Anda di halaman 1dari 16

MINI RISET

Disusun Oleh :
KELOMPOK I

Agun Muliyadi Aritonang 4183230012


Amar Filemon Sinaga 4183230021
Angie Maretha R 4183530005
Aurelia Anandara 4183530010

Dosen Pengampu : Dinda Kartika, S.Pd., M.Si.


Kelas : Program Studi Matematika B 2018

PROGRAM STUDI MATEMATIKA


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya
sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan mini riset ini tepat
pada waktunya. Miniriset ini kami buat agar memenuhi penyelesaian tugas pada mata kuliah
Teori Graf, semoga mini riset ini dapat menambah wawasan dan pengatahuan bagi para
pembaca.

Dalam penulisan mini riset ini,kami tentu saja tidak dapat menyelesaikannya sendiri
tanpa bantuan dari pihak lain.Oleh karena itu,kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Kedua orang tua kami yang selalu mendoakan
2.      Kepada dosen pengampu
3. Kepada narasumber yang telah bersedia diwawancarai

Kami menyadari bahwa mini riset ini masih jauh dari kata sempurna karena masih
banyak kekurangan.Oleh karena itu,kami dengan segala kerendahan hati meminta maaf dan
mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan
kedepannya.Akhir kata kami mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada
dalam Mini Riset yang berbentuk makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya bagi
para pembaca.

Medan, Mei 2019

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................................i


DAFTAR ISI............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................1
BAB II KAJIAN PUSTAKA....................................................................................................2
BAB III METODE PENELITIAN...........................................................................................6
A. RANCANGAN PENELITIAN...............................................................................................6
B. SUMBER DATA....................................................................................................................6
C. TEKNIK ANALISIS DATA...................................................................................................6
D. PROSEDUR PENELITIAN....................................................................................................6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................................10


BAB V PENUTUP.................................................................................................................11
A. KESIMPULAN.....................................................................................................................11
B. SARAN.................................................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................12
LAMPIRAN.............................................................................................................................3

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

Jaringan Listrik merupakan sistem jaringan yang terdiri atas penghantar dan
perlengkapan listrik yang terhubung satu dengan lainnya, untuk mengalirkan tenaga listrik
(Puil, 2000). Dalam instalasi jaringan listrik sebuah bangunan harus memperhatikan keamanan
dan peralatan listrik yang digunakan. Peralatan listrik yang jika digunakan dengan tidak efektif
dan efisen dapat menyebabkan pengeluaran membesar sehingga terjadi pemborosan.
Untuk merancang jaringan kabel listrik suatu bangunan harus terlebih dahulu dilakukan
penaksiran atas beban total seluruh bangunan. Membangun jaringan kabel yang memenuhi
persyaratan, dengan biaya semurah mungkin sama saja dengan usaha mendapatkan sebuah
pohon rentang minimum (minimum spanning tree) dari sebuah graf-bobot tertentu (Budayasa,
2007).
Sesuai latar belakang, permasalahan ini dapat diaplikasikan pada salah satu cabang ilmu
matematika yaitu teori graf. Struktur-struktur permasalahan tersebut dapat dimodelkan dengan
teori graf. Representasi visual dari graf dinyatakan berupa objek sebagai titik, sedangkan
hubungan antara objek-objek dinyatakan dengan sisi. Ilmu terapan graf tersebut terus
berkembang dimana graf juga dapat digunakan untuk optimisasi jaringan listrik.
Seperti rumah kost yang memerlukan aliran listrik dalam jumlah besar yang harus
disertai dengan instalasinya yang efektif dan efisien. Bangunan rumah kost tentunya harus di
dukung oleh sarana dan kelengkapan rumah kost di antaranya kelistrikan yang stabil di tiap
ruanganya, untuk pemasangan instalasi listrik. Rumah kost Bu Atik yang berada di jalan
pancing gang murni sebagi tempat studi kasus dilaksanakan. Di rumah kost tersebut
menggunakan instalasi listrik kecil dimana setiap dua kamar dimasimng-masing lantai
maksimal memiliki satu sumber arus (terminal). Setiap terminal merepresentasikan sebagai
titik (vertex) dan panjang kabel yang menghubungkan tiap terminal merepresentasikan sebagai
sisi (edge).
Ada dua jenis algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah seperti
ini,yaitu: Algoritma Prim dan Algoritma Kruskal (Munir, 2012). Tujuan penelitian ini adalah
menerapakan Algoritma Prim untuk mencari alur alternatif dalam mengoptimalkan instalasi
jaringan listrik di rumah kost tersebut agar lebih efisien dan minimal pengeluaran.

