Anda di halaman 1dari 21

JURNAL PRAKTIKUM

TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA-SEMISOLIDA STERIL (FA 3102)

Injeksi Lignocaine HCl

Kelompok : N-5

Shift : Kamis

Anggota :

Natasha Belvani (10718100)


Diah Fardesia (10718054)
Aristo Hakisa Rendra (10718055)
Nada Nurul Husna (10718056)

LABORATORIUM STERIL

PROGRAM STUDI SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI

SEKOLAH FARMASI

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2020
JURNAL PRAKTIKUM
TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA-SEMISOLIDA STERIL (FA 3131)

KELOMPOK : N-5 SHIFT : Kamis


SOAL : INJEKSI LIGNOCAINE HCL

I. Pendahuluan
Menurut Farmakope Indonesia Edisi V (2014), injeksi adalah larutan yang
diberikan secara parenteral, dimana larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu
atau lebih zat kimia yang terlarut, misal: terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang
sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Karena diberikan secara
parenteral, maka injeksi harus memenuhi 5 persyaratan sediaan parenteral, yaitu
sterilitas, bebas pirogen, bebas kontaminan partikulat, isotonis, dan pH. Pada praktikum
ini, akan dibuat injeksi small volume parenteral dosis ganda pada vial dengan
menggunakan zat aktif lignocaine hydrochloride atau lidokain hidroklorida.
Berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi V (2014), Injeksi Lignocaine
Hydrochloride atau Lidokain Hidroklorida adalah larutan steril lidokain hidroklorida dalam
air untuk injeksi atau larutan steril yang dibuat dari lidokain dengan penambahan asam
klorida P dalam air untuk injeksi. Mengandung lidokain hidroklorida C 14H22N2O.HCl.H2O,
tidak kurang dari 95.0% dan tidak lebih dari 105.0% dari jumlah yang tertera pada etiket.
Lidokain hidroklorida berfungsi sebagai anestesi lokal, yang memiliki mekanisme
kerja menstabilkan membran neuronal dan menghambat pergerakan ion Na+ yang
diperlukan untuk konduksi impuls.
Menurut Martindale edisi 36 halaman 1864, dosis lidokain hidroklorida sebagai
anestesi lokal berbeda-beda tergantung situs injeksi dan prosedur saat digunakan,
dengan dosis maksimum sekali pakai adalah 300 mg. Untuk anestesi lokal intravena,
dosis yang digunakan adalah larutan lidokain hidroklorida 0,5% 50 - 300 mg. Untuk
anestesi infiltrasi percutaneous, dosis yang digunakan adalah 5 - 300 mg. Untuk
sympathetic nerve block, dosis yang digunakan adalah 50 mg untuk cervical block dan 50
- 100 mg untuk lumbar block. Untuk peripheral nerve block, dosis yang digunakan adalah
225 - 300 mg untuk brachial plexus block dan 100 mg untuk paracervical block.
II. Preformulasi Zat Aktif
Zat Aktif (Lignocaine HCl)

Struktur Kimia

Pemerian Serbuk hablur; putih; tidak berbau; rasa sedikit pahit (FI V Halaman
776).

Kelarutan Sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol; larutan dalam
kloroform; tidak larut dalam eter (FI V Halaman 776).

pH pH larutan 0,5% : 4,0 - 5,5 (The Pharmaceutical Codex ed 12


halaman 938)
pH sediaan : Antara 5.0 dan 7.0 (FI V Halaman 776), 4 - 5.5
(Martindale ed 28 Halaman 902).
pH stabilitas : stabil dalam jangkauan pH yang luas, namun memiliki
stabilitas maksimum pada pH 3 - 6 (Trissel edisi 15)

Titik leleh 74° hingga 79°C (The Pharmaceutical Codex ed 12 halaman 938).

Stabilita
· Panas Stabil dalam keadaan padat dan dalam larutan walaupun dalam
keadaan pH yang ekstrim dan suhu tinggi. Titik leleh 74-79oC (The
Pharmaceutical Codex ed 12 halaman 938).

