Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM FARMAKOLOGI II

SISTEM LOKOMOTORIUS

TUJUAN
Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan:
1. Struktur dan anatomi tulang, otot, dan sendi yang merupakan komponen utama sistem
lokomotorius
2. Fungsi tulang, otot, dan sendi
3. Lokasi jaringan otot
4. Karakteristik ketiga tipe otot manusia, yaitu otot skelet, otot jantung, dan otot polos
5. Mekanisme kontraksi otot

PENDAHULUAN
Sistem Lokomotorius
Secara umum, tubuh kita terdiri dari tiga macam otot, yaitu otot skelet, otot polos, dan otot jantung.
Perbedaan utama karakteristik ketiga otot tersebut terletak pada tipe kontraksi, jumlah inti dan letak
inti, serta ada atau tidaknya intercalated disc dan kontrol oleh sistem saraf. Selain terdiri dari jaringan
otot, pada otot terdapat pula saraf dan pembuluh darah.

Gerakan tubuh pada dasarnya ditimbulkan oleh peristiwa kontraksi dan relaksasi otot oleh adanya
perubahan biokimia pada sel otot. Pemendekan/kontraksi ini memerlukan energi. Energi untuk
kontraksi atau pergerakan otot dapat diperoleh dari senyawa berenergi tinggi yaitu kreatin fosfat, atau
dari hasil fermentasi atau respirasi selular.

Dalam menghasilkan suatu gerakan, 3 komponen lokomotorius yang terlibat, yaitu otot, tulang, dan
sendi. Sendi merupakan bagian di antara dua tulang. Bergantung pada tipe jaringan yang
menghubungkan kedua tulang, sendi diklasifikasi berdasarkan dapat atau tidaknya sendi itu digerakan.
Sendi sinovial adalah sendi yang dapat bergerak bebas, sedangkan sutura adalah contoh sendi yang
tidak dapat digerakan, dan sendi antara tulang rusuk dan sternum atau sendi pada tulang-tulang
pelvickadalah sendi yang hanya dapat sedikit bergerak.

Secara in vitro, pergerakan otot dapat diamati pada otot terisolasi dengan pemberian stimulasi berupa
aliran listrik. Bergantung pada frekuensi dan kekuatan stimulus yang diberikan, akan diperoleh tipe
kontraksi sumasi, trepe, dan tetani.

Sistem Lokomotorius
ALAT DAN BAHAN
Bahan : Larutan Ringer yg mengandung:

NaCl 6,50 g
KCl 0,14 g
CaCl2 0,12 g
NaH2PO4 0,01 g
NaHCO3 0,20 g
Air suling ad 1 liter

Air es

Air hangat

Alat : Skeleton (gambar kerangka Alat pemanas dan pendingin


manusia)

Alat peraga/ gambar yg Meja bedah hewan


menunjukkan otot
superfisial penting pada
manusia


Seperangkat alat pencatat, Stimulator dengan elektroda yang
yang terdiri dari: dapat dihubungkan dengan otot
yang diisolasi
• Kimograf
• Statif dengan 3 tangkai:
tangkai untuk klem
femur, untuk pengikat
tendon sekaligus
penulis pada kimograf,
dan untuk signal
magnet.
Jarum Kait jantung (kait kecil

Alat bedah Beban 10-100 g

Benang kasur

Hewan Percobaan : Tulang paha ayam Katak

PROSEDUR
A. Anatomi
• Tulang
1. Amati tulang ayam yang tersedia, identifikasi bagian-bagian berikut dan gambarkan pada buku
saudara.
• Epifisis
• Rongga medula
• Tulang batu karang (cancellous)
• Tulang pejal (kompak)
• Diafisis
• Metafisis
• Sumsum tulang
• Hilum
2. Amati gambar skeleton yang tersedia. Identifikasi dan beri nama tulang-tulang penting yang
ditunjukkan pada Gambar 4.9.
Gambar 4.9. Skeleton Manusia

1. ___________________ 2. ___________________ 3. ___________________


4. ___________________ 5. ___________________ 6. ___________________
7. ___________________ 8. ___________________ 9. ___________________
10. ___________________ 11. ___________________ 12. ___________________
13. ___________________ 14. ___________________ 15. ___________________
16. ___________________ 17. ___________________ 18. ___________________
19. ___________________ 20. ___________________ 21. ___________________
• Otot
a. Pengenalan beberapa otot kranial dan otot fasial
1) Tunjukkan pada alat peraga/gambar otot-otot berikut :
o Otot auricularis
o Otot frontalis
o Otot corrugator supercilli
o Otot quadratus labii superior
o Otot zygomaticus
o Otot orbicularis oris
o Otot nasalis

