Anda di halaman 1dari 3

PASCA KONSELING DAN TES HIV

SUKARELA (KTS)

No. Dokumen :
No.Revisi :
SOP Tanggal
:
Terbit
Halaman :

UPT PUSKESMAS
SUTOJAYAN
Drg.DESI NUR ARIANA
NIP.197712252005012009
1. PENGERTIAN Konseling dan Tes Sukarela dilakukan dalam rangka penegakan
diagnosis HIV dan AIDS, untuk mencegah sedini mungkin terjadinya
penularan atau peningkatan kejadian infeksi HIV dan pengobatan lebih
dini. Konseling pasca tes adalah diskusi antara konselor dengan klien
atau antara pemberi pelayanan kesehatan dengan pasien, bertujuan
menyampaikan hasil tes HIV klien serta membantu pasien/klien
beradaptasi dengan hasil tesnya

2. TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melaksanakan


konseling pasca tes HIV secara sukarela di Puskesmas Sutojayan
3. KEBIJAKAN SK Kepala Puskesmas Nomor : 188/102/409.104.24/SK/2019 tentang
program dan pembentukan tim penanggulangan hiv-aids di puskesmas
4. REFERENSI a. Peraturan Menteri Kesehatan tentang pedoman Pelaksanaan
Konseling dan Tes HIV No. 74 Tahun 2014
b. Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2016 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan

5. ALAT & BAHAN Alat :


1. ATK

Bahan :
1. Handsanitizer
2. Formulir KTS HIV
3. Lembar Balik HIV
4. Hasil Laboratorium HIV
5. Buku Register
6. Status Pasien/Rekam Medik

6. TAHAPAN 1. Memanggil pasien untuk masuk ruangan konseling


2. Meminta pasien untuk mencuci tangan menggunakan
handsanitizer
3. Memperhatikan komunikasi non verbal saat pasien memasuki
ruang konseling
4. Menanyakan kesiapan pasien untuk menerima hasil tes
5. Mengkaji ulang secara singkat dan menanyakan keadaan umum
pasien
6. Menanya kesiapan pasien untuk menerima hasil tes
- Apabila pasien menyatakan sudah siap menerima hasil tes
maka konselor menawarkan membaca hasil bersama pasien
- Apabila pasien belum siap, konselor memberi dukungan
kepada pasien untuk menerima hasil tes dan memberi waktu
sampai pasien menyatakan siap.
7. Menyampaikan secara lisan hasil tentang HIV
8. Memberi kesempatan pasien membaca hasil
9. Menjelaskan kepada pasien tentang hasil tes HIV
10. Memberi kesempatan dan ventilasikan keadaan emosi pasien
dan menerapkan manajemen reaksi

Bila hasil tes reaktif :


1. Memeriksa apa yang diketahui tentang hasil tes
2. Berikan dukungan
3. Berikan informasi pentingnya perawatan
4. Tentukan stadium klinis
5. Lakukan skrining TB
6. Rujuk untuk pemeriksaan CD4
7. Penyiapan rujukan untuk pengobatan ARV
8. Pesan pencegahan positif
9. Menawarkan VCT kepada pasangan pasien
10. Apabila pasien sudah merasa jelas maka konseling ditutup
11. Konselor mengisi form pasca konseling

Bila hasil tes non reaktif :


1. Mendiskusikan kemungkinan pasien masih berada dalam
periode jendela
2. Memastikan pasien memahami hasil tes yang diterima dan
pengertian periode jendela
3. Menjelaskan kebutuhan untuk melakukan tes ulang dan
pelayanan VCT bagi pasangan
4. Menjelaskan upaya penurunan resiko yang dapat dilakukan
5. Memberi kesempatan kepada pasien menanyakan hal-hal yang
belum diketahuinya
6. Apabila pasien sudah merasa jelas maka konseling ditutup
7. Memotivasi agar melakukan perilaku yang aman
8. Membuat perjanjian untuk kunjungan ulang bila dibutuhkan

7.UNIT TERKAIT Poli umum, laboratorium, poli KIA

8.DOKUMEN Dokumen Eksternal


TERKAIT
9.BAGAN ALIR
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN
No Yang dirubah Isi Perubahan Tagl.Mulai diberlakukan