· Hidrolisis
Terhidrolisis menjadi 2,6-xylidine dan N,N-diethylglycine namun sangat
lambat. Jika terjadi dekomposisi, lebih mudah dihidrolisis oleh asam
daripada basa (The Pharmaceutical Codex ed 12 Halaman 938).

Disimpan di wadah yang tertutup dan tidak terpapar cahaya (The


· Cahaya
Pharmaceutical Codex ed 12 Halaman 938).
Tidak dapat terdegradasi dengan reaksi oksidasi, (The Pharmaceutical
. Oksidasi Codex ed 12 Halaman 938).

Kesimpulan :

Bentuk zat aktif yang digunakan (basa/asam/garam/ester) : garam lidokain HCl (


C14H22N2O.HCl BM : 270,80) (FI V Halaman 776).

Bentuk sediaan (lar/susp/emulsi/serbuk rekonstitusi/krim/salep) : Larutan (injeksi)

Cara sterilisasi sediaan: sterilisasi akhir (autoklaf pada suhu 121oC selama 15 menit)

Kemasan: Wadah dikemas dalam vial 50 ml (dosis ganda), sebaiknya dari kaca Tipe I. (FI
V Halaman 766).

III. Permasalahan Farmasetika dan Solusinya

Permasalahan Farmasetik Solusi

Sediaan injeksi harus steril Dilakukan sterilisasi akhir dengan autoklaf suhu
121oC selama 15 menit

Sediaan dibuat multiple dose Digunakan pengawet metil paraben

pH sediaan Lignocaine HCl 5 - 7 dan Digunakan dapar sitrat (Na3Sitrat-Na2HSitrat)


perlu dipertahankan untuk mempertahankan pH dan pH adjustment

Sediaan harus isotonis Ditambahkan zat pengisotonis yaitu NaCl,


karena dapat membuat sediaan menjadi isotonis
dengan cairan tubuh

Sediaan harus bebas partikulat Dilakukan filtrasi membran berukuran 0.45 µm


dan 0.22 µm
IV. Formulasi dan Perhitungan Tonisitas/Osmolaritas dan Dapar
A. Tonisitas
Metode : ekivalensi NaCl
Perhitungan:

Jumlah NaCl yang harus ditambahkan agar larutan 50 ml isotonis jika tidak ada zat lain =
0,9% x 50 ml = 0,45 gram

Zat Jumlah Ekivalensi dengan NaCl


(dalam 1
vial)

Lignocaine HCl 0,5% x 50 E = 0,22


ml = 0,25 Ekivalensi 1 gram Lignocaine HCl = 0,22 gram NaCl
gram Maka,
Ekivalensi 0,25 gram Lignocaine HCl = 0,055 gram
NaCl

Methylparaben 0,1% x 50 Nonelektrolit, maka Liso = 1,9


ml = 0,05 E = 17 x Liso/BM = 17 x 1,9/152,15 = 0,2123
gram Ekivalensi 1 gram Metilparaben = 0,2123 gram NaCl
Maka,
Ekivalensi 0,05 gram Metilparaben = 0,011 gram NaCl

Na2HSitrat 0,177 gram Elektrolit Univalent-Divalent, maka Liso = 4,3


E = 17 x Liso/BM = 17 x 4,3/236,09 = 0,31
Ekivalensi 1 gram Na2HSitrat = 0,31 gram NaCl
Maka,
Ekivalensi 0,45 gram Na2HSitrat = 0,055 gram NaCl

Na3Sitrat 0,077 gram Elektrolit Univalent-Trivalent, maka Liso = 5,2


E = 17 x Liso/BM = 17 x 5,2/258,06 = 0,343
Ekivalensi 1 gram Na3Sitrat = 0,343 gram NaCl
Maka,
Ekivalensi 0,077 gram Na3Sitrat = 0,026 gram NaCl

Maka, jumlah NaCl yang harus ditambahkan agar larutan dalam 1 vial 50 ml isotonis adalah
= 0,45 - (0,055 + 0,011 + 0,055 + 0,026) = 0,303 gram = 303 mg

B. Osmolaritas
Tidak dilakukan perhitungan osmolaritas karena sediaan yang dibuat merupakan sediaan small
volume parenteral.
C. Dapar