2) Otot-otot manakah yang terlibat dalam ekspresi muka berikut ini:


o Meringis
o Merengut
o Menaikkan hidung
o Mengerutkan bibir ke atas
o Mengerutkan dahi

b. Pengenalan beberapa otot superfisial tubuh


Pada alat peraga/gambar yang tersedia, tunjukkan di mana letak otot-otot berikut ini dan
ceritakan fungsi dari masing-masing otot tersebut:
o Otot o Otot branchioradialis o Otot fleksor
sternocleidomastoid
o Otot biceps brachii o Otot gastrocnemius o Otot soleus
o Otot quadriceps femoris o Otot gluteus maximus o Otot peroneus
o Otot serratus anterior o Otot sartorius o Otot pectoralis
o Otot triceps brachii o Otot ekstensor o Otot deltoideus
o Otot rectus abdominis

c. Anatomi otot skelet


1) Struktur anatomi makro otot
Lengkapi anatomi makro otot skelet seperti pada Gambar 4.10. Temukan bagian-bagian berikut:
o Epimisium o Endomisium o Tendon
o Perimisium o Fesikulus o Serabut otot
Gambar 4.10. Anatomi Makro Otot Skelet
1. ______________________________ 11. ______________________________
2. ______________________________ 12. ______________________________
3. ______________________________ 13. ______________________________
4. ______________________________ 14. ______________________________
5. ______________________________ 15. ______________________________
6. ______________________________ 16. ______________________________
7. ______________________________ 17. ______________________________
8. ______________________________ 18. ______________________________
9. ______________________________ 19. ______________________________
10. ______________________________ 20. ______________________________

2) Struktur anatomi mikro otot skelet dan myofibril


Tuliskan bagian-bagian anatomi mikro otot seperti pada Gambar 4.11 dan struktur miofibril pada
Gambar 4.12. Temukan bagian-bagian berikut:
o Filamen tipis o Sarkolema o Pita A o Tubulus T
(aktin)
o Filamen tebal o Sarkoplasma o Pita I o Retikulum
(myosin) sarkoplasma
o Garis Z o Sarkomer o Nukleus o Zona H

Gambar 4. 11. Anatomi Mikro Otot Skelet


1. ____________________________ 6.
______________________________
2. ____________________________ 7. ______________________________
3. ____________________________ 8. ______________________________
4. ____________________________ 9. ______________________________
5. ____________________________ 10. ______________________________
Gambar 4.12. Struktur Myofibril Otot Skelet

1. ____________________________ 6. ______________________________
2. ____________________________ 7. ______________________________
3. ____________________________ 8. ______________________________
4. ____________________________ 9. ______________________________
5. ____________________________

3) Struktur neuromuscular junction


Tuliskan bagian-bagian suatu neuromuscular junction seperti tampak pada Gambar 4.13.
Temukan bagian-bagian berikut:
o Celah sinaptik o Akson terminal
o Vesikel sinaptik o Reseptor asetilkolin
Gambar 4.13. Struktur Neuromuscular Junction

1. _____________________ 5. _____________________ 8. _____________________


2. _____________________ 6. _____________________ 9. _____________________
3. _____________________ 7. _____________________ 10. _____________________
4. _____________________

Pertanyaan/Diskusi
1) Bagaimanakah kontraksi otot skelet terjadi?
2) Apa fungsi ATPase? Dan di manakah terdapat enzim ini?
3) Apa fungsi asetilkolin dalam kontraksi otot?
4) Apa pula fungsi asetilkolin esterase?
5) Apakah yang terjadi pada otot seandainya tidak ada asetilkolinesterase?
6) Kapan otot menghasilkan asam laktat?
7) Apakah yang terjadi jika otot kelimpahan asam laktat?

B. Gerakan-gerakan Tubuh
Otot dapat menghasilkan berbagai bentuk gerakan dengan adanya berbagai bentuk tulang dan
sendi. Gambar 4.14 menunjukkan berbagai gerakan utama tubuh.
Seorang praktikan memeragakan gerakan-gerakan seperti pada Gambar 4.14 Praktikan yang lain
dalam kelompok yang sama menentukan tipe gerakan yang diperagakan.
Gambar 4.14. Gerakan Utama Tubuh
1. _____________________ 4. _____________________ 7. _____________________
____ ____ ____
2. _____________________ 5. _____________________ 8. _____________________
____ ____ ____
3. _____________________ 6. _____________________ 9. _____________________
____ ____ ____

