Anda di halaman 1dari 40

PERTANYAAN

PANCA INDERA
1. Sebutkan bagian-bagian indera penglihatan. Jelaskan dengan
gambar, bila memungkinkan tampilkan gunakan video. Apa
fungsi masingmasing bagian tersebut!
2. Sebutkan bagian-bagian indera pendengaran. Jelaskan dengan
gambar, bila memungkinkan tampilkan gunakan video. Apa
fungsi masingmasing bagian tersebut!
3. Sebutkan bagian-bagian indera peraba. Jelaskan dengan
gambar, bila memungkinkan tampilkan gunakan video. Apa
fungsi masingmasing bagian tersebut!
4. Sebutkan bagian-bagian indera penciuman. Jelaskan dengan
gambar, bila memungkinkan tampilkan gunakan video. Apa
fungsi masingmasing bagian tersebut!
5. Sebutkan bagian-bagian indera perasa. Jelaskan dengan
gambar, bila memungkinkan tampilkan gunakan video. Apa
fungsi masingmasing bagian tersebut!
6. Jelaskan yang dimaksud : Glositis, media rhomboid glositis,
dan fissure tangoe, sertakan gambar!

1. INDERA PENGLIHAT (MATA)


1
Mata merupakan salah satu alat indera yang tak ternilai
harganya. Mata terdiri atas bola mata yang terletak di dalam
lekuk mata. Selain bola mata, di dalam lekuk mata terdapat
juga saraf penglihatan dan alat tambahan. Bola mata
berbentuk bulat, hanya bidang depannya meyimpang dari
bentuk bola sempurna karena selaput bening lebih menonjol ke depan.

Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan


warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi
termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada),
kelopak, dan bulu mata.

Bagian-bagian mata
1. Bola Mata
Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata.
Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.

Gbr. Struktur bola mata dilihat dari samping

2
a. Sklera
Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih
buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut
kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak
mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

b. Koroid
Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang
berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk
retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan
sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan
membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil
(anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu
pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris
membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan
relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.

c. Selaput jala mata (Retina)


Retina merupakan selaput yang mengandung sel-sel indera. Retina
berfungsi sebagai layar, tempat terbentuknya bayangan, seperti halnya pelat film
pada kamera.
Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan
dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang
memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka
terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.

3
Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola
mata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang
disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi
vitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam
bentuk yang benar.
Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari
kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak
mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh
dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebut
konjungtivitis.
Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang
keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis.
Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata
berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam
mata.

d. Kelenjar Lakrima (Air mata)


Menghasilkan air mata untuk membasahi mata.

e. Konjunktiva
Adalah membran tipis pelindung (lapisan jaringan)

f. Cairan Aqueous
Di belakang kornea terdapat cairan yang disebut cairan aqueous yang berfungsi
untuk membiaskan cahaya yang masuk sehingga terfokus ke lensa mata.

g. Selaput tanduk (Kornea)


Piringan Transparan di depan bola mata dan tidak berpembuluh darah.
Berfungsi meneruskan cahaya yang masuk ke bagian retina.

h. Selaput pelangi (Iris)


Selaput ini memberikan pola warna pada mata kita. Berupa piringan
berwarna yang mengatur ukuran Pupil. Pupil akan mengecil jika cahaya yang
diterima mata terlalu banyak dan akan membesar jika cahaya yang diterima terlalu
sedikit. Iris terdapat di belakang kornea dan berpigmen. Pigmen ini menentukan
warna pada mata seseorang.
4
i. Pupil
Lubang di dalam Iris yang dilalui berkas cahaya. Pupil terdapat di tengah-
tengah iris. Pupil dapat mengecil dan membesar, seperti fungsi diafragma pada
kamera. Pupil membuka dan menutup secara otomatis bergantung pada cahaya
yang masuk. Jika cahaya terang, pupil akan mengecil, sedangkan ketika gelap,
pupil akan membesar.

j. Lensa
Lunak dan transparan, mengatur fokus citra.

k. Suspensor Ligamen
Berfungsi menjaga lensa agar selalu pada tempatnya.

l. Cairan bening (vitreous humor)


Zat transparan seperti jeli, berfungsi untuk meneruskan cahaya dari lensa mata ke
retina.

m. Saraf Optik
Mengirim informasi visual ke otak

n. Kornea
Kornea merupakan bagian mata yang bersifat tembus pandang dan berfungsi
sebagai pelindung matamu. Agar tetap bening dan bersih, kornea ini dibasahi oleh
air mata yang berasal dari kelenjar air mata.

2. Otot Mata
Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya
disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus
internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke
atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq
bawah (inferior).

3. Bagian-bagian yang melindungi mata


 Alis mata, berguna untuk menghindarkan masuknya keringat ke mata kita.
 Kelopak mata, berguna untuk melindungi mata dari debu, asap, dan benda
asing lain.

5
 Bulu mata, berguna untuk mengurangi cahaya dan kotoran yang masuk.
 Kelenjar air mata, menghasilkan air mata yang berguna untuk membasahi
kornea.

4. Fungsi Mata
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan
lima kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan
vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-
bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka
terhadap sinar.
Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus) dan
sel batang (sel basilus). Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi
pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama
pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Oleh karena itu, pigmen pada sel
basilus berfungsi untuk situasi kurang terang, sedangkan pigmen dari sel konus
berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna, makin ke
tengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuning
hanya ada sel konus saja.
Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin, yaitu suatu
senyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya sinar matahari,
maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A. Pembentukan kembali
pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untuk pembentukan kembali memerlukan
waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rodopsin). Pada waktu
adaptasi, mata sulit untuk melihat.
Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang
merupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitu
sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga macam sel
konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan salah satu sel
konus akan menyebabkan buta warna.
Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum
proximum). Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik
jauh (punctum remotum). Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang

6
masuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dari
obyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak
paralel. Lihat Gambar 11.18. Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat
harus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina
agar obyek terlihat jelas. Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang
jelas disebut pemfokusan.
Cahaya dibiaskan jika melewati konjungtiva
kornea. Cahaya dari obyek yang dekat
membutuhkan lebih banyak pembiasan untuk
pemfokusan dibandingkan obyek yang jauh.
Mata mamalia mampu mengubah derajat
pembiasan dengan cara mengubah bentuk lensa.
Cahaya dari obyek yang jauh difokuskan oleh
lensa tipis panjang, sedangkan cahaya dari
obyek yang dekat difokuskan dengan lensa yang
tebal dan pendek. Perubahan bentuk lensa ini
akibat kerja otot siliari. Saat melihat dekat, otot
siliari berkontraksi sehingga memendekkan
apertura yang mengelilingi lensa. Sebagai
akibatnya lensa menebal dan pendek. Saat
a. Akomodasi mata saat
melihat jauh, otot siliari relaksasi sehingga
melihat jauh
apertura yang mengelilingi lensa membesar dan
b. Akomodasi mata saat
tegangan ligamen suspensor bertambah. Sebagai
melihat dekat
akibatnya ligamen suspensor mendorong lensa
sehingga lensa memanjang dan pipih.Proses
pemfokusan obyek pada jarak yang berbeda-
berda disebut daya akomodasi.