Jenis Dapar Dapar Sitrat

Target pH 6,0 (Rentang pH sediaan Injeksi Lignokain


HCl 5,0 - 7,0)

Kapasitas Dapar 0,01

Perhitungan:

Diketahui:
- Volume sediaan = 50 ml
- pKa = 6,40
- Ka = 3,98 x 10-7
- pH = 6,0
- [H+] = 10-6
- BM Na2Hsitrat = 236,09 g/mol
- BM Na3sitrat = 258,06 g/mol

Dengan Persamaan Henderson-Hasselbalch, maka :

[𝑁𝑎3 Sitrat]
pH = pKa + 𝑙𝑜𝑔
[𝑁𝑎2 HSitrat]
[𝑁𝑎3 Sitrat]
6 = 6,4 + 𝑙𝑜𝑔
[𝑁𝑎2 HSitrat]
[𝑁𝑎3 Sitrat]
-0,4 = 𝑙𝑜𝑔
[𝑁𝑎2 HSitrat]
[Na3Sitrat] = 0,398 [Na2HSitrat]

Jika C adalah konsentrasi total komponen dapar, maka

C = [Na3Sitrat] + [Na2HSitrat]
= 0,398[Na2HSitrat] + [Na2HSitrat]
= 1,398[Na2HSitrat]

Karena Kapasitas Dapar yang akan digunakan = 0,01, maka

Kapasitas Dapar = 2,303. C . { (Ka.[H+])/(Ka + [H+])2 }


0,01 = 2,303 . 1,398[Na2HSitrat] . { 3,98 x 10-7 x 10-6)/(3,98 x 10-7 + 10-6)2 }
0,01 = 0,6556[Na2HSitrat]
[Na2HSitrat] = 0,015 M
Mol Na2HSitrat = 0,015 M x 0,05 L = 7,5 x 10-4 mol
Gram Na2HSitrat = 7,5 x 10-4 mol x 236,09 gram/mol = 0,177 gram (dalam 1 vial 50 ml)

[Na3Sitrat] = 0,398[Na2HSitrat]
= 0,398 x 0,015 M = 5,97 x 10-3 M
Mol Na3Sitrat = 5,97 x 10-3 M x 0,05 L = 2,985 x 10-4 mol
Gram Na3Sitrat = 2,985 x 10-4 mol x 258,06 gram/mol = 0,077 gram (dalam 1 vial 50 ml)
Kesimpulan :
Sediaan bersifat Isotonis
Perhatian yang harus dicantumkan dalam informasi obat: Simpan di tempat yang
terhindar dari cahaya

V. Pendekatan Formula

No Bahan Jumlah Fungsi / alasan penambahan


bahan

1. Lignocaine HCl 0,5% Zat aktif (anestetik lokal)

2. Methylparaben 0,1% Pengawet

3. Na2HSitrat 0,354% Komponen dapar (asam)

4. Na3Sitrat 0,154% Komponen dapar (basa konjugat)

5. Natrium Klorida 0,606% Zat pengisotonis

6 Natrium hidroksida q.s. pH adjuster

7. Asam klorida q.s. pH adjuster

8. Aqua pro injection Ad 50 ml Pelarut


VI. Preformulasi Eksipien

A. Methylparaben

Struktur Kimia

(Martindale 36th Ed Halaman 1649).

Pemerian Kristal tak berwarna atau bubuk kristal putih, tidak berbau atau
hampir tidak berbau dan memiliki sedikit rasa terbakar (HOPE 6th Ed
Halaman 471).

Kelarutan Sukar larut dalam air, dalam benzena dan dalam karbo tetraklorida,
mudah larut dalam etanol dan eter dalam (Farmakope Indonesia IV
Halaman 551).

pH pH 4-8 (HOPE 6th Halaman 442).

Titik leleh 125 - 128 °C (HOPE 6th Halaman 443).

Stabilita
● Panas Tahan terhadap panas, tidak terdekomposisi pada suhu 120oC
selama 20 menit pada pH 3-6 (HOPE 6th Halaman 443).
● Hidrolisis Dapat dengan cepat terhidrolisis pada pH 8 atau lebih dalam
penyimpanan di temperatur ruang (>10% dalam 60 hari) (HOPE 6th
Halaman 443).