C. Fisiologi
• Kontraksi isometrik dan isotonik
1. Dengan rileks, letakkan tangan saudara pada meja, telapak tangan menghadap ke atas.
Tempatkan sebuah buku di atas telapak tangan kemudian buat ancang-ancang untuk
mengangkat buku itu.
2. Amati permukaan anterior lengan atas saudara selama saudara membuat ancang-ancang.
3. Nyatakan tipe kontraksi yang terjadi, apakah kontraksi yang terjadi merupakan kontraksi
isometrik atau isotonik?
4. Letakkan lengan bawah sekali lagi dengan rileks pada meja dengan telapak tangan menghadap
ke atas.
5. Tempatkan beberapa buku di atas telapak tangan saudara, atau beban lain yang sedemikian
beratnya sehingga tidak mungkin terangkat oleh tangan saudara.
6. Buatlah ancang-ancang untuk mengangkat dan rasakan serta amati apa yang terjadi pada otot
pada lengan atas saudara.
Amati apa yang terjadi pada otot biseps saudara. Adakah Saudara melihat pemendekan dari
biceps branchii ?
Tipe kontraksi manakah yang terjadi? Kontraksi isometrik atau isotonik?

• Percobaan menggunakan otot katak


Untuk percobaan berikut, akan digunakan otot yang diisolasi dari katak. Untuk itu katak yang
digunakan dianestesi dulu atau dideserebrasi. Karena otot yang terisolasi tidak dapat
mempertahankan sifat fungsionalnya untuk waktu yang lama, maka harus diperhatikan agar semua
alat sudah tersedia dan tersusun, serta proses isolasi hendaknya dilakukan dalam waktu yang
sesingkat mungkin.

a. Inaktivasi katak
1. Anestesi katak dengan eter
2. Deserebrasi :
i. Peganglah katak dengan satu tangan dan dengan telunjuk tekanlah kepalanya ke bawah
sehingga membentuk sudut 90 dengan tubuhnya.
ii. Temukan suatu lekukan pada batas kepala dengan tubuhnya dengan cara meraba.
iii. Tusukkan jarum bedah dengan tangan lainnya melalui foramen magnum pada lekukan
tersebut ke dalam rongga kranial dan dorong jarum bedah tersebut ke arah ke muka
dan ke bawah. Putarkan jarum mengelilingi rongga kranial.
b. Isolasi otot gastroknemius katak
1. Guntinglah kulit dari bagian posterior pinggul katak yang telah didesebrasi kemudian kuliti
seluruh kakinya, dengan jalan menariknya dengan pinset atau jari tangan dengan cepat.
2. Pisahkan otot-otot paha dari tulang paha (femur) dengan memperhatikan jangan sampai otot
gastroknemiusnya ikut terlepas dari tulang paha.
3. Carilah tendon achilles pada bagian distal gastroknemius.
4. Bebaskan tendon tersebut dari jaringan di sekitanya, kemudian ikatkan kawat pada bagian
atas dari tendon tersebut. Potong/gunting tendon tersebut sehingga terlepas dari tulang
tumit.
5. Potong tulang paha kira-kira pada bagian tengahnya.
6. Pisahkan juga otot gastronekmius dari tulang tibia dan fibula.
7. Preparat yang diperoleh dari prosedur ini merupakan otot gastrokmius dengan tendonnya,
serta sebagian tulang femur.
8. Pasang femur pada klem femur yang tersedia dan ikatkan tali tendon achilles pada pengungkit
(pengumpil).
Harus diingat bahwa preparat (otot terisolasi) harus senantiasa basah oleh larutan Ringer.

Kontraksi tunggal (kejangan) dengan bagian-bagiannya


Penentuan nilai ambang kejangan
i. Stimulator yang digunakan adalah stimulator yang dapat memberikan kejutan tunggal
selama lebih kurang 10 detik, dengan tegangan yang dapat ditingkatkan.
ii. Kimograf diputar dengan kecepatan lambat.
iii. Berikanlah kejutan-kejutan tunggal pada otot terisolasi tersebut mulai dengan
tegangan listrik 0 volt.
iv. Setiap kali pemberian stimulus, tegangan ditingkatkan sehingga diperoleh tegangan
terkecil yang mampu menimbulkan kejangan pada otot.
Pada tegangan ini dikatakan tercapai nilai ambang kejangan.
v. Naikkan terus tegangan pada kejutan-kejutan berikutnya, sehingga diperoleh kontraksi
maksimum dari otot tersbut. Respon yuang diberikan adalah respon maksimal

Kontraksi tunggal dan bagian-bagiannya


i. Preparat yang digunakan adalah otot yg sudah diisolasi
ii. Putarlah kimograf dengan kecepatan tinggi sehingga tiap kontraksi memberikan
gambar yang lebar.
iii. Berikan stimulus tunggal pada otot.
iv. Amati profil kontraksi yang tercatat pada kimograf.
v. Salinlah pada kertas Saudara gambar
• Periode laten
• Periode kontraksi
• Periode relaksasi
• Satu kejangan tunggal penuh