Cara kerja mata manusia pada dasarnya sama dengan cara kerja kamera, kecuali
cara mengubah fokus lensa. Persamaan dan perbedaannya disajikan pada Tabel.

4. Kelainan pada Mata


7
Pada anak-anak, titik dekat mata bisa sangat pendek, kira-kira 9 cm untuk
anak umur 11 tahun. Makin tua, jarak titik dekat makin panjang. Sekitar umur 40
tahun - 50 tahun terjadi perubahan yang menyolok, yaitu titik dekat mata sampai
50 cm, oleh karena itu memerlukan pertolongan kaca mata untuk membaca berupa
kaca mata cembung (positif). Cacat mata seperti ini disebut presbiopi atau mata
tua karena proses penuaan. Hal ini disebabkan karena elastisitas lensa berkurang.
Penderita presbiopi dapat dibantu dengan lensa rangkap. Mata jauh dapat terjadi
pada anak-anak; disebabkan bola mata terlalu pendek sehingga bayang-bayang
jatuh di belakang retina. Cacat mata pada anak-anak seperti ini disebut
hipermetropi.
Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang disebabkan oleh bola mata
terlalu panjang sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuh
di depan retina. Pada mata dekat ini orang tidak dapat melihat benda yang jauh,
mereka hanya dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Untuk cacat seperti ini
orang dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif). Miopi biasa terjadi pada
anak-anak.
Astigmatisma merupakan kelainan yang disebabkan bola mata atau
permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama, sehingga
fokusnya tidak sama, akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yang
sama. Untuk menolong orang yang cacat seperti ini dibuat lensa silindris, yaitu
yang mempunyai beberapa fokus.

Gbr. Kelainan mata : (a) Miopi, (b) Hipermetropi

Katarak adalah cacat mata, yaitu buramnya dan berkurang elastisitasnya


lensa mata. Hal ini terjadi karena adanya pengapuran pada lensa. Pada orang yang
terkena katarak pandangan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang.
Kelainan-kelainan mata yang lain adalah:

8
• Imeralopi (rabun senja): pada senja hari penderita menjadi rabun
• Xeroftalxni: kornea menjadi keying dan bersisik
• Keratomealasi: kornea menjadi putih dan rusak.

9
2. INDERA PENDENGARAN ( TELINGA )

Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan


untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian
telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah
meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada
telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls
ke otak untuk diolah.
Indra pendengar dan keseimbangan terdapat di dalam telinga. Telinga
manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu
1. Telinga luar, yang menerima gelombang suara.
2. Telinga tengah, dimana gelombang suara dipindahkan dari udara ke tulang dan
oleh tulang ke telinga dalam.
3. Telinga dalam, dimana getaran ini diubah menjadi impuls saraf spesifik yang
berjalan melalui nervus akustikus ke susunan saraf pusat. Telinga dalam juga
mengandung organ vestibuler yang berfungsi untuk mempertahankan
keseimbangan.
10
1) Telinga luar

Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna, aurikula), saluran telinga luar
(meatus akustikus eksternus) dan selaput gendang (membrane tympani), bagian
telinga ini berfungsi untuk menerima dan menyalurkan getaran suara atau
gelombang bunyi sehingga menyebabkan bergetarnya membran tympani. Daun
telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini kurang
mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. Bentuk
daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing
dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga. Saluran
luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus
yang menjaga agar benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin yang menjaga agar
permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.

Meatus akustikus eksternus terbentang dari telinga luar sampai membrane


tympani. Meatus akustikus eksternus tampak sebagai saluran yang sedikit sempit
dengan dinding yang kaku. Satu per tiga luas meatus disokong oleh tulang rawan
elastis dan sisanya dibentuk oleh tulang rawan temporal. Meatus dibatasi oleh
kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar Sebasea, dan sejenis kelenjar keringat
yang telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa, yaitu kelenjar
apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang menghasilkan zat lemak setengah padat
berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen ( minyak telinga ). Serumen
berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi.
Pada ujung dalam meatus akustikus eksternus terbentang membrane
tympani. Dia diliputi oleh lapisan luar epidermis yang tipis dan pada permukaan
dalamnya diliputi oleh epitel selapis kubus. Antara dua epitel yang melapisi
terdapat jaringan ikat kuat yang terdiri atas serabut-serabut kolagen dan elastin
serta fibroblast. Pada kuadran depan atas membran atas tympani tidak
mengandung serabut dan lemas, membentuk membran shrapnell.

2) Telinga Tengah (kavum tympanikus)

Telinga tengah merupakan suatu rongga kecil dalam tulang pelipis (tulang
temporalis) yang berisi tiga tulang pendengaran (osikula), yaitu maleus (tulang
11
martil), inkus (tulang landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya saling
berhubungan melalui persendian . Tangkai maleus melekat pada permukaan
dalam membran tympani, sedangkan bagian kepalanya berhubungan dengan
inkus. Selanjutnya, inkus bersendian dengan stapes. Stapes berhubungan dengan
membran pemisah antara telinga tengah dan telinga dalam, yang disebut fenestra
ovalis (tingkap jorong/ fenestra vestibule). Di bawah fenesta ovalis terdapat
tingkap bundar atau fenesta kokhlea, yang tertutup oleh membran yang disebut
membran tympani sekunder.
Telinga tengah dibatasi oleh epitel selapis gepeng yang terletak pada
lamina propria yang tipis yang melekat erat pada periosteum yang berdekatan.
Dalam telinga tengah terdapat dua otot kecil yang melekat pada maleus dan stapes
yang mempunyai fungsi konduksi suara . maleus, inkus, dan stapes diliputi oleh
epitel selapis gepeng.

Telinga tengah berhubungan dengan rongga faring melalui saluran


eustachius (tuba auditiva), yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan
antara kedua sisi membrane tympani. Tuba auditiva akan membuka ketika mulut
menganga atau ketika menelan makanan. Ketika terjadi suara yang sangat keras,
membuka mulut merupakan usaha yang baik untuk mencegah pecahnya membran
tympani. Karena ketika mulut terbuka, tuba auditiva membuka dan udara akan
masuk melalui tuba auditiva ke telinga tengah, sehingga menghasilkan tekanan
yang sama antara permukaan dalam dan permukaan luar membran tympani.
Fungsi rangkaian tulang dengar adalah untuk mengirimkan getaran suara dari
gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke
jendela oval.

3) Telinga Dalam (labirin)

Telinga dalam merupakan struktur yang kompleks, terdiri dari serangkaian


rongga-rongga tulang dan saluran membranosa yang berisi cairan. Saluran-saluran
membranosa membentuk labirin membranosa dan berisi cairan endolimfe,
sedangkan rongga-rongga tulang yang di dalamnya berada labirin membranosa
disebut labirin tulang (labirin osseosa). Labirin tulang berisi cairan perilimfe.

