien
mengatakan klien A : Isolasi sosial ( belum teratasi )
sering mengamuk
dirumah P : Latihan berkenalan 2-3 orang dan
b. Keluarga klien berbicara saat melakukan kegiatan
mengatakan klien harian
sering marah-marah  Latihan berkenalan dengan teman
tanpa sebab kamar 2x sehari
Obyek : (08:00 dan 15:00)
a. Klien mempunyai  Latihan berkenalan dengan
riwayat mengamuk perawat 3x sehari
dan merusak kaca (08.00, 13.00 dan 17.00)
dirumah
Kamis, 24-06-2020
- Data diagnosa ketiga
Subyek : S : Klien mengatakan senang jalan-jalan di luar
a. klien mengatakan Klien mengatakan ingin pulang
belum mandi, sikat Klien mengatakan mampu melakukan jadwal
gigi, dan potong kuku. harian
Obyek :
a. klien tampak O: Klien tampak ingin keluar terus, kontak mata
berpakaian tidak rapi sudah baik

b. gigi kotor Klien mampu berinteraksi dengan perawat

c. celana miring dalam waktu yang lebih lama (30 menit)


Klien mempraktekkan cara berkenalan dengan
d. kuku panjang dan kotor
teman dan perawat
2. Diagnosa keperawatan
- Diagnosa pertama: Isolasi
A : isolasi sosial (-)
sosial
- Diagnosa kedua: resiko
P : Pertahankan
perilaku kekerasan
 Latihan berkenalan >5 orang baru,
- Diagnosa ketiga: Defisit berbicara saat melakukan kegiatan
perawatan diri harian dan bersosialisasi
3. Terapi/tindakan keperawatan  Latihan berkenalan dengan teman
- Diagnosa pertama : isolasi ruangan 2x sehari
sosial (13:00 dan 15:00)
SP 1:  Latihan berkenalan
 Mendiskusikan dengan perawat, Dokter
kemampuan positif klien atau tamu 2x sehari
 Memfasilitasi nilai (08:00,13:00 dan 17:00)
kemampuan yang masih
digunakan kamis, 24-06-2020

 Memfasilitasi pilihan
kegiatan pasien untuk S : Klien mengatakan mampu mengendalikan

dilatih sesuai kemampuan marah

pasien Klien mengatakan sudah bisa meluapkan


amarah dengan memukul bantal

- Diagnosa kedua : resiko O: Klien tampak tenang

perilaku kekerasan Klien tampak bisa melakukan nafas dalam

SP 1:
 Jelaskan sebab terjadinya A: Resiko perilaku kekerasan (-)
pk
P : Pertahankan tarik nafas dalam, dan latihan
 Kenaikan simptom pk
cara fisik memukul bantal atau kasur
 Identifikasi jenis pk
 Diskusikan akibat pk
 ajarkan cara mengontrol pk
 latih mengontrol pk cara
fisik pertama ( tarik nafas
dalam )
kamis, 24-06-2020
susun jadwal harian
- Diagnosa ketiga: Defisit
perawatan diri S : Klien mengatakan sudah mandi, gosok gigi,
Sp 1 : potong kuku secara mandiri
 Jelaskan manfaat O : Klien tampak bersih, wangi dan segar
kebersihan diri
 Jelaskan bagaimana tata A : Defisit perawatan diri (-)
cara menjaga kebersihan
diri P : pertahankan fasilitasi kebutuhan perawatan
 Bantu mempraktikkan diri klien
menjaga kebersihan diri
 Anjurkan memasukkan
pada jadwal harian
4. Rencana tindak lanjut :
- Diagnosa pertama : tgl 23-
06-2020 SP 2:
 Mengevaluasi jadwal dari
pasien TTD

 Melatih kemampuan
berikutnya (kedua)
 Memotivasi pasien untuk
Perawat
memasukkan latihan
kemampuan kedua
dijadwal
24-06-2020
SP 3:
 Mengevaluasi jadwal
kegiatan harian pasien
 Memberikan kesempatan
kepada klien berkenalan
dengan dua orang atau
lebih
 Menganjurkan klien
memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian

- Diagnosa kedua : tgl 23-


06-2020
Sp 2:
 evaluasi kemampuan klien
 latih cara fisik 2 ( pukul
bantal/kasur)
 buat jadwal kegiatan
harian
24-06-2020
SP 3:
 evaluasi kemmapuan klien
 latih cara verbal
 tulis jadwal kegiatan
harian

- Diagnosa ketiga : 23-06-


2020
Sp 2:
 Evaluasi pelaksanaan
jadwal harian
 Jelaskan cara makan yang
baik
 Bantu mempraktekkan
bagaimana cara makan
yang baik
 Anjurkan pasien
memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian
24-06-2020
SP 3:
 Mengevaluasi jadwal
kegiatan harian pasien
 Menjelaskan cara makan
dan minum yang benar
 Membantu klien
mempraktekkan cara
makan dan minum yang
benar dan memasukkan
dalam jadwal

5. Planning perawat :
- Diagnosa pertama :
a. Latih mengenal isolasi
sosial dan cara berkenalan
b. Latih mengikuti aktivitas
ruangan sambil
berinteraksi dengan orang
lain
- Diagnosa kedua :
a. Latih untuk mencegah
perilaku kekerasan
dengan cara fisik
b. Latih cara mengendalikan
perilaku kekerasan
dengan cara sosial
- Diagnosa ketiga:
a. Latih cara perawatan diri
b. Fasilitasi kebutuhan
perawatan diri

Anda mungkin juga menyukai