Inkompatibilitas Tidak kompatible dengan non ionik surfaktan, bentonite, magnesium


trisilikat, talk, tragakan, sodium alginate, essential oil, sorbitol,
atropin. Terhidrolisis dengan basa lemah dan asam kuat, jumlah zat
yang terabsorbsi bergantung pada type plastik dan pembawa yang
digunakan (HOPE 6th Halaman 443).
B. Na3Sitrat

Struktur Kimia

(HOPE 6th Halaman 640).

Pemerian Kristal tidak berwarna atau serbuk kristalin putih (HOPE 6th Halaman
642).

Kelarutan Bebas larut dalam air, praktis tidak larut dalam etanol (96%) (British
Pharmacopoeia 2009 Halaman 3399).

pH pH 7 - 9 (larutan 5% w/v) (HOPE 6th Halaman 641).

Titik leleh 300oC

Stabilita
Panas Stabil terhadap panas, larutan dapat disterilisasi dengan autoklaf
(HOPE 6th Halaman 641).

Inkompatibilitas Larutan dapat bereaksi dengan zat asam. Tidak kompatible dengan
basa, agen pereduksi, dan agen pengoksidasi (HOPE 6th Halaman
641).
C. Natrium Klorida

Struktur Kimia

Pemerian Hablur heksahedral tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak
berbau; rasa asin (Farmakope Indonesia V Halaman 917).

Kelarutan Larut dalam 2,8 bagian air, dalam 2,7 bagian air mendidih dan dalam
lebih kurang 10 bagian gliserol P; sukar larut dalam etanol (95%) P
(Farmakope Indonesia V Halaman 917).

pH pH 6.7 - 7.3 (larutan jenuh) (HOPE 6th Halaman 638).

Titik leleh 804oC (HOPE 6th Halaman 638).

Stabilita bersifat stabil tetapi dapat menyebabkan pemisahan partikel kaca


dari jenis wadah kaca tertentu (HOPE 6th Halaman 639).

Inkompatibilitas Larutan natrium klorida encer bersifat korosif terhadap besi, dapat
membentuk endapan dengan perak, timbal, dan garam merkuri.
Oksidator kuat membebaskan klorin dari larutan natrium klorida yang
diasamkan. Kelarutan metil paraben pengawet antimikroba menurun
dalam larutan natrium klorida encer dan viskositas gel karbomer dan
larutan hidroksietil selulosa atau hidroksipropil selulosa berkurang
dengan penambahan natrium klorida (HOPE 6th Halaman 639).
D. NaOH

Struktur Kimia

Pemerian Bentuk batang, butiran, massa hablur atau keping, kering, keras,
rapuh dan menunjukkan susunan hablur; putih, mudah meleleh
basah. Sangat alkalis dan korosif, segera menyerap karbondioksida
(Farmakope Indonesia V Halaman 1727).

Kelarutan Sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) P (Farmakope
Indonesia V Halaman 1727).

pH
pH ~ 12 (larutan 0.05% w/w);

pH ~13 (larutan 0.5% w/w);

pH ~14 (larutan 5% w/w)

(HOPE 6th Halaman 659).

Titik leleh 318oC (HOPE 6th Halaman 659).

Stabilita Harus disimpan dalam wadah bukan logam kedap udara di tempat
yang sejuk dan kering. Saat terkena udara, natrium hidroksida
dengan cepat menyerap kelembapan dan mencair, tetapi kemudian
menjadi padat kembali karena penyerapan karbon dioksida dan
pembentukan natrium karbonat (HOPE 6th Halaman 659).

Inkompatibilitas Tidak kompatibel dengan senyawa apa pun yang mudah mengalami
hidrolisis atau oksidasi. NaOH akan bereaksi dengan asam, ester,
dan eter, terutama dalam larutan air (HOPE 6th Halaman 659).
E. HCl

Struktur Kimia

Pemerian Larutan hidrogen klorida berair yang bening, tidak berwarna, berair,
dengan bau yang menyengat (HOPE 6th Halaman 308).

Kelarutan
Dapat bercampur dengan air; larut dalam dietil eter, etanol (95%), dan
metanol (HOPE 6th Halaman 308).

pH
pH = 0.1 (10% v/v larutan encer) (HOPE 6th Halaman 308).