12
Rongga yang terisi perilimfe ini merupakan terusan dari rongga subarachnoid
selaput otak, sehingga susunan peri limfe mirip dengan cairan serebrospinal.
Labirin membranosa dilekatkan pada periosteum oleh lembaran-lembaran
jaringan ikat tipis yang mengandung pembuluh darah. Labirin membranosa
sendiri tersusun terutama oleh selapis epitel gepeng dikelilingi oleh jaringan-
jaringan ikat.

Labirin terdiri atas tiga saluran yang kompleks, yaitu vestibula, kokhlea
(rumah siput) dan 3 buah kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran).

Vestibula merupakan rongga di tengah labirin, terletak di belakang kokhlea


dan di depan kanalis semisirkularis. Vestibula berhubungan dengan telinga tengah
melalui fenesta ovalis (fenestra vestibule). Vestibule bagian membran terdiri dari
dua kantung kecil, yaitu sakulus dan utikulus. Pada sakulus dan utikulus terdapat
dua struktur khusus yang disebut makula akustika, sebagai indra keseimbangan
statis (orientasi tubuh terhadap tarikan gravitasi). Sel-sel reseptor dalam organ
tersebut berupa sel-sel rambut, yang didampingi oleh sel-sel penunjang. Bagian
atas sel tersebut tertutup oleh membran yang mengandung butir-butiran kecil
kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolit. Perubahan posisi kepala yang
menimbulkan tarikan gravitasi, menyebabkan akan menyampaikan impuls saraf
ke cabang vestibular dari saraf vestibulokokhlear yang terdapat pada bagian dasar
sel-sel tersebut, yang akan meneruskan impuls saraf tersebut ke pusat
keseimbangan di otak.

Kanalis semisiskularis merupakan 3 saluran bertulang yang terletak di atas


belakang vestibula. Salah satu ujung dari masing-masing saluran tersebut
menggembung, disebut ampula. Masing-masing ampula berhubungan dengan
utrikulus. Pada ampula terdapat Krista akustika, sehingga organ indra
keseimbangan dinamis (untuk mempertahankan posisi tubuh dalam melakukan
respon terhadap gerakan). Seperti pada vestibula sel-sel reseptor dalam krista
akustika juga berupa sel-sel rambut yang didampingi oleh sel-sel penunjang,
tetapi di sini tidak terdapat otolit. Sel-sel reseptor disini distimulasi oleh gerakan
endolimfe. Ketika kepala bergerak akibat terjadinya perputaran tubuh, endolimfe

13
akan mengalir di atas sel-sel rambut. Sel-sel rambut menerima ransangan tersebut
dan mengubahnya menjadi impuls saraf. Sebagai responnya, otot-otot
berkonsraksi untuk mempertahankan keseimbangan tubuh pada posisi yang baru.

Kokhlea membentuk bagian anterior labirin, terletak di depan vestibula.


Berbentuk seperti rumah siput, berupa saluran berbentuk spiral yang terdiri dari 2
¾ lilitan, mengelilingi bentukan kerucut yang disebut mediolus. Penampang
melintang kokhlea menunjukkan bahwa kokhlea terdiri dari tiga saluran yang
berisi cairan. Tiga saluran tersebut adalah:
 Saluran vestibular (skala vestibular): di sebelah atas mengandung perilimfe,
berakhir pada tingkap jorong.
 Saluran tympani (skala tympani): di sebelah bawah mengandung perilimfe
berakhir pada tingkap bulat.
 Saluran kokhlear (skala media): terletak di antara skala vestibular dan skala
tympani, mengandung endolimfe.
Di antara saluran vestibulum dengan saluran tengah terdapat membran
Reissner, sedangkan di antara saluran tengah dengan saluran timpani terdapat
membran basiler. Dalam saluran tengah terdapat suatu tonjolan yang dikenal
sebagai membran tektorial yang paralel dengan membran basiler dan ada di
sepanjang koklea. Sel sensori untuk mendengar tersebar di permukaan membran
basiler dan ujungnya berhadapan dengan membran tektorial. Dasar dari sel
pendengar terletak pada membran basiler dan berhubungan dengan serabut saraf
yang bergabung membentuk saraf pendengar. Bagian yang peka terhadap
rangsang bunyi ini disebut organ Korti.
Pada membran basilaris inilah terdapat indra pendengar, yaitu organ corti.
Sel reseptor bunyi pada organ ini berupa sel rambut yang didimpingi oleh sel
penunjang. Akson-akson dari sel-sel rambut menyusun diri membentuk cabang
kokhlear dari saraf vestibulokokhlear (saraf kranial ke VIII) yang menghantarkan
impuls saraf ke pusat pendengaran/ keseimbangan di otak.
Getaran suara dapat sampai pada organ corti melalui lintasan sebagai berikut:
Getaran suara memasuki liang telinga → Menekan membran tympani → melintas
melalui tulang-tulang pendengaran → Menekan tingkap jorong → Menimbulkan
gelombang pada jaringan perilimfe → Menekan membran vestibularis dan skala
14
basilaris → merangsang sel-sel rambut pada organ corti. Di sinilah mulai terjadi
pembentukan impuls saraf.

Cara kerja indra pendengaran :


Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan
gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela
oval. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang
ada di dalam saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan menggerakkan
membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah.
Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan
membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran
timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela
bundar. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput
basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika
rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls).
Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada
organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat
pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran.

Susunan dan Cara Kerja Alat Keseimbangan


Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran
setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ
keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus.

15
Ujung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut
ampula yang berisi reseptor, sedangkan pangkalnya berhubungan dengan
utrikulus yang menuju ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor
keseimbangan. Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari
kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang
berbentuk kubah. Alat ini disebut kupula. Saluran semisirkular (saluran setengah
lingkaran) peka terhadap gerakan kepala.
Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok
sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu
butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada
rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.

Gbr. Alat-alat keseimbangan pada telinga

16
3. INDERA PERABA ( KULIT )
Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk
sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.

1. Susunan Kulit
Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam
atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf.
Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar,
pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah
atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum
granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan
kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen
hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman,
atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut
stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk
disebut stratum korneum.
Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang
terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat
kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis
membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan
pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga
berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot

17
penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut
dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak
yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari
kerusakan mekanik.

2. Fungsi Kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan
tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka
terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan
reseptorreseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke
daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh
dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya
terletak di dekat epidermis.
Indra peraba merupakan indera yang sederhana, umumnya tersebar pada
kulit mamalia dan sedikit sekali pada vertebrata rendah. Kepekaan peraba pada
manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir.

Klasifikasi reseptor antara lain:


 Berdasarkan tipe energi khusus atau kepekaan terhadap modalitas tertentu
1. Termoreseptor (peka terhadap perubahan suhu).
2. Mekanoreseptor (peka terhadap sentuhan dan tekanan).
3. Kemoreseptor (peka terhadap perubahan kimiawi).
4. Osmoreseptor (peka terhadap perubahan tekanan osmotik).

 Berdasarkan sumber rangsangan


1. Ekteroreseptor, terletak pada permukaan tubuh dan berespons terhadap
rangsangan eksterna atau luar.
2. Proprioreseptor, berespons terhadap perubahan posisi dan pergerakan
terutama berhubungan dengan sistem muskuloskeletal.
3. Interoreseptor, terletak pada visera/ alat dalam dan pembuluh darah.