1
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Instalasi Listrik
Sistem penyaluran dan cara pemasangan instalasi listrik di Indonesia harus mengikuti
aturan yang ditetapkan oleh Peraturan umum Instalasi Listrik (PUIL) yang diterbitkan tahun
1977 kemudian direvisi tahun 1987 dan terakhir tahun 2000. Tujuan dari Peraturan umum
Instalasi Listrik di Indonesia adalah :
- Melindungi manusia terhadap bahaya sentuhan dan kejutan arus listrik.
- Keamanan instalasi dan peralatan listrik.
- Menjaga gedung serta isinya dari bahaya kebakaran akibat gangguan listrik.
- Menjaga ketenagaan listrik yang aman dan efisien.

B. Graf
Sebuah graf G yang terdiri atas himpunan tak kosong dari objek-objek yang disebut
simpul dan daftar pasangan tak berurut dari elemen-elemen tersebut, yang disebut rusuk.
Himpunan simpul-simpul dari graf Gdisebut simpul, dinyataka dengan V(G) dan himpunan
rusuk-rusuknya disebut himpunan rusuk G, dinyatakan dengan E(G) .Jika kdan ladalah
simpul dari G, maka sebuah rusuk kl atau lk dikatakan menghubungkan k dan l(Robin J.
Wilson & John J. Watkin, 1990: 10).

C. Keterhubungan
Suatu graf G dikatakan terhubung jika terdapat sepasang simpul vi dan vj terdapat
lintasan antara vi dan vj pada graf G . Graf yang tidak terhubung dinamakan graf tak-
terhubung (disconnected graph).
Keterhubungan suatu graf G dinotasikan dengan k(G). Keterhubungan k(G) adalah
banyaknya simpul minimum yang dapat menghilangkan hasil keterhubungan graf atau simpul
tunggal pada graf K1. Dapat dikatakan graf G memiliki k keterhubungan jika k(G) ≥ k
(Nizhizeki dan Rahman, 2004: 22).
Dua buah simpul vi dan vj dikatakan terhubung jika terdapat lintasan dari vi ke vj .
Misalkan ditunjukkan pada gambar berikut ini (Munir, 2010: 371).

2
V1

G : V3 V2

V4 V5

a. Jalan (Walk)
Sebuah jalain(walk) dengan panjang k pada sebuah graf G adalah rangkaian
terurut dari k rusuk pada graf G dengan bentuk :uv, vw, wx ,..., yz;Walk tersebut
dinyatakan dengan uv, vw, wx,..., yz atau dengan kata lain walk antara u sampai z (Robin
J. Wilson & John J. Watkin, 1990 : 34).
b. Jejak (Trail) dan Lintasan (Path)
Jika seluruh rusuk (tidak harus seluruh simpul) pada sebuah trayek berbeda, maka
trayek tersebut disebut trail (jejak). Sedangkan jika simpul-simpulnya berbeda jejak
tersebut disebut lintasan (Robin J. Wilson & John J. Watkin,1990 : 35).
c. Siklus (Cycle)
Suatu lintasan yang berawal dan berakhir di simpul yang sama dinamakan siklus.