Pengaruh beban terhadap kerja otot


i. Tempatkan suatu wadah beban menggantung pada tangkai pengumpil (pengungkit).
Kimograf dalam keadaan diam.
ii. Berikan stimulus tunggal maksimum pada otot. Lihat gambaran yang terjadi.
iii. Tempatkan beban 10 g pada wadah. Putar kimograf dengan tangan (beberapa derajat).
Berikan stimulus maksimal lagi.
iv. Tambahkan beban setiap kali 10 g sampai dengan 100 g atau sampai tidak terjadi lagi
respon.
v. Amati gambaran yg terjadi. Ukur tinggi kontraksi yang terjadi setiap penambahan
beban, kemudian lengkapi tabel berikut.

Beban (g) Tinggi kontraksi (cm) Usaha (dyne)


10
20
30
dst
Keterangan : usaha = beban x tinggi kontraksi

Pengaruh suhu terhadap kontraksi otot


i. Sebuah otot gastroknemius direndam dalam larutan Ringer yang dingin
ii. Angkat otot tersebut sesudah beberapa lama, kemudian pasangkan pada klem dan
pengumpil.
iii. Pertahankan senantiasa kelembaban dan suhu rendah dari preparat otot tersebut
dengan membasahinya dengan larutan Ringer dingin.
iv. Berikan stimulus tunggal dengan gambaran kontraksi yang terjadi dicatat pada
kimograf yang berputar dengan kecepatan tinggi.
v. Selanjutnya basahi otot tersebut dengan larutan Ringer hangat (±30 C).
vi. Setelah 3 sampai 5 menit penghangatan, berikan lagi stimulus dan catat kontraksinya
pada kimograf.
vii. Bandingkan kedua jenis gambaran kontraksi yang diperoleh.

Pengaruh peningkatan frekuensi stimulus terhadap kontraksi otot


i. Pasanglah kimograf dengan kecepatan rendah.
ii. Pasang juga stimulator pada stimulus maksimal.
iii. Berikan 6-8 kali stimulasi pada otot terisolasi dengan kecepatan stimulasi 2-3
stimulus/detik.
iv. Amati gambaran kontraksi yang terjadi.
v. Pindahkan jarum penulis pada bagian lain kimograf, kemudian pasanglah kimograf
pada kecepatan sedang dan stimulator pada stimulasi maksimal.
vi. Berikan stimulus dengan kecepatan meningkat: mulai dari 1 stimulus/detik, meningkat
menjadi 2, 3, 4, 5, 7, 10 dan 20 stimulus/detik.
vii. Berikan stimulus terus-menerus sampai terjadi keletihan otot.
viii. Amati gambaran kontraksi yang terjadi. Bahaslah kejadian-kejadian tersebut.

Kontraksi otot jantung


i. Bius atau inaktivasikan seekor katak dengan eter.
ii. Telentangkan katak tersebut pada meja bedah, ikat kaki-kakinya.
iii. Gunting/potong kulit dan otot pada bagian thoraks.
iv. Gunting/potong tulang dadanya (sternum) sehingga terlihat perikardiumnya.
v. Pasang kail kecil dengan mengaitkannya pada bagian ventrikel jantung secara hati-hati
sehingga tidak merusak atau melubangi dinding jantung.
vi. Hubungkan kait tersebut dengan jarum penunjuk kimograf melalui sebuah kawat.
vii. Jalankan kimograf yang telah dihitamkan dengan asap.
viii. Amati pola kontraksi otot jantung (EKG normal).
ix. Salin atau gambarkan gerakan/denyut jantung yang diperoleh secara skematik pada
kertas gambar.
x. Tentukan bagian-bagian yang menunjukkan:
• Kontraksi atrial,
• Awal relaksasi atrial,
• Kontraksi ventrikel,
• Relaksasi ventrikel
• Dan tahap/gambaran mana yang menunjukkan sistol dan diastol jantung

Pertanyaan/Diskusi
Lengkapi Gambar 4.15.

Gambar 4.15. Peristiwa yang Terjadi Pada Kontraksi Otot


(a) Tahap-tahap saat kontraksi akan dimulai:
1. _______________________________________________________________
2. _______________________________________________________________
3. _______________________________________________________________
4. _______________________________________________________________
5. _______________________________________________________________
(b) Tahap-tahap saat kontraksi akan berakhir:
6. _______________________________________________________________
7. _______________________________________________________________
8. _______________________________________________________________
9. _______________________________________________________________
10. _______________________________________________________________

Anda mungkin juga menyukai