 Berdasarkan morfologi
1. Badan terakhir yang bebas/ terbuka (tanpa kapsul) yang tak berhubungan
dengan tipe sel lainnya.
18
2. Badan akhir yang berkapsul (korpuskular) yang mengandung unsur bukan
saraf di samping saraf badan akhir saraf.

Reseptor-reseptor yang terletak di alat indera peraba antara lain :


 Ujung Saraf Bebas
Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung akhir saraf bebas pada
banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor sensorik utama dalam kulit. Serat
akhir saraf bebas ini merupakan serat saraf yang tak bermielin, atau serat saraf
bermielin berdiameter kecil, yang semua telah kehilangan pembungkusnya
sebelum berakhir, dilanjutkan serat saraf terbuka yang berjalan di antara sel
epidermis. Sebuah serat saraf seringkali bercabang-cabang banyak dan mungkin
berjalan ke permukaan, sehingga hampir mencapai stratum korneum. Serat yang
berbeda mungkin menerima perasaan raba, nyeri dan suhu. Sehubungan dengan
folikel rambut, banyak cabang serat saraf yang berjalan longitudinal dan
melingkari folikel rambut dalam dermis.
Beberapa saraf berhubungan dengan jaringan epitel khusus. Pada
epidermis berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa oral, akhir saraf
membentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau korpuskel merkel). Badan
ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak juluran sitoplasma. Seperti
mekanoreseptor badan ini mendeteksi pergerakan antara keratinosit dan
kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan jaringan ikat di
bawahnya. Telah dibuktikan bahwa beberapa diskus merkel merespon rangsangan
getaran dan juga resepor terhadap dingin.

 Korpuskulus Peraba (Meissner)


Korpuskulus peraba (Meissner) terletak pada papila dermis, khususnya
pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia. Bentuknya silindris, sumbu
panjangnya tagak lurus permukaan kulit dan berukuran sekitar 80 mikron dan
lebarnya sekitar 40 mikron. Sebuah kapsul jaringan ikat tipis menyatu dengan
perinerium saraf yang menyuplai setiap korpuskel. Pada bagian tengah korpuskel
terdapat setumpuk sel gepeng yang tersusun transversal. Beberapa sel saraf
menyuplai setiap korpuskel dan serat saraf ini mempunyai banyak cabang mulai
dari yang mengandung mielin maupun yang tak mangandung mielin. Korpuskulus

19
ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan diskriminasi/ pembedaan dua titik
(mampu membedakan rangsang dua titik yang letaknya berdekatan).

 Korpuskulus Berlamel (Vater Pacini)


Korpuskulus berlamel (vater pacini) ditemukan di jaringan subkutan pada
telapak tangan, telapak kaki, jari, puting, periosteum, mesenterium, tendo,
ligamen dan genetalia eksterna. Bentuknya bundar atau lonjong, dan besar
(panjang 2 mm, dan diameter 0,5 – 1 mm). Bentuk yang paling besar dapat dilihat
dengan mata telanjang, karena bentuknya mirip bawang.
Setiap korpuskulus disuplai oleh sebuah serat bermielin yang besar dan
juga telah kehilangan sarung sel schwannya pada tepi korpuskulus. Akson saraf
banyak mengandung mitokondria. Akson ini dikelilingi oleh 60 lamela yang
tersusun rapat (terdiri dari sel gepeng). Sel gepeng ini tersusun bilateral dengan
dua alur longitudinal pada sisinya.

Korpuskulus ini berfungsi untuk menerima rangsangan tekanan yang dalam.

 Korpuskulus Gelembung (Krause)


Korpuskulus gelembung (krause) ditemukan di daerah mukokutis (bibir
dan genetalia eksterna), pada dermis dan berhubungan dengan rambut. Korpuskel
ini berbentuk bundar (sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron. Mempunyai
sebuah kapsula tebal yang menyatu dengan endoneurium. Di dalam korpuskulus,
serat bermielin kehilangan mielin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi dengan
sel schwann. Seratnya mungkin bercabang atau berjalan spiral dan berakhir
sebagai akhir saraf yang menggelembung sebagai gada. Korpuskel ini jumlahnya
semakin berkurang dengan bertambahnya usia.
Korpuskel ini berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin.

 Korpuskulus Ruffini
Korpuskulus ini ditemukan pada jaringan ikat termasuk dermis dan
kapsula sendi. Mempunyai sebuah kapsula jaringan ikat tipis yang mengandung
ujung akhir saraf yang menggelembung. Korpuskulus ini merupakan
mekanoreseptor, karena mirip dengan organ tendo golgi.
Korpuskulus ini terdiri dari berkas kecil serat tendo (fasikuli intrafusal)
yang terbungkus dalam kapsula berlamela. Akhir saraf tak bermielin yang bebas,
20
bercabang disekitar berkas tendonya. Korpuskulus ini terangsang oleh regangan
atau kontraksi otot yang bersangkutan juga untuk menerima rangsangan panas.

Spindel Neuromuskular

Gambar macam-macam reseptor peraba pada kulit manusia.

21
4. INDERA PENCIUMAN ( HIDUNG )

Indra pembau berfungsi untuk menerima bau suatu zat terlarut dalam udara
atau air. Reseptor pembau terletak pada langit-langit rongga hidung, pada bagian
yang disebut epitelium olfaktori. Epitelium olfaktori terdiri dari sel-sel reseptor
dan sel-sel penyokong. Sel resptor olfaktori berbentuk silindris dan mempunyai
filamen-filamen seperti rambut pada permukaan bebasnya. Akson sel olfaktorius
berjalan menuju bulbus olfaktorius pada sistem saraf pusat. Sel-sel olfaktorius
didampingi oleh sel-sel penunjang yang berupa sebaris sel-sel epitel silindris
berlapis banyak semu.
Dalam lamina propria tunika mukosa penciuman, selain terdapat banyak
pembuluh darah dan saraf, ditemukan juga kelenjar-kelenjar jenis tubulo alveolar
dengan sel-sel seromukosa yang dengan PAS-positif. Saluran ekskresi kelenjar ini
bermuara ke epitel permukaan dan aliran ekskresinya terus-menerus
membersihkan bagian apikal sel-sel penciuman. Dalam hal ini senyawa-senyawa
yang merangsang rasa penciuman secara tetap disingkirkan, jadi mempertahankan
reseptor-reseptor selalu dalam keadaan siap menerima stimulus yang baru.
Pembau dan pengecap saling bekerja sama, sebab rangsangan bau dari
makanan dalam rongga mulut dapat mencapai rongga hidung dan diterima oleh
reseptor olfaktori. Keadaan ini akan terganggu ketika kita sakit pilek, di mana
hubungan antara rongga hidung dan rongga mulut terganggu, sehingga uap
22
makann dari makanan di mulut tidak dapat mencapai rongga hidung dan makanan
seakan-akan kehilangan rasanya.

