Anda di halaman 1dari 14

Sosialisasi Pedoman Pelayanan

Kesehatan Keluarga di Era


Adaptasi Kebiasaan Baru

N. Nurlina Supartini, S.Kp, MPH


Kepala Subdit Kesehatan Lansia
Dit. Kesehatan Keluarga – Kemenkes RI
INDONESIA MENUJU STRUKTUR PENDUDUK TUA (PENUAAN POPULASI)
PIRAMIDA PENDUDUK , 2015-2045
2019 2025 2035 2045

Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045, BPS

UHH DAN HALE DI INDONESIA TAHUN 2017


UHH/LE: 71,5

UHH
SEHAT/
HALE: 62,7

Sumber: Litbangkes, 2017


3,7% (941.478 lansia) membutuhkan
Perawatan Jangka Panjang (PJP/LTC)

Sumber: Riskesdas, 2018

Jumlah orang yang Demensia di Indonesia :


1,2 juta (2015) diperkirakan akan meningkat menjadi 4 juta (2050)
Sumber : Survey Meter
Lansia: Kelompok yang rentan karena
penurunan sistem imunitas tubuh &
cenderung multipatologis sehingga
lebih berisiko terpapar / kematian
karena COVID-19

Sumber: Data Laporan Covid dalam Angka Kementerian Kesehatan 15 Agustus 2020
LANSIA

Pra Lansia
PERSENTASE LANSIA MENURUT
STATUS TINGGAL BERSAMA, 2019

2,66
9,38 Mayoritas Lansia tinggal
bersama keluarga
(Tiga Generasi dan keluarga)
20,03 40,64
Bersama 3 Generasi POTENSI LANSIA DALAM KELUARGA
Bersama Keluarga
Bersama pasangan
Peran dalam Berperan dalam
Tinggal Sendiri pengambilan pengasuhan
Lain-lain Keputusan bayi/anak

27,3 Keluarga: Mendukung, mendampingi,


merawat lansia dengan penuh kasih sayang
Sumber : BPS, SUSENAS Maret 2019
 Peraturan Baru
 Gaya hidup baru
 Kebiasaan Baru
Cuci tangan /
Hand sanitizer Jaga jarak
Gunakan masker
hindari kerumunan
PRINSIP
PROTOKOL KESEHATAN
→ ADAPTASI KEBIASAAN
Daya tahan tubuh, istirahat BARU Konsumsi gizi seimbang
cukup, olah raga, kelola
stress

Perilaku hidup bersih &


sehat, disinfeksi lingkungan
Kelola penyakit komorbid &
memperhatikan kelompok rentan
STRATEGI PELAYANAN KESEHATAN LANSIA
PADA SITUASI PANDEMI COVID-19
PESAN BAGI
PESAN BAGI
KEBIJAKAN MASYARAKAT DAN LANSIA
TENAGA KESEHATAN
• TUNDA pelaksanaan Posyandu • Lakukan sosialisasi tentang • Lansia agar menjauhi keramaian,
Lansia sampai ada kebijakan menjaga lansia dari penularan kerumunan, kegiatan sosial.
pengaturan dari Pemerintah Covid-19 kepada lansia dan
Pusat dan Pemda dengan • Sedapat mungkin jaga agar lansia
keluarga/ pengasuh. tetap berada di rumah / senior living
menerapkan protokol Covid-19
• Pastikan kecukupan obat bagi / panti wreda
• TUNDA pemeriksaan kesehatan
rutin pada lansia kecuali kondisi lansia agar lansia dapat minum • Dukung lansia agar tetap melakukan
darurat obat secara teratur aktifitas fisik dan kegiatan yang
• Sebagaimana penyakit kronis • Memberi bimbingan kepada menyenangkan
pelayanan obat bagi peserta keluarga /pendamping lansia • Jaga kondisi lingkungan tetap
program rujuk balik (PRB) untuk lakukan isolasi mandiri jika BERSIH, AMAN dan NYAMAN,
untuk kebutuhan 2 bulan lansia atau anggota keluarga ventilasi dan cahaya matahari cukup
• Penyuluhan kesehatan, mengalami gejala demam/batuk
pemantauan berkala dilakukan • Makan makanan dengan gizi
• Memberikan prioritas pada seimbang, bila perlu minum
via telepon atau secara online
lansia di dalam pelayanan multivitamin
• Kunjungan rumah bila
diperlukan • Cukup istirahat dan tidur, minimal
6-8 jam
PELAYANAN KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN
DALAM GEDUNG
Triase Pasien • Pemanfaatan Tele-registrasi
• Bila tidak tersedia teleregistrasi maka faskes melakukan skrining kepada
semua pengunjung rawat jalan (demam, batuk, pilek, demam, sesak
napas, riwayat kontak dengan tersangka Covid-19 atau terkonfirmasi
positif Covid-19 atau riwayat perjalanan