D. Graf berbobot
Graf berbobot adalah graf yang masing-masing sisinya diberi label bilangan real
positif, yang disebut bobot. Misalkan G graf dan e sisi di G. bobot dari e, dinotasikan dengan
w(e), adalah bilangan real positif yang dipasangkan pada e. Panjang lintasan pad graf
berbobot adalah jumlah dari masing-masing bobot sisi yang terdapat pada lintasan tersebut.
Untuk dua titik terhubung u dan v pada graf berbobot G, maka jarak antara u dan v,
dinotasikan dengan d(u, v), adalah panjang lintasan terkecil dari lintasan-lintasan u-v yang
terdarpat di G. jika masing-masing sisi mempunyai bobot 1, maka G dapat dianggap sebagai
graf, dan definisi panjang lintasan dan jarak pada G akan sama dengan definisi yang
diberikan untuk graf (bukan graf berbobot).

E. Pohon (Tree)
Pohon didefinisikan sebagai suatu graf tak berarah terhubungkan (connected
undirected graph) yang tidak mengandung siklus. Pohon adalah bentuk khusus dari suatu graf
yang banyak diterapkan untuk berbagai keperluan. Pada pohon, simpul-simpul yang
berderajat satu dinamakan daun (leave), sedangkan simpul yang derajatnya lebih besar dari

3
pada satu dinamakan simpul cabang (branch node) atausimpul internal (internal node) dan
kumpulan pohon-pohon yang terpisahkan satu sama lain disebut hutan (forest).
Andiani (1997: 66) menyatakan bahwa suatu graf G dengan n titik disebut
tree jika:
a. G adalah terhubung dan tidak mempunyai sirkuit
b. G adalah terhubung dan mempunyai n – 1 sisi
c. G tidak mempunyai sirkuit dan mempunyai n – 1 sisi
d. Terdapat tepat satu lintasan di antara setiap pasang titik pada G atau
e. G adalah suatu graf terhubung minimal

F. Pohon Perentang (Spanning Tree)


Pohon perentang adalah subgraf dari sebuah graf Gyang berupa pohon dan memuat
semua simpul pada graf G , sedangkan suatu graf H disebut subgraf G dari graf jika
V ( H ) ⊆ V ( G ) dan E(H ) ⊆E (G) .

G. Pohon Perentang Minimum (Minimum Spanning Tree)


Jika Gadalah graf berbobot, maka bobot pohon merentang T d a r i G didefinisikan
dengan jumlah bobot semua sisi di G. Pohon perentang yang berbeda mempunyai
bobot yang berbeda pula. Di antara semua pohon perentang di G, pohon
perentang yang berbobot minimum dinamakan pohon merentang minimum
(minimum spanning tree).

H. Algoritma Prim
Algoritma Prim adalah sebuah algoritma dalam teori graf yang bisa mendapatkan
pohon merentang minimum dari sebuah graf yang diberikan. Algoritma ini ditemukan pada
tahun 1930 oleh seorang matematikawan Voljtêch Jarnik, dan lalu secara terpisah oleh ahli
komputer Robert C. Prim di tahun 1957, kemudian dikembangkan lagi oleh Dijkstra di tahun
1959.
Algoritma prim menyusun pohon dengan memilih sembarang titik dan kemudian
suatu sisi dengan bobot terkecil pada titik itu. Berikutnya pohon itu dikembangkan dengan
memilih suatu sisi berbobot terkecil yang dengan sisi terpilih sebelumnya membentuk pohon.
Pohon itu masih dikembangkan lagi dengan memilih suatu sisi berbobot terkecil yang
membentuk pohon dengan dua sisi terpilih sebelumnya.

4
Proses ini dilanjutkan sampai terpilih sebuah pohon jumlah, yang juga merupakan
pohon rentang minimum.
Algoritma Prim:
a. Ambil titik dari graf G=(V,E), masukan ke dalam T=(VT ,ET).
b. Pilih sisi (vi, vj) yang memiliki bobot minimum dan bersisian dengan titik di T, tetapi
(vi, vj) tidak membentuk sirkuit di T. Tambahkan (vi, vj) ke dalam T.
c. Ulangi langkah 2 sampai sisi =n–1 dengan n merupakan jumlah titik.