Bagian-bagian hidung manusia


Hidung manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang sama besar yang
di sebut dengan Nostril. Dinding pemisah di sebut dengan septum, septum terbuat
dari tulang yang sangat tipis. Rongga hidung di lapisi dengan rambut dan
membran yang mensekresi lendir lengket.
Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi untuk mengalirkan udara dari
luar ke tenggorokan menuju paru paru. Rongga hidung ini di hubungkan dengan
bagian belakang tenggorokan. Rongga hidung di pisahkan oleh langit-langit mulut
kita yang di sebut dengan Palate.
Mucous membrane berfungsi mengahangatkan udara dan
melembabkannya. Bagian ini membuat mucus (lendir atau ingus) yang berguna
untuk menangkap debu, bagkteri, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapat
merusak paru-paru.

Terdapat 3 fungsi Rongga Hidung, antara lain :


a. Dalam hal pernafasan, udara yang diinspirasi melalui rongga hidung akan
menjalani tigs proses yaitu penyaringan (filtrasi), penghangatan, dan
pelembaban. Penyaringan dilakukan oleh membran mukosa pada rongga
hidung yang sangat kaya akan pembuluh darah dan glandula serosa yang
mensekresikan mukus cair untuk membersihkan udara sebelum masuk ke
Oropharynx. Penghangatan dilakukan oleh jaringan pembuluh darah yang
sangat kaya pada ephitel nasal dan menutupi area yang sangat luas dari rongga
hidung. Dan pelembaban dilakukan oleh concha, yaitu suatu area penonjolan
tulang yang dilapisi oleh mukosa.
b. Epithellium olfactory pada bagian meial rongga hidung memiliki fungsi dalam
penerimaan sensasi bau.
c. Rongga hidung juga berhubungan dengan pembentukkan suara-suara fenotik
dimana ia berfungsi sebagai ruang resonansi.

Sel pembau mempunyai tonjolan ujung dendrit yang terletak pada selaput
lendir hidung. Ujung lainnya berupa tonjolan akson membentuk berkas yang

23
disebut saraf otak I (nervus olfaktorius). Saraf ini akan menembus tulang tapis,
masuk ke dalam otak, kemusian bersinaps dengan neuron traktus olfaktorius pada
bulbus olfaktorius.
Zat yang memiliki sifat bau berupa uap atau gas mencapai reseptor bau
melalui udara inspirasi. Zat ini dapat larut dalam lendir pada selaput lendir
hidung, sehingga terjadi pengikatan zat dengan protein membran pada dendrit.
Kemudian timbul impuls yang dijalarkan dari saraf otak I ke traktus olfaktorius,
lalu menuju otak untuk :
1. Diinterpretasikan di korteks otak pada daerah bau primer.
2. Dihubungkan dengan pusat lainnya, misalnya dengan pust muntah bila
mncium bau-bauan yang tidak enak, dengan hipotalamusuntuk sekresi
ludah dan perasaan lapar.
3. disimpan dikorteks otak sebagai memori.

Alat pencium terdapat dalam rongga hidung dari ujung saraf otak nervus
olfaktorius, serabut saraf ini timbul pada bagian aas selaput lendir hidung dikenal
dengan olfaktori. Nervus olfaktorius dilapisi oleh sel-sel yang sangat khusus yang
mengeluarkan fibril-fibril yang sangat halus tenalin dengan serabut-serabut dari
bulbus olfaktorius yang merupakan otak terkecil, saraf olvakorius terletak di atas
lempeng tulang etnoidalis.
Konka nasalis terdiri dari lipatan selaput lendir. Pada bagian puncaknya
terdapat saraf-saraf pembau. Kalau kita bernafas lewat hidung dan kita mencium
bau suatu udara, udara yang kita hisap melewati bagian atas dari rongga hidung
melalui konka nasalis. Pada konka nasalis terdapat tiga bagian karang hidung :
• Konka nasalis superior
• Konka nasalis media
• Konka nasalis inferior

Di sekitar rongga hidung terdapat rongga-rongga yang disebut sinus para


nasalis yang terdiri dari :
• Sinus maksilaris (rongga tulang hidung)
• Sinus sfenoidalis (rongga tulang baji)
• Sinus frontalis (rongga nasalis inferior)
24
Sinus ini diliputi oleh selaput lendir. Jika terjadi peradanagn pada rongga
hidung, lendir-lendir dari sinus para nasalis akan keluar. Jika tidak dapat mengalir
ke luar akan menjadi sinusitis.

Cara kerja alat penciuman (hidung) manusia


Indera penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul di
udara. Dia atap rongga hidung terdapat olfactory epithelium yang sangat sensitif
terhadap molekul-molekul bau, karena pada bagian ini ada bagian pendeteksi
bau(smell receptors). Receptor ini jumlahnya sangat banyak ada sekitar 10 juta.
Ketika partikel bau tertangkap oleh receptor, sinyal akan di kirim ke the
olfactory bulb melalui saraf olfactory. Bagian inilah yang mengirim sinyal ke
otak dan kemudian di proses oleh otak bau apakah yang telah tercium oleh hidung
kita, apakah itu harumnya bau sate padang atau menyengat nya bau selokan.

25
5. INDERA PERASA ( LIDAH )

Lidah atau jihva adalah bagian dan tubuh yang terletak di rongga mulut.
Lidah ini terdiri atas otot tetapi tidak ada tulang di dalamnya. Dia mampu
bergerak sendiri, tidak seperti lengan atau tungkai yang ada tulangnya. adalah
kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan
makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap
yang banyak memiliki struktur tunas pengecap dan juga untuk berbicara.. Lidah
juga turut membantu dalam tindakan bicara.Struktur lainnya yang berhubungan
dengan lidah sering disebut lingual, dari bahasa Latin lingua atau glossal dari
bahasa Yunani.
Lidah berhubungan erat dengan indra pengecap. Lidah sebagian besar
lidah terdiri dari dua otot, yaitu otot instrinsik dan otot ekstrinsik. Lidah
melakukan tugasnya yaitu mengaduk-aduk makanan, menekannya pada langit-
langit dan gigi, dan akhirnya mendorongnya masuk faring.
Lidah terletak pada dasar mulut, sementara pembuluh darah dan urat saraf
masuk dan keluar pada akarnya. Ujung serta pinggiran lidah bersentuhan dengan
gigi bawah, sementara dorsum merupakan permukaan melengkung pada bagian
atas lidah. Bila lidah digulungkan maka akan terlihat bagian bawahnya yang

26
disebut frenulum linguae, sebuah struktur ligamen halus yang mengaitkan bagian
posterior lidah pada dasar mulut. Bagian anterior lidah bebas tidak terkait. Bila
dijulurkan maka ujung lidah meruncing, dan bila terletak tenang di dasar mulut,
maka ujung lidah berbentuk bulat.

Struktur
Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang
hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis.
Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.Lidah
memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila.
Terdapat tiga jenis papila yaitu:
1. papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus;
2. papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf
V di belakang lidah;
3. papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur.

Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila
folliata pada hewan pengerat. Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada
di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel
pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk
menopang.

Bagian-bagian dari lidah :


• Radiks lingua, pangkal lidah
• Dorsum lingua, punggung lidah
• Apeks lingua, ujung lidah

27
Fungsi Lidah

28
Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan
kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi
dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor
pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel
sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut. Tunas pengecap adalah bagian
pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan
sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong
berfungsi untuk menopang.