Titik leleh -114.2oC

Stabilita harus disimpan dalam wadah yang tertutup baik, kaca atau wadah
lembam lainnya pada suhu di bawah 30oC. Penyimpanan di dekat
alkali pekat, logam, dan sianida harus dihindari (HOPE 6th Halaman
308).

Inkompatibilitas Asam klorida bereaksi hebat dengan basa. Asam klorida juga
bereaksi dengan banyak logam, membebaskan hidrogen (HOPE 6th
Halaman 308).

F. Water for Injection

Struktur Kimia

Pemerian Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau (Farmakope Indonesia IV


Halaman 112).
Stabilita
● Panas Stabil
● Hidrolisis Stabil
● Cahaya Stabil
● Oksidasi Stabil
(Farmakope Indonesia V Halaman 112).

Inkompatibilitas Dengan zat-zat yang mudah terhidrolisis atau terurai oleh


keberadaan air. Dapat bereaksi dengan logam alkali dan logam basa
serta membentuk oksidanya, misal kalsium oksida. Dapat bereaksi
dengan garam anhidrat dan molekul organik tertentu (Farmakope
Indonesia IV Halaman 112).

VII. Persiapan Alat/Wadah/Bahan

a. Alat

No Nama alat Jumlah Cara sterilisasi (lengkap)

1 Spatula 4 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

2 Kain lap 2 Autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit

3 Kaca arloji 7 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

4 Gelas ukur 50 ml 1 Autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit

5 Gelas ukur 100 ml 2 Autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit

6 Gelas ukur 150 ml 2 Autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit

7 Gelas kimia 50 ml 2 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam


8 Gelas kimia 100 ml 2 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

9 Gelas kimia 150 ml 2 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

10 Gelas kimia 4000 ml 1 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

11 Gelas kimia 6000 ml 1 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

12 Batang pengaduk 4 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

13 Erlenmeyer 150 ml 1 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

14 Erlenmeyer 500 ml 1 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

15 pH meter 1 -

16 Buret + statif + klem 1 Direndam dengan etanol 70% selama 24 jam

17 Penangas 1 -

18 Corong 2 Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

19 Membran filtrasi 0.45 2 Autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit


µm

20 Membran filtrasi 0.22 2 Autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit


µm

21 Syringe dan holder 2 Direndam dengan etanol 70% selama 24 jam

22 Pipet 3 Autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit


23 Karet pipet 3 Direndam dalam etanol 70% selama 24 jam

b. Wadah

No Nama alat Jumlah Cara sterilisasi (lengkap)

1. Vial (50 mL) 100 buah Oven dengan suhu 1700C selama 1 jam

2. Tutup vial (untuk vial 50 100 buah Direndam dalam etanol 70% selama 24 jam
mL)

c. Bahan
Tidak dilakukan sterilisasi awal pada bahan, karena akan dilakukan sterilisasi akhir
dengan menggunakan autoklaf pada suhu 121oC selama 15 menit.

d. Penimbangan Bahan
Keterangan :
● Volume 100 sediaan = 50 ml x 100 vial = 5000 ml
Volume berlebih yang ditambahkan pada wadah 1 sediaan = 2% x 50 ml = 1 ml
Volume berlebih untuk kehilangan selama penyiapan sediaan = 100 ml
Maka,
Volume total larutan yang akan disiapkan = 5000 + 100 x 1 + 100 = 5200 ml
● Na2HSitrat Didapatkan dari reaksi :
Na3Sitrat + HCl -> Na2HSitrat + NaCl
Maka, Na2HSitrat yang dibutuhkan = 0,354% x 5200 ml = 18,408 gram
● Mol HCl untuk menyiapkan Na2HSitrat = Na2HSitrat
= 18,408 gr : 236,09 gr/mol = 0,078 mol
Gram HCl = 0,078 mol x 36,5 gram/mol = 2,847 gram
Digunakan HCl 1 M (3,083%), maka
Volume HCl 1 M = 2,847 gram x 100 ml/3,083 gram = 92,3 ml
No Nama bahan Jumlah yang ditimbang