5
BAB III
METODE PENELITIAN

A. RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan penelitian ini menggunakan metode studi kasus.
B. SUMBER DATA
Sumber data dalam penelitian ini yaitu data berupa wawancara yang langsung kami
lakukan dengan Bu Atik sipemilik rumah kost. Dengan lokasi pengambilan data rumah kost
Bu Atik yang beralamat di jalan Pancing gang murni no.8.
C. TEKNIK ANALISIS DATA
Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis graf.
D. PROSEDUR PENELITIAN
Adapun langkah-langkah penelitian dalam mencapai tujuan penelitian adalah :
1. Mengambil data dengan cara mewawancarai pemilik rumah kost.
2. Algoritma pemodelan jaringan listrik dengan Algoritma Prim, yaitu:
a. Merepresentasikan setiap terminal merepresentasikan sebagai titik (vertex) dan
panjang kabel yang menghubungkan tiap terminal merepresentasikan sebagai sisi
(edge).
b. Melakukan hitungan manual dengan cara membandingkan sisi-sisi pada graf G, mulai
dari titik pertama ke titik terakhir.
c. Menggagalkan sisi yang membentuk siklus dan melewati atap rumah, sehingga tersisa
(n-1) sisi dengan n merupakan jumlah titik.
d. Mendapatkan minimum spanning tree dari jaringan listrik dengan menggunakan
algoritma prim.
3. Graf minimum spanning tree
4. Penarikan kesimpulan.

6
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHSAN

Penelitian ini dilakukan di Rumah Kost Bu Atik yang berada di jalan Pancing gang Murni
kota Medan. Rumah kost ini memiliki 3 tingkat dan jumlah seluruh kamar semua tingkat adalah 30
kamar. Untuk setiap 3 kamar terhubung dalam 1 terminal sebagai pembatas aliran listrik dengan
lainnya. Sehingga terdapat 10 terminal yang saling terhubung satu sama lain dan ditambah satu
terminal ruang utama pemilik rumah kost.
Dalam permodelan ini, terminal direpresentasikan sebagai titik dan jarak antar terminal jika
dihubungkan menggunakan kabel yang dirapatkan ke dinding direpresentasikan dengan sisi.
Kumpulan titik disimbolkan dengan huruf : A(1) , B(1) , …, F(1), G(2) , H(2), …, K(2). Titik A(1),
B(1), ...(1) untuk setiap terminal yang berada dilantai 1, dan titik G(2), H(2), ...(2) untuk setiap
terminal yang berada di lantai 2. Setiap sisi memiliki bobot masing-masing dari hasil penaksiran
panjang kabel yang dgunakan sesuai dengan jarak antara terminal dengan terminali lainnya. Bobot
sebagai panjang kabel yang menghubungkan antara terminal ke terminal lainya atau jarak titik yang
satu dengan titik yang lainnya dengan satuan M (meter) sebagaimana yang terlihat pada graf berikut :

A(1
)
7
6
4,5 D(1
B(1 C(1 4
4 )
) )
7 6
3 3 8,5 3

G(2 H(2 I(2)


4 4
) )
4
8
4

4
E(1 4 F(1
8
) )
4

3
3
4
7
K(2
J(2 )
)
Berdasarkan graf diatas diperoleh tabel dengan ditentukan semua sisi dengan bobot
disetiap sisi.