Bagian Perasa Lidah:


Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh
lidah di tempat yang berbeda-beda. Letak masing-masing rasa berbeda-beda yaitu:

1. Rasa Asin ( Salty )


Rasa asin di lidah terletak pada ujung lidah ( belakang rasa manis ),
samping kiri dan kanan lidah. rasa asin diperlukan untuk setiap fungsi tubuh, dan
rasa gurih dapat membantu kita mengindentifikasikan makannan yang kaya akan
protein. Rasa asin relatif lebih disukai ( identik dengan zat elektrolit yang
dibutuhkan tubuh, gurih ). Porsi rasa asin juga relatif cukup besar. Filosofi ini
kurang lebih sama dengan rasa manis.

2. Rasa Manis ( Sweet )


Rasa manis terdapat pada ujung lidah. Rasa manis membantu kita untuk
mengenalkan makanan yang menyehatkan atau kaya kalori dan rasa manis itu
memiliki porsi terbesar. Maksudnya porsi terbesar adalah setitik rangsang manis
yang sedikit biasanya belum cukup membuat rasa manis itu terasa oleh lidah kita.
Harus dengan jumlah yang banyak, baru rasa manis itu akan muncul. Ini
disebabkan oleh karena rasa manis itu umumnya dimiliki oleh sumber energi. Jadi
dengan rasa manis yang harus dirangsang dengan jumlah banyak, akhirnya mau
tidak mau, energi yang sangat kita butuhkan juga masuk dalam jumlah banyak.

3. Rasa Asam / Asem ( Sour )


Rasa asam di lidah terletak di samping kiri dan kanan sedikit lebih ke
belakang rasa asin. Rasa asam relatif kurang disukai karena identik dengan sifat

29
iritatif dari rasa asam itu. Porsi yang dibutuhkan rasa asam sudah mulai kecil.
Sedikit rangsang asam masuk, kita sudah langsung merasakannya dan bisa dengan
cepat mengeluarkannya. Ini menguntungkan bagi tubuh, dengan sifat itu tubuh
jadi sedikit terlindung dari sifat negatif iritatif asam tadi. Hal ini juga sesuai
dengan gambaran sosial manusia. Sikap jelek itu kadang cepat sekali dirasakan
oleh lingkungan kita. Walaupun intensitasnya kecil.

4. Rasa Pahit / Pait ( Bitter )


Rasa pahit itu terletak paling belakang/ pangkal lidah. Rasa pahit memiliki
kebutuhan porsi yang paling kecil. Sedikit saja rasa pahit masuk, lidah langsung
merasa tidak nyaman dan mengeluarkannya. Ini sangat menguntungkan bagi
tubuh karena rasa pahit itu identik dengan zat-zat toxic. Bayangkan Jika rasa
pahit membutuhkan porsi besar, dan baru bisa kita rasa jika rangsangan yang
masuk sudah cukup banyak, berarti tubuh kita sudah terlanjur kemasukan zat-zat
toksik dalam jumlah banyak dan kita terlambat meresponnya. Ketika toksik sudah
masuk, efeknya susah dihilangkan
Ada beberapa orang yang mempunyai “dunia rasa” yang berbeda-beda,
misalnya ada yang menukai pedas, ataupun ada yang tidak. Itu semua dipengaruhi
oleh faktor genetis yang berbeda-beda dan budaya sendiri-sendiri. Para peneliti
telah membuktikan bahwa di Amerika masyarakatnya adalah Supertaster yang
merasakan cabe, jahe sangat pedas sekalih begitu juga dengan gula mereka
meresakan sangat manis sekalih. Berbeda dengan Taster, mereka merasakan jahe
dan cabai biasa saja begitu juga dengan rasa yang lain. Ini disebabkan oleh jumlah
papila yang berbeda.

Lidah dan Organ Tubuh


30
Menurut Ayurveda, lidah ini erat sekali kaitannya dengan organ tubuh
bagian dalam. Oleh karena organ bagian dalam sulit dilihat dan diperiksa dan luar,
maka dengan memeriksa lidah ataü jihva dapat juga membantu menegakkan
diagnosis yang tepat. Hal ini dimungkinkan karena prana, elan vital atau energi
vital berada serta bergerak pula di seluruh bagian lidah. Gerakan prima ini sesuai
dengan keadaan organ di bagian dalam tubuh. Perubahan warna, penebalan atau
penipisan bagian tertentu dan lidah menunjukkan adanya kelainan atau gangguan
pada organ tertentu dalam tubuh. Jika dilihat dan segi bentuk, maka ujung lidah
merupakan cerminan keadaan di tubuh bagian atas. Bagian tengah dan pangkal
lidah sebagai refleksi tubuh bagian yang lebih di bawahnya. Oleh sebab itu,
perubahan yang terjadi pada ujung lidah pada umumnya menunjukkan adanya
gangguan pada organ tubuh bagian atas, terutama di daerah dada. Makin ke
belakang, pada pangkal lidah menandakan adanya gangguan pada organ tubuh
bagian bawah atau perut bawah, yakni usus besar dan rektum. Dengan keahlian
jihva pariksha atau memeriksa lidah secara seksama disertai pengetahuan yang
mendalam tentang perubahan warna dan bentuk lidah serta keterkaitannya dengan
organ dalam tubuh, maka para Balian akan dapat mengetahui hal berikut:
1. Menderita jvara (demam) atau tidak
2. Peningkatan salah satu unsur tri dosha.
3. Peningkatan dua atau tiga dan unsur tri dosha.
4. Dapat disembuhkan atau tidak penyakit yang sedang dideritanya.

Kenaikan unsur vatta menyebabkan lidah mati rasa dan retak, serta lidah
bentuknya seperti daun saka (sayuran). Bila lidah berwarna merah (rakta), merasa
seperti terbakar, tertutup daun sedang tumbuh, menandakan. ada kenaikan unsur
pitta. Lidah yang berwarna putih (sukia, sita), terasa berat, tebal, amat dingin,
diselimuti lapisan tebal, menandakan ada kenaikan unsur kapha.
Titik-titik atau bagian putih pada lidah dapat menjadi tanda-tanda beberapa
kondisi medis:
• Efek samping dari antibiotik
• Candidiasis
• Debauch
• Dehidrasi