1. Lignocaine HCl 0,5 % x 5200 ml = 26 gram

2. Metilparaben 0,1% x 5200 ml = 5,2 gram

3. Na3Sitrat Sebagai komponen basa konjugat dapar :


0,154% x 5200 ml = 8,008 gram
Untuk penyiapan Na2HSitrat :
Mol Na3Sitrat = mol Na2HSitrat yang dibutuhkan
= 18,408 gr : 236,09 gr/mol = 0,078 mol
Gram Na3Sitrat = 0,078 mol x 258,06 gr/mol = 20,129
gram
Maka, Gram Na3Sitrat total = 8,008 + 20,129
= 28,137 gram

4. NaCl Gram total = 0,606% x 5200 ml = 31,512 gram


Namun, dari reaksi :
Na3Sitrat + HCl -> Na2HSitrat + NaCl
NaCl juga terhasilkan sebesar = 0,078 mol
Gram NaCl terhasilkan = 0,078 gr x 58,5 gr/mol
= 4,563 gram
Maka,
Gram NaCl yang ditimbang = 31,512 - 4,563 = 26,949
gram
VIII. Prosedur Pembuatan, Evaluasi, dan IPC

No Prosedur Tempat

1. Sterilisasi Alat Kelas D


● Alat dan wadah yang dapat disterilisasi dengan
autoklaf, diautoklaf pada suhu 121 C selama 15
menit
● Alat dan wadah yang dapat disterilisasi dengan
panas kering, dioven pada suhu 170 C selama 1
jam
● Alat dan wadah yang disterilisasi menggunakan
desinfektan, direndam dalam etanol 70% selama
24 jam

2. Zat aktif Lignocaine HCl ditimbang sebanyak 26 gram Kelas D

3. Zat eksipien yang digunakan ditimbang sejumlah yang Kelas D


dibutuhkan (metil paraben 5,2 gram; NaCl 26,949 gram;
Sitrat 8,008 dan 20,129 gram)

4. Lignocaine HCl dilarutkan dalam 30 mL water for Kelas C


injection

5. Dipanaskan water for injection sebanyak 120 ml Kelas B

6. Methylparaben dilarutkan dalam 110 mL air mendidih Kelas C

7. NaCl dilarutkan dalam 80 mL water for injection Kelas C


8. Penyiapan dapar Kelas C
- Penyiapan Na2HSitrat

Na3Sitrat + HCl -> Na2HSitrat + NaCl

Na3Sitrat 20,129 gram dilarutkan dalam 35 mL water for


injection dan ditambahkan dengan 92,3 ml HCl 3,083%

- Na3Sitrat 8,008 gram dilarutkan dalam 15 mL water


for injection
- Kedua larutan kemudian dicampurkan menjadi larutan
dapar sitrat

9. Larutan zat aktif dicampurkan dengan larutan eksipien Kelas C

10. Volume digenapkan hingga 3900 ml (75%) Kelas C

11. Dilakukan pengecekan pH dengan menggunakan pH Kelas C


meter dan pH di-adjust dengan NaOH/HCl (bila pH belum
sesuai dengan pH target)

12. Dilakukan uji organoleptik dengan mengamati sifat fisik Kelas C


sediaan meliputi warna dan homogenitas

13. Volume digenapkan hingga 100% Kelas C

14. Partikulat diminimalisasi dengan menggunakan Kelas C


membrane filtrasi berukuran 0.45 µm lalu 0.22 µm
15. Dilakukan pengisian ke kemasan primer Kelas C

16. Sterilisasi akhir sediaan dengan menggunakan autoklaf Kelas D


121oC selama 15 menit

17. Pengemasan dan evaluasi Kelas D


● Botol yang sudah ditutup dibawa ke ruang
evaluasi melalui transfer box
● Etiket ditempel pada wadah
● Sediaan dimasukkan kedalam kemasan
● Evaluasi sediaan

Evaluasi Sediaan

No Jenis evaluasi Prinsip evaluasi Jumlah Hasil Syarat


sampel pengamatan

1. Uji Volume Injeksi Ambil isi tiap 10 vial - Volume harus


(Farmakope wadah dengan sama dengan
Indonesia Edisi V alat suntik dinyatakan
Hal. 1359) hipodermik, pada etiket
keluarkan
gelembung
udara lalu
pindahkan isinya
ke gelas ukur
(gelas ukur
harus terpenuhi
sekurang-
kurangnya 40%
volume dari
kapasitas
tertera)