Pengaturan • Penyediaan jalur prioritas bagi Lansia (mulai : registrasi, poli,


Alur Pelayanan pengambilan obat di apotik, dll)
Pengaturan waktu dan • Ruang pelayanan Lansia diupayakan 1 lantai dan berada di lantai dasar
tempat pelayanan • Mensosialisasikan jadwal pelayanan Lansia
• Media KIE di faskes mengingatkan pengunjung melakukan physical
distancing dan menjaga kebersihan tangan
• Ruang rawat inap Lansia diharapkan dipisahkan dengan ruang rawat inap
pasien lain
• Nakes yang melayani Lansia adalah yang sehat
• Menyediakan telekonsultasi
PELAYANAN KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN
DALAM GEDUNG

PELAYANAN • OBAT RUTIN LANSIA DENGAN PENYAKIT DEGENERATIF/KRONIS


DIBERIKAN SELAMA 2 BULAN SESUAI SE DIREKTUR JAMINAN
FARMASI PELAYANAN KESEHATAN BPJS NOMOR 14 TAHUN 2020 TENTANG
PELAYANAN KESEHATAN BAGI PESERTA JKN SELAMA MASA
PENCEGAHAN COVID-19
• MENYEDIAKAN LAYANAN ANTAR OBAT

Koordinasi dan • penyediaan tensimeter digital bagi lansia klien Perawatan Jangka
kerjasama LS, Panjang (PJP/LTC),
ormas, dunia • thermometer digital bagi lansia,
usaha • penyediaan APD bagi tenaga Kesehatan/petugas panti wredha,
• penyediaan dan pemanfaatan jaringan telekomunikasi untuk
pemantauan kesehatan lansia, dan kegiatan lainnya.
• Kebijakan pembatasan kunjungan ke panti
• Penyediaan Media KIE tentang PHBS (CTPS) dan physical distancing
• Penyiapan menu makanan → buatan dapur panti, lansia makan dikamar masing-
masing (meminimalkan kontak fisik)
• Petugas panti berkoordinasi dengan puskesmas atau Dinkes setempat untuk
pemeriksaan skrining Covid-19 bagi semua penghuni panti (termasuk petugas)
• Pastikan lansia memiliki asuransi Kesehatan dan buat jejaring rujukan dengan
fasilitas kesehatan
• Untuk lansia yang melakukan isolasi mandiri (sesuai anjuran dokter): siapkan kamar
tersendiri yang jauh dengan kamar penghuni panti lainnya dan sediakan kebutuhan
dasar lansia setiap hari
• Alat Pelindung Diri (APD) yang dapat digunakan petugas panti → APD level 1:
sarung tangan, masker bedah, penutuh kepala, baju kerja dan alas kaki khusus
KANAL INFORMASI PANDUAN COVID-19 TERKAIT KESEHATAN LANSIA
https://bit.ly/PanduanDitKesgaEraCOVID19
Buku Panduan
dan Media KIE

S.E. Dirjen Kesmas


No. HK.02.02/II/509/2020
Tentang Pelayanan Kesehatan
Keluarga di Era Pandemi Covid19
#KeluargaSayangLansia,KeluargaBahagia

Anda mungkin juga menyukai