31
• Leukoplakia
• Keratosis faringis

Jika ketiga unsur tri dosha yang meningkat bersamaan, lidah akan
berminyak, paridagdha (seperti terbakar), kasar, srastanga (bergaris) dan sphutita
(retak yang dalam). Gangguan yang terjadi pada alat-alat dalam tubuh dapat juga
dilihat tanda-tandanya pada lidah. Jika lidah berwarna kuning (pita) ini
menandakan ada gangguan pada organ hati yakrt). Gangguan pada jantung
(hrdaya) menyebabkan lidah berwarna biru (syama). Kelainan yang terjadi di
pinggir kiri-kanan ujung (depan) lidah, menandakan ada gangguan pada organ
paru (pupphusa). Bila di bagian kiri-kanan pangkal (belakang) lidah ada kelainan,
suatu tanda ada gangguan pada ginjal (vrkka). Kelainan yang terjadi pada pinggir
lidah tetapi letaknya di antara ujung dan pangkal lidah, jika di tepi kanan pertanda
ada gangguan pada liati (yakrt), kalau di pinggir kiri menunjukkan ada gangguan
pada organ limpa (plihan).
Bila ada seläput yang menutupi permukaan lidah, menunjukkan bahwa alat
pencernaan keracunan. Adanya selaput yang menutupi bagian permukaan tengah
lidah dan ujung depan ke belakang, tanda ada gangguan berupa penimbunan racun
pada organ jantung (hrdaya), lambung (aniasaya) dan usus sampai rektum
(pakvasaya). Jika hanya bagian belakang lidah saja yang tertutupi oleh selaput,
menandakan ada timbunan racun di usus, besar (sthulantram). Apabila ada
lekukan seperti bekas gigi di tepi lidah menunjukkan adanya gangguan pada
penyerapan di usus. Jika pada pemeriksaan tampak ada garis yang tajam pada
bagian tengah lidah menandakan terjadi gangguan pada tulang belakang. Bila
garis ini tampak berkelak-kelok berarti ada kelainan bentuk atau deformitas dari
tulang belakang. Dengan pelatihan yang tekun akan menambah kepekaan untuk
mengenali setiap perubahan yang terjadi pada lidah sehingga jihva pariksha ini
akan sangat bermanfaat dalam membantu menegakkan diagnosis suatu penyakit
yang diderita oleh seseorang.
Setiap gangguan yang terjadi pada organ dalam tubuh manusia akan terjadi
juga perubahan warna dan/atau sensitivitas pada bagian tertentu dan permukaan
lidah. Gangguan organ yang berada di dalam dada, seperti jantung dan paru akan
terlihat pada permukaan daerah ujung lidah. Jika terjadi gangguan pada organ

32
yang berada di dalam rongga perut, yakni lambung, usus, hati, pankreas, limpa
atau lien, dan ginjal akan tampak adanya perubahan warna dan/atau sensitivitas
pada daerah pangkal permukaan lidah. Contohnya, bila terjadi gangguan pada
hati, maka pada permukaan lidah sebelah kanan akah tampak terjadi perubahan
warna ataü sensitivitas (rasa mengecap berubah). Perubahan warna pada
permukaan lidah erat pula kaitannya dengan perubahan unsur tri dosha (kapha,
pitta, vata) di dalam tubuh. Warna keputih-putihan pada permukaan lidah
menandakan unsur kapha atau cairan di dalám tubuh terganggu keseimbangannya.
Jika warna lidah kemerah-merahan atau kuning-kehijauan, berarti ada gangguan
pada unsur pitta, yakni gangguan metabolisme. Kalau permukaan lidah berwarna
hitam kecoklat-coklatan pertanda ada gangguan pada unsur vata (udara, gas).
Lidah yang tampak pucat berarti ada penurunan jumlah dhatu rakta (butir darah
merah).

6. Jelaskan yang dimaksud : Glositis, media rhomboid glositis, dan fissure


tangoe, sertakan gambar!

a. Glossitis

33
Pengertian
Glositis adalah suatu keradangan pada lidah. Glossitis bisa bisa terjadi akut
atau kronis. Penyakit ini juga merupakan kondisi murni dari lidah itu sendiri atau
merupakan cerminan dari penyakit tubuh yang penampakannya ada pada lidah.
Biasanya kondisi ini bisa menyerang pada semua tingkatan usia. Tetapi
nampaknya kelainan ini sering menyerang pada laki- laki dibandingkan pada
wanita.

Penyebab
Terdapat beberapa penyabab dari glossitis sini, bisa lokal maupun
sistemik.
♦Penyebab local
Bakteri dan infeksi virus dapat merupakan penyebab lokal dari glossitis.
Trauma atau iritasi mekanis dari sesuatu yang terbakar, gigi atau peralatan gigi
merupakan penyebab lokal yang lain. Iritasi lokal seperti dari tembakau, alkohol
dan makanan yang pedas ataupun makan yang berbumbu dapat juga menciptakan
kondisi glossitis ini. Suatu reaksi alergi dari pasta gigi, obat kumur dan bahan
bahan lain yang diletakkan di dalam mulut merupakan salah satu penyebab lokal.
♦Penyebab sistemik
Glossitis sistemik merupakan hasil dari kelainan nutrisi, penyakit kulit dan
infeksi sistemik.Seseorang dengan kekurangan gisi atau malnutrisi atau kurangnya
asupan vitamin B dalam dietnya juga menyebablkana glossitis ini terbentuk.
Penyakit kulit seperti oral lichen planus, erythema multiforme, aphthous ulcers,
dan pemphigus vulgaris juga bisa menyebabkan glossitis. Infeksi seperti syphilis
dan human immunodeficiency virus ( HIV ) kemungkinan memberikan tanda

34
bahwa glossitis ini merupakan gejala yang pertama kali akan muncul nantinya.
Kadangkala penyebab dari glossitis ini adalah keturunan.
Suatu pemeriksaan yang mendalam merupakan hal yang perlu dilakukan
guna untuk mendapatkan penyebab dari glossitis ini secara pasti.Kadangkala bila
penyebabnya tidak jelas dan tidak ada kemajuan setelah dilakukan
perawatan,maka perlu dilakukan biopsi.PAda beberapa kasus,glositis akan
menyembuh pada pasien dengan rawat jalan. Kadangkala rawat inap diperlukan
bila pembengkakan pada lidah ini membesar dan menghalangi jalannya udara
yang kita hisap.

Tanda dan gejala


Tanda dan gejala dari glossitis in bervariasi oleh karena penyebab yang
bervariasi pula dari kelainan ini, tanda dasar kelainan ini adalah :
- Lidah menjadi berubah warnanya dan terasa nyeri.Warna yang dihasilkan
bervariasi dari gelap merah sampai dengan merah terang.
- Lidah yang terkena mungkin akan terasa nyeri dan menyebabkan sulitnya untuk
mengunyah, menelan atau untuk bercakap cakap.
- Lidah yang mempunyai kelainan ini permukaannya akan terlihat halus.Terdapat
beberapa ulserasi atau borok yang terlihat pada lidah ini.

Pengobatan dan pencegahan


Perawatan dari glosotis ini tergantung dari kasusnya. Antibiotics
dipergunakan bila kelainan ini melibatkan bakteri. Bila penyebabnya adalah
defisiensi gisi, maka diperlukan supplement yang memadai yaitu harus diberikan
zat besi yang merupakan ciri defisiensi utama dari glossitis ini. Pembengkakan
dan rasa tidak nyaman di mulut dilakukan pemberian obat obatan yang diberikan
secara oral. Obat kumur yaitu campuran setengah teh baking soda dan dicampur
dengan air hangat akan membantu keadaan ini. Bila pembengkakan dirasakan
parah,bisa diberikan kortokosteroid. Diet cari nampaknya harus diberikan pada
seseorang dengan glossitis ini.