2. Uji Sterilitas Sampel sediaan 10 vial - Steril, tidak


(Farmakope dimasukkan ada
Indonesia Edisi V dalam medium pertumbuhan
Hal. 1359-1366) steril dengan mikroba pada
kontrol medium media steril
steril dan kontrol
pertumbuhan
mikroba uji pada
medium selama
tidak lebih dari 5
hari

3. Uji partikulat Menggunakan 10 vial Tidak terlihat Untuk injeksi


(Farmakope sistem partikulat volume kecil,
Indonesia Edisi V elektronik, partikel
Hal. 1494-1500) penghitung berukuran >=
partikel yang 10
ada dalam mikrometer
cairan, yang tidak boleh
memanfaatkan lebih dari
sensor 6000 partikel
penghamburan per wadah,
cahaya yang dan partikel
mampu menilai berukuran >=
ukuran dan 25
menghitung mikrometer
jumlah partikel tidak boleh
dalam larutan lebih dari 600
injeksi yang diuji partikel per
wadah

4. Uji penetapan pH pH sampel 10 vial pH 6,0 pH 5,0 - 7,0


sediaan sediaan diukur
(Farmakope menggunakan
Indonesia Edisi V pH meter
Hal. 1563)

5. Uji Kejernihan Wadah diperiksa 10 vial Jernih Kejernihanny


(Lachman Vol III dengan a sama
Hal.1355) menyinari dengan air
sampel sediaan atau pelarut
dari samping yang
dengan latar digunakan
belakang warna
hitam dan putih

6. Uji kebocoran Sampel sediaan 10 vial Larutan tidak Tidak satu


(Farmakope diletakkan bocor/keluar vial pun
Indonesia Edisi V dengan posisi dari wadah bocor
Hal.1613) terbalik

7. Uji Efektivitas Inokulasi tiap 5 vial - Koloni bakteri


Antimikroba wadah dengan tidak kurang
(Farmakope V satu inokula dari log
halaman 1354) baku yang telah reduksi dari
disiapkan dan jumlah awal
diaduk. pada hari ke-
Kemudian 7, tidak
wadah kurang dari 3
diinkubasi log reduksi
selama 28 hari pada hari ke-
dan diamati 14 dan tidak
pada setiap hari meningkat
ke- 7, 14, dan sampai hari
28 ke-28.
Koloni
kapang &
khamir tidak
meningkat
sampai hari
ke-28

IPC (In Process Control)


No. Jenis Evaluasi Prinsip Evaluasi Syarat

1. Penetapan pH pH campuran larutan 5,0 - 7,0 (sesuai


(Farmakope Indonesia Edisi V diukur menggunakan monografi injeksi
Hal.1563) pH meter lignocaine hcl pada
Farmakope Indonesia
Edisi V Hal. 776)

2. Uji Organoleptik Pengujian fisik Larutan jernih dan


sediaan meliputi homogen
warna dan
homogenitas
IX. Daftar Pustaka
Dirjen, P. O. M. (1995). Farmakope Indonesia Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta, 7.
Kemenkes, R. I. (2014). Farmakope Indonesia edisi v. Jakarta: Direktorat Jendral Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Republik Indonesia.
Lieberman, H. A., Lachman, L., & Schwartz, J. B. (Eds.). (1980). Pharmaceutical dosage
forms: Tablets (Vol. 3). M. Dekker.
Lund, W. (1994). Principles and practice of pharmaceutics. The Pharmaceutical Codex,
12th ed. The Pharmaceutical Press, London, 85.
Rowe, R. C., Sheskey, P. J., & Quinn, M. E. (2009). Handbook of Pharmaceutical
Excipients 6th edition Pharmaceutical Press. London, England.
Sweetman, S. C. (2009). Martindale, The comperhensive drug reference 36th Edition.
Trissel, L. A. (2009). Handbook on injectable drugs. ASHP.

Anda mungkin juga menyukai