Sisi Bobot
[A(1),B(1)] 6
[A(1),C(1)] 4,5
[A(1),D(1)] 7
[A(1),G(2)] 7
[A(1),H(2)] 6
[A(1),I(2)] 8,5
[B(1),C(1)] 4
[B(1),E(1)] 4
[B(1),G(2)] 3
[C(1),D(1)] 4
[C(1),F(1)] 4
[C(1),H(2)] 3
[D(1),F(1)] 8
[D(1),I(2)] 3
[E(1),F(1)] 4
[E(1),J(2)] 3
[F(1),K(2)] 3
[G(2),H(2)] 4
[G(2),J(2)] 4
[H(2),I(2)] 4
[H(2),K(2)] 4
[I(2),K(2)] 8
[J(2),K(2)] 4

Tabel 1. Sisi dan bobot setiap sisi pada graf

Selanjutnya sesuai langkah-langkah penerapan Algoritma Prim untuk mencari


minimum spanning tree (pohon perentang minimum) dalam pengoptimalan penggunaan
kabel listrik di rumah kost dapat disajikan sebagai berikut:

8
Tabel.2 Langkah langkah penerapan Algortitma Prim
Bobot
Langkah Titik yang dipilih Titik yang bertetangga Sisi yang dipilih sisi
B(1), C(1), D(1), G(2), H(2),
1 A(1) I(2) [A(1), C(1)] 4.5
2 C(1) B(1), D(1), F(1), H(2) [C(1), H(2)] 3
3 C(1) B(1), D(1), F(1) [C(1), B(1)] 4
4 B(1) E(1), G(2) [B(1), G(2)] 3
5 C(1) D(1), F(1) [C(1), D(1)] 4
6 D(1) F(1), I(2) [D(1), I(2)] 3
7 C(1) F(1) [C(1), F(1)] 4
8 F(1) K(2) [F(1), K(2)] 3
9 B(1) E(1) [B(1), E(1)] 4
10 E(1) J(2) [E(2), J(2)] 3
Total jarak untuk menghubungkan semua terminal 35.5

Berdasarkan tabel 2 dan gambar sisi-sisi pada graf awal yang melambangkan jarak
didapat pohon perentang minimum (minimum spanning tree) dengan menghubungkan setiap
titik dengan sisi seperti berikut.

A(1
)

4,5 D(1
B(1 C(1 4
4 )
) )

3 3 3

G(2 H(2 I(2)


) )
4

E(1 F(1
) )

3
3

9 K(2
J(2 )
)
Berdasarkan hasil pada gambar 2, diperoleh graf pohon perentang minimum
(minimum spanning tree) dari graf 1 yang terdapat perbedaan dengan sangat jelas. Dengan
menggunakan algoritma Prim, total jarak terpendek untuk menghubung semua terminal yang
ada pada rumah kost tersebut sebesar 35,5 meter.

10
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian hasil dan pembahasan Bab IV, dapat diambil kesimpulan, penerapan teori
graf pada jaringan listrik di Rumah Kost Bu Atik yang berlokasi
dijalan pancing gang murni no. 8 menggunakan Algoritma Prim
yakni dengan mengambil jarak terpendek dengan menghubungkan
seluruh titik yang akan didistribusikan listrik dengan manfaat
dapat meminimalisir penggunaan kabel dalam pendistribusian
listrik.

B. SARAN
Selesai sudah penulisan Mini Riset ini dengan hasil diskusi kelompok kami,melalui proses
yang cukup banyak memakan waktu,kami sadar bahwasannya didalam mini riset ini banyak
kekeliruan,baik secara tulisan ataupun pembahasan,maka dari itu kami mengharap pada semua
pembaca untuk mengoreksinya demi memperbaiki makalah selanjutnya.

11
DAFTAR PUSTAKA

Badan Stadarisasi Nasional. 2000. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000).
Jakarta : BSN.
Budayasa, I.K. 2007. Teori Graf dan Aplikasinya. Surabaya: Unesa University Press.
Munir. 2012. Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
Wilson, J. Robin and John J. Watskin. 1990. Graphs An Introductory Approach. New York:
University Course Graphs, Network, and Design.
Munir. 2010. Matematika Diskrit. Informatika. Bandung.

12