Kebersihan rongga mulut merupakan hal yang harus dilakukan. Sikat gigi
dan penggunaan dental floss atau benang gigi merupakan suatu keharusan, juga
jangan lupa untuk membersihkan lidah selepas makan.kemudian kunjungi dokter
35
gigi secara teratur. Jangan gunakan bahan bahan obat atau makanan yang
merangsang lidah untuk terjadi iritasi atau agent sensitisasi.Bahan bahan ini
termasuk makanan yang panas dan beralkohol. Kemudian juga hentikan merokok
dan hindari penggunaan tembakau dalam jenis apapun. Dan sebaiknya segera
konsultasi ke dokter bila gangguannya bertambah parah. Bila lidah sudah
mengkalangi jalan nafas oleha karena proses enlargement, bila hal ini terjadi
mutlak diperlukan perawatan yang lebih intensif.

Macam-macam Radang Lidah :

1. Radang Lidah Akut ( Glossitis Akut )


Terjadi akibat tergigit, tersengat lebah, sebagai komplikasi penyakit-
penyakit lain, pada anemia pernisiosa, anemia defisiensi besi dengan Sindrom
Plummer Vinson atau Sindrom Paterson Kelly (atrofi selaput lendir mulut, anemia
dan disfagia ) dan pada moniliasis.
2. Radang Lidah Kronik
a. Geographic Tounge
Lidah seperti peta, tampak garis-garis putih akibat terlepasnya lapisan mukosa
( lender ) dari tempatnya. Biasanya terjadi pada anak-anak.
b. Hairy Tounge
Tampak area berwarna lebih merah di tengah lidah dengan permukaan seperti
berambut yang disebabkan oleh papilla filiformis yangf sangat hipertrofi dan
tumbuh memanjang berlebihan. Warna menjadi kehitaman karena ada makanan
pada bagian yang berambut atau karena pengaruh rokok. Banyak terjadi pada
penderita AIDS.
c. Glossitis Tuberculosa
Terjadi karena dahak yang ikut tertelan pada penderita tuberkulosa sehingga
Mycobacterium tuberculosa tumbuh di lidah. Berupa tukak-tukak di pinggir atau
pangkal lidah, di gusi dan bagian dalam pipi. Mikroskopis, ada jaringan granulasi
yang khas dengan nekrosis, sel-sel epiteloid yg membentuk tuberkel & sel datia
langhans. Primer jarang terjadi pd mulut dan biasanya sekunder.
d. Glossitis Luetica
Berupa ulkus pada lidah, biasanya disebabkan oleh Treponema pallidum.
Stadium I-III sama dengan stomatitis luetika. Stadium I ditandai chancre durum di
36
mulut. Stadium II ditandai dengan terjadinya mucous patches dan bercak-bercak
berbentuk macula pada lidah. Pada stadium III dapat berbentuk gumma pada lidah
dan palatum. Jika gumma sembuh akan diganti jaringan ikat (Lingua Lobulata ).
Selain itu, dapat terjadi glossitis intertisialis ( lidah kaku dan keras akibat fibrosis
luas yang disertai sclerosis ) yang menyebabkan permukaan lidah menjadi licin
karena atrofi pada papilla filiformis.
e. Atropic Glossitis
Atropic glossitis seringkali disebabkan oleh kondisi gizi seseorang yang buruk.
Pada kasus ini, pecandu alcohol yang dietnya kekurangan asam folat dan vitamin
B lainnya ditunjukkan dengan merahnya lidah dengan berkurangnya papila
filiform atau papila yang berbentuk seperti benang halus.

a. media Rhomboid glossitis

Pembentukan lidah dibentuk dari 2 proses sampingan ( penyorotan jaringan )


dimana bertemu di tengah-tengah dan bergabung, dari depan ke belakang. Di
hampir seluruh manusia penggabungan ini komplit tetapi terkadang
penggabungan ini tidak komplit dan tanpa gejala luka seperti gambar di atas. DI
sebagian kasus, struktur ini cenderung terjangkit ragi sariawan, Candida albicans.
Infeksi ini tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi menyebabkan radang atau
kemerahan dan anatomi permukaan lidah berbeda dari yang normal di area lidah
bagian tengah. Tidak ada perawatan yang penting dalam luka ini. Hal ini dianggap
hal yang normal. Luka ini terkadang akan berkurang sementara bila diobati
dengan Nystatin atau Diflucan.

37
b. Fissure Tongue

gambar fissure tongue gambar geographic tongue

Fissure tongue jarang terdapat pada anak. Fissure tongue terdapat pada pada
pasien kretinisme dan mongol. Terdapat pada dorsum lidah, simetris memanjang.
Menurut Robinson hal ini terjadi oleh karena defisiensi Vitamin B Compleks.
Permukaan lidah tidak licin dan sering timbul inflamasi (peradangan).
Fissured tongue, juga dikenal sebagai scrotal tongue dengan karakteristik ada
lipatan dan retakan / celah di permukaan lidah. Retakan atau celah kedalamannya
bervariasi dan biasanya memanjang dan bercabang-cabang dari lekuk tengah
seperti gambar diatas. Kondisi ini tidak menyebabkan gejala, tidak karena unsur
makanan, runtuhan di kedalamandari retakan / celah menyebabkna glossitis ringan
( peradangan pada lidah ). Ini dianggap sebagai hal yang wajar dalam anatomi
lidah.
Geographic Tongue (mirip fissure tongue)
Sering dijumpai. Etiologi : tidak diketahui
- Menurut BURKET oleh karena infeksi fungi dan bakteri
- Lapisan keratin papilla mengalami desquamasi dan inflamasi dari korium.
- Terjadi pewarnaan merah halus dan dibatasi oleh papilla filiformis pada dorsum
lidah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2007.fissure tongue. http://www.google.com.Diakses tgl 1Juni2009.

38
Anonim.2007.glositis. http://www.google.com.Diakses tgl 1Juni2009.

Anonim.2008.Indera penciuma. http://www.google.com.Diakses tgl 1Juni2009.

Anonim.2008.Indera pendengaran. http://www.google.com.Diakses tgl


2Juni2009.

Anonim.2008.Indera penglihatan. http://www.google.com.Diakses tgl 1Juni2009.

Anonim.2008.Indera peraba http://www.google.com.Diakses tgl 1Juni2009.

Anonim.2008.Indera perasa. http://www.google.com.Diakses tgl 2Juni2009.

The embryonic tongue is formed by two lateral processes (tissue projections)


which meet in the middle and fuse, from front to back. In most people this fusion
is complete, but occasionally, the fusion is incomplete, and an asymptomatic
(without symptoms) lesion like the one above is formed. In many cases, this
39
structure tends to be infected with the thrush yeast, Candida albicans. This
infection is also painless, but it causes an atrophic inflammation (redness and the
loss of normal surface anatomy) in the immediate area. No treatment is
necessary for this lesion. It is considered normal anatomy. The lesion will
sometimes recede temporarily when treated with Nystatin or Diflucan®

. also known as scrotal tongue is characterized by folds and fissures in the dorsal
(top) surface of the tongue. The fissures are of variable depth and usually extend
laterally from a median groove as is pictured above. This condition does not
cause any symptoms, unless food particles and debris lodge in the depths of the
fissures causing a mild glossitis (inflammation of the tongue). It is considered to
be a normal form of tongue anatomy.

40